Dispensasi Kawin Anak di Indonesia dan Kebenaran Berkahwin Bawah Umur di Malaysia

Studi Perbandingan Dasar Hukum, Syarat, dan Prosedur

Authors

  • I Gede Agus Deva Arthamahendra Universitas Pendidikan Ganesha
  • Ni Ketut Sari Adnyani Universitas Pendidikan Ganesha
  • Komang Febrinayanti Dantes Universitas Pendidikan Ganesha

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i4.8939

Keywords:

Dispensasi Kawin, Kebenaran Berkahwin Anak, Perbandingan Hukum, Perlindungan Anak.

Abstract

Perkawinan anak merupakan persoalan hukum yang masih menjadi tantangan serius dalam upaya perlindungan hak anak di Indonesia dan Malaysia. Meskipun kedua negara telah memiliki regulasi yang membatasi usia minimum perkawinan, mekanisme pengecualian tetap membuka celah hukum yang memungkinkan perkawinan di bawah umur berlangsung secara sah. Penelitian ini bertujuan mengkaji dan membandingkan dasar hukum, syarat, serta prosedur dispensasi kawin anak di Indonesia dan kebenaran berkahwin anak di Malaysia guna mengidentifikasi persamaan, perbedaan, dan implikasi hukum dari masing-masing sistem. Penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan metodologi hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan perbandingan. Di Indonesia, regulasi bertumpu pada Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 dan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 Tahun 2019, sementara di Malaysia merujuk pada Akta 303, Enakmen Undang-Undang Keluarga Islam masing-masing negeri, dan Standard Operating Procedure JKSM Tahun 2018. Hasil kajian menunjukkan bahwa mekanisme Malaysia lebih komprehensif dan terkoordinasi karena melibatkan Jabatan Kebajikan Masyarakat, Kementerian Kesihatan Malaysia, dan Polis Diraja Malaysia dalam penilaian multidimensional. Sebaliknya, mekanisme dispensasi Indonesia masih cenderung administratif dan bertumpu pada diskresi hakim semata. Indonesia perlu melakukan reformasi regulasi agar mekanisme dispensasi kawin anak lebih berpihak pada perlindungan hak dan kepentingan terbaik anak.

References

Abiansyah, Y. D. P., & Yunanto. (2023). Perlindungan hukum seorang anak sebagai pemohon dispensasi kawin pasca revisi Undang-Undang Perkawinan. Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 5(1), 457–466. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v5i1.2403

Adnyani, N. K. S. (2019). Status of women after dismissed from mixed marriage in Bali’s law perspective. Ganesha Law Review, 1(2), 73–82. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/GLR/article/view/21783

Adnyani, N. K. S. (2021). Perlindungan hukum kesatuan masyarakat hukum adat dalam pengelolaan pariwisata berbasis kearifan lokal. Media Komunikasi FPIPS, 20(2), 70–80. https://doi.org/10.23887/mkfis.v20i2.33738

Adnyani, N. K. S., & Purnamawati, I. G. A. (2024). Women’s participation as tourism workers is a form of recognition of gender equality in the implementation of patriarchal culture in Bali. International Journal of Organizational Behavior and Policy, 3(2), 137–150. https://doi.org/10.9744/ijobp.3.2.137-150

Adnyani, N. K. S., Atmaja, G. M. W., & Sudantra, I. K. (2021). Indigenous people between recognition and disclaimer of legal pluralism perspective. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 8(9), 352–362. https://doi.org/10.18415/ijmmu.v8i9.2762

Akta Undang-Undang Keluarga Islam (Wilayah-Wilayah Persekutuan) 1984 (Akta 303).

Alwi, N. M., Muhamad, R., Ishak, A., & Suwankhong, D. (2024). “You Know How People Talk,” Reasons Behind Child Marriage among Female Youth in The North-Eastern State of West Malaysia. IIUM Medical Journal Malaysia, 23(03).Muhaimin. (2020). Metode penelitian hukum. Mataram University Press.

Arifin, B., & Windari, R. (2024). Challenges, regulations, and strategies to prevent child marriage in Indonesia: A comparative study with Malaysia. KRTHA Bhayangkara, 18(1), 1–30. https://doi.org/10.31599/krtha.v18i1.1652

Asman. (2024). Masa depan terancam: Dispensasi perkawinan dan dampak negatif pada anak dan keluarga. Journal of Dual Legal Systems, 1(2), 73–86.

Dantes, K. F., & Hadi, I. G. A. A. (2023). Tanggung jawab notaris atas pembuatan perjanjian perkawinan berdasarkan Putusan MK No. 69/PUU-XIII/2015 di Kabupaten Tabanan. Jurnal Komunikasi Hukum, 9(1), 80–88. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/jkh/article/view/56454

Dantes, K. F., Kusuma, P. R. A., & Setianto, M. J. (2023). Cyberbullying through social media in the perspective of Article 27 Law Number 19 of 2016 concerning information and electronic transactions. Proceedings of the International Conference on Law, Social Science and Sustainability Education (ICLSSE 2023). https://doi.org/10.4108/eai.1-6-2023.2341419

Dewi, A. A. I. A. A., Dharmawan, N. K. S., Krisnayanti, A. A. I. E., Samsithawrati, P. A., & Kurniawan, I. G. A. (2022). The role of human rights and customary law to prevent early childhood marriage in Indonesia. Sriwijaya Law Review, 6(2), 268–285. https://doi.org/10.28946/slrev.Vol6.Iss2.1885.pp268-285

Enakmen Undang-Undang Keluarga Islam (Negeri Selangor). (2003). Warta Kerajaan Negeri Selangor.

Fadhilah, N. (2020). Pernikahan usia anak dan implikasinya terhadap ketahanan keluarga. Institut Agama Islam Negeri Purwokerto.

Faturohman, F., Wahyu, M., & Astuti, L. K. P. (2024). Dampak pernikahan dini terhadap anak di bawah umur dan problematika hukumnya. Politika Progresif: Jurnal Hukum, Politik dan Humaniora, 1(1), 26–40.

Hadi, I. G. A. A., & Dantes, K. F. (2021). Conflict between Buleleng Government and Chandra Dwipa Company concerning construction of green spaces. Proceedings of the International Conference on Law, Social Science and Sustainability Education (ICLSSE 2020). https://doi.org/10.4108/eai.10-11-2020.2303398

Handoko, F. (2025). Tinjauan yuridis permohonan dispensasi kawin di pengadilan agama sebagai upaya perlindungan terhadap hak-hak anak. Journal Evidence of Law, 4(3), 1453–1466.

Hardianti, R., & Nurwati, N. (2020). Faktor penyebab terjadinya pernikahan dini pada perempuan. Jurnal Pekerjaan Sosial, 3(2), 111–120. https://doi.org/10.24198/focus.v3i2.28415

Hassim, M. H., Abral, M. A. B., & Salam, S. (2020). Spektrum perkahwinan kanak-kanak di Malaysia: Kajian perbandingan antara enakmen undang-undang keluarga Islam negeri. E-Jurnal Penyelidikan dan Inovasi, 7(1), 20–44. https://ejpi.uis.edu.my/index.php/ejpi/article/view/60

Hikmah, N. (2024). Dispensasi perkawinan anak di Indonesia: Tantangan atau solusi? GoodStats. https://data.goodstats.id/statsvaganza/dispensasi-perkawinan-anak-di-indonesia-tantangan-atau-solusi

Ilhami, H., Nugraheni, D. B., & Wijayanta, T. (2023). Child protection post the new marriage law: How Indonesian religious court interpreting the urgency in child-age marriage. Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan, 11(1), 75–95. https://doi.org/10.29303/ius.v11i1.1054

Isthiqonita. (2024). Mengkritisi kebijakan dan implementasi dispensasi kawin. INFID. https://infid.org/mengkritisi-kebijakan-dan-implementasi-dispensasi-kawin

Jabatan Kehakiman Syariah Malaysia. (2018). Standard operating procedure (SOP) perkahwinan bawah umur. Jabatan Kehakiman Syariah Malaysia.

Judiasih, S. D. (2018). Perkawinan bawah umur di Indonesia beserta perbandingan usia perkawinan dan praktek perkawinan bawah umur di beberapa negara. PT Refika Aditama.

Juliananta, G., Windari, R., & Adnyani, N. K. S. (2026). Asas kepentingan terbaik bagi anak sebagai pertimbangan penetapan dispensasi perkawinan dalam Penetapan Nomor 19/Pdt.P/2024/PN.Sgr. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 6(2), 13. https://doi.org/10.53697/iso.v6i2.3952

Kusmayanti, H., Judiasih, S. D., Yuanitasari, D., & Rajamanicham, R. (2024). Protection of children’s rights: A review of child marriage policies in Indonesia, Malaysia, and India. SASI, 30(2), 234–248. https://doi.org/10.47268/sasi.v30i2.2044

Lahaling, H., Lasori, S. A., Makkulawuzar, K., Yunus, Y., & Salam, S. (2022). Children’s rights in the context of child marriage in Gorontalo Province. SASI, 28(2), 234–243. https://doi.org/10.47268/sasi.v28i2.887

Lestari, M. A. (2021). Pernikahan dini dan implikasinya terhadap keharmonisan rumah tangga (Studi kasus di Kelurahan Kertosari Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi). Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Malek, M. A. G. A., & Samuri, M. A. A. (2025). Child marriage in Malaysia and the proposed legal reform: Views of Muslim stakeholders and religious officials. El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga, 8(1), 313–343. https://doi.org/10.22373/f97qt681

Musawwamah, S., Taufiq, M., Hariyanto, E., Supraptiningsih, U., & Maimun. (2023). Resistance to child marriage prevention in Indonesia and Malaysia. AHKAM: Jurnal Ilmu Syariah, 23(1), 259–280. https://doi.org/10.15408/ajis.v23i1.32014

Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2019 tentang Pedoman Mengadili Permohonan Dispensasi Kawin. (2019).

Rachman, A., Thalib, P., & Muhtar, S. (2020). Hukum perkawinan di Indonesia dalam perspektif hukum perdata, hukum Islam dan hukum administrasi. Prenada Media Group.

Rahman, E. T., & Ahyani, H. (2023). Hukum perkawinan Islam. Widina Media Utama.

Saputri, E. A. T. U., Windari, R., & Adnyani, N. K. S. (2025). Maraknya kasus perceraian akibat dari perkawinan di bawah umur (Studi kasus Pengadilan Agama Banyuwangi). Jurnal Ilmu Hukum Sui Generis, 5(1). https://ejournal2.undiksha.ac.id/index.php/JIH/article/view/5042

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. (1974).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. (2019). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 186.

Utami, D., & Hidayah, A. N. (2024). Perbandingan kebijakan hukum terhadap perkawinan anak dari perspektif hukum perkawinan di Indonesia dan Malaysia. Jurnal Hukum In Concreto, 3(1), 1–14. https://doi.org/10.35960/inconcreto.v3i1.1292

Warman, A. B., Jafar, W. A., Asmara, M., bin Kirin, A., & Usmani, S. A. A. (2023). Reforming marriage registration policies in Malaysia and Indonesia. Bestuur, 11(1), 61–74. https://doi.org/10.20961/bestuur.v11i1.66320

Wulandari, S., Susanti, E., & Najidah, W. (2026). Penetapan pengadilan dalam pengetatan dispensasi kawin. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 6(1), 13. https://doi.org/10.53697/iso.v6i1.3835

Downloads

Published

2026-06-26

How to Cite

I Gede Agus Deva Arthamahendra, Ni Ketut Sari Adnyani, & Komang Febrinayanti Dantes. (2026). Dispensasi Kawin Anak di Indonesia dan Kebenaran Berkahwin Bawah Umur di Malaysia: Studi Perbandingan Dasar Hukum, Syarat, dan Prosedur. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(4), 2193–2210. https://doi.org/10.61104/alz.v4i4.8939

Issue

Section

Articles