Kekuatan Kesaksian Anak Korban Terhadap Keyakinan Hakim dalam Penjatuhan Pidana
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i4.7254Keywords:
kesaksian anak, keyakinan hakim, pembuktian.Abstract
Meningkatnya kasus kekerasan seksual anak di Indonesia bertentangan dengan peraturan perundang-undangan serta tujuan negara yang ingin menjamin dan melindungi hak-hak anak dari kekerasan serta diskriminasi. Dari kasus yang muncul, ada kalanya anak berada pada posisi sebagai korban dan/atau saksi yang keterangannya memiliki peran penting dalam pembuktian tindak pidana kekerasan seksual. Keterangan anak saksi ataupun anak korban sangat diperlukan, terutama dalam kekuatan pembuktiannya untuk hakim bisa menjatuhkan pidana terhadap terdakwa. Penelitian ini menggunakan yuridis normatif yang menitikberatkan pada bahan hukum sebagai acuan dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan pembuktian terhadap kesaksian anak saksi ataupun korban mempunyai kekuatan pembuktian sebagai petunjuk untuk memperkuat keyakinan hakim sebagaimana dimaksud dalam Pasal 171 KUHAP huruf a selama ketentuan tersebut sesuai dengan minimal dua alat bukti yang sah, seperti alat bukti Surat Visum Et Repertum dan keterangan ahli. Dengan terpenuhinya minimal dua alat bukti yang sah sebagaimana Pasal 183 KUHAP, Hakim dapat menjatuhkan putusan terhadap terdakwa.
References
Chittal Dewi, N. M. Y., Lalksmi Dewi, AL. AL. S., & Sulryalni, L. P. (2021). ALsals ULnuls Testis Nullluls Testis dallalm Tindalk Pidalnal Pemerkosalaln ALnalk. Julrnall Konstrulksi Hulkulm, 2(1), 191–195.
Bullalhalri, B. S., Kulmendong, W., & Mewengkalng, F. R. (2022). Eksistensi Keteralngaln Salksi ALnalk Sebalgali ALlalt Bulkti Dallalm Pemeriksalaln Perkalral Pidalnal. Julrnall ULnsralt, 1–11.
Huldal, M. N. (2017). Pentignyal ALlalt Bulkti Dallalm Pembulktialn Minim Salksi. Julrnall Hulkulm Daln Kealdilaln, 1(2), 96–108.
Ikhsaln, Disemaldi, H. S., Kulrnialwaln, S., & Puljiyono. (2020). ULpalyal Perlindulngaln ALnalk dallalm Peraldilaln Pidalnal di Eral Pemberlalkulaln “New Normall” selalmal Palndemi COVID-19 di Indonesial. Julrnall Ilmul Hulkulm, 09(02), 225–242.
Podulngge, AL., & Gulltom, E. R. (2022). ALnallisis Hulkulm Terhaldalp ALnalk Di Balwalh ULmulr Sebalgali Salksi Tindalk pidalnal. Julrnall Hulkulm POSITULM, 7(2), 270–282.
Sofialnnal Pultri, V., & Faldlaln. (2020). ALnallisis Yulridis Pembulktialn Keteralngaln Salksi Korbaln ALnalk Dallalm Tindalk Pidalnal Pencalbullaln (Stuldi Penelitialn Di Polsektal Baltalm Kotal). ULniversitals Baltalm, Vol.10(No.1), 31–47.
Sulmalmpoulw, F. N. B. (2018). Pemeriksalaln Perkalral ALnalk Sebalgali Salksi Tindalk Pidalnal Dallalm Sistem Peraldilaln Pidalnal ALnalk. Lex Crimen, 08(01), 17–27.
Christialnto, H. (2017). Kejalhaltaln Kesulsilalaln Penalfsiraln Ekstensif Daln StuldiI Kalsuls (H. Christialnto, Ed.; Cet. Ke 1). Sullulh Medial.
Ekotalmal, S., Puldjialrto, H., & Widialrtalnal, G. (2000). ALbortuls Provocaltuls Balgi korbaln Perkosalaln Perspektif Viktimologi, Kriminologi daln Hulkulm Pidalnal (Ed. 1-Cet. 1). ULniversitals ALtmaljalyal Yogyalkalrtal.
Ibralhim, J. (2006). Teori daln Metodologi Penelitialn Hulkulm Normaltif. Balyulmedial.
Gulltom, M. (2008). Perlindulngaln Hulkulm Terhaldalp ALnalk Dallalm Sistem Peraldilaln Pidalnal ALnalk Di Indonesial (Gulnalrsal ALep, Ed.; Cet. 1). PT Refikal ALditalmal.
Nulrbalyalni, S., & Walhyulni, S. (2023). Victim Blalming In Ralpe Culltulre Nalralsi Pemalklulmaln Kekeralsaln Seksulall Di Lingkulngaln Kalmpuls (AL. Sofi, S. Walhyulni, & AL. Mulrtaldlo, Eds.; kesaltul). ULnismal Press.
Wedal, M. D. (1996). Kriminologi (cet. 1). PT Raljal Gralfindo Persaldal.
Yulwono, I. D. (2015). Peneralpaln Hulkulm Dallalm Kalsuls Kekeralsaln Seksulall Terhaldalp ALnalk (ALdmojo Tri, Ed.; cet. 1). Pulstalkal Yulstisial.
Kalrjaldi, M., & Soesilo, R. (1986). Kitalb ULndalng-ULndalng Hulkulm ALcalral Pidalnal Dengaln Penjelalsaln Resmi Daln Komentalr (Cetalkaln kedulal). PT. Kalryal Nulsalntalral.
Soesilo. R. (1988). Kitalb ULndalng-ULndalng Hulkulm Pidalnal (KULHP) Sertal Komentalr – Komentalrnyal Lengkalp Palsall Demi Palsall. Politeial
ULndalng-ULndalng Nomor 35 Talhuln 2014 tentalng Perulbalhaln ALtals ULndalng-ULndalng Nomor 23 Talhuln 2002 tentalng Perlindulngaln ALnalk.
ULndalng-ULndalng Nomor 17 Talhuln 2016 tentalng Penetalpaln Peraltulraln Pemerintalh Penggalnti ULndalng-ULndalng Nomor 1 Talhuln 2016 tentalng Perulbalhaln Kedulal ALtals ULndalng-ULndalng Nomor 23 talhuln 2002 tentalng Perlindulngaln ALnalk.
ULndalng-ULndalng Nomor 11 Talhuln 2012 tentalng Sistem Peraldilaln Pidalnal ALnalk.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sulfa Chintia Arief, Elfina L. Sahetapy

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










This work is licensed under a