Legal Protection Of A Child’s Citizenship Status In Mixed-Nationality Marriages In Indonesia

Authors

  • Nurlina Universitas Sipatokkong Mambo
  • Ahmad Zuhry Amir Universitas Sipatokkong Mambo
  • Imran Universitas Sipatokkong Mambo
  • Firman Batari Universitas Sipatokkong Mambo
  • Abdul Salam Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Azhar Gowa

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i4.9484

Keywords:

Mixed Marriage, Children’s Citizenship Status, Limited Dual Citizenship, Legal Protection, Statelessness

Abstract

Mixed marriages between Indonesian citizens (WNI) and foreign nationals (WNA) have increasingly raised complex legal issues, particularly regarding the citizenship status of children born from such unions. This study aims to analyze the legal protection of children’s citizenship status under Indonesian law and to examine the legal aspects of children’s status in mixed marriages. This research employs a normative juridical method using secondary legal materials, including primary, secondary, and tertiary legal sources, which are analyzed qualitatively. The findings indicate that Law No. 12 of 2006 on Citizenship grants children of mixed marriages a limited dual citizenship status until the age of 18 or at most 21 years, after which they must choose one nationality. However, implementation remains problematic due to inadequate socialization, risk of statelessness, and restricted civil rights — including inheritance of land — for dual-citizen children under the Basic Agrarian Law. Weak inter-agency coordination among the Directorate General of Immigration, Civil Registry, and the Ministry of Law further compounds these challenges. This study concludes that harmonization of citizenship law with other related regulations, along with an integrated administrative system, is urgently needed to ensure substantive legal protection for children of mixed marriages.

References

Abida, N. B., & Syifa, N. (2025). Status kewarganegaraan anak dalam perkawinan campuran: Analisis UU Perkawinan dan UU Kewarganegaraan. Jurnal Pendidikan dan Kewarganegaraan Indonesia, 2(3), 76–87. https://doi.org/10.61132/jupenkei.v2i3.698

Andrean, H. (2011). Status kewarganegaraan anak dalam perkawinan campuran pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Jurnal Dinamika Hukum, 11(1), 1–12.

Ardiani, M. P. (2025). Perlindungan hukum terhadap anak hasil perkawinan campuran antara Warga Negara Indonesia dan Warga Negara Turki. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(6). https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i6.2490

Firman, R., & Hikmatullah, H. (2026). Kedudukan anak hasil pernikahan campuran dalam hukum waris di Indonesia. Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 16(3), 1311–1320.

Gayo, A. A. (2019). Problematika status kewarganegaraan anak melampaui batas usia 21 tahun. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 19(3), 269–284.

Gea, A. Y. (2024). Urgensi landasan filosofis, sosiologis dan yuridis dalam pembentukan undang-undang di Indonesia. UNES Law Review, 6(4), 10976–10988. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i4.2077

Lazuardi, G. (2020). Status kewarganegaraan ganda dilihat dari perspektif Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. SIGn Jurnal Hukum, 2(1), 43–54. https://doi.org/10.37276/sjh.v2i1.64

Megiani, N. M., Kasim, N. M., & Mustika, W. (2023). Perbandingan hukum atas hak anak yang berkewarganegaraan ganda akibat korban cerai (komparatif BW dan Privaatrecht). Journal of Comprehensive Science, 2(2), 646–657.

Muj’taba, S., & Hasana, D. (2025). Perlindungan hukum bagi anak yang lahir dari perkawinan campuran antara WNI dan WNA yang tinggal di Indonesia. Jurnal Ilmiah Sultan Agung, 4(3), 108–121.

Mutawalli, M. (2023). Implementasi prinsip konvensi internasional dalam mengurai pelanggaran HAM di Indonesia. Jurnal Arajang, 6(1), 1–21. https://doi.org/10.31605/arajang.v6i1.2829

Pradanata, E. N. (2023). Tinjauan yuridis akibat perkawinan campuran di Indonesia. Lex Privatum, 11(2).

Riyanti, I. (2023). Perlindungan hukum hak-hak warga negara Indonesia bagi anak dalam perkawinan campuran seumur hidup. Pro Hukum: Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik, 12(3).

Rosalinda, R. (2023). Perlindungan hukum anak korban perceraian dalam perkawinan campuran di Indonesia. Disiplin: Majalah Civitas Akademika Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda, 29(3), 107–114. https://doi.org/10.46839/disiplin.v29i3.1192

Safei, M. (2026). Peran orang tua dalam membangun karakter anak usia dini berbasis Al-Qur’an. THORIQOTUNA: Jurnal Pendidikan Islam, 9(1), 59–70.

Sudarmawan, P. G. B., Suryawan, I. G. B., & Suryani, L. P. (2020). Status kewarganegaraan anak hasil perkawinan campuran. Jurnal Analogi Hukum, 2(1), 88–92.

Soekanto, S., & Mahmudji, S. (2003). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Raja Grafindo Persada.

Wijayati, H., Ikaningtyas, Ula, H., Madjid, Y. R., & Susanto, F. A. (2022). Hukum kewarganegaraan dan keimigrasian: Perkembangan isu-isu terkini. Universitas Brawijaya Press.

Suara.com. (2026, Februari 19). Viral alumni LPDP bangga anak bukan WNI, Melaney Ricardo beri pesan menohok. Diambil dari https://www.suara.com/entertainment/2026/02/19/213000/viral-alumni-lpdp-bangga-anak-bukan-wni-melaney-ricardo-beri-pesan-menohok

Downloads

Published

2026-06-29

How to Cite

Nurlina, Ahmad Zuhry Amir, Imran, Firman Batari, & Abdul Salam. (2026). Legal Protection Of A Child’s Citizenship Status In Mixed-Nationality Marriages In Indonesia. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(4), 2389–2401. https://doi.org/10.61104/alz.v4i4.9484

Issue

Section

Articles