Media Sosial Dan Self Diagnotic Remaja

Authors

  • Gede Satya Wicaksana Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
  • Ni Made Indiana Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
  • I Putu Gede Buda Mardiksa Putra Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3600

Keywords:

Diagnotic, Emosional, Psikiater

Abstract

Pendidikan saat ini memang begitu berharga sebab dengan pendidikan orang akan tau mana yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan. Pendidikan sebagai jembatan untuk mengajarkan berbagai hal yang membuat seseorang menjadi lebih baik. Dimulai dari keluarga sebagai tempat pertama menimba ilmu dari orang tua, sebab anak kecil sebagai kertas putih yang masih bersih tidak ada coretan sehingga apa yang diajari oleh orang tuanya begitupun yang diikutinya. Tidak jarang banyak yang tidak berhasil dengan tugas ini. Begitu pentingnya pendidikan dan pengawasan orang tua yang nantinya dilanjutkan dengan pendidikan di sekolah. Sekolah sebagai media pembelajaran diri, pengajaran tentang ilmu, etika, tata krama dan juga sosialisasi. Lingkungan keluarga menjadi penentu orang itu akan menjadi pribadi yang baik ataupun tidak karena jika keluarga yang suka bertengkar bahkan di depan anaknya, membuat anak akan trauma dan cenderung tingkat emosinya lebih tinggi. Namun beda halnya dengan orangtua yang harmonis, mengasuh anak dengan baik, rukun pasti anak tersebut akan menjadi pribadi yang baik. Seseorang yang berpribadi baik kemudian mengeyam pendidikan di sekolah akan semakin menambah pengetahuan dan dengan bersekolah seseorang bisa diakui keberadaannya oleh orang lain. Manusia yang seutuhnya ditempa dengan sekolah dan pendidikan supaya peserta didik mampu berkembang, baik kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual. Ketiganya harus diseimbangkan. Emosional anak juga sangat bergantung pada media sosial karena di zaman sekarang ini banyak yang mengdiagnosa dirinya telah mengalami gangguan tanpa memeriksakan ke psikiater dan juga dokter. Pemanfaatan media sosial yng kurang tepat menjadi pemicu munculnya tindakan self diagnostic ini. Kemahiran dalam mencari informasi kesehatan di internet dan media sosial mengenai informasi kesehatan mental. Hasil survey yang didapatkan perancang pada april 2021, sebanyak 60% dari 100 remaja generasi Z pertama kali mengetahui penyakit mental melalui media sosial , kemudian 39% mengetahui telah memiliki penyakit mental melalui media sosial, sedangkan 27,6% lainnya melalui website kesehatan yang diakses melalui internet dan 3,8 berasal dari diagnose tenaga ahli.

References

Moloeng, Lexy. J.2006. Metodelogi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Lestari, Diana Putri. 2019.Tingkat Kecerdasan Emosi Peserta Didik Kelas XI Di SMA Negeri 15 Palembang. Jurnal Konseling Komprehensif : Kajian Teori dan Praktik Bimbingan dan Konseling.

Thaib, Eva Nauli. 2013. Hubungan Antara Prestasi Belajar Dengan Kecerdasan Emosional. Jurnal lmiah DIDAKTIKA Vol.XII, No.2 Februari 2013

Akbar, M. F. (2019). Analisis Pasien Self-Diagnosis Berdasarkan Internet pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. 3, 1–9.

Maskanah, I. (2022). Fenomena Self-Diagnosis di Era Pandemi COVID-19 dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental The Phenomenon of Self-Diagnosis in the Era of the COVID-19 Pandemic and Its Impact on Mental Health. JoPS: Journal of Psychological Students, 1(1), 1–10.

Gumantan, A., Mahfud, I., & Yuliandra, R. (2020). Tingkat Kecemasan Seseorang Terhadap Pemberlakuan New Normal Dan Pengetahuan Terhadap Imunitas Tubuh. Sport Science and Education Journal, 1(2), 18–27

Eva, Meizara. (2022). Psikoedukasi Self Diagnose Kenali Gangguan Sebelum Menjudge Diri Sendiri. Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat 3 (1)

Hannah, Siti. (2020). Integrasi Kegiatan Self- Diagnose Pada Pembelajaran Hukum Pascal Menggunakan Pendekatam STEM. Jurnal Matematika, Sains dan Pembelajarannya. Vol 06, No. 01

Downloads

Published

2026-01-14

How to Cite

Gede Satya Wicaksana, Ni Made Indiana, & I Putu Gede Buda Mardiksa Putra. (2026). Media Sosial Dan Self Diagnotic Remaja. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 4512–4520. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3600

Issue

Section

Articles