Hukum Formal vs Moral Publik: Analisis Sosiologi Hukum Atas Gerakan Digital 17+8 Tuntutan Rakyat di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v3i6.2452Keywords:
Hukum Formal, Hukum Moral, Masyarakat.Abstract
Gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat menjadi salah satu bentuk ekspresi moral publik terhadap lembaga hukum formal di Indonesia. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana masyarakat, melalui media sosial, mengartikulasikan nilai keadilan, tanggung jawab, dan legitimasi politik di luar mekanisme hukum formal. Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara hukum moral dan hukum formal dalam konteks gerakan digital, serta bagaimana masyarakat menegakkan kontrol sosial melalui moralitas kolektif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (Library Research). Hasil awal menunjukkan bahwa masyarakat membentuk living law baru berbasis nilai moral publik yang berfungsi sebagai mekanisme pengawasan sosial. Namun, ketika ekspresi moral tersebut melampaui batas legitimasi hukum, seperti dalam kasus penjarahan rumah anggota DPR, maka terjadi pergeseran dari solidaritas moral menjadi kondisi anomie. Temuan ini menegaskan pentingnya hukum yang responsif terhadap dinamika moral masyarakat di era digital. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa fenomena tersebut mencerminkan pergeseran mendasar dalam sosiologi hukum modern, dari hukum negara yang bersifat vertikal menuju hukum sosial digital yang bersifat horizontal dan partisipatif.
References
Akbar, F., Rizky, A., & Kamaruddin. (2024). Intervensi Netizen Dalam Proses Dan Penegakan Hukum Di Indonesia. Journal Publicuho, 7(3), 1402–1418. https://doi.org/10.35817/publicuho.v7i3.498
Black, D. (1976). The Behavior of Law. New York: Academic Press.
Botes, M. (2023). Autonomy and the social dilemma of online manipulative behavior. AI and Ethics, 3(1), 315–323. https://doi.org/10.1007/s43681-022-00157-5
Christin, A., Bernstein, M. S., Hancock, J. T., Jia, C., Mado, M. N., Tsai, J. L., & Xu, C. (2024). Internal Fractures: The Competing Logics of Social Media Platforms. Social Media and Society, 10(3). https://doi.org/10.1177/20563051241274668
Creswell, J. W. (2018). Research design: qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Los Angeles: SAGE.
Dornelas, F. M. (2024). Digital public law: an introduction starting from European Union. SSRN Electronic Journal. Retrieved from www.lisbonpubliclaw.pt
Durkheim, E. (2013). The Division of Labour in Society. London: Palgrave Macmillan.
Ehrlich, E. (1936). Fundamental Principles of the Sociology of Law. Cambridge: Harvard University Press.
Fauziah, S., & Hidayat, R. J. (2023). Hukum yang hidup dalam masyarakat digital. Iqthisadi: Hukum Dan Ekonomi Syariah, 12(2).
Forestal, J. (2024). Social Media, Social Control, and the Politics of Public Shaming. American Political Science Review, 118(4), 1704–1718. https://doi.org/10.1017/S0003055423001053
Habermas, J. (1989). The Structural Transformartion of the Public Sphere: An Inquiry into a Category of Bourgeois Society . Cambridge: MIT Press.
Hidayat, A. (2023). Pertentangan antara Hukum Formal dan Moral dalam Praktik Demokrasi Indonesia. Talenta Law Journal, 5(2), 45–60.
Ivanov, A. (2021). Konstruksi hukum moral di dunia maya. Philosophy Journal, 7(1), 25–39.
Kaloko, A. A. (2025). Digital piety and soft control in Indonesia. Dialogues on Digital Society, 15(2). https://doi.org/10.1177/29768640251382646
Lessig, L. (1999). Code and other laws of cyberspace. New York: Basic Books.
Rahman, D. (2021). Dinamika Penegakan Hukum di Era Media Sosial. IDEAS Publishing Journal, 7(1), 12–24.
Schlesinger, P. (2024). The Post-Public Sphere and Neo-Regulation of Digital Platforms. Javnost - The Public, 31(1), 64–88. https://doi.org/10.1080/13183222.2024.2311010
Sulastri, N. (2022). Analisis Relasi Hukum dan Moral dalam Perspektif Gender di Indonesia. Jurnal Gender UIN Syahada, 4(3), 85–98.
Suriadi, H. (2025). Krisis Kepercayaan Masyarakat terhadap Lembaga Publik di Era Disinformasi Digital. Journal of Social, Educational and Religious Studies, 1(1).
Wachid, I. B., Wulandari, M. P., & Nasution, Z. (2024). Navigating ethical challenges in indonesian digital public relations practices. Bricolage: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi, 10(2).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Syifa Ramadhani Asmi, Theola Rabbi Agnari, Sandy Alun Samudra MB, Sri Damayanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a