Justifikasi Hakikat Manusia Terhadap Konstruksi Negara Berdaulat
Dualitas Gagasan Thomas Hobbes dan John Locke dalam Perspektif Filsafat Abad Modern
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v3i6.2825Keywords:
Negara, Hakikat Manusia, Filsafat Politik, Abad ModernAbstract
Hakikat Manusia dalam konstruksi masyarakat memiliki interkoneksi terhadap manifestasi suatu negara berdaulat melalui kontrak sosial sebagai starting point-nya. Pemaknaan terhadap aspek primordial manusia berpengaruh terhadap bagaimana negara terbentuk beserta pelaksanaan pemerintahan di dalamnya. Thomas Hobbes dan John Locke memberikan dualitas persepsi dalam menerjemahkan kondisi pra-masyarakat melalui sentuhan yang berbeda. Hobbes beranggapan bahwa kondisi alamiah manusia sarat akan kekacauan, sedangkan Locke memaknai kondisi alamiah sebagai titik awal kedamaian yang belum ternoda. Dengan demikian, penelitian ini mengkaji kedudukan antara hakikat manusia dan tatanan masyarakat dalam scope pemikiran kedua filsuf hingga berimplikasi pada pola pemerintahan suatu negara berdaulat berdasarkan pada kontrak sosial yang telah disepakati. Metode penelitian yang diterapkan oleh peneliti adalah library research dan studi komparatif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa konsepsi negara yang dipersepsikan oleh Hobbes bukanlah suatu negara hukum, melainkan negara kekuasaan (Machtstaat) karena bertumpu pada sifat mutlak negara di bawah figur penguasa. Sedangkan konsepsi negara Locke lebih mengedepankan pada nuansa cikal bakal liberalisme karena menunjukkan design negara modern yang lebih realistis dengan perlindungan hak kodrati manusia sebagai jaminan berlangsungnya pemerintahan suatu negara. Kontrak sosial atas pembentukan negara dapat dibatalkan ketika masyarakat direnggut hak alamiahnya dan penguasa gagal dalam memberikan jaminan atas hak yang melekat pada tiap individu.
References
DAFTAR RUJUKAN
Alwino, A. (2016). Diskursus Mengenai Keadilan Sosial: Kajian Teori Keadilan Dalam Liberalisme Locke, Persamaan Marx, dan Justice As Fairness Rawls. Melintas An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR), 32(3), 309–328.
Andriyani, E. E. (2022). Analisis Pemberlakuan Pembagian dan Pemisahan Kewenangan di Indonesia (Studi Kepustakaan Terhadap Separated of Powers dan Division of Powers). Sosmaniora: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 1(4), 534–540. https://doi.org/10.55123/sosmaniora.v1i4.1219
Baidhawy, Z. (2016). Diskursus Civil Society dalam Perspektif Filsafat Barat dan Islam. Journal of Islamic Studies and Humanities, 1(2), 17–34. https://doi.org/10.18326/millati.v1i1.169-186
Bolo, A. D. (2024). Refleksi Kritis Atas Pandangan Thomas Hobbes tentang Kontrak Sosial. Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.
Darussalam, F. I., Batara Indra, A., & Rahman, S. (2024). Hakikat Manusia dan Relevansinya terhadap Isu-isu Kemanusiaan: Analisis Komparatif Filsafat Politik Thomas Hobbes dan John Locke. Media: Jurnal Filsafat Dan Teologi, 5(2), 219–234. https://doi.org/10.53396/media
Djatah, S., & Eucharisty, C. (2021). Dari Anarki ke Hirarki: Eksposisi Gagasan Thomas Hobbes Sebagai Rujukan Teori Realisme. Dinamika Global: Jurnal Ilmu Hubungan Internasional, 6, 170–193.
Fathonah, S., Setyawan, S. M., Yunnisa, T., & Subagia, Y. F. (2020). Filsafat State Of Nature Menurut Thomas Hobbes. Bandung. Retrieved from www.uin.ac.id
Franz Magnis-Suseno. (2016). Etika Politik : Prinsip-prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern (8th ed.). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Juliyanto, A. (2019). Ajaran Thomas Hobbes tentang Negara sebagai “Leviathan.” Paradigma: Jurnal Kalam Dan Filsafat, 1, 14–18.
Pane, J. R. S. (2021). Analisis Aspek Federalisme Dalam Penerapan Otonomi Daerah di Indonesia. Universitas Sriwijaya.
Siswadi, G. A. (2024). Filsafat Manusia: Memahami Manusia Sebagai Homo Complexus (First; G. A. Siswadi, Ed.). Solok, Sumatera Barat: PT Mafy Media Literasi Indonesia. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/377951590
Syafrinaldi, S., & Suparta, E. (2019). Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Dalam Konsep Negara Hukum. Asian Journal of Environment, History, and Heritage, 3(1), 133–142.
Tabroni, A. I. (2024). Konsep Negara (Studi Komparasi Antara Pemikiran Mohammad Natsir dan John Locke). Universitas Islam Negeri Mataram, Mataram.
The Second Amendment Right to Bear Arms - FindLaw. (n.d.). Retrieved November 17, 2025, from https://constitution.findlaw.com/amendment2.html
Wisnu Wardhana, K., Yusdiananto, S., S, T., Hermawan, H. B., & Wibowo, A. B. (2025). Analisa Hukum Humaniter dalam Prespektif Filsafat Politik Kepentingan. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8, 6058–6064. Retrieved from http://Jiip.stkipyapisdompu.ac.id
Zulkarnain, Nasution, H., & Syukri. (2025). Filsafat Politik Locke: Negara Vs Oligarki, Diskursus Kasus Pagar Laut dan Tantangan Penegakan HAM di Indonesia. Journal of Islamic Thought and Muslim Culture (JITMC), 6(1), 32–42. Retrieved from https://www.detik.com/bali/berita/d-7740248/silang-pendapat-dua-
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 muhammad01 Choirul Yusuf

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a