IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam
https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan
<p>E-ISSN 2987-1298 P-ISSN 3025-9150 Prefix DOI 10.61104. Artikel ilmiah Jurnal IHSAN merupakan hasil penelitian orisinil, gagasan konseptual, dan kajian mutakhir dalam lingkup Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Agama Islam (PAI), Teknologi Pendidikan Islam (TPI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Kependidikan Islam (KPI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Ilmu-ilmu Keislaman. </p>Yayasan pendidikan dzurriyatul Quranen-USIHSAN : Jurnal Pendidikan Islam3025-9150Hermeneutika Hadis Zakat Profesi: Analisis Kritik Sanad dan Implementasi UPZ Baznas Telkom
https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/4008
<p>Transformasi struktur ekonomi global dari basis agraris menuju masyarakat industri dan jasa telah melahirkan bentuk kekayaan baru yang tidak terekam secara eksplisit dalam teks-teks klasik Islam. Fenomena zakat profesi menjadi titik perdebatan teologis antara kaum tekstualis yang menolak karena ketiadaan dalil verbal, dengan kaum kontekstualis yang menerimanya sebagai keniscayaan keadilan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pembacaan ulang terhadap hadis-hadis zakat menggunakan pisau analisis hermeneutika Double Movement Fazlur Rahman dan Fiqh al-Waqi' Yusuf al-Qardhawi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik kritik sanad (naqd al-sanad) untuk membedah validitas perawi hadis zakat madu dan pengecualian zakat aset, serta studi kasus implementatif pada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Telkom Group. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara sanad, hadis yang menjadi sandaran qiyas zakat profesi memiliki perbincangan (maqal) pada perawi seperti Shadaqah bin Abdullah dan Makhul. Namun, melalui rekonstruksi hermeneutik, ditemukan bahwa ratio legis zakat adalah pada produktivitas harta, bukan jenis fisiknya. Implementasi di UPZ Telkom membuktikan bahwa pelembagaan zakat profesi melalui sistem payroll dan program pemberdayaan mampu mentransformasi teologi teks menjadi solusi pengentasan kemiskinan yang efektif.</p>Johni Purwantoro
Copyright (c) 2026 Johni Purwantoro
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-012026-02-014111310.61104/ihsan.v4i1.4008Karakteristik Dasar Pesantren dan Madrasah sebagai Lembaga Pendidikan Islam
https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/4359
<p>Pesantren dipahami sebagai lembaga tradisional berbasis asrama yang berakar pada tradisi kitab kuning dan kepemimpinan karismatik kiai, sementara madrasah muncul sebagai respons modern terhadap keterbatasan pesantren dan hegemoni sekolah kolonial melalui integrasi ilmu agama dan umum dalam sistem formal. Penelitian bertujuan untuk mengkaji secara historis‑sosiologis karakter dasar pesantren dan madrasah sebagai dua pilar utama pendidikan Islam di Indonesia, dengan menyoroti perbedaan latar historis, struktur kelembagaan, dan peran sosial keduanya. Penelitian menggunakan studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis isi terhadap literatur mutakhir dan dokumen kebijakan pendidikan Islam. Temuan menunjukkan bahwa pesantren bergerak menuju manajemen yang lebih profesional tanpa kehilangan fungsi pembentukan karakter, sedangkan madrasah semakin menguat sebagai institusi formal yang diakui negara namun terus berupaya menginternalisasikan nilai karakter Islam di tengah tuntutan modernitas, sehingga keduanya saling melengkapi dalam ekosistem pendidikan Islam Indonesia</p>Muhammad Nizar Syahroni SaputraFaridi Faridi
Copyright (c) 2026 Muhammad Nizar Syahroni Saputra, Faridi Faridi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-012026-02-0141142810.61104/ihsan.v4i1.4359Hadis Tujuh Kurma Ajwa dalam Perspektif Ilmu Hadis dan Sains Kontemporer
https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/4010
<p>Hadis tentang anjuran mengonsumsi tujuh butir kurma Ajwa pada pagi hari sering dipahami secara populer sebagai sarana untuk menghilangkan racun dan menangkal sihir. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hadis tersebut secara akademik dengan menempatkannya dalam kerangka ilmu hadis dan dialog kritis dengan temuan sains kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitik terhadap sumber hadis primer, khususnya riwayat al-Bukhārī dan Muslim, serta literatur ilmiah modern mengenai kandungan bioaktif kurma Ajwa. Hasil kajian menunjukkan bahwa hadis tujuh kurma Ajwa berstatus sahih (muttafaq 'alaih) dan mengandung lafaz lam yaḍurruhu yang bermakna "tidak membahayakan", bukan pernyataan eksplisit tentang proses penetralan racun secara fisik. Sementara itu, temuan ilmiah modern mengindikasikan bahwa kurma Ajwa memiliki potensi protektif terhadap stres oksidatif dan inflamasi pada kondisi tertentu. Penelitian ini menegaskan bahwa relasi hadis dan sains bersifat dialogis dan komplementer dengan tetap menjaga batas epistemologis masing-masing disiplin</p>Heni Setiyowati
Copyright (c) 2026 Heni Setiyowati
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-012026-02-0141293910.61104/ihsan.v4i1.4010Pengaruh Pembelajaran Fiqh Ibadah terhadap Implementasi Karakter Religius Peserta Didik Kelas IX di Sekolah Menengah Pertama
https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/2859
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Fiqh Ibadah terhadap implementasi karakter religius peserta didik kelas IX di SMP/MTs. Metode penelitian menggunakan mixed method dengan desain explanatory sequential, diawali dengan pengumpulan data kuantitatif melalui angket dan dilanjutkan dengan wawancara serta observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter religius peserta didik berada pada kategori cukup hingga baik, yang tercermin dari kedisiplinan dalam beribadah, sikap sopan, jujur, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, konsistensi dalam ibadah sunnah serta internalisasi nilai religius dalam konteks sosial masih perlu ditingkatkan. Pembelajaran Fiqh Ibadah yang menekankan pada pemahaman, praktik, dan refleksi nilai-nilai ibadah berpengaruh positif terhadap penguatan karakter religius peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran Fiqh Ibadah berperan penting sebagai sarana dalam membentuk kesadaran spiritual dan kepribadian Islami secara menyeluruh</p>Nur ShaniaLuthfiyahLuthfia RosidinNur Laila Ana
Copyright (c) 2026 Nur Shania, Luthfiyah, Luthfia Rosidin, Nur Laila Ana
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-012026-02-0141404810.61104/ihsan.v4i1.2859Pendekatan Teologi Dalam Memahami Hadist Nabi Allah Turun di Sepertiga Malam
https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/4023
<p><em>Hadis tentang “Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir” merupakan salah satu hadis sifat yang kerap menimbulkan perdebatan teologis. Secara tekstual, hadis ini mengandung lafaz yang berpotensi menimbulkan pemahaman antropomorfis apabila dipahami secara literal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji status hadis tersebut dari sisi sanad dan matan, serta menganalisis pendekatan teologis para ulama dalam memahaminya agar tidak terjebak pada tasybīh maupun ta‘</em><em>ṭ</em><em>īl. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap sumber-sumber hadis dan karya ulama klasik. Hasil kajian menunjukkan bahwa hadis ini berstatus sahih secara sanad dan diterima secara ijma‘ oleh ahli hadis. Secara teologis, ulama Ahl al-Sunnah menempuh dua pendekatan utama, yaitu tafwī</em><em>ḍ</em><em> dan ta’wīl, yang keduanya bertujuan menjaga prinsip tanzīh dan kemurnian tauhid. Hadis ini tidak menunjukkan perpindahan fisik Allah, melainkan mengandung pesan spiritual tentang kedekatan rahmat dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya pada waktu yang penuh keberkahan.</em></p>Jihan Fitri RozianieDadah Dadah
Copyright (c) 2026 Jihan Fitri Rozianie, Dadah Dadah
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-012026-02-0141495510.61104/ihsan.v4i1.4023Komunikasi Konflik dan Resolusi di Lembaga Pendidikan Islam
https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/2614
<p><em>Penelitian ini mengkaji komunikasi konflik dalam lembaga pendidikan Islam sebagai fenomena yang tidak hanya berfungsi secara manajerial, tetapi juga sarat dengan dimensi etika dan spiritual berbasis nilai-nilai Islam. Fokus kajian diarahkan pada peran komunikasi sebagai faktor pemicu sekaligus instrumen strategis dalam proses resolusi konflik yang melibatkan relasi antara pimpinan, pendidik, peserta didik, serta pemangku kepentingan kelembagaan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis teoritis terhadap literatur ilmiah yang relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa konflik dalam lembaga pendidikan Islam umumnya muncul akibat perbedaan persepsi, gaya komunikasi, latar belakang, dan kepentingan, yang termanifestasi dalam komunikasi interpersonal, intragroup, intergroup, hingga intraorganisasi. Integrasi prinsip resolusi konflik Islam seperti negosiasi, tabayyun, musyawarah, tahkim, dan islah dengan teori manajemen konflik modern terbukti mampu mengarahkan konflik ke arah konstruktif. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa penguatan kepemimpinan berbasis nilai Islam dan penerapan prinsip komunikasi efektif REACH menjadi fondasi utama dalam membangun budaya organisasi yang harmonis, produktif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan Islam</em></p>Abdul WahidM. Naqdzan DesmaniarM. Fahrizal Basri
Copyright (c) 2026 Abdul Wahid, M. Naqdzan Desmaniar, M. Fahrizal Basri
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-022026-02-0241566710.61104/ihsan.v4i1.2614Kajian Perspektif Ian G. Barbour Mengenai Hubungan Sains Dan Agama
https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/2892
<p><em>Relasi antara sains dan agama pada era modern menuntut suatu kerangka konseptual yang tidak hanya mampu menjelaskan perbedaan epistemologis keduanya, tetapi juga membuka ruang harmonisasi nilai ilmiah dan spiritual dalam pengembangan pengetahuan dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara sistematis model hubungan sains dan agama menurut perspektif Ian G. Barbour yang meliputi konflik, independensi, dialog, dan integrasi, serta menelaah relevansinya dalam konteks pemikiran dan praktik keilmuan kontemporer. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-analitis berbasis kajian pustaka dengan menelaah karya-karya utama Barbour dan literatur akademik terkait guna mengidentifikasi karakteristik, asumsi epistemologis, serta implikasi normatif dari masing-masing model. Hasil kajian menunjukkan bahwa model dialog dan integrasi memiliki potensi paling konstruktif dalam menjembatani ketegangan antara rasionalitas ilmiah dan nilai-nilai keagamaan, karena keduanya mendorong keterbukaan, kolaborasi intelektual, dan penguatan dimensi etis dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan paradigma pendidikan dan wacana akademik yang bersifat holistik, kontekstual, dan berorientasi pada keseimbangan antara kemajuan sains dan pembentukan nilai spiritual dalam kehidupan modern</em></p>Ade SolihahIsmu Fahsa RohalianaAnisa RahmasariArditya Prayogi
Copyright (c) 2026 Ade Solihah, Ismu Fahsa Rohaliana, Anisa Rahmasari, Arditya Prayogi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-022026-02-0241687810.61104/ihsan.v4i1.2892Analisis Penanaman Nilai Toleransi Antar Siswa Berbeda Agama Pada Pembelajaran PAI di SMPN 18 Semarang
https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/3095
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dan efektivitas penanaman nilai toleransi antarumat beragama melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri 18 Semarang, dengan fokus pada peran guru, praktik pembelajaran, serta respons siswa dalam konteks keberagaman. Menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa penanaman toleransi dilakukan secara terintegrasi melalui tiga ranah: (1) pembelajaran PAI di kelas yang mengacu pada Kurikulum Merdeka dan profil Pelajar Pancasila, dengan materi yang secara eksplisit mengangkat moderasi beragama serta penguatan nilai kearifan lokal; (2) kegiatan kokurikuler kolaboratif seperti penyembelihan dan pengolahan ayam oleh siswa Muslim dan Kristen yang memungkinkan siswa melakukan toleransi secara nyata sesuai prinsip keyakinan masing-masing; serta (3) partisipasi aktif dalam OSIS inklusif, di mana siswa lintas agama terlibat setara dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan, termasuk pembagian takjil di bulan Ramadan. Temuan lain menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki respons kognitif terbuka, afektif positif (nyaman, aman, diakui), dan perilaku inklusif, bahkan mampu membedakan antara keyakinan pribadi dan etika sosial publik, Faktor pendukung utama meliputi kompetensi guru berbasis pelatihan moderasi beragama, dukungan kepala sekolah, serta keterlibatan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PAI di sekolah umum berpotensi menjadi wahana strategis pembinaan moderasi beragama dan karakter Pancasila, asalkan dilaksanakan secara kontekstual, partisipatif, dan berbasis pengalaman nyata.</em></p>Ainurrifda SakinatullatifahAmaliya Fajriyyatin
Copyright (c) 2026 Ainurrifda Sakinatullatifah, Amaliya Fajriyyatin
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-022026-02-0241799210.61104/ihsan.v4i1.3095Ketangguhan Psikospiritual Anak Sekolah Dasar dalam Bayang Migrasi
https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/4289
<p><em>Migrasi keluarga di Indonesia memiliki dampak psikologis dan spiritual yang kompleks terhadap anak usia sekolah dasar, terutama dalam konteks pendidikan Islam. Pemisahan fisik dan emosional dari orang tua menimbulkan tekanan emosional, yang mendorong anak untuk menyeimbangkan kebutuhan pribadi dengan harapan spiritual yang penting bagi perkembangan moral mereka. Dalam Islam, resiliensi bukan hanya kemampuan untuk menghadapi kesulitan, tetapi juga merupakan manifestasi iman, di mana ujian dipandang sebagai bagian dari tazkiyah an-nafs (penyucian jiwa). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji resiliensi psikospiritual pada anak migran dan non-migran serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Pendekatan mixed-methods eksplanatori berurutan digunakan dalam studi ini. Lima puluh peserta (25 anak migran dan 25 anak non-migran) mengisi Children’s Psychospiritual Resilience Scale (CPRS), yang menunjukkan validitas dan reliabilitas yang baik (α > 0,70). Hasil kuantitatif menunjukkan bahwa anak migran memiliki ketahanan spiritual yang lebih tinggi (M = 4,53), sementara anak non-migran menunjukkan kemandirian akademik yang lebih besar (M = 4,35). Temuan kualitatif menyoroti pentingnya dukungan keluarga, hubungan positif antara guru dan murid, serta internalisasi nilai-nilai Islam dalam membangun resiliensi. Pendidikan Islam berperan sebagai lingkungan pendukung yang memperkuat iman, keseimbangan emosi, dan keterampilan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan pendidikan Islam dapat menjadi sistem pendukung utama dalam memperkuat resiliensi anak dalam konteks migrasi</em></p>Sifa'ul Af'idahKhoiriyah
Copyright (c) 2026 Sifa'ul Af'idah, Khoiriyah
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-022026-02-02419310110.61104/ihsan.v4i1.4289Penerapan Tata Tertib Sekolah Terhadap Disiplin Seragam Dan Kehadiran Siswa di SMP Annur
https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/4407
<p><em>Penerapan tata tertib sekolah dalam konteks pendidikan berbasis pesantren menuntut pendekatan yang tidak hanya berlandaskan legitimasi hukum, tetapi juga sensitif terhadap perkembangan psikologis peserta didik dalam membangun disiplin yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan tata tertib sekolah terhadap disiplin seragam dan kehadiran siswa di SMP Annur ditinjau dari perspektif hukum pendidikan dan psikologi anak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumentasi untuk mengidentifikasi bentuk pelanggaran, pola penegakan aturan, serta respons peserta didik. Hasil kajian menunjukkan bahwa tata tertib sekolah telah memiliki dasar legal-formal yang jelas dan bersifat edukatif, namun pelaksanaannya belum sepenuhnya konsisten, sehingga pelanggaran seragam dan perilaku bolos masih dipengaruhi oleh latar belakang kehidupan santri, perbedaan pola pembinaan pendidik, dan pengaruh teman sebaya. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi prinsip kepastian hukum dengan pendekatan persuasif dan dialogis berbasis psikologi anak, serta penguatan sinergi antara sekolah dan pesantren, guna membentuk budaya disiplin siswa yang manusiawi, konsisten, dan berkelanjutan.</em></p>Agung Muhamad BisriIfan AfandyAhmad SyarifuddinWahyu Divangga Tirta
Copyright (c) 2026 Agung Muhamad Bisri, Ifan Afandy, Ahmad Syarifuddin, Wahyu Divangga Tirta
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-022026-02-024110211110.61104/ihsan.v4i1.4407KH. Muhammad Daud Arif Pendidik yang Emansipatif dan Tokoh Moderasi Beragama di Indonesia
https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/4648
<p><em>Penelitian ini mengkaji jejak pemikiran dan kontribusi pendidikan K.H. Muhammad Daud Arif sebagai pendidik emansipatif dan tokoh moderasi beragama dalam perkembangan pendidikan Islam di Provinsi Jambi, Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis landasan biografis, gagasan pendidikan, serta praktik kelembagaan yang dirintis oleh K.H. Muhammad Daud Arif, khususnya melalui pendirian dan pengembangan Madrasah Hidayatul Islamiyah sebagai model pendidikan Islam yang inklusif dan modern. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain biografi dan sejarah, melalui kajian dokumen, penelusuran arsip, serta wawancara mendalam untuk menelaah keterkaitan antara warisan intelektual tokoh dan konteks sosial budaya yang melingkupinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa K.H. Muhammad Daud Arif tidak hanya berperan dalam transmisi keilmuan Islam klasik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kesetaraan gender, moderasi beragama, dan toleransi sosial dalam praktik pendidikan, sehingga memperkuat peran madrasah sebagai institusi transformatif dalam masyarakat yang majemuk. Implikasi penelitian ini menegaskan relevansi model pendidikan yang dikembangkan sebagai rujukan konseptual dan praktis bagi penguatan lembaga pendidikan Islam yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter serta harmoni sosial di Indonesia kontemporer</em></p>M. Syahran JailaniKustaniah AminM. Arsyad Helmi
Copyright (c) 2026 M. Syahran Jailani
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-032026-02-034111213110.61104/ihsan.v4i1.4648Keadilan sebagai Poros Daulat: Studi Komparatif Pemikiran Politik Al-Ghazali dan Penerapannya di Kesultanan Melayu
https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/4613
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep keadilan sebagai pondasi legitimasi kekuasaan dalam filsafat politik Melayu Islam. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka dan analisis teks, penelitian ini melakukan telaah komparatif antara pemikiran politik Al-Ghazali dalam kitab At Tibrul Masbuk fi Nasihatil Muluk dengan implementasi konsep daulat dalam sejarah pemerintahan Kesultanan Melayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masuknya pemikiran Islam telah mentransformasi konsep daulat dari otoritas sacral magis menjadi otoritas etis legal yang berbasis pada syariat. Keadilan diposisikan sebagai poros atau sumbu yang menyeimbangkan antara kontrak sosial (wa’ad) dan tanggung jawab eskatologis penguasa. Temuan penelitian menegaskan bahwa dalam tradisi Melayu Islam, keberlangsungan kedaulatan seorang Sultan bergantung sepenuhnya pada penegakan keadilan, hilangnya keadilan tidak hanya melunturkan kewibawaan penguasa, tetapi juga melegitimasi terjadinya konflik sosial atau derhaka. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman mengenai demokrasi etis dalam sejarah politik di Nusantara.</p>MasrokanMuhammad Rizal Akbar
Copyright (c) 2026 Masrokan, Muhammad Rizal Akbar
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-032026-02-034113213810.61104/ihsan.v4i1.4613