Prespektif Antropologi Dakwah Pada Masyarakat Lontar Baru

(Studi Kasus Masyarakat RT 03/ RW 07)

Authors

  • Muhammad Rafie Mudzaffar Prodi Komunikasi Penyiaran Islam, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Tb Nurwahyu Prodi Komunikasi Penyiaran Islam, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Deri Putra Fernanda Prodi Komunikasi Penyiaran Islam, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Zahratussyita Prodi Komunikasi Penyiaran Islam, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Siti Khofifah Prodi Komunikasi Penyiaran Islam, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3169

Keywords:

antropologi dakwah, budaya lokal, interaksi sosial, masyarakat Lontar Baru, tokoh agama, strategi dakwah kontekstual, studi kasus.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika dakwah dalam kehidupan sosial masyarakat Lontar Baru, khususnya pada komunitas RT 03/RW 07, melalui pendekatan perspektif antropologi dakwah. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana praktik dakwah dipahami, diterima, serta diinternalisasi dalam konteks budaya lokal yang memengaruhi perilaku keagamaan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, melibatkan observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi kegiatan keagamaan yang berlangsung di lingkungan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses dakwah tidak hanya dipersepsikan sebagai aktivitas penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga sebagai bentuk interaksi sosial yang erat dengan nilai-nilai budaya setempat. Adanya tokoh agama lokal berperan signifikan dalam membangun kepercayaan, memperkuat kohesi sosial, serta menjadi mediator antara ajaran Islam dan praktik budaya yang masih dilestarikan oleh masyarakat. Selain itu, dakwah yang dilakukan secara personal dan komunal terbukti lebih efektif dibandingkan pendekatan formalistik, karena dianggap lebih selaras dengan kebutuhan dan realitas kehidupan warga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dakwah dalam perspektif antropologi pada masyarakat Lontar Baru merupakan proses kultural yang adaptif, dialogis, dan bertumpu pada harmoni antara nilai keagamaan dan tradisi lokal. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi dakwah yang lebih kontekstual dan humanis pada masyarakat multikultural.

References

Aziz, A. (2017). Antropologi Dakwah: Kajian Pendekatan Budaya dalam Penyebaran Islam. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 12(2), 145–160. https://doi.org/10.24090/jdk.v12i2.2017

Khaldun, M. (2020). Dakwah Berbasis Kearifan Lokal: Integrasi Nilai Budaya dan Ajaran Islam. Jurnal Ilmu Dakwah, 40(1), 55–72. https://doi.org/10.21580/jid.v40i1.5372

Hidayat, T. (2019). Praktik Komunikasi Keagamaan dalam Masyarakat Pedesaan: Perspektif Antropologis. Jurnal Komunikasi Islam, 7(2), 201–218. https://doi.org/10.15642/jki.2019

Rahmawati, S. (2021). Peran Tokoh Agama dalam Pembentukan Solidaritas Sosial Masyarakat. Jurnal Sosiologi Agama, 15(1), 34–48. https://doi.org/10.22373/jsa.v15i1.9876

Wahyudi, A. (2018). Dakwah Kultural dan Dinamika Masyarakat Urban. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 9(2), 112–125. https://doi.org/10.23887/jish-undiksha.v9i2.17293

Nuryana, A. (2020). Tradisi Haul sebagai Media Dakwah: Studi pada Masyarakat Jawa. Jurnal Kebudayaan Islam, 4(1), 21–35. https://doi.org/10.24235/jki.v4i1.6023

Muzakki, A. (2015). Relasi Agama dan Budaya: Analisis Integrasi Praktik Lokal dalam Dakwah Islam. Jurnal Studi Agama, 7(1), 89–104. https://doi.org/10.21009/jsa.071.2015

Korstjens, I., & Moser, A. (2018). Trustworthiness and Publishing in Qualitative Research. The European Journal of General Practice, 24(1), 120–124. https://doi.org/10.1080/13814788.2017.1375092

Syaputra, A. (2022). Implementasi Metode Random Sampling dalam Produksi Media Dakwah Visual. Jurnal Sisfokom, 11(2), 142–147. https://doi.org/10.32736/sisfokom.v11i2.1370

Baso, A. (2014). Dakwah Multikultural dalam Masyarakat Majemuk. Jurnal Dakwah Toleransi, 6(1), 15–29.

Yunus, M. (2021). Komunikasi Interpersonal Tokoh Agama dalam Pembinaan Masyarakat. Jurnal Komunikasi Profetik, 14(2), 177–190. https://doi.org/10.14421/jkp.2021

Mansur, H. (2022). Model Dakwah Partisipatif dan Penguatan Komunitas Lokal. Jurnal Pengembangan Masyarakat, 5(1), 66–80. https://doi.org/10.24853/jpm.5.1.2022

Sari, W. (2018). Analisis Sosial pada Perilaku Keagamaan Komunitas Kampung Kota. Jurnal Sosiologi Nusantara, 4(2), 101–115. https://doi.org/10.33369/jsn.4.2.101-115

Mahmudi, S. (2020). Hubungan Dakwah dan Modal Sosial dalam Masyarakat Tradisional. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Islam, 3(1), 49–60. https://doi.org/10.24235/jisp.v3i1.6645

Rosyid, A. (2019). Kearifan Lokal sebagai Basis Dakwah: Studi Etnografi pada Masyarakat Pedesaan. Jurnal Etnografi Indonesia, 2(1), 70–85. https://doi.org/10.7454/etno.v2i1.2019

Downloads

Published

2026-01-01

How to Cite

Muhammad Rafie Mudzaffar, Tb Nurwahyu, Deri Putra Fernanda, Zahratussyita, & Siti Khofifah. (2026). Prespektif Antropologi Dakwah Pada Masyarakat Lontar Baru: (Studi Kasus Masyarakat RT 03/ RW 07). Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 853–860. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3169

Issue

Section

Articles