Respons Al-Qur’an Terhadap Fenomena Toxic Positivity: Analisis Kritis Ayat-Ayat Ujian, Sabar dan Keseimbangan Emosi

Authors

  • Jun Firmansyah Universitas PTIQ Jakarta
  • Afifah Nada ulhaq Universitas PTIQ Jakarta
  • Aldomi Putra Universitas PTIQ Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3464

Keywords:

Al-Qur’an, toxic positivity, ujian, sabar, keseimbangan emosi, kesehatan mental Islam.

Abstract

Fenomena toxic positivity berkembang dalam masyarakat modern sebagai kecenderungan menuntut sikap berpikir positif secara berlebihan hingga mengabaikan realitas penderitaan, emosi negatif, dan proses psikologis manusiawi. Dalam konteks keislaman, sikap ini berpotensi bertentangan dengan nilai-nilai Al-Qur’an yang memandang ujian, kesabaran, dan keseimbangan emosi sebagai bagian integral dari kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons Al-Qur’an terhadap fenomena toxic positivity melalui kajian kritis terhadap ayat-ayat yang berbicara tentang ujian (ibtilā’), sabar (ṣabr), dan pengelolaan emosi secara proporsional. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), menggunakan analisis tematik (tafsīr maudhu‘ī) terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan, serta didukung oleh literatur tafsir klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an secara tegas mengakui keberadaan penderitaan, kesedihan, dan kegelisahan sebagai bagian dari sunnatullah, serta tidak menuntut manusia untuk menutupi atau menafikan emosi negatif. Konsep sabar dalam Al-Qur’an tidak dimaknai sebagai penyangkalan emosi, melainkan sebagai sikap aktif dalam menghadapi ujian dengan kesadaran, keteguhan iman, dan keseimbangan emosional. Pembahasan ini menegaskan bahwa ajaran Al-Qur’an menawarkan paradigma kesehatan mental yang realistis dan humanis, berbeda dari toxic positivity yang cenderung menekan ekspresi emosi. Kesimpulannya, Al-Qur’an memberikan kerangka etis dan spiritual yang seimbang dalam menyikapi realitas hidup, dengan menempatkan emosi manusia sebagai bagian dari proses pembentukan keimanan dan kedewasaan spiritual.

References

Abou-Bakr, O. (2011). Tafsir and gender: Modernist and postmodernist approaches. Al-‘Arabiyya, 44, 145–167.

Bonanno, G. A. (2009). The other side of sadness: What the new science of bereavement tells us about life after loss. Basic Books.

Fredrickson, B. L. (2009). Positivity. Crown Publishing Group.

Gable, S. L., & Haidt, J. (2005). What (and why) is positive psychology? Review of General Psychology, 9(2), 103–110. https://doi.org/10.1037/1089-2680.9.2.103.

Goodman, W. L. (2022). Toxic positivity: Keeping it real in a world obsessed with being happy. TarcherPerigee.

Gordon, C. (2021). Toxic positivity: Keeping it real in a world obsessed with being happy. HarperOne.

Gross, J. J. (Ed.). (2014). Handbook of emotion regulation (2nd ed.). Guilford Press.

Gross, J. J., & John, O. P. (2003). Individual differences in two emotion regulation processes: Implications for affect, relationships, and well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 85(2), 348–362. https://doi.org/10.1037/0022-3514.85.2.348

Held, B. S. (2004). The negative side of positive psychology. Journal of Humanistic Psychology, 44(1), 9–46. https://doi.org/10.1177/0022167803259645.

Ibn Kathīr, I. ibn ‘U. (1999). Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm (Vol. 4). Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Mahmood, S. (2012). Politics of piety: The Islamic revival and the feminist subject. Princeton University Press.

Mauss, I. B., Hankin, B. L., Kappes, A., & Tamir, M. (2018). The costs of believing emotions are contagious: Consequences of holding implicit theories of emotion in daily life. Journal of Experimental Psychology: General, 147(8), 1170–1186. https://doi.org/10.1037/xge0000452.

Muhtadin, R. (2022). Toxic positivity: Mengenal sisi gelap dari pikiran positif. Gramedia Pustaka Utama.

Mulia, S. M. (2005). Islam dan kekerasan dalam rumah tangga. Kompas Media Nusantara.

Al-Qurṭubī, A. ‘A. M. ibn A. ibn A. B. (2006). Al-Jāmi‘ li aḥkām al-Qur’ān (Vol. 9). Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Seligman, M. E. P. (1998). Positive psychology: Fundamental assumptions. Oxford University Press.

Seligman, M. E. P. (2002). Authentic happiness: Using the new positive psychology to realize your potential for lasting fulfillment. Free Press.

Seligman, M. E. P., & Csikszentmihalyi, M. (2000). Positive psychology: An introduction. American Psychologist, 55(1), 5–14. https://doi.org/10.1037/0003-066X.55.1.5

Downloads

Published

2026-01-06

How to Cite

Jun Firmansyah, Afifah Nada ulhaq, & Aldomi Putra. (2026). Respons Al-Qur’an Terhadap Fenomena Toxic Positivity: Analisis Kritis Ayat-Ayat Ujian, Sabar dan Keseimbangan Emosi. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 2140–2152. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3464

Issue

Section

Articles