Pengelolaan SMP Berbasis Pesantren Dalam Meningkatkan Kuantitas Santri

Studi Empirik Pada Pondok Pesantren Entrepreneur Kiai Demak Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat

Authors

  • Raden Siti Walida Cynthia Soraya Universitas PTIQ Jakarta
  • Siskandar Universitas PTIQ Jakarta
  • Akhmad Shunhaji Universitas PTIQ Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3078

Keywords:

Pengelolaan SMP Berbasis Pesantren, Kuantitas Santri, Marketing Mix 7P.

Abstract

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan SMP berbasis pesantren terbukti berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kuantitas santri melalui integrasi manajemen modern dengan tradisi pesantren dan strategi pemasaran 7P. Model pengelolaan ini berhasil membentuk generasi yang religius, berkarakter, cerdas, dan mandiri, menjadikannya model pengembangan pendidikan Islam yang relevan dan strategis di era modern. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: pertama, konsep pengelolaan SMP berbasis pesantren yang ideal berlandaskan integrasi antara prinsip manajemen modern (POAC: Planning, Organizing, Actuating, Controlling) dengan nilai-nilai tradisi kepesantrenan. Pola ini menciptakan sistem pendidikan terpadu yang memadukan aspek akademik, spiritual, dan karakter santri melalui perencanaan terpadu, pengorganisasian kolaboratif, pelaksanaan berbasis keteladanan, serta pengawasan partisipatif. Kedua, strategi peningkatan kuantitas santri di pondok pesantren masa kini diterapkan menggunakan pendekatan Marketing Mix 7P secara komprehensif. Meliputi penguatan produk unggulan (Tahfidz dan Entrepreneurship), penerapan biaya pendidikan yang fleksibel, promosi melalui media sosial digital, pelayanan PSB yang profesional dan humanis, serta peningkatan fasilitas dan lingkungan belajar yang nyaman. Ketiga, pengelolaan SMP berbasis pesantren dalam meningkatkan kuantitas santri di Pondok Pesantren Entrepreneur Kiai Demak Purwakarta, ditemukan bahwa implementasi pengelolaan telah berjalan efektif dan berdampak positif terhadap peningkatan citra lembaga, namun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan kualitas guru, sarana prasarana yang belum memadai, serta koordinasi internal antarunit manajerial yang belum optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pimpinan dan pengelola, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Keabsahan data diverifikasi menggunakan teknik triangulasi dan member check. Kerangka analisis yang digunakan adalah fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) dan strategi pemasaran Marketing Mix 7P

References

Arifin, Z. (2018). Konsep dasar manajemen pesantren. Malang: UIN Maliki Press.

Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Astuti, S., & Sukataman. (2023). Dasar-dasar manajemen pesantren. Cakrawala: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 7(1), 27–30.

Baharuddin, & Wahyuni, N. (2017). Teori belajar dan pembelajaran. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Bungin, B. (2011). Penelitian kualitatif: Komunikasi, ekonomi, dan kebijakan publik. Jakarta: Kencana.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.

Departemen Agama RI. (2003). Peta pesantren di Indonesia. Jakarta: Dirjen Kelembagaan Agama Islam.

Fajar, M. (2018). Pengelolaan pendidikan berbasis masyarakat. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 20(3), 312–328.

Fattah, N. (2004). Ekonomi dan pembiayaan pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Gunawan, H. (2017). Manajemen pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Hakim, L. (2020). Inovasi pengelolaan pesantren di era modernisasi. Jurnal Pendidikan Islam, 9(2), 145–160.

Hamalik, O. (2012). Manajemen pengembangan kurikulum. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Hasan, M. (2014). Manajemen sumber daya manusia pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.

Hidayat, N. (2019). Kepemimpinan pesantren dalam meningkatkan kualitas santri. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4(1), 22–35.

Ismail, F. (2021). Strategi peningkatan mutu lembaga pendidikan Islam. Jurnal Ilmu Tarbiyah, 10(1), 55–70.

Kurniawan, A. (2018). Model pengembangan mutu pesantren terpadu. Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam, 15(2), 101–118.

Latif, H. (2021). Tantangan pesantren dalam penguatan lembaga pendidikan. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 18(1), 77–90.

Mahmud, A. (2020). Partisipasi masyarakat dalam pengembangan lembaga pendidikan Islam. Jurnal Al-Idarah, 4(2), 112–124.

Mastuhu. (1999). Memberdayakan sistem pendidikan Islam. Jakarta: Logos.

Maulida, S. (2022). Evaluasi manajemen pembelajaran di pesantren modern. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 3(1), 40–55.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muhaimin. (2010). Arah baru pengembangan pendidikan Islam. Bandung: UIN Press.

Mulyasa, E. (2009). Manajemen berbasis sekolah: Konsep, strategi, dan implementasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nata, A. (2016). Manajemen pendidikan: Mengatasi kelemahan pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana.

Nawawi, M. (2020). Penguatan manajemen mutu pesantren melalui sistem manajerial modern. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 7(2), 95–110.

Nurhakim, M. (2021). Pembiayaan pendidikan pada lembaga berbasis pesantren. Jurnal Ekonomi Pendidikan, 5(1), 58–72.

Rahmawati, D. (2019). Peran orang tua dalam pendidikan santri. Jurnal Sosial dan Pendidikan, 6(1), 23–35.

Ramdani, A. (2020). Manajemen sarana prasarana dalam peningkatan kualitas pendidikan. Jurnal Administrasi Pendidikan, 27(2), 140–154.

Ridwan, M. (2022). Pengembangan kurikulum pesantren berbasis kompetensi. Jurnal Pendidikan Islam, 10(1), 20–36.

Robbins, S. P., & Coulter, M. (2016). Management (13th ed.). Boston: Pearson.

Rosyid, A. (2020). Sistem rekrutmen guru di pesantren masa kini. Jurnal Kependidikan Islam, 8(2), 66–81.

Sani, M. (2021). Peran komunikasi organisasi dalam lembaga pendidikan. Jurnal Komunikasi Islam, 9(1), 45–59.

Sarnoto, A. Z. (2020). Manajemen pendidikan Islam kontemporer. Jakarta: Prenadamedia Group.

Shunhaji, A. (2018). Pendidikan karakter dalam perspektif pesantren. Jakarta: Kemenag RI Press.

Sugiono, S. (2015). Manajemen pembiayaan pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Syafruddin. (2020). Mutu pendidikan dan strategi peningkatan daya saing pesantren. Jurnal Mutu Pendidikan, 4(2), 120–134.

Tilaar, H. A. R. (2002). Manajemen pendidikan nasional. Jakarta: Grasindo.

Wibowo, A. (2022). Strategi pengembangan lembaga pendidikan Islam di era digital. Jurnal EduTech, 8(1), 33–49.

Yuliani, N. (2018). Tantangan pesantren dalam meningkatkan jumlah santri. Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer, 4(2), 98–112.

Downloads

Published

2026-01-01

How to Cite

Raden Siti Walida Cynthia Soraya, Siskandar, & Akhmad Shunhaji. (2026). Pengelolaan SMP Berbasis Pesantren Dalam Meningkatkan Kuantitas Santri: Studi Empirik Pada Pondok Pesantren Entrepreneur Kiai Demak Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 316–330. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3078

Issue

Section

Articles