Perpektif Mahzab Imam Syafi’I dalam Penyelesaian Munasakhat Di Indonesia

Authors

  • Abid Khaidar Zamzami Universitas Islam Negeri KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • M. Iftah Irzaqi Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • M. Akmal Pratama Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Mohammad Syaifuddin Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3173

Keywords:

Munasakhah, Fiqh Warisan, Imam Syafi'i, Hukum Keluarga Islam, Pengadilan Agama.

Abstract

Munasakhah (warisan berantai) merupakan isu krusial dalam ilmu Faraidh yang memerlukan penyelesaian metodologis kompleks, mengingat mazhab Syafi'i menjadi acuan utama di Indonesia. Fenomena ini muncul ketika ahli waris meninggal sebelum harta warisan pendahulunya dibagikan, menciptakan tumpang tindih hak. Penelitian ini bertujuan menganalisis prosedur, landasan teoretis, dan relevansi mazhab Syafi'i dalam menyelesaikan Munasakhah dalam konteks hukum waris kontemporer.Menggunakan metode penelitian perpustakaan (Library Research), data kualitatif dikumpulkan dari kitab-kitab fiqh klasik mazhab Syafi'i dan peraturan hukum positif, yaitu Kompilasi Hukum Islam (KHI).Hasil penelitian menunjukkan bahwa mazhab Syafi'i menekankan penyelesaian Munasakhah secara bertahap (tadarruj) berdasarkan dua prinsip fundamental: peralihan kepemilikan (intiqal al-milk) dan kepastian urutan kematian (at-tartib). Metodologi ini menuntut perhitungan yang cermat, menganalisis kondisi ahli waris yang tersisa pada setiap tingkatan kematian.Meskipun menghadapi tantangan teknis, metodologi Syafi'i terbukti kompatibel dengan sistem Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan sangat mungkin untuk diintegrasikan dengan teknologi digital (SIMWARIS) guna meminimalisir kesalahan perhitungan. Kerangka kerja ini, yang menjunjung tinggi keadilan (al-'adl) dan ketepatan (at-tartib), tetap menjadi panduan yang otoritatif dan applicable bagi Pengadilan Agama dan masyarakat dalam memastikan distribusi harta yang sah dan adil.

References

Al-Khin, M., al-Bugha, M. D., & asy-Syarbaji, A. (2005). Al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Mazhab al-Imam asy-Syafi’i. Dar al-Qalam.

An-Nawawi, Y. b. S. (1996). Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab. Dar al-Fikr.

Ar-Ramli, S. (1995). Nihayah al-Muhtaj ila Syarh al-Minhaj. Dar al-Fikr.

Azwar, S. (2009). Metode Penelitian. Pustaka Pelajar.

Az-Zuhaili, W. (1989). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh. Dar al-Fikr.

Badilag Mahkamah Agung RI. (2021). Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi Peradilan Agama. Dirjen Badilag.

Departemen Agama RI. (2019). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.

Djazuli, A. (2010). Ilmu Faraidh: Pembagian Waris Menurut Islam. Raja Grafindo Persada.

Huzaimah Tahido Yanggo. (1997). Pengantar Perbandingan Mazhab. Logos Wacana Ilmu.

Ibnu Hajar al-Haitami. (1995). Tuhfah al-Muhtaj fi Syarh al-Minhaj. Dar al-Fikr.

Irfan, M. N. (2019). Hukum Kewarisan Islam di Indonesia. Amzah.

Kementerian Agama RI. (2015). Kompilasi Hukum Islam. Dirjen Bimas Islam.

Nasution, M. S. A. (2022). Digitalisasi Fikih Waris Islam. Deepublish.

Prastowo, A. (2012). Metode Penelitian Kualitatif. Ar-Ruzz Media.

Rofiq, A. (2015). Hukum Islam di Indonesia. Raja Grafindo Persada.

Sarjono Soekanto, & Sri Mamudji. (2006). Penelitian Hukum Normatif. Raja Grafindo Persada.

Syafi’i, I., Abu Abdullah Muhammad bin Idris. (2004). Ringkasan Kitab al Umm. Pustaka Azzam.

Downloads

Published

2026-01-01

How to Cite

Khaidar Zamzami, A., Irzaqi, M. I., Pratama, M. A., & Syaifuddin, M. (2026). Perpektif Mahzab Imam Syafi’I dalam Penyelesaian Munasakhat Di Indonesia. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 895–910. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3173

Issue

Section

Articles