Legitimasi Jual Beli Tanah di Bawah Tangan: Pergulatan antara Praktik Sosial dan Legalitas dalam Perspektif UUPA No. 5 Tahun 1960
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3026Keywords:
Peralihan Hak, Jual Beli Tanah, Kepastian HukumAbstract
Penelitian ini mengkaji pelaksanaan peralihan hak atas tanah melalui perjanjian jual beli di bawah tangan dilihat dari aspek hukum Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960 dan implikasi praktiknya di lapangan. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan yuridis-konseptual dan yuridis-sosiologis, mengintegrasikan analisis peraturan perundang-undangan dan data empiris dari masyarakat Desa Bulotalangi. Hasil penelitian menemukan bahwa meskipun perjanjian jual beli tanah di bawah tangan secara substansial sah dan mengikat secara hukum perdata, kelemahan formal terkait pembuktian dan pendaftaran menyebabkan ketidakpastian hukum. Data empiris mengungkap tingginya frekuensi transaksi jual beli tanah di bawah tangan, yang banyak menimbulkan sengketa seperti ketidaktahuan pembeli terhadap status tanah bermasalah, potensi penjualan ganda, dan kepemilikan tumpang tindih. Pembeli yang tidak memiliki akta PPAT menghadapi risiko kehilangan hak atas tanah dan kesulitan hukum dalam mempertahankan haknya. Studi juga menyoroti lemahnya pemahaman masyarakat terhadap ketentuan hukum pertanahan, sehingga praktik jual beli di bawah tangan masih dominan. Penelitian merekomendasikan peningkatan sosialisasi dan edukasi hukum pertanahan, penguatan peran Pejabat Pembuat Akta Tanah, dan perbaikan akses layanan pertanahan yang lebih terjangkau dan transparan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kepastian hukum, mengurangi sengketa pertanahan, dan memberikan perlindungan optimal bagi pembeli tanah.
References
Adzan, E. (2018). Kepastian Hukum Akta Jual Beli Tanah Pada Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan. Jurnal Yuridis Unaja, 1(2), 1–18.
Afif, Y., & Mahfud, M. A. (2023). Kepastian Hukum Terhadap Sertifikat Elektronik Hak Milik Atas Tanah. Unes Law Review, 6(2), 7605–7611.
Ambuliling, S. B. G. (2017). Pendaftaran peralihan hak milik atas tanah melalui jual beli berdasarkan PP No. 24 Tahun 1997 tentang pendaftaran tanah. Lex Privatum, 5(3). https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexprivatum/article/view/15862
Arthadana, M. W. (2021). Kepastian hukum pengenaan pajak penghasilan terhadap perjanjian pengikatan jual beli tanah yang belum bersertipikat. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 7(2), 993–1010.
Aulia, A. (2022). Prinsip Kehati-hatian PPAT Dalam Proses Pengikatan Jual Beli Tanah Sebagai Perwujudan Kepastian Hukum. Recital Review, 4(1), 244–278.
Efendi, J., Jonaedi, dan Ibrahim. (2018). Metode Penelitian Hukum: Normatif dan Empiris. Prenadamedia Group.
Eriyanti, D., & Ridwan, F. H. (2022). Peranan Notaris Dalam Kepastian Hukum Akta Kuasa Menjual Terhadap Objek Jual Beli Yang Pailitkan. Jurnal USM Law Review, 5(1), 253–269.
Ferels, L., Muttaqin, Z., & Akyas, M. (2024). Sinkronisasi Pengaturan Pemindahan Hak Atas Tanah Melalui Lelang Dalam Perspektif Teori Kepastian Hukum. ACTA DIURNAL Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan, 7(2), 175–192.
Gaol, H. L. (2022). Kepastian Hukum Jual Beli Tanah Hak Milik Tanpa Melalui PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah). Lex Privatum, 10(1). https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexprivatum/article/view/38089
Gupito, J. G. S. (2020). Peranan Pejabat Pembuat Akta Tanah Dalam Pemungutan Bea Peralihan Hak Atas Tanah Dan Bangunan. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/32299
Hartono, W. (2022). Kepastian Hukum Jual Beli Tanah dengan Kepemilikan Berdasarkan Perjanjian Nominee. Amanna Gappa, 35–46.
Hayati, N. (2016). Peralihan Hak Dalam Jual Beli Hak Atas Tanah (suatu tinjauan terhadap perjanjian jual beli dalam konsep hukum barat dan hukum adat dalam kerangka hukum tanah nasional). Lex Jurnalica, 13(3), 147934.
Iswara, I. G. N. B. M., Nahak, S., & Mahendrawati, N. L. M. (2019). Kepastian Hukum Pengenaan Pajak Penghasilan Transaksi Jual Beli Tanah dan/atau Bangunan. Jurnal Hukum Prasada, 6(1), 42–51.
Jewel, S. N. (2013). Peralihan hak atas rumah KPR melalui jual beli di bawah tangan. Unnes Law Journal, 2(2), 105–122.
Karlina, K., Wiko, G., & Alhadiansyah, A. (2023). Kepastian Hukum Peralihan Hak Atas Tanah Melalui Jual Beli Berdasarkan SKT. Tanjungpura Acta Borneo Jurnal, 1(2). https://jurnal.untan.ac.id/index.php/tabj/article/viewFile/58940/75676597247
Kaunang, J. D., & Harlina, I. (2024). Kepastian Hukum atas Peralihan Hak atau Balik Nama Sertipikat Tanpa Hadirnya Pihak Penjual. Jurnal Hukum Kenotariatan Otentik’s, 6(1), 29–55.
Kilimanjaro, H. (2024). Kepastian Hukum Kutipan Buku Letter C Dalam Proses Peralihan Hak Atas Tanah. https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/10648
Marhel, J. (2017). Proses Pendaftaran Peralihan Hak Atas Tanah Dalam Perspektif Kepastian Hukum. Masalah-Masalah Hukum, 46(3), 249–256.
Novita, C. F. (2014). Tinjauan Hukum Terhadap Jual Beli Tanah Tanpa Akta PPAT (Wilayah Kecamatan Tinombo) [PhD Thesis, Tadulako University]. https://www.neliti.com/publications/152126/tinjauan-hukum-terhadap-jual-beli-tanah-tanpa-akta-ppat-wilayah-kecamatan-tinomb
Nurhadi, D. (2024). Kepastian Hukum Terhadap Pendaftaran Peralihan Hak Atas Tanah Melalui Pewarisan Berdasarkan Akta Pembagian Hak Waris. Jurnal Hukum Sasana, 10(2), 191–204.
Nurhidayah, D., Rahmatiar, Y., & Abas, M. (2023). Analisis Yuridis Kepastian Hukum Terhadap Peralihan Hak Atas Tanah dalam Jual Beli Dibawah Tangan (Studi Putusan Nomor 535/Pdt. G/2018/PN. Smg). UNES Law Review, 6(1), 746–754.
Ramadhani, R. (2021). Pendaftaran tanah sebagai langkah untuk mendapatkan kepastian hukum terhadap hak atas tanah. SOSEK: Jurnal Sosial Dan Ekonomi, 2(1), 31–40.
Rangkuti, A. I. E., Dantes, K. F., & Yuliartini, N. P. R. (2023). Kepastian hukum peralihan hak milik melalui jual beli terhadap tanah yang berstatus lahan pertanian pangan berkelanjutan di Kabupaten Buleleng. Jurnal Ilmu Hukum Sui Generis, 3(2), 1–12.
Rondonuwu, G. (2017). Kepastian Hukum Peralihan Hak Atas Tanah Melalui Jual Beli Berdasarkan PP Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah. Lex Privatum, 5(4). https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexprivatum/article/view/16104
Rongalaha, J., & Palenewen, J. Y. (2022). Implikasi pada Kantor Pertanahan Kota Jayapura atas balik nama sertifikat hak milik atas tanah untuk menjamin kepastian hukum. Jurnal Hukum Ius Publicum, 3(1), 50–70.
Setyawan, C. A., & Wati, A. (2022). Peralihan Hak Atas Tanah Dengan Kuitansi Jual Beli. Jurnal Ilmu Kenotariatan, 3(1), 14–22.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nazwa Kadir, Nirwan Junus, Mohaman Taufiq Zulfikar Sarson

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a