Lavender Marriage Dalam Diskursus Fiqh Kontemporer Melalui Pendekatan Maqāṣid al-Syarī‘ah
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3348Keywords:
Lavender Marriage, Fiqh Kontemporer, Maqāṣid al-Syarī‘ahAbstract
Penelitian ini berangkat dari adanya fenomena lavemder marriage, pernikahan heteroseksual yang dilakukan untuk menyembunyikan orientasi seksual, yang menimbulkan persoalan etis, sosial, dan hukum dalam masyarakat Muslim kontemporer. Dalam konteks fiqh, praktik ini memunculkan pertanyaan penting mengenai keabsahan akad, kejujuran niat, dan kesesuaiannya dengan tujuan pernikahan menurut syariat Islam. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis lavender marriage melalui pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya terkait lima tujuan utama syariat: menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan kehormatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun secara formal memenuhi rukun dan syarat nikah, lavender marriage mengandung unsur tadlis (penipuan) yang merusak prinsip kejujuran dan keterbukaan, serta berpotensi menimbulkan tekanan psikologis, ketidakstabilan keluarga, kerusakan garis keturunan, dan hilangnya martabat pasangan. Karena mafsadah yang ditimbulkan lebih besar daripada maslahah, praktik ini dinilai bertentangan dengan tujuan syariat dan tidak dapat dibenarkan secara moral maupun syar‘i. Penelitian ini menegaskan bahwa fiqh kontemporer perlu merespons fenomena sosial modern dengan tetap berpegang pada nilai-nilai fundamental maqāṣid al-syarī‘ah untuk menjaga integritas institusi pernikahan dalam masyarakat Muslim.
References
A Kumedi Ja’far, Agus Hermanto, & Siti Nurjanah. (2021). Transformasi Fitrah Dalam Perspektif Maqashid Al-Syari’Ah. ADHKI: Journal of Islamic Family Law, 3(1), 1–17. https://doi.org/10.37876/adhki.v3i1.42
Afriza, N. A., & Nianti, N. (2023). Cover up Marriage LGBT+ Perspektif Al-Qur’an dan Hukum Keluarga Islam. Journal Of Islamic Family Law, 2(1), 37–48. https://ejournal.iaingorontalo.ac.id/index.php/jiflaw/article/view/742
Al-Ghazali. (1981). Ihya Ulumuddin. Dar al-Kutub.
Al-Ghazali. (1993). Al-Mustasfa min ‘Ilm al-Usul. Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Al-Syatibi. (2003). Al-Muwafaqati Fi Usul Al-Syari’ah (Jilid I). Dar Al-Ma’rifat.
Alawiyah, N. S., Yazid, I., & Iwan. (2025). Lavender Marriage in the Perspective of Islamic Law: A Case Analysis in Nangka Village, Binjai Utara District. Al-’Adl, 18(2), 60–70.
Dewi, T., Hafifah, M., Marpaung, W., Firnanda, W., & Windy, A. (2025). Analysis of the Lavender Marriage Phenomenon and Its Challenges To Family Law in Indonesia. International Journal of Cultural and Social Science, 6(1), 155–165. https://doi.org/10.53806/ijcss.v6i1.1012
Fatimah, Y. K., & Febriana, P. (2023). Representasi Identitas Seksual Gay Di YouTube. Satwika : Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial, 7(1), 90–102. https://doi.org/10.22219/satwika.v7i1.24860
Ghulam, Z. (2016). Implementasi Maqashid Syariah dalam Koperasi Syariah. Iqtishoduna, 7(1), 90–112.
Habibie, A. A., & Turnip, I. R. S. (2025). Lavender Marriage Perspektif Ulama Kota Medan dan Implikasinya dalam Hukum Keluarga Islam di Indonesia. Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi Dan Pemikiran Hukum Islam, 17(1), 186–206. https://doi.org/10.30739/darussalam.v17i1.4280
Ibn Ashur, M. al-T. (2006). Maqashid al-Shari’ah al-Islamiyah. Dar al-Salam.
Ismanto, R. (2020). Maqasid Pernikahan Perspektif Imam Al-Gazali Berdasarkan Kitab Ihya ’Ulum Al-Din. Islamitsch Familierecht Journal, 1(146–65), 46–65. https://doi.org/10.32923/Ifj.V1i01.1569
Manafe, J. S., Ataupah, J. M., & Nahak, H. M. I. (2024). Examining Lavender Marriage: Social Influence and Identity Construction in a Heteronormative Context. Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial PLURALIS, 3(1), 414–425.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). PT. Remaja Rosda Karya.
Morgan, T. (2019). When Hollywood Studios Married Off Gay Stars to Keep Their Sexuality a Secret. A&E Television Networks. https://www.history.com/articles/hollywood-lmarriages-gay-stars-lgbt
Munir, M. (2023). Konsep Keluarga dalam Islam Tinjauan Maqashid Syariah. Islamitsch Familierecht Journal, 4(2), 118–138.
Muzlifah, E. (2013). Maqashid Syariah Sebagai Paradigma Dasar Ekonomi Islam. Economic: Jurnal Ekonomi Dan Hukum Islam, 3(2), 73–93.
Putri, B. S. A., ’Adnan, M. B. S., & Multazam, A. (2025). Status Pernikahan Dari Pasangan Yang Pindah Agama Setelah Menikah Menurut Maqashid Syariah. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(6), 8051–8060. https://doi.org/10.61104/alz.v3i5.2461
Rahmat. (2022). Kelompok Minoritas LGBT di Aceh dalam Perspektif Keagamaan dan Kebangsaan. IN RIGHT: Jurnal Agama Dan Hak Azazi Manusia, 11(2), 211. https://doi.org/10.14421/inright.v11i2.2730
Ritonga, S. K. (2025). Dialektika Fiqih Kontemporer Terhadap Ketetapan Hukum Lavender Marriage. Jurnal EL-QANUNIY: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesyariahan Dan Pranata Sosial, 10(2), 332–346. https://doi.org/10.24952/el-qanuniy.v10i2.14213
Safriadi. (2014). Diskursus Maqashid Al-Syari’ah Ibnu ‘Asyur. Sefa Bumi Persada.
Subkhi, M. (2018). Analisis Terhadap Praktik Cover Up Marriage Pengidap Homoseksual (Studi Kasus Di Forum Gay Indonesia). Uin Walisongo Semarang.
Syarifuddin. (2022). Application of the Legal Maxim of Al-Ashl fi Al-Ibdha ‘ al-Tahrim to the Phenomena of Homosexuality. Al-Manāhij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 16(1), 45–58. https://doi.org/10.24090/mnh.v16i1.6424
Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.
Zulkifli, R. ’Afifa, & Azwar, Z. (2025). Lavender Marriage: Pendekatan Kaidah Nahyu dalam Istinbath Hukum. Al Maqashidi: Jurnal Hukum Islam Nusantara, 8(1), 104–116.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ririn Muktamiroh, Isroqunnajah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a