IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan <p>E-ISSN 2987-1298 P-ISSN 3025-9150 Prefix DOI 10.61104. Artikel ilmiah Jurnal IHSAN merupakan hasil penelitian orisinil, gagasan konseptual, dan kajian mutakhir dalam lingkup Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Agama Islam (PAI), Teknologi Pendidikan Islam (TPI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Kependidikan Islam (KPI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Ilmu-ilmu Keislaman. </p> en-US ejournal@yayasanpendidikandzurriyatulquran.id (Dr (Cand) Hasan Syahrizal, M.Pd.) jurnalihsan@gmail.com (Dr (Cand) Hasan Syahrizal, M.Pd.) Fri, 01 May 2026 00:00:00 +0700 OJS 3.3.0.20 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Penerapan Penggunaan Media SMART TV Program Pemerintah di Sekolah Dasar https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5592 <p><em>Perkembangan teknologi digital dalam pendidikan mendorong pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi seperti Smart TV sebagai bagian dari program pemerintah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan penggunaan media Smart TV dalam pembelajaran serta dampaknya terhadap keterampilan, kreativitas, dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologis melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru dan siswa di SDN 01 Bandarsari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Smart TV mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, meningkatkan keterlibatan siswa, serta memperluas pemahaman melalui penyajian materi visual dan audiovisual. Namun demikian, implementasi masih menghadapi kendala berupa keterbatasan jaringan internet, kurangnya pelatihan guru, dan minimnya jumlah perangkat yang tersedia. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan infrastruktur dan peningkatan kompetensi guru agar pemanfaatan Smart TV dapat berjalan secara optimal sebagai media pembelajaran inovatif di sekolah dasar</em></p> Zahara, Resti Noviyanti, Witda Apriliya, Witdi Apriliya Copyright (c) 2026 Zahara, Resti Noviyanti, Witda Apriliya, Witdi Apriliya https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5592 Fri, 01 May 2026 00:00:00 +0700 Peran Manajemen Humas Dalam Meningkatkan Layanan Publik Di Lembaga Pendidikan Islam https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5583 <p>Manajemen humas memegang peranan strategis dalam mendukung peningkatan mutu layanan publik di lembaga pendidikan Islam. Humas tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga berperan sebagai pengelola komunikasi yang menjembatani hubungan antara lembaga dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran manajemen humas dalam meningkatkan kualitas layanan publik di lembaga pendidikan Islam. Metode yang digunakan berupa studi pustaka dengan menelaah berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan humas yang baik mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat, memperkuat citra positif lembaga, serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik. Selain itu, penerapan strategi komunikasi yang efektif, transparansi informasi, serta pemanfaatan media menjadi faktor penting dalam menunjang keberhasilan fungsi humas. Oleh karena itu, manajemen humas yang optimal dapat menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas layanan publik di lembaga pendidikan Islam.</p> Nelly Agustin, Hoirotun Mufida, M Lukma Al Hakim, Najwa Magfira, Adam Saleh Copyright (c) 2026 Nelly Agustin, Hoirotun Mufida, M Lukma Al Hakim, Najwa Magfira, Adam Saleh https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5583 Fri, 01 May 2026 00:00:00 +0700 Pemanfaatan ChatGPT Sebagai Media Digital Pembelajaran Mandiri Pendidikan Agama Islam oleh Mahasiswa PAI Universitas Negeri Padang https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5589 <p>Penelitian ini di latar belakangi oleh maraknya penggunaan teknologi kecerdasan buatan, khususnya ChatGPT, oleh mahasiswa PAI di Universitas Negeri Padang untuk menunjang pembelajaran mandiri, sementara kajian tentang alasan pemilihan serta fungsi ChatGPT dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menjelaskan alasan pemilihan ChatGPT, bentuk pemanfaatannya, serta kelebihan dan keterbatasannya. Penelitian dilakukan secara kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi pada mahasiswa angkatan 2023. Pertama, melakukan observasi awal penggunaan ChatGPT oleh mahasiswa PAI UNP. Kemudian, mewawancarai mahasiswa terkait pemanfaatan ChatGPT sebagai media pembelajaran. Dokumentasi tugas dan percakapan mahaisswa dengan ChatGPT sebagai dokumen yang menguatkan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ChatGPT dipilih karena mudah diakses, respons cepat, dan mampu menyederhanakan materi PAI yang kompleks; dimanfaatkan untuk mencari referensi, meringkas materi, memahami konsep, dan membantu penyelesaian tugas. Meskipun mendukung kemandirian belajar, penggunaannya memiliki keterbatasan berupa potensi ketergantungan dan perlunya verifikasi informasi dari sumber ilmiah terpercaya.&nbsp;</p> Nabila Ramadhani, M. Yemmardotillah Copyright (c) 2026 Nabila Ramadhani, M. Yemmardotillah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5589 Fri, 01 May 2026 00:00:00 +0700 Implementasi Perencanaan Strategi Digital Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Di Pesantren https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5637 <p><em>Perkembangan pesat teknologi digital telah mengubah praktik pendidikan, termasuk di pesantren, yang perlu mengintegrasikan teknologi tanpa mengabaikan nilai-nilai keislaman dan tradisi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi perencanaan strategi digital dalam meningkatkan mutu pembelajaran di pesantren. Fokus penelitian meliputi identifikasi komponen perencanaan strategi, proses implementasi, dampak terhadap hasil belajar, serta tantangan yang dihadapi pesantren dalam pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif penelitian pustaka, dengan menganalisis data sekunder dari buku, artikel ilmiah, dan kajian konseptual terkait strategi digital, mutu pembelajaran, dan pendidikan pesantren. Data diklasifikasikan secara sistematis ke dalam tema utama, termasuk perencanaan strategi, implementasi, mutu pembelajaran, dan tantangan kelembagaan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis untuk mensintesis pemahaman yang komprehensif. Hasil analisis menunjukkan bahwa perencanaan strategi digital yang efektif di pesantren harus bersifat sistematis, kontekstual, dan selaras dengan kurikulum serta nilai kelembagaan. Strategi yang diimplementasikan dengan baik meningkatkan efektivitas pembelajaran, keterlibatan santri, akses terhadap sumber belajar yang beragam, serta kompetensi pendidik. Namun, terdapat tantangan berupa keterbatasan perencanaan, perbedaan kompetensi digital pendidik, keterbatasan infrastruktur, dan kekhawatiran terhadap dampak teknologi pada tradisi pesantren. Kesimpulannya, perencanaan strategi digital yang terstruktur menjadi mekanisme penting untuk memastikan pemanfaatan teknologi berjalan proporsional dan konsisten, mendukung tujuan pembelajaran sambil menjaga identitas pesantren. Strategi digital bukan sekadar respons terhadap kemajuan teknologi, tetapi menjadi bagian integral dari pengembangan pendidikan pesantren yang berkelanjutan, meningkatkan mutu pembelajaran, dan mendorong adaptasi terhadap tuntutan pendidikan modern</em>.</p> I.S Asroza, Yusnaini Copyright (c) 2026 I.S Asroza, Yusnaini https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5637 Fri, 01 May 2026 00:00:00 +0700 Implementasi Metode Outing Class dalam Meningkatkan Motivasi Menghafal Al-Qur'an Santri RTQ Darussunnah Padang https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5664 <p><em>Penelitian ini mengkaji implementasi metode Outing Class dalam meningkatkan motivasi menghafal Al-Qur'an santri RTQ Darussunnah Padang. Latar belakang penelitian adalah rendahnya motivasi intrinsik santri akibat kelelahan fisik pasca sekolah formal, kejenuhan belajar di kelas, dan minimnya inisiatif mandiri dalam muraja'ah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses perencanaan dan pelaksanaan, bentuk-bentuk implementasi, serta dampak metode Outing Class terhadap motivasi menghafal santri. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif aktif, wawancara mendalam, dan dokumentasi dari 20 informan yang terdiri atas kepala RTQ, 2 ustadzah, 13 santri, dan 4 orang tua, dilaksanakan selama Januari hingga Maret 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan Outing Class dilakukan secara terstruktur dalam rentang 2–3 minggu melalui koordinasi ustadzah, survei lokasi, dan pemberitahuan orang tua. Implementasi terwujud dalam dua bentuk: Outing Class di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang unggul dalam konsentrasi dan pencapaian hafalan, serta di Pantai Ujung Batu Tabing yang unggul dalam antusiasme dan pengalaman tadabbur alam. Keduanya terbukti memberikan dampak positif signifikan berupa peningkatan semangat, kuantitas setoran hafalan, kehadiran, motivasi intrinsik, perubahan pada santri yang sebelumnya pasif, serta keterjagaan semangat setelah kegiatan. Penelitian ini merekomendasikan agar metode Outing Class diterapkan secara rutin dengan memprioritaskan lokasi yang bernilai spiritual tinggi.</em></p> Fitra Nengsi, Halomoan Copyright (c) 2026 Fitra Nengsi, Halomoan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5664 Fri, 01 May 2026 00:00:00 +0700 Analisis Konsep Strategi Pembelajaran dan Distingsinya dengan Model, Pendekatan, Metode Serta Teknik Pembelajaran https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5742 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya kesalahpahaman dalam membedakan konsep strategi pembelajaran dengan model, pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Padahal, pemahaman yang tepat terhadap konsep-konsep tersebut sangat penting untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dasar strategi pembelajaran serta mengidentifikasi perbedaannya dengan komponen pembelajaran lainnya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber teori yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran merupakan rancangan umum kegiatan pembelajaran yang mencakup tujuan, materi, metode, media, dan evaluasi. Strategi pembelajaran memiliki berbagai klasifikasi, seperti berdasarkan peran guru dan siswa serta cara penyampaian materi, misalnya strategi ekspositori, heuristik, deduktif, dan induktif. Selain itu, strategi pembelajaran memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan model, pendekatan, metode, dan teknik. Model berfungsi sebagai kerangka konseptual, pendekatan sebagai dasar pandangan, metode sebagai cara penyampaian materi, dan teknik sebagai langkah operasional dalam pelaksanaan pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa strategi menjadi pengarah utama dalam keseluruhan proses pembelajaran. .Dengan demikian, pemahaman yang jelas mengenai strategi pembelajaran dan perbedaannya dengan konsep lain sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.</p> Sonia Natalia, Ratna Sri Wahyuni, Gusmanelli Copyright (c) 2026 sonia natalia, Ratna Sri Wahyuni, Gusmanelli https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5742 Fri, 01 May 2026 00:00:00 +0700 Analisis Fenomena Bunuh Diri di Sumatera Barat dalam Perspektif Islam https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5795 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena bunuh diri di Sumatera Barat pada tahun 2024–2025, mengkaji perilaku bunuh diri dalam perspektif Islam, serta mendeskripsikan respons pemerintah dan masyarakat dalam upaya meminimalisir kasus bunuh diri di Sumatera Barat. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya kasus bunuh diri di Sumatera Barat yang tidak sejalan dengan falsafah hidup masyarakat Minangkabau, yaitu "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”. Tercatat sebanyak 18 kasus pada tahun 2024 dan 23 kasus pada tahun 2025 dengan rentang usia korban 15 hingga 75 tahun dari berbagai latar belakang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-analitik. Sumber data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap berita-berita kasus bunuh diri dari berbagai media massa di Sumatera Barat, kajian pustaka dari literatur Islam, dan dokumentasi kegiatan penyuluhan. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan: <em>Pertama</em>, fenomena bunuh diri di Sumatera Barat dipicu oleh masalah ekonomi dan jeratan utang, depresi akibat penyakit berkepanjangan, tekanan psikologis dan <em>bullying</em> di kalangan remaja, masalah asmara, serta pengangguran. <em>Kedua</em>, Islam secara tegas mengharamkan bunuh diri melalui tiga dimensi: akidah (nyawa adalah amanah Allah), akhlak (kewajiban bersabar dan tidak berputus asa), dan hukum (ancaman siksaan di akhirat dalam Q.S. An-Nisa: 29–30). <em>Ketiga</em>, respons pemerintah dan masyarakat masih bersifat reaktif. Pemerintah pusat telah menetapkan kerangka hukum melalui PP No. 28 Tahun 2024, namun implementasinya di daerah masih terbatas. Berbagai pihak seperti LKAAM, Komunitas MAGISTRA INDONESIA turut aktif dalam upaya pencegahan berbasis nilai Islam dan adat Minangkabau</p> Rido Putra putra, Miftahul Jannah Copyright (c) 2026 Rido Putra putra, Miftahul Jannah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5795 Fri, 01 May 2026 00:00:00 +0700 Penerapan Metode Pembelajaran Nurul Bayan Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Di Halaqat Lil Mubtadi’at https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5806 <p><!--StartFragment--></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 8.5pt 21.6pt .0001pt 8.25pt;"><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode pembelajaran Nurul Bayan dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada peserta didik di halaqat lil mubtadi’at (kelompok pemula). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an pada peserta didik pemula, yang ditandai dengan kurangnya kelancaran, kesalahan dalam pelafalan huruf hijaiyah, serta rendahnya pemahaman terhadap kaidah tajwid. Hal ini disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang kurang sistematis dan kurang efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah peserta didik tingkat pemula di halaqat lil mubtadi’at. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Nurul Bayan dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik secara signifikan. Peningkatan tersebut terlihat pada aspek kelancaran membaca, ketepatan pelafalan makharijul huruf, pemahaman dasar tajwid, serta meningkatnya kepercayaan diri peserta didik. Metode ini efektif karena disusun secara sistematis, bertahap, dan menggunakan latihan berulang (drill) yang membantu peserta didik memahami materi dengan lebih mudah. Dengan demikian, metode pembelajaran Nurul Bayan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif yang efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, khususnya bagi peserta didik tingkat pemula dalam sistem halaqat.</em></p> <p><!--EndFragment--></p> Sawiyah, Diana Marlin Copyright (c) 2026 Sawiyah, Diana Marlin https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5806 Fri, 01 May 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas X Pada Pembelajaran PAIBP di SMAN 2 Rambatan https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5796 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model <em>Problem Based Learning</em> (PBL) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain<em> quasi experiment</em> tipe <em>pretest-posttest control group design.</em> Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yang ditentukan menggunakan teknik <em>total sampling</em>, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen berdasarkan uji <em>Paired Sample t-Test.</em> Namun, hasil uji <em>Independent Sample t-Test</em> menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini mengindikasikan bahwa penerapan model PBL belum memberikan pengaruh yang signifikan dibandingkan dengan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model <em>Problem Based Learning</em> berpotensi meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, namun efektivitasnya belum lebih unggul secara signifikan dibandingkan pembelajaran konvensional, sehingga diperlukan optimalisasi dalam penerapannya.</p> Quratul Aulia, Sulaiman Copyright (c) 2026 Quratul Aulia, Sulaiman https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5796 Fri, 01 May 2026 00:00:00 +0700 Peran Pendidikan Islam dalam Menumbuhkan Sikap Toleransi dan Moderasi Beragama di Masyarakat Multikultural https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5855 <p>Indonesia sebagai negara multikultural menghadapi tantangan dalam menjaga keharmonisan akibat keberagaman agama, budaya, dan suku. Oleh karena itu, penanaman nilai toleransi dan moderasi beragama melalui pendidikan menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan Islam dalam menumbuhkan sikap toleransi dan moderasi beragama pada masyarakat multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui pengumpulan data dari buku, jurnal, dan sumber ilmiah relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam berperan sebagai landasan utama dalam membentuk sikap toleransi melalui penanaman nilai-nilai seperti empati, keadilan, dan penghargaan terhadap perbedaan. Konsep wasathiyah menjadi prinsip penting dalam membangun sikap moderat yang tidak ekstrem. Selain itu, peran guru, kurikulum, serta lingkungan pendidikan yang inklusif turut memperkuat internalisasi nilai moderasi beragama. Implementasi nilai toleransi dalam pembelajaran dilakukan melalui pendekatan dialogis, kontekstual, dan berbasis pengalaman sosial. Pendidikan Islam juga berfungsi sebagai sarana preventif dalam mengurangi potensi konflik sosial berbasis perbedaan. Dengan demikian, pendidikan Islam memiliki kontribusi strategis dalam menciptakan masyarakat yang damai, inklusif, dan harmonis.</p> Dila ayu santika ritonga, Iin Triana, Annisa Noer Winda, Herlini Puspika Sari Copyright (c) 2026 Dila ayu santika ritonga, Iin Triana, Annisa Noer Winda, Herlini Puspika Sari https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5855 Fri, 01 May 2026 00:00:00 +0700 Efektivitas Metode Pembelajaran Aktif dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar: A Systematic Literature Review https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5684 <p>Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar masih dipengaruhi dominasi metode pembelajaran pasif di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis bukti-bukti empiris mengenai pengaruh berbagai metode pembelajaran aktif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar melalui pendekatan <em>systematic literature review</em>. Metode yang digunakan mengacu pada protokol PRISMA 2020, dengan penelusuran literatur dilakukan pada tiga basis data, yaitu SINTA, Scopus, dan Google Scholar, mencakup publikasi tahun 2021 sampai 2026. Dari 299 artikel yang teridentifikasi awal, melalui proses seleksi sistematis diperoleh 12 artikel final yang memenuhi seluruh kriteria <em>inklusi</em>. Hasil kajian menunjukkan bahwa seluruh metode pembelajaran aktif yang diteliti, meliputi <em>problem-based learning, project-based learning, discovery learning, model MALP, dan flipped classroom,</em> secara konsisten terbukti berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Kemampuan berpikir kritis yang dikembangkan mencakup indikator analisis, evaluasi, inferensi, dan interpretasi. Tidak ditemukan studi dalam sampel yang dianalisis yang melaporkan hasil negatif dari penerapan metode aktif terhadap berpikir kritis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi pendekatan pembelajaran dari konvensional menuju aktif merupakan strategi yang terbukti efektif dan perlu diimplementasikan secara sistematis di seluruh sekolah dasar. Implikasi praktis dari temuan ini mencakup perlunya penguatan kapasitas guru dan reformasi desain kurikulum yang lebih berorientasi pada keterlibatan aktif siswa.</p> Rofa Maharani Erwana Copyright (c) 2026 Rofa Maharani Erwana https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5684 Fri, 01 May 2026 00:00:00 +0700 Strategi Guru dalam Meningkatkan Literasi Membaca Siswa Sekolah Dasar: Systematic Literature Review https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5910 <p>Literasi membaca merupakan kemampuan dasar yang penting bagi siswa sekolah dasar karena menjadi fondasi keberhasilan belajar. Namun, capaian literasi membaca siswa Indonesia masih rendah sehingga diperlukan strategi guru yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi guru dalam meningkatkan literasi membaca siswa sekolah dasar, menganalisis faktor pendukung dan penghambat, serta memetakan kecenderungan penelitian periode 2022 hingga 2026. Penelitian menggunakan metode <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) dengan pedoman PRISMA. Data diperoleh dari Garuda, Google Scholar, Scopus, dan SINTA. Dari 250 artikel yang ditemukan, sebanyak 12 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan tiga kelompok strategi utama, yaitu pembiasaan dan rutinitas membaca, pemanfaatan media dan teknologi, serta interaksi dialogis dan pembimbingan individual. Strategi seperti membaca 15 menit, media komik, <em>dialogic reading</em>, dan <em>extensive reading</em> terbukti efektif meningkatkan kemampuan membaca. Faktor pendukung meliputi kualitas guru, media pembelajaran, serta dukungan keluarga dan sekolah. Faktor penghambat mencakup rendahnya motivasi siswa, keterbatasan sarana, kesenjangan sosial-ekonomi, dan gangguan eksternal seperti pandemi. Penelitian juga menunjukkan pergeseran dari pendekatan teknis menuju pembelajaran yang lebih holistik, s<em>tudent-centered</em>, dan <em>context-responsive</em>. Disimpulkan bahwa peningkatan literasi membaca memerlukan strategi terpadu serta kolaborasi guru, sekolah, dan keluarga.</p> Seni Putri Copyright (c) 2026 Seni Putri https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5910 Sat, 02 May 2026 00:00:00 +0700 Transformasi Pesantren Dalam Sejarah Pendidikan Islam Di Indonesia https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5864 <p><em>Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia menghadapi tantangan globalisasi, modernisasi, dan perkembangan teknologi yang menuntut adanya transformasi agar tetap relevan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pesantren secara komprehensif meliputi aspek historis, kurikulum, metode pembelajaran, dan kelembagaan, serta mengidentifikasi faktor pendorong dan dampaknya terhadap identitas pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research) melalui analisis terhadap 15–25 sumber literatur ilmiah terbitan tahun 2015–2025. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif-kritis dengan pendekatan tematik dan historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pesantren merupakan proses adaptasi selektif yang bersifat dinamis dan berkelanjutan. Secara historis, pesantren bersifat adaptif dan resilien terhadap perubahan sosial. Dalam aspek kurikulum, terjadi integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum. Metode pembelajaran mengalami inovasi melalui pemanfaatan teknologi digital, sedangkan pada aspek kelembagaan, pesantren berkembang menjadi institusi yang lebih profesional dan kompleks. Transformasi ini didorong oleh faktor globalisasi, kebijakan pendidikan nasional, tuntutan masyarakat, serta kesadaran internal pesantren. Dampaknya bersifat dualistik, yaitu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus berpotensi menggeser nilai tradisional. Kesimpulannya, pesantren berkembang menjadi institusi hybrid yang mengintegrasikan tradisi dan modernitas. Keberlanjutan pesantren sangat ditentukan oleh kemampuannya menjaga keseimbangan antara inovasi dan pelestarian nilai-nilai keislaman.</em></p> Ikram Humaidi, Rifani Dwiyanti, Sofiana, Alfiyah Syifah, Nindy Syadytha, Muhammad Afriza Nurdin, Hanifa Putri Yosa Copyright (c) 2026 Ikram Humaidi, Rifani Dwiyanti, Sofiana, Alfiyah Syifah, Nindy Syadytha, Muhammad Afriza Nurdin, Hanifa Putri Yosa https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5864 Sat, 02 May 2026 00:00:00 +0700 Implementasi Media Pembelajaran Inovatif untuk Menumbuhkan Minat Belajar Sejarah Generasi Z https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5869 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya inovasi pembelajaran sejarah yang sesuai dengan karakteristik Generasi Z yang dekat dengan teknologi digital dan media visual. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perencanaan media pembelajaran inovatif yang dapat menumbuhkan minat belajar sejarah pada siswa Generasi Z di MAN 1 Surakarta, (2) mengkaji media pembelajaran inovatif yang diimplementasikan di MAN 1 Surakarta dalam menumbuhkan minat belajar sejarah siswa Generasi Z, dan (3) mengidentifikasi kendala dalam perencanaan dan implementasi media pembelajaran inovatif dalam pembelajaran sejarah di MAN 1 Surakarta serta mencari solusinya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data penelitian meliputi hasil observasi kegiatan pembelajaran sejarah di kelas, hasil wawancara dengan informan (guru sejarah dan peserta didik), hasil angket siswa, serta dokumen pendukung berupa modul ajar, ATP, dan perangkat pembelajaran. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif pasif, wawancara terstruktur, studi dokumentasi, dan angket. Teknik uji validitas menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Analisis data menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perencanaan media pembelajaran inovatif dilakukan dengan mengacu pada kurikulum, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, serta modul ajar, dan disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik siswa Generasi Z, dengan pengembangan media berupa komik digital dan video POV berbasis AI; (2) implementasi media berupa video POV berbasis AI dan komik digital berbasis AI mampu mendorong ketertarikan, perhatian, keaktifan, rasa senang, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran sejarah; (3) kendala dalam perencanaan meliputi keterbatasan waktu, beban administrasi, serta kendala teknis penggunaan AI, sedangkan kendala dalam implementasi meliputi kondisi siswa, keterbatasan perangkat dan akses, serta bahasa pada komik yang sulit dipahami. Solusi dilakukan melalui manajemen waktu, pemanfaatan AI sebagai alat bantu, penyesuaian prompt secara berulang pada pembuatan komik digital, serta penggunaan strategi pembelajaran alternatif sesuai kondisi kelas.</p> Nadhifa Malika Izzaty, Musa Pelu Copyright (c) 2026 Nadhifa Malika Izzaty, Musa Pelu https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5869 Sat, 02 May 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh kegiatan ekstrakurikuler tahfidz dan motivasi menghafal Al-Qur’an terhadap Resiliensi akademik https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5872 <p><em>TPenelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tekanan akademik yang dihadapi siswa kelas XII yang menuntut adanya kemampuan resiliensi akademik. Kegiatan ekstrakurikuler tahfidz dan motivasi menghafal Al-Qur’an diduga menjadi faktor yang dapat mempengaruhi ketahanan akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan ekstrakurikuler tahfidz dan motivasi menghafal Al-Qur’an terhadap resiliensi akademik siswa kelas XII SMAN 1 Junjung Sirih. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMAN 1 Junjung Sirih yang berjumlah 156 siswa, dengan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket (kuesioner) dan dokumentasi. Analisis data meliputi analisis statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, serta uji hipotesis menggunakan korelasi product moment dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kegiatan ekstrakurikuler tahfidz tidak berpengaruh signifikan terhadap resiliensi akademik dengan nilai signifikansi sebesar 0,458 (&gt;0,05). Sementara itu, motivasi menghafal Al-Qur’an berpengaruh signifikan terhadap resiliensi akademik dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (&lt;0,05) dan koefisien regresi sebesar 0,624. Secara simultan, kegiatan ekstrakurikuler tahfidz dan motivasi menghafal Al-Qur’an berpengaruh signifikan terhadap resiliensi akademik dengan nilai F hitung sebesar 58,009 dan signifikansi sebesar 0,000 (&lt;0,05). Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,431 menunjukkan bahwa kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 43,1% terhadap resiliensi akademik, sedangkan 56,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, motivasi menghafal Al-Qur’an menjadi faktor dominan dalam meningkatkan resiliensi akademik siswa, sedangkan kegiatan ekstrakurikuler tahfidz tidak memberikan pengaruh signifikan secara langsung. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan program ekstrakurikuler berbasis keagamaan guna meningkatkan ketahanan akademik siswa</em></p> Silvi Gusdianto, Sulaiman Copyright (c) 2026 Silvi Gusdianto, Sulaiman https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5872 Sat, 02 May 2026 00:00:00 +0700 Transformasi Manajemen Pembimbingan di SD: Kolaborasi Guru, Orang tua, danTeknologi https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/3432 <p><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </em><em>Manajemen pembimbingan yang efektif di Sekolah Dasar (SD) sangat krusial untuk memastikan perkembangan holistik siswa. Tantangan kontemporer menuntut adanya pergeseran paradigma, dari pendekatan konvensional menuju sistem yang lebih terintegrasi dan kolaboratif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan menguraikan model transformasi manajemen pembimbingan di tingkat SD melalui sinergi aktif antara guru, orang tua, dan pemanfaatan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis konsep terhadap model-model pembimbingan terpadu. Fokus utama adalah mengidentifikasi peran masing-masing pemangku kepentingan dan integrasi alat teknologi dalam kerangka kerja manajemen pembimbingan yang baru. Hasilnya menunjukkan bahwa transformasi manajemen pembimbingan menempatkan kolaborasi sebagai inti.Guru berperan sebagai fasilitator dan koordinator utama, orang tua sebagai mitra aktif dalam pengawasan dan dukungan pembelajaran di rumah, sementara teknologi (seperti platform komunikasi digital, aplikasi monitoring, dan sistem informasi sekolah) berfungsi sebagai katalis dan penghubung. Model ini menghasilkan manajemen pembimbingan yang lebih adaptif, personal, dan efisien, yang tidak hanya&nbsp; meningkatkan efektivitas intervensi tetapi juga memperkuat ekosistem pendidikan yang suportif.</em></p> Fikratul Aulia, Siti Khamim, Dini Munawarroh Copyright (c) 2026 Fikratul Aulia, Siti Khamim, Dini Munawarroh https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/3432 Sat, 02 May 2026 00:00:00 +0700 Analisis Konsep dan Karakteristik Tauhid dalam Islam sebagai Landasan Keimanan dan Pedoman Hidup Umat Muslim https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5440 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan karakteristik tauhid dalam Islam serta perannya sebagai landasan keimanan dan pedoman hidup umat Muslim. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena melemahnya pemahaman tauhid di kalangan umat Islam kontemporer yang ditandai dengan munculnya praktik sinkretisme, kultus individu, serta pemisahan antara nilai agama dan kehidupan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research), yang bersumber dari Al-Qur’an, hadis, kitab tafsir, serta literatur klasik dan kontemporer yang relevan dengan tema tauhid. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi dan deskriptif-analitik guna memperoleh pemahaman yang komprehensif terhadap konsep tauhid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tauhid merupakan inti ajaran Islam yang mencakup tiga dimensi utama, yaitu tauhid rububiyyah, uluhiyyah, dan asma’ wa sifat, yang saling melengkapi dalam membentuk akidah yang utuh. Tauhid juga memiliki karakteristik utama berupa kemurnian ibadah kepada Allah, penolakan terhadap segala bentuk kesyirikan, serta sifatnya yang menyeluruh dalam seluruh aspek kehidupan manusia. Selain itu, tauhid berperan sebagai fondasi keimanan yang menentukan validitas seluruh amal, sekaligus menjadi pedoman dalam menjalankan ibadah, membentuk akhlak, dan membangun kehidupan sosial yang adil dan harmonis. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa tauhid bukan hanya konsep teologis, tetapi juga prinsip fundamental yang mengintegrasikan seluruh dimensi kehidupan seorang Muslim. Penguatan pemahaman tauhid yang benar menjadi sangat penting dalam menghadapi tantangan modernitas agar umat Islam tetap memiliki landasan spiritual dan moral yang kokoh.</em></p> Husen Firdaus, Wahyu Hidayat, Sendi, Mahfizul Amal, Muhammad Farhan Copyright (c) 2026 Husen Firdaus, Wahyu Hidayat, Sendi, Mahfizul Amal, Muhammad Farhan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5440 Tue, 05 May 2026 00:00:00 +0700 Periodisasi Sejarah Pendidikan Islam: Dari Masa Kenabian hingga Era Kontemporer https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5899 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis periodisasi sejarah pendidikan Islam dari masa kenabian hingga era kontemporer serta mengidentifikasi karakteristik, dinamika, dan transformasi yang terjadi pada setiap periode. Pendidikan Islam dipandang sebagai elemen fundamental dalam pembentukan peradaban yang tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan akhlak, spiritualitas, dan karakter manusia secara holistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan, baik dari jurnal bereputasi, buku akademik, maupun literatur klasik. Proses analisis dilakukan melalui teknik content analysis dan sintesis komparatif untuk mengkaji perkembangan pendidikan Islam dalam berbagai fase sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa kenabian, pendidikan Islam bersifat informal dan berfokus pada pembinaan akhlak dan keimanan. Pada masa Khulafaur Rasyidin hingga dinasti Islam, pendidikan berkembang secara lebih sistematis dengan munculnya lembaga-lembaga formal dan integrasi berbagai disiplin ilmu. Sementara itu, era kontemporer ditandai oleh upaya modernisasi, integrasi ilmu agama dan sains, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan globalisasi. Kesimpulannya, pendidikan Islam mengalami transformasi dinamis yang dipengaruhi oleh konteks sosial, politik, dan budaya, namun tetap berlandaskan pada nilai-nilai fundamental Islam. Temuan ini menegaskan pentingnya pemahaman historis sebagai dasar pengembangan pendidikan Islam yang adaptif dan berkelanjutan.</p> Ikram Humaidi, Nurul Anisa, Putri Mahadewi Br Regar, Ahmad Gandhi, Aila Risna Azzura, Anggun Wiranda Ningrum, Aulia Dwi Putri, Muhammad Gilang Ramadhan Copyright (c) 2026 Ikram Humaidi, Nurul Anisa, Putri Mahadewi Br Regar, Ahmad Gandhi, Aila Risna Azzura, Anggun Wiranda Ningrum, Aulia Dwi Putri, Muhammad Gilang Ramadhan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5899 Tue, 05 May 2026 00:00:00 +0700 Pemanfaatan Virtual Reality (VR) dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Materi Isra Mi’raj untuk Meningkatkan Minat dan Pemahaman Siswa Madrasah Ibtidaiyah https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5380 <p>Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Ibtidaiyah masih menghadapi berbagai permasalahan, terutama rendahnya minat belajar siswa serta kesulitan dalam memahami materi yang bersifat abstrak seperti peristiwa Isra Mi’raj. Karakteristik peserta didik yang didominasi oleh Generasi Z menuntut adanya inovasi pembelajaran berbasis teknologi digital yang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Virtual Reality (VR) sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan minat dan pemahaman siswa pada materi Isra Mi’raj. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui analisis berbagai jurnal, buku, dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan VR mampu menghadirkan visualisasi konkret terhadap materi abstrak, meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa, serta memperkuat retensi pemahaman melalui pengalaman belajar yang imersif. Dengan demikian, Virtual Reality menjadi alternatif media pembelajaran inovatif yang relevan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran SKI di era digital.</p> Nabila Orin Nisa, Naili Nur Eliza, Lailani Lili Islami, Minhatir Rohmah, Nadya Komahnesi, Rohalinda Meyliana Copyright (c) 2026 Nabila Orin Nisa, Naili Nur Eliza, Lailani Lili Islami, Minhatir Rohmah, Nadya Komahnesi, Rohalinda Meyliana https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5380 Tue, 05 May 2026 00:00:00 +0700 Integrasi Nilai Amanah dan Profesionalitas dalam Manajemen Pendidikan Modern https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5974 <p><em>Integrasi nilai amanah dan profesionalitas pendidikan merupakan upaya memadukan etika Islam dengan prinsip manajemen ilmiah guna menciptakan tata kelola pendidikan yang akuntabel, efektif, dan berintegritas. Permasalahan penelitian ini ialah belum optimalnya penerapan tanggung jawab, rendahnya transparansi dalam pengelolaan lembaga, serta lemahnya implementasi prinsip profesionalitas dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai amanah dan profesionalitas, mengkaji kontribusi perspektif Islam dan sains dalam penguatan tata kelola pendidikan, serta merumuskan model implementasi kedua nilai tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan yang dilaksanakan di SMP Negeri 27 Kerinci. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai amanah dan profesionalitas berperan strategis dalam menciptakan sistem pengelolaan pendidikan yang efektif, berintegritas, dan berorientasi pada mutu. Perspektif Islam memberikan landasan etika, sedangkan pendekatan ilmiah menyediakan metode implementasi kebijakan yang sistematis. Implementasi dilakukan melalui internalisasi nilai dalam visi, misi, budaya organisasi, penguatan kepemimpinan, pengembangan kompetensi SDM, akuntabilitas, evaluasi kinerja, pengawasan, serta penguatan budaya organisasi. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai amanah dan profesionalitas mampu meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan serta memperkuat tata kelola lembaga secara berkelanjutan</em></p> Reni Jasmita, Paizah, Are Devari, Ahmad Jamin, Oki Mitra Copyright (c) 2026 Reni Jasmita, Paizah, Are Devari, Ahmad Jamin, Oki Mitra https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5974 Tue, 05 May 2026 00:00:00 +0700 Strategi Pedagogis Guru PAI dalam Penguatan Integritas Akademik Siswa Pada Penugasan di Era Kecerdasan Artificial https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5115 <p><em>Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pendidikan memberikan kemudahan bagi siswa dalam mengakses informasi dan menyelesaikan berbagai tugas pembelajaran. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru terkait dengan integritas akademik, khususnya dalam praktik kejujuran siswa dalam menyelesaikan penugasan. Dalam konteks ini, guru memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran etis serta membimbing siswa agar mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pedagogis guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam memperkuat integritas akademik siswa pada penugasan di era kecerdasan artifisial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilakukan di MA Raudhatul Jannah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan guru PAI, serta dokumentasi proses pembelajaran dan penugasan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan integritas akademik dilakukan melalui beberapa strategi pedagogis, antara lain penanaman nilai kejujuran dalam pembelajaran, pemberian pemahaman mengenai etika penggunaan teknologi, pengembangan desain penugasan yang menekankan refleksi dan orisinalitas siswa, serta pendampingan dan pengawasan dalam proses pengerjaan tugas. Strategi tersebut berkontribusi dalam membangun kesadaran siswa untuk menjaga kejujuran akademik sekaligus menggunakan teknologi secara etis dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan integritas akademik di era AI tidak hanya bergantung pada regulasi institusi pendidikan, tetapi juga pada strategi pedagogis guru dalam menanamkan nilai-nilai moral dan etika kepada siswa</em>.</p> Zahroul Firdausy, Barikatul Hikmah, Eka Wulandari, Surawan Surawan Copyright (c) 2026 Zahroul Firdausy, Barikatul Hikmah, Eka Wulandari, Surawan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5115 Wed, 06 May 2026 00:00:00 +0700 Efektivitas Metode Keteladanan (Uswah Hasanah) dan Pendekatan Dialogis Guru PAI dalam Pembinaan Akhlak Siswa Bermasalah Kelas X https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/3489 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode keteladanan (uswah hasanah) dan pendekatan dialogis yang diterapkan oleh Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembinaan akhlak siswa bermasalah kelas X di MA Pembangunan UIN Jakarta. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya peran Guru PAI tidak hanya sebagai pengajar materi keagamaan, tetapi juga sebagai pembimbing moral dan spiritual dalam membentuk karakter dan akhlak siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara. Subjek penelitian adalah Guru PAI sekaligus wali kelas, sedangkan objek penelitian meliputi peran guru, bentuk pembinaan akhlak, pendekatan bimbingan, serta dampak pembinaan terhadap perilaku siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru PAI berperan aktif dalam membimbing siswa melalui pembiasaan kegiatan keagamaan seperti tadarus Al-Qur’an, salat dhuha dan dzuhur berjamaah, serta pemberian kultum. Metode keteladanan diterapkan secara konsisten melalui sikap, tutur kata, dan perilaku guru yang menjadi contoh langsung bagi siswa. Selain itu, pendekatan personal dan dialogis digunakan untuk membangun kedekatan emosional, sehingga siswa merasa nyaman dan terbuka dalam menerima bimbingan. Pembinaan akhlak juga didukung oleh kerja sama antara Guru PAI, Guru BK, dan wali kelas dalam menangani siswa bermasalah secara terpadu. Dampak dari bimbingan tersebut terlihat pada perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih positif, seperti meningkatnya kesopanan, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan ketaatan dalam beribadah. Dengan demikian, metode keteladanan dan pendekatan dialogis terbukti efektif dalam pembinaan akhlak siswa bermasalah di sekolah.</em></p> Heni Anggraini Anggraini, Siti Dian Nurfitri, Firda Audina Manih Tada, Brilliant Leony Syavira Copyright (c) 2026 Heni Anggraini Anggraini, Siti Dian Nurfitri, Firda Audina Manih Tada, Brilliant Leony Syavira https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/3489 Thu, 07 May 2026 00:00:00 +0700 Pengembangan Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Multikultural Berbasis Kearifan Lokal Di MTs Negeri 4 Mandailing Natal https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6167 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) multikultural berbasis nilai lokal Mandailing di MTs Negeri 4 Mandailing Natal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang berorientasi pada aspek teoritis dan kurang mengintegrasikan nilai budaya lokal dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut menyebabkan pembelajaran kurang kontekstual dan belum optimal dalam membangun karakter toleransi, kerja sama, serta penghormatan terhadap keberagaman peserta didik. Oleh sebab itu, diperlukan model pembelajaran yang mampu menghubungkan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal masyarakat Mandailing. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&amp;D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, angket, dan validasi ahli. Subjek penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam dan peserta didik MTs Negeri 4 Mandailing Natal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Pendidikan Agama Islam multikultural berbasis nilai lokal Mandailing dinilai layak dan efektif untuk diterapkan dalam proses pembelajaran. Integrasi nilai budaya lokal seperti dalihan na tolu, marsialap ari, gotong royong, dan musyawarah mampu meningkatkan aktivitas belajar, partisipasi peserta didik, sikap toleransi, kerja sama, serta penghormatan terhadap keberagaman. Selain itu, model pembelajaran yang dikembangkan juga membantu peserta didik memahami hubungan antara ajaran Islam dengan kehidupan sosial budaya masyarakat Mandailing secara lebih kontekstual. Dengan demikian, model pembelajaran ini dapat menjadi alternatif inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di madrasah berbasis budaya lokal dan pendidikan multikultural.</em></p> Nuriza Acela, Zainal Effendi Hasibuan, Muhammad Darwis Dasopang Copyright (c) 2026 Nuriza Acela, Zainal Effendi Hasibuan, Muhammad Darwis Dasopang https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6167 Mon, 11 May 2026 00:00:00 +0700 Sistem Pendidikan Di Universitas Al-Azhar Dan Pengaruhnya Terhadap Dunia Islam https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6240 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pendidikan yang diterapkan di Universitas Al-Azhar serta mengkaji pengaruhnya terhadap dunia Islam. Metode yang digunakan adalah <em>literature review</em> sistematis dengan menganalisis 15 artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan dari Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Azhar menerapkan sistem pendidikan integratif yang menggabungkan ilmu agama (<em>ulum al-din</em>) dan ilmu umum. Metode pembelajaran seperti <em>halaqah</em> dan diskusi mendorong pemahaman mendalam serta kemampuan berpikir kritis. Selain itu, Al-Azhar berperan penting dalam menyebarkan nilai Islam moderat (<em>wasathiyah</em>), menangkal radikalisme, serta memengaruhi sistem pendidikan Islam di berbagai negara, termasuk Asia Tenggara. Meskipun menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi, Al-Azhar tetap mampu beradaptasi tanpa meninggalkan tradisi keilmuannya. Dengan demikian, Al-Azhar tetap menjadi rujukan utama dalam perkembangan pendidikan dan pemikiran Islam kontemporer.</p> Ikram Humaidi, Taqia Mafaza, Lina Febrianti, Era Frantika Sari, Nur Aisya Ramadania, Hafiezatul Hasanah, Anita Sawitri, Dita Wahyulia Copyright (c) 2026 Ikram Humaidi, Taqia Mafaza, Lina Febrianti, Era Frantika Sari, Nur Aisya Ramadania, Hafiezatul Hasanah, Anita Sawitri, Dita Wahyulia https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6240 Mon, 11 May 2026 00:00:00 +0700 Penanaman Nilai Karakter melalui Kegiatan Tadabbur Alam pada Anak Usia Dini https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6241 <p><em>Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menyelidiki implementasi kegiatan tadabbur alam dalam memperkuat nilai-nilai karakter di kalangan peserta didik usia dini di RA Sunan Ampel 02. Metode kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik diterapkan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara guru, dan dokumentasi, kemudian diinterpretasikan menggunakan model analisis interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman, dengan teknik triangulasi yang digunakan untuk menjaga validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan tadabbur alam telah rutin dilaksanakan sebelum shalat Dhuha dan diintegrasikan ke dalam program pembelajaran tematik. Selama kegiatan ini, lingkungan alam sekitar secara aktif dieksplorasi dan diamati oleh anak-anak, sehingga meningkatkan rasa ingin tahu dan partisipasi dalam proses pembelajaran. Pengembangan nilai-nilai keagamaan, rasa syukur, kesadaran lingkungan, disiplin, dan tanggung jawab juga didukung melalui pengalaman-pengalaman ini. Selain itu, pengalaman belajar yang lebih bermakna diperoleh anak-anak melalui pendekatan pembelajaran eksperiensial dan kontekstual yang melibatkan interaksi langsung dengan alam. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tadabbur alam dapat dimanfaatkan sebagai strategi alternatif untuk pendidikan karakter di lingkungan pendidikan anak usia dini.</em></p> Nur Hana Azizah; Alif Mudiono; Eny Nur Aisyah, Revia Ningrum Copyright (c) 2026 Nur Hana Azizah; Alif Mudiono; Eny Nur Aisyah, Revia Ningrum https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6241 Mon, 11 May 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Tahfidz Al-Qur'an terhadap Kecerdasan Sosial Santri: Analisis Berbasis Dimensi SASSI di Pondok Pesantren Mamba'ul 'Ulum Sulawesi Selatan https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6324 <p><em>Penelitian ini menyajikan investigasi komprehensif mengenai pengaruh intensitas menghafal Al-Qur'an (Tahfidz) terhadap kecerdasan sosial santri di Pondok Pesantren Mamba'ul 'Ulum, yang berlokasi di Barabatu, Labakkang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Berpijak pada kerangka teoretis sintesis yang menggabungkan konstruksi kecerdasan sosial Karl Albrecht dengan etika antropologis-teologis yang digagas oleh Sassi (2020), penelitian ini mengukur kecerdasan sosial melalui lima dimensi fundamental: Situational Awareness ('Adl/Keadilan), Presence (Ukhuwah Insaniyyah/Persaudaraan Kemanusiaan), Honesty (Amanah/Tanggung Jawab), Charity (Khidmah/Pengabdian), dan Empathy (Tawasuth/Moderasi). Menggunakan desain penelitian kuantitatif ex-post facto, data primer dikumpulkan secara cermat dari sampel acak berstrata sebanyak 120 responden melalui kuesioner psikometrik skala Likert yang telah divalidasi. Data empiris dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dan korelasi Pearson Product-Moment melalui perangkat lunak IBM SPSS Statistics. Temuan penelitian mengungkapkan adanya pengaruh positif dan signifikan secara statistik dari aktivitas Tahfidz terhadap kecerdasan sosial (r = 0,520, p &lt; 0,05), di mana intensitas menghafal menyumbang 27,1% dari varians kecerdasan sosial (</em><em> = 0,271). Model regresi menghasilkan persamaan , yang mengindikasikan hubungan prediktif yang kuat. Temuan ini mendekonstruksi paradigma umum yang memandang hafalan tekstual sebagai aktivitas kognitif yang soliter; sebaliknya, pedagogi komunal seperti sima'an (menyimak hafalan teman) dan muraja'ah (pengulangan bersama) berfungsi sebagai laboratorium sosial yang ketat. Praktik-praktik ini secara aktif menumbuhkan empati, integritas struktural, dan kehadiran sosial, yang secara efektif menjembatani teologi tekstual dengan praksis sosiologis. Pada akhirnya, integrasi program Tahfidz yang terstruktur dalam ekosistem pesantren secara signifikan memperkuat resiliensi psikologis, menekan kecemasan sosial di kalangan remaja, dan membekali generasi masa depan dengan kompas moral yang kuat untuk menghadapi kompleksitas multidimensional di Era Society 5.0.</em></p> Muhammad Afiq Siddiq, Sitti Jamilah Amin, Muhammad Saleh, Ahdar, Kaharuddin Copyright (c) 2026 Muhammad Afiq Siddiq, Sitti Jamilah Amin, Muhammad Saleh, Ahdar, Kaharuddin https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6324 Fri, 15 May 2026 00:00:00 +0700 Kuttab Sebagai Lembaga Pendidikan Dasar Dalam Sejarah Islam https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6344 <p>Penelitian ini mengkaji kuttab sebagai institusi pendidikan dasar dalam sejarah Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini menganalisis literatur ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2026 dari berbagai basis data akademik, meliputi Google Scholar, DOAJ, dan Garuda. Hasil kajian mengungkap tiga dimensi yang saling berkaitan: (1) secara historis, kuttab berfungsi sebagai institusi pendidikan Islam awal yang mendahului terbentuknya sistem madrasah formal, dengan fokus pada literasi Al-Qur'an, membaca, dan menulis; (2) sebagai lembaga pendidikan dasar, kuttab mengintegrasikan literasi intelektual dengan pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai keislaman, mencerminkan paradigma pendidikan yang holistik; serta (3) dalam aspek kurikulum dan metode, kuttab menerapkan pendekatan tradisional seperti hafalan (hifzh) dan talaqqi, yang saat ini mengalami transformasi menuju pendekatan interaktif dan pemanfaatan teknologi pendidikan. Sintesis kritis terhadap literatur mengidentifikasi kesenjangan konseptual yang signifikan: sebagian besar kajian masih bersifat historis dan deskriptif, sehingga belum menawarkan kerangka operasional integratif yang mampu menghubungkan nilai-nilai kuttab klasik dengan tuntutan kompetensi pendidikan modern dalam era Society 5.0. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kuttab perlu diposisikan bukan sekadar sebagai artefak historis, melainkan sebagai konsep pendidikan yang adaptif dan mampu berkontribusi dalam pengembangan sistem pendidikan Islam kontemporer yang holistik dan berbasis karakter.</p> Ikram Humaidi, Sofan Sofian, Eka Dian Safira, Naila Syahira, Mohd. Fadhilah Suwandi, Anisa Sulianti, Rostiana Copyright (c) 2026 Ikram Humaidi, Sofan Sofian, Eka Dian Safira, Naila Syahira, Mohd. Fadhilah Suwandi, Anisa Sulianti, Rostiana https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6344 Fri, 15 May 2026 00:00:00 +0700 Peran Manajemen Perubahan SDM dalam Meningkatkan Profesionalisme Lembaga Dakwah: Analisis Teori Kurt Lewin https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6355 <p>Lembaga dakwah saat ini menghadapi tantangan profesionalisme di tengah era disrupsi digital dan <em>Society 5.0</em>. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen perubahan sumber daya manusia (SDM) dalam meningkatkan profesionalisme lembaga dakwah dengan menggunakan pisau analisis teori perubahan Kurt Lewin (<em>Unfreezing, Movement, dan Refreezing</em>). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (<em>library research</em>). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi lembaga dakwah memerlukan dekonstruksi pola pikir melalui penciptaan keamanan psikologis pada tahap <em>unfreezing</em>. Selanjutnya, pada tahap <em>movement</em>, internalisasi standar kompetensi dilakukan dengan bantuan strategi <em>short-term wins</em> untuk menjaga momentum perubahan. Tahap <em>refreezing</em> dilakukan melalui institusionalisasi budaya kerja profesional yang didukung oleh audit digital berkala guna mencegah kemunduran pola kerja. Integrasi antara nilai-nilai teologis seperti <em>itqan</em> dengan prinsip manajemen modern terbukti mampu meningkatkan akuntabilitas dan kredibilitas lembaga dakwah tanpa menghilangkan jati diri spiritualnya.</p> Sa’idahtul Akmala Yusuf, Cecep Castrawijaya Copyright (c) 2026 Sa’idahtul Akmala Yusuf, Cecep Castrawijaya https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6355 Fri, 15 May 2026 00:00:00 +0700 Madrasah Dalam Perspektif Historis https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6363 <p>Madrasah merupakan institusi pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam perkembangan intelektual dunia Islam sejak periode klasik. Salah satu model madrasah yang paling berpengaruh adalah Madrasah Nizamiyah yang didirikan pada abad ke-11 oleh Nizam al-Mulk pada masa Dinasti Seljuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Madrasah Nizamiyah dalam perspektif historis dengan menekankan pada aspek kelembagaan, sistem pendidikan, kurikulum, serta relasinya dengan kekuasaan politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui analisis literatur ilmiah terbitan tahun 2015–2025 yang terindeks Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Madrasah Nizamiyah merupakan institusi pendidikan yang terorganisir dengan baik dan didukung oleh negara, serta memiliki peran strategis dalam memperkuat ortodoksi Sunni. Selain itu, madrasah ini menunjukkan adanya integrasi antara fungsi pendidikan dan kepentingan ideologis-politik. Kesimpulannya, Madrasah Nizamiyah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai institusi hybrid yang mengintegrasikan dimensi pendidikan, ideologi, dan kekuasaan, serta menjadi model penting dalam perkembangan pendidikan Islam hingga era modern.</p> Ikram Humaidi, Siti Aisyah, Delfi Pebningsih, Rivandi Febrian, Embun Firdausi Amalia, Muhammad Yusran Al Faisal, Amelia Zaskira Copyright (c) 2026 Ikram Humaidi, Siti Aisyah, Delfi Pebningsih, Rivandi Febrian, Embun Firdausi Amalia, Muhammad Yusran Al Faisal, Amelia Zaskira https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6363 Fri, 15 May 2026 00:00:00 +0700 Analisis Peran Guru Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta Di Min 1 Lampung Tengah https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6366 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di MIN 1 Lampung Tengah serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan karakter dalam menghadapi berbagai permasalahan moral dan sosial peserta didik di era modern. Kurikulum Berbasis Cinta diterapkan sebagai pendekatan pendidikan yang menanamkan nilai kasih sayang, kepedulian, toleransi, dan hubungan harmonis antara guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, guru, dan dokumen pendukung. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting sebagai pendidik, pembimbing, motivator, fasilitator, dan teladan dalam membentuk karakter peserta didik. Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dilakukan melalui pembiasaan budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun), kegiatan keagamaan, pendekatan humanis, dan komunikasi yang penuh kasih sayang. Faktor pendukung implementasi kurikulum meliputi dukungan kepala madrasah, kerja sama antar guru, kegiatan keagamaan, dan lingkungan sekolah yang kondusif. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan karakter peserta didik, pengaruh lingkungan luar sekolah, kurangnya perhatian sebagian orang tua, serta tuntutan administrasi dan target akademik guru. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat agar implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dapat berjalan secara optimal dalam membentuk peserta didik yang berkarakter dan berakhlak mulia.</em></p> Relawati, Agus Salim, Fadlul Munir, Fitri Suryani, Siti Nuraini, Jaenullah Jaenullah Copyright (c) 2026 Relawati, Agus Salim, Fadlul Munir, Fitri Suryani, Siti Nuraini, Jaenullah Jaenullah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6366 Fri, 15 May 2026 00:00:00 +0700 Masjid Sebagai Pusat Pendidikan Pada Masa Klasik Islam https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6239 <p>Masjid selain untuk sarana beribadah, juga di manfaatkan sebagai lembaga pendidikan Islam pada masa klasik Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan masjid pada masa klasik Islam, pendidikan di masjid pada masa klasik Islam dan bagaimana sistem pendidikan pada saat itu. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang berbasis data akademik. Data di kumpulkan melalui penelusuran 15 referensi yang berupa jurnal, kemudian di analisis menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan masjid pada masa klasik Islam dimulai sejak nambi Muhammad meninggalkan mekkah dan hijrah ke Madinah. Masjid pertama yang di bangun adalah Masjid Quba dan Masjid Nabawi. Selain itu, studi ilmiah menunjukkan&nbsp; bahwa sebelum masjid di bangun, kegiatan pendidikan di lakukan di rumah-rumah. Sementara itu, sistem pendidikan di masjid pada masa klasik Islam menggunakan beberapa metode seperti Suffah dan Kuttab, pendekatan istima’, tahfidz, talaqqi, serta diskusi dan ceramah. Selain itu, sistem halaqah juga menjadi ciri khas dalam pembelajaran yang menekankan interaksi secara langsung antara murid dan guru. Materi pendidikan yang berkembang pada masa itu selain pendidikan Islam juga mencakup aspek sosial, hukum, akhlak, dan kehidupan bermasyarakat.</p> Ikram Humaidi, Mudhiatun Nuriyah, Feny Nursyahira, Annisa Nuri Amelia, Tiara Kasih, Veni Munawaroh, Angghi Surya Ramadhan, Jasma Hendra Copyright (c) 2026 Ikram Humaidi, Mudhiatun Nuriyah, Feny Nursyahira, Annisa Nuri Amelia, Tiara Kasih, Veni Munawaroh, Angghi Surya Ramadhan, Jasma Hendra https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6239 Fri, 15 May 2026 00:00:00 +0700 Analisis Dampak Kurikulum Merdeka Terhadap Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Pembelajaran Sejarah Di Sma Negeri 1 Gemolong https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6294 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman guru sejarah mengenai kompetensi pedagogik dalam konteks penerapan kurikulum merdeka, menganalisis implementasi kompetensi pedagogik dalam pembelajaran sejarah, serta mengkaji dampak penerapan kurikulum merdeka terhadap kompetensi pedagogik guru di SMA Negeri 1 Gemolong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta subjek yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap kompetensi pedagogik dalam kurikulum merdeka tergolong baik, terutama dalam memahami karakteristik peserta didik dan penerapan pembelajaran berpusat pada siswa. Implementasi kompetensi pedagogik tercermin dalam perancangan pembelajaran yang fleksibel, penggunaan metode diskusi, serta pemberian ruang kebebasan kepada peserta didik dalam proses belajar. Namun demikian, masih terdapat kendala dalam pelaksanaannya, antara lain kesulitan dalam penyusunan modul ajar pada awal peralihan kurikulum lama ke kurikulum merdeka, keterbatasan pemahaman teknis terkait kurikulum, serta minimnya sosialisasi pada tahap awal penerapan. Penerapan kurikulum merdeka berdampak pada peningkatan kreativitas guru dalam mengajar dan keterlibatan peserta didik, meskipun masih diperlukan proses adaptasi terhadap perubahan kurikulum.</p> Fani Mariesa Rahman, Leo Agung Sutimin Copyright (c) 2026 Fani Mariesa Rahman, Leo Agung Sutimin https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6294 Fri, 15 May 2026 00:00:00 +0700 Penerapan Model Pembelajaran Game Based Learning Berbasis Media Crossword Terhadap Minat Belajar di SMPN 20 Bandar Lampung https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6541 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila yang masih didominasi oleh penggunaan buku dan penjelasan lisan guru, sedangkan media pembelajaran berbasis permainan belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Game Based Learning berbantuan media Crossword terhadap minat belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SMP Negeri 20 Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode Pre-eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design. Data penelitian dikumpulkan melalui tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 64,83 pada pretest menjadi 77,20 pada posttest. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 &lt; 0,05 yang berarti terdapat pengaruh signifikan. Selain itu, hasil uji N-Gain sebesar 0,37 berada pada kategori sedang. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model Game Based Learning berbasis media Crossword berpengaruh terhadap minat belajar peserta didik.</p> Agus Ananda, Yunisca Nurmalisa, Nurhayati Nurhayati, Berchah Pitoewas, Dian Permata Sari Copyright (c) 2026 Agus Ananda, Yunisca Nurmalisa, Nurhayati Nurhayati, Berchah Pitoewas, berchah.pitoewas@fkip.unila.ac.id https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6541 Fri, 22 May 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Model Pembelajaran Game Based Learning Berbasis Squid Game Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas III SD Negeri 2 Yangapi Bangli https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6444 <p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar matematika siswa kelas III SD Negeri 2 Yangapi Bangli. Proses pembelajaran yang masih konvensional menyebabkan siswa cenderung pasif, kurang antusias, dan menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Game Based Learning (GBL) berbasis Squid Game terhadap motivasi belajar matematika siswa. Penelitian menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas IIIA sebagai kelas kontrol dan kelas IIIB sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan angket motivasi belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas, dan Independent Sample T-Test dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 &lt; 0,05. Rata-rata skor motivasi belajar siswa pada kelas eksperimen sebesar 87,6 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 80,1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Game Based Learning berbasis Squid Game efektif dalam meningkatkan motivasi belajar matematika siswa kelas III SD Negeri 2 Yangapi Bangli.</em></p> Ni Kadek Sri Dianawati, I Made Wiguna Yasa, I Made Putra Aryana Copyright (c) 2026 Ni Kadek Sri Dianawati, I Made Wiguna Yasa, I Made Putra Aryana https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6444 Fri, 22 May 2026 00:00:00 +0700 Pembelajaran Al-Qur’an bagi Siswa Tunarungu melalui Metode Kitabah dan Bahasa Isyarat https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6574 <p><em>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembelajaran Al-Qur’an bagi siswa tunarungu melalui metode kitabah dan bahasa isyarat di Sekolah Luar Biasa (SLB). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru Pendidikan Agama Islam dan dokumentasi pembelajaran. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Al-Qur’an dilaksanakan melalui pendekatan visual dengan mengintegrasikan metode kitabah, bahasa isyarat, media visual, dan pengulangan materi secara bertahap. Metode kitabah membantu siswa mengenali dan mengingat bentuk huruf hijaiyah melalui aktivitas menulis, sedangkan bahasa isyarat berfungsi sebagai media komunikasi utama dalam penyampaian materi pembelajaran. Guru juga menerapkan pendekatan individual sesuai kemampuan siswa. Kendala utama dalam pembelajaran meliputi pelafalan makharijul huruf, keterbatasan kemampuan bahasa, dan perbedaan tingkat pemahaman siswa. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru menggunakan media visual interaktif, pengulangan materi, dan pendampingan intensif. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi metode kitabah dan bahasa isyarat dapat menjadi strategi pembelajaran Al-Qur’an yang adaptif dan inklusif bagi siswa tunarungu di SLB. </em></p> Muhammad Ikram Shiddiq, Anif Fadillah, M. Taufiq Ismail, Husni Idris Copyright (c) 2026 Anif Fadillah, Muhammad Ikram Shiddiq, M. Taufiq Ismail, Husni Idris https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6574 Sun, 24 May 2026 00:00:00 +0700 Sinergi Guru PAUD dalam Menghadapi Kurikulum Merdeka Berbasis Teknologi https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6308 <p>Perkembangan teknologi digital dan implementasi Kurikulum Merdeka membawa perubahan dalam dunia pendidikan, termasuk pada pendidikan anak usia dini (PAUD). Guru PAUD dituntut mampu menciptakan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini melalui pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergi guru dalam menghadapi implementasi Kurikulum Merdeka berbasis teknologi di TK As Salam Cepu serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di TK As Salam Cepu mulai memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran melalui penggunaan video edukasi, lagu interaktif, media visual, Canva, dan PowerPoint sederhana untuk mendukung kegiatan belajar anak usia dini. Sinergi antar guru terlihat melalui kerja sama dalam menyusun media pembelajaran, berbagi ide pembelajaran kreatif, dan pendampingan penggunaan teknologi. Faktor pendukung implementasi Kurikulum Merdeka berbasis teknologi meliputi dukungan kepala sekolah, kreativitas guru, dan antusiasme peserta didik terhadap media digital. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan fasilitas teknologi, kemampuan digital guru yang belum merata, serta keterbatasan penggunaan teknologi yang harus disesuaikan dengan karakteristik anak usia dini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi guru menjadi faktor penting dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka berbasis teknologi di TK As Salam Cepu.</p> Nana Purwanti, Siti Mudrikah, Ifa Jumrotun Naimah Copyright (c) 2026 Nana Purwanti, Siti Mudrikah, Ifa Jumrotun Naimah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6308 Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Media Spinning Wheel Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas IV SD Negeri 6 Batubulan Gianyar https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6232 <p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri 6 Batubulan Gianyar, yang disebabkan oleh kurangnya variasi model pembelajaran inovatif dan media pendukung yang interaktif. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan model Problem Based Learning berbantuan media Spinning Wheel terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri 6 Batubulan Gianyar. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain posttest only nonequivalent control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 79 siswa, terdiri atas 39 siswa kelas IV A sebagai kelompok eksperimen dan 40 siswa kelas IV B sebagai kelompok kontrol. Metode pengumpulan data menggunakan tes posttest berupa tes objektif pilihan ganda sebanyak 20 butir soal yang telah tervalidasi. Teknik analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis (Independent Sample T-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Hasil analisis uji Independent Sample T-test terhadap hasil belajar peserta didik diperoleh angka sebesar 6,098 dengan taraf signifikansi sebesar 0,000. Jika angka signifikansi Sig. (2-tailed) &lt; 0,05 sehingga hasilnya 0,000 &lt; 0,05 maka maka hasil perhitungan tersebut membuktikan bahwa hipotesis H<sub>0</sub> ditolak dan H<sub>1 </sub>diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terhadap model Problem Based Learning berbantuan media Spinning Wheel terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas IV SD Negeri 6 Batubulan Gianyar.</em></p> Ni Kadek Melan Puspita, I Gusti Ngurah Triyana, Made Gautama Jayadiningrat, Ni Nyoman Ayu Suciartini Copyright (c) 2026 Ni Kadek Melan Puspita, I Gusti Ngurah Triyana, Made Gautama Jayadiningrat https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6232 Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 +0700 Implementasi Program Cahaya Dhuha dalam Meningkatkan Disiplin Ibadah Anak Usia Dini di RA Sunan Ampel 02 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6318 <p>Penelitian ini mengkaji implementasi program “Cahaya Dhuha” dalam membentuk kedisiplinan ibadah anak usia dini di RA Sunan Ampel 02. Program ini dirancang sebagai kegiatan pembiasaan yang terstruktur untuk menanamkan praktik ibadah sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembiasaan ibadah melalui program tersebut serta menganalisis perannya dalam pembentukan karakter anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program dilaksanakan secara rutin dan terstruktur, mulai dari wudhu, pembacaan niat, pelaksanaan sholat dhuha, hingga doa bersama. Proses pembiasaan ini mampu menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta kesadaran spiritual pada anak. Anak menunjukkan respon positif berupa keterlibatan aktif, peningkatan kemampuan menghafal doa, serta pemahaman tahapan ibadah. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan ketenangan emosi, optimisme, rasa syukur, dan kepercayaan diri anak melalui kegiatan yang dilakukan secara berulang dan terarah. Meskipun terdapat kendala keterbatasan ruang, dukungan orang tua menjadi faktor pendukung keberhasilan program. Kesimpulannya, program “Cahaya Dhuha” efektif sebagai media pembiasaan ibadah dalam mengintegrasikan nilai religius dan pembentukan karakter anak usia dini.</p> Revia Ningrum, Alif Mudiono, Eny Nur Aisyah, Nur Hana Azizah Copyright (c) 2026 Revia Ningrum, Alif Mudiono, Eny Nur Aisyah, Nur Hana Azizah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6318 Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 +0700 Sekolah Islam Terpadu sebagai Transformatif Pendidikan Islam dan Solusi Degradasi Moral Anak Bangsa https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6421 <p>Fenomena degradasi moral di kalangan generasi muda Indonesia menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan. Berbagai kasus seperti meningkatnya perilaku kekerasan, kurangnya etika sosial, serta rendahnya kesadaran spiritual menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam sistem pendidikan yang cenderung menitikberatkan pada aspek kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Sekolah Islam Terpadu (SIT) sebagai solusi dalam mengatasi degradasi moral anak bangsa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui studi literatur dari buku dan jurnal ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIT mampu menjadi model pendidikan alternatif yang efektif melalui integrasi kurikulum, pembiasaan nilai-nilai keislaman, keteladanan guru, serta sinergi antara sekolah dan keluarga. Dengan pendekatan holistik tersebut, SIT berkontribusi dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia dan berintegritas</p> Muhamad Abdilah, Nur Cholid, M. Ahsanul Husna Copyright (c) 2026 Muhamad Abdilah, Nur Cholid, M. Ahsanul Husna https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6421 Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 +0700 Urgensi Pendidikan Islam Transformatif di Indonesia https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6496 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi dan signifikansi penerapan paradigma pendidikan Islam transformatif di tengah dinamika disrupsi teknologi dan kompleksitas problem sosiologis di Indonesia. Fenomena stagnasi pendidikan Islam yang cenderung terjebak pada aspek kognitif-ritualistik dan pola pembelajaran konservatif (banking concept) menyebabkan output pendidikan seringkali teralienasi dari realitas sosial, seperti krisis ekologi, intoleransi, dan degradasi moral. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan (library research), penelitian ini mengeksplorasi dekonstruksi epistemologi pendidikan Islam menuju model yang lebih inklusif, dialogis, dan kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pendidikan Islam menjadi sebuah keharusan melalui tiga pilar utama: (1) integrasi-interkoneksi antara ilmu agama dan sains modern (seperti ekoteologi dan literasi digital); (2) reorientasi pedagogi dari pusat guru (teacher-centered) menuju dialog emansipatoris yang menumbuhkan kesadaran kritis (conscientization); dan (3) internalisasi nilai-nilai moderasi (Aswaja) serta kearifan lokal (Islam Nusantara) sebagai benteng ideologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam transformatif mampu merekonstruksi peran agama sebagai kekuatan pembebas yang responsif terhadap tantangan zaman. Implikasi dari penelitian ini menuntut adanya perombakan kebijakan kurikulum yang lebih fleksibel dan pengembangan kapasitas pendidik sebagai agen perubahan sosial yang adaptif terhadap era kecerdasan buatan (AI).</em></p> Abdul Hamid, Nur Cholid, M. Ahsanul Husna Copyright (c) 2026 Abdul Hamid, Nur Cholid, M. Ahsanul Husna https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6496 Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 +0700 Paradigma Pemikiran Lembaga Dakwah https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6528 <p><em>Lembaga dakwah memiliki peran strategis dalam mentransformasikan nilai-nilai Islam ke dalam kehidupan sosial masyarakat yang dinamis. Perkembangan zaman yang ditandai oleh globalisasi, digitalisasi, dan kompleksitas persoalan sosial menuntut adanya pembaruan paradigma dakwah agar tetap relevan, kontekstual, dan berdampak luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis paradigma pemikiran lembaga dakwah yang meliputi pendekatan normatif, struktural, kultural, dan transformatif, serta mengkaji keterkaitan dan relevansi antarparadigma dalam menjawab tantangan dakwah kontemporer. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur ilmiah terkait ilmu dakwah. Hasil kajian menunjukkan bahwa paradigma normatif berperan sebagai fondasi teologis dalam menjaga kemurnian ajaran Islam, paradigma struktural berorientasi pada perubahan sistem sosial dan kebijakan publik, paradigma kultural menekankan dialog dengan budaya lokal, sedangkan paradigma transformatif berfokus pada pemberdayaan dan perubahan sosial yang berkeadilan. Namun, penggunaan paradigma secara parsial cenderung menghasilkan pendekatan dakwah yang kurang optimal. Oleh karena itu, integrasi keempat paradigma menjadi pendekatan yang paling relevan dalam membangun model dakwah yang holistik, adaptif, dan transformatif. Pendekatan integratif ini memungkinkan lembaga dakwah tidak hanya berfungsi sebagai penyampai ajaran agama, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai permasalahan umat.</em></p> Tegar Efrizal, Miftah Maisuri Zen, Muhammad Firdaus, M Yakub Copyright (c) 2026 Tegar Efrizal, Miftah Maisuri Zen, Muhammad Firdaus, M Yakub https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6528 Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 +0700 Landasan Islam Transformatif: Analisis Normatif, Filosofis, dan Operasional dalam Pendidikan Islam https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6556 <p><em>Pendidikan Islam saat ini dihadapkan pada tantangan globalisasi dan disrupsi moral yang menuntut reposisi peran institusi pendidikan dari sekadar transfer pengetahuan menjadi agen perubahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dan ilmiah mengenai tiga pilar utama landasan Islam Transformatif dalam pendidikan Islam, yaitu landasan normatif, filosofis, dan operasional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), di mana analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) secara kritis dan deskriptif terhadap pemikiran teologi emansipatif dan pedagogi kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa landasan normatif bersumber dari teologi pembebasan Al-Qur'an dan As-Sunnah yang menekankan keadilan sosial. Landasan filosofis mengintegrasikan nilai teologi profetik dan pedagogi kritis yang memandang manusia sebagai subjek sejarah yang merdeka. Sementara itu, landasan operasional mengejawantahkan paradigma ini ke dalam rekonstruksi kurikulum berbasis realitas sosio-keagamaan, metode pembelajaran dialogis, relasi egaliter antara pendidik dan peserta didik, serta evaluasi berbasis aksi nyata. Secara teoretis, studi ini memperkaya khazanah epistemologi filsafat pendidikan Islam, sedangkan secara praktis memberikan panduan bagi rekonstruksi kurikulum yang emansipatif</em></p> Siswanto, Nur Cholid, M Ahsanul Husna Copyright (c) 2026 Siswanto, Nur Cholid, M Ahsanul Husna https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6556 Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 +0700 Peningkatan Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Problem Based Learning Di SMPN 1 Sanakulon https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6331 <p>Tantangan pendidikan di era modern mengharuskan siswa untuk menguasai kompetensi abad ke-21, termasuk kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Kendati demikian, realitas di lapangan menunjukkan bahwa dominasi metode konvensional yang berpusat pada pendidik masih sering ditemukan, yang mengakibatkan penyampaian materi tidak maksimal dan rendahnya tingkat motivasi serta pencapaian akademik siswa. Sebagai langkah solutif, model Problem Based Learning (PBL) diterapkan untuk memperbaiki kondisi tersebut. Penelitian ini diarahkan untuk menganalisis: 1) Pengaruh Problem Based Learning terhadap motivasi dan hasil belajar pada mata pelajaran PAI. 2) Efektivitas Problem Based Learning dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa mata pelajaran PAI. &nbsp;Melalui pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen, data dihimpun menggunakan instrumen angket dan tes. Proses pengolahan data dilakukan dengan uji MANOVA, serta perhitungan partial eta squared dan N-Gain Score. Temuan riset membuktikan bahwa PBL berpengaruh signifikan terhadap motivasi dan hasil belajar PAI, dengan kontribusi masing-masing sebesar 34,1% dan 22%. Selain itu, model ini terbukti efektif dalam meningkatkan variabel terkait, ditunjukkan dengan perolehan N-Gain Score sebesar 52% untuk motivasi dan 62% untuk hasil belajar.</p> Sinta Khurul Aini, Muhammad Dwi Toriyono Copyright (c) 2026 Sinta Khurul Aini, Muhammad Dwi Toriyono https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6331 Tue, 02 Jun 2026 00:00:00 +0700 Dinamika Pendidikan Islam Era Bani Umayyah Dan Bani Abbasiyah https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6537 <p><em>Pendidikan memiliki peran penting dalam perkembangan Islam sebagai pedoman hidup yang universal. Hubungan antara pendidikan dan Islam bersifat erat dan tidak dapat dipisahkan, karena pendidikan menjadi sarana utama dalam mewujudkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika pendidikan Islam pada masa Bani Umayyah serta perbandingannya dengan masa awal Dinasti Abbasiyah. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber terkait sejarah pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pada masa Bani Umayyah, sistem pendidikan masih bersifat desentralisasi, belum terstandarisasi, dan kurang mendapat perhatian pemerintah akibat kondisi sosial, politik, dan ekonomi yang tidak stabil. Hal ini berdampak pada lambatnya perkembangan intelektual. Sebaliknya, pada masa awal Dinasti Abbasiyah, pendidikan Islam mengalami perkembangan pesat yang ditandai dengan banyaknya lembaga pendidikan, meningkatnya minat belajar masyarakat, serta pembagian pendidikan menjadi formal dan nonformal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa masa Bani Umayyah merupakan fase awal yang masih terbatas, sedangkan masa Abbasiyah menjadi periode kemajuan signifikan dalam sejarah pendidikan Islam.</em></p> Ikram Humaidi, Andrian Desta, Ghesan Riyadi Ananda, Mutiara Fitri, Rizkina Zahara, Sinta Anjelina, Ulfa Adelia Putri Copyright (c) 2026 Ikram Humaidi, Andrian Desta, Ghesan Riyadi Ananda, Mutiara Fitri, Rizkina Zahara, Sinta Anjelina, Ulfa Adelia Putri https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6537 Tue, 02 Jun 2026 00:00:00 +0700 Tafsir Sastrawi Al-Qur’an: Telaah Kritis Pemikiran Bint al-Syāṭi’ dan Aḥmad Muḥammad Khalafallāh serta Implikasinya dalam Pembelajaran Al-Qur’an https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6623 <p>Penelitian ini membahas pemikiran Bint al-Syāṭi’ dan Muḥammad Aḥmad Khalafallāh dalam pengembangan tafsir sastrawi Al-Qur’an serta relevansinya dalam pembelajaran Al-Qur’an. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan pembelajaran Al-Qur’an yang masih dominan berorientasi pada aspek teknis, seperti tajwid dan hafalan, sehingga kurang memberi ruang bagi apresiasi estetika, linguistik, dan makna edukatif Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi tokoh melalui analisis deskriptif, komparatif, kritis, dan inferensial terhadap karya-karya utama kedua tokoh tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bint al-Syāṭi’ menekankan ketepatan diksi, prinsip anti-sinonimitas, serta kesatuan makna internal Al-Qur’an melalui analisis linguistik yang ketat. Sementara itu, Khalafallāh menyoroti fungsi kisah Al-Qur’an sebagai media retoris yang mengandung pesan moral, psikologis, dan pedagogis, bukan semata-mata laporan historis. Kedua pemikiran tersebut memiliki titik temu dalam memandang Al-Qur’an sebagai teks sastra ilahiah yang menuntut pembacaan holistik. Integrasi keduanya menawarkan model pembelajaran Al-Qur’an yang lebih komprehensif, yaitu menggabungkan analisis linguistik mikro dengan analisis naratif makro agar peserta didik dapat memahami keindahan bahasa sekaligus kedalaman pesan hidayah Al-Qur’an.</p> Kholil Muttaqin Copyright (c) 2026 Kholil Muttaqin https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6623 Tue, 02 Jun 2026 00:00:00 +0700 Learning Strategies and Literacy Practices in a Madrasah Library Community https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6651 <p>This study explores the learning strategies and literacy practices developed within a madrasah library community through a qualitative case study approach. The research was conducted at the Ibnu Sahnun Library of MAN Kota Palangka Raya and focused on one student member of the Sahabat Perpustakaan community who successfully passed achievement-based university admission pathways. Data were collected through semi-structured interviews then analyzed using thematic analysis. The findings revealed that participation in the madrasah library community contributed positively to the student’s academic preparation, literacy habits, communication skills, self-development, and academic motivation. Literacy activities such as writing projects, storytelling programs, literacy outreach, and content creation encouraged reflective learning, critical thinking, and collaborative engagement. The study also found that the library community functioned not only as a reading space but also as a student-centered educational environment that supported creativity, leadership, and meaningful literacy experiences. This study highlights the potential role of madrasah library communities in strengthening literacy culture and supporting holistic student development within Islamic educational contexts.</p> Ikrimah Copyright (c) 2026 Ikrimah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6651 Tue, 02 Jun 2026 00:00:00 +0700 Optimalisasi Kemampuan Numerasi: Pengembangan LKPD Berbasis Metakognisi ditinjau dari Aspek Memori https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6762 <p>Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis metakognisi agar pendidik dapat memfasilitasi kemampuan numerasi siswa yang ditinjau dari aspek memori. Metakognisi mengatur bagaimana siswa menggunakan dan mengevaluasi informasi yang tersimpan dalam memori, sedangkan memori menyediakan sumber daya kognitif untuk berpikir reflektif. Dalam konteks kemampuan numerasi, interaksi kedua aspek ini berperan dalam menentukan sejauh mana siswa dapat mengolah informasi, menilai kesesuaian strategi, dan mengambil keputusan yang tepat. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan <em>deep analysis </em>agar dapat menguraikan gambaran mendalam dari hasil penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode <em>Research and Development </em>(R&amp;D) dengan model pengembangan ADDIE (<em>Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation</em>). Subjek penelitian ini yakni peserta didik kelas VIII di berbagai SMP di Kota Malang. Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>random sampling</em> dengan total subjek sebanyak 3 orang<em>. </em>Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket validasi, angket respons siswa, dan tes kemampuan numerasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memperoleh persentase validitas sebesar 95,5% dengan kategori sangat baik dan persentase kepraktisan sebesar 93,33% dengan kategori sangat praktis. Hasil implementasi menunjukkan bahwa LKPD berbasis metakognisi mampu membantu siswa memahami masalah numerasi secara lebih reflektif melalui aktivitas pengetahuan awal, eksplorasi, monitoring, rangkuman mandiri, dan refleksi. Selain itu, integrasi aspek memori dalam LKPD membantu siswa menghubungkan pengetahuan sebelumnya dengan konsep baru dalam penyelesaian masalah kontekstual. Dengan demikian, LKPD berbasis metakognisi ditinjau dari aspek memori layak digunakan untuk memfasilitasi kemampuan numerasi siswa SMP.</p> Annisaa Khoirunnillah, Vina Ananda Aprilia, Siti Inganah Copyright (c) 2026 Annisaa Khoirunnillah, Vina Ananda Aprilia, Siti Inganah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6762 Tue, 02 Jun 2026 00:00:00 +0700 Transformasi Perencanaan Sistem PAI Yang Adaptif Dalam Membentuk Integritas Moral Generasi Z Di Tengah Arus Globalisasi https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6858 <p>Nilai dan moralitas generasi muda, khususnya Generasi Z yang tumbuh dalam ekosistem digital yang serba terbuka dan tanpa batas. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran mendalam terhadap degradasi integritas moral yang semakin nyata di kalangan pelajar Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis konsep perencanaan sistem Pendidikan Agama Islam (PAI) yang adaptif dalam membentuk integritas moral Generasi Z; (2) mengkaji pengaruh arus globalisasi terhadap integritas moral Generasi Z serta peran sistem PAI sebagai benteng nilai-nilai keislaman; dan (3) merumuskan strategi implementasi sistem PAI yang adaptif di tengah derasnya arus globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang diperkuat dengan analisis deskriptif-analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap pergeseran nilai moral Generasi Z, yang ditandai dengan melemahnya komitmen terhadap norma-norma keagamaan dan etika sosial. Di sisi lain, sistem PAI yang dirancang secara adaptif dan kontekstual terbukti mampu menjadi instrumen efektif dalam membentengi dan membangun kembali integritas moral peserta didik. Strategi implementasi yang integratif, berbasis teknologi, dan berakar pada nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin menjadi kunci keberhasilan PAI dalam menjawab tantangan zaman. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan kurikulum dan kebijakan pendidikan Islam yang responsif terhadap dinamika global.</p> Rifkina Shufia Labiba, Mar’atu Rosyada Al Fariz, Naelum Minatika, Abdul Azim Copyright (c) 2026 Rifkina Shufia Labiba, Mar’atu Rosyada Al Fariz, Naelum Minatika, Abdul Azim https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6858 Tue, 02 Jun 2026 00:00:00 +0700 Ketika Semua Anak Harus Belajar Bersama: Realitas Pembelajaran Inklusi di TK Reguler https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6867 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan inklusi sebagai upaya pemenuhan hak belajar bagi seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, di sekolah reguler. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada jenjang taman kanak-kanak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan inklusi, kerja sama dengan Pusat Layanan Disabilitas (PLD), peran <em>shadow teacher</em>, serta kendala yang dihadapi di TKN Pembina Kepanjenkidul. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek kepala sekolah dan guru kelas, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi nyata di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah menerapkan pendidikan inklusi meskipun belum berstatus resmi. Sekolah menerima berbagai jenis anak berkebutuhan khusus seperti <em>speech delay</em>, autisme, ADHD, dan <em>slow learner</em>. Pelaksanaan inklusi didukung melalui kerja sama dengan PLD dalam asesmen dan pelatihan guru. Selain itu, keberadaan <em>shadow teacher</em> membantu pendampingan anak berkebutuhan khusus selama pembelajaran. Guru juga menerapkan strategi pembelajaran adaptif seperti pengulangan instruksi, komunikasi dua arah, dan kegiatan yang menarik. Namun, pelaksanaan masih menghadapi kendala seperti keterbatasan tenaga ahli, sarana prasarana, serta kurangnya penerimaan sebagian orang tua. Dengan demikian, diperlukan kolaborasi berkelanjutan antara sekolah, orang tua, dan tenaga profesional untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan inklusi di sekolah reguler.</p> Nadine Qothrunnada Dwihanti, Mahmada Assyifa, Surayanah Copyright (c) 2026 Nadine Qothrunnada Dwihanti, Mahmada Assyifa, Surayanah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6867 Tue, 02 Jun 2026 00:00:00 +0700 Peran Self-Awareness Berbasis STIFIn dalam Meningkatkan Person-Jib Fit dan Mengurangi Quiet Quitting pada Guru https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6879 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran selfawareness berbasis STIFIn dalam meningkatkan person-job fit serta implikasinya terhadap penurunan perilaku quiet quitting pada guru di sekolah Islam bilingual. Fenomena quiet quitting yang ditandai dengan rendahnya keterlibatan kerja menjadi tantangan signifikan dalam pengelolaan sumber daya manusia di sektor pendidikan. Quiet quitting merujuk pada kondisi ketika individu hanya bekerja sebatas memenuhi tuntutan minimum pekerjaan tanpa menunjukkan keterlibatan emosional maupun kontribusi tambahan (Yılmaz et al., 2025). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap guru sebagai responden. Variabel yang diteliti meliputi selfawareness berbasis STIFIn sebagai variabel independen, person-job fit sebagai variabel mediasi, dan quiet quitting sebagai variabel dependen. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda atau Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa peningkatan selfawareness berkontribusi positif terhadap peningkatan person-job fit, yang selanjutnya menurunkan kecenderungan perilaku quiet quitting. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pengelolaan sumber daya manusia di lembaga pendidikan, khususnya dalam pengembangan dan penempatan guru berbasis potensi individu.</em></p> Mutmainah Copyright (c) 2026 Mutmainah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6879 Tue, 02 Jun 2026 00:00:00 +0700 Penggunaan Media LKPD Berbasis Canva Pada Mata Pelajaran Ipas Kelas V di SD Negeri 12 Peguyangan Denpasar Utara https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7004 <p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penggunaan media pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, menarik, dan bermakna bagi peserta didik sekolah dasar. Dalam pembelajaran IPAS, penggunaan media yang kurang variatif menyebabkan peserta didik cenderung pasif dan kurang tertarik dalam mengikuti pembelajaran. Salah satu media yang digunakan yaitu LKPD berbasis Canva. Adapaun masalah yang akan dibahas antara lain (1) Penggunaan LKPD berbasis canva, (2) Kendala yang dihadapi (3) Dampak penggunaan media LKPD berbasis Canva pada mata pelajaran IPAS kelas V di SD Negeri 12 Peguyangan, Denpasar Utara. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teori Kerucut Pengalaman yang dikemukakan oleh Edgar Dale dan Teori Fungsionalisme yang dikemukakan oleh Talcott Parsons. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yaitu guru kelas V dan peserta didik kelas V SD Negeri 12 Peguyangan, Denpasar Utara. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media LKPD berbasis Canva dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Dalam penggunaannya terdapat beberapa kendala, seperti kurangnya keaktifan sebagian peserta didik dalam diskusi kelompok serta keterbatasan waktu dalam pelaksanaan pembelajaran. Meskipun demikian, penggunaan media LKPD berbasis Canva memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran IPAS, yaitu meningkatkan keaktifan belajar, pemahaman materi, minat belajar, serta keterampilan kerja sama peserta didik. Penggunaan LKPD berbasis Canva juga mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, tidak monoton, dan berpusat pada peserta didik.</em></p> Desak Nyoman Nogi Pratiwi, I Wayan Darna, I Made Putra Aryana Copyright (c) 2026 Desak Nyoman Nogi Pratiwi, I Wayan Darna, I Made Putra Aryana https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7004 Tue, 02 Jun 2026 00:00:00 +0700 Membongkar Tantangan P5 di Era Globalisasi Digital: Strategi Membangun Generasi Pancasila yang Adaptif dan Kompetitif https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6659 <p>Globalisasi digital memberikan dampak signifikan terhadap pembentukan karakter peserta didik melalui meningkatnya paparan media sosial dan kecerdasan buatan, sementara implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan kesiapan guru, rendahnya literasi digital, dan kesenjangan fasilitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan sistemik dalam pelaksanaan P5 serta merumuskan strategi adaptif dalam penguatan pendidikan karakter menuju Indonesia Emas 2045. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari 35 artikel ilmiah terbitan 2023–2026, dokumen kebijakan Kurikulum Merdeka, serta laporan lembaga nasional dan internasional seperti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta UNICEF. Analisis data dilakukan melalui teknik coding tematik dan sintesis konseptual untuk mengidentifikasi hambatan utama serta peluang inovasi dalam implementasi P5. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi P5 menghadapi tantangan yang saling berkaitan, seperti dominasi penggunaan media digital oleh peserta didik dibandingkan aktivitas belajar terstruktur, keterbatasan literasi keamanan digital, serta meningkatnya risiko pelanggaran integritas akademik. Strategi yang diidentifikasi meliputi digitalisasi modul berbasis platform gratis, pemanfaatan kecerdasan buatan untuk efisiensi kerja guru, triangulasi komunitas dalam pengawasan pembelajaran, gamifikasi berbasis budaya lokal-global, serta penguatan integritas digital sebagai perluasan pendidikan karakter. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan strategi P5 yang lebih adaptif dan kontekstual.</p> Anisa Fitri Andarista, Ahmad Sayyid Fityan, Moh Faizin Copyright (c) 2026 Anisa Fitri Andarista, Ahmad Sayyid Fityan, Moh Faizin https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6659 Tue, 02 Jun 2026 00:00:00 +0700 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Memperkuat Proses Pembelajaran yang Berkualitas https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7005 <p>Artikel ini menyajikan studi konseptual tentang pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran. Tujuannya adalah untuk menjelaskan bagaimana teknologi dapat diarahkan untuk memperkuat pembelajaran yang bermakna melalui integrasi dengan komponen pedagogis, psikologis, manajerial, dan kebijakan. Metodologi yang digunakan adalah tinjauan pustaka kualitatif, yang mensintesis perspektif teoretis dari berbagai sumber akademis untuk membangun pemahaman komprehensif tentang integrasi teknologi dalam pendidikan. Temuan menunjukkan bahwa integrasi teknologi yang efektif membutuhkan pendekatan holistik di mana alat-alat teknologi tidak hanya ditambahkan ke praktik yang ada tetapi secara sistematis diintegrasikan ke dalam desain kurikulum, strategi pengajaran, dan metode penilaian. Faktor keberhasilan utama meliputi kompetensi guru dalam memilih dan menggunakan teknologi yang tepat, ketersediaan infrastruktur yang memadai, kepemimpinan sekolah yang mendukung, dan keterlibatan aktif orang tua dan masyarakat. Ketika elemen-elemen ini bekerja secara harmonis, teknologi berfungsi sebagai media untuk pengalaman belajar yang adaptif, kolaboratif, dan personal. Studi ini menyimpulkan bahwa teknologi harus dipandang sebagai pendorong yang memperluas akses pendidikan dan memperkaya pembelajaran, namun pemanfaatannya harus dipandu oleh prinsip-prinsip pedagogis yang baik dan pertimbangan etis untuk memastikan bahwa dimensi manusia dalam pendidikan tetap menjadi pusat perhatian..</p> Rahayu Mardikaningsih, Dewi Rahma Fatiya Marsya , Siti Lailatul Maulidia, Ermy Faradillah, Intan Tri Sukowati Copyright (c) 2026 Rahayu Mardikaningsih, Dewi Rahma Fatiya Marsya , Siti Lailatul Maulidia, Ermy Faradillah, Intan Tri Sukowati https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7005 Tue, 02 Jun 2026 00:00:00 +0700 Dampak Program Tahfidz Al-Qur’an Terhadap Perilaku Keagamaan Santriwati di Pondok Pesantren Karya Pembangunan Ribhatul Khail Tenggarong https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6994 <p><em>Program menghafalkan Al-Quran (tahfidz) merupakan salah satu program pendidikan Islam yang ditujukan untuk membentuk perilaku dan karakter religius peserta didik melalui pembiasaan membaca, menghafalkan, dan memahami Al-Quran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program tahfidz, mengidentifikasi perilaku keagamaan peserta didiknya, serta menganalisis pengaruh program tahfidz terhadap perilaku keagamaan peserta didik di Pondok shariah Karya Pembangunan Ribhatul Khail Tenggarong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Partisipan penelitian meliputi kepala madrasah, koordinator tahfidz, ustadzah tahfidz, peserta didiknya, dan teman sebaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tahfidz dilaksanakan secara teratur melalui kegiatan muraja'ah, menghafalan, dan setoran hafalan dengan menggunakan metode talaqqi, iqra', dan muraja'ah. Program tahfidz memberikan dampak positif terhadap perilaku keagamaan peserta didiknya, seperti peningkatan kedisiplinan, kebiasaan membaca Al-Quran, sikap sopan santun, dan perbaikan hubungan sosial antar peserta didiknya maupun dengan guru. Namun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi beberapa hambatan seperti perbedaan kemampuan menghafal, kurang fokus saat menghafal, dan keterbatasan waktu. Dengan demikian, pondok pesatren memberikan pembimbingan, motivasi, dan pembiasaan muraja'ah secara teratur agar program tahfidz dapat berjalan secaraoptimal dalam membentuk perilaku keagamaan peserta didiknya</em>.</p> Nur Amanah, Falisha Ramadhani, Mumtazah Nawar Afifah, Niya Armita Sari, Arbiah, Mubarak Copyright (c) 2026 Nur Amanah, Falisha Ramadhani, Mumtazah Nawar Afifah, Niya Armita Sari, Arbiah, Mubarak https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6994 Tue, 02 Jun 2026 00:00:00 +0700 Teacher Professional Ethics in Addressing the Changing Characteristics of Generation Alpha Students https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7041 <p><em>The rapid development of digital technology has shaped the characteristics of Generation Alpha learners, who are highly familiar with technology, visually oriented, interactive, and accustomed to instant access to information. These changes create new challenges for teachers in carrying out their professional duties. Many educational practices still rely on conventional approaches that are less relevant to current students. This study aims to analyze the importance of teacher professional ethics in responding to the changing character of Generation Alpha students. This research uses a qualitative library research approach by examining books, journal articles, and relevant academic sources. The findings show that teacher professional ethics remain a fundamental basis in education, but their implementation must be adjusted to current developments. Ethical values such as responsibility, integrity, fairness, exemplary conduct, empathy, and professionalism need to be integrated with digital literacy and adaptive learning approaches. The study also finds a gap between the ideal concept of teacher ethics and educational realities, where some teachers still face limitations in technology mastery and innovative teaching strategies. Therefore, redefining teacher professional ethics in the modern era is necessary to meet the needs of Generation Alpha learners.</em></p> Risqi Andini, Rifkina Shufia Labibah, Amalia Shinta Defi, Nur Khasanah Copyright (c) 2026 Risqi Andini, Rifkina Shufia Labibah, Amalia Shinta Defi, Nur Khasanah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7041 Tue, 02 Jun 2026 00:00:00 +0700 Problematika dan Reorientasi Pendidikan Pesantren di Era Globalisasi https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7067 <p>Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia menghadapi berbagai tantangan dan problematika di era globalisasi yang terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi problematika yang dihadapi pendidikan pesantren dalam menghadapi era globalisasi; (2) menganalisis dampak globalisasi terhadap sistem pendidikan, kurikulum, dan nilai-nilai pesantren tradisional; serta (3) menyusun bentuk reorientasi pendidikan pesantren yang diperlukan agar tetap relevan tanpa kehilangan identitas keislaman. Metode yang digunakan adalah kajian literatur (<em>library study</em>) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai sumber akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren menghadapi problematika internal berupa keterbatasan kurikulum tradisional, manajemen yang belum profesional, keterbatasan keuangan, serta sarana prasarana yang kurang memadai. Globalisasi membawa dampak signifikan pada perubahan sistem pendidikan, perubahan kurikulum, dan transformasi fungsi sosial pesantren. Reorientasi yang diperlukan meliputi rekonstruksi sinkronisasi integratif, penguatan literasi digital, pembentukan kompetensi abad ke-21, serta modernisasi manajemen pendidikan. Dengan reorientasi yang tepat, pesantren dapat menjadi lembaga pendidikan yang adaptif dan kompetitif di era global tanpa mengorbankan nilai-nilai keislaman.</p> Nor Alini, Muhammad Rizqi Bahrain, Ajahari Copyright (c) 2026 Nor Alini, Muhammad Rizqi Bahrain, Ajahari https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7067 Tue, 02 Jun 2026 00:00:00 +0700 Internalisasi Nilai-Nilai Akhlak Islami melalui Konten Religi Digital pada Peserta Didik Generasi Z https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7096 <p><em>Arus globalisasi yang semakin intens telah membawa perubahan signifikan dalam aspek budaya, sosial, dan moral kehidupan masyarakat, terutama pada Generasi Z yang sangat akrab dengan teknologi digital. Fenomena ini menimbulkan tantangan serius terhadap proses internalisasi nilai-nilai Islam, karena eksposur terhadap budaya global dapat melemahkan identitas spiritual dan karakter religius peserta didik muda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi internalisasi nilai-nilai Islam bagi Generasi Z di tengah pengaruh globalisasi yang kompleks dan dinamis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi literatur yang bersumber dari artikel ilmiah, buku, serta penelitian terdahulu tentang pendidikan Islam, perkembangan remaja, dan dinamika budaya digital.Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Islam bagi Generasi Z dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan, antara lain penguatan literasi keislaman digital, keteladanan dalam lingkungan keluarga dan pendidikan, pemanfaatan media sosial sebagai sarana dakwah kreatif, serta integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum pendidikan formal maupun nonformal. Proses ini mencakup tahapan pengetahuan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan sehingga terbentuk karakter religius yang kokoh. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi nilai Islam di era globalisasi memerlukan inovasi pedagogis yang adaptif serta kolaborasi antara keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Temuan ini berimplikasi pada pengembangan kebijakan pendidikan Islam yang relevan dengan kebutuhan generasi digital.</em></p> M. Kasyful Anwar, Ahmad, Hendro Perdana Putra, Eko Nursalim Copyright (c) 2026 M. Kasyful Anwar, Ahmad, Hendro Perdana Putra, Eko Nursalim https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7096 Tue, 02 Jun 2026 00:00:00 +0700 Visualisasi Alam Ghaib: Mekanisme Istiarah dan Kontribusi Imajinasi Eskatologi dalam Shahih Bukhari dan Muslim https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7164 <p><em>Bahasa agama sering kali menghadapi tantangan epistemologis dalam menjembatani kognisi manusia yang terbatas dengan realitas metafisika yang absolut, khususnya dalam narasi eskatologi. Penelitian ini bertujuan untuk membedah mekanisme Istiarah (metafora) sebagai instrumen konstruksi imajinasi alam ghaib dalam Sahih Bukhari dan Muslim. Menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan retoris-hermeneutik berbasis kerangka Ilmu al-Bayan, penelitian ini melakukan analisis mikro-struktural terhadap hadis-hadis eskatologi pilihan yang memiliki intensitas visual tinggi. Data dikumpulkan melalui teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan metode dekonstruksi unsur retoris (Musta’ar Minhu, Musta’ar Lahu, Alaqah, dan Qarinah). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa narasi eskatologi dalam Sahih Bukhari dan Muslim secara dominan menggunakan Istiarah Makniyyah (50%) dan Istiarah Tamtsiliyyah (30%) untuk mentransformasikan konsep abstrak menjadi citraan konkret. Temuan spesifik menunjukkan bahwa personifikasi kematian sebagai entitas biologis dan animasi fenomena alam (seperti napas neraka dan sujudnya matahari) berfungsi sebagai visualizing agent yang mereduksi kompleksitas ontologis menjadi skema pengalaman duniawi. Hal ini membuktikan bahwa mekanisme Istiarah bekerja melalui pemetaan fungsional yang memungkinkan audiens membangun peta mental yang jelas mengenai realitas transenden. Implikasi teoretis dari penelitian ini memperluas fungsi Balagah klasik dari sekadar hiasan stilistika menjadi epistemologi visualisasi iman, sementara secara praktis memberikan kerangka interpretatif baru bagi pengajaran hadis agar terhindar dari bias literalisme kaku. Penelitian ini menegaskan posisi retorika kenabian sebagai mahakarya kognitif yang mengintegrasikan estetika linguistik dengan kedalaman teologis dalam diskursus akademik internasional.</em><em>Bahasa agama sering kali menghadapi tantangan epistemologis dalam menjembatani kognisi manusia yang terbatas dengan realitas metafisika yang absolut, khususnya dalam narasi eskatologi. Penelitian ini bertujuan untuk membedah mekanisme Istiarah (metafora) sebagai instrumen konstruksi imajinasi alam ghaib dalam Sahih Bukhari dan Muslim. Menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan retoris-hermeneutik berbasis kerangka Ilmu al-Bayan, penelitian ini melakukan analisis mikro-struktural terhadap hadis-hadis eskatologi pilihan yang memiliki intensitas visual tinggi. Data dikumpulkan melalui teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan metode dekonstruksi unsur retoris (Musta’ar Minhu, Musta’ar Lahu, Alaqah, dan Qarinah). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa narasi eskatologi dalam Sahih Bukhari dan Muslim secara dominan menggunakan Istiarah Makniyyah (50%) dan Istiarah Tamtsiliyyah (30%) untuk mentransformasikan konsep abstrak menjadi citraan konkret. Temuan spesifik menunjukkan bahwa personifikasi kematian sebagai entitas biologis dan animasi fenomena alam (seperti napas neraka dan sujudnya matahari) berfungsi sebagai visualizing agent yang mereduksi kompleksitas ontologis menjadi skema pengalaman duniawi. Hal ini membuktikan bahwa mekanisme Istiarah bekerja melalui pemetaan fungsional yang memungkinkan audiens membangun peta mental yang jelas mengenai realitas transenden. Implikasi teoretis dari penelitian ini memperluas fungsi Balagah klasik dari sekadar hiasan stilistika menjadi epistemologi visualisasi iman, sementara secara praktis memberikan kerangka interpretatif baru bagi pengajaran hadis agar terhindar dari bias literalisme kaku. Penelitian ini menegaskan posisi retorika kenabian sebagai mahakarya kognitif yang mengintegrasikan estetika linguistik dengan kedalaman teologis dalam diskursus akademik internasional.</em></p> Aang Saeful Milah, Muhammad Faqih Choiruddin, Clarisa Aulia Dewi, Anisa Fitriyani, Ilhamiyatul Hidayah Copyright (c) 2026 Aang Saeful Milah, Muhammad Faqih Choiruddin, Clarisa Aulia Dewi, Anisa Fitriyani, Ilhamiyatul Hidayah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7164 Tue, 02 Jun 2026 00:00:00 +0700 Kedudukan Guru dalam Kepemimpinan Pendidikan https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7200 <p><em>Penelitian ini bertujuan mengkaji peranan dan kedudukan guru, kepemimpinan pendidikan, serta peran kepemimpinan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Guru memiliki posisi strategis karena tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendidik, pembimbing, motivator, teladan, dan penggerak perubahan di lingkungan sekolah. Selain itu, kepemimpinan pendidikan menjadi faktor penting dalam keberhasilan lembaga pendidikan karena berkaitan dengan kemampuan memengaruhi, mengarahkan, dan menggerakkan seluruh komponen pendidikan agar tujuan pendidikan tercapai secara efektif dan efisien. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya hubungan antara peran guru dan kepemimpinan pendidikan dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas serta pembentukan karakter peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, artikel, peraturan, dan sumber relevan lainnya. Pengumpulan data dilakukan melalui membaca, mencatat, memahami, dan mengelompokkan informasi terkait peran guru dan kepemimpinan pendidikan. Data kemudian dianalisis secara kualitatif dengan menelaah literatur, membandingkan pendapat ahli, serta menghubungkan teori yang relevan dengan fokus kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sangat penting dalam keberhasilan pendidikan sebagai pelaksana utama pembelajaran dan pembentuk karakter peserta didik. Kepemimpinan pendidikan juga berpengaruh besar dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, disiplin, dan inovatif. Peran kepemimpinan yang efektif mampu meningkatkan kerja sama, motivasi, serta arah organisasi pendidikan. Kesimpulannya, keberhasilan pendidikan sangat dipengaruhi oleh kualitas guru dan kepemimpinan pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi guru dan kepemimpinan secara berkelanjutan untuk menghasilkan peserta didik yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.</em></p> Rahmatia. R, Syamsuddin Copyright (c) 2026 Rahmatia. R, Syamsuddin https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7200 Tue, 02 Jun 2026 00:00:00 +0700 Pentingnya Pendidikan Berkarakter Untuk Menghadapi Tantangan Globalisasi https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/3437 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya pendidikan berkarakter dalam menghadapi tantangan globalisasi melalui pendekatan studi literatur dan analisis deskriptif. Globalisasi yang ditandai oleh kemajuan teknologi, keterbukaan informasi, dan interaksi budaya global membawa berbagai dampak bagi generasi muda, terutama dalam aspek moral, sosial, dan kompetensi. Peserta didik kini dihadapkan pada maraknya konten negatif, rendahnya literasi digital, serta tuntutan persaingan global yang semakin tinggi. Melalui pendidikan karakter, sekolah dapat membangun benteng moral, memperkuat identitas diri, meningkatkan kemampuan adaptasi, serta menanamkan etika digital yang bertanggung jawab. Pendidikan berkarakter tidak hanya membentuk pribadi yang berakhlak, tetapi juga menyiapkan peserta didik agar mampu bersaing di era global dengan tetap menjunjung nilai-nilai moral. Strategi penerapan pendidikan karakter dilakukan melalui integrasi dalam pembelajaran, penguatan budaya sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, serta kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan berkarakter merupakan pondasi penting untuk mencetak generasi yang cerdas, tangguh, berdaya saing, dan berkepribadian kuat di tengah derasnya arus globalisasi.</p> Jihaan Rihhadatul Aisy, Muhammad Muzaki, Luna Aiswara, Nur Khasanah Copyright (c) 2026 Jihan Aisy https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/3437 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0700 Reposisi Nilai Moderasi Beragama dalam Kebijakan Pendidikan Agama Islam https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/4251 <p>Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif reposisi nilai-nilai moderasi beragama dalam kebijakan Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui kajian analitis terhadap Kitab Adab al-‘Alim wa al-Muta‘allim karya KH Hasyim Asy’ari sebagai basis inovasi karakter peserta didik di era digital. Perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan yang semakin kompleks, seperti banjir informasi, lemahnya etika bermedia, serta maraknya penyebaran paham radikal dan intoleran di kalangan pelajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research) dan metode analisis isi (content analysis). Sumber data utama meliputi dokumen kebijakan PAI, khususnya yang berkaitan dengan Kurikulum Merdeka, serta teks klasik karya KH Hasyim Asy’ari, yang diperkuat oleh literatur ilmiah kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai moderasi beragama yang ditekankan dalam kebijakan PAI memiliki kesesuaian konseptual yang kuat dengan ajaran adab menuntut ilmu dalam pemikiran KH Hasyim Asy’ari. Reposisi nilai ini melahirkan inovasi karakter berupa penguatan sikap tabayyun, pengembangan etika komunikasi digital, serta internalisasi nilai tawadhu‘ dan toleransi. Integrasi nilai-nilai etika klasik ke dalam kebijakan pendidikan modern terbukti efektif sebagai filter moral bagi pelajar dalam menghadapi kompleksitas informasi di era digital. Dengan demikian, reposisi ini menegaskan bahwa pendidikan Islam tetap relevan dan mampu memberikan fondasi spiritual yang kokoh di tengah dinamika perubahan teknologi global.</p> Anwar Ilham Mahbubi, Muhammad Husni Abdul Majid Copyright (c) 2026 Anwar Ilham Mahbubi, Muhammad Husni Abdul Majid https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/4251 Sun, 07 Jun 2026 00:00:00 +0700