Perlindungan Hukum Nasabah Bank Digital Syariah Di Indonesia Yang Berkepastian Hukum
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3602Keywords:
Bank Syariah Digital, Kepastian Hukum, Nasabah, Perlindungan HukumAbstract
The Financial Services Authority (OJK) regulations in Indonesia, specifically POJK No. 12/POJK.03/2021 regarding Commercial Banks, serve as the legal basis for the operation of Digital Banks in Indonesia. This regulation, grounded in Law No. 10 of 1998 amending Law No. 7 of 1992 on Banking, allows Digital Banks to operate without physical branches, creating a legal vacuum, especially when compared to Islamic Banks. While the definition of Digital Banks is not explicitly mentioned in the regulation, the protection of Digital Bank customers remains a significant concern. POJK No. 12/POJK.03/2018 emphasizes that Digital Banks, including those based on Sharia principles, must comply with the provisions applicable to Indonesian Legal Entity Banks (BHI). Therefore, it is important to adopt specific regulations (Lex Specialis) governing Digital Islamic Banks to ensure better protection for customers. This research encourages the need for more specific regulations to protect the customers of Digital Banks, particularly Digital Islamic Banks, in creating a safer, more transparent digital banking environment that aligns with Sharia principles and protects the interests of customers in Indonesia
References
Berman, S. J., Digital transformation: opportunities to create new business models. Journal of Strategy & Leadership, 40(2), 2012
Chaerudin, et. al., Strategi Pencegahan dan Penegakan Hukum Tindak Pidana Korupsi, (Bandung: Refika Aditama, 2008).
CIMB NIAGA, Memahami Bank Digital beserta keunggulannya, Pengertian dan Keunggulan layanan https://www.cimbniaga.co.id/id/inspirasi/perencanaan/memahami-bank-digital-serta-keunggulannya.
Djumhana, Muhammad,2003, Hukum Perbankan di Indonesia. Citra Aditya Bhakti, Bandung.
Fitri Wahyuni, dkk., 2021, “Rekonstruksi Paradigma dan Sistem Hukum Indonesia di Era Pandemi Covid-19”, Bandung: Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (Forsiladi)
Henry Campbell Black, Black’s Law Dictionary with Pronunciation, Sixth Edition, (St. Paul, Minn, US: West Publishing Co., 1990)
Husni Syazali dan Heni Sri Imaniyati, 2000, Hukum Perlindungan Konsumen, Jakarta; Mandar Maju.
Marlina, Asti., & Bimo, Widi Aryo. (2018). Digitalisasasi Bank Terhadap Peningkatan Pelayanan Dan Kepuasan Nasabah Bank . Jurnal Ilmiah Inovator, Edisi Maret
Mislah Hayati Nasution, Sutisna.2015. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Nasabah Terhadap Internet Banking. Jurnal Nisbah. Volume 1 Nomor 1.
Muhammad Akbar Suharbi & Hendro Margono, Kebutuhan transformasi bak digital Indonesia di era revolusi Industri 4.0, Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan, 7(10)
Muhammad Urfi A., 2020, Urgensi Pembentukan Undang-Undang Digital Banking bagi Perbankan Syariah di Indonesia, Lex Renaissance, Vol. 5, No. 4.
Peter Mahmud Marzuki (I), “Pengantar Ilmu Hukum”, (Jakarta: Kencana Prenanda Media Group, 2013).
Peter Mahmud Marzuki, 2022, Penelitian Hukum : Edisi Revisi, (Kencana, Jakarta), hlm. 55
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. Lembaran negara Republik Indonesia Nomor Tahun 1998 Nomor 182
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 22
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah Lembaran Negara Nomor 94 Tahun 2008
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa Keuangan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 111
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12/POJK.03/2021. Tentang Penyelenggaraan Layanan Perbankan Digital Oleh Bank Umum.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Exy Ariandi, Andika Wijaya, Rizki Setyobowo Sangalang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a