Menggali Potensi Psikologi Kepribadian Dalam Membentuk Karakter Da’i Yang Efektif
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3459Keywords:
Psikologi kepribadian, Da'i, Dakwah, Kecerdasan emosionalAbstract
Peran seorang da’i dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan menuntut tidak hanya pemahaman teologis, tetapi juga kekuatan karakter dan keterampilan komunikasi yang efektif. Artikel ini bertujuan menggali potensi psikologi kepribadian dalam membentuk karakter da’i yang mampu berdakwah secara persuasif, adaptif, dan humanis. Dengan menggunakan pendekatan kajian literatur, penelitian ini menyoroti konsep-konsep utama dalam psikologi kepribadian—seperti Big Five Personality Traits, kecerdasan emosional, dan self-efficacy—serta relevansinya terhadap kompetensi dakwah. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepribadian yang stabil, keterbukaan terhadap pengalaman, empati, serta kemampuan mengelola emosi memberikan kontribusi signifikan terhadap efektivitas dakwah. Selain itu, kesadaran diri dan kemampuan memahami karakteristik psikologis audiens memungkinkan da’i membangun hubungan komunikasi yang lebih autentik dan konstruktif. Dengan demikian, integrasi pemahaman psikologi kepribadian dalam pembinaan da’i menjadi langkah strategis dalam mencetak pendakwah yang berkarakter, profesional, dan mampu menjawab tantangan dakwah di era moder.
References
Adi, I. R. (1994). Psikologi, pekerjaan sosial dan ilmu kesejahteraan sosial. Raja Grafindo Persada.
Alessandra, T., O’Connor, M. J., & Van Dyke, J. (1997). Berpikir cerdik (A. Adiwiyoto, Penerj.). Binarupa Aksara.
Al-Musawi, K. (1999). Bagaimana membangun kepribadian Anda. Lentera.
Arifin. (1976). Psikologi dan beberapa aspek kehidupan rohaniah manusia. Bulan Bintang.
Brammer, L. M. (1960). Therapeutic psychology. Englewood Cliffs.
Budiyanto. (1992). Berpikir positif. Binarupa Aksara.
Daradjat, Z. (1984). Kesehatan mental dan peranannya dalam pendidikan dan pengajaran. IAIN Syarif Hidayatullah.
Eisenberg, S., & Delaney, D. J. (1977). The counseling process. Rand McNally Publishing Company.
Emmert, P. (1982). The communication revolution. Sage Publications.
Harper, F. D. (1981). Dictionary of counseling techniques and terms. Douglass.
Hashem, M., & Lari, S. M. M. (1998). Menumpas penyakit hati. Lentera.
Jaya, Y. (1994). Spiritualisasi Islam dalam menumbuhkembangkan kepribadian dan kesehatan mental. Remaja Rosdakarya.
Jones, R. N. (1992). Cara membina hubungan baik dengan orang lain (B. Prihartono, Penerj.). Bumi Aksara.
Kartono, K., & Chaplin, C. P. (1993). Kamus lengkap psikologi. Rajawali Pers.
Mudjito. (1990). Guru yang efektif. Rajawali Pers.
Pietrofesa, J., Hoffman, A., & Splete, H. (1978). Counseling: Theory, research, and practice. Rand McNally College Publishing Company.
Pietrofesa, J., Hoffman, A., & Splete, H. (1978). The authentic counselor. Rand McNally College Publishing Company.
Pone, D. (1991). Menjadi pendengar yang baik. Bina Putra Aksara.
Rahmad, J. (1986). Psikologi komunikasi. Remaja Rosdakarya.
Robbins, J. J., & Jones, B. S. (1995). Komunikasi yang efektif. Pedoman Ilmu Jaya.
Stewart, N. R. (1978). Systematic counseling. Prentice Hall.
Subiyanto. (1985). Pengaruh sifat dan sikap dai/penyuluh agama serta mad’u dalam proses dakwah Islamiyah. Rajawali.
Sudarsono. (1996). Kamus dakwah Islamiyah. Rineka Cipta.
Supratiknya. (1995). Komunikasi antarpribadi: Tinjauan psikologis. Kanisius.
Sutedja, M. H. (1985). Citra seorang pembimbing. Rajawali.
Tasmara, T. (1997). Komunikasi dakwah. Gaya Media Pratama.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Alifah Sri Wahyuni, Naila Aprilia Maulida, Hisyam, Elya Dwi Mulyani, Muhammad Dzaki Assad, Febrian Dwi Pratama, Rt Bahriyyatul Khulashoh, Deswinta Dwi Aryanti, Sri Nurkholisah, Rifa Muhammad Ezka, Ghina Rahmani Anasta, Apriyanti, Muhammad Azriel Fauzaan, Hawa Khaerunnis, Irfa Darojatal Aliyah, M. Nanda Amril Umam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a