Literasi Digital Sebagai Instrumen Preventif Dan Kuratif Dalam Resolusi Konflik Sara Di Media Sosial

Authors

  • Selpi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Yunita Rahmadani Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Septian Harry Prasetyo Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Putri Nuraeni Rahma Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i4.7358

Keywords:

Literasi digital, konflik SARA, media sosial, etika digital, resolusi konflik

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi digital sebagai instrumen preventif dan kuratif dalam mencegah serta mereduksi konflik SARA di media sosial. Artikel ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen resmi yang relevan, serta dianalisis melalui content analysis dengan pendekatan sintesis teori dan hasil penelitian terdahulu secara sistematis dan terstruktur. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi digital berperan signifikan dalam membentuk etika bermedia sosial, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta memperkuat kemampuan verifikasi informasi sebelum menyebarkan konten. Literasi digital terbukti berfungsi sebagai instrumen preventif melalui penyaringan hoaks dan ujaran kebencian, serta sebagai instrumen kuratif melalui pembangunan komunikasi dialogis dan inklusif di ruang digital. Namun, implementasi literasi digital masih dominan pada aspek teknis dan belum menyentuh pembentukan kesadaran moral secara sistemik. Kondisi ini menunjukkan bahwa pendidikan literasi digital belum sepenuhnya berorientasi pada internalisasi nilai etika, karakter digital, dan tanggung jawab sosial, sehingga perilaku bermedia sosial yang reflektif belum terbentuk secara berkelanjutan. Oleh karena itu, literasi digital yang integratif meliputi aspek teknis, kognitif, etis, dan sosial merupakan strategi efektif dalam resolusi konflik SARA di media sosial serta berkontribusi pada pengembangan model pendidikan literasi digital berbasis karakter sebagai fondasi penguatan kohesi sosial dan demokrasi digital yang inklusif.

References

Agustina, R., Adha, M. M., & Mentari, A.(2023). Literasi digital dan etika bermedia sosial peserta didik. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 13(1), 55–60.

Andriani, D., Fitri, R., & Muchtar, H. (2024). Literasi digital dalam menghadapi ujaran kebencian berbasis SARA di media sosial. Jurnal Komunikasi dan Media Digital, 5(1), 1–12.

Gilster, P. (1997). Digital literacy. Wiley Computer Publishing.

Jannah, N. (2024). Integrasi literasi digital dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Jurnal Teknologi Pendidikan, 9(1), 19–20.

Kemementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2023). Status literasi digital Indonesia 2023. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

Najib, M., Maftuh, B., & Malihah, E. (2022). Peran media sosial dalam menjaga persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 11(2), 130–132.

Najib, M., Maftuh, B., & Malihah, E. (2023). Isu SARA dan disintegrasi sosial di ruang digital. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 8(2), 127–132.

Syafrida, R. (2021). Metode penelitian kepustakaan (library research) dalam kajian ilmiah. Jurnal Ilmu Pendidikan, 7(1), 23–24.

Downloads

Published

2026-06-24

How to Cite

Selpi, Yunita Rahmadani, Septian Harry Prasetyo, & Putri Nuraeni Rahma. (2026). Literasi Digital Sebagai Instrumen Preventif Dan Kuratif Dalam Resolusi Konflik Sara Di Media Sosial. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(4), 1535–1542. https://doi.org/10.61104/alz.v4i4.7358

Issue

Section

Articles