Dampak Migrasi Terhadap Sosial Budaya di Kota Batam
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3257Keywords:
Migrasi, Sosial Budaya, Kota BatamAbstract
Penelitian ini mengkaji tentang dampak migrasi terhadap perubahan sosial budaya di Kota Batam, Kota yang merupakan tempat tujuan migrasi dari berbagai daerah di Indonesia. Migrasi dilakukan dengan tujuan utama meningkatkan kondisi ekonomi, namun juga membawa perubahan sosial budaya melalui proses akulturasi. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui perubahan budaya sosial yang terjadi akibat migrasi di Kota Batam, faktor migrasi, serta dampak positif dan negatif terhadap sosial budaya Kota Batam. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dengan mengambil sumber data yang relevan tentang dampak migrasi terhadap sosial budaya. Analisis dan penyajian datanya menggunakan deskriptif analisis dan berdasarkan fenomena yang terlihat di Kota Batam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor migrasi yang dilakukan yaitu ekonomi, pendidikan, budaya, lingkungan, dan sosial. Dampak yang diberikan adalah dampak positif dan negatif. Dampak positif migrasi adalah munculnya keragaman bahasa, gaya bicara, dan pakaian, terbukanya lapangan pekerjaan, serta pelestarian budaya lokal melalui adaptasi. Migrasi juga menimbulkan dampak negatif seperti kesalahpahaman komunikasi, ancaman terhadap keberlangsungan rumah adat Melayu asli, berkurangnya lahan dan ruang budaya bagi masyarakat asli, serta konflik sosial budaya yang dapat mengganggu kohesi sosial. Pergeseran demografis akibat migrasi menyebabkan masyarakat Melayu asli semakin tersingkir dari wilayah tradisionalnya, dengan implikasi penting bagi dinamika sosial budaya di Kota Batam.
References
Armansyah, A., Taufik, M., & Damayanti, N. (2022). Dampak Migrasi Penduduk Pada Akulturasi Budaya Di Tengah Masyarakat. Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi, 6(1), 25-34.
Husnah, A. (2019). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Migrasi Seumur Hidup di Indonesia. Jurnal Kajian Ekonomi dan Pembangunan, 1(2), 331-340
Nyompa, S., Ali, N., Jali, M., Rostam, K. (2012). Migrasi dan Impaknya Terhadap Aspek Sosial dan Ekonomi di Bandar Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia. Jurnal Perspektif, 4(2), 85-98
Nazari, R. (2025). Proses Penyerahan Tepak Sirih Sebagai Seserahan Wajib Dalam Pernikahan Adat Melayu di Nongsa Batam. Jurnal Ilmiah Research Student, 2(2), 323-329
Fuzain, N. (2023). Konflik Sengketa Lahan Antara Masyarakat Adat Rempang Dengan BP Batam Terhadap Pembangunan Rempang Eco City. Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains, 2(11), 1081-1088
Humaedi, M. (2014). Kegagalan Akulturasi Budaya dan Isu Agama Dalam Konflik Lampung. Jurnal Analisa, 21(2), 149-162
Najwan, J. (2009). Konflik Antar Budaya dan Antar Etnis di Indonesia Serta Alternatif Penyelesainnya. Jurnal Hukum, (16), 195-208
Isti, D., Kurnia, H. (2022). Akulturasi Budaya Lokal dan Agama dalam Grebeg Agam di Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Academy of Social Science and Global Citizenship Journal, 2(1), 28-32
Yulita, O., Anwar, K., Putra, D., Isa, M. (2021). Akulturasi Budaya Pernikahan Minangkabau dengan Transmigrasi Jawa di Kabupaten Solok Selatan Sumatera Barat. Jurnal Ideas, 7(2)
Permata, A., Abidin, S. Interaksi Antarbudaya Masyarakat Suku Melayu dan Suku Batak di Kecamatan Batu Aji. Scientia Journal: Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Dailami, Thamdzir, M., Mikasari, D. (2022). Kesiapan Budaya Masyarakat Kota Batam Dalam Menyambut Batam Sebagai Kota Wisata. Jurnal Mata Pariwisata, 1(2)
Saputra, N., Pierewan, A. Pengaruh Migrasi Terhadap Kesejahteraan Masyarakat di Indonesia. Jurnal Pendidikan Sosiologi
Qomariya, F., Soetarto, H., Alfiyah, N. (2021). Migrasi Dalam Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Talango. Jurnal Public Corner Fisip Universitas Wiraraja, 16(1)
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ibnu Muzaf, Divani Fadilah Putri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a