Modal Sosial Ekonomi Relasional dalam Komunitas Penjual Rujak Buah di Pantai Natsepa, Maluku Tengah
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.2463Keywords:
Social relations, solidarity, local economyAbstract
Aktivitas ekonomi dalam sektor informal tidak hanya berkaitan dengan pertukaran barang dan jasa, tetapi juga menjadi ruang terbentuknya relasi sosial, nilai budaya, dan solidaritas komunitas lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relasi sosial antarpenjual rujak buah di Pantai Natsepa, Desa Suli, Kabupaten Maluku Tengah, dengan menekankan keterkaitan antara aktivitas ekonomi, nilai budaya, dan solidaritas sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menemukan bahwa aktivitas ekonomi para penjual tidak berdiri sendiri, melainkan berakar kuat pada nilai-nilai moral dan budaya lokal. Relasi sosial antarpenjual mencerminkan solidaritas mekanik yang dibangun atas dasar kesamaan nilai dan tradisi, sedangkan relasi antara penjual dan pembeli diwarnai kepercayaan, kedekatan emosional, serta komunikasi simbolik. Modal sosial berupa kepercayaan, jaringan sosial, dan norma sosial menjadi fondasi utama keberlangsungan komunitas ekonomi lokal ini. Rujak Natsepa tidak hanya menjadi ikon kuliner Maluku, tetapi juga simbol identitas budaya dan bentuk ekonomi relasional yang berpijak pada harmoni sosial.
References
Ardhani, S. (2021). Strategi bertahan hidup pekerja informal pariwisata pesisir selama pandemi COVID-19. Jurnal Sosiologi Maritim, 8(2), 113–129.
Asrul, M., & Taufik, A. (2022). Relasi sosial dan budaya dalam aktivitas ekonomi masyarakat pesisir di Sulawesi Selatan. Jurnal Masyarakat dan Kebudayaan, 9(1), 45–60.
Creswell, J. W. (2016). Research design: Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran (4th ed.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Durkheim, É. (1984). The division of labor in society (W. D. Halls, Trans.). New York, NY: Free Press.
Fauziah, N., & Prasetyo, R. (2023). Peran perempuan dalam penguatan ekonomi rumah tangga melalui usaha mikro. Jurnal Ilmu Sosial Kontemporer, 7(2), 88–103.
Fitriani, D., & Mulyadi, E. (2024). Dinamika sosial dan ekonomi pedagang kaki lima di kawasan wisata kota Bandung. Jurnal Sosiologi Indonesia, 12(1), 33–49.
Hafid, L., & Ismail, M. (2020). Nilai solidaritas sosial dalam komunitas pedagang tradisional di Makassar. Jurnal Antropologi Indonesia, 41(3), 257–272.
Kurniawan, D., & Rahman, R. (2023). Modal sosial dan kepercayaan dalam hubungan ekonomi masyarakat pesisir. Jurnal Sosiologi Reflektif, 17(2), 112–128.
Latuconsina, I., & Latuny, L. (2022). Kearifan lokal dan ekonomi komunitas di kawasan wisata pesisir Maluku Tengah. Jurnal Masyarakat Pesisir dan Maritim, 5(2), 122–137.
Marasabessy, M. (2024). Modal sosial dan kearifan lokal dalam penguatan ekonomi biru di Maluku. Jurnal Sosial Maritim Indonesia, 6(1), 45–58.
Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nugraha, R., & Puspasari, T. (2020). Jaringan sosial dan ketahanan ekonomi komunitas kuliner wisata pesisir. Jurnal Ekonomi Sosial, 4(3), 201–214.
Putnam, R. D. (1993). The prosperous community: Social capital and public life. The American Prospect, 4(13), 35–42.
Riyanto, D., & Rahmawati, S. (2021). Ekonomi moral dalam aktivitas pedagang tradisional: Kajian etnografi pasar lokal. Jurnal Sosiologi Nusantara, 9(1), 55–68.
Rosdiana, T., & Akbar, Y. (2023). Solidaritas mekanik dalam komunitas ekonomi kecil di daerah wisata. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 11(3), 276–288.
Syarifuddin, A., Lestari, D., & Yusuf, R. (2022). Pengaruh modal sosial terhadap keberlanjutan pedagang kaki lima di Cirebon. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 13(2), 87–99.
Tuhumury, E., & Siahaya, V. (2024). Relasi sosial penjual dan pembeli pada pasar tradisional di Ambon. Jurnal Sosiologi Komunitas, 15(1), 71–85.
Utami, C. W., & Yulianto, A. (2021). Kepercayaan dan loyalitas pelanggan pada usaha mikro di sektor kuliner. Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan, 17(2), 91–105.
Wahyuni, R., & Saputra, T. (2022). Solidaritas sosial dalam usaha mikro masyarakat pesisir di Aceh. Jurnal Kajian Sosial dan Budaya, 8(2), 144–159.
Wulandari, N., & Hidayat, T. (2023). Modal sosial dan keberlanjutan usaha pedagang pasar tradisional di Yogyakarta. Jurnal Sosiologi Reflektif, 17(1), 41–55.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 El-Roi Rizsaldie Madubun, Vitalona Crysantini Paays, Muhammad Kurnia Ramadhan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a