Budaya Betawi Di Persimpangan Globalisasi : Upaya Menjaga Identitas Lokal

Authors

  • Prajna Paramitha Marhaeni Fakultas Psikologi, Universitas Tarumanagara
  • Kezia Alexandra Emor Fakultas Psikologi, Universitas Tarumanagara
  • Dias Amaliah Kangiden Fakultas Psikologi, Universitas Tarumanagara
  • Alma Silvi Fakultas Psikologi, Universitas Tarumanagara
  • Jap Tji Beng Fakultas Psikologi, Universitas Tarumanagara

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3180

Keywords:

budaya betawi, identitas lokal, globalisasi, pelestarian budaya, modernisasi.

Abstract

Budaya Betawi sebagai simbol identitas lokal masyarakat Jakarta saat ini menghadapi tantangan besar akibat derasnya arus globalisasi, modernisasi, dan urbanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika budaya Betawi, proses akulturasi yang membentuknya, serta pengaruh perubahan sosial terhadap keberlanjutan budaya tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada 8 tokoh dan pelaku budaya Betawi yang tersebar di beberapa wilayah Jakarta, yaitu Menteng, Senen, Setu Babakan, Tanjung Priok, Condet, Kampung Melayu, Kemayoran, dan kawasan Taman Mini Indonesia Indah  (TMII). Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Betawi terbentuk melalui proses sejarah panjang yang melibatkan akulturasi dengan berbagai bangsa, seperti Cina, Arab, Belanda, Portugis, dan India. Pengaruh tersebut tercermin dalam seni pertunjukan tradisional seperti Lenong dan Gambang Kromong, kuliner khas, bahasa sehari-hari, serta berbagai tradisi dan upacara adat. Namun, perkembangan zaman, dominasi budaya populer, dan minimnya minat generasi muda menyebabkan semakin memudarnya praktik budaya tradisional di kehidupan sehari-hari.Upaya pelestarian yang telah dilakukan, seperti pengembangan kawasan wisata budaya Setu Babakan, dinilai belum cukup jika tidak diiringi dengan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan strategi pelestarian yang adaptif melalui pendidikan berbasis budaya lokal, pemanfaatan media digital, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan komunitas seni agar budaya Betawi tetap lestari dan relevan tanpa kehilangan identitas aslinya.

References

Ali, A. R. (2014). Akulturasi budaya Betawi dengan Tionghoa (Skripsi). UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8176/1/ALI%20ABDUL%20RODZIK-FDK.pdf

Ardiansyah, M. (2022). Bentuk akulturasi masyarakat Betawi pada novel Kronik Betawi. Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(2), 125–137. https://journal.uhamka.ac.id/index.php/imajeri/article/view/7648

Fitriani, Y., & Hartati, S. (2023). Nilai-nilai budaya pada masyarakat Betawi dilihat dari makanan khas. Sajaratu: Jurnal Budaya, 5(1), 44–57. https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/download/4340/2519/15957

Indah, R. A. (2021). Analisis potensi Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan. Jurnal Pariwisata, 8(2), 101–114. https://jurnal.ugm.ac.id/tourism_pariwisata/article/download/100589/40291

Kurniawan, A. (2020). Pelestarian Perkampungan Budaya Betawi: Dari Condet ke Srengseng Sawah. Artefak: Jurnal Arkeologi dan Sejarah, 7(1), 55–70. https://jurnal.unigal.ac.id/artefak/article/view/7537

Manurung, A. (2019). Perkembangan budaya Betawi dalam perspektif sejarah (Skripsi). Universitas Tarumanagara. https://lintar.untar.ac.id/repository/penelitian/buktipenelitian_10601002_4A020322102009.pdf

Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya. https://lib.unnes.ac.id/40372/1/Metode%20Penelitian%20Kualitatif.pdf

Mita, R. (2010). Indahnya Betawi. https://media.neliti.com/media/publications/166886-ID-indahnya-betawi.pdf

Paramita, S. (2018). Pergeseran makna budaya ondel-ondel pada masyarakat Betawi modern. Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia, 1(1).

Prasetyo, D. (2019). Akulturasi pada fasad rumah Betawi (Studi Kasus Rumah Si Pitung di Marunda). Dekons: Jurnal Desain Komunikasi Visual, 4(1), 15–28. https://ejournal.gunadarma.ac.id/index.php/dekons/article/download/1922/1756

Putra, A. P., & Sari, N. (2022). Eksistensi Perkampungan Setu Babakan sebagai daya tarik wisata budaya Betawi. Destinasi Pariwisata, 10(1), 88–103. https://ojs.unud.ac.id/index.php/destinasipar/article/download/67975/37606

Rachmawati, F., & Hidayat, R. (2021). Strategi pengelolaan lanskap wisata di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan. Jurnal Lanskap Indonesia, 13(2), 35–47. https://journal.ipb.ac.id/index.php/jli/article/view/48700

Santoso, B. (2023). Memahami “Betawi” dalam konteks cagar budaya Condet dan Setu Babakan. Santhet: Jurnal Sejarah, Pendidikan, dan Humaniora, 7(2), 77–91. https://ejournal.unibabwi.ac.id/index.php/santhet/article/view/1347

Saputra, F. A. (2024). Nilai-nilai budaya pada masyarakat Betawi dilihat dari makanan khas tradisional. Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah, 9(1), 94–109.

Wijaya, H. (2020). Posisi pariwisata Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan. Jurnal Studi Pariwisata, 1(1), 1–15. https://journal.polteksahid.ac.id/index.php/jstp/article/view/31

Downloads

Published

2026-01-01

How to Cite

Prajna Paramitha Marhaeni, Kezia Alexandra Emor, Dias Amaliah Kangiden, Alma Silvi, & Jap Tji Beng. (2026). Budaya Betawi Di Persimpangan Globalisasi : Upaya Menjaga Identitas Lokal. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 938–945. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3180

Issue

Section

Articles