Efektivitas Latihan Motorik Kasar terhadap Permasalahan Sensori Integrasi pada Anak Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v3i6.2883Keywords:
Sensori Integrasi, Motorik Kasar, Jalan Jinjit, Perkembangan Motorik, Regulasi Emosi, Intervensi Sensori-MotorikAbstract
ABSTRACT
Penelitian studi kasus ini mengkaji seorang anak laki-laki berusia 7 tahun yang menunjukkan perilaku berjalan jinjit secara konsisten, yang mengindikasikan adanya hambatan motorik kasar serta permasalahan dalam proses sensori integrasi, khususnya pada aspek keseimbangan, propriosepsi, dan koordinasi gerak. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi hambatan tersebut serta merancang intervensi motorik yang mampu meningkatkan kemampuan integrasi sensori dan fungsi motorik anak. Melalui asesmen komprehensif meliputi wawancara, observasi kelas, tes psikologi Bender Gestalt, dan checklist motorik informal ditemukan bahwa subjek memiliki kemampuan visual-motorik dan kognitif yang baik, namun menunjukkan kesulitan dalam mengolah input sensorik tubuh dan mengontrol gerakan secara adaptif. Perilaku jinjit muncul dalam berbagai situasi dan lebih sering terjadi ketika anak mengalami ketegangan emosional atau overstimulasi sensorik.
Intervensi diberikan melalui latihan motorik kasar berbasis sensori integrasi, seperti berjalan di papan titian, melompat, menyeimbangkan tubuh di atas bola besar, dan permainan koordinatif lempar-tangkap. Latihan ini dirancang untuk menstimulasi sistem vestibular dan proprioseptif agar anak mampu menghasilkan pola gerak yang lebih stabil. Hasil intervensi menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan keseimbangan, koordinasi, serta penurunan frekuensi jalan jinjit. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi latihan motorik terstruktur dan dukungan emosional yang konsisten efektif dalam meningkatkan integrasi sensori dan perkembangan motorik kasar pada anak usia sekolah dasar.
References
Ayres, A. J. (1972). Sensory Integration and Learning Disorders. Los Angeles, CA: Western Psychological Services.
Djunda, D., & Adipura, B. (2020). Permainan edukatif untuk anak usia dini. Bandung: Pustaka Belajar.
Firman, A., Mangkubumi, S., & Wulandari, L. (2021). Latihan keseimbangan tubuh untuk anak sekolah dasar. Jakarta: Prenada Media.
Kurniati, E., & Sopiah. (2021). Pengembangan kemampuan motorik kasar anak usia dini melalui permainan. Surabaya: Unesa Press.
Putra, A. E., Roza, Y., & Fitriani, E. (2021). Pengembangan keterampilan koordinasi motorik melalui permainan lompat tali. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 89–97.
Roza, Y., Putra, A. E., & Fitriani, E. (2020). Permainan lompat tali untuk melatih motorik anak usia dini. Jurnal PAUD Kreatif, 6(1), 55–63.
Sakdiyah, L., Wibowo, H., & Suryani, D. (2022). Aktivitas bola besar untuk melatih keseimbangan anak usia dini. Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani Indonesia, 8(3), 123–130.
Sugden, D. A., & Chambers, M. E. (2005). Children with developmental coordination disorder. London: Whurr Publishers.
Coplan, R. J., Rubin, K. H., Fox, N. A., Calkins, S. D., & Stewart, S. L. (2004). Being alone, playing alone, and acting alone: Distinguishing among reticence and social withdrawal in early childhood. Child Development, 75(2), 606–620. https://doi.org/10.1111/j.1467-8624.2004.00696.x
Erikson, E. H. (1963). Childhood and society (2nd ed.). New York: Norton.
Pavlov, I. P. (1927). Conditioned reflexes: An investigation of the physiological activity of the cerebral cortex. London: Oxford University Press.
Piaget, J. (1977). The development of thought: Equilibration of cognitive structures. New York: Viking Press.
Ulrich, D. A. (2000). Test of gross motor development–Second edition (TGMD- 2).
Austin, TX: PRO-ED.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mutiara Insani Anisykurli, Sayidah Aulia Ul Haque

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










This work is licensed under a