Hukum Pemerkosaan dalam Perspektif Fikih Kontemporer

Tinjauan Konsep, Pembuktian, dan Sanksi dalam Hukum Islam

Authors

  • Lutfiyah Rahmi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Aisah Nurkhofifah Lubis Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Mutiara Mastina Fithri Daulay Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Suci Rezeki Nasution Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Ali Imran Sinaga Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i4.9488

Abstract

Penelitian ini membahas pemerkosaan dalam perspektif fikih kontemporer

dengan menekankan aspek konsep, pembuktian, dan perlindungan korban dalam

hukum Islam serta relevansinya dengan hukum positif Indonesia. Pemerkosaan

dipahami sebagai hubungan seksual yang dilakukan dengan unsur paksaan

(ikrāh) tanpa adanya kerelaan (riḍā), sehingga tidak dapat disamakan dengan zina

yang terjadi atas dasar kesepakatan. Dalam fikih jinayah, perbuatan ini

dikategorikan sebagai bentuk kezaliman yang sepenuhnya menjadi tanggung

Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License (CC BY SA 4.0) 1

Copyright; Lutfiyah Rahmi, Aisah Nurkhofifah Lubis, Mutiara Mastina Fithri Daulay, Suci

Rezeki Nasution, Ali Imran Sinaga

. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum e-ISSN 3026-2917

https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn p-ISSN 3026-2925

Volume (…) Nomor (…) (Tahun)

jawab pelaku, sedangkan korban tidak dibebani sanksi hukum maupun moral.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan (library

research) dengan pendekatan normatif-yuridis melalui analisis literatur fikih,

Al-Qur’an, hadis, serta peraturan perundang-undangan di Indonesia. Hasil kajian

menunjukkan bahwa dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah, pemerkosaan

merupakan pelanggaran terhadap perlindungan jiwa (ḥifẓ al-nafs), kehormatan

(ḥifẓ al-‘ird), dan keturunan (ḥifẓ al-nasl). Selain itu, dalam hukum positif

Indonesia melalui Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS),

korban memperoleh perlindungan hukum yang lebih komprehensif melalui

mekanisme pembuktian, pendampingan, dan pemulihan. Dengan demikian,

terdapat keselarasan antara hukum Islam dan hukum positif dalam menempatkan

perlindungan korban sebagai prioritas utama serta penegasan

pertanggungjawaban penuh terhadap pelaku pemerkosaan.

References

Abdurrahman, Jalaluddin. Al-Jami’ as-Sagir. Beirut: Dar al-Fikr, t.t. Juz 2.

Adinda, Nendena Rizqi., Rosadi, Aden., & Anam, Khoirul. 2024. “Tindak Pidana Kekerasan Seksual dalam Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam.” Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory. https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i4.1518

Ariyanti, Vivi. 2018. “Konsep Perlindungan Korban dalam Sistem Peradilan Pidana Nasional dan Sistem Hukum Pidana Islam.” Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, Vol. 12 No. 1.

https://doi.org/10.24090/mnh.v0i1.2224

Arifin, M. H., & Erliyani, R. 2023. “Pembuktian Konsep Pemaksaan dalam Tindak Pidana Kekerasan Seksual.” Jurnal Kolaboratif Sains, 8(6). https://doi.org/10.56338/jks.v8i6.7890

Auda, Jasser. 2008. Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. London: The International Institute of Islamic Thought (IIIT).

Al-Zuhaili, Wahbah. 2011. Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Damaskus: Dar al-Fikr.

Al-Zuhaili, Wahbah. 2024. Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Damaskus: Dar al-Fikr.

Hilman, Didi. 2014. “Delik Perzinaan Ditinjau dari Perspektif Hukum Islam.” YUSTISI: Jurnal Hukum, Vol. 1 No. 1.

https://ejournal.uika-bogor.ac.id/index.php/YUSTISI/article/view/180 Hidayah, Ayu., & Suciyani, Suciyani. 2025. “Perlindungan Hukum terhadap

Korban Pencabulan dalam Hukum Pidana Islam dan Hukum Positif.” Jurnal Keilmuan dan Keislaman, Vol. 5 No. 1.

https://doi.org/10.23917/jkk.v5i1.964

Ibn Majah, Muhammad bin Yazid. t.t. Sunan Ibn Majah. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.

Ibnu Rusydi. t.t. Bidayah al-Mujtahid wa Nihayah al-Muqtasid, Juz 2. Dar Ihya al-Kutub al-‘Arabiyah.

Imam Muslim. t.t. Sahih Muslim. Indonesia: Dar Ihya al-Kutub al-‘Arabiyah. Kementerian Agama Republik Indonesia. 2019. Al-Qur’an dan Terjemahannya

Edisi Penyempurnaan 2019. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an. Mintarsih, Mimin., Mahdami, Lukman., Gayo, Ahyar Ari., & Trisista, Ratna Galuh Manika. 2025. “Kontestasi Konsep Persetujuan: Rekonstruksi Komparatif Perkosaan dalam Perkawinan Berdasarkan Hukum Pidana Indonesia dan Hukum Islam.” Jurnal Penelitian Hukum De Jure, Vol. 25 No. 3, hlm.

201–218. https://doi.org/10.30641/dejure. 2025.V25.201-218

Muhammad bin Ismail al-Bukhari. t.t. Sahih al-Bukhari. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.

Muslim bin al-Hajjaj. t.t. Sahih Muslim. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah. Suryantoro, Dwi Dasa. 2024. “Efektivitas Perlindungan Hukum terhadap Korban

Pemerkosaan dalam UU TPKS.” USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam, Vol. 5 No. 2. https://doi.org/10.46773/usrah.v5i2.1427

Downloads

Published

2026-06-29

How to Cite

Rahmi, L., Aisah Nurkhofifah Lubis, Mutiara Mastina Fithri Daulay, Suci Rezeki Nasution, & Ali Imran Sinaga. (2026). Hukum Pemerkosaan dalam Perspektif Fikih Kontemporer: Tinjauan Konsep, Pembuktian, dan Sanksi dalam Hukum Islam. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(4), 2389–2399. https://doi.org/10.61104/alz.v4i4.9488

Issue

Section

Articles