FOMO dan Negosiasi Identitas Generasi Z Di Ruang Digital Mahasiswa Universitas Nusa Cendana Kupang

(Scrooling- Self Constrution)

Authors

  • Petrus Selestinus Mite Universitas Nusa Cendana
  • Maria Valentina Jelita Universitas Nusa Cendana
  • Dafrosa Desfita Atriwanti Universitas Nusa Cendana
  • Angely Victory Universitas Nusa Cendana
  • Yohanes Debrito Pake Universitas Nusa Cendana
  • Lasarus Jehamat Universitas Nusa Cendana
  • Imelda Nahak Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3506

Keywords:

Media sosial, Fear of Missing Out (FOMO), Identitas digital, Generasi Z, Mahasiswa

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah secara signifikan mengubah cara individu membangun, menampilkan, dan menegosiasikan identitas sosial mereka. Media sosial tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai ruang untuk representasi diri dan konstruksi makna sosial baru. Generasi Z, sebagai penduduk asli digital yang tumbuh dengan akses konstan terhadap teknologi, merupakan kelompok yang paling terpengaruh oleh dinamika ini. Studi ini bertujuan untuk meneliti peran media sosial dalam membentuk fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan untuk memahami bagaimana FOMO berkontribusi pada proses konstruksi identitas di kalangan Generasi Z, khususnya mahasiswa Universitas Nusa Cendana di Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi yang melibatkan informan yang dipilih secara purposif yang merupakan pengguna media sosial aktif dan menunjukkan perilaku terkait FOMO. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang intensif, terutama pengguliran pasif, paparan konten viral, dan interaksi antar teman sebaya mendorong perbandingan sosial yang memicu FOMO. Fenomena ini memotivasi siswa untuk mengikuti tren, terlibat dalam konsumsi simbolis, dan mengelola presentasi diri mereka untuk mendapatkan pengakuan sosial. Akibatnya, identitas siswa bersifat cair, performatif, dan terus-menerus dinegosiasikan antara otentisitas pribadi dan ekspektasi sosial digital. Meskipun demikian, beberapa siswa menunjukkan kesadaran reflektif dan mengembangkan strategi untuk mengelola FOMO, mengatur penggunaan media sosial, dan menjaga kesejahteraan mental. Studi ini menyimpulkan bahwa media sosial memainkan peran penting dalam membentuk FOMO dan konstruksi identitas digital di kalangan siswa Generasi Z dalam konteks lokal Kupang.

Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah mengubah cara individu membangun dan menegosiasikan identitas sosial, khususnya pada Generasi Z yang tumbuh menjadi digital native. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai ruang representasi diri, konstruksi makna sosial, serta pembentukan identitas digital. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran media sosial dalam menciptakan fenomena Fear of Missing Out (FOMO) serta bagaimana FOMO berkontribusi dalam proses konstruksi identitas Generasi Z, khususnya mahasiswa Universitas Nusa Cendana Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap informan yang dipilih secara purposive, yaitu mahasiswa Generasi Z yang aktif menggunakan media sosial dan menunjukkan kecenderungan perilaku FOMO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial, terutama aktivitas scrolling dan paparan konten viral, memicu komunikasi sosial yang berakhir pada FOMO. Fenomena ini mendorong mahasiswa untuk mengikuti tren, melakukan konsumsi simbolik, serta mengelola citra diri demi memperoleh pengakuan sosial. Proses tersebut menunjukkan bahwa identitas siswa bersifat cair, performatif, dan terus dinegosiasikan antara keaslian diri dan tuntutan norma digital. Meskipun demikian, sebagian mahasiswa juga menunjukkan kesadaran reflektif dan resistensi strategi untuk mengelola tekanan FOMO dan menjaga kesehatan mental. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial berperan signifikan dalam membentuk dinamika FOMO dan konstruksi identitas digital mahasiswa Generasi Z di Kota Kupang.

References

Adiarsi, G. R., Putra, A. E., & Raymond. (2024). Motivasi pengguna media sosial di kalangan mahasiswa Generasi Z. Jurnal Komunikasi, 10(1), 45–56.

Afifah, N., & Kuntari, S. (2025). Peran media sosial dalam pembentukan identitas sosial Generasi Z di aplikasi TikTok dan Instagram. Jurnal Sosial dan Humaniora, 4(3), 4409–4415.

Ananda, M., Suriansyah, A., & Rafianti, W. R. (2024). Pengaruh media sosial terhadap pembentukan identitas diri pada Generasi Z. MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 2(4), 2279–2289. https://jurnal.ulm.ac.id/maras

Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur. (2021). Persentase penduduk berumur 5 tahun ke atas yang mengakses internet. https://ntt.bps.go.id

Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge. New York, NY: Anchor Books.

Duffy, B. E., & Chan, N. (2019). You never really know who’s watching: Algorithmic imaginaries and the performative politics of visibility on Instagram. New Media & Society, 21(11–12), 3326–3343.

Ekanti, D., & Kuwantiarso, M. (2024). Digital-native workforce: Strategi pengembangan SDM untuk Generasi Z. Kohesi: Jurnal Multidisiplin Saintek, 5(5).

Giddens, A. (1991). Modernity and self-identity: Self and society in the late modern age. Stanford, CA: Stanford University Press.

Goffman, E. (1959). The presentation of self in everyday life. New York, NY: Doubleday.

Hall, S. (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. London, England: Sage.

Hernawati, R., Manek, A. M., & Sasea, T. (2025). Peran literasi digital dalam memoderasi pengaruh doom spending, doom scrolling, dan fear of missing out terhadap perilaku pengelolaan keuangan Generasi Z di Kota Kupang. Among Makarti, 18(1), 41–52. https://doi.org/10.63822/8ymy5g51

Ibrahim, I., & Suwana, F. (2024). Identitas digital generasi muda Indonesia dalam ekosistem media sosial. Jurnal Komunikasi Global, 12(1), 55–70.

Kim, J., & Lee, J. E. R. (2011). The Facebook paths to happiness: Effects of the number of Facebook friends and self-presentation on subjective well-being. CyberPsychology, Behavior, and Social Networking, 14(6), 359–364.

Lisa, Y., Taroreh, S. E. C., Rahayu, A. P., Yasmin, N. A., Widyawati, R. H., Zainal, M. A. F. Y., & Mulyadi. (2025). Budaya FOMO dan identitas sosial mahasiswa: Perspektif sosiologi dan antropologi di era media digital. Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 16(1). https://doi.org/10.3783/causa.v2i9.2461

Marwan. (2023). Konstruksi identitas digital di era media sosial. Sosiologi Reflektif, 21(1), 45–60.

Mascheroni, G., & Vincent, J. (2022). Youth, digital media, and the politics of online visibility. Information, Communication & Society, 25(7), 897–915.

Mingoia, J., Hutchinson, A. D., Wilson, C., & Gleaves, D. H. (2022). Social media aesthetics and youth identity construction. Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking, 25(4), 231–239.

Mokos, I. E. (2025). Konstruksi identitas diri remaja di media sosial: Analisis konsep dramaturgi Erving Goffman. MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(3), 638–649. https://doi.org/10.54259/mukasi.v3i3.4690

Nafisah, Y. F., & Jannah, M. (2024). Penggunaan media sosial pada Generasi Z. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 11(2), 705–713. https://doi.org/10.26740/cjpp.v11n2.p705-713

Nugroho, A., & Putri, R. (2021). Identitas cair Generasi Z dalam budaya digital. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 12(2), 155–168.

Pravita, D. (2024). Analisis dampak media sosial pada perilaku fear of missing out generasi milenial. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 11(1), 31–38.

Rahmawati, S., & Nugroho, B. (2025). Negosiasi identitas Generasi Z Indonesia dalam tren global media sosial. Jurnal Sosiologi Indonesia, 13(1), 1–15.

Sari, M., & Wahyudi, T. (2022). Pengaruh tren media sosial terhadap pembentukan identitas Generasi Z. Jurnal Komunikasi dan Kajian Media, 6(2), 134–145.

Sari, R. P., Trenggono, N., Aryanti, N. Y., Ashaf, A. F., & Kartika, T. (2025). Peran media sosial dalam pembentukan identitas: Perspektif cultural studies. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 5(4), 7282–7290. https://j-innovative.org

Swari, N. K. E. P., & Tobing, D. (2024). Dampak perbandingan sosial pada pengguna media sosial: Sebuah kajian literatur. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(7), 853–863. https://doi.org/10.5281/zenodo.11194800

Wulandari, S., & Nugroho, B. (2020). Upward social comparison dan kecenderungan fear of missing out pada mahasiswa pengguna Instagram. Jurnal Psikologi Undip, 19(1), 75–88.

Yang, C.-C., Liu, D., & Wei, M. (2021). Social media use and fear of missing out: The psychological process of identity negotiation. Journal of Social and Personal Relationships.

Zarouali, B., Esser, F., & De Pauw, G. (2021). Algorithmic influence and online self-presentation among youth. Journal of Computer-Mediated Communication, 26(2), 73–90.

Downloads

Published

2026-01-07

How to Cite

Petrus Selestinus Mite, Maria Valentina Jelita, Dafrosa Desfita Atriwanti, Angely Victory, Yohanes Debrito Pake, Lasarus Jehamat, & Imelda Nahak. (2026). FOMO dan Negosiasi Identitas Generasi Z Di Ruang Digital Mahasiswa Universitas Nusa Cendana Kupang: (Scrooling- Self Constrution). Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 2309–2322. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3506

Issue

Section

Articles