Integrasi Etika dan Politik dalam Tafsir Surat Al-Maidah Ayat 57 dan At-Taubah Ayat 71

Authors

  • Muhammad Rizky Darmawan Hukum Tata Negara, Universitas Islam Negri Palangka Raya
  • Syifa Azahra Hukum Tata Negara, Universitas Islam Negri Palangka Raya
  • Mohammad Aditya AB Hukum Tata Negara, Universitas Islam Negri Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3178

Keywords:

Integrasi, Etika dan Politik, Tafsir Al-Maidah 57, Tafsir At-Taubah 71.

Abstract

Penelitian ini mengkaji integrasi etika dan politik dalam tafsir Surat Al-Maidah ayat 57 dan Surat At-Taubah ayat 71 yang memuat pedoman moral dan sosial penting bagi umat Islam. QS Al-Maidah 57 menegaskan larangan bagi orang beriman menjadikan orang yang menghina atau mempermainkan agama sebagai teman dekat atau pemimpin, sebagai bentuk menjaga identitas keimanan dan kemandirian politik. Ayat ini mengingatkan agar umat tidak berlindung pada musuh Islam yang lemah imannya dan merendahkan syariat, sehingga etika menjadi dasar kuat dalam politik Islam. Sedangkan QS At-Taubah 71 menekankan solidaritas antar mukmin, saling tolong-menolong dalam kebaikan, amar ma’ruf nahi munkar, penegakan salat, penunaian zakat, dan ketaatan pada Allah serta Rasul, sebagai fondasi kehidupan sosial dan politik yang berkeadilan dan beradab. Tafsir kedua ayat ini menunjukkan bahwa integrasi antara moral individu dan sosial dengan pengelolaan kekuasaan menjadi syarat utama terciptanya kepemimpinan yang adil dan masyarakat yang harmonis. Dalam konteks kontemporer, tafsir ini relevan sebagai pedoman untuk memilih pemimpin yang berintegritas dengan menjunjung tinggi nilai moral Islam dan menjaga keutuhan umat dari pengaruh budaya asing yang merusak. Penelitian ini juga menegaskan perlunya kesadaran kritis umat dalam menjalin hubungan sosial-politik serta internasional agar tidak merugikan agama dan bangsa. Dengan demikian, integrasi etika dan politik dalam kajian tafsir Al-Maidah 57 dan At-Taubah 71 menjadi landasan penting bagi pengembangan politik Islam yang bermartabat dan berkeadilan sosial di era globalisasi.

References

Ahmad Mustafa Al- Maraghi. (1993). Tafsir Al- Maraghi. Dar al-Fikr.

Al-Attas, S. M. N. (2001). Islam and Secularism. ISTAC.

Ar- Rifa"i, M. N. (1999). Tafsir Ibnu Katsir 2. Gema Insani.

Asy-Syaukani, M. (2000). Fath al-Qadir. Dar al-Fikr.

Hefner, R. W. (2011). Civil Islam: Muslims and Democratization in Indonesia. 6. Princeton University Press.

Khasyi’in, N., Saman, M., & Syahrani, A. (2017). Konsep Demokrasi dalam Pemilihan Pemimpin dalam Tafsir Ayat Siyasah Q.S AN-NISA Ayat 83 dan Q.S AL-MAIDAH Ayat 49 dan 57. Journal of Islamic Law and Studies, 1(1), 46–58.

M. Quraish Shihab. (2007). Wawasan Alquran: Tafsir Maudhu’i Atas Pelbagai Persoalan Umat. Mizan.

Nasr, S. H. (2006). Islamic Life and Thought. HarperOne.

Qurthubi, S. I. Al. (2009). Tafsir AL Qurthubi. Pustaka Azzam.

Quthb, S. (1995). Fi Zilal al-Qur’an (In the Shade of the Qur’an). Maktabah Wahbah.

Sartono, A. (2017). Etika Politik dalam Islam: Integrasi Nilai Agama dan Politik. Remaja Rosdakarya.

Downloads

Published

2026-01-01

How to Cite

Muhammad Rizky Darmawan, Syifa Azahra, & Mohammad Aditya AB. (2026). Integrasi Etika dan Politik dalam Tafsir Surat Al-Maidah Ayat 57 dan At-Taubah Ayat 71. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 931–937. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3178

Issue

Section

Articles