Efektivitas OK OCE sebagai Ekosistem Kewirausahaan Berbasis Komunitas dalam Pemberdayaan UMKM di DKI Jakarta
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i4.7338Keywords:
OK OCE, Jakpreneur, UMKM, ekosistem kewirausahaan, pemberdayaan komunitas, politik perkotaan, digitalisasi usaha, DKI JakartaAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis program OK OCE/Jakpreneur sebagai ekosistem kewirausahaan berbasis komunitas dalam memberdayakan UMKM di DKI Jakarta. Ada tiga hal yang menjadi fokus utama: bagaimana program ini dijalankan di lapangan, bagaimana hubungan antar pihak yang terlibat, dan seberapa kuat komunitas UMKM bertahan di tengah tekanan ekonomi dan politik perkotaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam terhadap tiga informan Ketua Umum OK OCE Indonesia, sekretaris kantor pusat, dan pelaku UMKM mitra di Rawamangun, Jakarta Timur serta dokumentasi visual dan data sekunder. Kerangka analisis yang digunakan adalah perspektif politik perkotaan dan konsep community-based entrepreneurship. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OK OCE tidak hanya berjalan sebagai program pelatihan biasa, tetapi telah berkembang menjadi gerakan sosial yang menghubungkan pelaku UMKM dengan pelatihan, jaringan, dan akses modal. Salah satu pencapaian yang cukup penting adalah kurikulum OK OCE berhasil masuk ke dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2020 artinya bukan pemerintah yang merancang kurikulumnya, melainkan komunitas yang menawarkan dan kemudian diadopsi. Menurut keterangan narasumber, sejak diluncurkan tahun 2017 program ini telah menjangkau lebih dari 400.000 pelaku usaha aktif di Jakarta. Strategi peningkatan kapasitasnya mencakup tiga pendekatan: reskilling, upskilling, dan new skilling, yang disesuaikan dengan kemampuan awal masing-masing peserta. Meski begitu, penelitian ini juga menemukan beberapa masalah yang masih nyata di lapangan, seperti banyak peserta yang tidak konsisten menerapkan hasil pelatihan, adanya kesenjangan literasi digital antara pelaku usaha yang lebih tua dan yang lebih muda, serta koordinasi antarlembaga yang masih terhambat ego sektoral. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan UMKM tidak bisa hanya mengandalkan pelatihan sesaat. Yang paling menentukan adalah pendampingan yang terus-menerus berbasis komunitas, dijalankan secara bertahap mulai dari legalitas usaha, peningkatan kapasitas, hingga akses pasar dan pembiayaan.
References
Ahdiat, A. (2022). 5 kendala terbesar UMKM Indonesia dalam melakukan transformasi digital. Databoks Katadata.
Deviastri, L., & Annisa, I. T. (2022). Peran Inovasi, Kolaborasi dan Media Sosial terhadap Kinerja Usaha UMKM di DKI Jakarta. Jurnal Orientasi Bisnis Dan Entrepreneurship (JOBS), 3(1), 52–63. https://doi.org/10.33476/jobs.v3i1.2472
Fadhila, F. K., & Hanri, M. (2025). Efek Program Pendampingan UMKM terhadap P endampingan UMKM terhadap Performa Ketahanan P etahanan Pendapatan dan P endapatan dan Penyerapan Tenaga K enaga Kerja UMKM : erja UMKM : Studi kasus Program JakPreneur DKI Jakarta. Jurnal Kebijakan Ekonomi, 19(2), 75–95. https://doi.org/10.7454/jke.v19i2.1149
Kholisoh, H., Priyadi, B. P., & Purnaweni, H. (2024). IMPLEMENTASI PROGRAM JAKPRENEUR DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI KOTA ADMINISTRASI JAKARTA PUSAT. Journal of Management and Public Policy, 13(2), 1–20. https://doi.org/10.14710/jppmr.v13i2.43688
Kholqi, A., & Alfirdaus, L. K. (2020). Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Dalam Perspektif Pemberdayaan Masyarakat (studi kasus Program Kota Tanpa Kumuh di Kelurahan Karangwaru). Journal of Politic and Government Studies, 9(2), 141–150.
Kusnandar, V. B. (2021). Tingkat Kemiskinan Jakarta Capai Level Tertinggi dalam 20 Tahun Terakhir. Databoks. https://databoks.katadata.co.id/demografi/statistik/9be3b6f0ab182f1/tingkat-kemiskinan-jakarta-capai-level-tertinggi-dalam-20-tahun-terakhir
Mardjono, R., Narindro, L., Qamar, A. S., Sari, S., Maulana, A., & Jubaidah, I. (2022). Pemberdayaan UMKM Komunitas OK OCE Menggunakan Media Digital. Abdimas Universal, 4(1), 49–58. https://doi.org/10.36277/abdimasuniversal.v4i1.190
Sasono, H., & Herlina. (2022). PERAN DINAS PERINDUSTRIAN, PERDANGAN, KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH DALAM PENGEMBANGAN UMKM DI PROVINSI DKI JAKARTA. Jurnal Ekonomi Dan Manajemen, 2(1), 86–94. https://doi.org/10.55606/optimal.v2i1.623%0A
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D / Sugiyono.
Wachid, N., & Tuti, R. W. (2020). Quality Analysis of Service “One Kecamatan One Center of Entrepreneurship” (OK OCE) in East Jakarta. Journal of Governance and Public Policy, 7(3), 214–230. https://doi.org/10.18196/jgpp.73135
Wuisang, J. R., Runtuwarouw, R., & Korompis, C. (2019). Konsep Kewirausahaan Dan UMKM. Yayasan Makaria Waya.
Wulandari, R., & Uno, I. C. (2021). The Effect of The OKOCEProgram on Improving The Performance of The Micro, Small, and Medium Enterprises, in Jakarta. PSYCHOLOGY AND EDUCATION, 58(5), 1874–1885.
Zahra, A. M., & Sagita, N. I. (2023). Efektivitas Program Jakarta Entrepreneur (Jakpreneur) dalam Pemberdayaan UMKM di Kecamatan Penjaringan Wilayah Jakarta Utara. NeoRespublica Jurnal Ilmu Pemerintahan, 5(1), 260–274. https://doi.org/10.52423/neores.v5i1.157
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Syahlevi Raissa Airlangga, Raden Kenzy Al Zhafari Gumilar, Muhammad Fahreza Ramadan, Aniqotul Ummah, Teddy Chrisprimanata Putra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










This work is licensed under a