Dinamika Kerentanan Sosial-Ekonomi UMK terhadap Risiko Banjir Perkotaan: Evidence dari Pasar Tejo Agung Kota Metro dengan Pendekatan Livelihood Vulnerability Index
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.6409Keywords:
Livelihood Vulnerability Index, banjir, usaha mikro dan kecil, modal penghidupan, kerentananAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerentanan rumah tangga usaha mikro dan kecil (UMK) terhadap bencana banjir di Pasar Tejo Agung Kota Metro menggunakan pendekatan Livelihood Vulnerability Index (LVI). Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan lima modal penghidupan dalam Sustainable Livelihood Framework yaitu modal manusia, sosial, alam, fisik, dan finansial. Data diperoleh dari 73 responden melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai LVI total sebesar 0,5819 yang termasuk kategori kerentanan sedang. Modal finansial menjadi faktor paling dominan yang memengaruhi kerentanan rumah tangga UMK akibat rendahnya pendapatan, minimnya tabungan, dan tingginya ketergantungan pada satu sumber pendapatan. Modal sosial juga menunjukkan tingkat kerentanan tinggi karena pedagang sangat bergantung pada jaringan sosial dan bantuan komunitas saat banjir terjadi. Selain itu, modal fisik dan modal alam turut memperbesar risiko akibat buruknya sistem drainase serta dominasi bangunan usaha non permanen. Sementara itu, modal manusia memiliki tingkat kerentanan paling rendah karena sebagian besar responden berada pada usia produktif dan memiliki tingkat pendidikan yang cukup baik. Penelitian ini menunjukkan pentingnya penguatan kapasitas finansial, peningkatan pengetahuan mitigasi bencana, diversifikasi sumber pendapatan, serta perbaikan infrastruktur pasar untuk mengurangi kerentanan banjir rumah tangga UMK di Pasar Tejo Agung.
References
Adu, D. T., Kuwornu, J. K., Anim-Somuah, H., & Sasaki, N. (2018). Application of Livelihood Vulnerability Index in assessing smallholder maize farming households' vulnerability to climate change in Brong-Ahafo region of Ghana. Kasetsart Journal of Social Sciences, 39(1), 22–32. https://doi.org/10.1016/j.kjss.2017.06.009
Akram, M., Tahir, M. N., Alam, K., & Waheed, A. (2025). Livelihood Vulnerability Index: Assessment of Climatic Changes in Flood Affected Areas of Mianwali District, Punjab, Pakistan. Journal of Climate Change Studies. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0315398
Ashley, R. M., Balmforth, D. J., Saul, A. J., & Blanskby, J. D. (2005). Flooding in the future: Predicting climate change, risks and responses in urban areas. Water Science and Technology, 52(5), 265–273. https://doi.org/10.2166/wst.2005.0142
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). (2024). Atlas Proyeksi Bencana Hidrometeorologi Indonesia. Jakarta: BMKG.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Metro. (2022). Data kejadian banjir 23 Oktober 2022 di Kota Metro [PDF]. https://plid.metrokota.go.id/dokumen/data-kejadian-banjir-23-oktober-2022-di-kota-metro-7UnJ8.pdf
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung. (2021). Data Kejadian Bencana Provinsi Lampung 2020–2025. Bandar Lampung: BPBD Lampung.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Metro. (2023). Kota Metro dalam Angka 2023. Metro: BPS Kota Metro.
Bebbington, A. (1999). Capitals and capabilities: A framework for analyzing peasant viability, rural livelihoods and poverty. World Development, 27(12), 2021–2044. https://doi.org/10.1016/S0305-750X(99)00104-7
Department for International Development (DFID). (1999). Sustainable Livelihoods Guidance Sheets. London: DFID.
Dinas Perdagangan Kota Metro. (2024). Data Pedagang Pasar Tradisional Kota Metro. Metro: Disperindag Kota Metro.
Hahn, M. B., Riederer, A. M., & Foster, S. O. (2009). The Livelihood Vulnerability Index: A pragmatic approach to assessing risks from climate variability and change—A case study in Mozambique. Global Environmental Change, 19(1), 74–88. https://doi.org/10.1016/j.gloenvcha.2008.11.002
Handayati, P., Nasih, M., Susilowati, I., Idris, I., Nayak, S., & Narmaditya, B. S. (2025). From vulnerable to resilience: An assessment of small-scale fisheries livelihood in South Malang of Indonesia. Marine Policy, 153, 105643. https://doi.org/10.1007/s43621-025-00810-z
Harvey, C. A., Rakotobe, Z. L., Rao, N. S., Dave, R., Razafimahatratra, H., Rabarijohn, R. H., & MacKinnon, J. L. (2014). Extreme vulnerability of smallholder farmers to agricultural risks and climate change in Madagascar. Philosophical Transactions of the Royal Society B, 369(1639), 20130089. https://royalsocietypublishing.org/doi/full/10.1098/rstb.2013.0089
Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). (2014). Climate Change 2014: Impacts, Adaptation, and Vulnerability. Cambridge: Cambridge University Press.
Kurniawan, R., & Arisurya, P. S. (2020). Kerentanan dan adaptasi rumah tangga terhadap perubahan iklim di Kabupaten Gunungkidul. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, 8(1), 1–16. https://epublikasi.pertanian.go.id/berkala/jae/article/view/3641
Makahanap, A. D., Priyono, B. S., Prianto, A. L., Yuliati, Y., Zainuri, M., Adenan, M., & Ratih, I. A. (2025). Strategi penghidupan berkelanjutan (Sustainable Livelihood) masyarakat di kawasan sawit Desa Tesha Distrik Bomberay Kabupaten Fakfak. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 18(1), 45–62. https://jpwp.jurnal.unej.ac.id/index.php/JPWP/article/view/53687
Putnam, R. D. (1993). Making Democracy Work: Civic Traditions in Modern Italy. Princeton: Princeton University Press.
Putri, T. D., Zakaria, W. A., Murniati, K., Herison, A., & Yuliawan, D. (2026). Pemanfaatan ruang berbasis mitigasi bencana banjir di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Ilmu Multidisiplin, 5(1), 569–585. https://doi.org/10.38035/jim.v5i1
Sagala, S., Lassa, J., Yasaditama, H., & Hudalah, D. (2013). The evolution of risk and vulnerability in Greater Jakarta: Contesting government policy in dealing with a megacity's exposure to flooding. IRGSC Working Paper, 2, 1–28. https://www.preventionweb.net/quick/42555
Simane, B., Zaitchik, B. F., & Foltz, J. D. (2016). Agroecosystem specific climate vulnerability analysis: Application of the Livelihood Vulnerability Index to a tropical highland region. Mitigation and Adaptation Strategies for Global Change, 21(1), 39–65. https://doi.org/10.1007/s11027-014-9568-1
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tambunan, T. (2012). Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Indonesia: Isu-isu Penting. Jakarta: LP3ES.
United Nations Development Programme (UNDP). (2017). Human Development Report 2016: Human Development for Everyone. New York: UNDP.
Yoshida, K., & Deyle, R. E. (2005). Determinants of small business hazard mitigation. Natural Hazards Review, 6(1), 1–12.
Zhang, Y., Lindell, M. K., & Prater, C. S. (2009). Vulnerability of community businesses to environmental disasters. Disasters, 33(1), 38–57. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/pdfdirect/10.1111/j.1467-7717.2008.01061.x
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Martha Della Puspita, Dedy Yuliawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










This work is licensed under a