Motivasi Belajar dalam Pendidikan Agama Islam: Integrasi Dimensi Spiritual, Moral, Kognitif, dan Sosial-Emosional
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3047Keywords:
Motivasi Belajar, Pendidikan Agama Islam, Moral, Spiritualitas, Sosial-Emosional.Abstract
Artikel ini mengkaji motivasi belajar dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan mengintegrasikan dimensi spiritual, moral, kognitif, dan sosial-emosional dalam kerangka teoritis yang komprehensif. Tujuan penelitian ini adalah menguraikan perspektif Islam tentang motivasi belajar, menganalisis faktor-faktor multidimensional yang memengaruhinya, serta menjelaskan implikasinya bagi praktik pendidikan. Melalui pendekatan studi pustaka, penelitian ini mensintesis literatur klasik Islam, teori psikologi pendidikan, dan studi kontemporer mengenai pedagogi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dalam pembelajaran PAI berakar pada kesadaran teologis, tanggung jawab moral, keterlibatan kognitif, serta keseimbangan sosial-emosional. Seluruh dimensi tersebut berkontribusi terhadap pembentukan karakter, ketekunan belajar, dan capaian akademik. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penguatan motivasi belajar memerlukan integrasi nilai Islam, pedagogi berpusat pada peserta didik, dan dukungan sosial-emosional yang memadai.
References
A.Syamsudin, Psikologi Kependidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1996).
Alma Ega Putri Nurrawi and others, ‘Motivasi Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Matematika’, Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika, 3.1 (2023), 29–38 <https://doi.org/10.31980/plusminus.v3i1.1220>.
Cendikia Jurnal Pendidikan dan Pengajaran and Jeanny Marcella Cornelia Kaimarehe, ‘Pengaruh Faktor Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Akademik Siswa’, 2.6 (2024).
Dimyati, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 2009).
Hamzah B. Uno, Orientasi Baru dalam Psikologi Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 2011).
Al-Attas, S. M. N. (1980). The Concept of Education in Islam: A Framework for an Islamic Philosophy of Education. Kuala Lumpur: International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).
Al-Ghazali, A. H. M. (1998). Ihya’ Ulumuddin. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Bandura, A. (1986). Social Foundations of Thought and Action: A Social Cognitive Theory. Englewood Cliffs: Prentice-Hall.
Bruner, J. (1966). Toward a Theory of Instruction. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Departemen Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan. (2024). Panduan Penggunaan Generative AI pada Pembelajaran di Perguruan Tinggi. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kemdikbudristek.
Goleman, D. (1995). Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ. New York: Bantam Books.
Kohlberg, L. (1984). Essays on Moral Development, Vol. I: The Philosophy of Moral Development. San Francisco: Harper & Row.
Maslow, A. H. (1943). A Theory of Human Motivation. Psychological Review, 50(4), 370–396. https://doi.org/10.1037/h0054346
McClelland, D. C. (1961). The Achieving Society. New York: Free Press.
Muslim, I. (n.d.). Shahih Muslim. Kitab Al-‘Ilm, Hadis No. 2699.
Nata, A. (2010). Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Rajawali Pers.
Sardiman, A. M. (2018). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Uno, H. B. (2016). Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Zubaedi. (2015). Desain Pendidikan
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Saikhudin, Salmaini Yeli

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a