Pelatihan Pengembangan Diri untuk Meningkatkan Soft skill pada Tenaga Kerja yang Dipulangkan

Authors

  • Fildza Nurul Imanina Program Studi Pendidikan Profesi Psikologi, Universitas 17 Agustus 1945
  • Yanto Prasetyo Program Studi Pendidikan Profesi Psikologi, Universitas 17 Agustus 1945

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3165

Keywords:

Soft skills, komunikasi, pelatihan, kinerja

Abstract

Perusahaan PT RJ menghadapi meningkatnya pemulangan tenaga kerja, terutama suster lansia, yang disebabkan oleh rendahnya soft skill seperti komunikasi, empati, dan kemampuan adaptasi. Kondisi ini menurunkan kepuasan klien dan menuntut evaluasi terhadap efektivitas pelatihan yang selama ini berfokus pada keterampilan teknis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesenjangan kompetensi interpersonal serta mengembangkan intervensi pelatihan yang mampu meningkatkan kualitas soft skill pekerja. Metode penelitian menggunakan asesmen gabungan berupa wawancara, observasi, dan evaluasi kinerja untuk memperoleh gambaran komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh klien (100%) merasa kurang puas terhadap soft skill pekerja, meskipun hard skill dianggap memadai. Temuan menunjukkan rendahnya kemampuan komunikasi, empati, inisiatif, serta kesulitan adaptasi terhadap tekanan kerja. Intervensi pelatihan soft skill selama satu hari menghasilkan peningkatan skor pengetahuan peserta dari rata-rata 55 menjadi 80, serta peningkatan pemahaman mengenai komunikasi efektif, empati, dan pemecahan masalah. Selain itu, peserta menunjukkan perubahan positif dalam kesadaran diri melalui diskusi dan simulasi kasus. Secara keseluruhan, pelatihan ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman soft skill dan memberikan implikasi penting bagi pengembangan program berkelanjutan di perusahaan.

References

Dalimunthe, H. A. (2024). Psikologi pengembangan diri meningkatkan potensi dan kualitas hidup. Psikologi, 1(4).

Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). The “what” and “why” of goal pursuits: Human needs and the self-determination of behavior. Psychological Inquiry.

Delza, R. B., & Sahrah, A. (2021). Pelatihan pengembangan karir untuk meningkatkan komitmen organisasi kader Partai X Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Sleman. Jurnal Psikologi, 17(1), 60–69.

Fauzan Habibi, Nurfarhanah, Netrawati, & Dina Sukma. (2022). Improving self-concept through effective interpersonal communication. Jurnal Iqra’: Kajian Ilmu Pendidikan, 8.

Ishmah, J. S., Laily, N., & Wicaksono, A. S. (2022). Implementation Johari Window technique with intervention individual counseling (client centered counseling) for growth of self-acceptance in Vocational High School X in Gresik. Psycho Holistic, 4(2), 71–78.

Manara, M. U. (2014). Hard skills dan soft skills pada bagian sumber daya manusia di organisasi industri. Jurnal Psikologi Tabularasa, 9(1), 37–47.

Maslow, A. H. (1943). A theory of human motivation. Psychological Review.

Rasul, S. G., Por, F. P., & Kanesin, T. (2023). Multiple intelligence: Learning with interactive eGuide book for enhancing young children’s intrapersonal and interpersonal intelligences. Dinamika: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 15(1), 46–56.

Siregar, I. H., & Dalimunthe, H. A. (2018). Pengaruh pemberian pelatihan pengembangan diri terhadap loyalitas anggota di Formasi Ar-Ruuh UMA. Jurnal Diversita, 4(2), 84–89. https://doi.org/10.31289/diversita.v4i2.1939

Downloads

Published

2026-01-01

How to Cite

Fildza Nurul Imanina, & Yanto Prasetyo. (2026). Pelatihan Pengembangan Diri untuk Meningkatkan Soft skill pada Tenaga Kerja yang Dipulangkan. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 666–674. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3165

Issue

Section

Articles