Married is Scary: Ketakutan Gen Z Terhadap Pernikahan di Era Modern

Authors

  • Nur Afrina Yani Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Arisman Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3732

Keywords:

Persepsi, Pernikahan Menakutkan

Abstract

Fenomena   "Married   is   Scary"   mencerminkan   persepsi   ketakutan   terhadap pernikahan yang semakin berkembang dalam masyarakat kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsitersebut dalam perspektif religius, emosional, dan  sosial  budaya,  serta  faktor-faktor  yang  mempengaruhinya.  Metode  yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis berbagai sumber terkait topic pernikahan di masyarakat  modern. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa ketakutan  terhadap  pernikahan  dipengaruhi  oleh  faktor  religius  yang  menuntut pemenuhan ekspektasi tinggi, faktor emosional terkait trauma atau ketidakpastian komitmen,  serta  tekanan  sosial  budaya  yang  menuntut  individu  untuk  menikah pada usia  tertentu.  Selain  itu,  faktor  ekonomi  dan  pengaruh  media  sosial  juga memainkan  peran  besar  dalam  menciptakan  rasa  takut  terhadap  pernikahan. Kesimpulannya,  fenomena  ini  mencerminkan  kompleksitas  pandangan  terhadap pernikahan yang dipengaruhi oleh banyak faktor, dan diperlukan pendekatan yang lebih  realistis  serta  dukungan  sosial  dalam  menghadapi  ketakutan  ini. Penelitian lebih  lanjut  tentang  dinamika ini sangat  diperlukan  untuk memahami  lebih  dalam fenomena tersebut.

References

Arnett, J. J. (2015). Emerging adulthood: The winding road from the late teens through the twenties. Oxford University Press.

Batsylyeva, O., et al. (2019). Psychological readiness for married. European Journal of Psychology.

Ekman, P. (1992). An argument for basic emotions. Cognition & Emotion, 6(3–4), 169–200.

Ghani, K. A. (2021). Analisis kontrastif metafora konsepsi takut dalam bahasa Melayu dan Inggris. 20(2).

Goleman, D. (1995). Emotional intelligence. Bantam Books.

Heidari, M., & Kumar, M. (2021). Emotional factors in marriage perception. International Journal of Family Studies.

Hidayati, N., & Assa'diah. (2020). Pernikahan dalam perspektif Islam: Ibadah dan kebahagiaan dunia akhirat. Jurnal Studi Islam.

Koenig Kellas, J. (2005). Family secrets and communication. Journal of Social and Personal Relationships, 22(3).

Markman, H. J., et al. (2010). Fighting for your marriage. Jossey-Bass.

Marks, L. (2005). Religion and bio-psycho-social health: A review and conceptual model. Journal of Religion and Health, 44(2).

Purba & Kusumiati. (2024). Kesiapan emosional menghadapi pernikahan di Indonesia. Jurnal Kesehatan Mental.

Shifman, L. (2014). Memes in digital culture. MIT Press.

Sirajudin, M. B., & Iskandar. (2023). Takut dalam Al-Quran dan Hadits. Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo, 1–9.

Tavakol, Z., et al. (2017). Fear of commitment: Emotional barriers to marriage. Journal of Family Psychology, 32(3).

Walby, S. (1990). Theorizing patriarchy. Basil Blackwell

Downloads

Published

2026-01-12

How to Cite

Yani, N. A., & Arisman. (2026). Married is Scary: Ketakutan Gen Z Terhadap Pernikahan di Era Modern. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 3786–3799. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3732

Issue

Section

Articles