https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/issue/feedQOSIM : Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora2026-06-04T23:08:43+07:00Dr (Cand) Hasan Syahrizal, M.Pd.ejournal@yayasanpendidikandzurriyatulquran.idOpen Journal Systems<p>E-ISSN 2987-713X P-ISSN 3025-5163 Prefix DOI 10.61104. adalah jurnal akses terbuka yang ditinjau oleh rekan sejawat yang mengikuti kebijakan double blind review. Artikel ilmiah dalam QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora merupakan hasil penelitian orisinil, gagasan konseptual, dan kajian mutakhir dalam lingkup; Ilmu Pendidikan, Ekonomi Islam, Manajemen, Studi Agama, Filsafat, Hukum dan penelitian yang relevan.</p>https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6432Strategi Pengembangan Karakter Santri Di Pondok Pesantren Nurul Qodiri Suger Kidul kabupaten Jember2026-05-14T22:07:57+07:00SuhairullaSuhairullah05@gmail.comMuhammad RusydiMuhammadRusydi1991@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengembangan karakter santri, peran pengasuh dan ustadz/ustadzah, serta materi pembinaan karakter yang diterapkan di Pondok Pesantren Nurul Qodiri Suger Kidul Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di Pondok Pesantren Nurul Qodiri Suger Kidul Kabupaten Jember. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan karakter santri dilaksanakan secara terpadu melalui pembentukan nilai-nilai karakter melalui aktivitas santri, metode keteladanan, serta manajemen kurikulum pesantren yang terintegrasi. Pengasuh dan ustadz/ustadzah berperan sebagai pendidik, orang tua, dan teladan moral, sementara materi pembinaan karakter bersumber dari kitab klasik Ta’limul Muta’allim dan Adabul ‘Alim wal Muta’allim. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi tersebut efektif dalam membentuk karakter religius, disiplin, dan tanggung jawab santri serta relevan dengan tantangan kehidupan masyarakat modern.</p>2026-06-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Suhairulla, Muhammad Rusydihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6428Pembentukan Karakter Siswa Mts Melalui Peranan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mencegah Perilaku Bulliying2026-05-14T19:29:51+07:00Moh Syaihul Islammohsyaihuli@gmail.comMoh Ulummohulum001@gmail.com<p><em>Bullying merupakan permasalahan yang masih sering terjadi dan berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, serta akademik siswa, sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan karakter siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) melalui peranan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mencegah perilaku bullying di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus di lapangan. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian ditetapkan di MTs Bustanul Faizin, mengingat madrasah tersebut menerapkan pembinaan karakter berbasis nilai keislaman dan masih menghadapi kasus bullying di kalangan peserta didik. Kegiatan penelitian berlangsung sekitar 4 bulan pada tanggal 07 Januari 2026 sampai 26 April 2026. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling agar sesuai dengan kebutuhan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peranan dalam membentuk karakter siswa melalui penanaman nilai-nilai akhlak, pemberian keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan perilaku positif, serta pendekatan spiritual dalam pembinaan siswa. Peran tersebut mendorong peningkatan kesadaran moral, empati, dan sikap saling menghargai antar siswa sehingga mampu meminimalisir terjadinya perilaku bullying. Dengan demikian, peran guru PAI menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, religius, dan berkarakter</em></p>2026-06-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Moh Syaihul Islam, Moh Ulumhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6407Kajian Literatur Kebijakan Opsen Pajak Kendaraan Bermotor Dalam Mendorong Kemandirian Fiskal Daerah2026-05-13T23:14:52+07:00Aisyi Zifora Ghufronaisyi.23142@mhs.unesa.ac.id<p><em>Kajian ini bertujuan menganalisis efektivitas kebijakan opsen pajak kendaraan bermotor dalam mendorong kemandirian fiskal daerah serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kajian literatur dengan desain narrative review terhadap artikel-artikel yang dipublikasikan dalam rentang 2019–2024 melalui basis data Google Scholar, Garuda, dan portal jurnal terakreditasi SINTA. Hasil kajian menunjukkan bahwa opsen PKB/BBNKB berkontribusi positif terhadap pertumbuhan pendapatan asli daerah kabupaten/kota, khususnya di wilayah dengan tingkat motorisasi tinggi dan sistem administrasi perpajakan yang memadai. Efektivitas kebijakan ini tidak terwujud secara otomatis, melainkan ditentukan oleh kualitas kapasitas administrasi perpajakan, kematangan infrastruktur digital, tingkat kepatuhan wajib pajak, serta keselarasan regulasi daerah dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022. Temuan ini menegaskan bahwa optimalisasi opsen memerlukan keterpaduan antara desain kebijakan, kapasitas institusional, dan partisipasi aktif masyarakat agar manfaat fiskalnya dapat dirasakan secara merata di berbagai wilayah.</em></p>2026-06-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Aisyi Zifora Ghufronhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6445The Role of Teachers as Role Models From The Perspective of Professional Ethics in Teaching2026-05-15T11:29:56+07:00Ahmad Ziyan Hanifahmad.ziyan.hanif@mhs.uingusdur.ac.idSilna Farodissilna.farodis@mhs.uingusdur.ac.idKahfi Kiem Arsetakahfi.kiem.arseta@mhs.uingusdur.ac.idMuhlisin Muhlisinmuhlisin@uingusdur.ac.idAbul Mafaakhirabul.mafaakhir@uingusdur.ac.id<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini dilakukan guna mengkaji keteladanan guru dalam perspektif etika profesi dalam pengajaran, serta menanamkannya terhadap pembentukan karakter peserta didik di era modern. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui pengumpulan berbagai sumber data yang relevan, jurnal ilmiah, dan dokumen terkait, yang kemudian dijelaskan secara deskriptif menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru memainkan peran strategis tidak hanya sebagai penyampai pengetahuan tetapi juga sebagai teladan yang mewujudkan nilai-nilai integritas, kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab sosial. Perilaku teladan guru terbukti memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk karakter siswa dan menumbuhkan budaya sekolah yang positif, meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti kemajuan teknologi, kompleksitas peran, dan inkosistensi perilaku. Keterbatasan penelitian ini terletak pada penggunaan data sekunder tanpa observasi lapangan, sehingga tidak dapat secara langsung mencerminkan kondisi empiris. Dengan demikian, penelitian pada masa mendatang diharapkan dapat menerapkan pendekatan penelitian lapangan guna memperoleh data yang akurat dan mengkaji strategi praktis untuk memperkuat etika profesional guru di era digital. </span></span></span></span></p> <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kata Kunci: Peran Guru, Keteladanan Guru, Etika Profesi Keguruan.</span></span></span></span></p>2026-06-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ahmad Ziyan Hanif, Silna Farodis; Kahfi Kiem Arseta; Muhlisin Muhlisin, Abul Mafaakhirhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6431Upaya Pemerintah Indonesia dalam Mencegah dan Menangani Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari Jawa Timur Tahun 2022–20252026-05-14T20:30:14+07:00Nur Mars Romadhona22044010052@student.upnjatim.ac.idSiti Aisyah Aulia Rachman22044010052@student.upnjatim.ac.idMuhammad Indrawan Jatmika22044010052@student.upnjatim.ac.id<p><em>Perdagangan manusia merupakan kejahatan transnasional yang masih menjadi persoalan serius di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Timur yang menempati posisi ketiga tertinggi sebagai penyumbang korban perdagangan manusia setelah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya pemerintah Indonesia dalam mencegah dan menangani kasus perdagangan manusia yang berasal dari Jawa Timur selama periode 2022–2025. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pemerintah mencakup tiga aspek utama, yaitu: (1) pencegahan melalui edukasi masyarakat mengenai prosedur migrasi resmi, penerapan sistem CPMI ID, serta penguatan regulasi daerah; (2) perlindungan korban melalui identifikasi cepat, penyediaan tempat penampungan sementara, pelatihan keterampilan pascakepulangan, serta bantuan hukum dan sosial; dan (3) penegakan hukum melalui pembentukan satuan tugas anti-perdagangan manusia, pemberian sanksi pidana, dan penegakan hukum secara tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku. Namun demikian, implementasi di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam koordinasi antarinstansi dan efektivitas perlindungan korban.</em></p>2026-06-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nur Mars Romadhona, Siti Aisyah Aulia Rachman, Muhammad Indrawan Jatmikahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6451Otentisitas Hadis Nabi dalam Perspektif Pendidikan Islam Kontemporer2026-05-15T13:57:07+07:00Selvi Syahfitriselvi.syahfitri25@mhs.uinjkt.ac.idRomlah Abubakar Askarabubakar.askar@uinjkt.ac.idM. Supartasuparta@uinjkt.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis otentisitas hadis Nabi Muhammad SAW dalam perspektif ilmu hadis, mengkaji problematika penyebaran hadis di era digital dan dampaknya terhadap pendidikan Islam, serta merumuskan implikasi pedagogis bagi penguatan literasi hadis dan pembentukan karakter peserta didik dalam konteks pendidikan Islam kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, tradisi kritik sanad dan matan merupakan metodologi ilmiah paling sistematis dalam peradaban Islam untuk menjaga kemurnian hadis, dan tetap relevan di era digital meski menghadapi tantangan baru berupa penyebaran konten keagamaan tanpa verifikasi yang memadai. Kedua, massifnya penyebaran hadis melalui media sosial telah menciptakan krisis literasi keagamaan yang serius di kalangan masyarakat Muslim, termasuk peserta didik, dengan mengaburkan batas antara hadis sahih dan hadis palsu serta menggeser tolok ukur kredibilitas keagamaan dari sanad keilmuan menjadi popularitas digital. Ketiga, penguatan pendidikan Islam kontemporer meniscayakan rekonstruksi kurikulum yang mengintegrasikan literasi hadis dan literasi digital keagamaan, penerapan model internalisasi karakter berbasis hadis autentik melalui tahapan ta'lim, tadrib, dan taqwim, serta pembelajaran kontekstual yang menghubungkan hadis dengan realitas kehidupan digital peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa otentisitas hadis merupakan prasyarat fundamental bagi pendidikan Islam yang mampu menghasilkan generasi Muslim dengan karakter religius yang kokoh, etika sosial yang santun, budaya ilmiah yang kritis, dan etika bermedia yang bertanggung jawab.</em></p>2026-06-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Selvi Syahfitri, Romlah Abubakar Askar, M. Supartahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6576Perbandingan Sistematika Skripsi pada Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R&D, dan PTK2026-05-18T14:01:19+07:00Abid Taufiqurrahmanaliyunakbar@gmail.comDini Liana SariDinilianaaari81@gmail.comElvi Yusnama Putriputri2461@app.stai-tbh.ac.id.comElvitayantielvitayanti2408@app.stai-tbh.ac.id.comFerdinanferdinan@app.stai-tbh.ac.id.com<p><em>Penyusunan skripsi menuntut mahasiswa memahami sistematika penulisan yang sesuai dengan karakteristik jenis penelitian yang digunakan agar karya ilmiah yang dihasilkan memenuhi kaidah akademik. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan sistematika skripsi pada penelitian kuantitatif, kualitatif, Research and Development (R&D), dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai buku metodologi penelitian, artikel ilmiah, dan pedoman penulisan skripsi yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dengan pendekatan deskriptif-komparatif untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan sistematika pada setiap jenis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun seluruh jenis penelitian memiliki struktur umum yang terdiri atas bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir, terdapat perbedaan mendasar pada fokus setiap bab. Penelitian kuantitatif menitikberatkan pada pengujian hipotesis dan analisis statistik, penelitian kualitatif berorientasi pada eksplorasi fenomena dan keabsahan data, penelitian R&D berfokus pada proses pengembangan dan validasi produk, sedangkan PTK menekankan pelaksanaan tindakan secara siklus untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Temuan ini memberikan implikasi bahwa pemahaman terhadap karakteristik sistematika masing-masing jenis penelitian dapat membantu mahasiswa menyusun skripsi secara lebih sistematis, tepat metodologis, dan sesuai dengan standar akademik yang berlaku</em></p>2026-06-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Abid Taufiqurrahman, Dini Liana Sari, Elvi Yusnama Putri, Elvitayanti, Ferdinanhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6818Peran Sektor Pertanian Dalam Ketahanan Pangan Dan Perekonomian Nasional2026-05-23T10:46:25+07:00Fikria Hanifa Nabihafikria.20231111051@ibs.ac.idFlira Tri Octavianiflira.20231111052@ibs.ac.idPutri Ardhiniputri.20231111068@ibs.ac.idsRahma Hidayatirahma.20231111069@ibs.ac.idRega Destianarega.20231111072@ibs.ac.idShandy Zahra Permadishandy.20231111013@ibs.ac.idAhmad Setiawan Nurayaahmad.nuraya@ibs.ac.id<p>Sektor pertanian memainkan peran strategis dalam pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan Indonesia, meskipun kontribusinya terhadap PDB cenderung menurun akibat transformasi struktural. Penelitian ini mengkaji peran sektor pertanian dalam mendukung ketahanan pangan, kontribusinya terhadap perekonomian nasional, tantangan utama, serta strategi penguatan. Kajian literatur didasarkan pada konsep ketahanan pangan FAO (ketersediaan, akses, pemanfaatan, stabilitas), teori transformasi struktural Lewis, linkage effect Hirschman, serta peran negara dalam kebijakan pangan.</p> <p>Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) periode 2015–2025, termasuk kontribusi PDB pertanian dan produksi padi nasional. Analisis dilakukan melalui teknik deskriptif, tabel, grafik, dan perhitungan persentase kontribusi. Hasil menunjukkan kontribusi PDB pertanian stabil di kisaran 12–13,7% dengan peningkatan saat pandemi COVID-19, sementara produksi padi fluktuatif namun stabil (53–60 juta ton), mendukung ketersediaan pangan. Tantangan mencakup alih fungsi lahan, perubahan iklim, rendahnya produktivitas, dan keterbatasan digitalisasi. Kesimpulan menekankan perlunya kebijakan terintegrasi, inovasi teknologi, dan pertanian berkelanjutan untuk memperkuat sektor pertanian guna ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi inklusif.</p>2026-05-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Fikria Hanifa Nabiha, Flira Tri Octaviani, Putri Ardhini, Rahma Hidayati, Rega Destiana, Shandy Zahra Permadi, Ahmad Setiawan Nurayahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5564Pengaruh Disiplin Kerja Dan Pengawasan Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang2026-04-19T11:26:34+07:00Bintang Try Anastasya Manalumn22.bintangmanalu@mhs.ubpkarawang.ac.idNandangnandang@ubpkarawang.ac.idRengga Madya Pranatarengga.madya@ubpkarawang.ac.id<p><em>Penelitian kuantitatif ini, yang menggunakan desain survei, secara khusus menyelidiki hubungan sebab-akibat antara disiplin kerja dan pengawasan manajerial terhadap tingkat kinerja karyawan di Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang, di mana populasi penelitian terdiri dari 128 pegawai tetap dengan sampel representatif sebanyak 97 responden yang dihitung menggunakan rumus Slovin untuk memastikan generalisasi yang akurat; pengumpulan data primer dilakukan melalui penyebaran kuesioner terstruktur, pengamatan langsung terhadap dinamika kerja sehari-hari, dan pengumpulan informasi dari arsip dokumen internal, sedangkan pengolahan data mencakup serangkaian uji pendahuluan seperti validitas dan reliabilitas instrumen pengukuran, verifikasi asumsi regresi klasik (normalitas distribusi residu, tidak adanya multikolinearitas, dan homogenitas varians), diikuti oleh analisis inti yang terdiri dari model regresi linier berganda yang dilengkapi dengan uji parsial menggunakan uji t dan uji simultan menggunakan uji F—menghasilkan temuan bahwa disiplin kerja secara individual memberikan kontribusi positif dan signifikan secara statistik (nilai t yang dihitung sebesar 3,791 lebih besar dari nilai t kritis sebesar 1,985 dengan tingkat signifikansi 0,000), demikian pula pengawasan (nilai t yang dihitung sebesar 3,348, lebih besar dari nilai t kritis sebesar 1,985 dengan tingkat signifikansi 0,001), dan secara kolektif, keduanya memiliki efek yang kuat (nilai F yang dihitung sebesar 26,703 dengan tingkat signifikansi 0,000, menjelaskan 36,2 persen variasi melalui nilai R-kuadrat sebesar 0,362) —dengan demikian, implikasi praktisnya menekankan perlunya strategi terpadu berupa penguatan budaya disiplin yang konsisten yang bersinergi dengan mekanisme pengawasan yang efektif untuk mendorong peningkatan kinerja pegawai yang berkelanjutan di sektor publik</em></p>2026-05-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Bintang Try Anastasya Manalu, Nandang, Rengga Madya Pranatahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5561Efek Jera Pemidanaan Terhadap Pelaku KDRT2026-04-19T08:14:23+07:00Dioni Wuantikaolaantik@gmail.comNabila Zatadiniwulantika163@gmail.com<p>Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan tindak pidana yang masih sering terjadi di Indonesia dan berkaitan erat dengan pelanggaran hak asasi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemidanaan dalam memberikan efek jera terhadap pelaku KDRT. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, dengan fokus pada Putusan Nomor 544/Pid.Sus/2024/PN.TJK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pidana penjara yang dijatuhkan belum sepenuhnya efektif dalam memberikan efek jera, terutama karena adanya kekerasan yang dilakukan secara berulang serta dampak fisik dan psikologis yang dialami korban. Pidana yang relatif ringan dinilai belum mencerminkan prinsip proporsionalitas dan tujuan pemidanaan, khususnya dalam aspek pencegahan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif melalui integrasi antara sanksi pidana, rehabilitasi pelaku, serta perlindungan korban guna mencegah terjadinya pengulangan tindak pidana KDRT di masa mendatang.</p>2026-05-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Dioni Wuantika, Nabila Zatadinihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5488Pendekatan Diversi Dalam Kasus Tawuran Anak Yang Dipicu Oleh Mabuk Alkohol2026-04-16T11:24:32+07:00Sawia Hasanwhyasasi18@gmail.com<p>Dalam kasus tawuran anak yang disebabkan oleh konsumsi alkohol, serta pertanggungjawaban pidana anak dari perspektif hukum positif di Indonesia, ada banyak faktor yang dapat memengaruhi tawuran anak yang mabuk alkohol, seperti faktor sosial, keluarga, dan lingkungan. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dikaji dengan yuridis normatif dalam penelitian ini. Hasilnya menunjukkan bahwa diversi adalah metode penting untuk menyelesaikan kasus anak dengan menerapkan keadilan restoratif, yang berarti mengembalikan hubungan antara pelaku, korban, dan masyarakat. Setiap tahap peradilan pidana anak harus diperbarui. Ini tidak berlaku untuk pelanggaran yang telah dilakukan satu kali lagi, serta untuk pelanggaran dengan ancaman yang telah berlangsung selama 7 (tujuh) tahun. Namun demikian, masih ada masalah normatif dan praktis yang terkait dengan penerapan diversi. Ini termasuk kemungkinan pelanggaran prinsip praduga tidak bersalah dan cakupan perkara yang terbatas. Anak-anak dapat dimintai pertanggungjawaban dalam hal pertanggungjawaban pidana karena kondisi psikologis mereka dan tingkat kedewasaan mereka. Akibatnya, sanksi yang diberikan lebih ringan dan mendidik. Oleh karena itu, prinsip kepentingan terbaik bagi anak dan pendekatan rehabilitatif harus menjadi pilar utama dalam menangani masalah anak.</p>2026-05-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Sawia Hasanhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5646Pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII Di UPT SMPN 13 Gresik Ujungpangkah2026-04-22T13:42:31+07:00Nur Izzahpesekcindo@gmail.comMoh. Syafi’isyafii@uqgresik.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII di UPT SMPN 13 Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatori. Data status sosial ekonomi orang tua diperoleh melalui kuesioner yang mencakup indikator pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, dan pendapatan orang tua, sedangkan data prestasi belajar siswa diperoleh melalui dokumentasi nilai raport. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS versi 4.0. hasil analisis outer model menunjukkan bahwa seluruh indikator penelitian memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Selanjutnya, hasil analisis inner model menunjukkan bahwa status sosial ekonomi orang tua hanya mampu menjelaskan sebagian kecil variasi prestasi belajar siswa. Hasil uji hipotesis melalui bootstrapping menunjukkan bahwa pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, dan pendapatan orang tua tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa tidak hanya ditentukan oleh kondisi sosial ekonomi orang tua, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti motivasi belajar, kemandirian siswa, dan lingkungan sekolah. Oleh karena itu upaya peningkatan prestasi belajar siswa perlu difokuskan pada penguatan faktor internal siswa serta peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.</p>2026-05-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nur Izzah, Moh. Syafi’ihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5608Analisis Penyelesaian Pelanggaran Hukum Melalui Restorative Justice Berbasis Mediasi Adat Di Kelurahan Padang Serai2026-04-21T02:23:04+07:00Najwa Renanda Lheviolanajwa72522@gmail.comRina iswanirinaiswn@gmail.comNabilla Tiffany Dwinovnabillatiffany8@gmail.comBagas Prithajaya Putrabagaspritajaya2020@gmail.comMardhatillahmmardhatillah@unib.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis pelanggaran hukum yang diselesaikan melalui mediasi adat, mekanisme penyelesaian perkara, serta efektivitas dan hambatan penerapannya di Kelurahan Padang Serai, Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode empiris dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh adat, aparat kelurahan, dan Bhabinkamtibmas, serta didukung oleh studi dokumentasi dan peraturan perundang-undangan terkait. </em><em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran yang diselesaikan melalui mediasi adat umumnya termasuk dalam kategori dapek salah, seperti cempalo tangan, cempalo mulut, dan cempalo mato. Proses penyelesaian dilakukan melalui tahapan pengaduan, pemanggilan para pihak, musyawarah adat yang dipimpin oleh Ketua Adat dengan melibatkan tokoh masyarakat dan aparat keamanan, hingga tercapainya kesepakatan berupa permintaan maaf, ganti kerugian, atau denda adat. Kesepakatan tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk tertulis sebagai legitimasi hasil musyawarah. Penerapan mediasi adat terbukti efektif dalam menyelesaikan konflik sosial karena mampu memulihkan hubungan antarwarga dan menjaga keharmonisan masyarakat. Mekanisme ini juga mencerminkan prinsip restorative justice yang berorientasi pada pemulihan, bukan pembalasan. Namun, implementasinya masih menghadapi hambatan berupa perubahan nilai sosial masyarakat, lemahnya administrasi dokumentasi, serta belum optimalnya integrasi antara hukum adat dan hukum positif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kelembagaan dan sinergi normatif agar mediasi adat dapat berfungsi lebih optimal dalam sistem hukum nasional.</em></p>2026-05-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Najwa Renanda Lheviola, Rina iswani, Nabilla Tiffany Dwinov, Bagas Prithajaya Putra, Mardhatillahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5658Cultural Representation in the L'Oréal Paris Advertisement "Nous le valons bien" 2026-04-22T20:03:40+07:00Nurfebry Salsabila Isdiansyahnurfebrysalsabila@students.unnes.ac.idDiah Vitri Widayantidiahvitri@mail.unnes.ac.id<p><em>The expansion of digital media has transformed advertising into a medium that constructs cultural meanings and social values beyond its promotional function. This study aims to analyze cultural representation in the L’Oréal Paris 2024 advertisement “Nous le valons bien”, focusing on how meaning is constructed through visual and verbal elements. The research applies a qualitative descriptive method using a constructionist approach. The data source is a 40 second advertisement video obtained from the official YouTube platform, with scenes and sequences as the unit of analysis. The findings reveal that representation operates through reflective, intentional, and constructionist approaches. While the advertisement reflects multicultural diversity and communicates empowerment, the constructionist approach dominates by actively producing meanings of inclusive beauty, contemporary feminism, and global identity. In conclusion, the advertisement functions as a cultural text that not only reflects but also shapes social reality, contributing to cultural studies and language learning.</em></p>2026-05-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nurfebry Salsabila Isdiansyah, Diah Vitri Widayantihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5660Latihan Plyometric Model Circuit Training Terhadap Peningkatan Power Otot Tungkai Atlet Basket Di UPTD SMPN 1 Kamal Bangkalan2026-04-22T21:03:13+07:00Alif Rafi Nugraha Putraguakching13@gmail.comSupriatna Supriatnaguakching13@gmail.com<p>Power otot tungkai merupakan komponen kondisi fisik yang sangat penting dalam olahraga bola basket karena berkaitan dengan kemampuan melompat, melakukan rebound, dan melakukan shooting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan plyometric dengan model circuit training terhadap peningkatan power otot tungkai atlet bola basket. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen menggunakan desain pretest–posttest control group design. Populasi penelitian adalah atlet bola basket putri ekstrakurikuler di UPTD SMP Negeri 1 Kamal dengan jumlah 20 atlet yang seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian menggunakan tes vertical jump untuk mengukur power otot tungkai. Data dianalisis menggunakan uji statistik paired sample t-test dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,00 (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan latihan plyometric model circuit training terhadap peningkatan vertical jump atlet bola basket. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa latihan plyometric model circuit training efektif dalam meningkatkan power otot tungkai atlet bola basket.</p>2026-05-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Alif Rafi Nugraha Putra, Supriatna Supriatnahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5633Dinamika Interaksi antara Pemimpin Transformasional dan Karyawan Generasi Z dalam Membangun Loyalitas di Lingkungan Startup2026-04-21T22:34:03+07:00Nadziratul Ulyaulyanadzira@gmail.comYuniar Mughayyirah yuniarmughayyirah1998@gmail.comNeng Dyah Surya Pratama nengdyahsuryapratama@gmail.comDewi Yanti dewiyanti.spd01@gmail.comJanna Aulia Pulung Sari jaupuri@gmail.com<p>Studi ini bertujuan untuk memahami secara mendalam peran kepemimpinan transformasional dalam membangun loyalitas di antara karyawan Generasi Z di perusahaan rintisan selama era transformasi digital. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi dinamika hubungan antara pemimpin dan karyawan dalam konteks lingkungan kerja yang serba cepat, fleksibel, dan penuh tekanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dapat menciptakan hubungan kerja yang lebih bermakna dengan memberikan visi, motivasi, dan perhatian terhadap kebutuhan individu karyawan. Loyalitas karyawan dipengaruhi tidak hanya oleh faktor struktural organisasi tetapi juga oleh aspek psikologis seperti keterlibatan karyawan dan kepuasan kerja, yang terbentuk melalui interaksi yang autentik dan suportif. Lebih lanjut, kesejahteraan di tempat kerja merupakan elemen penting dalam menjaga stabilitas emosional dan komitmen karyawan. Namun, risiko burnout yang tinggi di lingkungan perusahaan rintisan merupakan tantangan utama yang dapat melemahkan pengaruh positif kepemimpinan terhadap loyalitas. Temuan juga mengungkapkan bahwa Generasi Z mengharapkan gaya kepemimpinan yang lebih partisipatif, komunikatif, dan fleksibel dalam organisasi. Oleh karena itu, pendekatan kepemimpinan adaptif yang berorientasi pada kesejahteraan karyawan dibutuhkan secara holistik. Penelitian ini berkontribusi untuk memperkaya pemahaman tentang perilaku modern dan memberikan dasar bagi perusahaan rintisan dalam merancang strategi kepemimpinan yang efektif untuk meningkatkan loyalitas dan keberlanjutan organisasi</p>2026-05-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nadziratul Ulya, Yuniar Mughayyirah , Neng Dyah Surya Pratama , Dewi Yanti , Janna Aulia Pulung Sari https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5661Life Skill Activities To Increase The Independence Of Early Childhood2026-04-22T21:09:42+07:00Widya Fiamita501222602@ecampus.ut.ac.idHadiqotul Luluklulu@ecampus.ut.ac.idHena Dian Ayuhenadian@unikama.ac.id<p><em>This Systematic Literature Review (SLR) explores the impact of life skill activities on increasing independence in early childhood. The review aims to synthesize current research findings to answer three main questions: (1) Do life skill activities significantly enhance independence among young children? (2) Who are the key stakeholders involved in implementing life skill activities? (3) What are the challenges in implementing life skill activities in early childhood education? The SLR was conducted by systematically searching five major databases-Scopus, ScienceDirect, Wiley, JSTOR, and Mendeley-using relevant keywords. Inclusion criteria focused on peer-reviewed articles from the last ten years, involving children aged 5-6 years in both formal and non-formal early childhood education settings. After a rigorous screening process, ten studies were included for thematic analysis. The findings indicate that well-designed life skill activities play a significant role in fostering independence in early childhood, particularly in areas such as self-care, decision-making, and social-emotional skills. The review also highlights the importance of collaboration between teachers and parents in supporting these activities. However, gaps remain in terms of standardized implementation methods and limited parental involvement. In conclusion, life skill activities are essential for developing independence in early childhood, but further research and practical guidelines are needed to optimize their implementation in diverse educational contexts.</em></p>2026-05-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Widya Fiamita, Hadiqotul Luluk, Hena Dian Ayuhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5667Upaya Pustakawan Dalam Mendorong Minat Kunjung Pemustaka Di Dinas Perpustakaan Dan Arsip Daerah Provinsi Jambi2026-04-23T06:51:52+07:00Siska Okta Ramadanisiskaaordni@gmail.comDenny Denmarsiskaaordni@gmail.comAgus Lestarisiskaaordni@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tugas dan fungsi utama pustakawan, mengidentifikasi upaya yang dilakukan pustakawan untuk mendorong minat pengunjung, dan mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi pustakawan di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pustakawan dan pengguna perpustakaan yang dipilih melalui pengambilan sampel bertujuan. Validitas data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pustakawan telah melaksanakan tugas dan fungsi utamanya sesuai dengan peraturan yang berlaku, meskipun implementasinya belum sepenuhnya optimal, khususnya dalam inovasi layanan berbasis teknologi; (2) upaya pustakawan meliputi promosi dan kerja sama dengan lembaga pendidikan, peningkatan kualitas layanan, penyelenggaraan kegiatan literasi, dan pengembangan layanan inovatif seperti perpustakaan keliling; dan (3) faktor pendukung meliputi layanan pustakawan yang ramah dan responsif, fasilitas yang nyaman, dan dukungan dari lembaga pendidikan, sedangkan faktor penghambat meliputi anggaran yang terbatas, sumber daya manusia, koleksi yang ketinggalan zaman, dan promosi yang kurang optimal. Studi ini merekomendasikan penguatan strategi promosi digital, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penyediaan dukungan anggaran yang lebih memadai untuk meningkatkan minat pengunjung secara berkelanjutan</em><em>.</em></p>2026-05-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Siska Okta Ramadani, Denny Denmar, Agus Lestarihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5689Perlindungan Hukum Debitur Korporasi Solven Perkara Kepailitan2026-04-23T15:28:55+07:00Novi Antrynoven.ming.nm@gmail.comKusroh Lailiyahhepilia190@gmail.com<p><em>Mekanisme pembuktian sederhana (summiere behandeling) sebagaimana yang diatur dalam Pasal 8 ayat (4) jo. Pasal 2 ayat (1) Undang-undang No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU hanya mensyaratkan pemenuhan dua syarat formal: Minimal dua kreditur dan satu utang yang telah jatuh tempo, tanpa mewajibkan pengujian kondisi insolvensi debitur. Konstruksi normatif yang minimalis ini dalam praktiknya membuka celah struktural yang memungkinkan penjatuhan putusan pailit terhadap korporasi yang secara finansial masih dalam kondisi solven, sebagaimana tercermin dalam putusan Pengadilan Niaga. Penelitian ini mengkaji dua hal: pertama, kegagalan konstruksi normatif Pasal 8 ayat (4) jo. Pasal 2 ayat (1) UUK-PKPU dalam memberikan perlindungan hukum bagi debitur korporasi solven secara finansial; kedua, model perlindungan hukum preventif yang ideal bagi debitur korporasi yang solven dalam sistem kepailitan Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan socio-legal yang mengintegrasikan analisis normatif terhadap ketentuan UUK-PKPU dengan analisis empiris terhadap Putusan di dua yurisdiksi pengadilan yaitu pengadilan Niaga Jakarta Pusat dan Pengadilan Niaga Medan. Analisis dilandasi dengan teori Perlindungan hukum, teori keadilan substantif dan teori Sociological Jurisprudence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan summiere behandeling secara konsisten dilakukan tanpa solvency assessment terhadap kondisi finansial debitur korporasi sehingga tidak memberikan keadilan substantif bagi debitur korporasi yang solven, karena majelis hakim bertumpu pada pemenuhan syarat formal dalam rumusan UUK-PKPU. Berdasarkan penemuan tersebut, Penelitian ini menawarkan rekonstruksi normatif berupa Good Faith Solvency Protection Model sebagai mekanisme perlindungan hukum preventif yang diintegrasikan ke dalam Pasal 8 ayat (4) jo. Pasal 2 ayat (1) UUK-PKPU, sebagai bentuk kontribusi pembaruan sistem kepailitan Indonesia yang lebih mencerminkan keadilan substantif.</em></p>2026-05-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Novi Antry, Kusroh Lailiyahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5698Analisis Perencanaan Laba Pada UMKM Bakakak Ayam Kampung M.Ocid Karawang2026-04-24T02:12:34+07:00Chantika Julianamn22.chantikajuliana@mhs.ubpkarawang.ac.idSanti Pertiwi Harimn22.chantikajuliana@mhs.ubpkarawang.ac.id<p>UMKM Bakakak Ayam Kampung M. Ocid Karawang merupakan usaha kuliner tradisional yang memiliki tingkat penjualan tinggi Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui, menghitung, dan menjelaskan total penjualan, (2) menghitung biaya produksi, (3) menghitung Break Even Point (BEP) dalam rupiah dan unit, serta (4) menghitung target laba pada UMKM Bakakak Ayam Kampung M. Ocid Karawang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder yang diperoleh dari pemilik usaha selama tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total volume penjualan UMKM Bakakak Ayam Kampung M. Ocid selama tahun 2024 adalah sebesar 45.150 ekor dengan harga jual Rp 80.000 per ekor, sehingga total penjualan mencapai Rp 3.612.000.000. Total biaya variabel tercatat sebesar Rp 2.262.547.500 dan total biaya tetap sebesar Rp 343.219.500. Berdasarkan perhitungan tersebut diperoleh biaya variabel rata-rata sekitar Rp 50.000 per ekor dan margin kontribusi sebesar Rp 30.000 per ekor. Hasil perhitungan Break Even Point (BEP) menunjukkan bahwa titik impas usaha tercapai pada tingkat penjualan sebesar 11.440 ekor atau setara dengan Rp 915.252.000. Dengan tingkat penjualan sebesar 45.150 ekor, UMKM Bakakak Ayam Kampung M. Ocid berada jauh di atas titik impas, sehingga usaha dinilai layak dan menguntungkan. Hasil perhitungan target laba menunjukkan bahwa usaha ini mampu menghasilkan laba yang signifikan setelah menutupi seluruh biaya tetap dan biaya variabel. </p>2026-05-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Chantika Juliana, Santi Pertiwi Harihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5707Filsafat Pendidikan Islam berbasis Nilai-nilai Pesantren2026-04-24T09:19:54+07:00Suratmansuratmanimm27@gmail.comMuhammad Andimuhamad.andi32@gmail.comIyayu Amaliaiyayunamaliah60@gmail.comRuslanruslan@umbima.ac.idMusliminmusliminm679@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi filosofis nilai-nilai pesantren dalam perspektif filsafat pendidikan Islam, mengidentifikasi relevansi nilai-nilai inti pesantren dalam penguatan karakter religius, serta merumuskan model konseptual integrasinya dalam konteks pendidikan kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka melalui analisis konseptual terhadap berbagai literatur yang berkaitan dengan filsafat pendidikan Islam dan tradisi pesantren. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai pesantren memiliki landasan filosofis yang kokoh, baik secara ontologis, epistemologis, maupun aksiologis, sehingga mampu menjadi fondasi dalam pembentukan karakter religius peserta didik. Nilai-nilai utama seperti keikhlasan, kemandirian, kedisiplinan, ta’dzim, dan kesederhanaan memiliki relevansi yang tinggi serta adaptif terhadap dinamika dan tantangan pendidikan modern. Integrasi nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui model konseptual yang sistematis dan aplikatif, meliputi penguatan kurikulum berbasis nilai, pembiasaan budaya sekolah, serta keteladanan pendidik sebagai figur sentral dalam proses internalisasi nilai. Dengan demikian, nilai-nilai pesantren memiliki potensi strategis sebagai basis pengembangan karakter religius dalam sistem pendidikan kontemporer</p>2026-05-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Suratman, Muhammad Andi, Iyayu Amalia, Ruslan, Musliminhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5735Konstruksi Keyakinan terhadap Kemampuan Diri Siswa Rohis melalui Latihan Dasar Kepemimpinan2026-04-25T12:22:18+07:00Aninda Putri Riyantianindaputririyanti09@gmail.comIndah Muliatiindahmuliati@fis.unp.ac.id<p><span class="_aupe copyable-text xkrh14z">Penelitian dilatar belakangi oleh permasalahan rendahnya keyakinan siswa terhadap kemampuan dirinya dalam berpendapat, menerima tanggung jawab, dan tampil aktif di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Rohis membangun keyakinan siswa terhadap kemampuan dirinya di SMAN 7 Padang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data penelitian didapatkan dari sumber primer dan sekunder yakni kepala sekolah, guru, pembina rohis, panitia LDK, peserta LDK, serta dokumentasi pendukung. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan adalah model Miles and Huberman, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa LDK Rohis mampu menumbuhkan keyakinan siswa terhadap kemampuannya secara bertahap, terlihat dari keberanian menyampaikan pendapat, kesediaan menerima amanah organisasi, kemampuan bekerja sama, partisipasi aktif dalam kegiatan Rohis, serta kesiapan memimpin kegiatan kelompok. </span></p>2026-05-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Aninda Putri Riyanti, Indah Muliatihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5729Efektifitas Pelaksanaan Rehabilitasi Bagi Penyalahguna Narkotika Jenis Sabu Dikabupaten Lampung Timur2026-04-25T09:17:12+07:00Ratih Nurleninurleniratih64@gmail.comSugeng Dwionosugengsdw1212@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika jenis sabu di Kabupaten Lampung Timur. Permasalahan penyalahgunaan narkotika merupakan isu multidimensional yang berdampak pada aspek kesehatan, sosial, dan penegakan hukum. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 telah menegaskan bahwa penyalahguna narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan sosial sebagai upaya pemulihan. Namun, dalam praktiknya, pelaksanaan rehabilitasi belum berjalan optimal. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan undang-undang dan pendekatan sosiologis, serta dianalisis menggunakan teori efektivitas hukum Soerjono Soekanto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas rehabilitasi masih terhambat oleh beberapa faktor, yaitu ketidakkonsistenan penerapan hukum, kurangnya koordinasi antar aparat penegak hukum, keterbatasan sarana dan fasilitas, rendahnya kesadaran masyarakat, serta budaya hukum yang masih berorientasi represif. Selain itu, faktor ekonomi dan dukungan keluarga juga turut memengaruhi keberhasilan proses rehabilitasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya komprehensif melalui peningkatan kapasitas aparat, penyediaan fasilitas, penguatan koordinasi antar lembaga, serta perubahan paradigma masyarakat agar rehabilitasi dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.</p>2026-05-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ratih Nurleni, Sugeng Dwionohttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5849Pengaruh Academic Resilience Dan Mindfulness Terhadap Academic Stress Pada Mata Pelajaran Dasar-Dasar Kejuruan Siswa Kelas X Akuntansi SMK Negeri 1 Medan2026-04-28T23:54:38+07:00Fannya Regina Putrifannyareginaputri@gmail.comUlfa Nurhayaniulfanurhayani@unimed.ac.idAndri Zainalandrizainal@unimed.ac.idPasca Dwi Putrasgacenter@gmail.comRini Herlianiriniherliani@unimed.ac.id<p style="font-weight: 400;"><em>Academic stress merupakan salah satu permasalahan yang sering dialami siswa dalam menghadapi tuntutan pembelajaran di sekolah kejuruan, khususnya pada mata pelajaran Dasar-Dasar Kejuruan. Kondisi ini perlu diatasi melalui kemampuan academic resilience dan mindfulness yang diyakini mampu membantu siswa mengelola tekanan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh academic resilience dan mindfulness terhadap academic stress pada mata pelajaran Dasar-Dasar Kejuruan siswa kelas X Akuntansi di SMK Negeri 1 Medan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian ex post facto dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 139 siswa kelas X Akuntansi, dengan sampel sebanyak 79 siswa yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui angket yang telah diuji validitas menggunakan korelasi Product Moment dan reliabilitas menggunakan Cronbach Alpha, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial academic resilience berpengaruh negatif dan signifikan terhadap academic stress dengan nilai t hitung -5,616 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Mindfulness juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap academic stress dengan nilai t hitung -3,438 dan signifikansi 0,001 < 0,05. Secara simultan, academic resilience dan mindfulness berpengaruh signifikan terhadap academic stress dengan nilai F hitung 60,916 > 3,11. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,606 menunjukkan bahwa kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 60,6% terhadap academic stress siswa. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan academic resilience dan mindfulness dapat menjadi strategi efektif dalam menurunkan tingkat academic stress siswa.</em></p>2026-05-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Fannya Regina Putri, Ulfa Nurhayani, Andri Zainal, Pasca Dwi Putra, Rini Herlianihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5946Implementasi Manajemen Dakwah Terpadu dalam Meningkatkan Kesadaran Sosial2026-05-02T10:26:34+07:00Siti Fatimahsiiiii@gmail.com<p>Kesadaran sosial masyarakat pedesaan masih tergolong rendah karena lemahnya perencanaan dakwah yang terstruktur dan minimnya pelibatan komunitas dalam aktivitas keagamaan. Dakwah terpadu menjadi pendekatan yang relevan untuk menjawab tantangan sosial tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen dakwah terpadu dalam meningkatkan kesadaran sosial masyarakat di Desa Sungai Ambat, Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen dakwah mulai terarah dengan mengintegrasikan program sosial berbasis komunitas, seperti kerja bakti, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi keluarga, yang berdampak pada meningkatnya partisipasi warga, keterlibatan generasi muda, serta peran sosial masjid yang semakin kuat. Temuan ini mengindikasikan bahwa dakwah terpadu dapat menjadi model strategis dalam membangun kesadaran sosial secara kolaboratif di masyarakat pedesaan</p>2026-05-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Siti Fatimahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5947Sinergi Kesiapan Guru dan Media Digital Interaktif dalam Menerapkan Manajemen Kelas Inovatif di Era Digital2026-05-02T10:28:22+07:00Rohanasiiiii@gmail.com<p><em>Kemajuan teknologi digital telah mendorong terjadinya transformasi signifikan dalam praktik manajemen kelas. Guru dituntut untuk siap secara kompetensi dalam mengelola pembelajaran yang berbasis teknologi, serta mampu mengoptimalkan media digital interaktif sebagai bagian integral dari strategi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual hubungan antara kesiapan guru dan pemanfaatan media digital interaktif dalam menerapkan manajemen kelas inovatif di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dari jurnal internasional bereputasi dan literatur ilmiah yang relevan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru yang memiliki literasi digital, sikap reflektif, dan pengalaman mengajar yang kuat lebih mampu memanfaatkan media digital untuk menciptakan kelas yang adaptif, kolaboratif, dan responsif terhadap kebutuhan siswa. Media digital terbukti meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar, serta mendukung proses evaluasi formatif secara efisien. Kesimpulannya, sinergi antara kesiapan guru dan pemanfaatan media digital menjadi kunci utama keberhasilan manajemen kelas inovatif berbasis teknologi, yang menuntut dukungan berkelanjutan dalam bentuk pelatihan, kebijakan inklusif, dan desain pembelajaran yang kontekstual</em></p>2026-05-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Rohanahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5948EFL Learners' Common Grammar Errors in Online Writing Platforms2026-05-02T10:30:39+07:00Susilawatisiiiii@gmail.com<p><em>Penelitian ini menyelidiki kesalahan tata bahasa yang paling sering dilakukan oleh mahasiswa Indonesia dalam penulisan bahasa Inggris dengan menggunakan Grammarly sebagai alat diagnostik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kategori tata bahasa mana yang paling bermasalah bagi pembelajar serta memberikan wawasan pedagogis untuk pengajaran tata bahasa di kelas TEFL. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan kuesioner daring dan tugas menulis yang dikumpulkan oleh 20 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Permasalahan tata bahasa dianalisis berdasarkan umpan balik dari Grammarly dalam tujuh kategori utama: artikel, tenses (waktu), kesesuaian subjek dan kata kerja, preposisi, struktur kalimat, kata ganti, dan tanda baca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan penggunaan artikel merupakan yang paling sering terjadi, diikuti oleh kesalahan tenses dan tanda baca. Temuan ini mengonfirmasi penelitian sebelumnya mengenai pengaruh interferensi bahasa pertama (L1) serta ketiadaan padanan artikel dalam Bahasa Indonesia. Penelitian ini mendukung relevansi teori Interlanguage dan Analisis Kesalahan dalam memahami kesulitan pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL). Integrasi alat umpan balik digital seperti Grammarly terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran pembelajar terhadap penggunaan tata bahasa, meskipun tindak lanjut pedagogis tetap diperlukan. Penelitian ini merekomendasikan pengajaran tata bahasa yang lebih terfokus sesuai kebutuhan pembelajar Indonesia serta penelitian lanjutan yang membandingkan umpan balik otomatis dan manusia.</em></p>2026-05-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Susilawatihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5903Manajemen Strategis Pendidikan Islam dalam Menghadapi Era Digital di MAN 1 Way Kanan2026-04-30T20:00:03+07:00Asep Kusmawanaasepcucu@gmail.comAnton Apriadiantonz94@guru.sma.belajar.idFarid Fauzan Subhkifaridfauzan700@gmail.comRuslainiruslaini38@guru.sma.belajar.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen strategis pendidikan Islam dalam menghadapi era digital serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilaksanakan di MAN 1 Way Kanan. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, dengan analisis data melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen strategis telah berjalan melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan berbasis digital telah terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman, pengorganisasian didukung oleh pembentukan tim IT, serta pelaksanaan ditandai dengan pemanfaatan berbagai platform digital dalam pembelajaran. Namun, terdapat kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia dan belum meratanya kompetensi digital guru. Evaluasi dilakukan secara berkala, meskipun belum sepenuhnya berbasis sistem digital terintegrasi. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital pendidikan Islam sangat dipengaruhi oleh kesiapan manajemen, kompetensi SDM, dan dukungan infrastruktur.</p>2026-05-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Asep Kusmawan, Anton Apriadi, Farid Fauzan Subhki, Ruslainihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5862Peran Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Matematika terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis: Systematic Literature Review2026-04-29T17:04:37+07:00Ni Wayan Jillyjilly@student.undiksha.ac.idGusti Putu Sudiartagussudiarta@undiksha.ac.idGede Suwekengede.suweken@undiksha.ac.idGusti Ayu Mahayuktigustiayumahayukti@undiksha.ac.idNi Made Sri Mertasarisrimertasari@undiksha.ac.id<p>Penelitian ini difokuskan pada penelusuran kontribusi <em>Artificial Intelligence</em> (AI) dalam konteks pembelajaran matematika serta dampaknya terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik, sekaligus mengevaluasi sejauh mana penerapan AI dinilai efektif dengan merujuk pada berbagai hasil studi terdahulu. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah <em>Systematic Literature Review</em> (SLR), yang dilaksanakan melalui serangkaian prosedur terstruktur, mulai dari penyusunan pertanyaan penelitian, penetapan kriteria inklusi dan eksklusi, perancangan strategi penelusuran literatur, proses penyaringan studi, pengodean data, evaluasi kualitas, hingga tahap pengintegrasian temuan. Data dikumpulkan dari Google Scholar, ResearchGate, dan ERIC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki peran penting dalam menciptakan pembelajaran yang adaptif, interaktif, serta personal, sebagai alat bantu bagi siswa untuk memahami konsep matematika yang abstrak, memberikan tanggapan ataupun umpan balik dengan mode <em>real-time</em>, serta mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar. Dalam aspek berpikir kritis, AI berkontribusi pada peningkatan kemampuan analisis, evaluasi, inferensi, dan pemecahan masalah. Namun demikian, hasil penelitian belum sepenuhnya konsisten, karena beberapa studi menunjukkan bahwa AI tidak memberikan pengaruh yang signifikan dan berpotensi menimbulkan ketergantungan jika tidak didorong oleh strategi pembelajaran yang tepat atau sesuai. Oleh karena itu, AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dan kemampuan berpikir kritis siswa, tetapi efektivitasnya sangat bergantung pada desain pembelajaran dan peran guru dalam mengarahkan penggunaannya agar tetap mendorong proses berpikir aktif. Dengan demikian, diperlukan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan pendekatan pedagogis, serta penelitian lanjutan untuk mengoptimalkan implementasi AI dalam berbagai konteks pembelajaran.</p>2026-05-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ni Wayan Jilly, Gusti Putu Sudiarta, Gede Suweken, Gusti Ayu Mahayukti, Ni Made Sri Mertasarihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5919The Effect Of Word Search Puzzles Game On Students' Vocabulary Mastery Of Grade Xi At SMA Negeri 7 Tanjung Balai 2025/2026 Academic Year2026-05-01T12:13:50+07:00Rizki Isnaini Isnainiisnainirizky33@gmail.comDian Anggraini Harahapisnainirizki633@gmail.com<p>This research purposed to find the effect of Word Search Puzzles Game on <br />students‟ vocabulary mastery of grade XI at SMA Negeri 7 Tanjung Balai <br />2025/2026 Academic Year. This research was conducted with an experimental <br />design into pre-test, treatment, and post-test. This research focused on students <br /><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Permainan Teka-teki Cari Kata terhadap penguasaan kosakata siswa kelas XI di SMA Negeri 7 Tanjung Balai pada Tahun Ajaran. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan eksperimental yang terdiri dari pra-tes, perlakuan, dan pasca-tes. Penelitian ini berfokus pada siswa dari kelas XI-1 dan XI-2 di SMA Negeri 7 Tanjung Balai yang berjumlah 66 siswa, yang dipilih melalui pengambilan sampel acak. Tes pilihan ganda digunakan untuk mengumpulkan data. Skor pra-tes dilakukan sebelum pemberian perlakuan. Hasil menunjukkan bahwa skor rata-rata kelompok eksperimen adalah 70,75 pada pra-tes dan 86,96 pada pasca-tes, sedangkan skor rata-rata kelompok kontrol adalah 65,00 pada pra-tes dan 83,63 pada pasca-tes. Analisis statistik menggunakan uji t dengan derajat kebebasan (df) 64 pada tingkat signifikansi 0,05 di mana nilai t tabel adalah 1,669. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai t lebih besar dari nilai t tabel, yaitu 2,0625 > 1,669 pada tingkat signifikansi 0,05 dengan derajat kebebasan (df) 64. Hal ini berarti bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak.</em></p>2026-05-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Rizki Isnaini Isnaini, Dian Anggraini Harahaphttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5905Pengembangan E-Modul Dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam Dalam Meningkatkan Literasi Matematika Siswa Pada Materi Persamaan Garis Lurus2026-05-01T06:48:25+07:00Ni Putu Dinda Asoka Watidinda.asoka@student.undiksha.ac.idI Gusti Putu Sudiartagussudiarta@undiksha.ac.idI Gusti Nyoman Yudi Hartawanyudi.hartawan@undiksha.ac.id<p>Kemampuan siswa tingkat SMP dalam memahami dan menggunakan konsep literasi matematika masih berada pada level yang belum optimal, terutama ketika berhadapan dengan topik persamaan garis lurus. Selain itu, materi pembelajaran yang tersedia saat ini belum dirancang secara maksimal untuk mendorong partisipasi aktif siswa dalam proses belajar. Atas dasar permasalahan tersebut, studi ini diarahkan pada perancangan sebuah e-modul yang mengintegrasikan pendekatan pembelajaran mendalam sebagai upaya untuk memperkuat kompetensi literasi matematika peserta didik. Studi ini dikategorikan sebagai penelitian pengembangan (<em>Research and Development</em>) yang mengadopsi kerangka kerja ADDIE, sementara pada fase penerapannya digunakan rancangan eksperimen <em>one-group pretest–posttest</em>. Penelitian ini melibatkan 35 peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 7 Denpasar sebagai subjek kajian. E-modul yang dirancang dalam penelitian ini dikembangkan dengan ciri mendukung pembelajaran mandiri, bersifat komprehensif, tidak bergantung pada sumber lain, fleksibel terhadap kebutuhan pengguna, serta mudah dioperasikan. Penyajiannya dikemas secara interaktif dan kontekstual, disusun secara runtut melalui tahapan memahami konsep, menerapkan, hingga melakukan refleksi. Validasi produk dilakukan oleh pakar konten dan desain menggunakan instrumen LORI, menghasilkan skor rata-rata 4,35 pada komponen materi dan 4,31 pada komponen media, yang mengindikasikan tingkat kelayakan sangat tinggi. Pengujian efektivitas memperlihatkan adanya perbedaan bermakna pada kemampuan literasi matematika siswa antara kondisi awal dan setelah pemanfaatan e-modul, ditunjukkan oleh nilai signifikansi < 0,001 (< 0,05). Selain itu, perolehan skor N-Gain sebesar 0,62 mengindikasikan peningkatan pada tingkat sedang. Dengan demikian, e-modul dengan pendekatan pembelajaran mendalam yang dikembangkan dinyatakan valid dan efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa pada materi persamaan garis lurus.</p>2026-05-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ni Putu Dinda Asoka Wati, I Gusti Putu Sudiarta, I Gusti Nyoman Yudi Hartawanhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5922Konseling Islam Sebagai Pendekatan Peningkatan Kesehatan Mental Remaja di Madrasah Aliyah: Systematic Literature Review2026-05-01T13:35:17+07:00Nurul Jami’ahnuruljamiah2004@gmail.comRista Aulinristaaulin@gmail.comSelinda Trianaselindaseli21@gmail.comSukmasukmaa1711@gmail.com<p>Kesehatan mental remaja di Madrasah Aliyah merupakan permasalahan mendesak yang memerlukan pendekatan intervensi berbasis nilai-nilai keislaman yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis bukti-bukti empiris mengenai implementasi dan efektivitas konseling Islam dalam menangani problematika kesehatan mental remaja di Madrasah Aliyah melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada enam basis data ilmiah (Google Scholar, DOAJ, SINTA, Scopus, ERIC, EBSCO) dan menghasilkan 28 artikel yang memenuhi kriteria inklusi, terdiri dari 16 artikel jurnal nasional terindeks SINTA 1-2 dan 12 artikel internasional terindeks Scopus, yang diterbitkan pada periode 2019-2024. Hasil thematic synthesis mengidentifikasi tujuh tema utama: (1) tingginya prevalensi masalah kesehatan mental pada siswa Madrasah Aliyah pasca pandemi; (2) superioritas konseling Islam integratif dibandingkan konseling konvensional dalam menurunkan kecemasan dan depresi; (3) efektivitas ibadah praktis (dzikir, tilawah Al-Qur'an, shalat) sebagai modalitas terapeutik berbasis neurosains spiritual; (4) kesenjangan kompetensi konselor dalam penerapan konseling Islam secara terstruktur; (5) keunggulan Islamic group counseling sebagai intervensi cost-effective; (6) peran krusial keterlibatan keluarga dalam keberhasilan program konseling; dan (7) perlunya model konseling Islam yang terintegrasi dan berbasis bukti untuk konteks madrasah. Penelitian ini menghasilkan Model Konseling Islam Integratif untuk Madrasah Aliyah (MKIMA) yang terdiri atas empat komponen: asesmen holistik-Islami, intervensi terapeutik integratif, pemberdayaan lingkungan, dan evaluasi berbasis outcome. Temuan ini memberikan implikasi signifikan bagi pengembangan kurikulum BKPI, standar kompetensi konselor madrasah, dan kebijakan layanan bimbingan konseling berbasis nilai Islam di Indonesia.</p>2026-05-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nurul Jami’ah, Rista Aulin, Selinda Triana, Sukmahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5935Analisis Konflik Tradisi dan Pelanggaran Moralitas dalam Narasi Sewu Dino Karya SimpleMan: Kajian Sosiologi Sastra2026-05-01T21:42:28+07:00Laila Almiralailaalmira23@gmail.comDunkha Suhairilailaalmira23@gmail.comAshri Aprilia Syahputrilailaalmira23@gmail.comMutia Haelanilailaalmira23@gmail.comSri Kurnia Hastuti Sebayanglailaalmira23@gmail.com<p>Penelitian ini menganalisis representasi konflik tradisi dan pelanggaran moralitas dalam narasi Sewu Dino karya SimpleMan melalui pendekatan sosiologi sastra. Dengan menggunakan metode analisis isi kualitatif dan kerangka homologi struktural Goldmann, penelitian ini mengkaji bagaimana tradisi Jawa berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial dan legitimasi moral dalam teks. Temuan penelitian menunjukkan terdapat tiga lapisan konflik tradisi, yaitu antara tokoh utama dengan sistem kepercayaan lokal, antara nilai modern dengan adat istiadat, dan konflik batin tokoh. Narasi membangun moralitas berbasis dualisme sakral-profan di mana hukuman supranatural menjadi metafora sanksi kolektif. Dimensi gender juga menonjol, dengan tokoh perempuan diposisikan paling rentan terhadap sanksi tradisi. Fungsi sosial narasi ini bersifat ganda, yakni memperkuat pemertahanan nilai tradisi sekaligus membuka ruang negosiasi kritis. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi sosiologi sastra Indonesia dengan membuktikan bahwa sastra horor populer berbasis tradisi lokal menyimpan diskursus sosiologis yang signifikan tentang relasi sastra, tradisi, dan moralitas dalam masyarakat Jawa kontemporer.</p>2026-05-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Laila Almira, Dunkha Suhairi, Ashri Aprilia Syahputri, Mutia Haelani, Sri Kurnia Hastuti Sebayanghttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5575Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Kebahagiaan Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang2026-04-19T21:12:44+07:00Riska Amelia Nirmalamn22.riskanirmala@mhs.ubpkarawang.ac.idNandangnandang@ubpkarawang.ac.idRengga Madya Pranatarengga.madya@ubpkarawang.ac.id<p><em>Dalam Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang, pengujian empiris terhadap lingkungan kerja dan kebahagiaan terhadap kinerja pegawai menjadi fokus utama studi ini. Khususnya, data dari 97 responden dikumpulkan via instrumen survei dan diolah melalui SPSS (meliputi skrining validitas-reliabilitas, pengujian asumsi klasik, regresi berganda, serta R²) mengungkap pola pengaruh yang mencolok. Secara parsial, elemen lingkungan kerja seperti tata letak ruang dan sarana pendukung tidak menunjukkan korelasi signifikan dengan kinerja pegawai, persepsi responden justru memandangnya sebagai prasyarat operasional biasa yang telah terpenuhi. Sebaliknya, aspek kebahagiaan psikologis di tempat kerja terbukti mendorong peningkatan kinerja secara nyata dan kuat, menjadikannya pendorong primer di balik produktivitas. </em><em>Bersama-sama, keduanya menjelaskan koefisien determinasi 55,8% variansi dalam kinerja pegawai, sementara 44,2% sisanya diatribusikan pada variabel eksternal di luar kerangka model. Temuan ini, yang bersumber dari analisis kuantitatif ketat, menggarisbawahi urgensi bagi organisasi untuk memprioritaskan dimensi emosional misalnya, melalui penguatan budaya apresiatif dan dukungan kenyamanan jiwa daripada sekadar optimalisasi infrastruktur fisik. Pendekatan semacam itu diharapkan mempertahankan momentum produktivitas pegawai secara berkelanjutan. Pemahaman faktor-faktor ini punya implikasi strategis luas bagi pencapaian tujuan institusional yang ambisius.</em></p>2026-05-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Riska Amelia Nirmala, Nandang, Rengga Madya Pranatahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6031Pengaruh Program Wisata Literasi dalam Mendukung Minat Baca Anak di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat2026-05-05T00:55:22+07:00Muhmar Alfarisimuhmaralfarisi032@gmail.comRini Asmarariniasmara@fbs.unp.ac.id<p>Perkembangan literasi di Indonesia masih menghadapi tantangan serius, terutama rendahnya minat baca anak di tengah arus digitalisasi informasi. Perpustakaan daerah berupaya mengatasi hal ini melalui inovasi layanan, salah satunya Program Wisata Literasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Program Wisata Literasi dalam mendukung minat baca anak di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 52 guru pendamping yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, kemudian dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Wisata Literasi memiliki pengaruh positif terhadap minat baca anak. Kegiatan seperti storytelling, membaca bersama, dan permainan edukatif mampu meningkatkan ketertarikan anak terhadap bacaan. Selain itu, program ini juga meningkatkan frekuensi membaca, rasa senang terhadap buku, serta keinginan anak untuk mencari bahan bacaan. Namun, terdapat kendala seperti keterbatasan SDM, kurangnya variasi kegiatan, dan promosi yang belum optimal. Disimpulkan bahwa Program Wisata Literasi efektif dalam mendukung peningkatan minat baca anak dan perlu dikembangkan secara berkelanjutan dengan inovasi yang lebih kreatif.</p>2026-05-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Muhmar Alfarisi, Rini Asmarahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5401Peran Guru Dalam Menumbuhkan Motivasi Santri Untuk Menghafal Al Quran Di Taman Pendidikan Al Quran Masjid Nurul Huda2026-04-14T07:57:49+07:00Warsonowarsonokoe@gmail.comUbaidilahcepubaidilah93@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi sebagian santri dalam menghafal Al-Qur’an di TPQ Masjid Nurul Huda Rawabuaya. Kegiatan tahfidz merupakan proses pembelajaran yang menuntut konsistensi, kedisiplinan, serta kesiapan psikologis, sehingga motivasi menjadi faktor penting dalam keberhasilannya. Rendahnya motivasi santri dipengaruhi oleh faktor internal seperti minat, kesiapan belajar, dan kondisi emosional, serta faktor eksternal seperti metode pengajaran, pendekatan guru, dan lingkungan belajar. Dalam konteks ini, guru memegang peranan yang sangat strategis sebagai motivator, pembimbing, dan fasilitator untuk menumbuhkan dorongan santri agar mampu menghafal Al-Qur’an secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menumbuhkan motivasi anak untuk menghafal Al-Qur’an di TPQ Masjid Nurul Huda Rawabuaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi terhadap kegiatan tahfidz, wawancara mendalam dengan guru dan santri, serta dokumentasi program hafalan sebagai upaya triangulasi data untuk memperoleh hasil yang valid dan komprehensif. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi santri dalam menghafal Al-Qur’an di TPQ Masjid Nurul Huda berada pada kondisi yang beragam dan cenderung fluktuatif, baik antarindividu maupun pada diri santri yang sama dalam waktu yang berbeda. Fluktuasi motivasi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor internal, seperti minat belajar, kesiapan mental, tingkat kelelahan, serta kondisi emosional santri, dan juga oleh faktor eksternal, seperti metode pembelajaran yang diterapkan, intensitas interaksi guru dengan santri, serta dukungan lingkungan keluarga. Temuan ini menunjukkan bahwa proses menghafal Al-Qur’an bukan hanya aktivitas kognitif, melainkan juga melibatkan aspek afektif dan psikologis yang memerlukan perhatian khusus dari pendidik. Dalam konteks tersebut, guru memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam menumbuhkan serta menjaga motivasi santri. Guru berperan aktif melalui pendekatan personal dengan mengenali karakter, kemampuan, dan kondisi psikologis masing-masing santri. Pendekatan ini memungkinkan guru memberikan bimbingan yang lebih humanis dan sesuai dengan kebutuhan santri. Selain itu, guru juga memberikan nasihat yang bersifat edukatif dan spiritual, menanamkan nilai-nilai keutamaan menghafal Al-Qur’an, serta menyampaikan pesan motivasional yang mampu menumbuhkan kesadaran santri bahwa tahfidz merupakan bagian dari ibadah dan bentuk kedekatan kepada Allah SWT. Upaya guru dalam meningkatkan motivasi santri juga dilakukan melalui pemberian penghargaan baik secara verbal maupun nonverbal, seperti pujian, apresiasi atas kemajuan hafalan, dan pemberian kepercayaan kepada santri untuk tampil atau menyetorkan hafalan di hadapan teman-temannya. Strategi ini terbukti mampu meningkatkan rasa percaya diri dan kebanggaan santri terhadap proses hafalannya. Di samping itu, guru menerapkan metode tahfidz yang variatif, seperti talaqqi, tasmi’, pengulangan hafalan secara berkelompok, dan pembiasaan muroja’ah secara rutin. Variasi metode ini membantu mengurangi kejenuhan santri dan menjadikan proses menghafal Al-Qur’an lebih menyenangkan serta berkelanjutan. Faktor pendukung motivasi santri meliputi lingkungan TPQ yang religius dan kondusif, keterlibatan guru yang konsisten dalam mendampingi proses hafalan, serta adanya dukungan dari orang tua yang memberikan dorongan moral dan pendampingan di rumah. Lingkungan yang bernuansa religius terbukti mampu menumbuhkan suasana belajar yang nyaman dan memotivasi santri untuk berinteraksi lebih dekat dengan Al-Qur’an. Sebaliknya, faktor penghambat yang ditemukan dalam penelitian ini antara lain pengaruh penggunaan gadget yang berlebihan, keterbatasan pendampingan orang tua di rumah, serta kondisi psikologis santri seperti mudah bosan, kurang fokus, dan kelelahan. Faktor-faktor penghambat ini menunjukkan perlunya sinergi antara guru, orang tua, dan lingkungan dalam mendukung keberhasilan program tahfidz. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa peran guru memiliki pengaruh yang signifikan dalam menumbuhkan dan mempertahankan motivasi santri untuk menghafal Al-Qur’an secara berkelanjutan. Guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar hafalan, tetapi juga sebagai motivator, pembimbing, dan teladan yang mampu menciptakan suasana pembelajaran tahfidz yang efektif, bermakna, dan bernilai ibadah. Oleh karena itu, penguatan kompetensi guru dalam aspek pedagogik, psikologis, dan spiritual menjadi faktor kunci dalam keberhasilan pembelajaran tahfidz di TPQ Masjid Nurul Huda</p>2026-05-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Warsono, Ubaidilahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5931Penggunaan Media Digital Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran SKI Kelas IX MTS Darussalam2026-05-01T18:32:06+07:00Dimas Ferdian Andriantodimasferdianandreanto22@alqolam.ac.idZainuddinzain@alqolam.ac.id<p><em>Langkah-langkah pengajaran sejarah kebudayaan islam di kelas IX MTs Darussalam masih mengandalkan metode ceramah tradisional yang cenderung kurang bervariasi, terjadi satu arah, dan tidak mendorong keterlibatan aktif siswa. Guru sebagian besar menyampaikan materi secara lisan, menyebabkan siswa hanya berfungsi sebagai penerima informasi. Situasi ini dapat memicu hilangnya perhatian, meningkatnya kebosanan, dan hambatan dalam memahami materi sejarah yang abstrak, termasuk urutan kronologis, kontribusi tokoh, dan latar belakang peristiwa. Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji dan memaparkan pemanfaatan media digital dalam proses pembelajaran, menilai tingkat efektivitasnya dalam membangun suasana belajar yang menyenangkan, serta menganalisis peningkatan hasil belajar peserta didik setelah media digital diterapkan. Pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan digunakan dalam penelitian ini pada jenjang sekolah MTs Darussalam, dusun Sukorejo, desa Srimulyo. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 21 siswa kelas IX. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes yang diberikan kepada siswa. Hasil pelaksanaan Siklus II menunjukkan bahwa menggunakan media digital membantu siswa memahami materi. Pada pembahasan subbab Sunan Gersik, 17 siswa atau 80,95%, mencapai nilai di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM), yang mengindikasikan adanya peningkatan hasil belajar pada siswa</em>.</p>2026-05-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Dimas Ferdian Andrianto, Zainuddinhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5921Membangun Karakter Bullying di Sekolah Dasar (2019-2025)2026-05-01T13:13:38+07:00Khusnul Kotimahkhusnulkotimah@students.unnes.ac.idHaryadiharyadihar67@mail.unnes.ac.id<p>Bullying adalah pelaku negatif yang sering dijumpai dengan pembawaan agresif, yang mana perilaku ini dilakukan tanpa ada jeda, secara fisik atau verbal. Bullying mempunyai dampak yang buruk dan negatif yang akan menyerang tubuh dan mental bagi siapapun yang mengalaminya, sehingga perlunya upaya dalam pencegahan perilaku bullying. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana membangun karakter anti bullying di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk menilai, merangkum dan mengkaji data dari studi yang ditinjau. Hasil penelitian menunjukkan, untuk membangun karakter anti bullying di sekolah diperlukannya berbagai macam pendekatan dan metode. Salah satu caranya dengan melakukan pembiasaan baik, sosialisasi, metode role playing dan cerita moral. Maka dari itu, penting adanya pendidikan karakter di sekolah agar siswa tidak menjadi pelaku dan korban dari perundungan. Untuk memdapatkan tujuan secara berkelanjutan, sangat diperlukan adanya komitmen dari sekolah untuk terus membangun karakter baik bagi siswa, agar dapat menerapkan karakter tersebut baik di lingkungan sekolah maupun sekitarnya.</p>2026-05-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Khusnul Kotimah, Haryadihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6091Tradisi Khataman AL Qur'an di Desa Pintasan Kecamatan Gaung2026-05-06T09:32:24+07:00Abdullahabdullahhihamahua@gmail.comRudoul Wahidiabdullahriau70@gmail.comSyafrilabdullahriau70@gmail.com<p><em>Tradisi keagamaan berbasis Al-Qur’an yang hidup di tengah masyarakat merupakan bagian penting dalam membentuk spiritualitas, budaya, dan identitas religius komunitas Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan tradisi khataman Al-Qur’an di Desa Pintasan Kecamatan Gaung, mengungkap nilai-nilai religius, sosial, dan edukatif yang terkandung di dalamnya, serta menganalisis makna keberadaan tradisi tersebut dalam perspektif Living Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif lapangan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi khataman di Desa Pintasan bukan hanya ritual ibadah, tetapi juga sarana pembinaan spiritual, penguatan solidaritas sosial, media pendidikan keagamaan, serta simbol kelestarian budaya religius masyarakat. Tradisi ini mampu menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, memperkuat identitas keislaman, dan menjaga kontinuitas nilai keagamaan di tengah perubahan sosial. Temuan ini menegaskan bahwa Living Qur’an benar-benar hadir sebagai realitas sosial yang hidup dalam kehidupan masyarakat Muslim</em></p>2026-05-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Abdullah, Rudoul Wahidi, Syafrilhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6010Tingkat Kredibilitas Informasi Online Studi Kasus: Mahasiswa Perpustakaan Dan Ilmu Informasi Universitas Negeri Padang 2026-05-04T17:12:25+07:00Muhammad Idzharulhaq Volasoohymuhammadidzharulhaqvolasoohy@gmail.comGustina Erliantigustinaerlianti@fbs.unp.ac.id<p><em>Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan akses terhadap informasi online, namun tidak selalu diiringi dengan kemampuan evaluasi yang memadai sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap kredibilitas informasi dalam penggunaan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kredibilitas informasi online pada mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Universitas Negeri Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner terhadap 78 responden yang dipilih secara purposive sampling dan dianalisis menggunakan nilai rata-rata berdasarkan tujuh indikator kredibilitas informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kredibilitas informasi berada pada kategori tinggi dengan nilai grand mean sebesar 2,81, dimana indikator interpretation memperoleh nilai tertinggi yang menunjukkan kemampuan memahami informasi sudah baik, sementara indikator relevance, currency, authority, dan purpose juga berada pada kategori tinggi, namun indikator accuracy memperoleh nilai terendah yang menunjukkan kemampuan verifikasi informasi masih terbatas. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa lebih kuat dalam memahami dibandingkan mengevaluasi informasi secara kritis. Kesimpulannya, meskipun tingkat kredibilitas informasi tergolong tinggi, peningkatan kemampuan verifikasi dan evaluasi kritis masih diperlukan</em></p>2026-05-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Muhammad Idzharulhaq Volasoohy, Gustina Erliantihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5987Integrasi Nilai Multikultural Berbasis Kearifan Lokal dalam Pendidikan Dasar di Majalengka pada Era Globalisasi2026-05-03T22:02:22+07:00Shafinna Al-Zahrashafinaalzahra05@gmail.comWina Dwi Puspitasariwinad1211@gmail.comAri Yantoari.thea86@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi nilai multikultural berbasis kearifan lokal dalam pendidikan dasar di Kabupaten Majalengka pada era globalisasi. Indonesia sebagai negara multikultural memiliki keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya yang perlu ditanamkan sejak dini melalui pendidikan, khususnya pada jenjang sekolah dasar sebagai fase pembentukan karakter. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang bersumber dari jurnal, buku, dan artikel ilmiah relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Majalengka memiliki potensi kearifan lokal seperti nilai budaya Sunda silih asah, silih asih, silih asuh, tradisi Gaok, dan kesenian Sampyong yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran kontekstual dalam menanamkan nilai toleransi, kerja sama, dan penghargaan terhadap keberagaman. Namun, globalisasi menghadirkan tantangan berupa dominasi budaya global, perkembangan teknologi digital, serta menurunnya minat generasi muda terhadap budaya lokal. Oleh karena itu, diperlukan strategi integrasi melalui pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal, pengintegrasian dalam mata pelajaran, pembiasaan budaya sekolah, serta pemanfaatan media digital edukatif. Dengan demikian, integrasi nilai multikultural berbasis kearifan lokal dalam pendidikan dasar berperan penting dalam membentuk peserta didik yang toleran, berkarakter, dan memiliki kesadaran terhadap identitas budaya lokal di tengah arus globalisasi.</p>2026-05-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Shafinna Al-Zahra, Wina Dwi Puspitasari, Ari Yantohttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6045Implementasi Pendekatan Humanisme Abraham Maslow dalam Pembelajaran Sastra di SMPN 24 Surakarta2026-05-05T10:02:19+07:00Fotina Alya Nur Mahfirafotina.alya@student.uns.ac.idChafit Ulyafotina.alya@student.uns.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembelajaran sastra yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga mampu mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji persepsi guru terhadap pendekatan humanisme, perencanaan pembelajaran sastra berbasis humanistik, serta implementasinya di SMP Negeri 24 Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan humanistik, dengan teknik pengumpulan data berupa angket, wawancara, dan observasi. Analisis data dilakukan secara induktif melalui reduksi, kategorisasi, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap humanisme sebagai pendekatan yang memanusiakan peserta didik dan mengembangkan potensi secara utuh. Perencanaan pembelajaran telah mengarah pada nilai humanistik melalui pemilihan materi kontekstual, strategi partisipatif, dan penilaian berbasis proses, meskipun belum sepenuhnya sistematis. Implementasi pembelajaran menunjukkan adanya suasana kelas yang aman, hubungan interpersonal yang baik, penghargaan terhadap pendapat siswa, serta tersedianya ruang aktualisasi diri melalui kegiatan sastra seperti menulis dan membaca karya. Namun, terdapat kendala berupa rendahnya minat baca dan kepercayaan diri siswa. Kesimpulannya, pendekatan humanisme efektif dalam menciptakan pembelajaran sastra yang bermakna dan berpusat pada siswa, meskipun memerlukan penguatan dalam perencanaan dan budaya literasi.</p>2026-05-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Fotina Alya Nur Mahfira, Chafit Ulyahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6038Dampak Pariwisata Gunung Geurute Aceh Jaya Dalam Peningkatkan Pendapatan Pedagang2026-05-05T09:06:56+07:00Cut Hayatul Magfirahc.hayatul@mhs.usk.ac.idA. Razaka_razak@usk.ac.idAchmad Mustofaachmadmustofa@usk.ac.id<p><em>Pariwisata merupakan sektor strategis dalam meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pariwisata Gunung Geurute Aceh Jaya terhadap peningkatan pendapatan pedagang serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 10 pedagang, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pariwisata di kawasan Gunung Geurute memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pendapatan pedagang. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mendorong berkembangnya aktivitas perdagangan yang menjadi sumber utama pemenuhan kebutuhan ekonomi rumah tangga, termasuk biaya pendidikan dan kebutuhan keluarga lainnya. Meskipun pendapatan pedagang bersifat fluktuatif, kondisi ekonomi secara umum mengalami perbaikan dibandingkan sebelum berdagang di kawasan tersebut. Faktor pendukung meliputi tingginya kunjungan wisatawan, aksesibilitas yang memadai, serta ketersediaan infrastruktur seperti jalan dan area parkir. Sementara itu, faktor penghambat mencakup keterbatasan fasilitas parkir di beberapa titik, kondisi cuaca yang tidak menentu, keterbatasan fasilitas dasar, serta belum optimalnya dukungan dan program pemberdayaan dari pihak terkait. Dengan demikian, pariwisata Gunung Geurute Aceh Jaya memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan pendapatan pedagang lokal, meskipun masih memerlukan peningkatan pengelolaan dan penyediaan sarana pendukung untuk menjamin keberlanjutan ekonomi</em><em>.</em></p>2026-05-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Cut Hayatul Magfirah, A. Razak, Achmad Mustofahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6073Pola Asuh Orangtua dalam Mengurangi Stereotip Gender pada Anak Usia Dini2026-05-05T21:42:14+07:00Nurma Yuspinavinahaurapcc@gmail.com<p><strong>Stereotip gender merupakan konstruksi sosial yang memberikan label peran tertentu kepada laki- laki dan perempuan. Pada anak usia dini, stereotip gender sering terbentuk melalui proses sosialisasi dalam keluarga, khususnya melalui pola asuh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pola asuh orang tua dapat berperan dalam mengurangi stereotip gender pada anak usia dini. Penelitian menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai artikel jurnal, buku, dan laporan penelitian yang relevan mengenai pola asuh, stereotip gender, dan pendidikan anak usia dini. Hasil kajian menunjukkan bahwa stereotip gender pada anak dipengaruhi oleh faktor keluarga, lingkungan sosial, media, serta pola komunikasi orang tua. Pola asuh demokratis dan responsif terbukti lebih efektif dalam menanamkan nilai kesetaraan gender dibandingkan pola asuh otoriter atau permisif. Strategi pengasuhan yang dapat dilakukan antara lain pemberian kesempatan yang sama bagi anak laki-laki dan perempuan, penggunaan bahasa yang tidak bias gender, serta pemberian teladan sikap egaliter di dalam keluarga. Dengan demikian, pola asuh orang tua memiliki peran penting dalam membentuk persepsi anak mengenai kesetaraan gender sejak usia dini sehingga dapat meminimalisasi munculnya stereotip gender dalam perkembangan sosial anak.</strong></p>2026-05-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nurma Yuspinahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5878Perbandingan Kebugaran Fisik Siswa Kelas IV dan Kelas V di SD Negeri 19 Kota Jambi2026-04-30T00:02:36+07:00Ardie Rachmadrachmada781@gmail.comMuhammad Rizki Kurniadimuhammadrizkikurnaiadi02@gmail.com2Muhammad Rezkim.rizkyjambi1001@gmail.comEly Yuliawanrachmada781@gmail.comAnggel Hardi Yantorachmada781@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan tingkat kebugaran fisik siswa kelas IV dan kelas V di SD Negeri 19 Kota Jambi. Kebugaran fisik merupakan salah satu indikator penting dalam mendukung aktivitas belajar dan perkembangan peserta didik secara optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV dan kelas V, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes kebugaran jasmani yang mengacu pada standar pengukuran kebugaran siswa sekolah dasar. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik deskriptif dan inferensial untuk mengetahui perbedaan tingkat kebugaran fisik antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kebugaran fisik antara siswa kelas IV dan kelas V. Siswa kelas V cenderung memiliki tingkat kebugaran fisik yang lebih baik dibandingkan siswa kelas IV, yang ditunjukkan oleh nilai rata-rata hasil tes yang lebih tinggi. Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor usia, tingkat aktivitas fisik, serta perkembangan fisik siswa. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan dalam tingkat kebugaran fisik antara siswa kelas IV dan kelas V di SD Negeri 19 Kota Jambi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi guru pendidikan jasmani dalam merancang program pembelajaran yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: kebugaran fisik, siswa sekolah dasar, perbandingan, pendidikan jasmani</p>2026-05-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ardie Rachmad, Muhammad Rizki Kurniadi, Muhammad Rezki, Ely Yuliawan, Anggel Hardi Yantohttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6087Politik Hukum Pertanian dalam Pengembangan Agribisnis Nasional di Era Globalisasi2026-05-06T08:29:43+07:00Isnirobit Nasution081370151531nst@gmail.comMuhammad Ilham Riyadhilham_riyadh@fp.uisu.ac.idSusan Novrinisusan.novrini@gmail.comHenny PratiwiHennypratiwi78@gmail.comIffan Fuady Harahapiffanfuadyhrp@fp.uisu.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arah politik hukum pertanian dalam mendukung pengembangan agribisnis nasional di era globalisasi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada adanya ketidaksesuaian antara tujuan normatif hukum pertanian yang berorientasi pada keadilan sosial dengan praktik kebijakan yang cenderung mengakomodasi kepentingan pasar dan investasi. Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, serta dianalisis secara kualitatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik hukum pertanian di Indonesia masih berada dalam kondisi yang belum sepenuhnya konsisten. Di satu sisi, regulasi telah mengarah pada perlindungan petani dan pemerataan sumber daya agraria. Namun di sisi lain, globalisasi mendorong perubahan kebijakan yang lebih liberal, sehingga menimbulkan berbagai persoalan seperti ketimpangan penguasaan lahan, konflik agraria, dan lemahnya posisi petani dalam sistem agribisnis. Selain itu, ditemukan pula adanya ketidaksinkronan antara regulasi dan implementasi akibat lemahnya koordinasi kelembagaan dan tumpang tindih aturan. Politik hukum pertanian belum sepenuhnya mampu menjadi instrumen strategis dalam mendukung pengembangan agribisnis nasional secara berkeadilan dan berkelanjutan. Diperlukan pembaruan kebijakan hukum yang lebih integratif, adaptif, dan berpihak pada kepentingan nasional agar sektor agribisnis dapat berkembang tanpa mengabaikan keadilan sosial dan kedaulatan pangan.</em></p>2026-05-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Isnirobit Nasution, Muhammad Ilham Riyadh, Susan Novrini, Henny Pratiwi, Iffan Fuady Harahaphttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6104The Influence Of Organizational Culture And Transformational Leadership On The Effectiveness Of Human Resource Development2026-05-06T12:27:25+07:00Syaiful Ansorisyaifulanshori907@gmail.comYuniar Mughayyirahyuniarmughayyirah@unibamadura.ac.idNadziratul Ulyaulyanadzira@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana budaya organisasi dan kepemimpinan transformasional memengaruhi efektivitas pengembangan sumber daya manusia (SDM) di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Penelitian ini berlandaskan pada peran penting faktor internal organisasi dalam memastikan keberhasilan pengembangan SDM, khususnya dalam konteks globalisasi dan transformasi digital yang cepat, yang menuntut adaptabilitas dan inovasi dari perusahaan. Pendekatan kuantitatif digunakan, dengan menggunakan analisis regresi linier berganda yang dilakukan dengan perangkat lunak SPSS. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada karyawan tetap yang telah mengikuti program pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik budaya organisasi maupun kepemimpinan transformasional memberikan pengaruh positif dan signifikan—secara individual maupun kolektif—terhadap efektivitas pengembangan SDM. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,682 menunjukkan bahwa kedua variabel independen ini menjelaskan 68,2% varians dalam efektivitas pengembangan SDM. Hasil ini menyiratkan bahwa inisiatif pengembangan SDM lebih efektif bila didukung oleh budaya organisasi yang kuat dan kepemimpinan yang inspiratif. Oleh karena itu, perusahaan didorong untuk memperkuat elemen-elemen ini dalam praktik manajemen SDM mereka.</em></p>2026-05-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Syaiful Ansori, Yuniar Mughayyirah, Nadziratul Ulyahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6102Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Karyawan Terbaik Dengan Metode Saw2026-05-06T11:58:12+07:00Didi Susiantonaufalandriansyah789@gmail.comNaufalnaufalandriansyah789@gmail.com<p>Pemilihan karyawan terbaik merupakan salah satu upaya perusahaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendorong peningkatan kinerja organisasi. Namun, proses penilaian yang masih dilakukan secara manual sering menimbulkan subjektivitas dan membutuhkan waktu yang relatif lama. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem pendukung keputusan dalam menentukan karyawan terbaik secara objektif dan efisien. Metode yang digunakan adalah Simple Additive Weighting yang mampu melakukan perhitungan berdasarkan bobot kriteria yang telah ditentukan. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data melalui observasi dan wawancara, analisis kebutuhan sistem, perancangan sistem, serta implementasi menggunakan metode pengembangan Waterfall. Teknik analisis dilakukan dengan melakukan normalisasi nilai kriteria dan perhitungan nilai preferensi untuk menghasilkan peringkat karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dibangun mampu memberikan rekomendasi karyawan terbaik secara lebih cepat, akurat, dan transparan dibandingkan metode manual. Dengan demikian, sistem ini dapat membantu pihak manajemen dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat serta meningkatkan keadilan dalam proses penilaian karyawan</p>2026-05-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Didi Susianto, Naufalhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6101Pengaruh Enterprise Risk Management (ERM) dan Kebijakan Anti-Fraud terhadap Earnings Response Coefficient (ERC) pada Perusahaan Subsektor Batu Bara yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-20232026-05-06T11:17:04+07:00Ayu Savitri Wulandari4213250111_ayuwulandari@pknstan.ac.idErliana Firdha Amalia Utomo4213250034_erlianautomo@pknstan.ac.idResi Ariyasa Qadri 4213250111_ayuwulandari@pknstan.ac.id<p>Urgensi penelitian ini didasarkan pada pentingnya kredibilitas informasi laba di pasar modal, khususnya pada subsektor batu bara yang memiliki volatilitas tinggi akibat fluktuasi harga energi global. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Enterprise Risk Management (ERM) dan kebijakan anti-fraud terhadap Earnings Response Coefficient (ERC). Penelitian menggunakan paradigma positivis dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian berupa data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan, laporan keuangan, dan data harga saham. Populasi penelitian adalah perusahaan subsektor batu bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan teknik sampel jenuh sebanyak 16 perusahaan selama periode 2019–2023 (80 observasi). Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan regresi data panel dengan bantuan STATA serta pengujian asumsi klasik dan pemilihan model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ERM dan kebijakan anti-fraud berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap ERC, yang mengindikasikan bahwa kedua mekanisme tersebut belum menjadi pertimbangan utama investor. Sebaliknya, variabel COVID-19 berpengaruh positif dan signifikan, menunjukkan dominasi faktor eksternal. Kesimpulannya, mekanisme tata kelola internal belum mampu meningkatkan respons pasar secara signifikan dibandingkan faktor makroekonomi.</p>2026-05-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ayu Savitri Wulandari, Erliana Firdha Amalia Utomo, Resi Ariyasa Qadri https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6099Audit More with Less? Exploring the Dynamics of Risk-Based Audit during Budget Efficiency for Customs and Excise Oversight2026-05-06T11:09:50+07:00Muhammad Faishal Ammar4213250007_muhammadammar@pknstan.ac.idFadel Zaidan Athallah4213250099_fadelathallah@pknstan.ac.idResi Ariyasa Qadri 4213250007_muhammadammar@pknstan.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana audit berbasis risiko dijalankan dalam pengawasan kepabeanan dan cukai ketika organisasi menghadapi tekanan efisiensi anggaran dan keterbatasan kapasitas sumber daya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretatif-konstruktivis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan dua informan kunci yang terlibat langsung dalam perencanaan dan pelaksanaan pengawasan pada Inspektorat II, kemudian dianalisis menggunakan reflexive thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemetaan dan penilaian risiko dilakukan melalui pembacaan proses bisnis, penggunaan berbagai indikator risiko, kalibrasi organisasi, serta pemanfaatan data analytics untuk memperkuat ketepatan prioritas audit. Keterbatasan sumber daya direspons melalui penyesuaian cakupan, waktu, dan personel audit tanpa mengubah substansi tema pengawasan, sedangkan pengembangan Assurance Information System dan penguatan kompetensi auditor menjadi bagian penting dalam transformasi pengawasan berbasis risiko. Penelitian ini menegaskan bahwa audit berbasis risiko dalam kondisi keterbatasan kapasitas tidak hanya merupakan metode teknis penentuan prioritas audit, tetapi juga merupakan strategi organisasi untuk menjaga efektivitas, kredibilitas, dan akuntabilitas pengawasan. Implikasi praktis penelitian ini terletak pada pentingnya penguatan strategi audit yang adaptif, berbasis data, dan didukung oleh infrastruktur digital serta kapasitas auditor yang memadai.</p>2026-05-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Muhammad Faishal Ammar, Fadel Zaidan Athallah, Resi Ariyasa Qadri https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5776Keterlemparan Dasein Martin Heidegger dalam Era Digital: Distorsi dan Pergeseran Menuju Digi-sein2026-04-26T11:11:33+07:00Fransiskus Dosedosefransiskus1980@gmail.comSilfanus Jemadinsilfanusjemadin@gmail.comFlavianus Dakosta Sanggukfiansangguk@gmail.comYohanes Babtista Angelino Galuseyogalus7@gmail.com<p><em>Artikel ini dilatarbelakangi oleh transformasi eksistensi manusia di era digital yang menimbulkan keterbelahan antara kehadiran nyata dan virtual, sehingga memunculkan distorsi terhadap makna keterlemparan (Geworfenheit) dalam pemikiran Martin Heidegger. Penelitian ini bertujuan untuk menyingkap bagaimana distorsi tersebut membentuk pergeseran eksistensi manusia menuju Digi-sein dalam dunia digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai literatur filosofis dan sumber yang relevan secara kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterlemparan Dasein mengalami distorsi dalam dunia digital karena eksistensi manusia tidak lagi singular dan otentik, melainkan dapat direproduksi dan diviralkan; (2) kehadiran manusia terbelah antara ruang korporeal dan virtual melalui fenomena telepresence yang menciptakan ambiguitas eksistensi; (3) munculnya Digi-sein sebagai bentuk keberadaan baru menandai pergeseran dari In-der-Welt-sein (berada dalam dunia) menuju cara berada dalam dunia virtual. Kesimpulannya, eksistensi manusia dalam dunia digital tidak lagi sepenuhnya dapat dipahami dalam kerangka Dasein Heideggerian, melainkan menunjukkan bentuk keberadaan yang mengalami distorsi dan transformasi seiring perkembangan teknologi.</em></p>2026-05-08T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Fransiskus Dose, Silfanus Jemadin, Flavianus Dakosta Sangguk, Yohanes Babtista Angelino Galushttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5882Analisis Konseptual Tentang Pembelajaran Higher Other Thinking Skills (HOTS) Perspektif Dr Helmawati Dan Relevansinya Dengan Pendidikan Agama Islam2026-04-30T10:51:12+07:00Siti Maisarohmaisaroh6288@gmail.comKustiana Arisantikustiana.arisanti82@gmail.comShobirinbirinsho489@gmail.com<p>Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis konsep Higher Order Thinking Skills (HOTS) perspektif Dr. Helmawati serta hubungannya dengan proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif berupa penelitian kepustakaan (library research), dengan menggunakan sumber dari buku, artikel, dan karya ilmiah lain yang relevan dengan topik yang dibahas. Pengumpulan datadilaksanakan melalui studi dokumentasi, sementara analisis data dilakukan dengan metode analisis isi (content analysis). Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa menurut Dr. Helmawati, HOTS adalah kemampuan berpikir pada tingkat tinggi yang mencakup proses kognitif seperti menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan, yang didukung oleh peran pikiran, indra, dan pengalaman belajar. Proses berpikir ini terbentuk melalui interaksi pengetahuan, rangsangan, dan kemampuan refleksi individu. Pada pelaksanaannya, pembelajaran HOTS memerlukan guru sebagai fasilitator yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang kontekstual, interaktif, serta mendorong partisipasi aktif dari siswa. Lebih lanjut, HOTS memiliki keterkaitan yang signifikan dengan Pendidikan Agama Islam (PAI) karena dapat membantu siswa untuk memahami ajaran Islam dengan lebih mendalam, kritis, dan aplikatif. Penerapan HOTS dalam PAI tidak hanya meningkatkan keterampilan kognitif, tetapi juga membentuk sikap reflektif, bijak, dan berakhlak baik. Oleh karena itu, integrasi HOTS dalam proses pembelajaran PAI menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan mutu pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesiapan menghadapi tantangan zaman.</p>2026-05-08T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Siti Maisaroh, Kustiana Arisanti, Shobirinhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6044Penerapan Aplikasi Audit Tools Linked Archived System (ATLAS) Sebagai Aplikasi Komputer Akuntansi Dalam Meningkatkan Akurasi Dan Kualitas Audit Pada Kantor Akuntan Publik Made Sudarma, Thomas & Dewi Malangm2026-05-05T11:15:45+07:00Annisa Cahya Berliana Lianaannisacahyaberliana@gmail.comAnggita Eka Anggariyantieanggita210@gmail.comSiti Uswatul Ma'rifahuswatulmrfh@gmail.comNur Ika Mauliyahnurikamauliyah@gmail.com<p>Perkembangan teknologi informasi akuntansi saat ini, mendorong penggunaan aplikasi audit berbasis komputer seperti Audit Tools and Linked Archive System (ATLAS) untuk meningkatkan kualitas audit. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan ATLAS dalam meningkatkan akurasi dan kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik Made Sudarma, Thomas & Dewi Malang dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan study kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ATLAS dapat meningkatkan efisiensi, ketelitian, serta kualitas audit melalui pengolahan data dan penyusunan kertas kerja yang lebih sistematis dan terintegrasi, serta mengurangi kesalahan pencatatan. Namun, terdapat kendala berupa keterbatasan pemahaman pengguna sehingga diperlukan pelatihan lanjutan. Namun, secara keseluruhan, ATLAS berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas audit.</p>2026-05-08T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Annisa Cahya Berliana Liana, Anggita Eka Anggariyanti, Siti Uswatul Ma'rifah, Nur Ika Mauliyahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6117Democratic Backsliding Akibat Kriminalisasi Pers Dan Peran Mahkamah Konstitusi Dalam Memberikan Perlindungan Konstitusional Terhadap Kebebasan Pers2026-05-06T16:05:14+07:00Wahyu Firmansyahwahyu.f@mhs.unsoed.ac.id<p>Kebebasan pers merupakan salah satu indikator utama dalam menilai kualitas demokrasi suatu negara karena pers memiliki peran strategis sebagai sarana penyampaian informasi sekaligus sebagai instrumen kontrol terhadap jalannya kekuasaan. Akan tetapi, dalam praktiknya masih ditemukan fenomena kriminalisasi terhadap wartawan yang berpotensi menghambat kebebasan pers serta menimbulkan <em>chilling effect</em> dalam pelaksanaan tugas jurnalistik. Kondisi tersebut dalam kajian hukum tata negara dapat dikaitkan dengan konsep <em>democratic backsliding</em>, yaitu penurunan kualitas demokrasi yang ditandai dengan melemahnya perlindungan terhadap kebebasan sipil. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual melalui studi kepustakaan (<em>library research</em>). Bahan hukum primer meliputi UUD NRI 1945, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, serta Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 145/PUU-XXIII/2025. Bahan hukum sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan. Analisis dilakukan secara kualitatif untuk mengkaji perlindungan kebebasan pers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriminalisasi terhadap pers dapat menjadi salah satu indikator terjadinya democratic backsliding karena berpotensi membatasi kebebasan berekspresi serta melemahkan fungsi pers sebagai salah satu pilar utama demokrasi. Sebelum adanya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 145/PUU-XXIII/2025, ketentuan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers belum memberikan kejelasan mengenai bentuk dan ruang lingkup perlindungan hukum bagi wartawan. Melalui putusan tersebut, Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan pengujian undang-undang secara bersyarat dengan menegaskan bahwa perlindungan hukum terhadap wartawan harus dimaknai secara komprehensif, baik dalam ranah pidana maupun perdata, sepanjang kegiatan jurnalistik dilakukan secara profesional, beritikad baik, serta sesuai dengan kode etik jurnalistik. Dengan demikian, Mahkamah Konstitusi berperan penting dalam memperkuat perlindungan hukum terhadap wartawan guna mencegah praktik kriminalisasi dalam pelaksanaan tugas jurnalistik.</p>2026-05-08T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Wahyu Firmansyahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6154Efektivitas Penataan Arsip Menggunakan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) di kantor DukCapil Sijunjung, Sumatera Barat2026-05-07T17:26:52+07:00Zulfithrahzfitra175@gmail.comElva Rahmahelva@fbs.unp.ac.id<p>Transformasi digital dalam administrasi publik menuntut pengelolaan arsip yang sistematis dan efisien. Arsip tidak lagi dipandang sebagai dokumen pasif, tetapi sebagai sumber informasi strategis yang mendukung pengambilan keputusan dan pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penataan arsip menggunakan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sijunjung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan satu variabel yaitu efektivitas penataan arsip. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 47 pegawai dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penataan arsip berbasis SIAK berada pada kategori baik. Indikator ketepatan pengorganisasian, kerapian penyimpanan, kemudahan akses, kecepatan temu kembali, dan keamanan arsip menunjukkan hasil positif, meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia dan pemanfaatan sistem yang belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa SIAK mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan arsip, namun masih perlu optimalisasi dalam implementasinya</p> <p>Kata Kunci: penataan arsip, SIAK, efektivitas, arsip digital</p>2026-05-08T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Zulfithrah, Elva Rahmahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6142Analisis Tingkat Literasi Membaca Mahasiswa PGMI sebagai Calon Guru Madrasah Ibtidaiyah2026-05-07T10:32:59+07:00Brescia Salsabila Hidayat12310820572@students.uin-suska.ac.idDiva Indah Lestari12310821744@students.uin-suska.ac.idRinva Ani12310822411@students.uin-suska.ac.id<p>Pentingnya keterampilan literasi membaca bagi mahasiswa sebagai calon guru yang berperan dalam menumbuhkan budaya literasi dikalangan siswa. Namun, kemampuan literasi membaca mahasiswa belum mencapai tingkat optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat literasi membaca pada mahasiswa PGMI semester 6 di UIN Suska Riau, yang mencakup kemampuan dalam mengakses informasi, mengintegrasikan dan menafsirkan, serta merefleksi dan mengevaluasi teks, dan ditinjau dari minat dan pola baca mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan subjek yang terdiri dari mahasiswa PGMI semester 6. Proses pengumpulan data dilakukan melalui tes soal literasi membaca berbasis teks yang telah melalui validasi, hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi membaca mahasiswa masih tergolong rendah pada semua indikator yang diukur. Rendahnya kemampuan ini dipengaruhi dengan kurangnya minat membaca dan kebiasaan membaca yang belum berkembang dengaan baik. Oleh karena itu, masih memerlukan peningkatan melalui kebiasaan membaca</p>2026-05-08T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Brescia Salsabila Hidayat, Diva Indah Lestari, Rinva Anihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6109Efektivitas Siman Dalam Mendukung Erp Pemerintah Untuk Tata Kelola Bmn : Pendekatan Delone And Mclean Is Sucees Model2026-05-06T14:10:16+07:00Callysta Nur Hidayah Setyo Putricallysta22002@mail.unpad.ac.idAhmad Zaini Miftaha.z.miftah@unpad.ac.id<p>Penelitian ini difokuskan dalam menilai efektivitas Sistem Informasi Manajemen Aset Negara (SIMAN) guna mendukung pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) dengan mengadopsi kerangka model keberhasilan sistem informasi DeLone dan McLean. Model ini menguji hubungan antara kualitas dari sistem, kualitas informasi yang dihasilkan, dan kualitas layanan yang diberikan terhadap niat penggunaan dan kepuasan pengguna, serta implikasinya terhadap manfaat bersih sebagai indikator utama efektivitas sistem. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 100 pengguna SIMAN pada satuan kerja pemerintah di wilayah Jawa Barat. Analisis data dilakukan menggunakan <em>Partial Least Squares Structural Equation Modeling</em> (PLS-SEM) dalam pengujian delapan hipotesis model penelitian. Hasil penelitian empiris ini mengungkapkan kualitas sistem berpengaruh signifikan terhadap niat penggunaan, sementara kualitas informasi dan kualitas layanan tidak berpengaruh signifikan. Selain itu, kepuasan pengguna berperan penting dalam memengaruhi manfaat bersih sistem. Dalam perspektif sistem informasi yang bersifat wajib, temuan ini menegaskan bahwa faktor kualitas pada sistem dan kepuasan dari pengguna menjadi determinan utama efektivitas sistem, sementara interpretasi terhadap konstruk niat penggunaan perlu dilakukan secara hati-hati. Penelitian ini berkontribusi dengan memberikan data aktual terkait penerapan kerangka DeLone dan McLean dalam konteks sistem yang sifatnya <em>mandatory</em> dalam pemerintahan, khususnya pada pengelolaan aset negara.</p>2026-05-08T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Callysta Nur Hidayah Setyo Putri, Ahmad Zaini Miftahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6024Efektivitas Konseling Kognitif Behavior dengan Teknik Restrukturisasi Kognitif dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII2026-05-04T21:02:36+07:00Komang Triatika Suritriatikasuri@gmail.comDewi Arum Widhiyanti Metra Putriarum-widhiyanti@undiksha.ac.idWayan Eka Paramarthaeka.paramartha@undiksha.ac.id<p>Adanya kecenderungan rendahnya motivasi belajar pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Singaraja menjadi titik tolak penelitian ini, di mana kondisi tersebut tidak terlepas dari dominasi pola pikir yang irasional, yang kemudian memengaruhi aspek emosi sekaligus perilaku belajar mereka. Pengujian terhadap efektivitas penerapan konseling kognitif <em>behavior</em> yang dikombinasikan dengan teknik restrukturisasi kognitif, dalam konteks peningkatan motivasi belajar siswa, menjadi fokus utama yang mendasari pelaksanaan penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain <em>quasi-experimental</em>, yaitu <em>nonequivalent pretest-posttest control group design</em>. Populasi penelitian berjumlah 380 siswa, dengan sampel sebanyak 14 siswa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menggunakan teknik <em>purposive intact group</em>. Intervensi diberikan dalam<em> setting</em> konseling kelompok. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket motivasi belajar yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Perolehan nilai N-Gain pada kelompok eksperimen yang mencapai 0,76 dan tergolong dalam kategori tinggi, serta kontras dengan capaian kelompok kontrol yang hanya berada pada angka 0,01 dengan klasifikasi sangat rendah, menjadi temuan utama yang dihasilkan dalam penelitian ini. Adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok teridentifikasi melalui hasil pengujian hipotesis, yang ditunjukkan oleh nilai Sig. (1-<em>tailed</em>) sebesar 0,0005 yang berada di bawah ambang batas 0,05. Besarnya pengaruh perlakuan yang tergolong kuat turut terkonfirmasi melalui hasil analisis <em>effect size</em>, yang memperlihatkan nilai sebesar 4,009335. Dengan demikian, efektivitas penerapan konseling kognitif <em>behavior</em> yang diintegrasikan dengan teknik restrukturisasi kognitif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII dapat ditegaskan sebagai simpulan utama dari penelitian ini.</p>2026-05-08T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Komang Triatika Suri, Dewi Arum Widhiyanti Metra Putri, Wayan Eka Paramarthahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5937Pemulihan Kepercayaan Publik melalui Strategi Komunikasi PT Pertamina (PERSERO) dalam Menghadapi Isu Reputasi Berdasarkan SCCT dan Image Repair Theory2026-05-01T22:17:35+07:00Prayci Vanessa Maliangkay25072220045@lspr.edu<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis krisis reputasi yang dialami PT Pertamina (Persero) akibat dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan isu blending BBM dengan meninjau kesesuaian antara tingkat tanggung jawab krisis, strategi komunikasi, dan efektivitas pemulihan kepercayaan publik menggunakan pendekatan Situational Crisis Communication Theory (SCCT) dan Image Repair Theory. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus data sekunder yang diperoleh dari laporan resmi Kejaksaan Agung, pemberitaan media, dan pernyataan publik yang kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi, kategorisasi, dan interpretasi berdasarkan kerangka teori. Hasil penelitian menunjukkan krisis ini tergolong preventable crisis dengan atribusi tanggung jawab tinggi akibat manipulasi spesifikasi BBM (RON 90 dibayar sebagai RON 92) dan kerugian negara sekitar Rp193,7 triliun yang memicu reaksi emosional publik berupa kemarahan, skeptisisme, dan lebih dari 526 pengaduan ke lembaga bantuan hukum. Strategi komunikasi organisasi yang defensif (denial dan diminish) tidak selaras dengan ekspektasi publik yang menuntut transparansi dan akuntabilitas sehingga mempercepat erosi reputasi. Keterbatasan penerapan Image Repair Theory tertuang dari absennya corrective action yang riil dan permintaan maaf yang bersifat simbolik yang menyebabkan pemulihan kepercayaan berjalan lambat dan memperbesar risiko krisis legitimasi. Ketidaksesuaian antara strategi komunikasi, tindakan, dan kebutuhan psikologis publik menjadi faktor dalam memperdalam krisis dan menghambat proses trust recovery.</em></p>2026-05-08T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Prayci Vanessa Maliangkayhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5582Strategi Peningkatan Mutu Pembelajaran Berbasis Manajemen, Kepemimpinan, dan Teknologi dalam Mencapai Akreditasi Pesantren Unggul di Al-Muslimun Lhoksukon2026-04-20T09:01:44+07:00Revi Safitrisafitrirevi4@gmail.comMuhammad Anggung Manumanoso Prasetyoanggung@uinsuna.ac.id<p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya penerapan manajemen mutu pendidikan, khususnya pada aspek pembelajaran sebagai indikator utama dalam penilaian akreditasi. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya yang lebih terarah dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi peningkatan mutu pembelajaran dalam mencapai akreditasi pesantren unggul di Al-Muslimun Lhoksukon. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan informan kepala madrasah dan guru koordinator akreditasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan mutu pembelajaran dilakukan melalui penguatan kinerja guru, optimalisasi supervisi kepala madrasah, serta pemanfaatan teknologi pendidikan secara bertahap. Strategi tersebut mendorong terciptanya pembelajaran yang partisipatif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa pencapaian akreditasi unggul tidak hanya ditentukan oleh pemenuhan administratif, tetapi juga oleh integrasi manajemen pembelajaran, kepemimpinan madrasah, dan teknologi pendidikan.</em></p>2026-05-11T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Revi Safitri, Muhammad Anggung Manumanoso Prasetyohttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6222Environmental Performance Legitimacy and Market Price Dynamics 2026-05-09T16:16:17+07:00Farhan Nurmustaqim4213250093_farhannurmustaqim@pknstan.ac.idYessi Vionica Simanjuntak4213250174_yessisimanjuntak@pknstan.ac.idResi Ariyasa Qadri resi.ariyasa@pknstan.ac.id<p>Research objective: This study aims to analyze market responses to ESG disclosure in sustainability reports of coal companies in Indonesia and Australia within the framework of environmental legitimacy. Data were collected through documentation of ESG scores, sustainability reports, and stock price data within the H-5 to H+5 period. The analysis employed an interpretive qualitative approach by examining stock price movements and linking them to ESG disclosure contexts. The findings indicate that in Indonesia ESG functions as a mechanism to stabilize investor perception, while in Australia ESG acts as a stronger signal that is more rapidly reflected in the market. The results also show that market responses are contextual and influenced by institutional environments. Practical implication: This study highlights the importance of improving the quality and credibility of ESG disclosure to strengthen investor trust in the context of energy transition risks.</p>2026-05-11T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Farhan Nurmustaqim, Yessi Vionica Simanjuntak, Resi Ariyasa Qadri https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6153Dinamika Etika Komunikasi Guru dan Siswa di Media Sosial2026-05-07T17:12:26+07:00Muhammad Nurafni Juniantomuhammad.nurafni.junianto@mhs.uingusdur.ac.idDiah Maharanidihmaharani@gmail.comMuhammad Jembar Riskymuhammad.jembar.risky@mhs.uingusdur.ac.idMuhlisinmuhlisin@uingusdur.ac.idAbul Mafaakhirabul.mafaakhir@uingusdur.ac.id<p><em>Perkembangan media sosial telah mengubah pola komunikasi antara guru dan siswa, sekaligus memunculkan tantangan etika terkait batasan privasi dan profesionalitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika etika komunikasi guru dan siswa di media sosial melalui perspektif Teori Manajemen Privasi Komunikasi (CPM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui studi pustaka dan analisis isi terhadap literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi di ruang digital cenderung mengaburkan batas antara ranah pribadi dan profesional, sehingga memicu turbulensi privasi ketika aturan tidak dipahami secara bersama. Guru dan siswa berperan sebagai pemilik bersama informasi, sehingga diperlukan koordinasi batas privasi yang jelas. Permasalahan etika seperti oversharing, pelanggaran privasi, dan cyberbullying menjadi tantangan utama. Selain itu, perbedaan literasi digital dan generasi turut memperlebar kesenjangan komunikasi. Penerapan strategi manajemen privasi yang tepat, seperti penetapan batas dan pengelolaan informasi secara bertanggung jawab, menjadi kunci menjaga profesionalitas dan kepercayaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan etika komunikasi digital dalam mendukung interaksi pendidikan yang aman dan konstruktif.</em></p>2026-05-11T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Muhammad Nurafni Junianto, Diah Maharani, Muhammad Jembar Risky, Muhlisin, Abul Mafaakhirhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6187Upaya Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Materi Subjek Predikat Objek Dengan Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan Media Papan Saku Kata2026-05-08T16:35:28+07:00Eva Yumaidaevayumaida@gmail.comIka Nurwulandariikanurwulandari123@gmail.comMuhammad Aunur Rofiqmuhammadaunurrofiq075@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas II SDN 5 Jepon pada materi Subjek, Predikat, Objek (SPO). Dari 25 peserta didik, hanya 8 (32%) yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM), sementara 17 (68%) siswa belum tuntas. Kondisi ini disebabkan oleh dominasi metode ceramah, kurangnya variasi media, dan minimnya keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan model Discovery Learning berbantuan media papan saku kata dan mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas II pada materi SPO Bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan model Kemmis dan McTaggart, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 25 peserta didik kelas II SDN 5 Jepon tahun pelajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan ketuntasan belajar siswa dari kondisi pra-siklus sebesar 32% menjadi 65% pada Siklus I, dan meningkat menjadi 84% pada Siklus II, melampaui indikator capaian penelitian sebesar 80%. Penerapan model Discovery Learning berbantuan media papan saku kata terbukti efektif meningkatkan keterlibatan aktif, motivasi, dan pemahaman konsep SPO siswa kelas rendah sekolah dasar.</p>2026-05-11T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Eva Yumaida, Ika Nurwulandari, Muhammad Aunur Rofiqhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6194Kepemimpinan Adaptif Dan Transformasi Budaya Organisasi Dakwah: Strategi Mengelola Perubahan SDM Di Era Digital2026-05-08T20:16:48+07:00Ummi Sa'adahummisaadah775@gmail.comCecep Castrawijayacecep.castrawijaya@uinjkt.ac.id<p>Lembaga dakwah di era digital menghadapi tekanan transformasi yang semakin kompleks, mencakup percepatan teknologi, perubahan perilaku masyarakat, dan dinamika sumber daya manusia (SDM) yang terus bergeser. Penelitian ini mengkaji peran kepemimpinan adaptif dalam mendorong transformasi budaya organisasi dakwah serta strategi pengelolaan perubahan SDM yang relevan di era digital. Dengan menggunakan metode kajian pustaka sistematis (systematic literature review), penelitian ini mengintegrasikan berbagai temuan terkini dari jurnal-jurnal manajemen dakwah, kepemimpinan, dan transformasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan adaptif yang mencakup kemampuan membaca perubahan lingkungan, mendistribusikan otoritas, dan memfasilitasi pembelajaran organisasi merupakan faktor kunci keberhasilan transformasi budaya pada lembaga dakwah. Pemimpin yang adaptif mampu menjembatani nilai-nilai Islam yang menjadi fondasi dakwah dengan tuntutan inovasi digital yang tidak terelakkan. Penelitian ini juga menemukan bahwa transformasi budaya yang berhasil ditopang oleh tiga pilar utama: pengembangan digital leadership, penguatan kapasitas SDM berbasis nilai, dan manajemen perubahan yang partisipatif. Implikasi praktis dari temuan ini memberikan panduan strategis bagi pemimpin lembaga dakwah dalam mengelola perubahan SDM secara berkelanjutan tanpa menanggalkan identitas dan missi dakwah.</p>2026-05-11T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ummi Sa'adah, Cecep Castrawijayahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6221Fenomena Glass Ceiling Dalam Lembaga Dakwah: Analisis Tantangan Struktural Dan Budaya Organisasi Terhadap Kepemimpinan Perempuan2026-05-09T14:56:38+07:00Fitrah Amaliah Hasibuanfitrahamaliahhasibuan07@gmail.comCecep Castrawijaya cecep.castrawijaya@uinjkt.ac.id<p><em>Fenomena glass ceiling merupakan hambatan tidak terlihat yang membatasi perempuan dalam mencapai posisi kepemimpinan strategis. Dalam konteks lembaga dakwah, fenomena ini menjadi penting karena meskipun perempuan berperan aktif dalam berbagai aktivitas dakwah, keterlibatan mereka dalam pengambilan keputusan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena glass ceiling dalam lembaga dakwah dengan fokus pada tantangan struktural dan kultural serta peluang kepemimpinan perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan struktural berupa sistem organisasi yang hierarkis dan didominasi oleh laki-laki, serta hambatan kultural berupa budaya patriarki dan interpretasi keagamaan yang bias gender, saling memperkuat dalam membatasi mobilitas perempuan. Namun demikian, perkembangan teknologi digital dan meningkatnya kesadaran kesetaraan gender membuka peluang baru bagi perempuan dalam kepemimpinan dakwah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fenomena glass ceiling dalam lembaga dakwah merupakan hasil interaksi antara faktor struktural dan kultural, sehingga diperlukan transformasi yang komprehensif untuk menciptakan kepemimpinan yang lebih inklusif.</em></p>2026-05-11T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Fitrah Amaliah Hasibuan, Cecep Castrawijaya https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6231Integrasi Nilai Akhlak dalam Pembelajaran Tahfidz Al-Quran Pada Generasi Alpha2026-05-09T21:57:14+07:00Muhammad Akmal Pratamamuhammad.akmal.pratama@mhs.uingusdur.ac.idNovianto Ade Wahyudinovianto.ade.wahyudi@mhs.uingusdur.ac.idLeonardho Bimo Ardhianleobimo10@gmail.comMuhlisin Muhlisinmuhlisin@uingusdur.ac.idAbul Mafaakhirabul.mafaakhir@uingusdur.ac.id<p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan moral Generasi Alpha yang tumbuh dalam ekosistem digital dengan paparan teknologi, media sosial, dan kecerdasan buatan yang sangat intensif. Kondisi tersebut menuntut pembelajaran tahfidz Al-Qur’an tidak hanya berorientasi pada hafalan tekstual, tetapi juga pada internalisasi nilai akhlak Qur’ani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai akhlak dalam pembelajaran tahfidz Al-Qur’an bagi Generasi Alpha serta merumuskan strategi pendidikan yang relevan dengan karakteristik anak digital. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif noninteraktif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis isi dan analisis wacana terhadap literatur pendidikan Islam, tahfidz, dan perkembangan Generasi Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai muraqabah, tabayyun, tawadhu’, amanah, sabar, dan tanggung jawab berperan penting sebagai fondasi spiritual sekaligus etika digital peserta didik. Pembelajaran tahfidz yang hanya menekankan hafalan mekanis berisiko mengabaikan pemahaman, penghayatan, dan pembentukan karakter. Guru memiliki peran strategis sebagai murabbi dan uswah hasanah yang membimbing peserta didik secara moral, spiritual, dan emosional. Strategi integratif dapat dilakukan melalui tadabbur singkat, pembiasaan adab, pemanfaatan media digital secara proporsional, serta kolaborasi lembaga tahfidz dan orang tua. Dengan demikian, tahfidz Al-Qur’an berimplikasi pada pembentukan Generasi Alpha yang religius, berakhlak, adaptif, dan bijak bermedia.</em><em>Jumlah kata kunci 3-5 kata.</em></p>2026-05-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Muhammad Akmal Pratama, Novianto Ade Wahyudi, Leonardho Bimo Ardhian, Muhlisin Muhlisin, Abul Mafaakhirhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6203Analisis Pemikiran Pendidikan Pesantren K.H. Hasyim Asy’ari dan Relevansinya terhadap Pengembangan Pendidikan Islam di Indonesia2026-05-08T22:52:33+07:00Nurwan Azlinnurwanazlin9@gmail.comBunga Apralia12310122606@students.uin-suska.ac.idNadia Nabila12310122382@students.uin-suska.ac.idNaila Azkiyah12310124189@students.uin-suska.ac.idHalawatul Fitri12310122027@students.uin-suska.ac.idSri Wahyunisriwahyuni@alkifayahriau.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biografi, pemikiran pendidikan, dan sistem pendidikan K.H. Hasyim Asy’ari, serta mengkaji relevansinya terhadap perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui desain penelitian kepustakaan (<em>library research</em>), penelitian ini mengandalkan sumber data sekunder yang meliputi buku, jurnal ilmiah, dan artikel akademik yang berkaitan dengan pendidikan pesantren serta pemikiran Hasyim Asy’ari. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis isi (<em>content analysis</em>) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran pendidikan Hasyim Asy’ari menekankan integrasi antara pembentukan akhlak, pengembangan intelektual, dan nilai-nilai spiritual, dengan penekanan kuat pada adab (etika) sebagai dasar pembelajaran. Sistem pendidikan yang dikembangkannya mendorong keseimbangan antara ilmu agama dan ilmu umum, yang didukung oleh metode tradisional seperti <em>sorogan</em>, <em>bandongan</em>, dan <em>musyawarah</em> yang dapat disesuaikan dengan pendekatan pendidikan modern. Penelitian ini juga menemukan bahwa gagasan-gagasannya sangat relevan dengan isu-isu kontemporer, khususnya dalam memperkuat pendidikan karakter, mendorong moderasi beragama, dan mengembangkan lembaga pendidikan Islam yang adaptif. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai klasik pesantren dengan sistem pendidikan modern dapat berkontribusi pada terciptanya pendidikan yang lebih holistik dan berbasis nilai. Penelitian ini menggunakan referensi dari berbagai karya ilmiah terbaru, namun tidak melibatkan tabel, gambar, maupun lampiran.</p>2026-05-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nurwan Azlin, Bunga Apralia, Nadia Nabila, Naila Azkiyah, Halawatul Fitri, Sri Wahyunihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6246Relevansi Ta’limul Muta’alim dan Pembelajaran Akidah Akhlak Untuk Menumbuhkan Akhlakul Karimah Siswa Madrasah Aliyah Balongrejo Jombang 2026-05-10T17:04:57+07:00Levi Iswahyudileviiswahyudi121003@gmail.comIva Inayatul Ilahiyyahivailahiyah89@gmail.com<p>Penelitian ini mengkaji signifikansi karya Burhanuddin AZ-Zarnuji Ta'limul Muta'alim dalam kaitannya dengan pendidikan akhlakul karimah di Madrasah Aliyah Balongrejo Sumobito Jombang. Isu pokok penelitian ini adalah keterkaitan nilai-nilai keikhlasan, adab terhadap guru, kesungguhan belajar, kedisiplinan moral, dan tanggung jawab dalam Ta’limul Muta’alim dengan tujuan pembelajaran Akidah Akhlak yang berorientasi pada pembentukan karakter beriman dan berakhlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk relevansi kajian kitab tersebut dalam pembelajaran, mendeskripsikan proses pembinaan akhlakul karimah, serta menjelaskan kontribusinya dalam membentuk karakter siswa. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan menggunakan desain studi kasus. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, termasuk informan pratama, pendidik, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui triangulasi sumber untuk memverifikasi kebenaran data. Temuan tersebut menunjukkan bahwa prinsip Ta'limul Muta'alim sangat relevan dan kohesif dalam perolehan nilai-nilai moral, sehingga menjadikan pengalaman pendidikan lebih kontekstual, aplikatif, dan berhasil menumbuhkan integritas moral pada siswa.</p>2026-05-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Levi Iswahyudi, Iva Inayatul Ilahiyyahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6270Menakar Perluasan Legal Standing Berbasis Kewajiban Erga Omnes melalui Pendekatan Citizen Lawsuit dalam Litigasi Kenegaraan Indonesia2026-05-11T11:30:08+07:00Ratu Putri Hiemawanratu.205240086@stu.untar.ac.idKeira Ayasha Yuliantokeira.205240178@stu.untar.ac.idDivany Ashley Gultomdivany.205240093@stu.untar.ac.idValencia Brightlady Victoriavalencia205240127@gmail.com<p>Perkembangan hukum modern menunjukkan pergeseran dari pendekatan individualistik menuju pengakuan kepentingan kolektif, yang dalam hukum internasional tercermin melalui konsep erga omnes sebagaimana diakui oleh Mahkamah Internasional. Konsep ini memungkinkan gugatan diajukan tanpa harus membuktikan kerugian langsung. Dalam konteks Indonesia, konsep erga omnes dalam putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia masih terbatas pada daya mengikat putusan, sementara mekanisme <em>citizen lawsuit</em> mulai berkembang sebagai instrumen gugatan berbasis kepentingan publik meskipun belum memiliki pengaturan yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemungkinan perluasan <em>legal standing</em> melalui integrasi konsep erga omnes dan <em>citizen lawsuit</em>. Metode penelitian ini ialah normatif-empiris dan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua konsep memiliki kesamaan dalam menempatkan kepentingan kolektif sebagai dasar legitimasi gugatan, namun implementasinya masih menghadapi tantangan berupa ketiadaan regulasi yang jelas, potensi penyalahgunaan, dan beban terhadap lembaga peradilan. Oleh karena itu, diperlukan pengaturan yang sistematis dengan batasan berbasis kepentingan publik yang rasional agar perluasan <em>legal standing</em> dapat meningkatkan akses keadilan serta memperkuat perlindungan hak konstitusional publik di Indonesia</p>2026-05-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ratu Putri Hiemawan, Keira Ayasha Yulianto, Divany Ashley Gultom, Valencia Brightlady Victoriahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6275Dinamika Fear of Missing Out (FOMO) pada Siswa Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Darul Amin Palangka Raya2026-05-11T13:59:44+07:00Musytari Lildia Agustinamusytari228@gmail.comKhairunisa Islamimusytari228@gmai.comAnnisa Annisamusytari228@gmai.comSurawan Surawanmusytari228@gmai.com<p>Fear of Missing Out (FoMO) merupakan fenomena psikologis yang banyak dialami oleh remaja seiring meningkatnya penggunaan media sosial. Kondisi ini ditandai dengan adanya dorongan untuk selalu terhubung dengan lingkungan sosial agar tidak tertinggal informasi maupun aktivitas teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika FoMO pada siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Darul Amin Palangka Raya serta melihat perbedaan tingkat FoMO berdasarkan jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan angket terhadap 35 siswa kelas VIII. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki kecenderungan FoMO yang ditandai dengan keinginan untuk terus mengikuti perkembangan informasi di media sosial, rasa takut tertinggal informasi, serta keterlibatan aktif dalam aktivitas digital. Selain itu, ditemukan bahwa siswa perempuan memiliki tingkat FoMO yang lebih tinggi dibandingkan siswa laki-laki. FoMO juga berpengaruh terhadap kondisi emosional siswa, seperti munculnya kecemasan, menurunnya rasa percaya diri, serta berkurangnya fokus dalam belajar. Dengan demikian, FoMO tidak hanya berkaitan dengan penggunaan media sosial, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis dan sosial siswa dalam kehidupan sehari-hari.</p> <p> </p>2026-05-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Musytari Lildia Agustina, Khairunisa Islami, Annisa, Surawanhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6264Efektivitas Teknik Membaca Kreatif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas X SMA 2026-05-11T00:21:19+07:00Rismadhani Eka Sefpuja25020074018@mhs.unesa.ac.idShafira Farda Alwiya25020074074@mhs.unesa.ac.idZahra Ainun Faradilla25020074166@mhs.unesa.ac.idPramudya Adiyasa Putra Wahana25020074208@mhs.unesa.ac.idNelvi Nur Lailatul Izzati25020074242@mhs.unesa.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas teknik membaca kreatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada peserta didik kelas X SMA. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai proses penerapan teknik membaca kreatif serta dampaknya terhadap kemampuan membaca peserta didik. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X SMA, sedangkan objek penelitian meliputi efektivitas teknik membaca kreatif ditinjau dari pemahaman bacaan, minat baca, kemampuan berpikir kritis, dan motivasi belajar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi berupa catatan observasi, foto kegiatan pembelajaran, arsip pembelajaran, dan hasil karya peserta didik. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik membaca kreatif efektif meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia. Penerapan teknik ini mampu meningkatkan pemahaman literal, inferensial, dan evaluatif peserta didik melalui aktivitas membaca aktif, diskusi, interpretasi, dan refleksi terhadap bacaan. Selain itu, teknik membaca kreatif juga terbukti meningkatkan minat baca, motivasi belajar, kreativitas, keaktifan, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Pembelajaran yang variatif, interaktif, dan berpusat pada peserta didik menjadikan proses membaca lebih menarik dan bermakna. Dengan demikian, teknik membaca kreatif dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan literasi membaca peserta didik kelas X SMA secara komprehensif.</em></p>2026-05-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Rismadhani Eka Sefpuja, Shafira Farda Alwiya, Zahra Ainun Faradilla, Pramudya Adiyasa Putra Wahana, Nelvi Nur Lailatul Izzatihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6285Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kemampuan Siswa Membaca Al-Qur'an Di Smp Negeri 5 Kotabaru2026-05-11T17:55:35+07:00M. Sulaiman Qadrisulaimanqadri27@gmail.comAgus Riadiagusriadi2026@gmail.comRiyadah Erdinadinaerdin99@gmail.comSelvi Purnamasariselvipsari877@gmail.comSiti Zakiahzakiah5229@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa di SMP Negeri 5 Kotabaru serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih beragamnya kemampuan membaca Al-Qur’an siswa, di mana sebagian siswa belum mampu mengenal huruf hijaiyah dengan baik, kurang lancar membaca Al-Qur’an, serta belum mampu menerapkan kaidah tajwid secara tepat. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari dua orang guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 5 Kotabaru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan metode induktif, yaitu menarik kesimpulan dari data-data khusus menuju kesimpulan umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan guru PAI dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa meliputi metode talaqqi, latihan dan pembiasaan membaca Al-Qur’an, serta bimbingan individual bagi siswa yang mengalami kesulitan membaca. Metode talaqqi digunakan untuk memperbaiki pelafalan makharijul huruf dan penerapan hukum tajwid secara langsung. Sementara itu, strategi pembiasaan dilakukan melalui kegiatan tadarus rutin sebelum pembelajaran dimulai guna meningkatkan kelancaran dan kefasihan membaca Al-Qur’an siswa. Guru juga memberikan bimbingan individual kepada siswa yang masih mengalami kesulitan membaca agar kemampuan siswa dapat berkembang sesuai tingkat kemampuannya masing-masing. Faktor pendukung dalam pelaksanaan strategi tersebut meliputi dukungan kebijakan sekolah, tersedianya sarana dan prasarana pembelajaran seperti mushaf Al-Qur’an di kelas, serta dukungan orang tua yang membiasakan anak membaca Al-Qur’an di rumah. Adapun faktor penghambatnya meliputi keterbatasan waktu pembelajaran Pendidikan Agama Islam, perbedaan kemampuan dasar siswa, kurangnya pembiasaan membaca Al-Qur’an di lingkungan keluarga, serta rendahnya motivasi dan kepercayaan diri sebagian siswa dalam membaca Al-Qur’an.</em></p>2026-05-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 M. Sulaiman Qadri, Agus Riadi, Riyadah Erdina, Selvi Purnamasari, Siti Zakiahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6367Penerapan Green Economy Pada Industri Batik Untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Dalam Pendekatan Etika Bisnis2026-05-13T11:53:10+07:00Deny Lesmana Putra230210301019@mail.unej.ac.idMasfulatul Liliani230210301028@mail.unej.ac.idEka Fuji Lestari230210301034@mail.unej.ac.idAlif Nanda Ayu230210301036@mail.unej.ac.idPutri Wulandariputriwulandari@unej.ac.idSela Rachmawati199403232023212065@mail.unej.ac.idFaqih Ulil Abshor198305302024211007@mail.unej.ac.id<p><em>Batik is a national cultural heritage of Indonesia recognized by UNESCO and plays an active role in the industrial sector in Indonesia. Facing problems in processing liquid waste from the production process, especially in the use of textile dyes. This research discusses the management of good and sustainable batik waste using a business ethics and green economy approach. This research uses a qualitative approach by using data collection techniques with interview methods and literature studies in two batik industries, namely PT Pusaka Batik and Batik Winotosastro. The results explained that the implementation of green economy and business ethics is still not optimal due to the limitations of qualified human resources, finance, and technology. However, by applying and combining both principles of business ethics and green economy, it is proven that it can reduce air pollution and make batik waste treatment better. this happens when the batik industry does not only prioritize personal gain but prioritizes the environment and society, it can create sustainable development (SGDs).</em></p>2026-05-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Sela Rachmawati, Deny Lesmana Putra, Masfulatul Liliani, Eka Fuji Lestari, Alif Nanda Ayu, Putri Wulandari, Faqih Ulil Abshorhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6281Perkembangan Teknologi dan Pengembangan SDM Lembaga Dakwah: Reorientasi Strategis di Era Disrupsi Digital2026-05-11T15:59:50+07:00Nurul Alvi Chindi Fadhilahnurulalvichindi@gmail.comCecep Castrawijayacecep.castrawijaya@uinjkt.ac.id<p>Era disrupsi digital memaksa lembaga dakwah untuk bertransformasi guna mempertahankan otoritas keagamaan di ruang siber. Namun, adopsi teknologi sering kali terhambat oleh rendahnya literasi digital, resistensi kultural SDM, hingga masalah teknis dalam manajemen operasional. Penelitian ini bertujuan merumuskan model pengembangan kompetensi SDM dan reorientasi operasional lembaga dakwah melalui konsep Bashirah Digital. Melalui kajian literatur yang mendalam, ditemukan bahwa digitalisasi bukan sekadar pengadaan alat, melainkan perubahan budaya kerja dan pola pikir pimpinan. Transformasi kompetensi harus mencakup pilar digital skills, culture, ethics, dan safety sebagai standar kendali dalam penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) agar tetap sesuai dengan kemurnian sanad keilmuan. Selain itu, integrasi fungsi POAC yang berbasis data diperlukan untuk mengatasi masalah sinkronisasi data manual yang selama ini menghambat efisiensi organisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Bashirah Digital berfungsi sebagai rem moral agar teknologi tetap menjadi alat bantu informasi tanpa mengabaikan tanggung jawab teologis SDM sebagai pembimbing spiritual.</p>2026-05-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nurul Alvi Chindi Fadhilah, Cecep Castrawijayahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6283Pengaruh Brand Image, Word of Mouth, Customer Satisfaction Terhadap Repurchase Intention Produk Sunscreen Moell2026-05-11T16:29:38+07:00Salwa Nabilasalwa531754@student.esaunggul.ac.idAri Anggarani Winadi Prasetyoning Tyasari.anggraini@esaunggul.ac.id<p>Perkembangan industry perawatan kulit yang begitu cepat telah membuat persaingan antara <em>Brand </em>semakin sengit, sehingga perusahaan harus benar-benar paham apa saja yang bisa membuat pelanggan mau membeli ulang produk <em>brand</em>. Niat membeli ulang ini menjadi indikator krusial untuk menjaga kelangsungan <em>brand</em>, terutama pada <em>brand Sunscreen</em>. Studi ini ingin menyelidiki bagaimana <em>Brand Image </em>dan <em>Word of Mouth</em> memengaruhi <em>Repurchase Intention</em>, dengan kepuasan pelanggan sebagai penghubung di antara keduanya, khususnya untuk <em>Sunscreen Brand </em>Moell. Kami pakai pendekatan kuantitatif lewat metode penelitiaan eksplanatori. Data dikumpulkan dari kuisioner daring yang dibagikan ke 110 pengguna <em>Sunscreen</em> Moell di daerah Bekasi. Analisisnya menggunakan <em>Partial Least Square-Structural Equation Modeling</em> (PLSSEM) dengan bantuan software SmartPLS 4.0. Hasilnya menunjukan bahwa <em>Brand Image </em>dan <em>Word of Mouth</em> punya dampak positif ke <em>Customer Satisfaction</em> yang pada gilirannya juga positif terhadap <em>Repurchase Intention</em>. Namun, <em>Brand Image </em>tidak terbukti memberikan pengaruh secara signifikan terhadap <em>Repurchase Intention</em>, melainkan berperan secara tidak langsung melalui <em>Customer Satisfaction</em> sebagai mediasi. Di sisi lain, <em>Word of Mouth</em> berpengaruh baik secara langsung maupun secara tidak langsung ke <em>Repurchase Intention</em> melalui <em>Customer Satisfaction</em>. Temuan ini menegaskan betapa pentingnya kepuasan pelangan dalam mendorong orang untuk membeli ulang. Karena itu, perusahaan harus fokus menjaga kepuasan pelanggan dan mendorong munculnya <em>Word of Mouth</em> yang bagus supaya <em>Repurchase Intention</em> terhadap <em>Sunscreen</em> Moell bisa naik.</p>2026-05-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Salwa Nabila, Ari Anggarani Winadi Prasetyoning Tyashttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6295Pengaruh Media Kahoot Pada pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar2026-05-11T20:17:48+07:00Dian Purnama Vauqonurdianvauqonur@gmail.comAna Fitrotun Nisaananisa@ymail.comAkbar Al Masjidalmasjida@ustjogja.ac.id<p>Motivasi siswa dalam belajar IPA masih tergolong rendah, karena banyak siswa yang menganggap IPA sebagai mata pelajaran yang relatif sulit. Motivasi belajar adalah hal yang sangat penting bagi seorang siswa. Pemanfaatan media belajar yang menarik dan interaktif dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar IPA. Media interaktif yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kahoot dalam evaluasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kahoot terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran IPA kelas VI di sekolah dasar. Penelitian ini mengunakan jenis penelitian kuantitatif eksperimen metode <em>Quasi Experimental Desain</em>, yaitu penelitian yang terdiri atas kelas kontrol dan kelas eksperimen. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan SPSS versi 26.0. Hipotesis diuji dengan menggunakan uji-t pada taraf signifikan 0,05. Hasil perhitungan uji-t menunjukkan bahwa sig. 0,01 < 0,05 menunjukkan adanya pengaruh game kahoot terhadap motivasi belajar siswa. Motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA menjadi meningkat.</p>2026-05-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Dian Purnama Vauqonur, Ana Fitrotun Nisa, Akbar Al Masjidhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6440Pendekatan Antropologis Dalam Studi Islam2026-05-15T09:59:40+07:00Akmal RidhoAkmalridho2308@gmail.comMuhamat Chairul Abadichoiahmad84@gmail.comRadian SaputraRadeansaputra087@gmail.comMuhammad Arifinarifinjunaidy@gmail.comSyahrul Khoirokhoiron757@gmail.comMoch. Zidan Nur AdnanAnanzidan18@gmail.comAhmad Nasikhahmadnasikh96@gmail.com<p><em>Antropologi adalah ilmu tentang manusia khususnya tentang asal-usul, aneka warna bentuk fisik, adat istiadat, dan kepercayaan pada masa lampau. Secara epitemologis antropologi mempelajari berbagai hal mengenai manusia secara empirik dalam hubungannya sebagai makhluk biologis dan sebagai makhluk sosial (dalam arti hidup di dalam masyarakat). Beberapa karakteristik dasar pendekatan antropologi adalah concern pada sesuatu yang ilahiah dan hubungan manusia dengan Nya, dikotomi elemen dunia menjadi sacred dan profan dan perhatian utama pada sacred, orientasi pada keselamatan dari keadaan biasa dalam kehidupan duniawi, praktik-praktik duniawi. Adapun objek kajian antropologi agama yaitu; Scripture atau naskah-naskah atau sumber ajaran atau simbol-simbol; Penganut atau pemimpin atau tokoh atau pemuka agama, yakni pemahaman, sikap, perilaku, dan penghayatan; Ritus-ritus, lembaga-lembaga, dan ibdah-ibadah seperti sholat, puasa, haji, perkawinan, waris, sekatenan, peringatan kelahiran nabi, peringatan isra’ mi’raj, lembaga waqaf, lembaga zakat, lazis, dll; Alat-alat agama dan keagamaan seperti masjid, peci, tasbih, dll; Organisasi-organisasi sosial keagaman, seperti NU, dan Muhammadiyah. Pendekatan sosiologi dan antropologi dalam studi Islam adalah mencoba mengkaji keunikan karakter manusia muslim di berbagai tempat dan belahan bumi di mana mereka menjalani hidupnya dengan berislam. Pendekatan antropologi dalam memahami agama dapat diartikan sebagai salah satu upaya dalam memahami agama dengan melihat wujud praktik keagamaan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat.</em></p> <p><strong><em>Kata kunci :</em></strong><em> Pendekatan Antropologis, Studi Islam</em></p>2026-05-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Akmal Ridho, Muhamat Chairul Abadi, Radian Saputra, Muhammad Arifin, Syahrul Khoiro, Moch. Zidan Nur Adnan, Ahmad Nasikhhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6214Strategi Ekspansi Bisnis Debt Financing: Antara Pertumbuhan dan Resiko Financial Distress2026-05-09T09:16:21+07:00Hilya Fijrahilyafijra04@gmail.comFadhilah Nur Aisyahnuraisyahfadhilah288@gmail.comFarah Fadilafadlilahfarah139@gmail.com<p>Strategi debt financing menjadi salah satu metode pendanaan yang banyak digunakan perusahaan untuk mendukung ekspansi bisnis dan meningkatkan pertumbuhan perusahaan. Penggunaan utang dianggap mampu membantu perusahaan memperoleh tambahan modal dengan cepat guna memperluas operasional usaha, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperbesar pangsa pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi ekspansi bisnis melalui debt financing serta risiko financial distress yang dapat ditimbulkan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis berbagai jurnal, buku, dan artikel ilmiah terkait strategi pendanaan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debt financing dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan perusahaan apabila dikelola secara efektif dan disertai manajemen risiko yang baik. Namun, penggunaan utang yang berlebihan dapat meningkatkan beban bunga, menurunkan stabilitas keuangan, dan memicu financial distress. Oleh karena itu, perusahaan perlu mempertimbangkan kemampuan finansial, struktur modal, dan kondisi pasar sebelum menerapkan strategi debt financing dalam ekspansi bisnis.</p>2026-05-18T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Hilya Fijra, Fadhilah Nur Aisyah, Farah Fadilahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6282Diskresi Penahanan Tersangka Dan Kebutuhan Standar Pembatasan Dalam Hukum Acara Pidana2026-05-11T16:02:55+07:00Prasetyo Budi Wicaksanaprasetyobudi21@gmail.comCalista Reynasaprasetyobudi21@gmail.com<p>Penahanan merupakan salah satu bentuk upaya paksa yang paling sensitif dalam hukum acara pidana karena membatasi kebebasan seseorang sebelum adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Persoalan muncul ketika penahanan diperlakukan sebagai langkah yang wajar setelah seseorang ditetapkan sebagai tersangka, padahal asas praduga tak bersalah menuntut perlakuan hukum yang tetap menghormati status belum bersalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji problem diskresi penahanan terhadap penerapan asas praduga tak bersalah dalam hukum acara pidana Indonesia. Penelitian ini juga bertujuan merumuskan standar pembatasan penahanan berbasis prinsip due process of law, necessity, dan proportionality. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Bahan hukum diperoleh dari peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, artikel jurnal, dan dokumen hukum yang berkaitan dengan penahanan serta hak tersangka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problem utama penahanan tidak terletak pada ketiadaan norma, melainkan pada lemahnya standar pengujian terhadap alasan subjektif penahanan. Frasa kekhawatiran melarikan diri, menghilangkan barang bukti, atau mengulangi tindak pidana masih membuka ruang diskresi yang luas bagi aparat. Setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, penahanan perlu ditempatkan sebagai upaya paksa yang terbatas, disertai alasan konkret, pengujian substansial melalui praperadilan, dan pertimbangan terhadap alternatif non-penahanan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembatasan diskresi aparat diperlukan agar asas praduga tak bersalah bekerja sejak tahap awal proses pidana.</p>2026-05-18T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Prasetyo Budi Wicaksana, Calista Reynasahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6321Pengaruh Pendidikan Multikultural Terhadap Perilaku Keagamaan Mahasiswa Prodi PAI Di INU Tasikmalaya2026-05-12T10:27:20+07:00Muhamad Adin Jayadinataadinj3054@gmail.comAminatur Rosyidahameenah.rosyidah@gmail.comSiti Faiqotul Himmahfaiqoh.himmah12@gmail.comEmi Luthfiyatul Farida3mi.7.farida@gmail.comAfida Fitrotul Mafida.fitrotul893@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana </em><em>pendidikan </em><em>multikultural mempengaruhi p</em><em>erilaku keagamaan </em><em>mahasiswa </em><em>prodi PAI INU Tasikmalaya</em><em>. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Seluruh populasi terdiri dari </em><em>46</em><em> mahasiswa dari pro</em><em>di PAI</em><em>, dengan teknik pengambilan sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan indikatori pendidikan multikultural dan perilaku keagamaan mahasiswa. Untuk analisis data, digunakan metode regresi linier sederhana yang diolah dengan pemanfaatan SPSS . Hasil analisis dan interpretasi hasil analisis data penelitian, peneliti dapat menyimpulkan </em><em>pendidikan multikultural </em><em>terdapat pengaruh signifikan dan positif terhadap</em><em> perilaku keagamaan mahasiswa prodi PAI INU Tasikmalaya</em><em>. Dan pendidikan multikultu</em><em>ral </em><em>memiliki pengaruh sebesar 59,1% terhadap </em><em>perilaku keagamaan mahasiswa </em><em>prodi PAI INU Tasikmalaya dan 41,9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya.</em></p> <p> </p>2026-05-18T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Muhamad Adin Jayadinata, Aminatur Rosyidah, Siti Faiqotul Himmah, Emi Luthfiyatul Farida, Afida Fitrotul Mhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6329Pengembangan Wisata Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal Pada Pendekatan Community Based Tourism di Kampung Parakanceuri, Pusakamulya, Purwakarta2026-05-12T12:49:52+07:00Dahlia Bela Novanzadahliabela15@gmail.comWahid Abdul Kuduswahid.ak@untirta.ac.idYustika Irfani Lindawatiyustikairfani@untirta.ac.id<p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya ketidakseimbangan antar mitra (masyarakat, pemerintah dan swasta), karena lemahnya kolaborasi tersebut seluruh proses pengembangan wisata bertumpu pada kemandirian komunitas wisata (Struktur Pengurus Kampung Wisata Edukasi Parakanceuri) dan swadaya masyarakat. Konsep community based tourism (CBT) menjadi alat yang digunakan untuk mencapai keberlanjutan wisata pendidikan berbasis kearifan lokal di Kampung Parakanceuri, Desa Pusakamulya, Kabupaten Purwakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan bagaimana kemandirian komunitas wisata dan masyarakat lokal dalam proses pengembangan wisata berdasarkan konsep community based tourism (CBT). Penelitian ini dilaksanakan pada Februari-April 2026 dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan indigenous methodologies (penelitian pribumi) kepada informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat berpartisipasi aktif dalam mengambil keputusan, melaksanakan kegiatan, pengambilan manfaat dan evaluasi kegiatan terlihat dari perannya sebagai perencana, investor, pelaksana, pengelola dan juga pemantau (evaluator). Oleh karena itu masyarakat dapat menentukan arah pembangunan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan, mengembangkan potensi dan kearifan lokal, mendapatkan manfaat secara pribadi, material maupun sosial serta dapat ikut serta dalam menentukan keberlanjutan wisata. <br>Kata Kunci : Pengembangan wisata, Community based tourism, Partisipasi masyarakat<br>Wisata pendidikan</p>2026-05-18T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Dahlia Bela Novanza, Wahid Abdul Kudus, Yustika Irfani Lindawatihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6129Meningkatkan Kemampuan Membaca dengan Menggunakan Model Pembelajaran PAKEM pada Anak Sekolah Dasar2026-05-06T18:59:47+07:00Chindytiachindytia@undiksha.ac.idNi Kadek Dwi Dita Muliatiditamuliati16@gmail.comKadek Ayu Anggun Pradnyandariayu.anggun.pradnyandari@student.undiksha.ac.idPutu Ani Sugita Pratiwiani@student.undiksha.ac.id<p>Kemampuan membaca di tingkat awal pendidikan dasar merupakan elemen penting yang mendukung seluruh kegiatan belajar siswa secara berkelanjutan. Tanpa kemampuan membaca yang cukup pada usia dini, para siswa akan menemui tantangan besar saat mengikuti pelajaran di berbagai mata pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa efektif model pembelajaran PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) dalam mengatasi dua masalah utama di kelas dua sekolah dasar, yaitu kesulitan siswa dalam menggabungkan suku kata menjadi kata lengkap dan kurangnya keberanian siswa untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok akibat sifat pemalu dan metode pembelajaran yang masih terfokus pada guru. Rancangan penelitian ini berbentuk deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survei, serta instrumen observasi dan kuesioner berbasis Skala Likert yang diberikan kepada tiga responden, yakni wali kelas dua, guru Bahasa Inggris, dan pengajar kelas dua lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PAKEM secara rutin menggunakan media kartu kata, pohon literasi, permainan bahasa, serta beragam metode bernyanyi dan bercerita dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan membaca dasar siswa. Strategi penugasan peran terstruktur dalam kelompok serta penciptaan lingkungan kelas yang emosional aman terbukti mendorong keterlibatan aktif siswa yang pemalu dalam diskusi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar empiris bagi para guru sekolah dasar dalam merancang pendekatan pembelajaran membaca yang kreatif, efektif, dan berorientasi kepada siswa.</p>2026-05-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Chindytia, Ni Kadek Dwi Dita Muliati, Kadek Ayu Anggun Pradnyandari, Putu Ani Sugita Pratiwihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6018Pengabdian, Keadilan Gaji, Dan Kinerja Guru Honorer: Studi Kualitatif Di Mi Ma’arif Nu Karangturi Banyumas2026-05-04T20:10:09+07:00Hiban Akhsin Ali Rafialirafi.pwt@gmail.com<p>Penelitian ini berangkat dari pengalaman nyata para guru honorer di MI Ma’arif NU Karangturi, Banyumas. Mereka tetap mengajar dengan dedikasi tinggi meskipun kondisi kesejahteraan mereka masih jauh dari layak. Pertanyaan utama dari penelitian ini adalah bagaimana motivasi pengabdian (<em>Public Service Motivation</em>/PSM) dan persepsi keadilan gaji (<em>Equity</em>) berperan dalam memengaruhi kinerja guru honorer, serta bagaimana mereka menegosiasikan idealisme pengabdian dengan realitas kebutuhan ekonomi. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi proses pembelajaran, dan dokumentasi aktivitas sekolah terhadap enam guru honorer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru tetap memaknai profesinya sebagai bentuk ibadah, pengabdian kepada bangsa, dan kecintaan pada dunia pendidikan. Namun, persepsi ketidakadilan terkait gaji juga muncul kuat, terutama ketika beban kerja dibandingkan dengan kompensasi yang diterima. Kinerja guru honorer terlihat dari kedisiplinan hadir, kesabaran mendidik, serta kreativitas dalam menyampaikan materi. Temuan penting penelitian ini adalah munculnya pola motivasi campuran (<em>hybrid motivation</em>), di mana pengabdian publik dan tuntutan keadilan gaji berjalan berdampingan sebagai faktor penopang kinerja. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa meskipun motivasi pengabdian masih menjadi kekuatan utama, perhatian terhadap keadilan gaji merupakan syarat penting untuk menjaga keberlanjutan kualitas pendidikan di madrasah</p>2026-05-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Hiban Akhsin Ali Rafihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6484Keadilan Ekologis dalam Islam: Kajian Maqāṣid al-syarī‘ah terhadap Krisis Abrasi dan Alih Fungsi Pesisir Pantura Jawa2026-05-16T06:33:18+07:00Zamzam Mubarok25933003@students.uii.ac.idAsmuni Asmuniasmuni@uii.ac.idAch Faisolachfaisol01@gmail.com<p>Krisis abrasi dan alih fungsi pesisir Pantura Jawa menunjukkan meningkatnya kerusakan ekologis akibat pembangunan yang tidak berkelanjutan, eksploitasi pesisir, dan lemahnya kebijakan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis krisis tersebut dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah dan ijtihad lingkungan Islam. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan filosofis melalui studi kepustakaan terhadap al-Qur’an, hadis, literatur maqāṣid, jurnal ilmiah, serta data BRIN. Analisis dilakukan menggunakan metode <em>ma</em><em>ṣ</em><em>la</em><em>ḥ</em><em>ah mursalah</em> dan <em>sadd al-dharī‘ah</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan pesisir bertentangan dengan prinsip <em>ḥ</em><em>if</em><em>ẓ</em><em> al-nafs</em>, <em>ḥ</em><em>if</em><em>ẓ</em><em> al-m</em><em>ā</em><em>l</em>, dan <em>ḥ</em><em>if</em><em>ẓ</em><em> al-nasl</em>, sehingga perlindungan lingkungan perlu diposisikan sebagai bagian dari <em>ḥ</em><em>if</em><em>ẓ</em><em> al-b</em><em>ī’</em><em>ah</em> melalui konsep <em>Eco-Maqā</em><em>ṣ</em><em>id Framework</em></p>2026-05-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Zamzam Mubarok, Asmuni Asmuni, Ach Faisolhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6019Pesan Moral dalam Film Imam Ahmad bin Hanbal Karya Abdul Bari Abu El-Khair (Episode 1-2): Kajian Semiotika2026-05-04T20:15:43+07:00Puja Wattinipujawattini@gmail.comWildan Taufiqwildantaufiq@uinsgd.ac.idKhomisahkhomisah@uinsgd.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kategori pesan moral dan fungsinya yang terkandung dalam dalam Film <em>Imam Ahmad bin Hanbal</em> karya Abdul Bari Abu El-Khair episode 1 dan 2 dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari Film <em>Imam Ahmad bin Hanbal</em> karya Abdul Bari Abu El-Khair. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak-catat. Teknik analisis data menggunakan padan referensial. Hasil analisis menunjukkan bahwa Film <em>Imam Ahmad bin Hanbal</em> karya Abdul Bari Abu El-Khair ini mengandung pesan moral yang dikategorikan menjadi hubungan manusia dengan diri sendiri, hubungan manusia dengan tuhan dan hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkungan sosial</p>2026-05-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Puja Wattini, Wildan Taufiq, Khomisahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6494Dekonstruksi Konsep Nafkah Istri Bekerja: Analisis Pemikiran Nasaruddin Umar dalam Menjawab Fenomena Sandwich Generation2026-05-16T13:39:19+07:00Lukman Hakim25933002@students.uii.ac.idAsmuni Asmuniasmuni@uii.ac.id<p><em>Perubahan struktur keluarga modern ditandai dengan meningkatnya partisipasi perempuan dalam aktivitas ekonomi serta munculnya fenomena sandwich generation yang memperluas tanggung jawab finansial keluarga. Kondisi ini menantang konsep nafkah dalam hukum Islam klasik yang menempatkan suami sebagai penanggung jawab utama. Realitas sosial tersebut mendorong perlunya reinterpretasi konsep nafkah agar lebih kontekstual dan responsif terhadap dinamika keluarga kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan yang berfokus pada analisis pemikiran Nasaruddin Umar. Data dikumpulkan melalui studi literatur terhadap karya utama, kitab fikih, dan penelitian relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan pendekatan hermeneutika serta normatif-sosiologis untuk memahami teks dan konteks secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep nafkah dapat didekonstruksi menjadi tanggung jawab kolektif berbasis kemitraan. Pemikiran Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya keadilan gender dan fleksibilitas dalam pembagian peran ekonomi keluarga. Pendekatan ini relevan dalam menjawab beban ekonomi keluarga modern, khususnya dalam konteks sandwich generation</em></p>2026-05-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Lukman Hakim, Asmuni Asmunihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6652Citra Diri Najwa Shihab Di Youtube Perspektif Komunikasi Verbal Dan Nonverbal2026-05-20T00:04:11+07:00Tiara Putri Sayanitiara0603222139@uinsu.ac.idMuaz Tanjungmuaztanjung@uinsu.ac.id<p>Penelitian ini menggambarkan citra diri Najwa Shihab dalam konten YouTube serta menganalisis peran komunikasi verbal dan nonverbal dalam pembentukan citra diri tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh media digital yang tidak hanya menjadi sarana informasi, tetapi juga ruang pembentukan citra diri bagi figur publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus tunggal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan observasi non-partisipan terhadap 4 video YouTube Najwa Shihab yang dipilih secara purposif. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra diri Najwa Shihab dibentuk sebagai komunikator yang komunikatif, reflektif, profesional, dan adaptif melalui kombinasi komunikasi verbal dan nonverbal yang saling melengkapi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam komunikasi digital, citra diri tidak hanya dibentuk oleh isi pesan, tetapi juga oleh cara penyampaiannya.</p>2026-05-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Tiara Putri Sayani, Muaz Tanjunghttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6768Analisis Informasi Dalam Konten Citizen Journalism Pada Akun Instagram @Gunungsibayakofficial2026-05-22T08:21:55+07:00Adjie Iqthiar Kusniadiadjie0603222164@uinsu.ac.idAnang Anas Azharananganas@uinsu.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis informasi dalam konten <em>citizen journalism</em> pada akun Instagram @gunungsibayakofficial. Fokus penelitian diarahkan pada tiga indikator informasi, yaitu akurasi, kredibilitas, dan relevansi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten. Data penelitian berupa 28 unggahan pada akun Instagram @gunungsibayakofficial selama periode Oktober 2025 hingga Maret 2026. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis dengan proses pengodean berdasarkan indikator yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi pada akun tersebut tergolong cukup baik. Dari 28 unggahan, aspek akurasi didominasi kategori tinggi sebanyak 16 unggahan, kredibilitas kategori tinggi sebanyak 14 unggahan, dan relevansi kategori tinggi sebanyak 26 unggahan. Temuan ini menunjukkan bahwa akun @gunungsibayakofficial cukup efektif dalam menyampaikan informasi yang berkaitan dengan aktivitas pendakian, kondisi lingkungan, serta situasi lapangan di kawasan Gunung Sibayak.</p>2026-05-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Adjie Iqthiar Kusniadi, Anang Anas Azharhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6714Pengembangan Aplikasi SIRCA Terintegrasi Augmented Reality Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Pada Materi Siklus Air2026-05-28T18:45:42+07:00Siti Nur Haslindasitinurhaslinda15@upi.eduCucun Sunaengsihcucunsunaengsih@upi.eduRegina Lichteria Panjaitanregina@upi.edu<p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan penggunaan media pembelajaran yang belum mampu memfasilitasi pemahaman konsep secara mendalam, khususnya pada materi siklus air yang bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi SIRCA terintegrasi Augmented Reality serta menguji kelayakan, efektivitas, dan respon siswa terhadap penggunaannya. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V sekolah dasar. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, angket, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi SIRCA memiliki tingkat kelayakan sangat tinggi berdasarkan validasi ahli media (90%) dan ahli materi (98%). Dari sisi efektivitas, terjadi peningkatan hasil belajar dengan nilai N-Gain sebesar 0,37 dalam kategori sedang, yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep pada level berpikir tingkat tinggi. Selain itu, respon siswa memperoleh persentase sebesar 93% dengan kategori sangat baik, yang menunjukkan bahwa aplikasi dinilai menarik, mudah digunakan, dan membantu pemahaman materi. Dengan demikian, aplikasi SIRCA terintegrasi Augmented Reality dinyatakan layak, menarik, dan cukup efektif sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi siklus air.</em></p> <p><strong><em>Kata Kunci:</em></strong><em> Pengembangan, Media Pembelajaran, Aplikasi Android, Pemahaman Konsep, Siklus Air.</em></p>2026-05-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Siti Nur Haslinda, Cucun Sunaengsih, Regina Lichteria Panjaitanhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6944Implementasi Strategi Peer Tutoring Dalam Pembelajaran Matematika Kelas V Di Sd Negeri 11 Sumerta Denpasar2026-05-25T11:35:42+07:00Ni Luh Made Intan Pratiwiintanpratiwi0703@gmail.comNi Wayan Ariniwayanarini1967@gmail.comI Gede Sudha Cahyanasudha.gede24@gmail.com<p><em>Pembelajaran matematika di sekolah dasar sering dianggap sulit dan dapat menurunkan kepercayaan diri siswa, sehingga berdampak pada rendahnya keaktifan dan hasil belajar. Hal ini terlihat pada siswa kelas V SD Negeri 11 Sumerta Denpasar yang memiliki kemampuan heterogen dan kesenjangan dalam pemahaman konsep. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, kolaboratif, dan menyenangkan. Salah satu strategi yang digunakan adalah peer tutoring, yaitu siswa yang lebih memahami materi membantu teman sebayanya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan implementasi strategi peer tutoring, 2) mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta 3) menjelaskan implikasinya terhadap pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik penentuan informan secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi peer tutoring berjalan dengan baik melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan melibatkan peran aktif siswa sebagai tutor dan tutee serta pendampingan guru. Faktor pendukung meliputi tutor yang kooperatif, kemampuan tutor dalam menjelaskan materi, keterlibatan siswa sebagai tutee, pendampingan guru secara aktif, sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan siswa, keterbatasan kemampuan tutor, keaktifan siswa yang tidak merata. Implikasi berdampak positif terhadap peningkatan keaktifan belajar yang dapat dilihat dari interaksi antar siswa dan interaksi dengan guru, berdikusi sesuai arahan, partisipasi dalam kelompok, keberanian menyampaikan pendapat, serta rasa tanggung jawab menyelesaikan tugas.</em></p>2026-05-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ni Luh Made Intan Pratiwi, Ni Wayan Arini, I Gede Sudha Cahyanahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6936Kajian Literatur Mengenai Reliabilitas Soal Sebagai Instrumen Evaluasi2026-05-25T10:46:16+07:00Zulpanzulpan30122@gmail.comSiti Alya Lubissitialyalubis440@gmail.comNur Azizahnurazizahnst0512@gmail.comHilya Sahri Ramadhanihilyasahri@gmail.comFadia Hannumfadiahannum@gmail.comNaila Azmi Rangkutinailahrangkuti84@gmail.com<p>Tujuan penelitian ini untuk memberikan penjelasan lebih komprehensif, jelas, lebih konstruktif tentang pemahaman reliabilitas secara utuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur, yaitu mengidentifikasi, membandingkan, serta menganalisis dan menciptakan konstruksi dan konsep tentang pemahaman reliabilitas soal. Sumber data diambil dari artikel ilmiah dan buku relevan dengan topik pembahasan. Hasil penelitian telah terbentuk konsep terstruktur terkait pemahaman reliabilitas, faktor-faktor mempengaruhi reliabilitas, hubungan reliabilitas dan validitas dan teknik pengujian reliabilitas. Kajian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemahaman lebih komprehensif mengenai pentingnya reliabilitas soal untuk mendukung kualitas evaluasi pembelajaran.</p>2026-05-29T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Zulpan, Siti Alya Lubis, Nur Azizah, Hilya Sahri Ramadhani, Fadia Hannum, Naila Azmi Rangkutihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6638Strategi Komunikasi Pemasaran Dalam Membangun Citra Kampung Berhias Produksi Tapai Sebagai Ikon Di Medan Tuntungan2026-05-19T18:02:39+07:00Karina Anjani Nasutionkarina0603222059@uinsu.ac.idLaila Rohanilailarohani@uinsu.ac.id<p>Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi pemasaran dalam membangun citra Kampung Berhias Produksi Tapai sebagai ikon lokal di Kecamatan Medan Tuntungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelaku usaha tapai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik komunikasi pemasaran masih bersifat konvensional, individual, dan belum terintegrasi. Aktivitas promosi didominasi oleh personal selling serta penggunaan media digital terbatas seperti WhatsApp yang hanya berfungsi sebagai sarana transaksi. Ditinjau dari konsep Integrated Marketing Communication (IMC), praktik tersebut belum memenuhi prinsip keterpaduan, konsistensi pesan, dan koordinasi antar saluran komunikasi. Akibatnya, citra kampung belum terbentuk secara kuat di masyarakat. Meskipun pelaku usaha berperan penting dalam hubungan pelanggan dan pemerintah memberikan dukungan simbolik, komunikasi masih terfragmentasi. Oleh karena itu, diperlukan strategi komunikasi terpadu, optimalisasi media digital, dan branding kolektif untuk memperkuat citra kampung.</p>2026-05-29T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Karina Anjani Nasution, Laila Rohanihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6110Evaluasi Kebijakan Samsat Digital Nasional di Kota Palu2026-05-06T14:16:03+07:00Agusta Sri Astutiagustasriastuti@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan Samsat Digital Nasional di Kota Palu dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) yang diintegrasikan dengan kriteria evaluasi kebijakan menurut William N. Dunn, meliputi efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Samsat Digital Nasional memiliki kekuatan pada kemudahan akses layanan, efisiensi waktu dan biaya, serta dukungan kebijakan nasional. Namun, kelemahan masih ditemukan pada rendahnya literasi digital masyarakat, keterbatasan infrastruktur, dan kendala teknis sistem. Dari sisi eksternal, peluang digitalisasi pelayanan publik dan meningkatnya penggunaan teknologi menjadi faktor pendorong, sementara kesenjangan digital dan resistensi masyarakat menjadi tantangan utama. Secara evaluatif, kebijakan ini dinilai cukup efektif dan efisien, tetapi belum optimal dalam aspek pemerataan dan kecukupan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan kebijakan digital tidak hanya ditentukan oleh inovasi teknologi, tetapi juga oleh kesiapan sosial dan kapasitas kelembagaan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi digital, infrastruktur teknologi, serta strategi implementasi yang lebih inklusif dan adaptif.</em></p>2026-05-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Agusta Sri Astutihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6332Manajemen Resistensi Terhadap Perubahan Dalam Lembaga Dakwah Tradisional2026-05-12T12:58:38+07:00Nurrahmainilifhiaraira@gmail.comCecep Castrawijayacecep.castrawijaya@uinjkt.ac.id<p>Perubahan organisasi merupakan keniscayaan dalam menghadapi dinamika sosial, budaya, dan teknologi yang terus berkembang. Lembaga dakwah tradisional sebagai institusi keagamaan berbasis nilai-nilai klasik menghadapi tantangan besar dalam beradaptasi dengan tuntutan modernitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bentuk resistensi terhadap perubahan, faktor penyebabnya, serta strategi manajemen yang efektif dalam mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan didukung oleh studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi dalam lembaga dakwah tradisional bersifat multidimensional, mencakup aspek psikologis, struktural, dan kultural-religius. Strategi manajemen resistensi yang efektif meliputi komunikasi transformasional, kepemimpinan berbasis nilai, pelibatan partisipatif, serta integrasi antara tradisi dan inovasi. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan ilmu manajemen dakwah serta memberikan rekomendasi praktis bagi pengelola lembaga dakwah.</p>2026-05-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nurrahmaini, Cecep Castrawijayahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6370Analisis Kesalahan Artikulasi Bunyi /r/ pada Mahasiswa Cadel: Kajian Psikolinguistik2026-05-13T10:27:53+07:00Gissa Gladys Sepritagissagladys@gmail.comQooniah Qooniahqooniahqooniah@gmail.com<p>Permasalahan yang diidentifikasi pada penelitian ini adalah kesalahan artikulasi suara /r/ yang dialami olehmahasiswa yang mengidap cadel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sertamenganalisis kesalahan tersebut berdasarkan perspektifpsikolinguistik. Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptifsebagai metode pengumpulan datanya dalam bentukrekaman percakapan dan hasil wawancara. Subjek penelitian dipilih secara sengaja berdasarkan kriteria tertentu yang sesuai dengan fokus kajian. Hasil penelitiannya dapat ditemukan perubahan fonem dari /r/ menjadi /l/ baik itu berada di awal kata, tengah kata,atau bahkan akhir kata. Hal ini disebabkan karenasulitnya bergeraknya lidah di bagian alveolar ketika melakukan artikulasi suara. Masalah ini memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap keterbacaan bicara tersebut dan juga akan memberi pengaruh pada sisi psikologi dan sosial bagi penderita.</p>2026-05-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Gissa Gladys Seprita, Qooniah Qooniahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6323Tumbuhan Kosmetik Etnobotani Serang (COSPLANTS): Inventarisasi di Masyarakat Komplek Permata, Serang, Banten2026-05-12T23:00:05+07:00Hana Najwa Paramitha hanaparamithaixctriarso@gmail.comAlya Nisrina Hapsaalyanisrinahapsa@gmail.comWidia Veronica Girsangwidiagirsang@gmail.comTsaniya Silmitsaniyasilmi1503@gmail.comDesi Eka Nur Fitrianahanaparamithaixctriarso@gmail.comEvi Ameliahanaparamithaixctriarso@gmail.com<p>Tujuan penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan yang masih digunakan dalam etnobotani kosmetika. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni di Komplek Permata, Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten. Metode yang digunakan yaitu deskripsi kualitatif. Penelitian ini memiliki beberapa tahapan yang dilakukan, yaitu observasi dan wawancara. Pengambilan sampel dalam penelitian dilakukan dengan random sampling. Data primer diperoleh dari hasil wawancara seperti jenis tumbuhan yang dimanfaatkan, bagian yang dimanfaatkan, manfaat yang dirasakan dan cara pengolahan akan disajikan dalam bentuk tabel, deskripsi, serta foto dari jenis tumbuhan yang masih digunakan. Sedangkan data sekunder kami peroleh dari kajian literatur atau penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Hasil penelitian ini didapat bahwa ada 13 jenis tumbuhan yang masih digunakan yaitu Lidah buaya (<em>Aloe vera</em>), Pisang (<em>Musa paradisiaca</em>), Kelapa (<em>Cocos nucifera</em>), Kemiri (<em>Aleurites moluccanus</em>), Timun (<em>Cucumis sativus</em>), Belimbing wuluh (<em>Averrhoa bilimbi</em>), Jambu biji (<em>Psidium guajava</em>), Sirih cina (<em>Peperomia pellucida</em>), Sirih (<em>Piper betle</em>), Tomat (<em>Solanum lycopersium</em>), Padi (<em>Oryza sativa</em>), Jeruk nipis (<em>Citrus aurantifolia</em>) dan Jeruk lemon (<em>Citrus limon</em>). Setiap tumbuhan memiliki bagian yang digunakan serta cara pengolahan yang berbeda sesuai dengan manfaat yang dirasakan oleh warga.</p>2026-05-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Hana Najwa Paramitha , Alya Nisrina Hapsa, Widia Veronica Girsang, Tsaniya Silmi, Desi Eka Nur Fitriana, Evi Ameliahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6375Peran Guru Pai Dalam Mebentuk Akhlak Peserta Didik Di Lembaga PPTQ Nurul Huda Meli Luwu Utara2026-05-13T12:08:02+07:00Muhammad Rizal Amrikakakalifofficial02@gmail.comHawin Fitriyanihawinfitriyani@gmail.comDedi Andriantodediandrianto101@gmail.com<p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan akhlak peserta didik di tengah perkembangan teknologi dan pengaruh lingkungan sosial yang dapat memengaruhi perilaku remaja. Guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual di lingkungan sekolah berbasis pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk akhlak peserta didik di PPTQ Nurul Huda Meli Luwu Utara, serta mengidentifikasi strategi, faktor pendukung, dan hambatan dalam proses pembinaan akhlak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam berperan sebagai Mu’allim, Murabbi, Mursyid, dan Uswatun Hasanah dalam pembentukan akhlak peserta didik. Strategi pembinaan dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, pendekatan persuasif, serta interaksi intens antara guru dan peserta didik. Faktor pendukung berasal dari lingkungan pesantren yang religius dan sistem organisasi santri, sedangkan hambatan utama berasal dari pengaruh media sosial dan keterbatasan pengawasan teknologi. Solusi yang dilakukan berupa penguatan pengawasan, pemberian nasihat secara personal, dan kerja sama dengan orang tua peserta didik. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan akhlak akan lebih efektif apabila didukung oleh keteladanan guru dan lingkungan pendidikan yang religius.</em></p>2026-05-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Muhammad Rizal Amri, Hawin Fitriyani, Dedi Andriantohttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/7163Sanksi Zina dalam Pasal 411 KUHP Nasional Perspektif Maqashid Syariah2026-05-29T17:57:50+07:00Muhammad Irwantomuhamamadirwanto35@gmail.comAskana Fikrianaafikriana20@gmail.comM. Irsyad AlfikriIrsyad.alfikri27@gmail.com<p>Sanksi zina dalam Fiqh Jinayah termasuk dalam kategori jarimah Hudud berdasarkan alquran, Surah Al-Isra’ ayat 32 dijelaskan bahwa dilarang mendekati zina. Sedangkan di Indonesia yang menjadi dasar hukum terhadap pelaku zina diatur dalam pasal 411 KUHP Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sanksi zina dalam pasal 411 KUHP Nasional perspektif <em>Maqashid Syariah</em>. Metode penelitian ini adalah hukum normatif (yuridis-normati) dengan pendekatan konseptual dan perundang-undangan. Hasil penelitian bahwa sanksi zina dalam pasal 411 KUHP Nasional dijelaskan setiap orang yang melakukan persetubuhan dengan orang yang bukan suami atau istrinya baik sudah menikah atau tidak menikah dipidana karena perzinaan, dengan ancaman penjara paling lama 1 tahun atau denda kategori II. Menurut Imam As-Syathibi, Sanksi zina dalam Pasal 411 KUHP Nasional Perspektif <em>Maqashid Syariah</em> dikategorikan kepada tingkat Primer dalam menjaga Kemaslahatan (<em>Al-Dharuriyyat</em>) yaitu menjaga agama, jiwa, akal, keturunan dan harta. Untuk cara menjaga kemaslahatan <em>Al-Dharuriyyat</em> tersebut termasuk kepada <em>Min Janib al-‘Adam</em>, maksudnya Menjaga dari sisi ancaman (tindakan kuratif/hukuman), seperti hukuman larangan zina untuk menjaga keturunan. Selain itu, penerapan sanksi tersebut memiliki nilai preventif dan edukatif dalam mencegah terjadinya pelanggaran moral di masyarakat. Sehingga pasal 411 KUHP Nasional selaras dengan konsep menjaga keturunan dalam <em>maqashid syariah.</em></p>2026-05-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Muhammad Irwanto, Askana Fikriana, M. Irsyad Alfikrihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6402Hubungan Stres Psikologis Dengan Perilaku Konsumsi Alkohol Sebagai Coping Maladaptif Pada Mahasiswa2026-05-13T21:30:04+07:00Cahyadi Prianatayadekpien@gmail.comMudharmudhar@unipasby.ac.id<p>Stres adalah keadaan mental yang sering dialami oleh mahasiswa karena berbagai tekanan baik dari sisi akademis maupun nonakademis. Jika tidak ditangani dengan benar, stres dapat menyebabkan perkembangan perilaku coping yang tidak sehat, salah satunya adalah kebiasaan mengonsumsi alkohol. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan hubungan antara tingkat stres dengan kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol di kalangan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Responden adalah mahasiswa Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Sampel diambil dengan metode yang sesuai. Instrumen penelitian mencakup skala untuk mengukur stres dan kebiasaan konsumsi alkohol dalam format skala Likert. Data dianalisis dengan uji korelasi Pearson setelah memenuhi syarat normalitas dan linearitas.</p>2026-05-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Cahyadi Prianata, Mudharhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6333Limbah Kaca sebagai Media Berkarya Seni Lukis Siswa SMP Negeri 3 Bandar2026-05-12T13:31:48+07:00Natjma Putri Arisanatjmaputri.arisa18@gmail.comRatih Ayu Pratiwinindyaratih.ayu@mail.unnes.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan limbah kaca sebagai media berkarya seni lukis pada siswa kelas IX SMP Negeri 3 Bandar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dominasi penggunaan media konvensional dalam pembelajaran seni lukis yang menyebabkan karya siswa cenderung seragam serta menurunkan antusiasme belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak 35 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) proses pembelajaran berlangsung secara eksploratif dan kontekstual melalui penerapan Project Based Learning (PjBL), yang mendorong munculnya novelty effect serta kemampuan problem solving siswa; (2) karya siswa memperlihatkan perkembangan dalam eksplorasi warna dan adaptasi gaya visual WPAP, meskipun aspek proporsi wajah masih perlu ditingkatkan; dan (3) respons siswa terhadap penggunaan limbah kaca sebagai media berkarya tergolong positif pada aspek kognitif (81,9%), afektif (68,6%), dan psikomotorik (53,6%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa limbah kaca layak digunakan sebagai media alternatif dalam pembelajaran seni lukis karena mampu menciptakan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, serta meningkatkan kreativitas dan kesadaran lingkungan siswa.</p>2026-05-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Natjma Putri Arisa, Ratih Ayu Pratiwinindyahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6398Peran Kepemimpinan Dalam Meningkatkan Kinerja Aparatur Pada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Padang2026-05-13T20:44:18+07:00Mhd Farid Alamsyahfarid.bts017@gmail.comSyamsirsyamsirsaili@yahoo.comRayhan Raffatta Ikmalayhan.raffatta@gmail.comDhiva Rully Ramadhanidhivarullyramadhani@gmail.comSalma Melco Indrianisalmamelcoindriani2005@gmail.comReihan Abdillahreihana017@gmail.comNanda Kurnia MardisAbelkurnia160@gmail.comMuhammad Faizmuhammadfaiz030806@gmail.com<p>Kepemimpinan memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan efektivitas dan kinerja organisasi sektor publik. Dalam konteks instansi pemerintah, kepemimpinan yang baik mampu mendorong peningkatan kinerja aparatur melalui pengarahan, motivasi, serta pengambilan keputusan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan dalam meningkatkan kinerja aparatur pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Kepala Sub Bagian Umum DPMPTSP Kota Padang serta studi literatur terhadap berbagai konsep kepemimpinan dalam administrasi publik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan yang diterapkan di DPMPTSP Kota Padang mencerminkan karakter transformasional-partisipatif: pimpinan memberikan arahan yang jelas dan komunikatif, menerapkan pendekatan koreksi yang konstruktif dan tidak mempermalukan pegawai di depan umum, serta menciptakan suasana kerja yang terbuka dan kolaboratif. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya manusia dan sarana pendukung, namun hal ini diimbangi oleh faktor pendukung berupa komitmen pimpinan, komunikasi yang baik, dan sistem kerja yang terukur. Capaian DPMPTSP Kota Padang yang meraih penghargaan kategori “Sangat Baik” dalam Penilaian Kinerja PTSP Tahun 2024 dari Kementerian Investasi/BKPM menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan yang kuat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.</p>2026-05-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Mhd Farid Alamsyah, Syamsir, Rayhan Raffatta Ikmal, Dhiva Rully Ramadhani, Salma Melco Indriani, Reihan Abdillah, Nanda Kurnia Mardis, Muhammad Faizhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6390Reformasi Pendidikan Islam Pada Era Modern: Jejak Pemikiran Jamaluddin Al-Afghani Dan Muhammad Abduh2026-05-13T18:40:21+07:00Danu Jovansyah Prasetyo Ajidanujovansyahpra@gmail.comFahrurreza Alfadzindnreza868@gmail.comKevin Kurniawankevinkurniawan2237@gmail.comMukhammad Yusuf Abdul Fattahmukhammadyusufabdulfattah@gmail.comRudy Ardiansyahrudyard916@gmail.comIrfan Musonif254120600007@mhs.uinsaizu.ac.id<p><em>Artikel ini mengkaji jejak pemikiran Jamaluddin al-Afghani dan Muhammad Abduh dalam konteks reformasi pendidikan Islam pada era modern. Dengan menempatkan gagasan kedua tokoh tersebut dalam konteks akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, penelitian ini menggambarkan bagaimana al-Afghani menekankan integrasi ilmu pengetahuan modern dan keterampilan berpikir kritis sebagai sarana untuk membebaskan masyarakat dari keterbelakangan intelektual, sementara Abduh berfokus pada reformasi kurikulum, metode pengajaran, dan harmonisasi akal dan wahyu di lembaga pendidikan tradisional seperti al-Azhar. Keduanya berperan dalam mempromosikan rasionalisme, pendidikan kejuruan, dan adaptasi kurikulum agar relevan dengan tantangan sosial-politik modern. Analisis menunjukkan bahwa warisan intelektual mereka tetap relevan bagi upaya merekonstruksi pendidikan Islam kontemporer, terutama dalam membentuk kurikulum holistik yang menggabungkan kompetensi keagamaan, sains, dan keterampilan berpikir kritis, namun implementasinya menghadapi resistensi struktural serta tantangan politik-budaya. Artikel ini diakhiri dengan rekomendasi bagi kebijakan pendidikan Islam modern yang mengadopsi prinsip-prinsip integrasi pengetahuan, penguatan kapasitas guru, dan desain pembelajaran yang berorientasi pada pemecahan masalah.</em></p>2026-05-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Danu Jovansyah Prasetyo Aji, Fahrurreza Alfadzin, Kevin Kurniawan, Mukhammad Yusuf Abdul Fattah, Rudy Ardiansyah, Irfan Musonifhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6420Penggunaan Metode Role Playing pada Kisah Hijrah Nabi untuk Membentuk Karakter Ketabahan dan Keberanian di SDN Ajung 062026-05-14T15:02:09+07:00Rafi Lutfansyah Fakhrezirafifakhrezi27@gmail.comMuhammad Umar Hasibullahmuhammad.umar.v3@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode bermain peran dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam serta dampaknya terhadap pembentukan karakter ketabahan dan keberanian siswa kelas IV SDN Ajung 06. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan 23 siswa kelas IV SDN Ajung 06 Kabupaten Jember. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bermain peran mampu meningkatkan keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat, tampil di depan kelas, dan berpartisipasi aktif selama pembelajaran berlangsung. Selain itu, metode bermain peran juga membantu membentuk karakter ketabahan siswa yang terlihat dari sikap tidak mudah menyerah, kemampuan bekerja sama, dan ketekunan dalam menyelesaikan tugas pembelajaran. Pembelajaran yang sebelumnya berpusat pada guru berubah menjadi lebih interaktif, kontekstual, dan kolaboratif melalui simulasi kisah hijrah Nabi Muhammad SAW. Temuan penelitian menunjukkan bahwa metode bermain peran tidak hanya meningkatkan pemahaman kognitif siswa terhadap materi Pendidikan Agama Islam, tetapi juga memperkuat internalisasi nilai moral melalui pengalaman belajar secara langsung. Dengan demikian, metode bermain peran dapat menjadi alternatif pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang efektif dalam mendukung pendidikan karakter di sekolah dasar.<br /><br /></p>2026-05-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Rafi Lutfansyah Fakhrezi, Muhammad Umar Hasibullahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6435The Impact of Foreign Direct Investment (FDI) on Economic Growth in Deli Serdang Regency 2015-20242026-05-15T08:30:20+07:00Evida Rahimahevidarahimah@gmail.comZulailievidarahimah@gmail.comRadiahevidarahimah@gmail.comSuprionoevidarahimah@gmail.comIlfi Rahmi Putrievidarahimah@gmail.com<p><em>This study is entitled "The Effect of Foreign Direct Investment (PMA) on Economic Growth in Deli Serdang Regency". The purpose of this study is to determine and analyze the effect of Foreign Direct Investment (PMA) on Economic Growth in Deli Serdang Regency. The technique used in this study is Ordinary Least Square (OLS) using a simple regression analysis method. The data used in this study is annual data (10 years) published in the Central Statistics Agency of Deli Serdang Regency. The results of the study indicate that the independent variable or Foreign Direct Investment (PMA) has a negative and insignificant effect on economic growth, meaning that PMA is not able to increase economic growth in Deli Serdang Regency</em>.</p>2026-05-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Evida Rahimah, Zulaili, Radiah, Supriono, Ilfi Rahmi Putrihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6448Pengembangan Modul Ajar Bahasa Indonesia Berbantuan GenAI untuk Meningkatkan Kemampuan Kolaborasi Peserta Didik SD Kelas IV2026-05-15T11:22:03+07:00Yuliana Puspita Ardilapuspitaardila@gmail.comDeri Anggrainiderianggraini@upy.ac.id<p>Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar masih didominasi penggunaan modul ajar konvensional yang berpusat pada guru sehingga belum optimal mengembangkan kemampuan kolaborasi peserta didik. Di sisi lain, pemanfaatan Generative Artificial Intelligence (GenAI) dalam pengembangan perangkat pembelajaran masih terbatas dan belum terintegrasi secara sistematis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul ajar Bahasa Indonesia berbantuan GenAI yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi peserta didik kelas IV SD Negeri Jarakan Yogyakarta. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Four-D (4D) meliputi tahap define, design, development, dan disseminate. Pengembangan modul mengintegrasikan tujuh tools GenAI, seperti Gemini AI, Google AI Studio, Dreamina AI, dan Canva-Magic Design. Kelayakan produk dinilai oleh ahli materi dan ahli kurikulum, kepraktisan diukur melalui angket respons guru dan peserta didik, sedangkan efektivitas diuji menggunakan desain One-Group Pretest-Posttest melalui instrumen observasi kemampuan kolaborasi yang telah divalidasi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kevalidan modul mencapai 93% dengan kategori sangat valid, sedangkan kepraktisan memperoleh persentase 89% dengan kategori sangat praktis. Uji efektivitas menunjukkan peningkatan kemampuan kolaborasi dari skor rata-rata 40,17 menjadi 55,96 dengan nilai signifikansi <0,001. Analisis N-Gain memperoleh skor 0,79 berkategori tinggi dengan efektivitas sebesar 79,32%. Dengan demikian, modul ajar berbantuan GenAI terbukti valid, praktis, dan efektif serta berimplikasi sebagai inovasi pembelajaran kolaboratif berbasis AI di sekolah dasar.</p>2026-05-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Yuliana Puspita Ardila, Deri Anggrainihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6450Peran Strategis Guru dalam Menumbuhkan Disiplin dan Kemampuan Regulasi Diri Anak pada Era Digitalisasi2026-05-15T12:09:02+07:00Nia Widyawatinia.widyawati24001@mhs.uingusdur.ac.idQotrotun Nadaqotrotun.nada24002@mhs.uingusdur.ac.idIndrawati B Lokuwakaindrawati.b.lokuwaka@mhs.uingusdur.ac.idMuhlisin Muhlisinmuhlisin@uingusdur.ac.idAbul Mafaakhirabul.mafaakhir@uingusdur.ac.id<p>Perkembangan teknologi digital yang berlangsung dengan cepat telah menciptakan kompleksitas baru dalam dunia pendidikan, terutama dalam proses penanaman disiplin dan regulasi diri pada anak usia dini. Kajian ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam peran serta tanggung jawab strategis guru dalam membentuk kedisiplinan dan kemampuan pengendalian diri anak di tengah meluasnya pengaruh media digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini mengkaji berbagai jurnal ilmiah, buku referensi, dan artikel akademik yang relevan, yang kemudian dianalisis melalui pendekatan analisis isi. Temuan kajian mengungkapkan bahwa guru mengemban tanggung jawab strategis yang mencakup lima dimensi pokok, yakni sebagai fasilitator pembelajaran aktif, pembimbing literasi digital, motivator pengendalian diri, mitra kolaboratif bagi orang tua, serta perancang ekosistem belajar yang kondusif. Keterpaparan anak terhadap media digital secara berlebihan dan tidak terkontrol terbukti memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap kedisiplinan anak, antara lain pergeseran orientasi aktivitas dari ranah fisik menuju dunia layar, penurunan kapasitas empati, serta terbentuknya ketergantungan pada perangkat digital yang secara perlahan menggantikan interaksi sosial yang bermakna. Penerapan pendekatan disiplin positif yang terintegrasi dengan sinergi berkelanjutan antara guru dan orang tua menjadi kunci utama dalam membentuk disiplin serta regulasi diri anak secara holistik dan berkesinambungan di era digital.</p>2026-05-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nia Widyawati, Qotrotun Nada, Indrawati B Lokuwaka, Muhlisin Muhlisin, Abul Mafaakhirhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6452Model Brand Dakwah Moderat Digital Dalam Penguatan Ekonomi Umat2026-05-15T13:50:28+07:00Sofiansofianfian2599@gmail.comMuhamad Zenzen@uinjkt.ac.idFatmawatifatnawati@uinjkt.ac.id<p><em>Penelitian ini mengkaji Model Brand Dakwah Moderat Digital sebagai strategi inovatif dalam penguatan ekonomi umat Islam di Indonesia. Di tengah disrupsi digital yang mempercepat penyebaran narasi ekstrem sekaligus membuka peluang pemberdayaan, MUI dan ADDAI (Asosiasi Dai-Daiyah Indonesia) menjadi aktor strategis yang mengintegrasikan nilai wasathiyah dengan pendekatan branding modern. Penelitian bertujuan menganalisis model brand dakwah moderat digital kedua lembaga serta kontribusinya terhadap peningkatan literasi ekonomi syariah, pertumbuhan UMKM halal, dan pembentukan ekosistem ekonomi umat yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus ganda (multiple case study). Data sekunder diperoleh dari studi literatur. Analisis data dilakukan dengan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MUI menerapkan model institusional-top down dengan kekuatan standardisasi konten, otoritas nasional, dan integrasi kebijakan ekonomi skala besar. Sementara ADDAI mengembangkan model komunitas-bottom up yang menonjolkan peran dai muda bersertifikat (CDAI) sebagai brand ambassador moderat dan solutif. Sinergi kedua model menghasilkan brand equity dakwah yang kuat, ditandai dengan peningkatan kesadaran umat terhadap ekonomi syariah, pertumbuhan partisipasi UMKM halal, serta penurunan narasi ekstrem di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi Brand Identity System Aaker dengan prinsip wasathiyah Qardhawi mampu menciptakan model dakwah moderat digital yang adaptif dan berdampak ekonomi. Model ini menawarkan implikasi penting bagi transformasi dakwah di era Society 5.0, yaitu dari dakwah ritual menuju dakwah transformatif yang mendukung kemandirian dan keadilan ekonomi umat.</em></p>2026-05-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Sofian, Muhamad Zen, Fatmawatihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6463Penerapan Nilai Etika Keguruan Sebagai Fondasi Utama Profesionalisme Pendidik dalam Mengelola Interaksi Pembelajaran Berbasis Digital2026-05-15T16:43:02+07:00Norma Saqila Saqila Normanorma.saqila24006@mhs.uingusdur.ac.idNadia Nurul Azkianadia.nurul.azkia24009@mhs.uingusdur.ac.idAzmatul Auliaazmatul.aulia24011@mhs.uingusdur.ac.idMuhlisinmuhlisin@uingusdur.ac.idAbul Mafaakhirabul.mafaakhir@uingusdur.ac.id<p><em>Pemanfaatan teknologi dalam zaman digital yang masif saat ini mengharuskan praktisi pendidikan menghadapi berbagai tantangan baru terkait etika peserta didik, sehingga memerlukan tanggapan profesional yang tepat dari para pendidik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki penerapan nilai-nilai etika dalam bidang pendidikan, terutama dalam mengatur interaksi di dunia digital serta dampaknya terhadap penguatan profesionalisme guru. Metode yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif kritis menggunakan tinjauan pustaka mendalam dari artikel jurnal dan buku ilmiah. Proses analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara terstruktur melalui pengurangan data, analisis isi, dan perbandingan dengan literatur yang relevan. Temuan riset menunjukkan bahwa penerapan etika digital mencakup pengelompokan konten yang sesuai, etika komunikasi, perilaku bijaksana dalam bermedia, serta pemilihan platform yang aman. Selain itu, ditemukan bahwa penggabungan nilai-nilai spiritual seperti kepercayaan, klarifikasi, dan akhlak yang baik sangat mempengaruhi pembentukan budaya etis siswa. Perlindungan privasi dalam interaksi digital terbukti memperkuat integritas moral dalam lingkungan belajar. Kesimpulan penelitian menekankan bahwa kombinasi antara keterampilan teknologi, perkembangan moral, dan strategi keteladanan merupakan landasan utama dalam menjaga profesionalisme guru. Hasil ini berimplikasi pada pentingnya integrasi etika digital dalam kurikulum pelatihan guru masa depan.</em></p>2026-05-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Norma Saqila Saqila Norma, Nadia Nurul Azkia, Azmatul Aulia, Muhlisin, Abul Mafaakhirhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6474Pengembangan Math Activity Worksheet Berbasis Computational Thinking Terintegrasi AI untuk Meningkatkan Computational Thinking Siswa Sekolah Dasar 2026-05-15T20:25:11+07:00Niken Meilaninikenmeilani0410@gmail.comRina Dyah Rahmawatirinadyah@upy.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan <em>Math Activity Worksheet</em> (MACTIA) berbasis <em>Computational Thinking</em> yang terintegrasi dengan <em>Artificial Intelligence</em> (AI) untuk meningkatkan kemampuan <em>Computational Thinking</em> siswa sekolah dasar pada mata pelajaran matematika. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih dominannya metode pembelajaran konvensional dan terbatasnya bahan ajar inovatif yang dapat menstimulasi kemampuan berpikir sistematis dan logis siswa. Penelitian ini menggunakan metode <em>Research and Development</em> (R&D) untuk merancang produk lembar kerja interaktif yang mencakup aktivitas dekomposisi, abstraksi, perancangan algoritma, debugging, dan generalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan MACTIA yang terintegrasi AI berhasil menjadi media pembelajaran yang inovatif. Produk ini mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran matematika melalui pemberian umpan balik instan dan penyesuaian strategi penyelesaian masalah yang adaptif. Penggunaan MACTIA terbukti efektif dalam melatih dan meningkatkan keterampilan Computational Thinking siswa secara sistematis, terstruktur, dan kontekstual, sekaligus memberikan alternatif bahan ajar yang relevan dengan kebutuhan pendidikan di era digital.</p>2026-05-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Niken Meilani, Rina Dyah Rahmawatihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6555Pengembangan E-book Cerita Bergambar Revolusi Prancis Sebagai Variasi Media Pembelajaran Histoire de France2026-05-18T08:34:06+07:00Malfaliya Hafiza Fajriatimalfaliyapcy22@students.unnes.ac.idMohamad Syaefudinm_syaefudin@mail.unnes.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan media pembelajaran digital <em>e-komik</em> pada <em>Histoire de France</em> yang masih memiliki keterbatasan dalam penyajian narasi sejarah secara runtut. Oleh karena itu, dibutuhkan media pembelajaran digital yang lebih berfokus pada penyampaian materi dalam bentuk narasi, namun tetap menampilkan visual gambar seperti komik. Penelitian ini berfokus pada pengembangan cerita bergambar Revolusi Prancis dalam bentuk <em>e-book</em>. Penelitian ini menerapkan metode <em>Research and Development</em> milik Sugiyono yang terdiri dari lima tahapan yaitu, potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, dan revisi desain. Media yang dikembangkan menunjukkan kelayakan 87,5% untuk media, sedangkan kelayakan materi sebesar 97,5%. Kesimpulannya, bahwa media yang <em>e-book</em> cerita bergambar Revolusi Prancis sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran.</p>2026-05-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Malfaliya Hafiza Fajriati, Mohamad Syaefudinhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6572Optimalisasi Peran Guru sebagai Garda Terdepan Etika Digital dalam Mencegah Hoaks dan Penyalahgunaan Teknologi di Sekolah 2026-05-18T12:48:44+07:00Faizul Munafaizul.muna24003@mhs.uingusdur.ac.idYasirly Nayla Rahmayasirly.nayla.rahma24004@mhs.uingusdur.ac.idPutri Nurul Adestaputri.nurul.adesta204005@mhs.uingusdur.ac.idMuhlisin Muhlisinmuhlisin@ungusdur.ac.idAbul Mafaakhirabul.mafaakhir@uingusdur.ac.id<p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Masifnya transformasi teknologi di lingkungan sekolah saat ini memicu tantangan baru berupa maraknya penyebaran hoaks dan degradasi moral komunikasi di kalangan peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi peran guru sebagai garda terdepan etika digital dalam mencegah hoaks dan membimbing teknologi di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kepustakaan (library Research). Data penelitian dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dari artikel jurnal ilmiah, buku, serta referensi yang relevan, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi melalui tahap reduksi, klasifikasi, interpretasi, dan kesimpulan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan guru dalam komunikasi digital yang santun, kebiasaan memverifikasi informasi, pengelolaan emosi dalam keberanian interaksi, serta konsistensi sikap berkontribusi terhadap terbentuknya kesadaran etika peserta didik digital. Selain itu, literasi digital terbukti efektif memperkuat kemampuan berpikir kritis peserta didik sehingga mereka lebih memilih dalam menerima maupun menyebarkan informasi di ruang siber. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kompetensi kompetensi pedagogis, literasi digital, dan kesadaran etis guru menjadi faktor krusial dalam membangun budaya sekolah digital yang sehat, kritis, dan bertanggung jawab.</span></span></em></p>2026-05-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Faizul Muna, Yasirly Nayla Rahma, Putri Nurul Adesta, Muhlisin Muhlisin, Abul Mafaakhirhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6609Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Dan Kontrol Diri Terhadap Perilaku Seksual Remaja di Kota Jambi2026-05-19T12:02:12+07:00Luthfia Qurratu Ainluthfiaqa08@gmail.comRinaldinaldipsi@fip.unp.ac.id<p>Pada masa remaja, individu mengalami peningkatan rasa ingin tahu, kebutuhan afeksi,<br>serta dorongan untuk bereksplorasi, termasuk dalam hal perilaku seksual. Pola asuh orang<br>tua dan kontrol diri dalam konteks perkembangan sering dianggap sebagai faktor<br>psikologis yang membentuk perilaku remaja. Pola asuh dianggap memiliki kemampuan<br>untuk mempengaruhi perilaku. Kontrol diri berfungsi sebagai faktor untuk mengontrol<br>dorongan dan mempertimbangkan akibat dari perilaku yang dilakukan. Penelitian ini<br>bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola asuh orang tua dan kontrol diri terhadap<br>perilaku seksual remaja di Kota Jambi. Pendekatan kuantitatif korelasional digunakan<br>dengan analisis regresi linier berganda terhadap 150 responden berusia 15–20 tahun yang<br>dipilih melalui teknik non-probability sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa<br>Sebagian besar remaja telah melakukan perilaku seksual, dengan 140 dari 150 responden<br>mengaku pernah melakukan aktivitas seksual. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai<br>signifikansi nilai F sebesar 0,087 yang lebih besar dari 0.05, yang mengartikan bahwa pola<br>asuh orang tua dan kontrol diri tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku seksual<br>remaja.</p>2026-05-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Luthfia Qurratu Ain, Rinaldihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/7248Pengaruh Model Pembelajaran Think Pair Share terhadap Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V di SD N 4 Singakerta Gianyar2026-05-31T11:18:32+07:00Dewa Ayu Nika Anggaranidwayunika@gmail.comNi Nengah Selasihnghselasih@gmail.comNi Nyoman Suastinininyomansuastini62@gmail.com<p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V di SD N 4 Singakerta Gianyar. Sebagaian siswa mengalami kesulitan memahami isi bacaan, kurang aktif berdiskusi, dan belum berani mengemukakan pendapat. Kondisi tersebut menyebabkan hasil belajar siswa belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Think Pair Share terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V di SD N 4 Singakerta Gianyar. Teori yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teori pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS) yang dikembangkan oleh Frank Lyman dan rekan-rekannya di University of Maryland pada tahun 1981. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen semu (quasi experiment) melalui rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD N 4 Singakerta yang berjumlah 34 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes hasil belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Data dianalisis menggunakan uji normalitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest siswa sebesar 59,71 dengan nilai tertinggi 80 dan nilai terendah 30. Setelah diterapkan model pembelajaran Think Pair Share (TPS), nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 72,50 dengan nilai tertinggi 95 dan nilai terendah 40. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data pretest dan posttest berdistribusi normal. Hasil uji hipotesis menggunakan paired sample t-test memperoleh nilai signifikansi (Sig.2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 sehingga </em> <em> ditolak dan </em> <em> diterima. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Think Pair Share berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V di SD N 4 Singakerta Gianyar.</em></p>2026-05-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Dewa Ayu Nika Anggarani, Ni Nengah Selasih, Ni Nyoman Suastinihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/7285Pembelajaran Kreatif Berbasis Proyek Pembuatan Poster dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas III SDN 12 Peguyangan2026-05-31T19:07:46+07:00Desak Putu Inten Parmana Saridesak0205@gmail.comAnak Agung Ngurah BudiadnyanaBudiadnyanaagung@gmail.comNi Nyoman Ayu Suciartiniayusuciartini@uhnsugriwa.ac.id<p><em>Rendahnya keterlibatan dan kreativitas siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi salah satu permasalahan yang masih ditemukan di kelas III SDN 12 Peguyangan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penerapan pembelajaran yang lebih aktif, kreatif, dan bermakna bagi siswa. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan adalah pembelajaran kreatif berbasis proyek melalui kegiatan pembuatan poster. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran kreatif berbasis proyek pembuatan poster dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas III SDN 12 Peguyangan, mengidentifikasi kendala dan upaya yang dilakukan dalam pelaksanaannya, serta menganalisis dampaknya terhadap proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kreatif berbasis proyek pembuatan poster dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Kendala yang dihadapi meliputi perbedaan kemampuan siswa dalam memahami materi dan mengembangkan ide, kurangnya rasa percaya diri, serta kebutuhan bimbingan dalam menyusun isi poster. Upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kendala tersebut yaitu memberikan arahan, motivasi, pendampingan, dan bimbingan secara langsung selama proses pembelajaran. Penerapan pembelajaran kreatif berbasis proyek pembuatan poster memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran Bahasa Indonesia yang ditunjukkan melalui meningkatnya keaktifan, keberanian, dan kreativitas siswa dalam menyampaikan ide serta menghasilkan karya poster yang menarik. Dengan demikian, pembelajaran kreatif berbasis proyek pembuatan poster dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam menciptakan proses belajar yang lebih bermakna dan menyenangkan.</em></p>2026-05-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Desak Putu Inten Parmana Sari, Anak Agung Ngurah Budiadnyana, Ni Nyoman Ayu Suciartinihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/7286Penguatan Karakter Religius Peserta Didik Di SD Negeri 2 Werdi Bhuwana Mengwi Badung2026-05-31T19:13:01+07:00I Made Gede Sugiantarawww.dekdeisgood@gmail.comGede Rai Parsuaraiparsua@uhnsugriwa.ac.idI Nengah ArimbawaInengaharimbawa@uhnsugriwa.ac.id<p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan karakter religius peserta didik di tengah perkembangan zaman dan tantangan degradasi moral yang terjadi pada generasi muda. Sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik melalui pembelajaran, pembiasaan, serta budaya sekolah yang berlandaskan nilai-nilai agama dan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk penguatan karakter religius peserta didik, gejala fisik dan emosional yang mempengaruhi peserta didik, serta implikasi penguatan karakter religius di SD Negeri 2 Werdi Bhuwana Mengwi Badung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti, guru kelas, serta peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan karakter religius peserta didik di SD Negeri 2 Werdi Bhuwana Mengwi Badung dilaksanakan melalui berbagai kegiatan seperti persembahyangan bersama, kegiatan Upanayana, Pesraman Kilat, pembiasaan budaya sekolah, kegiatan pramuka, projek P5, serta integrasi nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti. Nilai karakter yang dikembangkan meliputi beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, gotong royong, mandiri, kreatif, bernalar kritis, dan berkebhinekaan global. Gejala fisik yang muncul terlihat dari meningkatnya kedisiplinan, partisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan sekolah. Sementara itu, gejala emosional terlihat dari meningkatnya sikap empati, toleransi, kerja sama, kesadaran diri, dan pengendalian emosi peserta didik. Implikasi penguatan karakter religius memberikan dampak positif terhadap pembentukan moral, spiritual, sosial, dan tanggung jawab peserta didik serta meningkatkan peran guru sebagai teladan dan pembimbing karakter di sekolah.</em></p>2026-05-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 I Made Gede Sugiantara, Gede Rai Parsua, I Nengah Arimbawahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/7240Pengaruh Pembelajaran Berbasis Outdoor Learning terhadap Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPAS Kelas IV SDN 10 Peguyangan Denpasar2026-05-31T02:18:38+07:00Putu Chintya Amelia PutrianiChintyamelia326@gmail.comNi Nengah Selasihnghselasih@gmail.comI Made Sukariawanmade.sukariawan@ymail.com<p><em>Motivasi belajar merupakan aspek penting dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar karena menentukan ketertarikan, perhatian, keaktifan, ketekunan, dan antusiasme siswa selama proses belajar. Akan tetapi, hasil observasi awal menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa kelas IV SDN 10 Peguyangan Denpasar masih belum optimal, terutama pada pembelajaran IPAS yang masih cenderung dilaksanakan secara konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran berbasis outdoor learning terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPAS kelas IV SDN 10 Peguyangan Denpasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas 62 siswa, yaitu 30 siswa kelas IV A sebagai kelompok eksperimen dan 32 siswa kelas IV B sebagai kelompok kontrol. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran berbasis outdoor learning, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan menggunakan angket motivasi belajar yang diberikan pada tahap pre-test dan post-test. Data dianalisis melalui statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, uji kesetaraan, dan independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata motivasi belajar kelompok eksperimen meningkat dari 50,33 menjadi 66,27, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 48,06 menjadi 49,34. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 < 0,05. Dengan demikian, pembelajaran berbasis outdoor learning berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPAS kelas IV SDN 10 Peguyangan Denpasar.</em></p>2026-05-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Putu Chintya Amelia Putriani, Ni Nengah Selasih, I Made Sukariawanhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/7239Pengaruh Model Problem Based Learning Berbasis Video Pembelajaran Interaktif Terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Matematika Kelas V SD Negeri 5 Tonja2026-05-31T02:12:59+07:00Gs Putu Nisha Ardiyanti Puspita Dewiardiyantinisha@gmail.comNi Nengah Selasihnghselasih@gmail.comNi Nyoman Suastinininyomansuastini62@gmail.com<p><em>Pendidikan merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam proses pembelajaran di sekolah dasar, motivasi belajar matematika siswa menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran. Namun, dalam praktiknya, motivasi belajar siswa masih tergolong rendah karena pembelajaran cenderung konvensional dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, salah satunya melalui penerapan model Problem Based Learning berbasis video pembelajaran interaktif. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh model Problem Based Learning berbasis video pembelajaran interaktif terhadap motivasi belajar matematika siswa kelas V SD Negeri 5 Tonja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ada atau tidaknya pengaruh yang signifikan dari penerapan model tersebut terhadap motivasi belajar matematika siswa. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang terdiri dari kelas VA sebagai kelas eksperimen dan kelas VB sebagai kelas kontrol. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jenis quasi experimental dan rancangan nonequivalent control group design. Metode pengumpulan data menggunakan angket motivasi belajar dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor motivasi belajar matematika siswa pada kelas eksperimen meningkat dari 47,87 menjadi 79,74, sedangkan pada kelas kontrol meningkat dari 48,85 menjadi 64,97. Hasil uji Independent Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar <0,001 <0,05 sehingga H<sub>0</sub> ditolak dan H<sub>1</sub> diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbasis video pembelajaran interaktif berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar matematika siswa kelas V SD Negeri 5 Tonja.</em></p>2026-06-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Gs Putu Nisha Ardiyanti Puspita Dewi, Ni Nengah Selasih, Ni Nyoman Suastinihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/7299Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan Media Tebak Kata terhadap Keterampilan Membaca Siswa Kelas III Di SD N 1 Penatih2026-05-31T23:02:57+07:00Ni Komang Ayu Dinda Dewiayudinda2504@gmail.comHeny Perbowosarihenysari74@uhnsugriwa.ac.idGusti Ayu Agung Riesa Mahendradhaniagungriesauhnsugriwa@gmail.com<p><em>Pendidikan merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pada jenjang sekolah dasar, keterampilan membaca menjadi dasar penting dalam pengembangan literasi siswa. Namun, pada pelaksanaannya keterampilan membaca siswa masih tergolong rendah karena proses pembelajaran cenderung menggunakan metode konvensional yang kurang melibatkan siswa secara aktif. Hal tersebut menyebabkan siswa kurang termotivasi, kurang aktif dalam pembelajaran, serta mengalami kesulitan dalam memahami bacaan. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan keterampilan membaca siswa, salah satunya melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dengan media tebak kata. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media tebak kata terhadap keterampilan membaca siswa kelas III di SD N 1 Penatih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media tebak kata terhadap keterampilan membaca siswa kelas III di SD N 1 Penatih. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III yang terdiri atas kelas III B sebagai kelas eksperimen dan kelas III A sebagai kelas kontrol. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jenis quasi experimental dan rancangan nonequivalent control group design. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan tes keterampilan membaca. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai keterampilan membaca siswa pada kelas eksperimen meningkat dari 43,87 menjadi 56,06, sedangkan pada kelas kontrol meningkat dari 44,67 menjadi 46,42. Hasil uji Independent Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar <0,001 <0,05 sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media tebak kata berpengaruh signifikan terhadap keterampilan membaca siswa kelas III di SD N 1 Penatih.</em></p>2026-06-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ni Komang Ayu Dinda Dewi, Heny Perbowosari, Gusti Ayu Agung Riesa Mahendradhanihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6631Peran Ayah dalam Komunitas Fructose Dady dalam Meningkatkan Prestasi Anak2026-05-19T16:15:46+07:00Sumarnisumarni.2501548@students.um.ac.idNur Hana Azizahnur.hana.2501548@students.um.ac.idSusan Parasajasusan.parasaja.2501548@students.um.ac.idSafira Badzlinsafira.badzlin.2501548@students.um.ac.idEny Nur Aisyaheny.nur.fip@um.ac.idAjeng Putri Pratiwiajengpratiwi.fip@um.ac.id<p><em>Keterlibatan ayah dalam pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan akademik dan sosial-emosional anak. Namun, peran ayah masih sering dipandang sebatas pencari nafkah sehingga keterlibatan aktif dalam pengasuhan dan pendidikan anak belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran ayah dalam komunitas Fructose Dady dalam meningkatkan prestasi anak di TK Islam Sabilillah Malang 1. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan ayah, guru, dan kepala sekolah sebagai informan penelitian. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah melalui komunitas Fructose Dady memberikan dampak positif terhadap perkembangan sosial-emosional, motivasi belajar, serta prestasi akademik dan nonakademik anak. Anak yang didampingi secara aktif oleh ayah menunjukkan rasa percaya diri lebih tinggi, kemampuan komunikasi yang lebih baik, disiplin, dan semangat belajar yang meningkat. Komunitas ini juga memperkuat kolaborasi antara keluarga dan sekolah melalui kegiatan parenting, kegiatan sosial, dan pendampingan belajar anak. Selain itu, keterlibatan ayah turut mempererat hubungan emosional antara ayah dan anak. Dengan demikian, komunitas Fructose Dady dapat menjadi praktik baik parenting berbasis sekolah dalam meningkatkan keterlibatan ayah pada pendidikan anak usia dini</em></p>2026-06-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Sumarni, Nur Hana Azizah; Susan Parasaja; Safira Badzlin, Eny Nur Aisyah, Ajeng Putri Pratiwihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/7288Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbasis Etnomatematika (Makanan Tradisional) terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V di SDN 11 Sumerta2026-05-31T19:18:08+07:00Ni Luh Gede Nia Damayantingrtriyana@uhnsugriwa.ac.idI Gusti Ngurah Triyanangrtriyana@uhnsugriwa.ac.idGusti Ayu Dewi Setiawatidewisetiawati@uhnsugriwa.ac.id<p><em>Pembelajaran matematika di sekolah dasar memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, analitis, dan sistematis siswa. Namun, berdasarkan hasil observasi di SDN 11 Sumerta, pembelajaran matematika khususnya materi bangun datar masih didominasi metode konvensional, kurang melibatkan siswa secara aktif, serta belum mengaitkan materi dengan konteks budaya dan kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis etnomatematika (makanan tradisional Bali) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V di SDN 11 Sumerta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran tersebut terhadap hasil belajar siswa.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen dan desain Pre-Experimental Design dalam bentuk One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian adalah 37 siswa kelas V SDN 11 Sumerta. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar berupa pretest dan posttest pada materi bangun datar. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji hipotesis Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest sebesar 56,89 meningkat menjadi 81,14 pada posttest dengan selisih peningkatan sebesar 24,25 poin. Ketuntasan belajar siswa juga meningkat dari 6 siswa (16%) pada pretest menjadi 31 siswa (84%) pada posttest. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi < 0,001 < 0,05 sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis etnomatematika (makanan tradisional Bali) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V di SDN 11 Sumerta.</em></p>2026-06-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ni Luh Gede Nia Damayanti, I Gusti Ngurah Triyana, Gusti Ayu Dewi Setiawatihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/7322Pengaruh Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Papan Pintar terhadap Keaktifan Belajar pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas II di SD Negeri 8 Banjar Anyar Kediri Tabanan2026-06-01T12:52:23+07:00Ni Made Priscila Lidya Lestaripriscilalidya4@gmail.comI Made Wiguna Yasawigunayasa16@gmail.comI Made Sukariawanmade.sukariawan@gmail.com<p><em>Pendidikan merupakan usaha sadar untuk mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang baik. Salah satu mata pelajaran yang berperan penting dalam pembentukan karakter adalah Pendidikan Pancasila. Namun, berdasarkan hasil pengamatan di SD Negeri 8 Banjar Anyar Kediri Tabanan, keaktifan belajar peserta didik kelas II masih rendah karena pembelajaran masih berpusat pada guru. Oleh karena itu, diperlukan model dan media pembelajaran inovatif untuk meningkatkan keaktifan belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berbantuan papan pintar terhadap keaktifan belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan teori pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament (TGT), teori konstruktivisme sosial Lev Vygotsky, serta teori Active Learning dari Melvin L. Silberman. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pre-eksperimen dan rancangan One Group Pre-test-Post-test Design. Sampel penelitian berjumlah 31 peserta didik kelas II. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji hipotesis, dan uji N-Gain Score. Hasil penelitian menunjukkan skor pre-test sebesar 1914 meningkat menjadi 2628 pada post-test. Uji hipotesis memperoleh nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil N-Gain Score sebesar 65,17% dengan kategori sedang. Dengan demikian, model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berbantuan papan pintar berpengaruh dalam meningkatkan keaktifan belajar peserta didik.</em></p>2026-06-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ni Made Priscila Lidya Lestari, I Made Wiguna Yasa, I Made Sukariawanhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/7284Integrasi Nilai Nilai Karakter dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk Mencegah Perundungan pada Murid Kelas VI di SDN 6 Penatih Denpasar2026-05-31T19:02:45+07:00Ni Made Diah Novitasaridiahnovitaa19@gmail.comI Made Arsa Wigunaimadearsawiguna@gmail.comNi Nyoman Suastinininyomansuastini62@gmail.com<p><em>Perundungan di lingkungan Sekolah Dasar merupakan salah satu manifestasi degradasi karakter yang menunjukkan belum optimalnya internalisasi nilai nilai moral dalam diri murid. Fenomena ini mendorong perlunya kajian mendalam mengenai peran pembelajaran dalam membentuk karakter yang mampu mencegah perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi aktual hubungan antar murid, bentuk integrasi nilai nilai karakter dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila serta implikasinya terhadap pencegahan perundungan pada murid kelas VI di SDN 6 Penatih Denpasar. Kajian ini berlandaskan pada teori perkembangan moral dan teori konstruktivisme dengan didukung konsep integrasi nilai karakter, pembelajaran Pendidikan Pancasila dan perundungan sebagai kerangka konseptual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga jenis teknik yakni observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data menerapkan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan sosial murid kelas VI secara umum telah berlangsung dengan baik, meskipun masih ditemukan perilaku yang mengarah pada perundungan verbal. Integrasi nilai nilai karakter seperti toleransi, empati, tanggung jawab dan kerja sama dilaksanakan secara sistematis melalui perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi pembelajaran. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pembelajaran Pendidikan Pancasila yang berorientasi pada penguatan nilai karakter berkontribusi penting dalam memperbaiki hubungan sosial, menurunkan insiden perundungan serta meningkatkan kesadaran moral murid.</em></p>2026-06-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ni Made Diah Novitasari, I Made Arsa Wiguna, Ni Nyoman Suastinihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6901Peran E-LKPD Interaktif untuk Mendukung Model Guided Discovery Learning dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa: Systematic Literature Review2026-05-24T16:56:39+07:00Ni Kadek Widya Regina Putriwidya.regina@student.undiksha.ac.idRaphita Yanisari Silalahirsilalahi@undiksha.ac.idSariyasa Sariyasasariyasa@undiksha.ac.idI Gusti Ngurah Pujawanngurah.pujawan@undiksha.ac.id<p>Rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematika siswa akibat dominasi pembelajaran yang berpusat pada guru dan LKPD cetak yang kurang interaktif menjadi permasalahan mendasar yang mendorong perlunya inovasi dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis peran E-LKPD interaktif dalam mendukung model <em>Guided Discovery Learning </em>guna meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Metode yang digunakan adalah <em>Systematic Literature Review </em>(SLR) dengan mengadaptasi alur PRISMA melalui penelusuran literatur pada tiga basis data, yaitu Google Scholar, Semantic Scholar, dan Scopus. Dari 782 artikel yang teridentifikasi, proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi menghasilkan 15 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis lebih lanjut. Temuan kajian menunjukkan bahwa E-LKPD interaktif terbukti mampu meningkatkan keterlibatan dan kemandirian belajar siswa, sementara model <em>Guided Discovery Learning </em>mendorong siswa untuk secara aktif mengkonstruksi pemahaman konsep melalui tahapan pembelajaran yang sistematis dan terarah. Lebih dari itu, integrasi keduanya menghasilkan pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, dan berpusat pada siswa dibandingkan penerapan masing-masing secara terpisah. Dapat disimpulkan bahwa perpaduan E-LKPD interaktif dan <em>Guided Discovery Learning </em>merupakan pendekatan yang potensial dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika, khususnya dalam mengembangkan kemampuan pemahaman konsep siswa secara lebih mendalam, meskipun efektivitasnya dipengaruhi oleh kualitas desain media, peran guru, partisipasi siswa, serta ketersediaan sarana teknologi.</p>2026-06-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ni Kadek Widya Regina Putri, Raphita Yanisari Silalahi, Sariyasa Sariyasa, I Gusti Ngurah Pujawanhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/7509Evaluasi dan Analisis Kebijakan Pendidikan Islam2026-06-03T23:17:21+07:00Yuni Hasnidaryuni.hasnidar1973@gmail.comSamsusamsuu@uinjambi.ac.id<p><em>Evaluasi dan analisis kebijakan pendidikan Islam menjadi aspek penting dalam memastikan efektivitas, relevansi, dan keberlanjutan kebijakan dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep evaluasi dan analisis kebijakan pendidikan Islam, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi implementasinya, serta merumuskan strategi perbaikan kebijakan yang adaptif dan berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal, regulasi, dan dokumen yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi kebijakan pendidikan Islam berperan dalam menilai efektivitas, efisiensi, relevansi, dan dampak kebijakan terhadap peningkatan mutu pendidikan, sedangkan analisis kebijakan berfungsi mengidentifikasi permasalahan, mengevaluasi implementasi, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran. Keberhasilan implementasi kebijakan dipengaruhi oleh komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi. Strategi perbaikan kebijakan meliputi peningkatan kualitas pendidik, penguatan dukungan anggaran, reformasi kurikulum, penguatan citra pendidikan Islam, dan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan pendidikan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya evaluasi dan analisis kebijakan yang berkelanjutan untuk mewujudkan pendidikan Islam yang unggul, responsif terhadap perubahan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat</em></p>2026-06-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Yuni Hasnidar, Samsuhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6599Kebiasaan Membaca Buku Cerita Dalam Mengembangkan Kemampuan Literasi Anak Di SDN 034779 Sidiangkat2026-05-19T02:18:38+07:00Saumi Ruhdiana Simarmatasaumi0601222056@uinsu.ac.idMesionomesiono@uinsu.ac.id<p><em>Kebiasaan membaca merupakan faktor penting dalam mengembangkan kemampuan membaca dan literasi anak sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebiasaan membaca buku cerita dalam mengembangkan kemampuan anak di SD Negeri 034779 Sidiangkat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian berjumlah delapan orang, terdiri dari enam siswa kelas I dan dua orang guru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki kebiasaan membaca lebih baik menunjukkan kemampuan membaca yang lebih lancar, rasa percaya diri, dan minat baca yang lebih tinggi. Kegiatan literasi di sekolah dilakukan secara rutin selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai setiap hari. Selain itu, terdapat kegiatan membacakan dongeng di rumah yang melibatkan orang tua, kemudian siswa diminta menceritakan kembali isi dongeng di kelas. Siswa umumnya lebih tertarik pada buku cerita bergambar karena dianggap menarik dan mudah dipahami. Kendala yang ditemukan yaitu masih adanya siswa yang kurang lancar membaca dan kesulitan memahami kalimat panjang. Oleh karena itu, guru menyesuaikan bahan bacaan sesuai kemampuan siswa serta menggunakan buku yang menarik. Penelitian ini menegaskan bahwa kebiasaan membaca yang dilakukan secara konsisten dengan dukungan sekolah dan keluarga dapat membantu mengembangkan kemampuan membaca anak secara optimal.</em></p>2026-06-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Saumi Ruhdiana Simarmata, Mesionohttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6567Perlindungan Hukum Konsumen Terhadap Kecurangan Cash Tempo Developer Perumahan Dengan Menjaminkan Rumah Milik Konsumen Kepada Pihak Bank2026-05-18T11:16:58+07:00Adam Yanuaradamyanuar66@gmail.com<p><em>Pembelian rumah secara kredit melalui perbankan atau (Kredit Perumahan Rakyat (KPR) sering kali dilakukan oleh masyarakat, namun diantara banyaknya masyarakat terdapat diantaranya yang tidak memenuhi standar (KPR) melalui perbankan, adanya sistem pembayaran cash tempo menjadi alternatif bagi masyarakat yang tidak memenuhi standar tersebut. Meskipun cash tempo memberi kemudahan, pada praktiknya system ini sering menimbulkan permasalahan hukum bagi developer perumahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk perlindungan hukum yang diberikan konsumen terhadap developer perumahan yang berbuat curang, faktor penyebab developer perumahan menjaminkan rumah milik konsumen yang sudah dibeli dengan cash tempo, serta tanggung jawab developer perumahan terhadap kasus ini. Dengan menggunakan metode penelitian normatif yuridis melalui pendekatan perundang-undangan dan analisis deskriptif, ditemukan bahwa perlindungan hukum masih kurang efektif karena lemahnya regulasi, keterbatasan pengetahuan hukum konsumen, serta bukti yang dimiliki oleh konsumen. Oleh karena itu, diperlukan strategi komprehensif melalui penguatan regulasi, peningkatan pengertahuan hukum konsumen, serta mengarsipksn semua bukti transaksi dalam pembelian rumah.</em></p> <p><strong><em>Kata Kunci : </em></strong><em> Perlindungan hukum, Cash Tempo, Jaminan Kredit Bank, Konsumen Perumahan, Developer Perumahan</em>.</p>2026-06-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Adam Yanuarhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6738Legitimasi Regulasi Dan Kesiapan Sertifikasi Halal2026-05-21T14:31:15+07:00Fakhri Muhamad Mi’rajfakhriee21@student.upi.eduPutri Mentari Fauzaniputrimentarif12@student.upi.eduAlifiani Nilam Sarialifiani676@student.upi.eduChantiqa Putri Pratamachantiqaap17@student.upi.eduNabil Fauzil Adhimnabilfauzil@student.upi.edu<p><em>Pemberlakuan Wajib Halal 2026 menuntut kesiapan adaptasi dari seluruh lapisan pelaku usaha di Indonesia. Namun, realitas operasional sektor informal masih menunjukkan berbagai kendala struktural. Penelitian bertujuan mengkaji legitimasi regulasi dan kesiapan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di kawasan Ledeng, Bandung. Fokus utamanya adalah mengevaluasi kesiapan pedagang dalam menghadapi tenggat kewajiban sertifikasi halal 2026. Studi kualitatif ini mengumpulkan data lapangan melalui metode wawancara mendalam. Seluruh data kemudian dianalisis secara komprehensif menggunakan teknik analisis tematik dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan tingginya kesadaran hukum normatif pedagang tidak sejalan dengan kapasitas administratif mereka. Kesenjangan ini diperburuk oleh keterbatasan waktu operasional pelaku usaha untuk mengurus birokrasi pendaftaran. Selain itu, model sosialisasi pasif terbukti gagal mengatasi hambatan keterlacakan bahan baku di pasar tradisional. Kerumitan prosedur secara langsung telah melemahkan legitimasi sosiologis kebijakan wajib halal di tingkat lapangan. Disimpulkan bahwa peningkatan rasio kepatuhan memerlukan transformasi model pelayanan pemerintah. Studi merekomendasikan pembentukan unit layanan proaktif yang mendatangi langsung lokasi usaha di tingkat kelurahan. Langkah pendampingan aktif penting untuk menjamin pemenuhan keadilan prosedural bagi pedagang kecil. Intervensi kebijakan pada sektor pemasok utama bahan baku di pasar tradisional juga sangat krusial. Langkah intervensi ini bertujuan memastikan ketersediaan pasokan bahan dasar halal secara terstruktur bagi kelompok mikro.</em></p>2026-06-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Fakhri Muhamad Mi’raj, Putri Mentari Fauzani, Alifiani Nilam Sari, Chantiqa Putri Pratama, Nabil Fauzil Adhimhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/7439Pendekatan Deep Learning pada Materi Aku dan Lingkungan Sekitarku dalam Mata Pelajaran IPAS Kelas III SDN 6 Penatih2026-06-02T23:44:46+07:00Ni Putu Yunia Cahya Dewiyuniacahya04@gmail.comI Made Wirahadi Kusumawirahadikusuma200030@gmail.comNi Nyoman Tri Wahyunitriwahyuni@uhnsugriwa.ac.id<p><em>Pergeseran paradigma pendidikan melalui Kurikulum Merdeka menuntut model pembelajaran yang tidak sekadar mengandalkan hafalan, melainkan berfokus pada pemahaman konseptual yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif penerapan pendekatan Deep Learning (pembelajaran mendalam) pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) materi "Aku dan Lingkungan Sekitarku" di kelas III SDN 6 Penatih. Studi ini juga memetakan berbagai faktor pendukung, kendala operasional, serta implikasi psikopedagogis dari pendekatan tersebut terhadap dinamika belajar siswa. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dihimpun melalui teknik observasi non partisipatif, wawancara mendalam bersama guru kelas dan siswa, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Deep Learning dilaksanakan secara berkesinambungan melalui tiga pilar utama, yakni mindful learning (pembelajaran berkesadaran), meaningful learning (pembelajaran bermakna), dan joyful learning (pembelajaran menyenangkan). Faktor pendukung utama meliputi empati pedagogis guru dan ketersediaan infrastruktur digital sekolah, sedangkan hambatan yang muncul bersumber dari variasi konsep diri serta kecemasan internal pada sebagian siswa kelas rendah. Implikasi dari pendekatan ini secara nyata mampu menstimulasi motivasi intrinsik, mengasah nalar kritis, dan mendorong siswa untuk tumbuh menjadi individu yang berfungsi utuh (fully functioning person).</em></p>2026-06-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ni Putu Yunia Cahya Dewi, I Made Wirahadi Kusuma, Ni Nyoman Tri Wahyunihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/7224Implementasi Gamifikasi Media Game Spinner Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas Ii Di Sd No 4 Abiansemal Dauh Yeh Cani Tahun Pelajaran2026-05-30T21:39:03+07:00Ni Putu Novi Sukma Dewinovisukma08@gmail.comNi Nengah Selasihnghselasih@gmail.comI Kadek Widiantanakadekwidiantana@uhnsugriwa.ac.id<p><em>Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan secara rinci implementasi gamifikasi media game spinner pada pembelajaran matematika kelas II serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukungnya di SD No 4 Abiansemal Dauh Yeh Cani. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat keterlibatan serta motivasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika yang hingga saat ini masih tergolong rendah. Guru terus berupaya dalam menciptakan pembelajaran matemtika sesuai dengan karakteristik peserta didik kelas rendah. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Adapun subjek dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru kelas II, dan siswa kelas II. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Sementara itu, proses analisis data menggunakan model interaktif yang mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi gamifikasi media game spinner dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi yang tersusun secara sistematis dan terarah. Pada tahap pelaksanaan, kegiatan pembelajaran berbasis mindful learning, joyful learning, dan meaningful learning dapat meningkatkan partisipasi aktif, serta membantu memperdalam terhadap konsep-konsep matematika kepada siswa. Selain itu, faktor pendukung implementasi berasal dari faktor internal berupa motivasi, antusiasme, kesiapan, dan kepercayaan diri siswa, serta faktor eksternal berupa interaksi guru dan siswa, kerja sama antar siswa, suasana kelas yang kondusif, dan dukungan sarana prasarana. Secara keseluruhan, gamifikasi media game spinner terbukti dapat menciptakan proses pembelajaran matematika yang lebih interaktif, menyenangkan, serta memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa.</em></p>2026-06-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ni Putu Novi Sukma Dewi, Ni Nengah Selasih, I Kadek Widiantanahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6683Implementasi Pembelajaran Berbasis Masalah Materi Orde Baru Hingga Reformasi Kelas XI SMK Negeri 1 Kota Semarang.2026-05-20T17:12:17+07:00Istianah Fatihahtuistifatihah1212@students.unnes.ac.idAtnoatnosejarah@mail.unnes.ac.id<p><em>Pendidikan sejarah di SMK seringkali menghadapi tantangan berupa dominasi metode ceramah yang menyebabkan rendahnya partisipasi siswa dan kurangnya kemampuan berpikir kritis. Hal ini sangat terlihat pada materi transisi masa Orde Baru ke Reformasi yang memiliki kompleksitas tinggi dan memerlukan analisis mendalam. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Problem Based Learning (PBL) pada materi sejarah di kelas XI SMK Negeri 1 Semarang serta menganalisis kendala yang dihadapi selama proses tersebut. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, wawancara semi-terstruktur dengan guru dan siswa, serta studi dokumentasi. Hasil Penelitian: Temuan menunjukkan bahwa implementasi PBL dilakukan melalui tahapan orientasi masalah, pengorganisasian siswa, pembimbingan penyelidikan, serta penyajian hasil. Model ini berhasil menciptakan suasana pembelajaran yang berpusat pada siswa dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap hubungan sebab-akibat peristiwa sejarah. Namun, terdapat hambatan berupa ketidakmerataan partisipasi siswa dalam diskusi, keterbatasan waktu pelajaran, serta minimnya referensi sejarah yang mendalam di perpustakaan sekolah. Kesimpulan: Meskipun PBL efektif dalam mengasah nalar kritis dan analisis historis, keberhasilannya di lingkungan SMK memerlukan strategi bimbingan (scaffolding) yang lebih terdiferensiasi serta dukungan sarana sumber belajar yang lebih memadai</em><em>.</em></p>2026-06-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Istianah Fatihahtu, Atnohttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6779Peran Guru PAI Dalam Membentuk Karakter Religius Siswa Melalui Kegiatan Keagamaan Di Pesantren Mambaul Ulum2026-05-22T14:09:24+07:00Ghufron Jailanijailani.ghufron@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dalam membentuk karakter religius siswa di Pesantren Mambaul Ulum Paiton. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri atas pengasuh pesantren, guru, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler keagamaan seperti salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, pembelajaran kitab kuning, dan pembacaan shalawat memiliki kontribusi yang besar dalam membentuk karakter religius siswa. Kegiatan yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan mampu menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, sopan santun, serta meningkatkan kesadaran siswa dalam menjalankan ibadah. Selain itu, lingkungan pesantren yang religius turut mendukung proses pembentukan karakter melalui pembiasaan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler keagamaan memberikan pengaruh positif terhadap pembentukan karakter religius siswa di lingkungan pesantren.</p> <p><br><strong>Kata Kunci: </strong><em>Karakter religius, kegiatan ekstrakurikuler keagamaan, pesantren, pembentukan karakter, siswa.</em></p>2026-06-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ghufron Jailanihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6490Hak Mewaris Anak Dari Perkawinan Tidak Tercatat 2026-05-16T11:25:05+07:00Dira Alfahiradira.alfahira@gmail.comMuhammad Syukran Yamin Lubisdira.alfahira@gmail.comR.Juli Moertionodira.alfahira@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis hak mewaris anak dari perkawinan tidak tercatat dengan studi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan perbandingan hukum, serta dianalisis secara kualitatif melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Putusan MK Nomor 46/PUU-VIII/2010 memberikan perkembangan penting terhadap pengakuan hubungan keperdataan antara anak dan ayah biologis sepanjang dapat dibuktikan secara hukum melalui penetapan pengadilan. Namun demikian, dalam perspektif hukum Islam, putusan tersebut tidak mengubah konsep nasab sebagai dasar utama pewarisan, melainkan memperkuat perlindungan hak keperdataan anak. Dalam praktik peradilan agama, penerapan putusan ini menunjukkan kecenderungan hakim untuk mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak sebagai dasar perlindungan hukum dan kepastian terhadap hak warisnya.</p>2026-06-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Dira Alfahira, Muhammad Syukran Yamin Lubis, R.Juli Moertionohttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6135Konstruksi Hukum Penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Berdasarkan Permendagri Nomor 15 Tahun 20242026-05-06T23:30:31+07:00Yuda Mustajabyuda.mustajab-2024@fh.unair.ac.id<div><span lang="EN-US">Penelitian ini berangkat dari urgensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagai instrumen hukum dalam tata kelola keuangan daerah yang harus disusun secara transparan, akuntabel, serta selaras dengan perkembangan regulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji materi muatan APBD, mekanisme penyelesaian perbedaan pendapat antara pemerintah daerah dan DPRD, serta tata cara perubahan APBD berdasarkan Permendagri Nomor 15 Tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, yang dianalisis secara preskriptif melalui bahan hukum primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur APBD mencakup pendapatan, belanja, dan pembiayaan, yang secara konseptual serupa dengan APBN namun memiliki perbedaan dalam sumber serta alokasi penggunaannya. Dalam praktiknya, perbedaan kepentingan antara pemerintah daerah dan DPRD kerap menyebabkan keterlambatan penetapan APBD, yang kemudian diantisipasi melalui penerbitan Perkada sebagai solusi sementara. Selain itu, perubahan APBD berfungsi sebagai instrumen korektif guna menyesuaikan dinamika kebutuhan daerah, meskipun penerapannya dibatasi oleh ketentuan hukum yang ketat. Penelitian ini juga menekankan pentingnya penguatan pengawasan preventif oleh pemerintah pusat melalui mekanisme executive preview. Dengan demikian, peningkatan kualitas perencanaan dan pengawasan menjadi kunci dalam mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang efektif dan efisien.</span></div>2026-06-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Yuda Mustajabhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6042Analisis Praktik Manajerial Kepala Madrasah Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta Kementrian Agama 2025 Di Ma Nurul Qur’an Salam2026-05-05T09:48:57+07:00Muhammad Arwanimuhammadarwani775@gmail.comAbu Hasan Agus Rmuhammadarwani775@gmail.com<p>Penelitian ini membahas tentang implementasi kurikulum berbasis cinta di MA Nurul Qur’an Salam, Magelang yang digagas oleh Kemenag pada tahun 2025. Berangkat dari kesadaran tersebut, Kementrian Agama Republik Indonesia pada tahun 2025 meluncurkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai paradigma baru Pendidikan Islam. KBC menempatkan nilai kasih sayang (<em>Rahmah</em>), empati, toleransi, dan tanggung jawab sebagai ruh yang mengaliri seluruh proses pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengimplementasian kurikulum berbasis cinta yang dilakukan di MA Nurul Qur’an. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, data-data dikupulkan melalui observasi dan literatur terkait, kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif. Setidaknya terdapat dua rumusan masalah dalam penelitian ini: 1) Bagaimana implementasi kurikulum berbasis cinta di MA Nurul Qur’an? 2) Apa saja tantangan dalam pengimplementasian kurikulum berbasis cinta di MA Nurul Qur’an?. Penelitian ini menunujukkan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MA Nurul Qur’an Salam bukanlah proses yang sederhana dan searah, melainkan melibatkan interaksi antara dimensi perencanaan, pemaknaan konseptual, praktik pedagogis, serta mekanisme supervise.</p>2026-06-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Muhammad Arwani, Abu Hasan Agus Rhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6633Iklan dalam Surat Kabar di Sumatra’s Westkust Zaman Kolonial2026-05-19T17:00:09+07:00Zillan Zalilazillanqjuyoen@gmail.comHendra Naldihendranaldi@fis.unp.ac.id<p><em>Penelitian ini mengkaji iklan dalam surat kabar di Sumatra's Westkust pada periode 1900–1930 sebagai objek kajian sejarah. Tujuan penelitian adalah (1) mendeskripsikan bentuk dan jenis iklan yang dimuat dalam 17 surat kabar di Sumatra's Westkust, dan (2) menganalisis keterkaitan iklan-iklan tersebut dengan kondisi masyarakat kolonial. Penelitian menggunakan metode sejarah melalui empat tahap: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber primer berupa koleksi 17 surat kabar periode 1900–1930 yang tersimpan di PDIKM Padang Panjang. Dari 367 iklan yang berhasil dikumpulkan, hasil penelitian menunjukkan: berdasarkan fungsi, iklan penawaran mendominasi (84,2%), diikuti pengumuman (14,7%) dan permintaan (1,1%); berdasarkan sifat, iklan komersial mendominasi (94,5%); berdasarkan bentuk, iklan kolom mendominasi (58,9%), diikuti display (35,7%) dan baris (5,4%). Sinar Sumatra menjadi surat kabar dengan iklan terbanyak (134 iklan). Iklan-iklan tersebut berkaitan erat dengan kondisi masyarakat: iklan kesehatan merespons berbagai wabah penyakit; iklan batik mencerminkan pertumbuhan ekonomi dan jaringan perdagangan antarpulau; iklan pendidikan mencerminkan berkembangnya masyarakat melek huruf; iklan kecantikan mencerminkan modernisasi gaya hidup perempuan Minangkabau. Penelitian ini membuktikan bahwa iklan surat kabar masa kolonial merupakan sumber sejarah primer yang merekam kondisi sosial-ekonomi masyarakat Sumatra Barat pada awal abad ke-20.</em></p> <p> </p>2026-06-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Zillan Zalila, Hendra Naldihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/7540Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan Video Animasi Youtube Terhadap Hasil Belajar IPAS Kelas V SD Negeri 11 Sesetan2026-06-04T14:16:10+07:00Ni Kadek Jayan Wulandaridekwulandari11@gmail.comNi Ketut Srie Kusuma Wardhanisriekusuma58@gmail.comGusti Ayu Dewi Setiawatidewisetiawati@uhnsugriwa.ac.id<p>Penelitian ini didasari oleh rendahnya hasil belajar IPAS peserta didik serta perlunya penerapan model pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan dan pemahaman peserta didik dalam proses pembelajaran. Alternatif yang diterapkan yakni model <em>problem-based learning</em> berbantuan video animasi <em>youtube</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model <em>problem-based learning</em> berbantuan video animasi <em>youtube</em> terhadap hasil belajar IPAS peserta didik kelas V SD Negeri 11 Sesetan tahun ajaran 2026. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode <em>quasi experiment</em> menggunakan desain <em>Nonequivalent Control Group Design</em>. Sampel penelitian terdiri atas Kelas eksperimen dan Kelas kontrol. Data dikumpulkan menggunakan tes objektif hasil belajar kognitif IPAS dan dianalisis melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji <em>independent sample t-test</em>. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata hasil belajar Kelas eksperimen sebesar 72,13 lebih tinggi dengan Kelas kontrol sebesar 64,60. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,038 < 0,05 sehingga terdapat pengaruh yang signifikan penerapan model <em>problem-based learning</em> berbantuan video animasi <em>youtube</em> terhadap hasil belajar kognitif IPAS peserta didik kelas V SD Negeri 11 Sesetan.</p>2026-06-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ni Kadek Jayan Wulandari, Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani, Gusti Ayu Dewi Setiawatihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/7539Pengaruh Model Pembelajaran APOS Berbantuan Game Crossword Puzzle terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas II SD Negeri 1 Semarapura Kangin2026-06-04T14:11:18+07:00Putu Laksmi Pusparianiputulaksmipuspariani@gmail.comI Nyoman Subagianyomansubagia1182@gmail.comGusti Ayu Dewi Setiawatidewisetiawati@uhnsugriwa.ac.id<p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas II sekolah dasar SD Negeri 1 Semarapura Kangin, khususnya pada materi penjumlahan dan pengurangan. Adapun tujuan pada penelitian ini (1) Untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa kelas II yang menggunakan model pembelajaran konvensional, (2) Untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa kelas II yang menggunakan model pembelajaran APOS berbantuan <em>game crossword puzzle</em>, (3) Untuk mengetahui pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran APOS berbantuan <em>game crossword puzzle</em> terhadap hasil belajar matematika siswa kelas II SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Populasi penelitian ini keseluruhan siswa kelas II di SD Negeri 1 Semarapura Kangin yang berjumlah 112 siswa. Sampel penelitian ini yaitu kelas II A yang berjumlah 27 dan kelas II D yang berjumlah 30. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes. Data hasil belajar matematika siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk isian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik dengan menggunakan uji prasyarat dan uji t untuk pengujian hipotesis. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh t<sub>hitung </sub>= 18,404 dan t<sub>tabel = </sub>1,6730. Hal ini berarti bahwa t hitung > t table, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran APOS berbantuan <em>game crossword puzzle</em> dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional.</p>2026-06-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Putu Laksmi Puspariani, I Nyoman Subagia, Gusti Ayu Dewi Setiawatihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/7581Implementasi Model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Bahan Alam dalam Menstimulasi Keterampilan Berpikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran IPAS di SD Negeri 6 Songan Kintamani Bangli2026-06-04T23:08:43+07:00Ni Kadek Dewi Yantikadekdewiyanti123@gmail.comI Gusti Ngurah Triyanangrtriyana@uhnsugriwa.ac.idKd Jayanthi Riva Prathiwirivaprathiwiriva@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21. Namun, pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih cenderung bersifat konvensional dan berpusat pada guru, sehingga kurang memberikan ruang bagi siswa untuk berpikir kritis. Selain itu, pemanfaatan bahan alam sebagai sumber belajar yang kontekstual belum optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model <em>Problem Based Learning</em> (PBL) berbantuan bahan alam, menganalisis implikasinya terhadap keterampilan berpikir kritis siswa, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 6 Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Subjek penelitian meliputi guru dan siswa kelas V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbantuan bahan alam dilakukan melalui tahapan orientasi masalah, pengorganisasian siswa, penyelidikan, penyajian hasil, serta evaluasi. Penerapan model ini memberikan implikasi positif terhadap keterampilan berpikir kritis siswa, yang ditunjukkan melalui kemampuan menganalisis masalah, mengemukakan pendapat, bekerja sama, dan menarik kesimpulan. Faktor pendukung meliputi ketersediaan bahan alam dan lingkungan yang mendukung, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu dan variasi kemampuan siswa. Dengan demikian, PBL berbantuan bahan alam efektif dalam menstimulasi keterampilan berpikir kritis siswa.</p>2026-06-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ni Kadek Dewi Yanti, I Gusti Ngurah Triyana, Kd Jayanthi Riva Prathiwihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/7537Strategi Guru dalam Menumbuhkan Karakter Disiplin Melalui Pembelajaran Problem Based Learning pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Topik Aturan Sekolahku Kelas III SD N 1 Sulahan Bangli2026-06-04T14:02:42+07:00I Gusti Putu Suyatna JuliantaraGustisuyatna20@gmail.comI Gusti Ngurah Triyanangrtriyana@uhnsugriwa.ac.idI Made Putra Aryanamadeputra84@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perilaku siswa yang menunjukkan rendahnya karakter disiplin dalam pembelajaran, seperti berbicara di luar topik, kurang memperhatikan guru, dan mengganggu teman. Oleh karena itu, diperlukan strategi guru dalam menumbuhkan karakter disiplin melalui model Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) strategi guru dalam menumbuhkan karakter disiplin melalui pembelajaran Problem Based Learning pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila topik Aturan Sekolahku kelas III SD N 1 Sulahan; dan (2) kendala serta upaya guru dalam menumbuhkan karakter disiplin siswa. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori behavioristik dari Burrhus Frederic Skinner dan teori kognitif dari Jean Piaget. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas III, dan siswa kelas III SD N 1 Sulahan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dilakukan melalui pembiasaan disiplin, keteladanan, kerja kelompok, pemberian arahan, dan penguatan positif dalam pembelajaran Problem Based Learning. Kendala yang dihadapi berupa perbedaan karakter siswa dan kurangnya fokus belajar. Upaya guru dilakukan melalui bimbingan, motivasi, serta pembiasaan disiplin secara berkelanjutan.</p>2026-06-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 I Gusti Putu Suyatna Juliantara, I Gusti Ngurah Triyana, I Made Putra Aryanahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/7137Pengaruh Model Problem-Based Learning Berbantuan Media Diorama Berbahan Daur Ulang Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV di SDN 5 Singakerta Kecamatan Ubud Gianyar2026-05-29T09:07:13+07:00Ni Komang Diandra Rahmania Putri Gunadhanikomangdiandra721@gmail.comNi Gusti Ayu Made Yeni Lestarinikomangdiandra721@gmail.comGusti Ayu Dewi Setiawatinikomangdiandra721@gmail.com<p>Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar merupakan mata pelajaran yang membantu siswa memahami fenomena alam dan sosial di lingkungan sekitar. Namun, hasil belajar IPAS siswa kelas IV SDN 5 Singakerta masih rendah karena kurangnya variasi model pembelajaran dan penggunaan media yang menarik. Oleh karena itu, penelitian ini menerapkan model (PBL) berbantuan media diorama berbahan daur ulang untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem-Based Learning berbantuan media diorama berbahan daur ulang terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV SDN 5 Singakerta Kecamatan Ubud Gianyar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pre-eksperimen dan desain <em>One Group Pretest-Posttest Design</em>. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan uji normalitas dan uji hipotesis Paired Sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan hasil belajar IPAS siswa setelah diterapkan model Problem-Based Learning berbantuan media diorama berbahan daur ulang. Hal tersebut dibuktikan dari hasil uji hipotesis yang memperoleh nilai Sig. (2-tailed) < 0,05 sehingga H1 diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian, penerapan model Problem-Based Learning berbantuan media diorama berbahan daur ulang berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV SDN 5 Singakerta Kecamatan Ubud Gianyar.</p>2026-06-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ni Komang Diandra Rahmania Putri Gunadha, Ni Gusti Ayu Made Yeni Lestari, Gusti Ayu Dewi Setiawatihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/7028Trend dan Strategi Peningkatan Literasi Sains Siswa Sekolah Dasar dalam Pembelajaran IPA2026-05-26T20:07:59+07:00Novita Safitri12310820697@students.uin-suska.ac.idLintang Sekar Arum12310823838@students.uin-suska.ac.idKamsiatin12310822812@students.uin-suska.ac.idNur Sakinah Rambe12310822589@students.uin-suska.ac.id<p><em>Literasi sains merupakan kemampuan penting yang perlu dikembangkan sejak sekolah dasar karena berkaitan dengan kemampuan peserta didik dalam memahami konsep ilmiah, berpikir kritis, dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Namun, hasil Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2022 menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa Indonesia masih tergolong rendah sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang efektif dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji trend dan strategi peningkatan literasi sains siswa sekolah dasar dalam pembelajaran IPA melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan pendekatan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA). Data penelitian diperoleh dari jurnal nasional terakreditasi yang dipublikasikan pada tahun 2022–2026 dan dianalisis melalui tahapan identifikasi, screening, eligibility, dan included hingga diperoleh 10 artikel yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trend peningkatan literasi sains didominasi oleh penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi digital, pembelajaran berbasis STEM, media interaktif, permainan edukatif, serta pendekatan kontekstual dan etnosains. Strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep IPA, motivasi belajar, dan kemampuan siswa dalam menerapkan pengetahuan ilmiah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, inovasi pembelajaran IPA memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan literasi sains siswa sekolah dasar.</em></p>2026-06-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Novita Safitri, Lintang Sekar Arum, Kamsiatin, Nur Sakinah Rambehttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6230From From Revelation To Algorithms:2026-05-09T19:25:02+07:00Palahuddinfalahuddinzain@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan epistemologis pendidikan Islam di era Artificial Intelligence (AI), khususnya terkait pergeseran otoritas pengetahuan dari wahyu menuju algoritma. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis library research dengan analisis filosofis-kritis terhadap literatur kontemporer dan pemikiran epistemologi Islam klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan AI telah menggeser struktur epistemologi pendidikan, dari yang berbasis wahyu, sanad, dan otoritas keilmuan menuju sistem algoritmik yang berbasis data, kecepatan, dan efisiensi. Pergeseran ini memunculkan krisis kepakaran, ilusi pengetahuan, serta dekontekstualisasi ilmu dalam pendidikan Islam. Penelitian ini juga menemukan bahwa AI berperan sebagai aktor epistemik baru yang tidak hanya memediasi, tetapi juga memproduksi dan memvalidasi pengetahuan, meskipun tanpa dimensi etik dan spiritual. Sebagai respons, penelitian ini menawarkan model rekonstruksi epistemologi pendidikan Islam yang integratif melalui sintesis antara wahyu, akal, dan teknologi dalam kerangka kritis-transformatif. Model ini menempatkan wahyu sebagai fondasi normatif, akal sebagai instrumen reflektif, dan AI sebagai alat bantu epistemik yang harus dikontrol secara etis. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dalam merekonstruksi dan memperluas kajian epistemologi pendidikan Islam di era digital, serta memberikan dasar konseptual bagi pengembangan pendidikan Islam yang adaptif dan berorientasi nilai di tengah disrupsi teknologi.</em></p>2026-06-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Palahuddinhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6725استخدام نموذج التعليم القائم على المشروعات في تحسين مهارة الكتابة في المدرسة الثانوية الحسن داوحان كريجغان2026-05-21T12:03:53+07:00Nur Ainiainiiyou43@gmail.comEdi Kurniawan Faridedikurniawanfarid@gmail.comYeniati Ulfahyeniati.ulfah@gmail.com<p><sub>الملخص</sub></p> <p><sub>يهدف هذا البحث إلى تحليل تطبيق نموذج التعلم القائم على المشروعات في تحسين مهارة الكتابة لدى طلاب المدرسة الثانوية الحسنى دواحان كريجغان، وكذلك التعرف على العوامل الداعمة والمعوقة لتطبيقه. وتتمثل مشكلة البحث في ضعف قدرة الطلاب على الكتابة، ولا سيما في تنظيم الأفكار، وصياغة الجمل صياغة صحيحة، واستخدام المفردات استخداما دقيقا، وذلك نتيجة هيمنة الطرق التقليدية في التدريس.</sub></p> <p><sub>ويستخدم هذا البحث المنهج الكيفي الوصفي، حيث جمعت البيانات من خلال الملاحظة، والمقابلات، وتحليل الوثائق. وتم تحليل البيانات عبر مراحل تقليل البيانات، وعرضها، واستخلاص النتائج، مع التحقق من صدقها باستخدام أسلوب التثليث.</sub></p> <p><sub>وأظهرت نتائج البحث أن تطبيق نموذج التعلم القائم على المشروعات يسهم في تحسين مهارة الكتابة لدى الطلاب، ولا سيما في تنظيم الأفكار، وزيادة دافعية التعلم، وتعزيز المشاركة الفعالة. كما تبين وجود عوامل داعمة مثل تفاعل الطلاب وتنوع الأنشطة التعليمية، وعوامل معوقة مثل صعوبة التكيف مع النموذج الجديد وضيق الوقت. وبناء على ذلك، يوصى بتطبيق هذا النموذج في تعليم اللغة العربية، خاصة في تنمية مهارة الكتابة.</sub></p> <p><sub> الكلمات المفتاحية :التعلم القائم على المشروعات، مهارة الكتابة، تعليم اللغة العربية، البحث الكيفي، دافعية الطلاب</sub></p>2026-06-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nur Aini, Edi Kurniawan Farid, Yeniati Ulfahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6460Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Kelas VIII2026-05-15T16:12:54+07:00Jihan Hidayah Putrijihanhp90@gmail.comPoppy Amaliadianfatmadiva06@gmail.comDewi Purnama Saridianfatmadiva06@gmail.com<p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa dalam pembelajaran matematika. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VIII SMP Bina Satria Mulia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain control group design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas VIII-1 sebagai kelas kontrol dan kelas VIII-2 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah keseluruhan 28 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berpikir kritis matematis berbentuk soal uraian. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t berbantuan IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, yaitu 68,75 > 52,50. Hasil uji-t memperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, sehingga sehingga terdapat pengaruh signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VIII SMP Bina Satria Mulia.</em></p>2026-06-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jihan Hidayah Putri; Poppy Amalia, Dewi Purnama Sarihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6461Pengaruh Penggunaan Aplikasi Canva dalam Pembelajaran Matematika terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII2026-05-15T16:17:30+07:00Poppy Amaliadisinnipoppy@gmail.comJihan Hidayah Putrijihanhp90@gmail.comRobetdianfatmadiva06@gmail.com<p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika serta kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik dan interaktif di kelas. Penggunaan aplikasi Canva sebagai media pembelajaran digital diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi Canva dalam pembelajaran matematika terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Bina Satria Mulia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain control group design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas VIII-1 sebagai kelas kontrol dan kelas VIII-2 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah keseluruhan 28 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan angket motivasi belajar siswa yang disusun berdasarkan skala Likert. Data dianalisis melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t menggunakan bantuan IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Canva memberikan pengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dari meningkatnya persentase motivasi belajar siswa pada kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol setelah diberikan perlakuan. Selain itu, hasil uji-t memperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 sehingga terdapat pengaruh signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi Canva dalam pembelajaran matematika berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Bina Satria Mulia.</em></p>2026-06-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Poppy Amalia; Jihan Hidayah Putri, Robethttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6469Pengembangan Media Pembelajaran Pop-Up Book Pada Mata Pelajaran IPAS Topik Keanekaragaman Hayati Indonesia Kelas V Di SD Negeri 6 Panjer Kota Denpasar2026-05-15T18:20:09+07:00Ni Komang Eka Fatmawatikomangeka113@gmail.comI Made Wiguna Yasakomangeka113@gmail.comNi Nyoman Tri Wahyunikomangeka113@gmail.com<p>Media pembelajaran memiliki peranan penting dalam meningkatkan pemahaman dan keterlibatan peserta didik selama proses pembelajaran, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Keterbatasan penggunaan media pembelajaran inovatif pada pembelajaran IPAS di SD Negeri 6 Panjer Kota Denpasar menyebabkan peserta didik kurang aktif dan kurang tertarik dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran <em>Pop-Up Book</em> pada topik Keanekaragaman Hayati Indonesia untuk siswa kelas V di SD Negeri 6 Panjer Kota Denpasar. Penelitiane inie menggunakane metodee <em>Research</em>e <em>and</em>e <em>Development</em>e (<em>R&D</em>)e dengane modele ADDIEe yange meliputie tahape <em>analysis</em>,e <em>design</em>,e <em>development</em>,e <em>implementation</em>,e dane <em>evaluation</em>.e Teknike pengumpulane datae menggunakane observasi,e wawancara,e angket,e dane dokumentasi.e Teknike analisise datae menggunakane analisise deskriptife kuantitatife dane kualitatif.e Hasile penelitiane menunjukkane bahwae mediae pembelajarane <em>Pop-Up</em>e <em>Book</em>e termasuke dalame kategorie valide dane praktise digunakane dalame pembelajaran.e Hasile validasie ahlie mediae memperolehe persentasee sebesare 97,5%,e validasie ahlie materie memperolehe 94,2%,e dane hasile ujie kepraktisane memperolehe 95%e dengane kategorie sangate praktis.e Hasile ujie kelompoke kecile memperolehe nilaie rata-ratae sebesare 83,07%e dengane kategorie sangate baik.e Hasile ujie lapangane memperolehe persentasee rata-ratae sebesare 97,90%e dengane kategorie sangate baik.e Pesertae didike memberikane response positife karenae mediae memilikie tampilane menarik,e interaktif,e dane membantue memahamie materie keanekaragamane hayatie secarae lebihe konkret.e Kesimpulane penelitiane menunjukkane bahwae mediae pembelajarane <em>Pop-Up</em>e <em>Book</em>e layak,e praktis,e dane efektife digunakan untuk mendukung pembelajaran IPAS di sekolah dasar.</p>2026-06-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ni Komang Eka Fatmawati, I Made Wiguna Yasa, Ni Nyoman Tri Wahyunihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6509Representing Social Actors in FIFA World Cup Qatar 2022 Controversies2026-05-16T20:08:17+07:00Hannafirsta Seroja Mujapasahanafirstaa@gmail.comJamilahdr-jamilah@uinjambi.ac.id<p><em>Piala Dunia FIFA Qatar 2022 menimbulkan kontroversi global terkait hak pekerja migran dan representasi LGBTQ+ yang menarik perhatian media internasional secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana aktor sosial direpresentasikan dalam pemberitaan kontroversi Piala Dunia FIFA Qatar 2022 oleh The Guardian, Al Jazeera, dan The Jakarta Post. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Critical Discourse Analysis dan teori representasi aktor sosial Theo van Leeuwen. Data penelitian berupa enam belas artikel berita daring yang dipublikasikan selama Piala Dunia FIFA Qatar 2022 berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga media menggunakan strategi eksklusi dan inklusi dalam merepresentasikan aktor sosial. The Guardian cenderung merepresentasikan FIFA dan Qatar secara kritis melalui isu hak asasi manusia dan diskriminasi. Al Jazeera cenderung mengurangi kritik terhadap Qatar melalui strategi suppression dan konstruksi pasif, sedangkan The Jakarta Post menampilkan representasi yang relatif seimbang. Strategi activation menjadi strategi inklusi yang paling dominan pada ketiga media. Penelitian ini menyimpulkan bahwa wacana media bersifat ideologis dan berpengaruh terhadap pembentukan persepsi publik terhadap isu internasional kontroversial</em></p>2026-06-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Hannafirsta Seroja Mujapasa, Jamilahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6508Penguatan Nilai-Nilai Kebangsaan Dan Nasionalisme Anak Melalui Pendekatan Pembelajaran Deep Learning2026-05-16T20:07:12+07:00Yayuk Kusumawatiyayukalkhansa@gmail.comSri Wahyunisriwahyunibima55@gmail.comAgus Salamagussalamumbima@gmail.com<p><em>Persoalan yang paling penting dalam kehidupan anak yakni penanaman nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme sebagai fondasi pembentukan karakter generasi bangsa. Proses internalisasi nilai pada anak usia dini membutuhkan pendekatan pembelajaran yang mampu menggugah pemahaman mendalam, bukan sekadar hafalan atau kegiatan yang bersifat seremonial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendekatan pembelajaran deep learning dalam penguatan nilai kebangsaan dan nasionalisme pada anak di TK Arrahman Nitu serta mengidentifikasi perubahan perilaku positif yang muncul setelah implementasinya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat dekskriptif. Sumber data terdiri dari guru, anak dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan guru dan analisis dokumen seperti foto kegiatan, catatan harian guru, serta rekaman proses pembelajaran. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik yang meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan deep learning efektif memperkuat nilai kebangsaan dan nasionalisme melalui berbagai aktivitas seperti cerita bergambar, eksplorasi lagu nasional, role play profesi pahlawan, pembiasaan upacara, kunjungan edukatif, serta integrasi budaya lokal Bima. Selanjutnya ditemukan perubahan perilaku positif anak seperti meningkatnya rasa cinta tanah air, kerja sama, toleransi, keberanian, tanggung jawab dan praktik nasionalisme dalam keseharian</em>.</p>2026-06-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Yayuk Kusumawati, Sri Wahyuni, Agus Salamhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/7565Destination Branding Gunung Sewu UNESCO Global Geopark dalam Membangun Brand Image Sebagai Kawasan Warisan Dunia2026-06-04T18:00:41+07:00Mistika Pancarani2200030224@webmail.uad.ac.idIva Fikrani DesliaIvadeslia@comm.uad.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi <em>destination branding</em> Gunung Sewu Global Geopark dalam membangun <em>brand image</em> sebagai kawasan warisan dunia UNESCO. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan konsep <em>destination branding</em> Morgan, Pritchard, dan Pride (2004) yang terdiri dari lima tahapan, yaitu <em>market analysis, brand identity development, brand launch and introduction, brand implementation,</em> serta <em>monitoring and evaluation</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gunung Sewu Global Geopark telah menerapkan kelima tahapan tersebut melalui pengembangan identitas destinasi, promosi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Namun, implementasi branding masih menghadapi kendala berupa pemanfaatan media digital yang belum optimal, ketimpangan kunjungan antar geosite, serta rendahnya pemahaman wisatawan mengenai konsep geopark. Selain itu, proses revalidasi UNESCO sejak tahun 2023 menjadi momentum penting dalam memperkuat branding dan pengelolaan kawasan secara berkelanjutan. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan <em>destination branding</em> ditentukan oleh konsistensi identitas, komunikasi yang efektif, serta kolaborasi para pemangku kepentingan.</p>2026-06-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Mistika Pancarani, Iva Fikrani Desliahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/6932Resiliensi Mahasiswa Broken Home dalam Menghadapi Dampak Perceraian Orang Tua2026-05-25T10:33:08+07:00Marchelia Nugra Pradana Putrimarchelia.22038@mhs.unesa.ac.idDenok Setiawatidenoksetiawati@unesa.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana resiliensi mahasiswa broken home dalam menghadapi dampak perceraian orang tua. Perceraian orang tua dapat memberikan pengaruh terhadap kondisi psikologis anak, terutama ketika anak sudah memasuki masa dewasa awal dan menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. Kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai perasaan seperti sedih, kecewa, marah, bingung, dan kehilangan rasa nyaman dalam keluarga. Meskipun demikian, mahasiswa yang mengalami perceraian orang tua tidak selalu larut dalam keadaan negatif, karena sebagian dari mereka mampu beradaptasi dan membangun kekuatan diri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tujuan menggali pengalaman mahasiswa secara lebih mendalam. Pengumpulan data dapat dilakukan melalui wawancara kepada mahasiswa yang berasal dari keluarga bercerai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi mahasiswa terbentuk melalui proses yang tidak singkat. Mahasiswa perlu menerima keadaan, mengelola tekanan emosional, serta mencari cara untuk tetap menjalani kehidupan dengan baik. Strategi yang digunakan antara lain melakukan kegiatan positif, menyalurkan emosi melalui hobi, menulis jurnal, berolahraga, dan mencari dukungan dari orang terdekat. Selain faktor dari dalam diri, dukungan sosial juga memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa menghadapi dampak perceraian orang tua. Dukungan dari keluarga, teman, maupun pasangan dapat membuat mahasiswa merasa lebih dihargai, didengar, dan tidak sendirian. Dengan demikian, resiliensi menjadi salah satu faktor utama yang membantu mahasiswa broken home untuk bangkit dari pengalaman sulit dan tetap berkembang secara positif dalam kehidupan akademik maupun sosial.</p>2026-06-08T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Marchelia Nugra Pradana Putri, Denok Setiawati