Hukum Ekonomi Islam Dalam Sistem Keuangan Digital
Dual Commpliance Ojk-Dsn Mui Dan Fintech Syariah Berbasis Maqashid Syariah
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3410Keywords:
Hukum Ekonomi Islam, Maqashid Syariah, FinTech Syariah, Dual Compliance, OJK.Abstract
Hukum Ekonomi Islam (HES) memiliki peran penting dalam sistem keuangan dualistik di Indonesia, berakar pada wahyu dan menjamin kepatuhan syariah yang berbeda dengan ekonomi konvensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis kerangka regulasi dual compliance antara Otoritas Jasa Keuangan dan Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia, mengevaluasi kepatuhan syariah pada FinTech P2P lending, serta meninjau peran instrumen sosial-keuangan seperti wakaf produktif dalam mencapai kesejahteraan universal dan pembangunan berkelanjutan. Metode normatif dengan pendekatan studi kepustakaan digunakan. Hasil menunjukkan adanya harmonisasi regulasi yang intensif namun masih terdapat konflik pada praktik FinTech P2P lending terkait potensi riba dalam penentuan ujrah. Industri keuangan syariah tumbuh namun masih tertinggal dari segi efisiensi dan pangsa pasar nasional. Kesimpulannya, implementasi HES memerlukan paradigma progresif yang mengedepankan Maqashid Syariah untuk menjaga integritas harta dalam transformasi digital dan optimalisasi instrumen sosial-keuangan guna distribusi kekayaan adil dan kesejahteraan universal.
References
Journal
Abdullah, I. (2017). Negara, tanah, dan konflik: Kajian kritis implementasi UUPA di Indonesia. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 3(1), 45–60.
Ahmad, F., & Hamzah, M. (2024). Kepatuhan syariah pada fintech lending syariah: Analisis akad dan implementasinya. Qawānīn Journal of Economic Syaria Law, 8(1), 84–101.
Annisa, N., Eka, E., & Susanto, I. (2024). The comparison of Islamic commercial bank performance in Indonesia based on Maqashid Syariah Index (MSI) and Islamicity Performance Index (IPI). AKUA: Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 4(3).
Baharun, H. (2016). Manajemen kinerja dalam meningkatkan competitive advantage pada lembaga pendidikan Islam. At-Tajdid: Jurnal Ilmu Tarbiyah, 5(2), 243–262.
Levina, E. Y., Kutuev, R. A., Balakhnina, L. V., Tumarov, K. B., Chudnovskiy, A. D., & Shagiev, V. V. (2016). The structure of the managerial system of higher education’s development. International Journal of Environmental & Science Education, 11(15), 8143–8153.
Syach, N. L., & Al Fatih, M. H. (2025). Analisis peran dewan pengawas syariah dalam implementasi good corporate governance (GCG) dan audit kepatuhan syariah. Jurnal Ekonomi Sakti, 14(2).
Widayanti, I., Waning, S., & Puspita, H. (2023). The role of DSN-MUI fatwa in Indonesian sharia banking development flows in the industrial revolution 4.0. Journal Islamic of Economics, 3(1), 29–44.
Book
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Gottschalk, P. (2005). Strategic knowledge management technology. Hershey, PA: Idea Group Publishing.
Hatum, A. (2010). Next generation talent management: Talent management to survive turmoil. London: Palgrave Macmillan.
Manan, A. (2025). Pemikiran ekonomi Islam kontemporer. Jakarta: Kencana.
Marzuki, P. M. (2005). Penelitian hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Mertokusumo, S. (2012). Teori hukum. Yogyakarta: Cahaya Atma Pustaka.
Website
l-Afkar Journal. (n.d.). Sinergi zakat dan wakaf dalam mewujudkan kesejahteraan ekonomi syariah kontemporer. Diakses 18 November 2025, dari https://al-afkar.com
Areai. (n.d.). Analisis perbandingan kinerja keuangan bank syariah dan bank konvensional. Diakses 18 November 2025, dari https://ejournal.areai.or.id
BRIN. (n.d.). BRIN ungkap ZISWAF bangun pertumbuhan ekonomi. Diakses 13 November 2025, dari https://www.brin.go.id
Itang. (n.d.). Dasar hukum ekonomi Islam. Diakses 18 November 2025, dari https://journal.islamiconomic.or.id
Kementerian Agama RI. (n.d.). Dana ZISWAF sebagai instrumen pembiayaan pembangunan keagamaan. Diakses 13 November 2025, dari https://kemenag.go.id
Otoritas Jasa Keuangan. (2024a). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 3 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan. Jakarta: OJK.
Otoritas Jasa Keuangan. (2024b). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 40 Tahun 2024 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi. Jakarta: OJK.
Otoritas Jasa Keuangan. (2024). Laporan tahunan Otoritas Jasa Keuangan: Kinerja industri keuangan syariah tahun 2024. Jakarta: OJK.
ResearchGate. (n.d.a). Wakaf produktif dalam perspektif Maqashid Syariah. Diakses 18 November 2025, dari https://www.researchgate.net
ResearchGate. (n.d.b). Integration of green sukuk and cash waqf linked sukuk for financing agriculture sustainable. Diakses 13 November 2025, dari https://www.researchgate.net
ResearchGate. (n.d.c). Harmonisation between DSN-MUI fatwas and OJK regulations. Diakses 18 November 2025, dari https://www.researchgate.net
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mahisa Mareati, Agus Awaluddin, Sirajuddin, Zuhrah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a