QOSIM : Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim <p>E-ISSN 2987-713X P-ISSN 3025-5163 Prefix DOI 10.61104. adalah jurnal akses terbuka yang ditinjau oleh rekan sejawat yang mengikuti kebijakan double blind review. Artikel ilmiah dalam QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial &amp; Humaniora merupakan hasil penelitian orisinil, gagasan konseptual, dan kajian mutakhir dalam lingkup; Ilmu Pendidikan, Ekonomi Islam, Manajemen, Studi Agama, Filsafat, Hukum dan penelitian yang relevan.</p> Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran en-US QOSIM : Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora 3025-5163 <p><a title="cc by sa 4.0" href="https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</a></p> Peran Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kota Batu dalam Pencegahan Perkawinan Anak Melalui Implementasi Program STOPWINA https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/4037 <p><em>Perkawinan anak di Indonesia merupakan isu multidimensional yang dinilai menghambat SDGs Tujuan 5 mengenai kesetaraan gender karena berdampak luas pada pendidikan, kesejahteraan psikologis, kesehatan reproduksi dan siklus kemiskinan. Penelitian ini mengkaji peran strategis Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kota Batu dalam pencegahan praktik tersebut melalui program STOPWINA, yang menerapkan pendekatan siklikal berbasis ketahanan keluarga dengan tiga pilar intervensi: pencegahan primer melalui edukasi masif dan literasi digital, pengurangan risiko melalui konseling dispensasi nikah yang berfungsi sebagai filter psikologis, serta penanganan kasus pascanikah meliputi pendampingan dan rujukan layanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling terhadap konselor PUSPAGA, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan layanan terpadu atau program one-stop service yang didukung collaborative governance lintas sektor berhasil menurunkan kasus dari 77 pada 2021 menjadi 11 pada 2024, yang menandai pergeseran paradigma dari kuratif ke preventif-promotif. Saran yang diajukan mencakup inovasi digital seperti peer counseling, penyusunan standar asesmen psikososial dengan "kontrak belajar", serta penguatan kerjasama melalui Perda/MoU untuk mendukung replikasi model perlindungan anak</em></p> Eka Norma Lilitasari Eny Nur Aisyah Copyright (c) 2026 Eka Norma Lilitasari, Eny Nur Aisyah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-01 2026-02-01 4 1 1 7 10.61104/jq.v4i1.4037 Idealisasi Nilai Ziarah Keramat Rangkang https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/3788 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis idealisasi nilai ziarah di Keramat Rangkang sebagai basis pengembangan model pedagogi pluralisme dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi terkait eksistensi makam dan praktik ritual masyarakat. Hasil temuan ilmiah menunjukkan bahwa Keramat Rangkang telah mengalami transformasi ritual dari corak mistik menjadi praktik yang selaras dengan nilai Islam Nusantara, menjadikannya ruang negosiasi budaya yang harmonis. Meskipun terdapat kegelisahan akademik di kalangan guru PAI akibat ketidakpastian identitas historis makam, fenomena ini justru membuka peluang strategis untuk merekonstruksi kurikulum PAI berbasis kearifan lokal. Kesimpulannya, pengembangan model pedagogi pluralisme melalui ziarah edukatif di Keramat Rangkang mampu mensinergikan doktrin agama dengan tradisi lokal, sekaligus memperkuat identitas religius siswa di tengah arus modernisasi. Penelitian ini penting sebagai referensi dalam memposisikan warisan budaya lokal sebagai laboratorium karakter dalam pendidikan Islam yang inklusif</em></p> Robiansyah Robiansyah Santiani Santiani Yatin Mulyono Copyright (c) 2026 Robiansyah Robiansyah, Santiani Santiani, Yatin Mulyono https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-01 2026-02-01 4 1 8 17 10.61104/jq.v4i1.3788 Peran Papan Interaktif Digital Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/4073 <p>Perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pembelajaran di sekolah dasar, namun rendahnya motivasi belajar siswa tetap menjadi masalah utama akibat dominasi metode ceramah yang monoton. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran papan tulis interaktif digital dalam motivasi belajar siswa sekolah dasar. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, menganalisis artikel ilmiah dan jurnal nasional terakreditasi yang diterbitkan dalam 5-10 tahun terakhir melalui basis data Google Scholar, GARUDA, dan SINTA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa papan tulis interaktif digital memiliki dampak positif pada tiga aspek utama: pertama, meningkatkan perhatian siswa hingga 78% melalui stimulus visual dan auditif yang menarik; kedua, meningkatkan aktivitas siswa hingga 86% dengan memfasilitasi pembelajaran interaktif dan kolaboratif yang mengakomodasi berbagai gaya belajar; ketiga, meningkatkan minat dan motivasi belajar hingga 85% pada siswa dalam kategori motivasi tinggi akibat pengalaman belajar yang menyenangkan dan tidak monoton. Papan tulis interaktif digital terbukti efektif sebagai media pembelajaran inovatif untuk meningkatkan motivasi dan kualitas belajar di sekolah dasar.</p> Khusnul Khotimah Lestari Lia Farida Sulfiani Sulfiani Abdul Azis Khoiri Copyright (c) 2026 Khusnul Khotimah Lestari, Lia Farida, Sulfiani Sulfiani, Abdul Azis Khoiri https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-01 2026-02-01 4 1 18 25 10.61104/jq.v4i1.4073 Aspek Pidana dalam Praktik Poligami tanpa Izin https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/4421 <p><em>Praktik poligami tanpa izin pengadilan di Indonesia menimbulkan persoalan hukum yang kompleks karena berhadapan langsung dengan ketentuan pidana dalam Pasal 279 KUHP dan pengaturan poligami bersyarat dalam Undang-Undang Perkawinan. Kondisi ini memunculkan ketegangan antara norma hukum pidana yang bersifat represif dan norma hukum keluarga Islam yang bersifat regulatif serta berbasis nilai keadilan substantif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis aspek pidana dalam praktik poligami tanpa izin serta menemukan titik harmonisasi antara hukum pidana nasional dan hukum Islam dengan pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif-yuridis dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasal 279 KUHP berpotensi menimbulkan kriminalisasi terhadap praktik poligami yang memiliki legitimasi keagamaan apabila diterapkan secara kaku tanpa membedakan unsur niat dan dampak perbuatan. Hukum Islam memandang poligami sebagai kebolehan bersyarat yang menekankan keadilan dan tanggung jawab moral, bukan sekadar formalitas administratif. Dari perspektif maqāṣid al-syarī‘ah, kebijakan pidana terhadap poligami tanpa izin perlu diarahkan untuk melindungi kehormatan, keturunan, dan keadilan keluarga, bukan semata-mata menegakkan legalitas formal. Penelitian ini menegaskan pentingnya harmonisasi hukum melalui reformulasi kebijakan pidana dan penguatan peran peradilan agama agar hukum nasional selaras dengan nilai keadilan substantif dan tujuan syariah</em></p> Chairil Irawan Rangkuti Ramadhan Syahmedi Akmaluddin Syahputra Copyright (c) 2026 Chairil Irawan Rangkuti, Ramadhan Syahmedi, Akmaluddin Syahputra https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-01 2026-02-01 4 1 26 37 10.61104/jq.v4i1.4421 Lamut dan Madihin sebagai Media Pewarisan Nilai Filosofis dan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal dalam Budaya Banjar https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/4131 <p><em>Kesenian tradisional merupakan bagian penting dari kebudayaan yang merefleksikan nilai, identitas, dan cara pandang masyarakat terhadap kehidupan. Dalam masyarakat Banjar, kesenian tutur seperti Lamut dan Madihin tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai moral, sosial, dan religius yang berakar pada tradisi lokal dan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesenian Lamut dan Madihin sebagai seni tutur tradisional masyarakat Banjar ditinjau dari aspek sejarah, makna filosofis, identitas budaya, serta nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka melalui analisis terhadap buku, artikel jurnal ilmiah, dan literatur relevan lainnya. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan cara mengkaji, mengelompokkan, dan mensintesis isi literatur sesuai dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lamut dan Madihin memiliki peran strategis sebagai media pewarisan nilai budaya dan pembentukan karakter masyarakat Banjar. Kedua kesenian ini merefleksikan pandangan hidup yang menekankan keseimbangan antara aspek duniawi dan spiritual. Nilai-nilai moral, religius, dan sosial disampaikan melalui cerita, pantun, simbol, serta humor yang komunikatif dan mudah diterima oleh masyarakat. Selain itu, proses akulturasi budaya dalam Lamut dan Madihin memperlihatkan kemampuan masyarakat Banjar dalam mempertahankan jati diri budaya sekaligus menyesuaikannya dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, Lamut dan Madihin memiliki relevansi sebagai media pendidikan karakter berbasis kearifan lokal yang perlu dilestarikan dan dikembangkan dalam konteks pendidikan formal maupun nonformal</em></p> Aulia Azizatul Hidayah Zulfa Jamalie Copyright (c) 2026 Aulia Azizatul Hidayah, Zulfa Jamalie https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-01 2026-02-01 4 1 38 43 10.61104/jq.v4i1.4131 Penerapan Asas Praduga Tidak Bersalah Terhadap Terdakwa Tindak Pidana Penadahan di Pengadilan Negeri Lubuklinggau https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/4561 <p>Asas praduga tidak bersalah merupakan prinsip fundamental dalam hukum acara pidana yang berfungsi melindungi hak asasi manusia dan menjamin terwujudnya peradilan yang adil. Dalam praktiknya, pada perkara tindak pidana penadahan, penerapan asas ini sering menghadapi tantangan, terutama dalam pembuktian unsur kesengajaan atau pengetahuan terdakwa mengenai asal-usul barang. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan asas praduga tidak bersalah terhadap terdakwa tindak pidana penadahan di Pengadilan Negeri Kota Lubuklinggau serta mengidentifikasi hambatan dalam penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif-empiris. Data diperoleh melalui wawancara dengan hakim, analisis putusan pengadilan, serta kajian penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asas praduga tidak bersalah pada prinsipnya telah diterapkan dengan menempatkan beban pembuktian pada jaksa penuntut umum, namun masih terhambat oleh tekanan publik dan media, keterbatasan alat bukti, serta akses bantuan hukum yang belum optimal.</p> Sony Sony Wilson Gandhi Ahmad Fuadi Wawan Fransisco Copyright (c) 2026 Sony Sony, Wilson Gandhi, Ahmad Fuadi, Wawan Fransisco https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-01 2026-02-01 4 1 44 53 10.61104/jq.v4i1.4561