Yurisdiksi International Criminal Court pada Kasus Duterte dan Pertanggungjawaban Pidana Pasca Penarikan Diri Filipina dari Statuta Roma

Authors

  • Muhammad Edwar Universitas Bengkulu
  • Wevy Efticha Sary Universitas Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.5398

Keywords:

ICC; kejahatan terhadap kemanusiaan; pertanggungjawaban pidana; penarikan diri Statuta Roma.

Abstract

Penarikan diri Filipina dari Statuta Roma menimbulkan perdebatan mengenai keberlanjutan yurisdiksi International Criminal Court (ICC) serta pertanggungjawaban pidana atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam kebijakan War on Drugs pada masa pemerintahan Rodrigo Duterte. Ribuan kematian yang diduga merupakan pembunuhan di luar proses hukum memunculkan perhatian komunitas internasional dan mendorong ICC melakukan pemeriksaan awal pada tahun 2018. Penelitian ini bertujuan menganalisis keberlanjutan yurisdiksi ICC pasca penarikan diri Filipina dari Statuta Roma serta implikasinya terhadap pertanggungjawaban pidana individual mantan kepala negara. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penarikan diri Filipina tidak menghapus yurisdiksi ICC terhadap kejahatan yang terjadi selama masa keanggotaan negara tersebut. Berdasarkan Pasal 127 Statuta Roma, ICC tetap memiliki kewenangan ratione temporis, sehingga pertanggungjawaban pidana individual atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan tetap dapat ditegakkan.

References

Akande, D. (2004). International law immunities and the International Criminal Court. American Journal of International Law, 98(3), 407–433.

O’Keefe, R. (2010). The rule of law and the prosecution of heads of state. International Criminal Law Review, 12, 1–29.

Simangan, D. (2019). The Philippines’ war on drugs: Implications for human rights and international criminal justice. Journal of Peace Research.

Sperfeldt, C. (2022). Accountability for mass atrocities in Southeast Asia. International Journal of Transitional Justice, 16(2), 343–361. https://academic.oup.com/ijtj/articlepdf/16/2/343/44001524/ijac007.pdf

Cassese, A., & Gaeta, P. (2013). Cassese’s international criminal law (3rd ed.). Oxford University Press.

Cryer, R., Friman, H., Robinson, D., & Wilmshurst, E. (2019). An introduction to international criminal law and procedure (4th ed.). Cambridge University Press.

Schabas, W. A. (2017). An introduction to the International Criminal Court (5th ed.). Cambridge University Press.

Schabas, W. A. (2017). An introduction to the International Criminal Court (5th ed.). Cambridge University Press.

Rome Statute of the International Criminal Court. (1998). 2187 U.N.T.S. 90. https://www.icc-cpi.int/resource-library/documents/rs-eng.pdf

United Nations. (1969). Vienna Convention on the Law of Treaties. https://legal.un.org/ilc/texts/instruments/english/conventions/1_1_1969.pdf

International Criminal Court. (2017). Situation in the Republic of Burundi: Decision pursuant to Article 15 of the Rome Statute (ICC-01/17-X-9-US-Exp, 25 October 2017). https://www.icc-cpi.int

United Nations Treaty Collection. (2019). Rome Statute of the International Criminal Court – Status of Philippines. https://treaties.un.org

Amnesty International. (2017). If you are poor you are killed: Extrajudicial executions in the Philippines’ war on drugs. https://www.amnesty.org/en/documents/asa35/5517/2017/en/

Human Rights Watch. (2017). License to kill: Philippine police killings in Duterte’s “war on drugs”. https://www.hrw.org/report/2017/03/02/license-kill/philippine-police-killings-dutertes-war-drugs

Downloads

Published

2026-04-17

How to Cite

Muhammad Edwar, & Efticha Sary, W. (2026). Yurisdiksi International Criminal Court pada Kasus Duterte dan Pertanggungjawaban Pidana Pasca Penarikan Diri Filipina dari Statuta Roma. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(2), 7282–7288. https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.5398

Issue

Section

Articles