Problematika Implementasi Prinsip Good Governance Dalam Pelayanan Penerbitan Paspor Sebagai Instrumen Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Keimigrasian
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i4.7250Keywords:
Good Governance; Pelayanan Publik; Pelayanan Paspor; Keimigrasian; Reformasi Birokrasi.Abstract
Pelayanan penerbitan paspor merupakan salah satu bentuk pelayanan publik yang memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan fungsi keimigrasian karena berkaitan langsung dengan pemenuhan hak administratif warga negara serta mobilitas masyarakat dalam melakukan perjalanan internasional. Dalam era reformasi birokrasi, penyelenggaraan pelayanan publik dituntut untuk menerapkan prinsip-prinsip Good Governance yang meliputi transparansi, akuntabilitas, efektivitas, efisiensi, responsivitas, partisipasi masyarakat, dan supremasi hukum guna meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah. Penerapan prinsip-prinsip tersebut dalam pelayanan penerbitan paspor menjadi penting karena mencerminkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional, mudah diakses, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip Good Governance dalam pelayanan penerbitan paspor serta mengidentifikasi berbagai problematika dan upaya optimalisasi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik keimigrasian. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai peraturan perundang-undangan, jurnal ilmiah, buku, laporan resmi, dan sumber lain yang relevan dengan pelayanan publik dan tata kelola keimigrasian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi prinsip Good Governance dalam pelayanan penerbitan paspor telah mengalami perkembangan yang signifikan melalui digitalisasi pelayanan, penerapan sistem antrean elektronik, penggunaan aplikasi M-Paspor, serta peningkatan transparansi informasi pelayanan. Berbagai inovasi tersebut telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan aksesibilitas, efisiensi, dan efektivitas pelayanan kepada masyarakat. Namun demikian, pelaksanaan pelayanan masih menghadapi berbagai kendala seperti tingginya volume permohonan paspor, keterbatasan sumber daya manusia, gangguan sistem teknologi informasi, rendahnya literasi digital sebagian masyarakat, serta masih ditemukannya berbagai keluhan terkait efektivitas pelayanan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa implementasi prinsip Good Governance dalam pelayanan penerbitan paspor belum sepenuhnya berjalan optimal.
References
Bovaird, T., & Loeffler, E. (2016). Public management and governance (3rd ed.). Routledge.
Bowen, G. A. (2017). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications.
Denhardt, J. V., & Denhardt, R. B. (2019). The new public service: Serving, not steering (Updated ed.). Routledge.
Etikan, I., Musa, S. A., & Alkassim, R. S. (2016). Comparison of convenience sampling and purposive sampling. American Journal of Theoretical and Applied Statistics, 5(1), 1–4.
Ghozali, I. (2021). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Grugel, J., & Piper, N. (2019). Critical perspectives on global governance: Rights and regulation in governing regimes. Routledge.
Guest, G., Namey, E., & Mitchell, M. (2020). Collecting qualitative data: A field manual for applied research. Sage Publications.
Hardiyansyah. (2018). Kualitas pelayanan publik: Konsep, dimensi, indikator, dan implementasinya. Gava Media.
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. (2021). Pedoman pelayanan publik berbasis HAM. Kemenkumham RI.
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. (2022). Laporan kinerja Direktorat Jenderal Imigrasi. Kemenkumham RI.
Kementerian Hukum dan HAM RI. (2021). Pedoman Pelayanan Publik Berbasis HAM. Jakarta.
Kementerian Hukum dan HAM RI. (2022). Pedoman pelayanan publik berbasis HAM. Jakarta: Kemenkumham.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2020). Marketing management (16th ed.). Pearson.
Lestari, D. (2021). Pelayanan publik berbasis HAM. Jurnal Administrasi Negara, 12(2), 101–115.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (2018). Naturalistic inquiry. Sage Publications.
Lovelock, C., & Wirtz, J. (2021). Services marketing: People, technology, strategy (9th ed.). World Scientific.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2019). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). Sage Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Mulyawan, B., & Putra, M. R. (2023). Optimizing Passport Services Socialization At Immigration Office Class I Bandung Using Fishbone Method For Enhanced Effectiveness: Optimisasi Sosialisasi Layanan Paspor Di Kantor Imigrasi Kelas I Bandung Dengan Metode Fishbone Untuk Meningkatkan Efektivitas. Jurnal Abdimas Imigrasi, 4(1), 25-32.
Nugroho, R. (2022). Reformasi birokrasi dan kepuasan masyarakat. Jurnal Kebijakan Publik, 14(1), 55–67.
OECD. (2020). Innovative citizen participation and new democratic institutions: Catching the deliberative wave. OECD Publishing.
Office of the High Commissioner for Human Rights (OHCHR). (2018). Human rights and public service delivery. United Nations.
Osborne, S. P. (2020). Public service logic: Creating value for public service users, citizens, and society. Routledge.
Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (2016). SERVQUAL: A multiple-item scale for measuring consumer perceptions of service quality. Journal of Retailing.
Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (2018). SERVQUAL: A multiple-item scale for measuring consumer perceptions of service quality. Journal of Retailing, 64(1), 12–40.
Pratama, A., & Santoso, B. (2020). Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat. Jurnal Administrasi Publik, 10(2), 123–135.
Rahman, F. (2019). Kepuasan masyarakat sebagai indikator keberhasilan pelayanan publik. Jurnal Ilmu Administrasi, 16(1), 45–56
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Tjiptono, F. (2017). Service management: Mewujudkan layanan prima. Andi.
Tjiptono, F. (2019). Strategi pemasaran. Andi.
Tjiptono, F., & Chandra, G. (2019). Service, quality & satisfaction (Edisi 4). Andi.
UNDP. (2020). Human rights-based approach to public service delivery. United Nations Development Programme.
United Nations. (2018). Human rights-based approach to public services. United Nations Publications.
Widodo, J. (2020). Kualitas pelayanan publik di Indonesia. Jurnal Administrasi, 8(1), 1–10.
World Bank. (2018). Improving public sector performance through innovation and inter-agency coordination. World Bank Publications.
Zeithaml, V. A., Bitner, M. J., & Gremler, D. D. (2018). Services marketing: Integrating customer focus across the firm (7th ed.). McGraw-Hill.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Shandy Suryamahendra, Rahmawati Nurul Jannah, Mochammad Ryanindityo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










This work is licensed under a