Hubungan Agama dan Pembangunan: Analisis Kritis terhadap Teori Modernisasi, Etika Protestan, dan Pembangunan Berkelanjutan

Authors

  • Asep Mulyaden Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
  • Yusuf Zainal Abidin Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
  • Aep Kusnawan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
  • Muhamad Zuldin Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3718

Keywords:

Agama; Pembangunan; Teori Modernisasi; Etika Protestan; Modal Sosial; Pembangunan Berkelanjutan

Abstract

Hubungan antara agama dan pembangunan tetap menjadi arena perdebatan dalam ilmu sosial, berayun antara perspektif yang memandang agama sebagai penghalang modernisasi dan perspektif yang mengakui potensi transformatifnya. Artikel ini secara kritis menelaah hubungan agama dan pembangunan melalui studi pustaka komprehensif yang menyintesiskan tiga kerangka teoretis utama: teori modernisasi klasik, tesis etika Protestan Weber, dan diskursus pembangunan berkelanjutan berbasis nilai kontemporer. Analisis menggunakan metodologi kualitatif-deskriptif dengan meninjau karya ilmiah klasik dan kontemporer secara sistematis untuk memetakan pengaruh multidimensional agama pada empat ranah yang saling terkait: sosiologis, ekonomi, politik, dan budaya. Temuan menunjukkan bahwa agama beroperasi sebagai fenomena bermata dua dalam proses pembangunan. Di satu sisi, agama memperkuat modal sosial melalui solidaritas komunal, membentuk etos kerja produktif dan kejujuran ekonomi, memfasilitasi mekanisme redistribusi kekayaan (zakat, infak, wakaf), melegitimasi kebijakan publik berorientasi keadilan, serta memperkuat identitas budaya dan aset wisata religi. Di sisi lain, konservatisme kaku, politisasi identitas, dan interpretasi tekstual yang resisten terhadap inovasi dapat secara substansial menghambat kemajuan pembangunan. Sintesis yang ditawarkan mengadvokasi kerangka tata kelola inklusif-dialogis yang mengintegrasikan prinsip keadilan moral, keseimbangan material-spiritual, dan inovasi kelembagaan—khususnya keuangan syariah dan filantropi produktif—yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Artikel ini berkontribusi memberikan kerangka analitis yang menimbang kekuatan pendorong dan penghambat agama sekaligus menawarkan panduan praktis bagi pembuat kebijakan untuk menumbuhkan kolaborasi produktif dan berkeadaban antara institusi negara, masyarakat sipil, dan organisasi berbasis keimanan.

References

Anwar, A. A., Alamsah, A. A. P., & Arista, S. R. (2022). Pemikiran Ekonomi Islam Monzer Khaf. Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 22(2), 161–173. https://doi.org/10.32939/islamika.v22i2.1080

Bellah, R. N. (1967). Civil religion in America. Daedalus, 96(1), 1–21.

Candland, C. (2000). Faith as Social Capital: Religion and Community Development in Southern Asia. Policy Sciences, 33(3), 355–374.

Casanova, J. (1994). Public religions in the modern world. The University of Chicago Press.

Deneulin, S., & Rakodi, C. (2011). Revisiting Religion: Development Studies Thirty Years On. World Development, 39(1), 45–54. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2010.05.007

Dilan hasanah, Fitria, V. R., Diana, D. M., Haekal, M., Rose, D. R., & Rapindo, A. (2024). Perbandingan Efektivitas Zakat dan Pajak dalam Mengurangi Ketimpangan Ekonomi di Negara Indonesia. Journal of Economics and Business, 2(2), 161–170. https://doi.org/10.61994/econis.v2i2.480

Durkheim, É. (1995). The Elementary Forms of Religious Life. New York: Free Press.

Eisenstadt, S. N. (2017). Multiple Modernities. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315124872

Escobar, A. (1995). Encountering development: The making and unmaking of the Third World. Princeton University Press.

Haynes, J. (2007). Religion and Development: Conflict or Cooperation? . Palgrave Macmillan.

Mufarrochah, S., Putri, F. F., Murtadho, A., & Assari, E. (2025). Etika Bisnis dalam Hukum Islam: Implikasi terhadap Praktik Bisnis Modern. JURNAL USM LAW REVIEW, 8(1), 17–32. https://doi.org/10.26623/julr.v8i1.11365

Nasr, S. H. (1996). Religion and the Order of Nature. Oxford University Press.

Norris, P., & Inglehart, R. (2004). Sacred and secular. Religion and politics worldwid. Cambridge University Press.

Putnam, R. D. (2000). Bowling alone. Proceedings of the 2000 ACM Conference on Computer Supported Cooperative Work, 357. https://doi.org/10.1145/358916.361990

Rostow, W. W. (1360). The stages of economic growth: A non-communist manifesto. https://doi.org/10.1111/j.1468-0289.1959.tb01829.x

Susen, S. (2024). The Interpretation of Cultures: Geertz Is Still in Town. SSRN Electronic Journal. https://doi.org/10.2139/ssrn.4876619

Tomalin, E. (2013). Religions and development. Routledge.

Turner, V. W. . (2017). The ritual process : structure and anti-structure. Routledge.

Weber, M. (2001). The Protestant ethic and the spirit of capitalism. Routledge.

Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor .

Downloads

Published

2026-01-10

How to Cite

Mulyaden, A., Abidin, Y. Z., Kusnawan, A., & Zuldin, M. (2026). Hubungan Agama dan Pembangunan: Analisis Kritis terhadap Teori Modernisasi, Etika Protestan, dan Pembangunan Berkelanjutan. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 3716–3729. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3718

Issue

Section

Articles