Implementasi Sanksi Adat Kanorayang Pada Kasus Desa Adat Taro Kelod, Gianyar

Authors

  • Komang Ariasta Fakultas Hukum, Universitas Pendidikan Nasional
  • Krisna Prasada Dewa Fakultas Hukum, Universitas Pendidikan Nasional
  • Budiana I Nyoman Fakultas Hukum, Universitas Pendidikan Nasional
  • Sawitri Nandari Ni Putu Fakultas Hukum, Universitas Pendidikan Nasional

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3289

Keywords:

sanksi adat, kanorayang, restoratif

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan sanksi adat kanorayang di Desa Adat Taro Kelod sebagai instrumen penegakan hukum adat Bali yang bertujuan menjaga keharmonisan sosial dan kewibawaan norma kolektif. Penelitian bertujuan menilai efektivitas sanksi kanorayang dalam memulihkan keseimbangan sosial, menegaskan tanggung jawab anggota terhadap norma adat, serta memperkuat solidaritas komunitas. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis- sosiologis dengan desain studi kasus, melibatkan observasi lapangan, wawancara dengan aparat adat dan masyarakat, serta analisis dokumen hukum adat dan hukum positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanksi kanorayang efektif menegakkan prinsip restoratif, meredakan ketegangan, memulihkan hubungan antarwarga, dan menjaga keteraturan sosial. Mekanisme pelaksanaan melalui sangkepan atau sabha desa menegaskan partisipasi kolektif dan musyawarah mufakat, sekaligus memastikan legitimasi keputusan desa adat tetap dihormati. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara hukum adat dan hukum formal mampu mempertahankan keberadaan, keharmonisan, dan kewibawaan hukum adat dalam komunitas Desa Adat Taro Kelod.

References

Darma, G., Herawati, K. M., & Laksmiwati, L. M. (2024). Sanksi adat terhadap

para pelaku pencabutan penjor di wilayah Taro Tegallalang, Kabupaten

Gianyar. Kerta Dyatmika, 21(1), 35–43.

https://doi.org/10.46650/kd.v21i1.1472

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2012). Putusan Nomor 35/PUU-X/2012

tentang Pengakuan Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded

sourcebook (2nd ed.). SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Muhaimin. (2020). Metode penelitian hukum. Mataram University Press.

Nandari, N. P. S., Prasada, D. K., Mahadewi, K. J., & Anastasya, N. P. S. (2022).

Kedudukan perempuan sebagai ahli waris berdasarkan keputusan

Pesamuhan Agung III MUDP 2010 di Kecamatan Marga, Kabupaten

Tabanan. International Conference Towards Humanity Justice for Law

Enforcement and Dispute Settlement, 1(1), 65–72.

https://journal.undiknas.ac.id/index.php/icfh/article/view/3924

Pengadilan Negeri Gianyar. (2017). Putusan Nomor 193/Pdt.Bth/2017/PN Gyn.

Prasada, D. K. (2021). Pasemayan Pawiwahan Dalam Perkawinan Hukum Adat

Bali. VYAVAHARA DUTA, 16(2), 193-198.

Prasada, D. K. (2025). Kesejahteraan masyarakat melalui pariwisata di Bali:

Analisis perjanjian pengelolaan wisata antara pemerintah dengan

masyarakat adat. Jurnal Rechtens, 14(1), 43–70.

https://doi.org/10.56013/rechtens.v14i1.3657

Prasada, D. K., Manuaba, I. B. A. L., Mahadewi, K. J., & Rama, B. G. A. (2024). The

position of legal customary rules in the divorce system of the Hindu

community in Bali. Societas et Iurisprudentia, 12(2), 104–124.

https://doi.org/10.31262/1339-5467/2024/12/2/104-124

Prasada, D. K., Nandari, N. P. S., Mahadewi, K. J., & Putra, K. S. W. (2025). Sacred

justice: The autonomy of traditional villages in resolving customary

disputes in Bali. JUSTISI, 11(3), 796–814.

https://doi.org/10.33506/js.v11i3.4326

Santos, B. de S. (2002). Toward a new legal common sense. Butterworths.

Simarmata, R. (2013). Menyoal pendekatan binar dalam studi adat. LSD, 5(2)

Soekanto, S. (1983). Hukum adat Indonesia. PT RajaGrafindo Persada.

Soepomo. (1983). Kedudukan hukum adat di kemudian hari. Jakarta: Pustaka Rakyat.

Suadnyana, I. B. P. E., & Yuniastuti, N. W. (2019). Penerapan sanksi adat

kanorayang di Desa Pakraman Bakbakan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten

Gianyar. Widyanatya, 1(2), 18–31.

Ter Haar, B. (1981). Asas-asas dan susunan hukum adat di Indonesia. Pradnya

Paramita.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Utari, N. M. M. A., Noak, P. A., & Pramana, G. I. (2024). Peran desa adat dalam

konflik sosial: Studi kasus konflik tanah antara Desa Adat Klecung dan Puri

Kerambitan di Tabanan, Bali. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 4(12), 31–40.

https://doi.org/10.6578/triwikrama.v4i12.5918

Windia, W. P. (2023). Hukum adat Bali. Pustaka Ekspresi

Downloads

Published

2026-01-10

How to Cite

Ariasta, K., Dewa, K. P., I Nyoman, B., & Ni Putu , S. N. (2026). Implementasi Sanksi Adat Kanorayang Pada Kasus Desa Adat Taro Kelod, Gianyar. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 3730–3741. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3289

Issue

Section

Articles