Penerapan Sanksi Pidana Adat terhadap Pelaku Zina dalam Hukum Adat Dayak Ma’Anyan Paju Epat
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v3i4.2179Keywords:
adultery, customary law, criminal law, Dayak Ma’anyan, customary sanctionAbstract
Riset ini berangkat dari fenomena perzinahan yang dinilai melanggar norma kesusilaan dan mengganggu harmoni sosial, khususnya di tengah keberagaman budaya Indonesia. Tujuan riset adalah menganalisis penerapan sanksi pidana adat terhadap pelaku zina (Idapa) dalam masyarakat Dayak Ma’anyan di Kedamangan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur, serta menelaah eksistensinya dalam perspektif hukum positif Indonesia. Metode yang digunakan ialah riset hukum empiris dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemangku adat dan aparat hukum, serta telaah literatur dan peraturan perundang-undangan terkait. Hasil riset memperlihatkan bahwa sanksi adat meliputi denda berupa bahan pangan, perlengkapan ritual, dan uang enam real (sekitar Rp150.000) disertai prosesi adat yang dipimpin Belian tuha sebagai pemulihan keseimbangan sosial-spiritual. Mayoritas masyarakat mendukung mekanisme adat, meski tantangan muncul dari faktor penegak adat, enggannya pelaporan, dan pengaruh modernisasi. Eksistensi putusan adat diakui dalam sistem hukum nasional melalui Pasal 18B UUD 1945, KUHP baru, dan putusan Mahkamah Agung. Kesimpulannya, hukum adat Dayak Ma’anyan tetap menjadi living law yang efektif dan relevan, sekaligus diakui sebagai sumber pertimbangan hukum positif
References
Buana, M. S. (2016). Living adat Law, Indigenous Peoples and the State Law: A Complex Map of Legal Pluralism in Indonesia. https://www.researchgate.net/profile/Mirza-Satria-Buana/publication/359684398_Living_adat_Law_Indigenous_Peoples_and_the_State_Law_A_Complex_Map_of_Legal_Pluralism_in_Indonesia
Butt, S. (2023). Indonesia’s new Criminal Code: indigenising and democratising Indonesian criminal law? Australian Journal of Asian Law. https://doi.org/10.1080/10383441.2023.2243772
Chazawi, A. (2010). Pelajaran hukum pidana bagian I: Stelsel pembedaan tindak pidana, teori-teori pemidanaan, dan dasar-dasar pemidanaan. Raja Grafindo Persada.
Fawwas, I. (2025). An Analysis of Criminal Sanctions for Adultery Under Islamic Law and the National Legal System: A Study of Legal Pluralism in Indonesia. Syariat Journal. https://doi.org/10.35335/7ckykk29
Griffiths, J. (1986). What is legal pluralism? Journal of Legal Pluralism and Unofficial Law, 18(24), 1–55. https://doi.org/10.1080/07329113.1986.10756387
Kurnianingsih, M., & Prakoso, A. L. (2018). Spiritual values of customary law. Jurisprudence Journal. https://doi.org/10.23917/JURISPRUDENCE.V8I1.6267
Lestari, D. (2022). Restorative justice dalam peradilan adat Minangkabau: Perbandingan dengan hukum positif. Jurnal Ilmu Hukum, 18(1), 101–118.
Muntaha, S., & Saptomo, A. (2024). Comparison of sanctions for the crime of adultery in Toraja customary law and national law in Indonesia. Jurnal Hukum Pidana Islam. https://ejurnal.politeknikpratama.ac.id/index.php/jhpis/article/view/3385
Nurhayati. (2021). Koeksistensi hukum adat dan Qanun Jinayat dalam penyelesaian perkara zina di Aceh. Jurnal Syariah Dan Hukum, 9(1), 77–95.
Rahmadani, F. (2023). Kolaborasi aparat negara dan pemangku adat dalam penyelesaian kasus kesusilaan di Kalimantan Barat. Jurnal Hukum Dan Pembangunan, 53(2), 205–222.
Soekanto, S. (2015). Pokok-pokok sosiologi hukum. Rajawali Pers.
Suryani. (2020). Hukum adat Papua dalam penyelesaian kasus kekerasan seksual: Dominasi nilai lokal dalam praktik keadilan. Jurnal Hukum Dan Masyarakat, 12(2), 145–160.
Sutanti, R. D., Rochaeti, N., & Damora, A. R. (2025). Customary law as an instrument of restorative justice: an alternative approach to criminal conflict resolution in plural legal systems. Ediciones Clio. https://doi.org/10.5281/zenodo.15453907
Undang-Undang Darurat Nomor 1 Drt 1951 tentang Tindakan-Tindakan Sementara untuk Menyelenggarakan Kesatuan Susunan Kekuasaan dan Acara Pengadilan-Pengadilan Sipil. (1951).
Usman, M. I., Yusuf, M., & Yahya, A. (2025). Adultery Offenses in Indonesia’s New Penal Code: Examining the Influence of Islamic and Customary Law. Juris Journal. https://ejournal.uinmybatusangkar.ac.id/ojs/index.php/Juris/article/view/13208
Utama, T. S. J. (2021). Between adat law and living law: an illusion of customary law incorporation into Indonesia penal system. International Journal of Law, Crime and Justice. https://doi.org/10.1080/07329113.2021.1945222
Warman, K., Isra, S., & Tegnan, H. (2018). Enhancing legal pluralism: The role of adat and Islamic laws within the Indonesian legal system. Journal of Law and Legal Theory. https://heinonline.org/hol-cgi-bin/get_pdf.cgi?handle=hein.journals/jnlolletl21§ion=45
Wicaksono, B., & Harjono, T. (2019). Awig-awig desa adat di Bali sebagai mekanisme kontrol sosial masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora, 21(3), 233–250.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Maria Indra Sari, Cecep Suhardiman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a