Lippo Plaza Kupang Sebagai Ruang Konsumsi Urban: Analisis Ketimpangan Sosial Dan Perilaku Pelajar

Authors

  • Maria Jesika Pajong Universitas Nusa Cendana
  • Enjelina Nelo Universitas Nusa cendana
  • Elza Melsiana Putri Kanni Universitas Nusa cendana
  • Kristin Melani Tinenti Universitas Nusa cendana
  • Gilardino Sergius Kaesnube Universitas Nusa cendana
  • Sandiang Kaya Ndapa Namung Universitas Nusa cendana
  • Lasarus Jehamat Universitas Nusa cendana
  • Petrus Selestinus Mite Universitas Nusa cendana

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i4.9057

Keywords:

ruang konsumsi urban, perilaku sosial, budaya konsumtif, ketimpangan sosial, Lippo Plaza kupang

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Lippo Plaza Kupang sebagai ruang konsumsi perkotaan dalam membentuk perilaku sosial mahasiswa dan mencerminkan dinamika ketidaksetaraan sosial dalam masyarakat perkotaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi informan yang terdiri dari mahasiswa, mahasiswi, pengunjung umum, dan pelaku usaha di Lippo Plaza Kupang. Informan dipilih menggunakan purposive sampling, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lippo Plaza Kupang telah bertransformasi menjadi ruang konsumsi perkotaan yang berfungsi tidak hanya sebagai tempat berbelanja tetapi juga sebagai tempat berkumpul, bersosialisasi, mencari hiburan, dan membangun hubungan sosial. Kehadiran berbagai fasilitas modern menjadikan mal ini bagian integral dari gaya hidup mahasiswa dan pelajar universitas. Selain mendorong perilaku konsumerisme, mal ini juga berfungsi sebagai sarana untuk mengekspresikan identitas pribadi dan mendapatkan pengakuan sosial. Studi ini juga mengidentifikasi ketidaksetaraan sosial yang tercermin dalam kemampuan pengunjung yang berbeda-beda dalam mengakses fasilitas.

Perbedaan modal ekonomi menyebabkan diferensiasi sosial dalam pola konsumsi dan penggunaan ruang mal. Dengan demikian, Lippo Plaza Kupang tidak hanya berfungsi sebagai pusat perbelanjaan modern tetapi juga sebagai ruang konsumsi perkotaan yang membentuk perilaku sosial sekaligus merepresentasikan dinamika ketidaksetaraan sosial dalam masyarakat perkotaan.

Kata kunci: ruang konsumsi perkotaan, perilaku sosial, budaya konsumen, ketidaksetaraan sosial, Lippo Plaza Kupang.

 

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Lippo Plaza kupang sebagai ruang konsumsi perkotaan dalam membentuk perilaku sosial pelajar serta merefleksikan dinamika ketimpangan sosial di masyarakat perkotaan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap informan yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, pengunjung umum, serta pelaku usaha di Lippo Plaza kupang. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lippo Plaza kupang telah bertransformasi menjadi ruang konsumsi perkotaan yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat berbelanja, tetapi juga sebagai tempat berkumpul, bersosialisasi, mencari hiburan, dan membangun hubungan sosial. Keberadaan berbagai fasilitas modern menjadikan mall tersebut sebagai bagian integral dari gaya hidup pelajar dan pelajar. Selain membentuk perilaku konsumtif, mall juga menjadi sarana mengekspresikan identitas diri dan memperoleh pengakuan sosial. Penelitian ini juga mengidentifikasi ketimpangan sosial yang tercermin melalui perbedaan kemampuan pengunjung dalam mengakses fasilitas.

Perbedaan modal ekonomi menimbulkan diferensiasi sosial dalam pola konsumsi dan pemanfaatan ruang mall. Dengan demikian, Lippo Plaza kupang tidak hanya berfungsi sebagai pusat perbelanjaan modern, namun juga sebagai ruang konsumsi perkotaan yang membentuk perilaku sosial sekaligus merepresentasikan dinamika ketimpangan sosial dalam masyarakat perkotaan.

References

Alawiyah, T., & Liata, N. (2020). Mall dan Perilaku Konsumtif Masyarakat Urban. Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI), 1(2), 161–181. https://doi.org/10.22373/jsai.v1i2.526

Bambang Mudjiyanto, & Launa Launa. (2025). Mal Sebagai Arena Transaksi Sosial-Ekonomi dan Agen Pembentuk Budaya Konsumtif Masyarakat Urban Kota. Jurnal Ilmiah Nusantara, 2(5), 1247–1260. https://doi.org/10.61722/jinu.v2i5.6574

Baudrillard, J. (1998). The Consumer Society: Myths and Structures. SAGE Publications.

Bourdieu, P. (1984). Distinction: A Social Critique of the Judgement of Taste. Harvard University Press.

Chaney, D. (1996). Lifestyles. Routledge.

Coleman, J. S. (1988). Social Capital in the Creation of Human Capital. American Journal of Sociology, 94, S95–S120. https://doi.org/10.1086/228943

Crawford, M. (1992). The World in a Shopping Mall. In M. Sorkin (Ed.), Variations on a Theme Park: The New American City and the End of Public Space (hal. 3–30). Hill and Wang.

Featherstone, M. (2007). Consumer Culture and Postmodernism (2 ed.). SAGE Publications.

Giddens, A. (2009). Sociology (6 ed.). Polity Press.

Harvey, D. (2008). Social Justice and the City. University of Georgia Press.

Lefebvre, H. (1991). The Production of Space. Blackwell Publishing.

Mudjiyanto, B., Yanuar, F., & Launa, L. (2025). Mal Sebagai Ruang Ketiga: Eksplorasi Perilaku Window Shopping Masyarakat Urban Kota. Jurnal Ilmu Komunikasi AKRAB. http://ojs.akrb.ac.id/index.php/AKRAB/article/view/110%0Ahttp://ojs.akrb.ac.id/index.php/AKRAB/article/download/110/61

Nurnayla, F., Santoso, J., & Ramadhani, A. N. (2025a). Urban Lifestyle and Symbolic Consumption : The Phenomenon of Using Tumblers as a Symbol of Social Status Observed in Female Students at Unsoed Program Studi Sosiologi , Universitas Jenderal Soedirman Gaya Hidup Urban dan Konsumsi Simbolik : Fenomena Pengg. 10, 28–43.

Nurnayla, F., Santoso, J., & Ramadhani, A. N. (2025b). Urban Lifestyle and Symbolic Consumption: The Phenomenon of Using Tumblers as a Symbol of Social Status Observed in Female Students at Universitas Jenderal Soedirman. Journal of Social Research, 10, 28–43.

Oldenburg, R. (1999). The Great Good Place. Marlowe & Company.

Putnam, R. D. (2000). Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. Simon & Schuster.

Ritzer, G. (2010). Enchanting a Disenchanted World: Continuity and Change in the Cathedrals of Consumption (3 ed.). Pine Forge Press.

Sekarlangit, N. (2019). Keterkaitan Desain Ruang Publik Dengan Perilaku Pengunjung Mall Di Yogyakarta Kasus : Ambarrukmo Plaza Dan Galeria Mal. Review of Urbanism and Architectural Studies, 17(2), 41–49. https://doi.org/10.21776/ub.ruas.2019.017.02.4

Siska Wahyuni Fitri, Aulia Rahman, Nelfia Nofitri, & Januar Januar. (2023). Stratifikasi Sosial dalam Sistem Perekonomian Masyarakat Urban. Concept: Journal of Social Humanities and Education, 2(4), 307–318. https://doi.org/10.55606/concept.v2i4.819

Sorkin, M. (1992). Variations on a Theme Park: The New American City and the End of Public Space. Hill and Wang.

Veblen, T. (1899). The Theory of the Leisure Class. Macmillan.

Vionata Gadis Ranika, Ainul Mutrofin, & Elanda Cika Alodya Nathania. (2024). Analisis Preferensi Mall Culture Dalam Gaya Hidup Konsumtif. WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(3), 89–96. https://doi.org/10.62383/wissen.v2i3.175

Zukin, S. (1998). Urban Lifestyles: Diversity and Standardisation in Spaces of Consumption. Urban Studies.

Downloads

Published

2026-06-26

How to Cite

Pajong, M. J., Enjelina Nelo, Elza Melsiana Putri Kanni, Kristin Melani Tinenti, Gilardino Sergius Kaesnube, Sandiang Kaya Ndapa Namung, Lasarus Jehamat, & Petrus Selestinus Mite. (2026). Lippo Plaza Kupang Sebagai Ruang Konsumsi Urban: Analisis Ketimpangan Sosial Dan Perilaku Pelajar. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(4), 1833–1852. https://doi.org/10.61104/alz.v4i4.9057

Issue

Section

Articles