https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/issue/feedIHSAN : Jurnal Pendidikan Islam2026-06-18T10:07:53+07:00Dr (Cand) Hasan Syahrizal, M.Pd.ejournal@yayasanpendidikandzurriyatulquran.idOpen Journal Systems<p>E-ISSN 2987-1298 P-ISSN 3025-9150 Prefix DOI 10.61104. Artikel ilmiah Jurnal IHSAN merupakan hasil penelitian orisinil, gagasan konseptual, dan kajian mutakhir dalam lingkup Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Agama Islam (PAI), Teknologi Pendidikan Islam (TPI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Kependidikan Islam (KPI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Ilmu-ilmu Keislaman. </p>https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5592Penerapan Penggunaan Media SMART TV Program Pemerintah di Sekolah Dasar2026-04-20T13:56:06+07:00Zaharazaharaadyan@gmail.comResti Noviyantirestinovi10@gmail.comWitda Apriliyawitdaapriliyawitda@gmail.comWitdi Apriliyawidiaprilia905@gmail.com<p><em>Perkembangan teknologi digital dalam pendidikan mendorong pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi seperti Smart TV sebagai bagian dari program pemerintah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan penggunaan media Smart TV dalam pembelajaran serta dampaknya terhadap keterampilan, kreativitas, dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologis melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru dan siswa di SDN 01 Bandarsari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Smart TV mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, meningkatkan keterlibatan siswa, serta memperluas pemahaman melalui penyajian materi visual dan audiovisual. Namun demikian, implementasi masih menghadapi kendala berupa keterbatasan jaringan internet, kurangnya pelatihan guru, dan minimnya jumlah perangkat yang tersedia. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan infrastruktur dan peningkatan kompetensi guru agar pemanfaatan Smart TV dapat berjalan secara optimal sebagai media pembelajaran inovatif di sekolah dasar</em></p>2026-05-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Zahara, Resti Noviyanti, Witda Apriliya, Witdi Apriliyahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5583Peran Manajemen Humas Dalam Meningkatkan Layanan Publik Di Lembaga Pendidikan Islam2026-04-20T09:10:55+07:00Nelly Agustinnellyagustin1805@gmail.comHoirotun Mufidakhoirotunmufidafida@gmail.comM Lukma Al Hakimluk53499@gmail.comNajwa Magfirawawamaghfira01@gmail.comAdam Salehadamsaleh1988@gmail.com<p>Manajemen humas memegang peranan strategis dalam mendukung peningkatan mutu layanan publik di lembaga pendidikan Islam. Humas tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga berperan sebagai pengelola komunikasi yang menjembatani hubungan antara lembaga dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran manajemen humas dalam meningkatkan kualitas layanan publik di lembaga pendidikan Islam. Metode yang digunakan berupa studi pustaka dengan menelaah berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan humas yang baik mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat, memperkuat citra positif lembaga, serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik. Selain itu, penerapan strategi komunikasi yang efektif, transparansi informasi, serta pemanfaatan media menjadi faktor penting dalam menunjang keberhasilan fungsi humas. Oleh karena itu, manajemen humas yang optimal dapat menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas layanan publik di lembaga pendidikan Islam.</p>2026-05-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nelly Agustin, Hoirotun Mufida, M Lukma Al Hakim, Najwa Magfira, Adam Salehhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5589Pemanfaatan ChatGPT Sebagai Media Digital Pembelajaran Mandiri Pendidikan Agama Islam oleh Mahasiswa PAI Universitas Negeri Padang2026-04-20T16:55:29+07:00Nabila Ramadhaninabillahram@gmail.comM. Yemmardotillahnabillahram@gmail.com<p>Penelitian ini di latar belakangi oleh maraknya penggunaan teknologi kecerdasan buatan, khususnya ChatGPT, oleh mahasiswa PAI di Universitas Negeri Padang untuk menunjang pembelajaran mandiri, sementara kajian tentang alasan pemilihan serta fungsi ChatGPT dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menjelaskan alasan pemilihan ChatGPT, bentuk pemanfaatannya, serta kelebihan dan keterbatasannya. Penelitian dilakukan secara kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi pada mahasiswa angkatan 2023. Pertama, melakukan observasi awal penggunaan ChatGPT oleh mahasiswa PAI UNP. Kemudian, mewawancarai mahasiswa terkait pemanfaatan ChatGPT sebagai media pembelajaran. Dokumentasi tugas dan percakapan mahaisswa dengan ChatGPT sebagai dokumen yang menguatkan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ChatGPT dipilih karena mudah diakses, respons cepat, dan mampu menyederhanakan materi PAI yang kompleks; dimanfaatkan untuk mencari referensi, meringkas materi, memahami konsep, dan membantu penyelesaian tugas. Meskipun mendukung kemandirian belajar, penggunaannya memiliki keterbatasan berupa potensi ketergantungan dan perlunya verifikasi informasi dari sumber ilmiah terpercaya. </p>2026-05-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nabila Ramadhani, M. Yemmardotillahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5637Implementasi Perencanaan Strategi Digital Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Di Pesantren2026-04-22T09:42:52+07:00I.S Asrozai.s.asroza2808@gmail.comYusnainiyusnaini@uinsuna.ac.id<p><em>Perkembangan pesat teknologi digital telah mengubah praktik pendidikan, termasuk di pesantren, yang perlu mengintegrasikan teknologi tanpa mengabaikan nilai-nilai keislaman dan tradisi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi perencanaan strategi digital dalam meningkatkan mutu pembelajaran di pesantren. Fokus penelitian meliputi identifikasi komponen perencanaan strategi, proses implementasi, dampak terhadap hasil belajar, serta tantangan yang dihadapi pesantren dalam pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif penelitian pustaka, dengan menganalisis data sekunder dari buku, artikel ilmiah, dan kajian konseptual terkait strategi digital, mutu pembelajaran, dan pendidikan pesantren. Data diklasifikasikan secara sistematis ke dalam tema utama, termasuk perencanaan strategi, implementasi, mutu pembelajaran, dan tantangan kelembagaan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis untuk mensintesis pemahaman yang komprehensif. Hasil analisis menunjukkan bahwa perencanaan strategi digital yang efektif di pesantren harus bersifat sistematis, kontekstual, dan selaras dengan kurikulum serta nilai kelembagaan. Strategi yang diimplementasikan dengan baik meningkatkan efektivitas pembelajaran, keterlibatan santri, akses terhadap sumber belajar yang beragam, serta kompetensi pendidik. Namun, terdapat tantangan berupa keterbatasan perencanaan, perbedaan kompetensi digital pendidik, keterbatasan infrastruktur, dan kekhawatiran terhadap dampak teknologi pada tradisi pesantren. Kesimpulannya, perencanaan strategi digital yang terstruktur menjadi mekanisme penting untuk memastikan pemanfaatan teknologi berjalan proporsional dan konsisten, mendukung tujuan pembelajaran sambil menjaga identitas pesantren. Strategi digital bukan sekadar respons terhadap kemajuan teknologi, tetapi menjadi bagian integral dari pengembangan pendidikan pesantren yang berkelanjutan, meningkatkan mutu pembelajaran, dan mendorong adaptasi terhadap tuntutan pendidikan modern</em>.</p>2026-05-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 I.S Asroza, Yusnainihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5664Implementasi Metode Outing Class dalam Meningkatkan Motivasi Menghafal Al-Qur'an Santri RTQ Darussunnah Padang 2026-04-22T23:35:31+07:00Fitra Nengsifitranengsih43@gmail.comHalomoanhalomoan@fis.unp.ac.id<p><em>Penelitian ini mengkaji implementasi metode Outing Class dalam meningkatkan motivasi menghafal Al-Qur'an santri RTQ Darussunnah Padang. Latar belakang penelitian adalah rendahnya motivasi intrinsik santri akibat kelelahan fisik pasca sekolah formal, kejenuhan belajar di kelas, dan minimnya inisiatif mandiri dalam muraja'ah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses perencanaan dan pelaksanaan, bentuk-bentuk implementasi, serta dampak metode Outing Class terhadap motivasi menghafal santri. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif aktif, wawancara mendalam, dan dokumentasi dari 20 informan yang terdiri atas kepala RTQ, 2 ustadzah, 13 santri, dan 4 orang tua, dilaksanakan selama Januari hingga Maret 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan Outing Class dilakukan secara terstruktur dalam rentang 2–3 minggu melalui koordinasi ustadzah, survei lokasi, dan pemberitahuan orang tua. Implementasi terwujud dalam dua bentuk: Outing Class di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang unggul dalam konsentrasi dan pencapaian hafalan, serta di Pantai Ujung Batu Tabing yang unggul dalam antusiasme dan pengalaman tadabbur alam. Keduanya terbukti memberikan dampak positif signifikan berupa peningkatan semangat, kuantitas setoran hafalan, kehadiran, motivasi intrinsik, perubahan pada santri yang sebelumnya pasif, serta keterjagaan semangat setelah kegiatan. Penelitian ini merekomendasikan agar metode Outing Class diterapkan secara rutin dengan memprioritaskan lokasi yang bernilai spiritual tinggi.</em></p>2026-05-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Fitra Nengsi, Halomoanhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5742Analisis Konsep Strategi Pembelajaran dan Distingsinya dengan Model, Pendekatan, Metode Serta Teknik Pembelajaran2026-04-25T15:13:34+07:00Sonia Nataliasnnia08@gmail.comRatna Sri Wahyuniratna.sr1701@gmail.comGusmanelligusmanellimpd@uinib.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya kesalahpahaman dalam membedakan konsep strategi pembelajaran dengan model, pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Padahal, pemahaman yang tepat terhadap konsep-konsep tersebut sangat penting untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dasar strategi pembelajaran serta mengidentifikasi perbedaannya dengan komponen pembelajaran lainnya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber teori yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran merupakan rancangan umum kegiatan pembelajaran yang mencakup tujuan, materi, metode, media, dan evaluasi. Strategi pembelajaran memiliki berbagai klasifikasi, seperti berdasarkan peran guru dan siswa serta cara penyampaian materi, misalnya strategi ekspositori, heuristik, deduktif, dan induktif. Selain itu, strategi pembelajaran memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan model, pendekatan, metode, dan teknik. Model berfungsi sebagai kerangka konseptual, pendekatan sebagai dasar pandangan, metode sebagai cara penyampaian materi, dan teknik sebagai langkah operasional dalam pelaksanaan pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa strategi menjadi pengarah utama dalam keseluruhan proses pembelajaran. .Dengan demikian, pemahaman yang jelas mengenai strategi pembelajaran dan perbedaannya dengan konsep lain sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.</p>2026-05-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 sonia natalia, Ratna Sri Wahyuni, Gusmanellihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5795Analisis Fenomena Bunuh Diri di Sumatera Barat dalam Perspektif Islam2026-04-26T21:54:17+07:00Rido Putra putraridoputra@fis.unp.ac.idMiftahul Jannahmiftahuljanah3672@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena bunuh diri di Sumatera Barat pada tahun 2024–2025, mengkaji perilaku bunuh diri dalam perspektif Islam, serta mendeskripsikan respons pemerintah dan masyarakat dalam upaya meminimalisir kasus bunuh diri di Sumatera Barat. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya kasus bunuh diri di Sumatera Barat yang tidak sejalan dengan falsafah hidup masyarakat Minangkabau, yaitu "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”. Tercatat sebanyak 18 kasus pada tahun 2024 dan 23 kasus pada tahun 2025 dengan rentang usia korban 15 hingga 75 tahun dari berbagai latar belakang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-analitik. Sumber data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap berita-berita kasus bunuh diri dari berbagai media massa di Sumatera Barat, kajian pustaka dari literatur Islam, dan dokumentasi kegiatan penyuluhan. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan: <em>Pertama</em>, fenomena bunuh diri di Sumatera Barat dipicu oleh masalah ekonomi dan jeratan utang, depresi akibat penyakit berkepanjangan, tekanan psikologis dan <em>bullying</em> di kalangan remaja, masalah asmara, serta pengangguran. <em>Kedua</em>, Islam secara tegas mengharamkan bunuh diri melalui tiga dimensi: akidah (nyawa adalah amanah Allah), akhlak (kewajiban bersabar dan tidak berputus asa), dan hukum (ancaman siksaan di akhirat dalam Q.S. An-Nisa: 29–30). <em>Ketiga</em>, respons pemerintah dan masyarakat masih bersifat reaktif. Pemerintah pusat telah menetapkan kerangka hukum melalui PP No. 28 Tahun 2024, namun implementasinya di daerah masih terbatas. Berbagai pihak seperti LKAAM, Komunitas MAGISTRA INDONESIA turut aktif dalam upaya pencegahan berbasis nilai Islam dan adat Minangkabau</p>2026-05-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Rido Putra putra, Miftahul Jannahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5806Penerapan Metode Pembelajaran Nurul Bayan Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Di Halaqat Lil Mubtadi’at2026-04-27T14:08:14+07:00Sawiyahsawiyahbadeo@gmail.comDiana Marlindianamarlin1331@gmail.com<p><!--StartFragment--></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 8.5pt 21.6pt .0001pt 8.25pt;"><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode pembelajaran Nurul Bayan dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada peserta didik di halaqat lil mubtadi’at (kelompok pemula). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an pada peserta didik pemula, yang ditandai dengan kurangnya kelancaran, kesalahan dalam pelafalan huruf hijaiyah, serta rendahnya pemahaman terhadap kaidah tajwid. Hal ini disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang kurang sistematis dan kurang efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah peserta didik tingkat pemula di halaqat lil mubtadi’at. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Nurul Bayan dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik secara signifikan. Peningkatan tersebut terlihat pada aspek kelancaran membaca, ketepatan pelafalan makharijul huruf, pemahaman dasar tajwid, serta meningkatnya kepercayaan diri peserta didik. Metode ini efektif karena disusun secara sistematis, bertahap, dan menggunakan latihan berulang (drill) yang membantu peserta didik memahami materi dengan lebih mudah. Dengan demikian, metode pembelajaran Nurul Bayan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif yang efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, khususnya bagi peserta didik tingkat pemula dalam sistem halaqat.</em></p> <p><!--EndFragment--></p>2026-05-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Sawiyah, Diana Marlinhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5796Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas X Pada Pembelajaran PAIBP di SMAN 2 Rambatan2026-04-26T22:07:12+07:00Quratul Auliaquratulaulia10@gmail.comSulaimanquratulaulia10@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model <em>Problem Based Learning</em> (PBL) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain<em> quasi experiment</em> tipe <em>pretest-posttest control group design.</em> Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yang ditentukan menggunakan teknik <em>total sampling</em>, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen berdasarkan uji <em>Paired Sample t-Test.</em> Namun, hasil uji <em>Independent Sample t-Test</em> menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini mengindikasikan bahwa penerapan model PBL belum memberikan pengaruh yang signifikan dibandingkan dengan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model <em>Problem Based Learning</em> berpotensi meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, namun efektivitasnya belum lebih unggul secara signifikan dibandingkan pembelajaran konvensional, sehingga diperlukan optimalisasi dalam penerapannya.</p>2026-05-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Quratul Aulia, Sulaimanhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5855Peran Pendidikan Islam dalam Menumbuhkan Sikap Toleransi dan Moderasi Beragama di Masyarakat Multikultural2026-04-29T10:54:52+07:00Dila ayu santika ritonga12310122562@students.uin-suska.ac.idIin Triana12310122016@students.uin-suska.ac.idAnnisa Noer Winda12310122703@students.uin-suska.ac.idHerlini Puspika Sariherlini.puspika.sari@uin-suska.ac.id<p>Indonesia sebagai negara multikultural menghadapi tantangan dalam menjaga keharmonisan akibat keberagaman agama, budaya, dan suku. Oleh karena itu, penanaman nilai toleransi dan moderasi beragama melalui pendidikan menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan Islam dalam menumbuhkan sikap toleransi dan moderasi beragama pada masyarakat multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui pengumpulan data dari buku, jurnal, dan sumber ilmiah relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam berperan sebagai landasan utama dalam membentuk sikap toleransi melalui penanaman nilai-nilai seperti empati, keadilan, dan penghargaan terhadap perbedaan. Konsep wasathiyah menjadi prinsip penting dalam membangun sikap moderat yang tidak ekstrem. Selain itu, peran guru, kurikulum, serta lingkungan pendidikan yang inklusif turut memperkuat internalisasi nilai moderasi beragama. Implementasi nilai toleransi dalam pembelajaran dilakukan melalui pendekatan dialogis, kontekstual, dan berbasis pengalaman sosial. Pendidikan Islam juga berfungsi sebagai sarana preventif dalam mengurangi potensi konflik sosial berbasis perbedaan. Dengan demikian, pendidikan Islam memiliki kontribusi strategis dalam menciptakan masyarakat yang damai, inklusif, dan harmonis.</p>2026-05-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Dila ayu santika ritonga, Iin Triana, Annisa Noer Winda, Herlini Puspika Sarihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5684Efektivitas Metode Pembelajaran Aktif dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar: A Systematic Literature Review2026-04-23T11:05:05+07:00Rofa Maharani Erwana857045423@ecampus.ut.ac.id<p>Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar masih dipengaruhi dominasi metode pembelajaran pasif di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis bukti-bukti empiris mengenai pengaruh berbagai metode pembelajaran aktif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar melalui pendekatan <em>systematic literature review</em>. Metode yang digunakan mengacu pada protokol PRISMA 2020, dengan penelusuran literatur dilakukan pada tiga basis data, yaitu SINTA, Scopus, dan Google Scholar, mencakup publikasi tahun 2021 sampai 2026. Dari 299 artikel yang teridentifikasi awal, melalui proses seleksi sistematis diperoleh 12 artikel final yang memenuhi seluruh kriteria <em>inklusi</em>. Hasil kajian menunjukkan bahwa seluruh metode pembelajaran aktif yang diteliti, meliputi <em>problem-based learning, project-based learning, discovery learning, model MALP, dan flipped classroom,</em> secara konsisten terbukti berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Kemampuan berpikir kritis yang dikembangkan mencakup indikator analisis, evaluasi, inferensi, dan interpretasi. Tidak ditemukan studi dalam sampel yang dianalisis yang melaporkan hasil negatif dari penerapan metode aktif terhadap berpikir kritis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi pendekatan pembelajaran dari konvensional menuju aktif merupakan strategi yang terbukti efektif dan perlu diimplementasikan secara sistematis di seluruh sekolah dasar. Implikasi praktis dari temuan ini mencakup perlunya penguatan kapasitas guru dan reformasi desain kurikulum yang lebih berorientasi pada keterlibatan aktif siswa.</p>2026-05-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Rofa Maharani Erwanahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5910Strategi Guru dalam Meningkatkan Literasi Membaca Siswa Sekolah Dasar: Systematic Literature Review2026-05-01T08:09:40+07:00Seni Putri856220287@ecampus.ut.ac.id<p>Literasi membaca merupakan kemampuan dasar yang penting bagi siswa sekolah dasar karena menjadi fondasi keberhasilan belajar. Namun, capaian literasi membaca siswa Indonesia masih rendah sehingga diperlukan strategi guru yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi guru dalam meningkatkan literasi membaca siswa sekolah dasar, menganalisis faktor pendukung dan penghambat, serta memetakan kecenderungan penelitian periode 2022 hingga 2026. Penelitian menggunakan metode <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) dengan pedoman PRISMA. Data diperoleh dari Garuda, Google Scholar, Scopus, dan SINTA. Dari 250 artikel yang ditemukan, sebanyak 12 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan tiga kelompok strategi utama, yaitu pembiasaan dan rutinitas membaca, pemanfaatan media dan teknologi, serta interaksi dialogis dan pembimbingan individual. Strategi seperti membaca 15 menit, media komik, <em>dialogic reading</em>, dan <em>extensive reading</em> terbukti efektif meningkatkan kemampuan membaca. Faktor pendukung meliputi kualitas guru, media pembelajaran, serta dukungan keluarga dan sekolah. Faktor penghambat mencakup rendahnya motivasi siswa, keterbatasan sarana, kesenjangan sosial-ekonomi, dan gangguan eksternal seperti pandemi. Penelitian juga menunjukkan pergeseran dari pendekatan teknis menuju pembelajaran yang lebih holistik, s<em>tudent-centered</em>, dan <em>context-responsive</em>. Disimpulkan bahwa peningkatan literasi membaca memerlukan strategi terpadu serta kolaborasi guru, sekolah, dan keluarga.</p>2026-05-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Seni Putrihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5864Transformasi Pesantren Dalam Sejarah Pendidikan Islam Di Indonesia2026-04-29T19:05:21+07:00Ikram Humaidiikramhumaidi12@gmail.comRifani Dwiyantirifanidwiyanti8@gmail.comSofianasofianasma486@gmail.comAlfiyah Syifahalfiyahsyifa08@gmail.comNindy Syadythanindi0196@gmail.comMuhammad Afriza Nurdinafrizanurdin22@gmail.comHanifa Putri Yosaputriyosahanifa@gmail.com<p><em>Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia menghadapi tantangan globalisasi, modernisasi, dan perkembangan teknologi yang menuntut adanya transformasi agar tetap relevan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pesantren secara komprehensif meliputi aspek historis, kurikulum, metode pembelajaran, dan kelembagaan, serta mengidentifikasi faktor pendorong dan dampaknya terhadap identitas pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research) melalui analisis terhadap 15–25 sumber literatur ilmiah terbitan tahun 2015–2025. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif-kritis dengan pendekatan tematik dan historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pesantren merupakan proses adaptasi selektif yang bersifat dinamis dan berkelanjutan. Secara historis, pesantren bersifat adaptif dan resilien terhadap perubahan sosial. Dalam aspek kurikulum, terjadi integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum. Metode pembelajaran mengalami inovasi melalui pemanfaatan teknologi digital, sedangkan pada aspek kelembagaan, pesantren berkembang menjadi institusi yang lebih profesional dan kompleks. Transformasi ini didorong oleh faktor globalisasi, kebijakan pendidikan nasional, tuntutan masyarakat, serta kesadaran internal pesantren. Dampaknya bersifat dualistik, yaitu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus berpotensi menggeser nilai tradisional. Kesimpulannya, pesantren berkembang menjadi institusi hybrid yang mengintegrasikan tradisi dan modernitas. Keberlanjutan pesantren sangat ditentukan oleh kemampuannya menjaga keseimbangan antara inovasi dan pelestarian nilai-nilai keislaman.</em></p>2026-05-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ikram Humaidi, Rifani Dwiyanti, Sofiana, Alfiyah Syifah, Nindy Syadytha, Muhammad Afriza Nurdin, Hanifa Putri Yosahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5869Implementasi Media Pembelajaran Inovatif untuk Menumbuhkan Minat Belajar Sejarah Generasi Z2026-04-29T20:31:20+07:00Nadhifa Malika Izzatynadhifamalika03@student.uns.ac.idMusa Pelumusapelu@staff.uns.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya inovasi pembelajaran sejarah yang sesuai dengan karakteristik Generasi Z yang dekat dengan teknologi digital dan media visual. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perencanaan media pembelajaran inovatif yang dapat menumbuhkan minat belajar sejarah pada siswa Generasi Z di MAN 1 Surakarta, (2) mengkaji media pembelajaran inovatif yang diimplementasikan di MAN 1 Surakarta dalam menumbuhkan minat belajar sejarah siswa Generasi Z, dan (3) mengidentifikasi kendala dalam perencanaan dan implementasi media pembelajaran inovatif dalam pembelajaran sejarah di MAN 1 Surakarta serta mencari solusinya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data penelitian meliputi hasil observasi kegiatan pembelajaran sejarah di kelas, hasil wawancara dengan informan (guru sejarah dan peserta didik), hasil angket siswa, serta dokumen pendukung berupa modul ajar, ATP, dan perangkat pembelajaran. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif pasif, wawancara terstruktur, studi dokumentasi, dan angket. Teknik uji validitas menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Analisis data menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perencanaan media pembelajaran inovatif dilakukan dengan mengacu pada kurikulum, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, serta modul ajar, dan disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik siswa Generasi Z, dengan pengembangan media berupa komik digital dan video POV berbasis AI; (2) implementasi media berupa video POV berbasis AI dan komik digital berbasis AI mampu mendorong ketertarikan, perhatian, keaktifan, rasa senang, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran sejarah; (3) kendala dalam perencanaan meliputi keterbatasan waktu, beban administrasi, serta kendala teknis penggunaan AI, sedangkan kendala dalam implementasi meliputi kondisi siswa, keterbatasan perangkat dan akses, serta bahasa pada komik yang sulit dipahami. Solusi dilakukan melalui manajemen waktu, pemanfaatan AI sebagai alat bantu, penyesuaian prompt secara berulang pada pembuatan komik digital, serta penggunaan strategi pembelajaran alternatif sesuai kondisi kelas.</p>2026-05-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nadhifa Malika Izzaty, Musa Peluhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5872Pengaruh kegiatan ekstrakurikuler tahfidz dan motivasi menghafal Al-Qur’an terhadap Resiliensi akademik2026-04-29T22:20:44+07:00Silvi Gusdiantosilvigusdiantoo@gmail.comSulaimansulaiman@fis.unp.ac.id<p><em>TPenelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tekanan akademik yang dihadapi siswa kelas XII yang menuntut adanya kemampuan resiliensi akademik. Kegiatan ekstrakurikuler tahfidz dan motivasi menghafal Al-Qur’an diduga menjadi faktor yang dapat mempengaruhi ketahanan akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan ekstrakurikuler tahfidz dan motivasi menghafal Al-Qur’an terhadap resiliensi akademik siswa kelas XII SMAN 1 Junjung Sirih. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMAN 1 Junjung Sirih yang berjumlah 156 siswa, dengan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket (kuesioner) dan dokumentasi. Analisis data meliputi analisis statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, serta uji hipotesis menggunakan korelasi product moment dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kegiatan ekstrakurikuler tahfidz tidak berpengaruh signifikan terhadap resiliensi akademik dengan nilai signifikansi sebesar 0,458 (>0,05). Sementara itu, motivasi menghafal Al-Qur’an berpengaruh signifikan terhadap resiliensi akademik dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05) dan koefisien regresi sebesar 0,624. Secara simultan, kegiatan ekstrakurikuler tahfidz dan motivasi menghafal Al-Qur’an berpengaruh signifikan terhadap resiliensi akademik dengan nilai F hitung sebesar 58,009 dan signifikansi sebesar 0,000 (<0,05). Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,431 menunjukkan bahwa kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 43,1% terhadap resiliensi akademik, sedangkan 56,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, motivasi menghafal Al-Qur’an menjadi faktor dominan dalam meningkatkan resiliensi akademik siswa, sedangkan kegiatan ekstrakurikuler tahfidz tidak memberikan pengaruh signifikan secara langsung. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan program ekstrakurikuler berbasis keagamaan guna meningkatkan ketahanan akademik siswa</em></p>2026-05-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Silvi Gusdianto, Sulaimanhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/3432Transformasi Manajemen Pembimbingan di SD: Kolaborasi Guru, Orang tua, danTeknologi2025-12-16T13:11:54+07:00Fikratul Auliaauliafikratulaulia29@gmail.comSiti Khamimsitikhamim@iaiyasnibungo.ac.idDini Munawarrohdinicantik799@gmail.com<p><em> </em><em>Manajemen pembimbingan yang efektif di Sekolah Dasar (SD) sangat krusial untuk memastikan perkembangan holistik siswa. Tantangan kontemporer menuntut adanya pergeseran paradigma, dari pendekatan konvensional menuju sistem yang lebih terintegrasi dan kolaboratif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan menguraikan model transformasi manajemen pembimbingan di tingkat SD melalui sinergi aktif antara guru, orang tua, dan pemanfaatan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis konsep terhadap model-model pembimbingan terpadu. Fokus utama adalah mengidentifikasi peran masing-masing pemangku kepentingan dan integrasi alat teknologi dalam kerangka kerja manajemen pembimbingan yang baru. Hasilnya menunjukkan bahwa transformasi manajemen pembimbingan menempatkan kolaborasi sebagai inti.Guru berperan sebagai fasilitator dan koordinator utama, orang tua sebagai mitra aktif dalam pengawasan dan dukungan pembelajaran di rumah, sementara teknologi (seperti platform komunikasi digital, aplikasi monitoring, dan sistem informasi sekolah) berfungsi sebagai katalis dan penghubung. Model ini menghasilkan manajemen pembimbingan yang lebih adaptif, personal, dan efisien, yang tidak hanya meningkatkan efektivitas intervensi tetapi juga memperkuat ekosistem pendidikan yang suportif.</em></p>2026-05-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Fikratul Aulia, Siti Khamim, Dini Munawarrohhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5440Analisis Konsep dan Karakteristik Tauhid dalam Islam sebagai Landasan Keimanan dan Pedoman Hidup Umat Muslim2026-04-15T08:07:59+07:00Husen FirdausFirdaushusein@gmail.comWahyu Hidayat12310112780@students.uin-suska.idSendi12310112720@students.uin-suska.idMahfizul Amal12310110729@students.uin-suska.idMuhammad Farhan12310113800@students.uin-suska.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan karakteristik tauhid dalam Islam serta perannya sebagai landasan keimanan dan pedoman hidup umat Muslim. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena melemahnya pemahaman tauhid di kalangan umat Islam kontemporer yang ditandai dengan munculnya praktik sinkretisme, kultus individu, serta pemisahan antara nilai agama dan kehidupan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research), yang bersumber dari Al-Qur’an, hadis, kitab tafsir, serta literatur klasik dan kontemporer yang relevan dengan tema tauhid. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi dan deskriptif-analitik guna memperoleh pemahaman yang komprehensif terhadap konsep tauhid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tauhid merupakan inti ajaran Islam yang mencakup tiga dimensi utama, yaitu tauhid rububiyyah, uluhiyyah, dan asma’ wa sifat, yang saling melengkapi dalam membentuk akidah yang utuh. Tauhid juga memiliki karakteristik utama berupa kemurnian ibadah kepada Allah, penolakan terhadap segala bentuk kesyirikan, serta sifatnya yang menyeluruh dalam seluruh aspek kehidupan manusia. Selain itu, tauhid berperan sebagai fondasi keimanan yang menentukan validitas seluruh amal, sekaligus menjadi pedoman dalam menjalankan ibadah, membentuk akhlak, dan membangun kehidupan sosial yang adil dan harmonis. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa tauhid bukan hanya konsep teologis, tetapi juga prinsip fundamental yang mengintegrasikan seluruh dimensi kehidupan seorang Muslim. Penguatan pemahaman tauhid yang benar menjadi sangat penting dalam menghadapi tantangan modernitas agar umat Islam tetap memiliki landasan spiritual dan moral yang kokoh.</em></p>2026-05-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Husen Firdaus, Wahyu Hidayat, Sendi, Mahfizul Amal, Muhammad Farhanhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5899Periodisasi Sejarah Pendidikan Islam: Dari Masa Kenabian hingga Era Kontemporer2026-04-30T17:44:59+07:00Ikram Humaidiikramhumaidi12@gmail.comNurul Anisagcminiest8@gmail.comPutri Mahadewi Br Regarputrimahadewi85@gmail.comAhmad Gandhiahmaddgandhiii@gmail.comAila Risna Azzuraailarisnaazzura9@gmail.comAnggun Wiranda Ningrumanggunwirandaan@gmail.comAulia Dwi Putriauliadwiputri1122@gmail.comMuhammad Gilang Ramadhanhizumitaka03@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis periodisasi sejarah pendidikan Islam dari masa kenabian hingga era kontemporer serta mengidentifikasi karakteristik, dinamika, dan transformasi yang terjadi pada setiap periode. Pendidikan Islam dipandang sebagai elemen fundamental dalam pembentukan peradaban yang tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan akhlak, spiritualitas, dan karakter manusia secara holistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan, baik dari jurnal bereputasi, buku akademik, maupun literatur klasik. Proses analisis dilakukan melalui teknik content analysis dan sintesis komparatif untuk mengkaji perkembangan pendidikan Islam dalam berbagai fase sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa kenabian, pendidikan Islam bersifat informal dan berfokus pada pembinaan akhlak dan keimanan. Pada masa Khulafaur Rasyidin hingga dinasti Islam, pendidikan berkembang secara lebih sistematis dengan munculnya lembaga-lembaga formal dan integrasi berbagai disiplin ilmu. Sementara itu, era kontemporer ditandai oleh upaya modernisasi, integrasi ilmu agama dan sains, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan globalisasi. Kesimpulannya, pendidikan Islam mengalami transformasi dinamis yang dipengaruhi oleh konteks sosial, politik, dan budaya, namun tetap berlandaskan pada nilai-nilai fundamental Islam. Temuan ini menegaskan pentingnya pemahaman historis sebagai dasar pengembangan pendidikan Islam yang adaptif dan berkelanjutan.</p>2026-05-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ikram Humaidi, Nurul Anisa, Putri Mahadewi Br Regar, Ahmad Gandhi, Aila Risna Azzura, Anggun Wiranda Ningrum, Aulia Dwi Putri, Muhammad Gilang Ramadhanhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5380Pemanfaatan Virtual Reality (VR) dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Materi Isra Mi’raj untuk Meningkatkan Minat dan Pemahaman Siswa Madrasah Ibtidaiyah2026-04-13T11:45:31+07:00Nabila Orin Nisanabila.orin.nisa24085@mhs.uingusdur.ac.idNaili Nur Elizanaili.nur.eliza24087@mhs.uingusdur.ac.idLailani Lili Islamilailani.lili.islami24088@mhs.uingusdur.ac.idMinhatir Rohmahminhatir.rohmah24096@mhs.uingusdur.ac.idNadya Komahnesinadya.komahnesi24117@mhs.uingusdur.ac.idRohalinda Meylianarohalinda.meyliana24118@mhs.uingusdur.ac.id<p>Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Ibtidaiyah masih menghadapi berbagai permasalahan, terutama rendahnya minat belajar siswa serta kesulitan dalam memahami materi yang bersifat abstrak seperti peristiwa Isra Mi’raj. Karakteristik peserta didik yang didominasi oleh Generasi Z menuntut adanya inovasi pembelajaran berbasis teknologi digital yang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Virtual Reality (VR) sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan minat dan pemahaman siswa pada materi Isra Mi’raj. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui analisis berbagai jurnal, buku, dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan VR mampu menghadirkan visualisasi konkret terhadap materi abstrak, meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa, serta memperkuat retensi pemahaman melalui pengalaman belajar yang imersif. Dengan demikian, Virtual Reality menjadi alternatif media pembelajaran inovatif yang relevan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran SKI di era digital.</p>2026-05-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nabila Orin Nisa, Naili Nur Eliza, Lailani Lili Islami, Minhatir Rohmah, Nadya Komahnesi, Rohalinda Meylianahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5974Integrasi Nilai Amanah dan Profesionalitas dalam Manajemen Pendidikan Modern2026-05-03T09:07:56+07:00Reni Jasmitarenijasmita147@gmail.comPaizahpaizahspdi@gmail.comAre Devariaredevari25@gmail.comAhmad Jaminahmad_jamin@yahoo.co.idOki Mitraokimitra1990@gmail.com<p><em>Integrasi nilai amanah dan profesionalitas pendidikan merupakan upaya memadukan etika Islam dengan prinsip manajemen ilmiah guna menciptakan tata kelola pendidikan yang akuntabel, efektif, dan berintegritas. Permasalahan penelitian ini ialah belum optimalnya penerapan tanggung jawab, rendahnya transparansi dalam pengelolaan lembaga, serta lemahnya implementasi prinsip profesionalitas dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai amanah dan profesionalitas, mengkaji kontribusi perspektif Islam dan sains dalam penguatan tata kelola pendidikan, serta merumuskan model implementasi kedua nilai tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan yang dilaksanakan di SMP Negeri 27 Kerinci. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai amanah dan profesionalitas berperan strategis dalam menciptakan sistem pengelolaan pendidikan yang efektif, berintegritas, dan berorientasi pada mutu. Perspektif Islam memberikan landasan etika, sedangkan pendekatan ilmiah menyediakan metode implementasi kebijakan yang sistematis. Implementasi dilakukan melalui internalisasi nilai dalam visi, misi, budaya organisasi, penguatan kepemimpinan, pengembangan kompetensi SDM, akuntabilitas, evaluasi kinerja, pengawasan, serta penguatan budaya organisasi. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai amanah dan profesionalitas mampu meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan serta memperkuat tata kelola lembaga secara berkelanjutan</em></p>2026-05-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Reni Jasmita, Paizah, Are Devari, Ahmad Jamin, Oki Mitrahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5115Strategi Pedagogis Guru PAI dalam Penguatan Integritas Akademik Siswa Pada Penugasan di Era Kecerdasan Artificial2026-03-16T16:50:09+07:00Zahroul Firdausyfirdausyhidayatulloh@gmail.comBarikatul HikmahBarikatulhikmah0405@gmail.comEka Wulandariekaekawulandari8@gmail.comSurawan Surawanfirdausyhidayatulloh@gmail.com<p><em>Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pendidikan memberikan kemudahan bagi siswa dalam mengakses informasi dan menyelesaikan berbagai tugas pembelajaran. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru terkait dengan integritas akademik, khususnya dalam praktik kejujuran siswa dalam menyelesaikan penugasan. Dalam konteks ini, guru memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran etis serta membimbing siswa agar mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pedagogis guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam memperkuat integritas akademik siswa pada penugasan di era kecerdasan artifisial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilakukan di MA Raudhatul Jannah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan guru PAI, serta dokumentasi proses pembelajaran dan penugasan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan integritas akademik dilakukan melalui beberapa strategi pedagogis, antara lain penanaman nilai kejujuran dalam pembelajaran, pemberian pemahaman mengenai etika penggunaan teknologi, pengembangan desain penugasan yang menekankan refleksi dan orisinalitas siswa, serta pendampingan dan pengawasan dalam proses pengerjaan tugas. Strategi tersebut berkontribusi dalam membangun kesadaran siswa untuk menjaga kejujuran akademik sekaligus menggunakan teknologi secara etis dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan integritas akademik di era AI tidak hanya bergantung pada regulasi institusi pendidikan, tetapi juga pada strategi pedagogis guru dalam menanamkan nilai-nilai moral dan etika kepada siswa</em>.</p>2026-05-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Zahroul Firdausy, Barikatul Hikmah, Eka Wulandari, Surawanhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/3489Efektivitas Metode Keteladanan (Uswah Hasanah) dan Pendekatan Dialogis Guru PAI dalam Pembinaan Akhlak Siswa Bermasalah Kelas X2025-12-17T16:37:15+07:00Heni Anggraini Anggrainihenianggraini582@gmail.comSiti Dian Nurfitrisitidiannurfitri3@gmail.comFirda Audina Manih Tadafirdaaudin@gmail.comBrilliant Leony Syavirabrilliantleonysyavira@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode keteladanan (uswah hasanah) dan pendekatan dialogis yang diterapkan oleh Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembinaan akhlak siswa bermasalah kelas X di MA Pembangunan UIN Jakarta. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya peran Guru PAI tidak hanya sebagai pengajar materi keagamaan, tetapi juga sebagai pembimbing moral dan spiritual dalam membentuk karakter dan akhlak siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara. Subjek penelitian adalah Guru PAI sekaligus wali kelas, sedangkan objek penelitian meliputi peran guru, bentuk pembinaan akhlak, pendekatan bimbingan, serta dampak pembinaan terhadap perilaku siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru PAI berperan aktif dalam membimbing siswa melalui pembiasaan kegiatan keagamaan seperti tadarus Al-Qur’an, salat dhuha dan dzuhur berjamaah, serta pemberian kultum. Metode keteladanan diterapkan secara konsisten melalui sikap, tutur kata, dan perilaku guru yang menjadi contoh langsung bagi siswa. Selain itu, pendekatan personal dan dialogis digunakan untuk membangun kedekatan emosional, sehingga siswa merasa nyaman dan terbuka dalam menerima bimbingan. Pembinaan akhlak juga didukung oleh kerja sama antara Guru PAI, Guru BK, dan wali kelas dalam menangani siswa bermasalah secara terpadu. Dampak dari bimbingan tersebut terlihat pada perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih positif, seperti meningkatnya kesopanan, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan ketaatan dalam beribadah. Dengan demikian, metode keteladanan dan pendekatan dialogis terbukti efektif dalam pembinaan akhlak siswa bermasalah di sekolah.</em></p>2026-05-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Heni Anggraini Anggraini, Siti Dian Nurfitri, Firda Audina Manih Tada, Brilliant Leony Syavirahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6167Pengembangan Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Multikultural Berbasis Kearifan Lokal Di MTs Negeri 4 Mandailing Natal2026-05-08T08:24:30+07:00Nuriza AcelaNurizaacela203@gmail.comZainal Effendi Hasibuanzainalhasibuan@uinsyahada.ac.idMuhammad Darwis Dasopangmhddasopang@uinsyahada.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) multikultural berbasis nilai lokal Mandailing di MTs Negeri 4 Mandailing Natal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang berorientasi pada aspek teoritis dan kurang mengintegrasikan nilai budaya lokal dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut menyebabkan pembelajaran kurang kontekstual dan belum optimal dalam membangun karakter toleransi, kerja sama, serta penghormatan terhadap keberagaman peserta didik. Oleh sebab itu, diperlukan model pembelajaran yang mampu menghubungkan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal masyarakat Mandailing. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, angket, dan validasi ahli. Subjek penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam dan peserta didik MTs Negeri 4 Mandailing Natal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Pendidikan Agama Islam multikultural berbasis nilai lokal Mandailing dinilai layak dan efektif untuk diterapkan dalam proses pembelajaran. Integrasi nilai budaya lokal seperti dalihan na tolu, marsialap ari, gotong royong, dan musyawarah mampu meningkatkan aktivitas belajar, partisipasi peserta didik, sikap toleransi, kerja sama, serta penghormatan terhadap keberagaman. Selain itu, model pembelajaran yang dikembangkan juga membantu peserta didik memahami hubungan antara ajaran Islam dengan kehidupan sosial budaya masyarakat Mandailing secara lebih kontekstual. Dengan demikian, model pembelajaran ini dapat menjadi alternatif inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di madrasah berbasis budaya lokal dan pendidikan multikultural.</em></p>2026-05-11T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nuriza Acela, Zainal Effendi Hasibuan, Muhammad Darwis Dasopanghttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6240Sistem Pendidikan Di Universitas Al-Azhar Dan Pengaruhnya Terhadap Dunia Islam2026-05-10T10:45:50+07:00Ikram HumaidiIkramhumaidi12@gmail.comTaqia Mafazataqia2026@gmail.comLina Febriantilinaafebrianti08@gmail.comEra Frantika Sarierafrantika@gmail.comNur Aisya Ramadanianuraisyah129038@gmail.comHafiezatul Hasanahfizahhasanah8@gmail.comAnita Sawitrianitasawitri35@gamil.comDita WahyuliaWahyuliadita@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pendidikan yang diterapkan di Universitas Al-Azhar serta mengkaji pengaruhnya terhadap dunia Islam. Metode yang digunakan adalah <em>literature review</em> sistematis dengan menganalisis 15 artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan dari Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Azhar menerapkan sistem pendidikan integratif yang menggabungkan ilmu agama (<em>ulum al-din</em>) dan ilmu umum. Metode pembelajaran seperti <em>halaqah</em> dan diskusi mendorong pemahaman mendalam serta kemampuan berpikir kritis. Selain itu, Al-Azhar berperan penting dalam menyebarkan nilai Islam moderat (<em>wasathiyah</em>), menangkal radikalisme, serta memengaruhi sistem pendidikan Islam di berbagai negara, termasuk Asia Tenggara. Meskipun menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi, Al-Azhar tetap mampu beradaptasi tanpa meninggalkan tradisi keilmuannya. Dengan demikian, Al-Azhar tetap menjadi rujukan utama dalam perkembangan pendidikan dan pemikiran Islam kontemporer.</p>2026-05-11T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ikram Humaidi, Taqia Mafaza, Lina Febrianti, Era Frantika Sari, Nur Aisya Ramadania, Hafiezatul Hasanah, Anita Sawitri, Dita Wahyuliahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6241Penanaman Nilai Karakter melalui Kegiatan Tadabbur Alam pada Anak Usia Dini2026-05-10T10:53:54+07:00Nur Hana Azizahnur.hana.2501548@students.um.ac.idAlif Mudionoalif.mudiono.fip@um.ac.idEny Nur Aisyaheny.nur.fip@um.ac.idRevia Ningrumrevia.ningrum.2501548@students.um.ac.id<p><em>Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menyelidiki implementasi kegiatan tadabbur alam dalam memperkuat nilai-nilai karakter di kalangan peserta didik usia dini di RA Sunan Ampel 02. Metode kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik diterapkan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara guru, dan dokumentasi, kemudian diinterpretasikan menggunakan model analisis interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman, dengan teknik triangulasi yang digunakan untuk menjaga validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan tadabbur alam telah rutin dilaksanakan sebelum shalat Dhuha dan diintegrasikan ke dalam program pembelajaran tematik. Selama kegiatan ini, lingkungan alam sekitar secara aktif dieksplorasi dan diamati oleh anak-anak, sehingga meningkatkan rasa ingin tahu dan partisipasi dalam proses pembelajaran. Pengembangan nilai-nilai keagamaan, rasa syukur, kesadaran lingkungan, disiplin, dan tanggung jawab juga didukung melalui pengalaman-pengalaman ini. Selain itu, pengalaman belajar yang lebih bermakna diperoleh anak-anak melalui pendekatan pembelajaran eksperiensial dan kontekstual yang melibatkan interaksi langsung dengan alam. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tadabbur alam dapat dimanfaatkan sebagai strategi alternatif untuk pendidikan karakter di lingkungan pendidikan anak usia dini.</em></p>2026-05-11T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nur Hana Azizah; Alif Mudiono; Eny Nur Aisyah, Revia Ningrumhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6324Pengaruh Tahfidz Al-Qur'an terhadap Kecerdasan Sosial Santri: Analisis Berbasis Dimensi SASSI di Pondok Pesantren Mamba'ul 'Ulum Sulawesi Selatan2026-05-12T10:38:59+07:00Muhammad Afiq Siddiqahdar@iainpare.ac.idSitti Jamilah Aminahdar@iainpare.ac.idMuhammad Salehahdar@iainpare.ac.idAhdarahdar@iainpare.ac.idKaharuddinahdar@iainpare.ac.id<p><em>Penelitian ini menyajikan investigasi komprehensif mengenai pengaruh intensitas menghafal Al-Qur'an (Tahfidz) terhadap kecerdasan sosial santri di Pondok Pesantren Mamba'ul 'Ulum, yang berlokasi di Barabatu, Labakkang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Berpijak pada kerangka teoretis sintesis yang menggabungkan konstruksi kecerdasan sosial Karl Albrecht dengan etika antropologis-teologis yang digagas oleh Sassi (2020), penelitian ini mengukur kecerdasan sosial melalui lima dimensi fundamental: Situational Awareness ('Adl/Keadilan), Presence (Ukhuwah Insaniyyah/Persaudaraan Kemanusiaan), Honesty (Amanah/Tanggung Jawab), Charity (Khidmah/Pengabdian), dan Empathy (Tawasuth/Moderasi). Menggunakan desain penelitian kuantitatif ex-post facto, data primer dikumpulkan secara cermat dari sampel acak berstrata sebanyak 120 responden melalui kuesioner psikometrik skala Likert yang telah divalidasi. Data empiris dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dan korelasi Pearson Product-Moment melalui perangkat lunak IBM SPSS Statistics. Temuan penelitian mengungkapkan adanya pengaruh positif dan signifikan secara statistik dari aktivitas Tahfidz terhadap kecerdasan sosial (r = 0,520, p < 0,05), di mana intensitas menghafal menyumbang 27,1% dari varians kecerdasan sosial (</em><em> = 0,271). Model regresi menghasilkan persamaan , yang mengindikasikan hubungan prediktif yang kuat. Temuan ini mendekonstruksi paradigma umum yang memandang hafalan tekstual sebagai aktivitas kognitif yang soliter; sebaliknya, pedagogi komunal seperti sima'an (menyimak hafalan teman) dan muraja'ah (pengulangan bersama) berfungsi sebagai laboratorium sosial yang ketat. Praktik-praktik ini secara aktif menumbuhkan empati, integritas struktural, dan kehadiran sosial, yang secara efektif menjembatani teologi tekstual dengan praksis sosiologis. Pada akhirnya, integrasi program Tahfidz yang terstruktur dalam ekosistem pesantren secara signifikan memperkuat resiliensi psikologis, menekan kecemasan sosial di kalangan remaja, dan membekali generasi masa depan dengan kompas moral yang kuat untuk menghadapi kompleksitas multidimensional di Era Society 5.0.</em></p>2026-05-15T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Muhammad Afiq Siddiq, Sitti Jamilah Amin, Muhammad Saleh, Ahdar, Kaharuddinhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6344Kuttab Sebagai Lembaga Pendidikan Dasar Dalam Sejarah Islam2026-05-12T19:11:30+07:00Ikram Humaidiikramhumaidi12@gmail.comSofan Sofiansofansofian866@gmail.comEka Dian Safiraekadiansafira1@gmail.comNaila Syahiranailasyahira876@gmail.comMohd. Fadhilah Suwandifadhilahsuwandi17@gmail.comAnisa Suliantianisasulianti13@gmail.comRostiana24rostiana@gmail.com<p>Penelitian ini mengkaji kuttab sebagai institusi pendidikan dasar dalam sejarah Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini menganalisis literatur ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2026 dari berbagai basis data akademik, meliputi Google Scholar, DOAJ, dan Garuda. Hasil kajian mengungkap tiga dimensi yang saling berkaitan: (1) secara historis, kuttab berfungsi sebagai institusi pendidikan Islam awal yang mendahului terbentuknya sistem madrasah formal, dengan fokus pada literasi Al-Qur'an, membaca, dan menulis; (2) sebagai lembaga pendidikan dasar, kuttab mengintegrasikan literasi intelektual dengan pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai keislaman, mencerminkan paradigma pendidikan yang holistik; serta (3) dalam aspek kurikulum dan metode, kuttab menerapkan pendekatan tradisional seperti hafalan (hifzh) dan talaqqi, yang saat ini mengalami transformasi menuju pendekatan interaktif dan pemanfaatan teknologi pendidikan. Sintesis kritis terhadap literatur mengidentifikasi kesenjangan konseptual yang signifikan: sebagian besar kajian masih bersifat historis dan deskriptif, sehingga belum menawarkan kerangka operasional integratif yang mampu menghubungkan nilai-nilai kuttab klasik dengan tuntutan kompetensi pendidikan modern dalam era Society 5.0. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kuttab perlu diposisikan bukan sekadar sebagai artefak historis, melainkan sebagai konsep pendidikan yang adaptif dan mampu berkontribusi dalam pengembangan sistem pendidikan Islam kontemporer yang holistik dan berbasis karakter.</p>2026-05-15T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ikram Humaidi, Sofan Sofian, Eka Dian Safira, Naila Syahira, Mohd. Fadhilah Suwandi, Anisa Sulianti, Rostianahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6355Peran Manajemen Perubahan SDM dalam Meningkatkan Profesionalisme Lembaga Dakwah: Analisis Teori Kurt Lewin2026-05-12T21:18:50+07:00Sa’idahtul Akmala Yusufdheaakmala@gmail.comCecep Castrawijayacecep.castrawijaya@uinjkt.ac.id<p>Lembaga dakwah saat ini menghadapi tantangan profesionalisme di tengah era disrupsi digital dan <em>Society 5.0</em>. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen perubahan sumber daya manusia (SDM) dalam meningkatkan profesionalisme lembaga dakwah dengan menggunakan pisau analisis teori perubahan Kurt Lewin (<em>Unfreezing, Movement, dan Refreezing</em>). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (<em>library research</em>). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi lembaga dakwah memerlukan dekonstruksi pola pikir melalui penciptaan keamanan psikologis pada tahap <em>unfreezing</em>. Selanjutnya, pada tahap <em>movement</em>, internalisasi standar kompetensi dilakukan dengan bantuan strategi <em>short-term wins</em> untuk menjaga momentum perubahan. Tahap <em>refreezing</em> dilakukan melalui institusionalisasi budaya kerja profesional yang didukung oleh audit digital berkala guna mencegah kemunduran pola kerja. Integrasi antara nilai-nilai teologis seperti <em>itqan</em> dengan prinsip manajemen modern terbukti mampu meningkatkan akuntabilitas dan kredibilitas lembaga dakwah tanpa menghilangkan jati diri spiritualnya.</p>2026-05-15T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Sa’idahtul Akmala Yusuf, Cecep Castrawijayahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6363Madrasah Dalam Perspektif Historis2026-05-12T22:29:03+07:00Ikram Humaidiikramhumaidi12@gmail.comSiti Aisyahdaminexha@gmail.comDelfi Pebningsihpebningsihdelfi@gmail.comRivandi Febrianfebrianrivandi@gmail.comEmbun Firdausi Amaliaembunfirdausiamalia@gmail.comMuhammad Yusran Al Faisalyusrangtg07@gmail.comAmelia Zaskiraameliazazkira@gmail.com<p>Madrasah merupakan institusi pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam perkembangan intelektual dunia Islam sejak periode klasik. Salah satu model madrasah yang paling berpengaruh adalah Madrasah Nizamiyah yang didirikan pada abad ke-11 oleh Nizam al-Mulk pada masa Dinasti Seljuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Madrasah Nizamiyah dalam perspektif historis dengan menekankan pada aspek kelembagaan, sistem pendidikan, kurikulum, serta relasinya dengan kekuasaan politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui analisis literatur ilmiah terbitan tahun 2015–2025 yang terindeks Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Madrasah Nizamiyah merupakan institusi pendidikan yang terorganisir dengan baik dan didukung oleh negara, serta memiliki peran strategis dalam memperkuat ortodoksi Sunni. Selain itu, madrasah ini menunjukkan adanya integrasi antara fungsi pendidikan dan kepentingan ideologis-politik. Kesimpulannya, Madrasah Nizamiyah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai institusi hybrid yang mengintegrasikan dimensi pendidikan, ideologi, dan kekuasaan, serta menjadi model penting dalam perkembangan pendidikan Islam hingga era modern.</p>2026-05-15T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ikram Humaidi, Siti Aisyah, Delfi Pebningsih, Rivandi Febrian, Embun Firdausi Amalia, Muhammad Yusran Al Faisal, Amelia Zaskirahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6366Analisis Peran Guru Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta Di Min 1 Lampung Tengah2026-05-13T07:30:26+07:00Relawatimupunrj@gmail.comAgus Salimppkterbanggibesar2020@gmail.comFadlul Munirfadlulmunirmunir@gmail.comFitri Suryanifitrisuryani1213@gmail.comSiti Nurainisitinurainii1075@gmail.comJaenullah Jaenullahjaenullah1979@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di MIN 1 Lampung Tengah serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan karakter dalam menghadapi berbagai permasalahan moral dan sosial peserta didik di era modern. Kurikulum Berbasis Cinta diterapkan sebagai pendekatan pendidikan yang menanamkan nilai kasih sayang, kepedulian, toleransi, dan hubungan harmonis antara guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, guru, dan dokumen pendukung. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting sebagai pendidik, pembimbing, motivator, fasilitator, dan teladan dalam membentuk karakter peserta didik. Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dilakukan melalui pembiasaan budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun), kegiatan keagamaan, pendekatan humanis, dan komunikasi yang penuh kasih sayang. Faktor pendukung implementasi kurikulum meliputi dukungan kepala madrasah, kerja sama antar guru, kegiatan keagamaan, dan lingkungan sekolah yang kondusif. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan karakter peserta didik, pengaruh lingkungan luar sekolah, kurangnya perhatian sebagian orang tua, serta tuntutan administrasi dan target akademik guru. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat agar implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dapat berjalan secara optimal dalam membentuk peserta didik yang berkarakter dan berakhlak mulia.</em></p>2026-05-15T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Relawati, Agus Salim, Fadlul Munir, Fitri Suryani, Siti Nuraini, Jaenullah Jaenullahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6239Masjid Sebagai Pusat Pendidikan Pada Masa Klasik Islam2026-05-10T10:05:11+07:00Ikram Humaidiikramhumaidi12@gmail.comMudhiatun Nuriyahmudhiatunriya@gmail.comFeny Nursyahirafenynursyahira33@gmail.comAnnisa Nuri Ameliaannisanuriamelia27@gmail.comTiara Kasihtiarakasih200307@gmail.comVeni Munawarohvenimunawaroh@gmail.comAngghi Surya Ramadhanangghisuryaramadhan@gmail.comJasma Hendrawindradra4561@gmail.com<p>Masjid selain untuk sarana beribadah, juga di manfaatkan sebagai lembaga pendidikan Islam pada masa klasik Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan masjid pada masa klasik Islam, pendidikan di masjid pada masa klasik Islam dan bagaimana sistem pendidikan pada saat itu. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang berbasis data akademik. Data di kumpulkan melalui penelusuran 15 referensi yang berupa jurnal, kemudian di analisis menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan masjid pada masa klasik Islam dimulai sejak nambi Muhammad meninggalkan mekkah dan hijrah ke Madinah. Masjid pertama yang di bangun adalah Masjid Quba dan Masjid Nabawi. Selain itu, studi ilmiah menunjukkan bahwa sebelum masjid di bangun, kegiatan pendidikan di lakukan di rumah-rumah. Sementara itu, sistem pendidikan di masjid pada masa klasik Islam menggunakan beberapa metode seperti Suffah dan Kuttab, pendekatan istima’, tahfidz, talaqqi, serta diskusi dan ceramah. Selain itu, sistem halaqah juga menjadi ciri khas dalam pembelajaran yang menekankan interaksi secara langsung antara murid dan guru. Materi pendidikan yang berkembang pada masa itu selain pendidikan Islam juga mencakup aspek sosial, hukum, akhlak, dan kehidupan bermasyarakat.</p>2026-05-15T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ikram Humaidi, Mudhiatun Nuriyah, Feny Nursyahira, Annisa Nuri Amelia, Tiara Kasih, Veni Munawaroh, Angghi Surya Ramadhan, Jasma Hendrahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6294Analisis Dampak Kurikulum Merdeka Terhadap Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Pembelajaran Sejarah Di Sma Negeri 1 Gemolong2026-05-11T20:00:02+07:00Fani Mariesa Rahmanfanimariesa@student.uns.ac.idLeo Agung Sutiminleoagung@staff.uns.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman guru sejarah mengenai kompetensi pedagogik dalam konteks penerapan kurikulum merdeka, menganalisis implementasi kompetensi pedagogik dalam pembelajaran sejarah, serta mengkaji dampak penerapan kurikulum merdeka terhadap kompetensi pedagogik guru di SMA Negeri 1 Gemolong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta subjek yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap kompetensi pedagogik dalam kurikulum merdeka tergolong baik, terutama dalam memahami karakteristik peserta didik dan penerapan pembelajaran berpusat pada siswa. Implementasi kompetensi pedagogik tercermin dalam perancangan pembelajaran yang fleksibel, penggunaan metode diskusi, serta pemberian ruang kebebasan kepada peserta didik dalam proses belajar. Namun demikian, masih terdapat kendala dalam pelaksanaannya, antara lain kesulitan dalam penyusunan modul ajar pada awal peralihan kurikulum lama ke kurikulum merdeka, keterbatasan pemahaman teknis terkait kurikulum, serta minimnya sosialisasi pada tahap awal penerapan. Penerapan kurikulum merdeka berdampak pada peningkatan kreativitas guru dalam mengajar dan keterlibatan peserta didik, meskipun masih diperlukan proses adaptasi terhadap perubahan kurikulum.</p>2026-05-15T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Fani Mariesa Rahman, Leo Agung Sutiminhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6541Penerapan Model Pembelajaran Game Based Learning Berbasis Media Crossword Terhadap Minat Belajar di SMPN 20 Bandar Lampung2026-05-17T20:22:04+07:00Agus Anandaagusananda9376@gmail.comYunisca Nurmalisayunisca.nurmalisa@fkip.unila.ac.idNurhayati Nurhayatinurhayati.1992@fkip.unila.ac.idBerchah Pitoewasberchah.pitoewas@fkip.unila.ac.idDian Permata Saridianpermatasari@fkip.unila.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila yang masih didominasi oleh penggunaan buku dan penjelasan lisan guru, sedangkan media pembelajaran berbasis permainan belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Game Based Learning berbantuan media Crossword terhadap minat belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SMP Negeri 20 Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode Pre-eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design. Data penelitian dikumpulkan melalui tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 64,83 pada pretest menjadi 77,20 pada posttest. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh signifikan. Selain itu, hasil uji N-Gain sebesar 0,37 berada pada kategori sedang. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model Game Based Learning berbasis media Crossword berpengaruh terhadap minat belajar peserta didik.</p>2026-05-22T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Agus Ananda, Yunisca Nurmalisa, Nurhayati Nurhayati, Berchah Pitoewas, berchah.pitoewas@fkip.unila.ac.idhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6444Pengaruh Model Pembelajaran Game Based Learning Berbasis Squid Game Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas III SD Negeri 2 Yangapi Bangli2026-05-15T10:42:42+07:00Ni Kadek Sri Dianawatikdksridianawati0308@gmail.comI Made Wiguna Yasawigunayasa16@gmail.comI Made Putra Aryanamadeputra84@gmail.com<p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar matematika siswa kelas III SD Negeri 2 Yangapi Bangli. Proses pembelajaran yang masih konvensional menyebabkan siswa cenderung pasif, kurang antusias, dan menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Game Based Learning (GBL) berbasis Squid Game terhadap motivasi belajar matematika siswa. Penelitian menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas IIIA sebagai kelas kontrol dan kelas IIIB sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan angket motivasi belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas, dan Independent Sample T-Test dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Rata-rata skor motivasi belajar siswa pada kelas eksperimen sebesar 87,6 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 80,1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Game Based Learning berbasis Squid Game efektif dalam meningkatkan motivasi belajar matematika siswa kelas III SD Negeri 2 Yangapi Bangli.</em></p>2026-05-22T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ni Kadek Sri Dianawati, I Made Wiguna Yasa, I Made Putra Aryanahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6574Pembelajaran Al-Qur’an bagi Siswa Tunarungu melalui Metode Kitabah dan Bahasa Isyarat2026-05-18T13:22:29+07:00Muhammad Ikram Shiddiqm.ikramsidiq123@gmail.comAnif Fadillahfadillahanif15@gmail.comM. Taufiq Ismailismaeltaufiq08@gmail.comHusni Idrishusni_idris@uinsi.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembelajaran Al-Qur’an bagi siswa tunarungu melalui metode kitabah dan bahasa isyarat di Sekolah Luar Biasa (SLB). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru Pendidikan Agama Islam dan dokumentasi pembelajaran. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Al-Qur’an dilaksanakan melalui pendekatan visual dengan mengintegrasikan metode kitabah, bahasa isyarat, media visual, dan pengulangan materi secara bertahap. Metode kitabah membantu siswa mengenali dan mengingat bentuk huruf hijaiyah melalui aktivitas menulis, sedangkan bahasa isyarat berfungsi sebagai media komunikasi utama dalam penyampaian materi pembelajaran. Guru juga menerapkan pendekatan individual sesuai kemampuan siswa. Kendala utama dalam pembelajaran meliputi pelafalan makharijul huruf, keterbatasan kemampuan bahasa, dan perbedaan tingkat pemahaman siswa. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru menggunakan media visual interaktif, pengulangan materi, dan pendampingan intensif. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi metode kitabah dan bahasa isyarat dapat menjadi strategi pembelajaran Al-Qur’an yang adaptif dan inklusif bagi siswa tunarungu di SLB. </em></p>2026-05-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Anif Fadillah, Muhammad Ikram Shiddiq, M. Taufiq Ismail, Husni Idrishttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6308Sinergi Guru PAUD dalam Menghadapi Kurikulum Merdeka Berbasis Teknologi2026-05-11T23:51:13+07:00Nana Purwantisitirohwati90@gmail.comSiti Mudrikahnailamudrikah@gmail.comIfa Jumrotun Naimahifajumrotun890@gmail.com<p>Perkembangan teknologi digital dan implementasi Kurikulum Merdeka membawa perubahan dalam dunia pendidikan, termasuk pada pendidikan anak usia dini (PAUD). Guru PAUD dituntut mampu menciptakan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini melalui pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergi guru dalam menghadapi implementasi Kurikulum Merdeka berbasis teknologi di TK As Salam Cepu serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di TK As Salam Cepu mulai memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran melalui penggunaan video edukasi, lagu interaktif, media visual, Canva, dan PowerPoint sederhana untuk mendukung kegiatan belajar anak usia dini. Sinergi antar guru terlihat melalui kerja sama dalam menyusun media pembelajaran, berbagi ide pembelajaran kreatif, dan pendampingan penggunaan teknologi. Faktor pendukung implementasi Kurikulum Merdeka berbasis teknologi meliputi dukungan kepala sekolah, kreativitas guru, dan antusiasme peserta didik terhadap media digital. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan fasilitas teknologi, kemampuan digital guru yang belum merata, serta keterbatasan penggunaan teknologi yang harus disesuaikan dengan karakteristik anak usia dini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi guru menjadi faktor penting dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka berbasis teknologi di TK As Salam Cepu.</p>2026-06-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nana Purwanti, Siti Mudrikah, Ifa Jumrotun Naimahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6232Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Media Spinning Wheel Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas IV SD Negeri 6 Batubulan Gianyar2026-05-09T20:43:22+07:00Ni Kadek Melan PuspitaMelanpuspita@gmail.comI Gusti Ngurah Triyanangrtriyana@uhnsugriwa.ac.idMade Gautama Jayadiningratmadegautamajayadiningrat@uhnsugriwa.ac.idNi Nyoman Ayu Suciartiniayusuciartini@uhnsugriwa.ac.id<p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri 6 Batubulan Gianyar, yang disebabkan oleh kurangnya variasi model pembelajaran inovatif dan media pendukung yang interaktif. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan model Problem Based Learning berbantuan media Spinning Wheel terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri 6 Batubulan Gianyar. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain posttest only nonequivalent control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 79 siswa, terdiri atas 39 siswa kelas IV A sebagai kelompok eksperimen dan 40 siswa kelas IV B sebagai kelompok kontrol. Metode pengumpulan data menggunakan tes posttest berupa tes objektif pilihan ganda sebanyak 20 butir soal yang telah tervalidasi. Teknik analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis (Independent Sample T-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Hasil analisis uji Independent Sample T-test terhadap hasil belajar peserta didik diperoleh angka sebesar 6,098 dengan taraf signifikansi sebesar 0,000. Jika angka signifikansi Sig. (2-tailed) < 0,05 sehingga hasilnya 0,000 < 0,05 maka maka hasil perhitungan tersebut membuktikan bahwa hipotesis H<sub>0</sub> ditolak dan H<sub>1 </sub>diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terhadap model Problem Based Learning berbantuan media Spinning Wheel terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas IV SD Negeri 6 Batubulan Gianyar.</em></p>2026-06-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ni Kadek Melan Puspita, I Gusti Ngurah Triyana, Made Gautama Jayadiningrathttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6318Implementasi Program Cahaya Dhuha dalam Meningkatkan Disiplin Ibadah Anak Usia Dini di RA Sunan Ampel 022026-05-12T09:46:35+07:00Revia Ningrumrevia.ningrum.2501548@students.um.ac.idAlif Mudionoalif.mudiono.fip@um.ac.idEny Nur Aisyaheny.nur.fip@um.ac.idNur Hana Azizahnur.hana.2501548@students.um.ac.id<p>Penelitian ini mengkaji implementasi program “Cahaya Dhuha” dalam membentuk kedisiplinan ibadah anak usia dini di RA Sunan Ampel 02. Program ini dirancang sebagai kegiatan pembiasaan yang terstruktur untuk menanamkan praktik ibadah sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembiasaan ibadah melalui program tersebut serta menganalisis perannya dalam pembentukan karakter anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program dilaksanakan secara rutin dan terstruktur, mulai dari wudhu, pembacaan niat, pelaksanaan sholat dhuha, hingga doa bersama. Proses pembiasaan ini mampu menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta kesadaran spiritual pada anak. Anak menunjukkan respon positif berupa keterlibatan aktif, peningkatan kemampuan menghafal doa, serta pemahaman tahapan ibadah. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan ketenangan emosi, optimisme, rasa syukur, dan kepercayaan diri anak melalui kegiatan yang dilakukan secara berulang dan terarah. Meskipun terdapat kendala keterbatasan ruang, dukungan orang tua menjadi faktor pendukung keberhasilan program. Kesimpulannya, program “Cahaya Dhuha” efektif sebagai media pembiasaan ibadah dalam mengintegrasikan nilai religius dan pembentukan karakter anak usia dini.</p>2026-06-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Revia Ningrum, Alif Mudiono, Eny Nur Aisyah, Nur Hana Azizahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6421Sekolah Islam Terpadu sebagai Transformatif Pendidikan Islam dan Solusi Degradasi Moral Anak Bangsa2026-05-14T15:12:28+07:00Muhamad Abdilahabdyfatih@gmail.comNur Cholidnurcholid@unwahas.ac.idM. Ahsanul HusnaAhsanulhusna@unwahas.ac.id<p>Fenomena degradasi moral di kalangan generasi muda Indonesia menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan. Berbagai kasus seperti meningkatnya perilaku kekerasan, kurangnya etika sosial, serta rendahnya kesadaran spiritual menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam sistem pendidikan yang cenderung menitikberatkan pada aspek kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Sekolah Islam Terpadu (SIT) sebagai solusi dalam mengatasi degradasi moral anak bangsa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui studi literatur dari buku dan jurnal ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIT mampu menjadi model pendidikan alternatif yang efektif melalui integrasi kurikulum, pembiasaan nilai-nilai keislaman, keteladanan guru, serta sinergi antara sekolah dan keluarga. Dengan pendekatan holistik tersebut, SIT berkontribusi dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia dan berintegritas</p>2026-06-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Muhamad Abdilah, Nur Cholid, M. Ahsanul Husnahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6496Urgensi Pendidikan Islam Transformatif di Indonesia 2026-05-16T14:36:38+07:00Abdul Hamidabuyahamid28@gmail.comNur Cholidnurcholid@unwahas.ac.idM. Ahsanul HusnaAhsanulhusna@unwahas.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi dan signifikansi penerapan paradigma pendidikan Islam transformatif di tengah dinamika disrupsi teknologi dan kompleksitas problem sosiologis di Indonesia. Fenomena stagnasi pendidikan Islam yang cenderung terjebak pada aspek kognitif-ritualistik dan pola pembelajaran konservatif (banking concept) menyebabkan output pendidikan seringkali teralienasi dari realitas sosial, seperti krisis ekologi, intoleransi, dan degradasi moral. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan (library research), penelitian ini mengeksplorasi dekonstruksi epistemologi pendidikan Islam menuju model yang lebih inklusif, dialogis, dan kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pendidikan Islam menjadi sebuah keharusan melalui tiga pilar utama: (1) integrasi-interkoneksi antara ilmu agama dan sains modern (seperti ekoteologi dan literasi digital); (2) reorientasi pedagogi dari pusat guru (teacher-centered) menuju dialog emansipatoris yang menumbuhkan kesadaran kritis (conscientization); dan (3) internalisasi nilai-nilai moderasi (Aswaja) serta kearifan lokal (Islam Nusantara) sebagai benteng ideologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam transformatif mampu merekonstruksi peran agama sebagai kekuatan pembebas yang responsif terhadap tantangan zaman. Implikasi dari penelitian ini menuntut adanya perombakan kebijakan kurikulum yang lebih fleksibel dan pengembangan kapasitas pendidik sebagai agen perubahan sosial yang adaptif terhadap era kecerdasan buatan (AI).</em></p>2026-06-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Abdul Hamid, Nur Cholid, M. Ahsanul Husnahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6528Paradigma Pemikiran Lembaga Dakwah2026-05-17T11:51:40+07:00Tegar Efrizaltegar.efrizal25@mhs.uinjkt.ac.idMiftah Maisuri Zentegar.efrizal25@mhs.uinjkt.ac.idMuhammad Firdaustegar.efrizal25@mhs.uinjkt.ac.idM Yakubtegar.efrizal25@mhs.uinjkt.ac.id<p><em>Lembaga dakwah memiliki peran strategis dalam mentransformasikan nilai-nilai Islam ke dalam kehidupan sosial masyarakat yang dinamis. Perkembangan zaman yang ditandai oleh globalisasi, digitalisasi, dan kompleksitas persoalan sosial menuntut adanya pembaruan paradigma dakwah agar tetap relevan, kontekstual, dan berdampak luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis paradigma pemikiran lembaga dakwah yang meliputi pendekatan normatif, struktural, kultural, dan transformatif, serta mengkaji keterkaitan dan relevansi antarparadigma dalam menjawab tantangan dakwah kontemporer. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur ilmiah terkait ilmu dakwah. Hasil kajian menunjukkan bahwa paradigma normatif berperan sebagai fondasi teologis dalam menjaga kemurnian ajaran Islam, paradigma struktural berorientasi pada perubahan sistem sosial dan kebijakan publik, paradigma kultural menekankan dialog dengan budaya lokal, sedangkan paradigma transformatif berfokus pada pemberdayaan dan perubahan sosial yang berkeadilan. Namun, penggunaan paradigma secara parsial cenderung menghasilkan pendekatan dakwah yang kurang optimal. Oleh karena itu, integrasi keempat paradigma menjadi pendekatan yang paling relevan dalam membangun model dakwah yang holistik, adaptif, dan transformatif. Pendekatan integratif ini memungkinkan lembaga dakwah tidak hanya berfungsi sebagai penyampai ajaran agama, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai permasalahan umat.</em></p>2026-06-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Tegar Efrizal, Miftah Maisuri Zen, Muhammad Firdaus, M Yakubhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6556Landasan Islam Transformatif: Analisis Normatif, Filosofis, dan Operasional dalam Pendidikan Islam2026-05-18T08:06:18+07:00Siswantoadibsiswanto121180@gmail.comNur Cholidnurcholid@unwahas.ac.idM Ahsanul HusnaAhsanulhusna@unwahas.ac.id<p><em>Pendidikan Islam saat ini dihadapkan pada tantangan globalisasi dan disrupsi moral yang menuntut reposisi peran institusi pendidikan dari sekadar transfer pengetahuan menjadi agen perubahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dan ilmiah mengenai tiga pilar utama landasan Islam Transformatif dalam pendidikan Islam, yaitu landasan normatif, filosofis, dan operasional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), di mana analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) secara kritis dan deskriptif terhadap pemikiran teologi emansipatif dan pedagogi kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa landasan normatif bersumber dari teologi pembebasan Al-Qur'an dan As-Sunnah yang menekankan keadilan sosial. Landasan filosofis mengintegrasikan nilai teologi profetik dan pedagogi kritis yang memandang manusia sebagai subjek sejarah yang merdeka. Sementara itu, landasan operasional mengejawantahkan paradigma ini ke dalam rekonstruksi kurikulum berbasis realitas sosio-keagamaan, metode pembelajaran dialogis, relasi egaliter antara pendidik dan peserta didik, serta evaluasi berbasis aksi nyata. Secara teoretis, studi ini memperkaya khazanah epistemologi filsafat pendidikan Islam, sedangkan secara praktis memberikan panduan bagi rekonstruksi kurikulum yang emansipatif</em></p>2026-06-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Siswanto, Nur Cholid, M Ahsanul Husnahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6331Peningkatan Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Problem Based Learning Di SMPN 1 Sanakulon2026-05-12T12:56:19+07:00Sinta Khurul Ainiainiskhu21@gmail.comMuhammad Dwi Toriyonoainiskhu21@gmail.com<p>Tantangan pendidikan di era modern mengharuskan siswa untuk menguasai kompetensi abad ke-21, termasuk kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Kendati demikian, realitas di lapangan menunjukkan bahwa dominasi metode konvensional yang berpusat pada pendidik masih sering ditemukan, yang mengakibatkan penyampaian materi tidak maksimal dan rendahnya tingkat motivasi serta pencapaian akademik siswa. Sebagai langkah solutif, model Problem Based Learning (PBL) diterapkan untuk memperbaiki kondisi tersebut. Penelitian ini diarahkan untuk menganalisis: 1) Pengaruh Problem Based Learning terhadap motivasi dan hasil belajar pada mata pelajaran PAI. 2) Efektivitas Problem Based Learning dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa mata pelajaran PAI. Melalui pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen, data dihimpun menggunakan instrumen angket dan tes. Proses pengolahan data dilakukan dengan uji MANOVA, serta perhitungan partial eta squared dan N-Gain Score. Temuan riset membuktikan bahwa PBL berpengaruh signifikan terhadap motivasi dan hasil belajar PAI, dengan kontribusi masing-masing sebesar 34,1% dan 22%. Selain itu, model ini terbukti efektif dalam meningkatkan variabel terkait, ditunjukkan dengan perolehan N-Gain Score sebesar 52% untuk motivasi dan 62% untuk hasil belajar.</p>2026-06-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Sinta Khurul Aini, Muhammad Dwi Toriyonohttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6537Dinamika Pendidikan Islam Era Bani Umayyah Dan Bani Abbasiyah2026-05-17T17:44:30+07:00Ikram Humaidiikramhumaidi12@gmail.comAndrian Destaandriandesta85@gmail.comGhesan Riyadi Anandagesanjr1000@gmail.comMutiara Fitrimutiarafitri1009@gmail.comRizkina Zahararizkinazahara02@gmail.comSinta Anjelinasintaanjelina19@gmail.comUlfa Adelia Putriulfaadeliaputri17@gmail.com<p><em>Pendidikan memiliki peran penting dalam perkembangan Islam sebagai pedoman hidup yang universal. Hubungan antara pendidikan dan Islam bersifat erat dan tidak dapat dipisahkan, karena pendidikan menjadi sarana utama dalam mewujudkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika pendidikan Islam pada masa Bani Umayyah serta perbandingannya dengan masa awal Dinasti Abbasiyah. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber terkait sejarah pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pada masa Bani Umayyah, sistem pendidikan masih bersifat desentralisasi, belum terstandarisasi, dan kurang mendapat perhatian pemerintah akibat kondisi sosial, politik, dan ekonomi yang tidak stabil. Hal ini berdampak pada lambatnya perkembangan intelektual. Sebaliknya, pada masa awal Dinasti Abbasiyah, pendidikan Islam mengalami perkembangan pesat yang ditandai dengan banyaknya lembaga pendidikan, meningkatnya minat belajar masyarakat, serta pembagian pendidikan menjadi formal dan nonformal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa masa Bani Umayyah merupakan fase awal yang masih terbatas, sedangkan masa Abbasiyah menjadi periode kemajuan signifikan dalam sejarah pendidikan Islam.</em></p>2026-06-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ikram Humaidi, Andrian Desta, Ghesan Riyadi Ananda, Mutiara Fitri, Rizkina Zahara, Sinta Anjelina, Ulfa Adelia Putrihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6623Tafsir Sastrawi Al-Qur’an: Telaah Kritis Pemikiran Bint al-Syāṭi’ dan Aḥmad Muḥammad Khalafallāh serta Implikasinya dalam Pembelajaran Al-Qur’an2026-05-19T14:07:19+07:00Kholil Muttaqinkholilalmuttaqin@gmail.com<p>Penelitian ini membahas pemikiran Bint al-Syāṭi’ dan Muḥammad Aḥmad Khalafallāh dalam pengembangan tafsir sastrawi Al-Qur’an serta relevansinya dalam pembelajaran Al-Qur’an. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan pembelajaran Al-Qur’an yang masih dominan berorientasi pada aspek teknis, seperti tajwid dan hafalan, sehingga kurang memberi ruang bagi apresiasi estetika, linguistik, dan makna edukatif Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi tokoh melalui analisis deskriptif, komparatif, kritis, dan inferensial terhadap karya-karya utama kedua tokoh tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bint al-Syāṭi’ menekankan ketepatan diksi, prinsip anti-sinonimitas, serta kesatuan makna internal Al-Qur’an melalui analisis linguistik yang ketat. Sementara itu, Khalafallāh menyoroti fungsi kisah Al-Qur’an sebagai media retoris yang mengandung pesan moral, psikologis, dan pedagogis, bukan semata-mata laporan historis. Kedua pemikiran tersebut memiliki titik temu dalam memandang Al-Qur’an sebagai teks sastra ilahiah yang menuntut pembacaan holistik. Integrasi keduanya menawarkan model pembelajaran Al-Qur’an yang lebih komprehensif, yaitu menggabungkan analisis linguistik mikro dengan analisis naratif makro agar peserta didik dapat memahami keindahan bahasa sekaligus kedalaman pesan hidayah Al-Qur’an.</p>2026-06-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Kholil Muttaqinhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6651Learning Strategies and Literacy Practices in a Madrasah Library Community 2026-05-19T23:44:49+07:00Ikrimahikri12jaliha@gmail.com<p>This study explores the learning strategies and literacy practices developed within a madrasah library community through a qualitative case study approach. The research was conducted at the Ibnu Sahnun Library of MAN Kota Palangka Raya and focused on one student member of the Sahabat Perpustakaan community who successfully passed achievement-based university admission pathways. Data were collected through semi-structured interviews then analyzed using thematic analysis. The findings revealed that participation in the madrasah library community contributed positively to the student’s academic preparation, literacy habits, communication skills, self-development, and academic motivation. Literacy activities such as writing projects, storytelling programs, literacy outreach, and content creation encouraged reflective learning, critical thinking, and collaborative engagement. The study also found that the library community functioned not only as a reading space but also as a student-centered educational environment that supported creativity, leadership, and meaningful literacy experiences. This study highlights the potential role of madrasah library communities in strengthening literacy culture and supporting holistic student development within Islamic educational contexts.</p>2026-06-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ikrimahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6762Optimalisasi Kemampuan Numerasi: Pengembangan LKPD Berbasis Metakognisi ditinjau dari Aspek Memori2026-05-21T23:16:29+07:00Annisaa Khoirunnillahannisaakhoirunnillah@gmail.comVina Ananda Apriliavinaaprilia1604@gmail.comSiti Inganahinganah@umm.ac.id<p>Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis metakognisi agar pendidik dapat memfasilitasi kemampuan numerasi siswa yang ditinjau dari aspek memori. Metakognisi mengatur bagaimana siswa menggunakan dan mengevaluasi informasi yang tersimpan dalam memori, sedangkan memori menyediakan sumber daya kognitif untuk berpikir reflektif. Dalam konteks kemampuan numerasi, interaksi kedua aspek ini berperan dalam menentukan sejauh mana siswa dapat mengolah informasi, menilai kesesuaian strategi, dan mengambil keputusan yang tepat. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan <em>deep analysis </em>agar dapat menguraikan gambaran mendalam dari hasil penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode <em>Research and Development </em>(R&D) dengan model pengembangan ADDIE (<em>Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation</em>). Subjek penelitian ini yakni peserta didik kelas VIII di berbagai SMP di Kota Malang. Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>random sampling</em> dengan total subjek sebanyak 3 orang<em>. </em>Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket validasi, angket respons siswa, dan tes kemampuan numerasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memperoleh persentase validitas sebesar 95,5% dengan kategori sangat baik dan persentase kepraktisan sebesar 93,33% dengan kategori sangat praktis. Hasil implementasi menunjukkan bahwa LKPD berbasis metakognisi mampu membantu siswa memahami masalah numerasi secara lebih reflektif melalui aktivitas pengetahuan awal, eksplorasi, monitoring, rangkuman mandiri, dan refleksi. Selain itu, integrasi aspek memori dalam LKPD membantu siswa menghubungkan pengetahuan sebelumnya dengan konsep baru dalam penyelesaian masalah kontekstual. Dengan demikian, LKPD berbasis metakognisi ditinjau dari aspek memori layak digunakan untuk memfasilitasi kemampuan numerasi siswa SMP.</p>2026-06-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Annisaa Khoirunnillah, Vina Ananda Aprilia, Siti Inganahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6858Transformasi Perencanaan Sistem PAI Yang Adaptif Dalam Membentuk Integritas Moral Generasi Z Di Tengah Arus Globalisasi2026-05-23T18:58:19+07:00Rifkina Shufia Labibashufialabiba@gmail.comMar’atu Rosyada Al Farizmaratu.rosyada.al.fariz@mhs.uingusdur.ac.idNaelum Minatikanaelum.minatika@mhs.uingusdur.ac.idAbdul Azimabdul.azim@uingusdur.ac.id<p>Nilai dan moralitas generasi muda, khususnya Generasi Z yang tumbuh dalam ekosistem digital yang serba terbuka dan tanpa batas. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran mendalam terhadap degradasi integritas moral yang semakin nyata di kalangan pelajar Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis konsep perencanaan sistem Pendidikan Agama Islam (PAI) yang adaptif dalam membentuk integritas moral Generasi Z; (2) mengkaji pengaruh arus globalisasi terhadap integritas moral Generasi Z serta peran sistem PAI sebagai benteng nilai-nilai keislaman; dan (3) merumuskan strategi implementasi sistem PAI yang adaptif di tengah derasnya arus globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang diperkuat dengan analisis deskriptif-analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap pergeseran nilai moral Generasi Z, yang ditandai dengan melemahnya komitmen terhadap norma-norma keagamaan dan etika sosial. Di sisi lain, sistem PAI yang dirancang secara adaptif dan kontekstual terbukti mampu menjadi instrumen efektif dalam membentengi dan membangun kembali integritas moral peserta didik. Strategi implementasi yang integratif, berbasis teknologi, dan berakar pada nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin menjadi kunci keberhasilan PAI dalam menjawab tantangan zaman. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan kurikulum dan kebijakan pendidikan Islam yang responsif terhadap dinamika global.</p>2026-06-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Rifkina Shufia Labiba, Mar’atu Rosyada Al Fariz, Naelum Minatika, Abdul Azimhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6867Ketika Semua Anak Harus Belajar Bersama: Realitas Pembelajaran Inklusi di TK Reguler2026-05-23T23:45:09+07:00Nadine Qothrunnada Dwihantinadine.qothrunnada.2501516@students.um.ac.idMahmada Assyifamahmadaassyifa933@gmail.comSurayanahsurayanah.fip@um.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan inklusi sebagai upaya pemenuhan hak belajar bagi seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, di sekolah reguler. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada jenjang taman kanak-kanak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan inklusi, kerja sama dengan Pusat Layanan Disabilitas (PLD), peran <em>shadow teacher</em>, serta kendala yang dihadapi di TKN Pembina Kepanjenkidul. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek kepala sekolah dan guru kelas, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi nyata di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah menerapkan pendidikan inklusi meskipun belum berstatus resmi. Sekolah menerima berbagai jenis anak berkebutuhan khusus seperti <em>speech delay</em>, autisme, ADHD, dan <em>slow learner</em>. Pelaksanaan inklusi didukung melalui kerja sama dengan PLD dalam asesmen dan pelatihan guru. Selain itu, keberadaan <em>shadow teacher</em> membantu pendampingan anak berkebutuhan khusus selama pembelajaran. Guru juga menerapkan strategi pembelajaran adaptif seperti pengulangan instruksi, komunikasi dua arah, dan kegiatan yang menarik. Namun, pelaksanaan masih menghadapi kendala seperti keterbatasan tenaga ahli, sarana prasarana, serta kurangnya penerimaan sebagian orang tua. Dengan demikian, diperlukan kolaborasi berkelanjutan antara sekolah, orang tua, dan tenaga profesional untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan inklusi di sekolah reguler.</p>2026-06-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nadine Qothrunnada Dwihanti, Mahmada Assyifa, Surayanahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6879Peran Self-Awareness Berbasis STIFIn dalam Meningkatkan Person-Jib Fit dan Mengurangi Quiet Quitting pada Guru 2026-05-26T19:43:27+07:00Mutmainahmutmainah@student.paramadina.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran selfawareness berbasis STIFIn dalam meningkatkan person-job fit serta implikasinya terhadap penurunan perilaku quiet quitting pada guru di sekolah Islam bilingual. Fenomena quiet quitting yang ditandai dengan rendahnya keterlibatan kerja menjadi tantangan signifikan dalam pengelolaan sumber daya manusia di sektor pendidikan. Quiet quitting merujuk pada kondisi ketika individu hanya bekerja sebatas memenuhi tuntutan minimum pekerjaan tanpa menunjukkan keterlibatan emosional maupun kontribusi tambahan (Yılmaz et al., 2025). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap guru sebagai responden. Variabel yang diteliti meliputi selfawareness berbasis STIFIn sebagai variabel independen, person-job fit sebagai variabel mediasi, dan quiet quitting sebagai variabel dependen. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda atau Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa peningkatan selfawareness berkontribusi positif terhadap peningkatan person-job fit, yang selanjutnya menurunkan kecenderungan perilaku quiet quitting. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pengelolaan sumber daya manusia di lembaga pendidikan, khususnya dalam pengembangan dan penempatan guru berbasis potensi individu.</em></p>2026-06-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Mutmainahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7004Penggunaan Media LKPD Berbasis Canva Pada Mata Pelajaran Ipas Kelas V di SD Negeri 12 Peguyangan Denpasar Utara2026-05-26T13:38:23+07:00Desak Nyoman Nogi Pratiwidesaknogipratiwi21@gmacil.comI Wayan Darnawayandarna66@gmail.comI Made Putra Aryanamadeputra84@gmail.com<p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penggunaan media pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, menarik, dan bermakna bagi peserta didik sekolah dasar. Dalam pembelajaran IPAS, penggunaan media yang kurang variatif menyebabkan peserta didik cenderung pasif dan kurang tertarik dalam mengikuti pembelajaran. Salah satu media yang digunakan yaitu LKPD berbasis Canva. Adapaun masalah yang akan dibahas antara lain (1) Penggunaan LKPD berbasis canva, (2) Kendala yang dihadapi (3) Dampak penggunaan media LKPD berbasis Canva pada mata pelajaran IPAS kelas V di SD Negeri 12 Peguyangan, Denpasar Utara. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teori Kerucut Pengalaman yang dikemukakan oleh Edgar Dale dan Teori Fungsionalisme yang dikemukakan oleh Talcott Parsons. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yaitu guru kelas V dan peserta didik kelas V SD Negeri 12 Peguyangan, Denpasar Utara. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media LKPD berbasis Canva dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Dalam penggunaannya terdapat beberapa kendala, seperti kurangnya keaktifan sebagian peserta didik dalam diskusi kelompok serta keterbatasan waktu dalam pelaksanaan pembelajaran. Meskipun demikian, penggunaan media LKPD berbasis Canva memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran IPAS, yaitu meningkatkan keaktifan belajar, pemahaman materi, minat belajar, serta keterampilan kerja sama peserta didik. Penggunaan LKPD berbasis Canva juga mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, tidak monoton, dan berpusat pada peserta didik.</em></p>2026-06-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Desak Nyoman Nogi Pratiwi, I Wayan Darna, I Made Putra Aryanahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6659Membongkar Tantangan P5 di Era Globalisasi Digital: Strategi Membangun Generasi Pancasila yang Adaptif dan Kompetitif2026-05-20T08:06:28+07:00Anisa Fitri Andaristaandarsekolah@gmail.comAhmad Sayyid Fityanmassayyganteng@gmail.comMoh Faizinfaizin7172@gmail.com<p>Globalisasi digital memberikan dampak signifikan terhadap pembentukan karakter peserta didik melalui meningkatnya paparan media sosial dan kecerdasan buatan, sementara implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan kesiapan guru, rendahnya literasi digital, dan kesenjangan fasilitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan sistemik dalam pelaksanaan P5 serta merumuskan strategi adaptif dalam penguatan pendidikan karakter menuju Indonesia Emas 2045. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari 35 artikel ilmiah terbitan 2023–2026, dokumen kebijakan Kurikulum Merdeka, serta laporan lembaga nasional dan internasional seperti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta UNICEF. Analisis data dilakukan melalui teknik coding tematik dan sintesis konseptual untuk mengidentifikasi hambatan utama serta peluang inovasi dalam implementasi P5. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi P5 menghadapi tantangan yang saling berkaitan, seperti dominasi penggunaan media digital oleh peserta didik dibandingkan aktivitas belajar terstruktur, keterbatasan literasi keamanan digital, serta meningkatnya risiko pelanggaran integritas akademik. Strategi yang diidentifikasi meliputi digitalisasi modul berbasis platform gratis, pemanfaatan kecerdasan buatan untuk efisiensi kerja guru, triangulasi komunitas dalam pengawasan pembelajaran, gamifikasi berbasis budaya lokal-global, serta penguatan integritas digital sebagai perluasan pendidikan karakter. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan strategi P5 yang lebih adaptif dan kontekstual.</p>2026-06-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Anisa Fitri Andarista, Ahmad Sayyid Fityan, Moh Faizinhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7005Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Memperkuat Proses Pembelajaran yang Berkualitas 2026-05-26T13:48:33+07:00Rahayu Mardikaningsihrahayumardikaningsih@gmail.comDewi Rahma Fatiya Marsya drahmaa1827@gmail.comSiti Lailatul Maulidiasitilailatulmaulidia.fa@gmail.comErmy Faradillahermyfaradilah14804@gmail.comIntan Tri Sukowatiintantrisukowati2007@gmail.com<p>Artikel ini menyajikan studi konseptual tentang pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran. Tujuannya adalah untuk menjelaskan bagaimana teknologi dapat diarahkan untuk memperkuat pembelajaran yang bermakna melalui integrasi dengan komponen pedagogis, psikologis, manajerial, dan kebijakan. Metodologi yang digunakan adalah tinjauan pustaka kualitatif, yang mensintesis perspektif teoretis dari berbagai sumber akademis untuk membangun pemahaman komprehensif tentang integrasi teknologi dalam pendidikan. Temuan menunjukkan bahwa integrasi teknologi yang efektif membutuhkan pendekatan holistik di mana alat-alat teknologi tidak hanya ditambahkan ke praktik yang ada tetapi secara sistematis diintegrasikan ke dalam desain kurikulum, strategi pengajaran, dan metode penilaian. Faktor keberhasilan utama meliputi kompetensi guru dalam memilih dan menggunakan teknologi yang tepat, ketersediaan infrastruktur yang memadai, kepemimpinan sekolah yang mendukung, dan keterlibatan aktif orang tua dan masyarakat. Ketika elemen-elemen ini bekerja secara harmonis, teknologi berfungsi sebagai media untuk pengalaman belajar yang adaptif, kolaboratif, dan personal. Studi ini menyimpulkan bahwa teknologi harus dipandang sebagai pendorong yang memperluas akses pendidikan dan memperkaya pembelajaran, namun pemanfaatannya harus dipandu oleh prinsip-prinsip pedagogis yang baik dan pertimbangan etis untuk memastikan bahwa dimensi manusia dalam pendidikan tetap menjadi pusat perhatian..</p>2026-06-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Rahayu Mardikaningsih, Dewi Rahma Fatiya Marsya , Siti Lailatul Maulidia, Ermy Faradillah, Intan Tri Sukowatihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6994Dampak Program Tahfidz Al-Qur’an Terhadap Perilaku Keagamaan Santriwati di Pondok Pesantren Karya Pembangunan Ribhatul Khail Tenggarong2026-05-26T11:25:56+07:00Nur Amanahamanahn1010@gmail.comFalisha Ramadhanifalishaelsa@gmail.comMumtazah Nawar Afifahmumtazahnawarafifah@gmail.comNiya Armita Sariarmitaniya@gmail.comArbiaharbiahbyah@gmail.comMubarakmubarak@unikarta.ac.id<p><em>Program menghafalkan Al-Quran (tahfidz) merupakan salah satu program pendidikan Islam yang ditujukan untuk membentuk perilaku dan karakter religius peserta didik melalui pembiasaan membaca, menghafalkan, dan memahami Al-Quran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program tahfidz, mengidentifikasi perilaku keagamaan peserta didiknya, serta menganalisis pengaruh program tahfidz terhadap perilaku keagamaan peserta didik di Pondok shariah Karya Pembangunan Ribhatul Khail Tenggarong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Partisipan penelitian meliputi kepala madrasah, koordinator tahfidz, ustadzah tahfidz, peserta didiknya, dan teman sebaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tahfidz dilaksanakan secara teratur melalui kegiatan muraja'ah, menghafalan, dan setoran hafalan dengan menggunakan metode talaqqi, iqra', dan muraja'ah. Program tahfidz memberikan dampak positif terhadap perilaku keagamaan peserta didiknya, seperti peningkatan kedisiplinan, kebiasaan membaca Al-Quran, sikap sopan santun, dan perbaikan hubungan sosial antar peserta didiknya maupun dengan guru. Namun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi beberapa hambatan seperti perbedaan kemampuan menghafal, kurang fokus saat menghafal, dan keterbatasan waktu. Dengan demikian, pondok pesatren memberikan pembimbingan, motivasi, dan pembiasaan muraja'ah secara teratur agar program tahfidz dapat berjalan secaraoptimal dalam membentuk perilaku keagamaan peserta didiknya</em>.</p>2026-06-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nur Amanah, Falisha Ramadhani, Mumtazah Nawar Afifah, Niya Armita Sari, Arbiah, Mubarakhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7041Teacher Professional Ethics in Addressing the Changing Characteristics of Generation Alpha Students2026-05-27T10:12:08+07:00Risqi Andinirisqi.andini@mhs.uingusdur.ac.idRifkina Shufia Labibahrifkina.shufia.labibah@mhs.uingusdur.ac.idAmalia Shinta Defiamalia.shinta.defi@mhs.uingusdur.ac.idNur Khasanahnur.khasanah@uingusdur.ac.id<p><em>The rapid development of digital technology has shaped the characteristics of Generation Alpha learners, who are highly familiar with technology, visually oriented, interactive, and accustomed to instant access to information. These changes create new challenges for teachers in carrying out their professional duties. Many educational practices still rely on conventional approaches that are less relevant to current students. This study aims to analyze the importance of teacher professional ethics in responding to the changing character of Generation Alpha students. This research uses a qualitative library research approach by examining books, journal articles, and relevant academic sources. The findings show that teacher professional ethics remain a fundamental basis in education, but their implementation must be adjusted to current developments. Ethical values such as responsibility, integrity, fairness, exemplary conduct, empathy, and professionalism need to be integrated with digital literacy and adaptive learning approaches. The study also finds a gap between the ideal concept of teacher ethics and educational realities, where some teachers still face limitations in technology mastery and innovative teaching strategies. Therefore, redefining teacher professional ethics in the modern era is necessary to meet the needs of Generation Alpha learners.</em></p>2026-06-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Risqi Andini, Rifkina Shufia Labibah, Amalia Shinta Defi, Nur Khasanahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7067Problematika dan Reorientasi Pendidikan Pesantren di Era Globalisasi2026-05-27T20:25:52+07:00Nor Alininoralini08@gmail.comMuhammad Rizqi Bahrainmuhammadbahren753@gmail.comAjahariajahari@uin-palangkaraya.ac.id<p>Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia menghadapi berbagai tantangan dan problematika di era globalisasi yang terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi problematika yang dihadapi pendidikan pesantren dalam menghadapi era globalisasi; (2) menganalisis dampak globalisasi terhadap sistem pendidikan, kurikulum, dan nilai-nilai pesantren tradisional; serta (3) menyusun bentuk reorientasi pendidikan pesantren yang diperlukan agar tetap relevan tanpa kehilangan identitas keislaman. Metode yang digunakan adalah kajian literatur (<em>library study</em>) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai sumber akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren menghadapi problematika internal berupa keterbatasan kurikulum tradisional, manajemen yang belum profesional, keterbatasan keuangan, serta sarana prasarana yang kurang memadai. Globalisasi membawa dampak signifikan pada perubahan sistem pendidikan, perubahan kurikulum, dan transformasi fungsi sosial pesantren. Reorientasi yang diperlukan meliputi rekonstruksi sinkronisasi integratif, penguatan literasi digital, pembentukan kompetensi abad ke-21, serta modernisasi manajemen pendidikan. Dengan reorientasi yang tepat, pesantren dapat menjadi lembaga pendidikan yang adaptif dan kompetitif di era global tanpa mengorbankan nilai-nilai keislaman.</p>2026-06-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nor Alini, Muhammad Rizqi Bahrain, Ajaharihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7096Internalisasi Nilai-Nilai Akhlak Islami melalui Konten Religi Digital pada Peserta Didik Generasi Z2026-05-28T15:44:27+07:00M. Kasyful Anwarmkasyfulanwar18@gmail.comAhmada.ahmad0895@gmail.comHendro Perdana Putraibnmasud92@gmail.comEko Nursalimekonursalim99@gmail.com<p><em>Arus globalisasi yang semakin intens telah membawa perubahan signifikan dalam aspek budaya, sosial, dan moral kehidupan masyarakat, terutama pada Generasi Z yang sangat akrab dengan teknologi digital. Fenomena ini menimbulkan tantangan serius terhadap proses internalisasi nilai-nilai Islam, karena eksposur terhadap budaya global dapat melemahkan identitas spiritual dan karakter religius peserta didik muda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi internalisasi nilai-nilai Islam bagi Generasi Z di tengah pengaruh globalisasi yang kompleks dan dinamis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi literatur yang bersumber dari artikel ilmiah, buku, serta penelitian terdahulu tentang pendidikan Islam, perkembangan remaja, dan dinamika budaya digital.Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Islam bagi Generasi Z dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan, antara lain penguatan literasi keislaman digital, keteladanan dalam lingkungan keluarga dan pendidikan, pemanfaatan media sosial sebagai sarana dakwah kreatif, serta integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum pendidikan formal maupun nonformal. Proses ini mencakup tahapan pengetahuan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan sehingga terbentuk karakter religius yang kokoh. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi nilai Islam di era globalisasi memerlukan inovasi pedagogis yang adaptif serta kolaborasi antara keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Temuan ini berimplikasi pada pengembangan kebijakan pendidikan Islam yang relevan dengan kebutuhan generasi digital.</em></p>2026-06-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 M. Kasyful Anwar, Ahmad, Hendro Perdana Putra, Eko Nursalimhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7164Visualisasi Alam Ghaib: Mekanisme Istiarah dan Kontribusi Imajinasi Eskatologi dalam Shahih Bukhari dan Muslim2026-05-29T18:43:05+07:00Aang Saeful Milahaang.saefulmilah@uinbanten.ac.idMuhammad Faqih Choiruddin231370049.muhammadchoiruddin@uinbanten.ac.idClarisa Aulia Dewi231370045.clarisa@uinbanten.ac.idAnisa Fitriyani231370042.anisa@uinbanten.ac.idIlhamiyatul Hidayah231370039.ilhamiyatul@uinbanten.ac.id<p><em>Bahasa agama sering kali menghadapi tantangan epistemologis dalam menjembatani kognisi manusia yang terbatas dengan realitas metafisika yang absolut, khususnya dalam narasi eskatologi. Penelitian ini bertujuan untuk membedah mekanisme Istiarah (metafora) sebagai instrumen konstruksi imajinasi alam ghaib dalam Sahih Bukhari dan Muslim. Menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan retoris-hermeneutik berbasis kerangka Ilmu al-Bayan, penelitian ini melakukan analisis mikro-struktural terhadap hadis-hadis eskatologi pilihan yang memiliki intensitas visual tinggi. Data dikumpulkan melalui teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan metode dekonstruksi unsur retoris (Musta’ar Minhu, Musta’ar Lahu, Alaqah, dan Qarinah). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa narasi eskatologi dalam Sahih Bukhari dan Muslim secara dominan menggunakan Istiarah Makniyyah (50%) dan Istiarah Tamtsiliyyah (30%) untuk mentransformasikan konsep abstrak menjadi citraan konkret. Temuan spesifik menunjukkan bahwa personifikasi kematian sebagai entitas biologis dan animasi fenomena alam (seperti napas neraka dan sujudnya matahari) berfungsi sebagai visualizing agent yang mereduksi kompleksitas ontologis menjadi skema pengalaman duniawi. Hal ini membuktikan bahwa mekanisme Istiarah bekerja melalui pemetaan fungsional yang memungkinkan audiens membangun peta mental yang jelas mengenai realitas transenden. Implikasi teoretis dari penelitian ini memperluas fungsi Balagah klasik dari sekadar hiasan stilistika menjadi epistemologi visualisasi iman, sementara secara praktis memberikan kerangka interpretatif baru bagi pengajaran hadis agar terhindar dari bias literalisme kaku. Penelitian ini menegaskan posisi retorika kenabian sebagai mahakarya kognitif yang mengintegrasikan estetika linguistik dengan kedalaman teologis dalam diskursus akademik internasional.</em><em>Bahasa agama sering kali menghadapi tantangan epistemologis dalam menjembatani kognisi manusia yang terbatas dengan realitas metafisika yang absolut, khususnya dalam narasi eskatologi. Penelitian ini bertujuan untuk membedah mekanisme Istiarah (metafora) sebagai instrumen konstruksi imajinasi alam ghaib dalam Sahih Bukhari dan Muslim. Menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan retoris-hermeneutik berbasis kerangka Ilmu al-Bayan, penelitian ini melakukan analisis mikro-struktural terhadap hadis-hadis eskatologi pilihan yang memiliki intensitas visual tinggi. Data dikumpulkan melalui teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan metode dekonstruksi unsur retoris (Musta’ar Minhu, Musta’ar Lahu, Alaqah, dan Qarinah). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa narasi eskatologi dalam Sahih Bukhari dan Muslim secara dominan menggunakan Istiarah Makniyyah (50%) dan Istiarah Tamtsiliyyah (30%) untuk mentransformasikan konsep abstrak menjadi citraan konkret. Temuan spesifik menunjukkan bahwa personifikasi kematian sebagai entitas biologis dan animasi fenomena alam (seperti napas neraka dan sujudnya matahari) berfungsi sebagai visualizing agent yang mereduksi kompleksitas ontologis menjadi skema pengalaman duniawi. Hal ini membuktikan bahwa mekanisme Istiarah bekerja melalui pemetaan fungsional yang memungkinkan audiens membangun peta mental yang jelas mengenai realitas transenden. Implikasi teoretis dari penelitian ini memperluas fungsi Balagah klasik dari sekadar hiasan stilistika menjadi epistemologi visualisasi iman, sementara secara praktis memberikan kerangka interpretatif baru bagi pengajaran hadis agar terhindar dari bias literalisme kaku. Penelitian ini menegaskan posisi retorika kenabian sebagai mahakarya kognitif yang mengintegrasikan estetika linguistik dengan kedalaman teologis dalam diskursus akademik internasional.</em></p>2026-06-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Aang Saeful Milah, Muhammad Faqih Choiruddin, Clarisa Aulia Dewi, Anisa Fitriyani, Ilhamiyatul Hidayahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7200Kedudukan Guru dalam Kepemimpinan Pendidikan2026-05-30T15:47:42+07:00Rahmatia. Rrahmatiar59@gmail.comSyamsuddinsyamsuddin.sasak@uin-alauddin.ac<p><em>Penelitian ini bertujuan mengkaji peranan dan kedudukan guru, kepemimpinan pendidikan, serta peran kepemimpinan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Guru memiliki posisi strategis karena tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendidik, pembimbing, motivator, teladan, dan penggerak perubahan di lingkungan sekolah. Selain itu, kepemimpinan pendidikan menjadi faktor penting dalam keberhasilan lembaga pendidikan karena berkaitan dengan kemampuan memengaruhi, mengarahkan, dan menggerakkan seluruh komponen pendidikan agar tujuan pendidikan tercapai secara efektif dan efisien. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya hubungan antara peran guru dan kepemimpinan pendidikan dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas serta pembentukan karakter peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, artikel, peraturan, dan sumber relevan lainnya. Pengumpulan data dilakukan melalui membaca, mencatat, memahami, dan mengelompokkan informasi terkait peran guru dan kepemimpinan pendidikan. Data kemudian dianalisis secara kualitatif dengan menelaah literatur, membandingkan pendapat ahli, serta menghubungkan teori yang relevan dengan fokus kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sangat penting dalam keberhasilan pendidikan sebagai pelaksana utama pembelajaran dan pembentuk karakter peserta didik. Kepemimpinan pendidikan juga berpengaruh besar dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, disiplin, dan inovatif. Peran kepemimpinan yang efektif mampu meningkatkan kerja sama, motivasi, serta arah organisasi pendidikan. Kesimpulannya, keberhasilan pendidikan sangat dipengaruhi oleh kualitas guru dan kepemimpinan pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi guru dan kepemimpinan secara berkelanjutan untuk menghasilkan peserta didik yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.</em></p>2026-06-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Rahmatia. R, Syamsuddinhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/3437Pentingnya Pendidikan Berkarakter Untuk Menghadapi Tantangan Globalisasi2025-12-16T14:34:27+07:00Jihaan Rihhadatul Aisyjihaan.rihhadatul.aisy@mhs.uingusdur.ac.idMuhammad Muzakimuhammad.muzaki@mhs.uingusdur.ac.idLuna Aiswaraluna.aiswara@mhs.uingusdur.ac.idNur Khasanahnur.khasanah@uingusdur.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya pendidikan berkarakter dalam menghadapi tantangan globalisasi melalui pendekatan studi literatur dan analisis deskriptif. Globalisasi yang ditandai oleh kemajuan teknologi, keterbukaan informasi, dan interaksi budaya global membawa berbagai dampak bagi generasi muda, terutama dalam aspek moral, sosial, dan kompetensi. Peserta didik kini dihadapkan pada maraknya konten negatif, rendahnya literasi digital, serta tuntutan persaingan global yang semakin tinggi. Melalui pendidikan karakter, sekolah dapat membangun benteng moral, memperkuat identitas diri, meningkatkan kemampuan adaptasi, serta menanamkan etika digital yang bertanggung jawab. Pendidikan berkarakter tidak hanya membentuk pribadi yang berakhlak, tetapi juga menyiapkan peserta didik agar mampu bersaing di era global dengan tetap menjunjung nilai-nilai moral. Strategi penerapan pendidikan karakter dilakukan melalui integrasi dalam pembelajaran, penguatan budaya sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, serta kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan berkarakter merupakan pondasi penting untuk mencetak generasi yang cerdas, tangguh, berdaya saing, dan berkepribadian kuat di tengah derasnya arus globalisasi.</p>2026-06-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jihan Aisyhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/4251Reposisi Nilai Moderasi Beragama dalam Kebijakan Pendidikan Agama Islam2026-01-15T01:24:30+07:00Anwar Ilham Mahbubimuhammadhusnimajid@gmail.comMuhammad Husni Abdul Majidanwarmahbubi@gmail.com<p>Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif reposisi nilai-nilai moderasi beragama dalam kebijakan Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui kajian analitis terhadap Kitab Adab al-‘Alim wa al-Muta‘allim karya KH Hasyim Asy’ari sebagai basis inovasi karakter peserta didik di era digital. Perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan yang semakin kompleks, seperti banjir informasi, lemahnya etika bermedia, serta maraknya penyebaran paham radikal dan intoleran di kalangan pelajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research) dan metode analisis isi (content analysis). Sumber data utama meliputi dokumen kebijakan PAI, khususnya yang berkaitan dengan Kurikulum Merdeka, serta teks klasik karya KH Hasyim Asy’ari, yang diperkuat oleh literatur ilmiah kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai moderasi beragama yang ditekankan dalam kebijakan PAI memiliki kesesuaian konseptual yang kuat dengan ajaran adab menuntut ilmu dalam pemikiran KH Hasyim Asy’ari. Reposisi nilai ini melahirkan inovasi karakter berupa penguatan sikap tabayyun, pengembangan etika komunikasi digital, serta internalisasi nilai tawadhu‘ dan toleransi. Integrasi nilai-nilai etika klasik ke dalam kebijakan pendidikan modern terbukti efektif sebagai filter moral bagi pelajar dalam menghadapi kompleksitas informasi di era digital. Dengan demikian, reposisi ini menegaskan bahwa pendidikan Islam tetap relevan dan mampu memberikan fondasi spiritual yang kokoh di tengah dinamika perubahan teknologi global.</p>2026-06-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Anwar Ilham Mahbubi, Muhammad Husni Abdul Majidhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7371Servant Leadership Kepala Madrasah Integrasi dengan Nilai Pendidikan Islam: Kajian Literatur2026-06-02T10:10:29+07:00Dwi Salsa Nabiladwisalsaa116@gmail.comAisyah Nurul Azkia Efendiaisyahhazkiaa21@gmail.comM. Ihksanmuhammadikhsaann3@gmail.comIrsan Suryadiirsansuryadi03@gmail.comMudasirmudasir@uin-suska.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan mengkaji secara komprehensif konsep <em>servant leadership</em> (kepemimpinan pelayan) kepala madrasah dalam perspektif pendidikan Islam melalui pendekatan kajian literatur. Fenomena lemahnya mutu pendidikan madrasah di Indonesia mendorong urgensi kajian kepemimpinan yang relevan secara teoritis maupun berbasis nilai-nilai Islam. Metode yang digunakan adalah <em>systematic literature review</em> (SLR). Hasil kajian menunjukkan bahwa <em>servant leadership</em> memiliki keselarasan yang kuat dengan nilai-nilai kepemimpinan Islam seperti <em>khidmah, amanah, uswah hasanah</em>, dan <em>syura</em>. Kepala madrasah yang menerapkan <em>servant leadership</em> berperan sebagai pelayan guru dan staf, pemberdaya sumber daya manusia, pembangun komunitas madrasah, serta teladan atau <em>uswah hasanah</em> bagi seluruh warga madrasah. Secara empiris, penerapan <em>servant leadership</em> terbukti berkontribusi positif terhadap peningkatan kinerja guru, motivasi kerja, budaya kolaboratif, serta mutu pendidikan madrasah secara keseluruhan. Kajian ini menegaskan bahwa <em>servant leadership</em> bukan sekadar model manajemen modern, melainkan merupakan manifestasi dari nilai-nilai kepemimpinan Islam yang telah lama dipraktikkan oleh para pemimpin Muslim terdahulu.</p>2026-06-10T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Dwi Salsa Nabila, Aisyah Nurul Azkia Efendi, M. Ihksan, Irsan Suryadi, Mudasirhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7417Rekonstruksi Pemikiran Pendidikan Agama Islam antara Tradisi, Modernitas dan Spiritualitas2026-06-02T18:19:00+07:00Iyad Suryadiiyadsuryadi650@gmail.comRikha Destya Rahmadantirikharahmadanti82@guru.smk.belajar.idRizki Akbar Mubaroq Azharramubaroq01@gmail.com<p><em>Perkembangan globalisasi dan kemajuan teknologi telah membawa perubahan yang signifikan terhadap dunia pendidikan, termasuk Pendidikan Agama Islam (PAI). Kondisi tersebut menuntut adanya pembaruan paradigma pendidikan yang mampu mempertahankan nilai-nilai keislaman sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep rekonstruksi Pendidikan Agama Islam, menganalisis peran tradisi, modernitas, dan spiritualitas dalam pendidikan Islam, serta merumuskan model rekonstruksi yang sesuai dengan tantangan pendidikan masa kini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti buku, artikel jurnal, dan dokumen akademik, kemudian dianalisis melalui teknik analisis isi secara sistematis dan kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi pendidikan Islam yang tercermin dalam turats, pesantren, dan nilai adab masih memiliki peran penting sebagai dasar pembentukan identitas pendidikan Islam. Di sisi lain, modernitas membuka peluang bagi pengembangan pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi, inovasi metode, dan penguatan kompetensi peserta didik. Sementara itu, spiritualitas menjadi unsur yang tidak dapat dipisahkan karena berfungsi membentuk karakter, akhlak, dan kesadaran religius. Kajian ini menghasilkan model rekonstruksi Pendidikan Agama Islam yang mengintegrasikan tradisi, modernitas, dan spiritualitas sebagai satu kesatuan yang saling mendukung dalam mewujudkan pendidikan Islam yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada pembentukan manusia yang berilmu serta berakhlak mulia.</em></p>2026-06-10T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Iyad Suryadi, Rikha Destya Rahmadanti, Rizki Akbar Mubaroq Azharhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7668Rekontruksi Epistemologi Pendidikan Agama Islam dalam Konteks Perkembangan Ilmu Pengetahuan2026-06-06T09:26:57+07:00Iskandar Mirzaiskandarmsq368@gmail.comWulan Setyaningrumwulansetyaningrum268@gmail.comRosmayatirosmayatiindah@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji epistemologi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan merumuskan langkah-langkah rekonstruksinya dalam menjawab tantangan era modern yang ditandai oleh kemajuan teknologi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), dan disrupsi informasi. PAI saat ini menghadapi tantangan fundamental berupa dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum yang berdampak pada fragmentasi pengetahuan serta ketidaksiapan peserta didik dalam menghadapi realitas kehidupan yang kompleks. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) karena fokus kajian terletak pada analisis rekonstruksi epistemologi PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi epistemologi PAI harus diarahkan pada paradigma integratif-interkonektif yang menghapus pemisahan antara aspek spiritual dan intelektual. Rekonstruksi ini dilakukan dengan mensinergikan tiga pilar utama sumber pengetahuan, yaitu wahyu (bayani), akal (burhani), dan pengalaman empiris atau intuisi spiritual (irfani). Integrasi ini memungkinkan PAI untuk tetap relevan dalam perkembangan dan teknologi tanpa kehilangan identitas moral dan etika dasarnya. Dengan landasan epistemologis yang utuh, PAI diharapkan mampu melahirkan generasi Muslim yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan spiritual, intelektual, sosial, dan teknologi guna membangun peradaban global yang berkeadaban.</em></p>2026-06-10T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Iskandar Mirza, Wulan Setyaningrum, Rosmayatihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7615Rekonstruksi Pemikiran Pendidikan Agama Islam sebagai Landasan Pembaruan Sistem Pendidikan2026-06-05T12:18:50+07:00Iskandar Mirzaiskandarmsq368@gmail.comAris Warismanariswarisman528@gmail.comTri Ahmad Syariftriahmadsyarif5@gmail.com<p><em>Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi digital, globalisasi, dan perubahan sosial yang berlangsung secara cepat menuntut adanya pembaruan sistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman. Dalam konteks tersebut, Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak lagi cukup dipahami sebagai proses transmisi pengetahuan keagamaan yang bersifat normatif, tetapi harus direkonstruksi menjadi paradigma pendidikan yang mampu mengintegrasikan dimensi spiritual, intelektual, moral, dan sosial peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi rekonstruksi pemikiran Pendidikan Agama Islam sebagai landasan pembaruan sistem pendidikan serta merumuskan arah pengembangannya dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai literatur ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi pemikiran Pendidikan Agama Islam perlu diarahkan pada paradigma integratif, transformatif, dan kontekstual yang menghilangkan dikotomi ilmu agama dan ilmu umum. Rekonstruksi tersebut mencakup pembaruan aspek epistemologi, kurikulum, metode pembelajaran, kompetensi pendidik, serta pemanfaatan teknologi digital. Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam dapat berfungsi sebagai fondasi dalam membangun sistem pendidikan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik yang berakhlak mulia serta memiliki daya saing global.</em></p>2026-06-10T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Iskandar Mirza, Aris Warisman, Tri Ahmad Syarifhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7631Arah Baru Rekonstruksi Pemikiran Pendidikan Agama Islam dalam Membangun Peradaban2026-06-05T16:49:16+07:00Iskandar Mirzaiskandarmsq368@gmail.comM. Bisri Syamsurimuhamadbisrisyamsurisyamsuri@gmail.comAli Fakhrifakhri.titasik@gmail.com<p><em>Pendidikan Agama Islam (PAI) menempati posisi strategi dan memainkan peran penting dalam membentuk karakter, pola piker, dan orientasi hidup peserta didik sebagai bagian dari fondasi bagi pembangunan peradaban. Sebaliknya, akibat dinamika global kemajuan teknologi, perubahan sosial, krisis moral, serta tren pengetahuan paradigma baru, pola pikir PAI perlu direkonstruksi agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman. Makalah ini bertujuan untuk merekonstruksi pemikiran Pendidikan Agama Islam menuju peradaban. Penelitian ini merupakan studi literatur yang menelaah berbagai literatur dan hasil penelitian dengan rujukan pada perkembangan pemikiran pendidikan Islam kontemporer. Studi ini menyimpulkan bahwa upaya rekonstruksi pemikiran PAI perlu diarahkan pada penguatan integrasi antara nilai-nilai Islam dan pengetahuan, pengembangan pembelajaran yang kritis dan reflektif, serta penguatan dimensi humanistik-transformatif dalam pendidikan. Selain itu, Pendidikan Agama Islam perlu memposisikan peserta didik sebagai subjek yang kreatif dan mampu merespons peluang sosial, budaya, dan teknologi tanpa menghilangkan identitas mereka sebagai peserta didik madrasah. Arah baru menegaskan bahwa PAI tidak hanya menjadi media untuk transfer pengetahuan agama, tetapi juga alat dalam pengembangan manusia rasional, spiritual, dan mampu secara sosial untuk berkontribusi pada peradaban yang lebih baik yang melalui keterlibatan berorientasi ke depan dapat menjadi benteng terhadap masyarakat yang inklusif dan adil. Oleh karena itu, rekonstruksi pemikiran Pendidikan Agama Islam merupakan kebutuhan yang mendesak untuk mewujudkan generasi yang memiliki ketahanan dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan perkembangan sosial global yang ada.</em></p>2026-06-10T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Iskandar Mirza, M. Bisri Syamsuri, Ali Fakhrihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7667Rekonstruksi Pemikiran Pendidikan Agama Islam dalam Menyiapkan Generasi Qur’ani2026-06-06T09:05:06+07:00Iyad Suryadiiyadsuryadi650@gmail.comAziz Mujadilahazizmujadilah2710@gmail.comDeni SuhendarDenisuhendar82@guru.sma.belajar.id<p><em>Tantangan globalisasi, lompatan teknologi era Society 5.0, serta krisis eksistensial-moralitas kontemporer menuntut adanya reorientasi radikal-paradigmatik dalam sistem Pendidikan Agama Islam (PAI). Selama ini, PAI dinilai masih terjebak dalam lingkaran patologi akademik yang bersifat formalistik, kognitif-teoretis, dikotomis, dan ahistoris (steril darirealitas zaman). Akibatnya, terjadi diskoneksi antara pemahaman teks keagamaan siswa dengan realitas sosial. Artikel ini bertujuan untuk merumuskan cetak biru (blueprint) rekonstruksi pemikiran PAI demi melahirkan generasi Qur’ani—generasi mutamaddun yang mengintegrasikan ketajaman intelektual (fikir) dan kedalaman spiritual (dzikir). Menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis berbasis studi kepustakaan (library research), penelitian ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi PAI wajib menyentuh empat aspek fundamental secara holistik: rekonstruksi filosofis-epistemologis melalui paradigma integrasi-interkoneksi ilmu, rekonstruksi kurikulum berbasis kontekstualisasi isu-isu kontemporer, rekonstruksi metodologis transformatif-dialogis berbasis hermeneutika emansipatoris, serta reorientasi peran pendidik berbasis tekno-pedagogi kemanusiaan. Implikasi dari rekonstruksi ini adalah reposisi PAI dari sekadar transfer pengetahuan verbal-doktriner (transmission of knowledge) menjadi instrumen pembebasan profetik yang hidup, adaptif, dan solutif terhadap dinamika peradaban.</em></p>2026-06-10T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Iyad Suryadi, Aziz Mujadilah, Deni Suhendarhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7672Rekonstruksi Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Kebutuhan Zaman2026-06-06T09:54:21+07:00Iskandar Mirzaiskandarmsq368@gmail.comIndra Kurniaindrakurniaaa07@gmail.comMuhammad Beryl Walida Askariberylwalidaa@gmail.com<p><em>Studi ini diarahkan untuk mengonseptualisasikan arah baru rekonstruksi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) yang selaras dengan akselerasi teknologi, arus globalisasi, serta transformasi sosial kontemporer. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research), eksplorasi data bersumber dari literatur buku, jurnal ilmiah, dan dokumen akademik yang mengkaji epistemologi PAI serta paradigma pendidikan integratif. Pengumpulan data dioptimalisasi lewat teknik dokumentasi, yang kemudian dibedah menggunakan analisis isi (content analysis) melalui fase reduksi, kategorisasi, interpretasi, hingga konklusi. Temuan merujuk pada urgensi pergeseran orientasi kurikulum PAI yang mulanya dominan bersifat normatif-kognitif menuju model yang lebih kontekstual, integratif, dan adaptif. Aktualisasi rekonstruksi tersebut dimanifestasikan melalui implementasi pendekatan integratif-interkonektif, sublimasi instrumen teknologi dalam pedagogi, internalisasi karakter mulia, serta penguasaan kecakapan abad ke-21. Meski demikian, aksentuasi tauhid tetap diposisikan sebagai jangkar filosofis utama. Reorientasi ini menjadi rute strategis guna mengafirmasi lahirnya generasi yang kokoh secara spiritual, sekaligus cakap secara global, kritis, dan berdaya saing tinggi</em></p>2026-06-10T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Iskandar Mirza, Indra Kurnia, Muhammad Beryl Walida Askarihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7681Rekontruksi Pemikiran Pendidikan Agama Islam Berbasis Nilai, Akhlak, dan Peradaban2026-06-06T11:14:38+07:00Iyad Suryadiiyadsuryadi650@gmail.comNeni Sriyaninenisriyani91@gmail.comRosalia Anantarosaliaananta27@gmail.com<p><em>Perkembangan globalisasi dan kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat, termasuk pada bidang pendidikan. Kondisi tersebut memunculkan berbagai persoalan, seperti melemahnya nilai-nilai moral, meningkatnya individualisme, serta tantangan dalam mempertahankan identitas keislaman di tengah arus modernisasi. Di sisi lain, pendidikan Islam masih menghadapi berbagai kendala, antara lain pemisahan antara ilmu agama dan ilmu umum, dominasi pendekatan pembelajaran yang bersifat teoritis, serta belum optimalnya penguatan karakter dalam proses pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis rekonstruksi pemikiran pendidikan Islam yang berlandaskan nilai, akhlak, dan peradaban sebagai strategi dalam menjawab tantangan era global. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui kajian terhadap berbagai literatur pendidikan Islam klasik maupun kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam perlu dikembangkan melalui penguatan nilai-nilai spiritual, pembentukan akhlak sebagai inti pendidikan, serta pengembangan wawasan peradaban yang berorientasi pada kemajuan umat. Implementasi gagasan tersebut dapat diwujudkan melalui kurikulum yang integratif, pembelajaran yang holistik, lingkungan pendidikan yang kondusif, serta pemanfaatan teknologi yang berlandaskan etika dan nilai-nilai Islam. Rekonstruksi pendidikan Islam yang demikian diharapkan mampu melahirkan generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kematangan spiritual, kepedulian sosial, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman. Dengan demikian, pendidikan Islam dapat berfungsi sebagai sarana pembentukan insan yang berkarakter sekaligus berkontribusi dalam pembangunan peradaban yang berkelanjutan</em></p>2026-06-10T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Iyad Suryadi, Neni Sriyani, Rosalia Anantahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7686Dinamika Rekonstruksi Pemikiran Pendidikan Agama Islam di Tengah Perubahan Sosial 2026-06-06T11:44:31+07:00Iskandar Mirzarikharahmadanti82@guru.smk.belajar.idM. Sukronsyukronmuhammad411@gmail.comCucu Hasanahcucuhasanah025@gmail.com<p><em>Perubahan sosial yang masif di era masyarakat digital dan globalisasi menuntut institusi serta pemikir pendidikan Islam untuk melakukan reorientasi secara mendasar. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dinamika rekonstruksi pemikiran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam merespons pergeseran nilai, budaya, keagamaan, dan teknologi di masyarakat modern. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), penelitian ini menelaah literatur pemikiran pendidikan kontemporer serta fenomena sosiologis masyarakat siber. Hasil penelitian menemukan bahwa model PAI konvensional yang cenderung doktriner, tekstual, dan dikotomis mulai kehilangan relevansinya di hadapan generasi Z dan Alpha yang memiliki karakteristik kritis dan berbasis digital. Rekonstruksi pemikiran PAI kontemporer bertumpu pada tiga pilar utama: rekonstruksi epistemologis melalui pendekatan integrasi-interkoneksi antara ilmu agama dan sains; rekonstruksi kurikulum berbasis kontekstualisasi isu sosial; serta rekonstruksi metodologis yang bertransformasi menuju pembelajaran dialogis-inklusif. Hasil rekonstruksi ini diharapkan mampu mengubah paradigma PAI dari sekadar transfer pengetahuan (transfer of knowledge) menjadi penggerak transformasi moral dan kesalehan sosial yang aplikatif (transformative learning).</em></p>2026-06-10T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Iskandar Mirza, M. Sukron, Cucu Hasanahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7832Pendidikan Agama Islam dalam Arus Perubahan: Sebuah Rekonstruksi Pemikiran2026-06-08T12:15:25+07:00Iskandar Mirzaiskandarmsq368@gmail.comAep Saepullahaefsaefullahmubarok9000@gmail.comSiti Fathonahfathonahsiti007@gmail.com<p><em>Studi ini secara kritis mengkaji urgensi rekonstruksi paradigma Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam merespons percepatan transformasi global yang ditandai oleh disrupsi digital, pergeseran epistemologis, dan rekonfigurasi sosial-budaya yang kompleks (Azra, 2022; Muhaimin, 2023). Dalam era kontemporer, pendidikan tidak lagi terbatas pada transmisi pengetahuan, tetapi semakin dituntut untuk merespons ketidakpastian, ambiguitas etis, dan cepatnya arus informasi dalam ekosistem digital yang terus membentuk ulang cara berpikir, nilai, dan perilaku manusia (Arifin, 2023). Dalam konteks ini, PAI menghadapi tantangan multidimensional dalam menjaga relevansi, koherensi, dan kapasitas transformatifnya dalam membentuk perkembangan moral dan intelektual peserta didik. Percepatan teknologi digital telah mengubah secara fundamental struktur produksi dan diseminasi pengetahuan, sehingga otoritas tidak lagi terpusat melainkan tersebar dalam platform digital dan jejaring sosial (Hidayat & Abdullah, 2022). Pergeseran ini berdampak pada pendidikan Islam, khususnya dalam cara kebenaran, moralitas, dan interpretasi keagamaan diakses dan dipahami peserta didik. Akibatnya, PAI tidak hanya menghadapi tantangan pedagogis tetapi juga disrupsi epistemologis yang mempengaruhi cara siswa membangun makna dalam kehidupan sehari-hari. Menggunakan metodologi kualitatif-kritis berbasis kajian pustaka luas dan analisis konseptual (Sugiyono, 2021), penelitian ini menyelidiki ketegangan struktural antara pendekatan pedagogis normatif-dogmatis tradisional dan tuntutan lanskap pendidikan yang berkembang pesat. Analisis menunjukkan bahwa stagnasi PAI berakar pada epistemologi yang terlalu berpusat pada teks yang cenderung memprioritaskan transmisi doktrin dibandingkan inkuiri kritis, keterlibatan kontekstual, dan dialog interdisipliner (Nata, 2021). Orientasi ini menghasilkan keterbatasan imajinasi pedagogis yang kesulitan merespons isu kontemporer seperti etika kecerdasan buatan, kewargaan digital, dan gangguan informasi di era post-truth (Fauzi, 2021). Selain itu, dominasi model pembelajaran berpusat pada guru memperkuat budaya belajar pasif, di mana siswa diposisikan sebagai penerima, bukan konstruktor aktif pengetahuan. Kondisi ini melemahkan potensi transformatif pendidikan Islam yang seharusnya menumbuhkan kesadaran kritis, penalaran etis, dan tanggung jawab sosial. Sebaliknya, tuntutan pendidikan kontemporer membutuhkan peserta didik yang mampu menavigasi kompleksitas, ambiguitas, dan perubahan cepat dengan ketajaman intelektual dan kejernihan moral. Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini mengusulkan kerangka rekonstruksi transformatif-kontekstual bagi PAI. Kerangka ini mengintegrasikan berpikir kritis, literasi digital, kesadaran etis, dan nilai-nilai Islam universal untuk mereposisi PAI sebagai disiplin yang dinamis, adaptif, dan responsif secara sosial (Muhaimin, 2023). Dalam reorientasi ini, PAI tidak lagi dipahami semata sebagai sarana instruksi keagamaan, tetapi sebagai proses pedagogis emansipatoris yang menumbuhkan ketajaman intelektual, kedalaman spiritual, integritas moral, dan tanggung jawab kewargaan. Selain itu, kerangka ini menekankan pentingnya kontekstualisasi ajaran Islam dalam realitas kontemporer, sehingga pendidikan agama tidak bersifat abstrak dan terlepas dari pengalaman hidup. Isu-isu seperti etika lingkungan, perilaku digital, keadilan sosial, dan kewargaan global menjadi bagian integral dalam diskursus PAI, memungkinkan peserta didik menghubungkan nilai agama dengan tantangan dunia nyata (Kurniawan, 2024). Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi paradigma PAI bukan hanya mendesak tetapi juga fundamental untuk memastikan keberlanjutan pendidikan Islam di era global. Tanpa transformasi tersebut, PAI berisiko mengalami marginalisasi dalam masyarakat pengetahuan yang terus berkembang pesat. Sebaliknya, dengan rekonstruksi yang terarah, PAI berpotensi menjadi kerangka utama dalam membentuk peserta didik yang kompeten secara intelektual, matang secara spiritual, dan mampu menavigasi kompleksitas peradaban kontemporer dengan kejernihan etis dan kepekaan sosial (Azra, 2022; Fauzi, 2021)</em></p>2026-06-11T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Iskandar Mirza, Aep Saepullah, Siti Fathonahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7788Model Supervisi Akademik Berbasis Nilai Ihsan dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Era Teknologi2026-06-07T18:52:54+07:00Jefri Wandamijefrionedami@gmail.comBudi Riantobudiriantose1234@gmail.comNovita SariNovitasari02012020@gmail.comWisnarniWisnarni@iainkerinci.ac.id<p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya efektivitas supervisi akademik yang cenderung bersifat administratif dan belum menyentuh dimensi nilai serta spiritualitas guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era teknologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan mengembangkan model supervisi akademik berbasis nilai ihsan serta menganalisis implementasi dan dampaknya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model supervisi akademik berbasis nilai ihsan mampu mengintegrasikan dimensi pedagogik, manajerial, teknologi, dan spiritual secara komprehensif. Implementasi model ini dilakukan melalui perencanaan berbasis kebutuhan, pelaksanaan kolaboratif berbasis teknologi, serta evaluasi reflektif yang humanis. Model ini terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, ditandai dengan meningkatnya kompetensi pedagogik guru, pemanfaatan teknologi secara inovatif, serta tumbuhnya kesadaran spiritual dan tanggung jawab profesional guru. Selain itu, supervisi berbasis nilai ihsan mampu mengubah paradigma supervisi dari kontrol administratif menjadi pembinaan yang reflektif, humanis, dan transformatif, sehingga menghasilkan pembelajaran yang lebih holistik mencakup aspek kognitif, afektif, dan spiritual.</em></p>2026-06-11T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jefri Wandami, Budi Rianto, Novita Sari, Wisnarnihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7766Kepemimpinan Sekolah, Dimensi Kepuasan Kerja Guru, dan Upaya Peningkatannya bagi Pembelajaran Organisasi2026-06-07T14:56:20+07:00Mila Harianimilamasroni@gmail.comIchyaul Ilmiichyaulilmi41@gmail.comImaniha KhoiroImanihakhoiro19@gmail.comRahayu Mardikaningsihrahayumardikaningsih@gmail.comDidit Darmawandr.diditdarmawan@gmail.com<p><em>Artikel ini menyajikan diskusi normatif tentang kepuasan kerja guru, dengan fokus pada dimensi utama dan strategi konseptual untuk meningkatkannya di sekolah. Kepuasan kerja guru dipandang sebagai evaluasi subjektif terhadap isi pekerjaan, hubungan dengan rekan kerja, kualitas kepemimpinan, kompensasi, dan peluang untuk pertumbuhan profesional. Makalah ini menguraikan bagaimana dimensi-dimensi ini digabungkan untuk membentuk pengalaman guru dan mengemukakan perlunya mengelolanya secara sistematis. Survei kepuasan kerja rutin diusulkan sebagai sarana untuk menangkap persepsi guru, asalkan instrumennya dirancang dengan cermat dan diikuti dengan interpretasi yang bijaksana. Artikel ini kemudian membahas identifikasi sumber ketidakpuasan yang berulang, seperti ketidakseimbangan beban kerja, ekspektasi peran yang tidak jelas, dan terbatasnya partisipasi dalam pengambilan keputusan. Intervensi terstruktur secara konseptual dipetakan pada tingkat kebijakan, hubungan, dan dukungan individu, dengan penekanan pada partisipasi guru dalam merancang solusi. Kerangka kerja keseluruhan ini menyoroti hubungan antara kepuasan kerja guru, pembelajaran organisasi, dan stabilitas kelembagaan, dan dimaksudkan sebagai referensi konseptual bagi para pemimpin sekolah dan pembuat kebijakan.</em></p>2026-06-12T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Mila Hariani, Ichyaul Ilmi, Imaniha Khoiro, Rahayu Mardikaningsih, Didit Darmawanhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7955Perilaku Kewargaan Organisasi Guru dan Keterkaitannya dengan Efektivitas Sekolah 2026-06-09T13:30:10+07:00Didit Darmawandr.diditdarmawan@gmail.comAhmad Fadlil Zarkasyifadilzarkas25@gmail.comMuhammad Choirun Ni'amsusniam2738@gmail.comRahayu Mardikaningsihrahayumardikaningsih@gmail.comMila Harianimilamasroni@gmail.com<p><em>Artikel ini menguraikan pembahasan konseptual mengenai perilaku kewarganegaraan organisasi guru, yang dipahami sebagai tindakan sukarela yang melampaui deskripsi pekerjaan formal demi mendukung kelancaran operasional sekolah. Perilaku-perilaku tersebut meliputi membantu rekan kerja, memberikan bantuan tambahan kepada siswa, terlibat dalam kegiatan di luar tanggung jawab formal, mempromosikan sekolah kepada masyarakat, serta menunjukkan toleransi konstruktif terhadap ketidaksempurnaan prosedural sambil mencari solusi. Tulisan ini menguraikan bentuk-bentuk utama perilaku kewarganegaraan organisasi guru dan mengkaji faktor-faktor individu, antarpersonal, serta organisasional yang dapat mendorong atau melemahkan kemunculannya. Selain itu, pembahasan ini mengeksplorasi kontribusi perilaku sukarela tersebut terhadap efektivitas organisasi, khususnya dalam hal kelangsungan operasional, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, pembelajaran organisasi, dan reputasi sekolah. Perhatian diberikan pada risiko potensial ketika sekolah sangat bergantung pada upaya ekstra guru tanpa memberikan pengakuan atau dukungan yang memadai. Kerangka kerja yang diusulkan di sini dimaksudkan sebagai acuan normatif bagi pemimpin sekolah dan pembuat kebijakan dalam merancang budaya, praktik kepemimpinan, dan kebijakan sumber daya manusia yang mendorong perilaku kewarganegaraan organisasi yang sehat dan berkelanjutan di kalangan guru. </em></p> <p> </p>2026-06-12T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Didit Darmawan, Ahmad Fadlil Zarkasyi, Muhammad Choirun Ni'am, Rahayu Mardikaningsih, Mila Harianihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7693Pengelolaan Kelas yang Responsif: Pendekatan Diferensiasi dalam Pembelajaran2026-06-06T12:33:37+07:00Didit Darmawandr.diditdarmawan@gmail.comElica Zuliatul Fitriafitriaelisa38@gmail.comMilda Azzaniaazzaniamilda@gmail.comRahayu Mardikaningsihrahayumardikaningsih@gmail.comMuhammad Yusron Maulana El-Yunusiyusronmaulana@unsuri.ac.id<p><em>Manajemen pembelajaran yang dibedakan merupakan pendekatan pendidikan yang memerlukan perencanaan sistematis, penilaian diagnostik yang akurat, pengelompokan yang fleksibel, dan evaluasi yang komprehensif. Tinjauan pustaka kualitatif ini mengeksplorasi bagaimana pembelajaran yang dibedakan dikelola untuk menanggapi keragaman siswa dan memastikan pengalaman belajar yang optimal. Penelitian ini mengungkapkan bahwa keberhasilan implementasi bergantung pada kemampuan guru untuk membedakan konten, proses, dan hasil belajar sesuai dengan kesiapan, minat, dan profil belajar siswa. Dukungan kepala sekolah, pengembangan profesional guru, kolaborasi antar guru, dan keterlibatan siswa muncul sebagai faktor penentu keberhasilan yang krusial. Integrasi teknologi memperkaya implementasi tetapi memerlukan pemahaman tentang etika digital. Tantangan utama meliputi kompleksitas manajemen kelas, keterbatasan sumber daya, dan penanganan keragaman yang ekstrem. Pendekatan yang sistematis dan berkelanjutan membantu mengatasi tantangan tersebut. Studi ini memberikan pemahaman dasar untuk merancang sistem manajemen pengajaran yang dibedakan yang memastikan setiap siswa menerima pengalaman belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan unik mereka, sehingga memungkinkan mereka mencapai potensi penuh mereka</em></p>2026-06-12T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Didit Darmawan, Elica Zuliatul Fitria, Milda Azzania, Rahayu Mardikaningsih, Muhammad Yusron Maulana El-Yunusihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7580Integrasi Sains Dan Agama Sebagai Indikator Keunggulan Akademik Sekolah Islam : Studi Literatur2026-06-04T22:58:27+07:00Ikawa Rosyidarosyida.ikawa@webmail.umm.ac.idM. Nurul Humaidimnhumaidi@umm.ac.id<p>Fenomena munculnya sekolah Islam unggul di Indonesia menunjukkan adanya perubahan pada system pendidikan yang lebih maju dengan model integrasi agama dan sains dalam kurikulumnya. Integrasi tersebut dipandang penting sebagai solusi terhadap pemisahan antara ilmu agama dan sains dalam praktik pendidikan selama ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi sains dan agama sebagai indicator keunggulan sekolah Islam. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan studi kepustakaan berupa pengumpulan data ilmiah melalui jurnal, buku, prosiding, dan dokumen akademik yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah Islam unggul berkembang sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat yang menekankan pada aspek spiritual maupun intelektual. Integrasi tersebut dapat diwujudkan melalui pengembangan kurikulum integrative, budaya religious sekolah, serta pembelajaran yang menghubungkan antara pengetahuan dengan nilai-nilai Islam. Selain itu, integrasi agama dan sains menjadi salah satu indicator utama keunggulan sekolah Islam karena mampu membangun keseimbangan antara spiritual dan intelektual. Meski demikian, implementasi integrasi ini masih menghadapi berbagai tantangan terutama pada kompetensi guru dan pengembangan kurikulum yang belum sepenuhnya sistematis. Dengan demikian, integrasi sains dan agama perlu terus dikembangkan agar sekolah Islam mampu menjadi model pendidikan Islam kontemporer yang menghasilkan kompetensi yang seimbang antara intelektual dan spiritual.</p>2026-06-12T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ikawa Rosyida, M. Nurul Humaidihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7776Integrasi Nilai-Nilai Islam dalam Kurikulum Modern: Studi Literatur2026-06-07T15:33:52+07:00Jelita Ramadhani Marpaungjelitaramadhanimrp7@gmail.comNur Hasanahnhasanah1800@gmail.comInom Nasutioninom.nasution@uinsu.ac.id<p><em>Dinamika pendidikan di era globalisasi menuntut desain kurikulum kontemporer yang tidak hanya berfokus pada prestasi akademik di bidang STEM, tetapi juga menyentuh aspek moral-spiritual peserta didik. Dominasi pendekatan sekuler-positivistik dalam kurikulum modern saat ini memicu risiko sekularisasi akademik dan degradasi moral. Studi ini bertujuan untuk memetakan secara komprehensif urgensi, berbagai model, dan kendala operasional dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam kurikulum modern untuk menghilangkan dikotomi pengetahuan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode tinjauan pustaka. Data sekunder dikumpulkan secara digital dari draf artikel jurnal ilmiah nasional (terindeks Sinta) dan internasional (terindeks Scopus/WoS) yang bereputasi dalam lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam (tauhid, akhlak, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan toleransi) melalui materi, metode, budaya, dan evaluasi mampu menciptakan pembelajaran holistik yang menyelaraskan kecerdasan intelektual dan spiritual. Konsep integrasi ini diimplementasikan melalui Model Infusi, Model Tematik, dan Model Filosofis, serta mengadaptasi tipologi kurikulum terintegrasi Robin Fogarty (Model Terhubung, Berjaring, Terintegrasi, dan Bersarang). Meskipun ideal, implementasi di lapangan menghadapi hambatan multidimensional seperti mentalitas silo (resistensi psikologis pendidik), keterbatasan perangkat pengajaran terintegrasi, kekakuan manajemen birokrasi jadwal sekolah, dan kompleksitas pengembangan instrumen penilaian autentik multi-aspek. Sebagai solusi praktis, perlu untuk mengoptimalkan komunitas pembelajaran lintas disiplin, merekonstruksi kebijakan, menerapkan sistem penjadwalan blok, dan menumbuhkan fleksibilitas dalam kepemimpinan sekolah untuk mendukung keberlanjutan kurikulum integratif adaptif tanpa merendahkan nilai-nilai agama.</em></p>2026-06-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jelita Ramadhani Marpaung, Nur Hasanah, Inom Nasutionhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/5431The Effectiveness of Smart Board-Based Educational Game Learning Media in Mathematics for Elementary School Students in Improving Learning Interest and Motivation2026-04-14T19:43:23+07:00Ahmad Yaniahmadyani37808@gmail.comDeni Febriyandenifebriyan321@gmail.comArya Winataarianpc385@gmail.comNur Ahmad Ali Rifainurahmadalirifaiahmadali@gmail.com<p><em>The effectiveness of smart board-based educational game media in improving students’ learning interest and motivation in mathematics was examined using a quasi-experimental design with a nonequivalent control group. The sample consisted of 51 fourth-grade students divided into an experimental group (26 students) and a control group (25 students). Data were collected through questionnaires and analyzed using descriptive statistics and t-tests. The results indicated a significant improvement in the experimental group, where learning interest increased from 68.45 to 85.73 and learning motivation from 70.12 to 87.65, while the control group showed smaller gains. The paired sample t-test and independent sample t-test both yielded a significance value of 0.000 (<0.05), indicating a statistically significant effect. These findings demonstrate that smart board-based educational game media effectively enhances students’ learning interest and motivation in mathematics learning.</em></p>2026-06-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ahmad Yani, Deni Febriyan, Arya Winata, Nur Ahmad Ali Rifaihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7636Intensitas Ibadah dan Stres Akademik pada Mahasiswa dari Perspektif Coping Spiritual2026-06-05T18:43:50+07:00Sri Fatmawatifatmawatys988@gmail.comRita Juliawatijuliawati080704@gmail.comNiswatun Al-Anah Wibowoniswaa19.com@gmail.comResty Aulia Nurmaya Ulfirestyauliaa245@gmail.comKeisya Angie Nurul Fatihahkeisyaangie05@gmail.comSurawan Surawansurawan@uin-palangkaraya.ac.id<p>Stres akademik merupakan salah satu permasalahan yang sering dialami mahasiswa akibat berbagai tuntutan dalam proses perkuliahan. Dalam perspektif pendidikan Islam, praktik ibadah dapat menjadi salah satu sumber kekuatan spiritual yang membantu individu menghadapi tekanan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas ibadah dan stres akademik mahasiswa dalam perspektif coping spiritual dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain survei korelasional terhadap 30 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Data dikumpulkan melalui angket skala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta korelasi Spearman Rank Correlation dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat dan signifikan dengan arah negatif antara intensitas ibadah dan stres akademik (r = -0,981; p < 0,05), yang berarti semakin tinggi intensitas ibadah maka semakin rendah tingkat stres akademik mahasiswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa praktik ibadah berpotensi menjadi salah satu bentuk coping spiritual yang berkaitan dengan pengelolaan stres akademik, khususnya pada konteks responden yang diteliti.</p>2026-06-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Sri Fatmawati, Rita Juliawati, Niswatun Al-Anah Wibowo, Resty Aulia Nurmaya Ulfi, Keisya Angie Nurul Fatihah, Surawan Surawanhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7198Implementasi Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan Media Powerpoint dalam Memotivasi Siswa Belajar pada Pembelajaran Ipas Materi Perubahan Wujud Benda Kelas V SDN 3 Peguyangan Denpasar2026-05-30T15:06:44+07:00Wayan Santa Purna Irawansantapurna676@gmail.comI Made Wiguna Yasawigunayasa16@gmail.comMade Gautama Jayadiningratmadegautamajayadiningrat@uhnsugriwa.ac.id<p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penggunaan model dan media pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, menarik, dan bermakna bagi siswa. Dalam pembelajaran IPAS materi perubahan wujud benda, proses pembelajaran yang masih monoton menyebabkan peserta didik kurang aktif, kurang antusias, serta memiliki motivasi belajar yang rendah. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan mengimplementasikan model pembelajaran Discovery Learning berbantuan media PowerPoint. Adapun masalah yang dibahas dalam penelitian ini meliputi: (1) implementasi model pembelajaran Discovery Learning berbantuan media PowerPoint pada pembelajaran IPAS materi perubahan wujud benda, (2) kendala yang dihadapi dalam implementasi pembelajaran, dan (3) implikasi model pembelajaran Discovery Learning berbantuan media PowerPoint dalam memotivasi siswa belajar pada pembelajaran IPAS materi perubahan wujud benda kelas V SDN 3 Peguyangan Denpasar.</em></p> <p><em>Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori konstruktivisme, teori motivasi belajar, dan teori behaviorisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yaitu kepala sekolah, wali kelas V, dan siswa kelas V SDN 3 Peguyangan Denpasar. Metode pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran Discovery Learning berbantuan media PowerPoint mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, keaktifan, pemahaman konsep perubahan wujud benda, serta kemampuan kerja sama peserta didik. Selain itu, penggunaan media PowerPoint mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan tidak monoton. Adapun kendala yang ditemukan yaitu keterbatasan waktu, siswa yang mudah terdistraksi saat diskusi kelompok, serta keterbatasan fasilitas pembelajaran.</em></p>2026-06-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Wayan Santa Purna Irawan, I Made Wiguna Yasa, Made Gautama Jayadiningrathttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8084Pengambilan Keputusan Partisipatif dalam Model Sekolah Demokratis untuk Efektivitas Organisasi2026-06-10T22:07:07+07:00Didit Darmawandr.diditdarmawan@gmail.comCentya Apreliyanacapreliyana@gmail.comFradika Hidayatul Mutthoharohfradikaida@gmail.comRahayu Mardikaningsihrahayumardikaningsih@gmail.comSilvia Adrianisilvia@unsuri.ac.id<p>Penelitian ini mengembangkan kerangka konseptual untuk pengambilan keputusan partisipatif dalam model sekolah demokratis. Dengan menggunakan metodologi tinjauan pustaka kualitatif, penelitian ini mensintesis pengetahuan yang ada mengenai tiga komponen utama: pengelolaan forum musyawarah yang menyediakan ruang bagi dialog mendalam di antara para pemangku kepentingan, perancangan mekanisme pemungutan suara untuk kebijakan tertentu yang memerlukan prosedur pengambilan keputusan yang jelas, serta penetapan batas-batas kewenangan yang menjaga efektivitas organisasi. Temuan menunjukkan bahwa pengambilan keputusan partisipatif yang efektif memerlukan sistem terintegrasi yang didukung oleh struktur organisasi yang jelas, fasilitasi yang kompeten, penggunaan mekanisme pemungutan suara yang tepat, serta batas-batas wewenang yang terdefinisi dengan baik. Komitmen kepemimpinan sekolah dalam berbagi wewenang, pengembangan kapasitas bagi semua pemangku kepentingan, serta keberlanjutan melalui dokumentasi dan perencanaan suksesi muncul sebagai faktor keberhasilan yang kritis. Keseimbangan antara inklusivitas dan efektivitas bukanlah titik tetap, melainkan keseimbangan dinamis yang memerlukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Studi ini menyumbangkan kerangka kerja terstruktur yang dapat memandu lembaga pendidikan dalam merancang proses pengambilan keputusan yang inklusif dan efisien. Sekolah yang berhasil menerapkan pengambilan keputusan partisipatif akan menghasilkan keputusan berkualitas lebih tinggi sekaligus mengembangkan kapasitas demokratis seluruh anggota komunitas.</p>2026-06-15T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Didit Darmawan, Centya Apreliyana, Fradika Hidayatul Mutthoharoh, Rahayu Mardikaningsih, Silvia Adrianihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8127Manajemen Perubahan Budaya Sekolah dari Birokratis ke Kolaboratif2026-06-10T22:02:05+07:00Rahayu Mardikaningsihrahayumardikaningsih@gmail.comAlfiatur Rohmahalfiatulrohma77@gmail.comLiti Salihalitisaliha092@gmail.comDidit Darmawandr.diditdarmawan@gmail.comAlfa Thoyibahalfathoyibah@gmail.com<p>Artikel ini mengembangkan diskusi konseptual tentang pengelolaan perubahan budaya sekolah dari pola birokrasi hierarkis menuju orientasi yang lebih kolaboratif, terbuka, dan berbasis kepercayaan. Dengan mengadopsi pendekatan berbasis literatur kualitatif, makalah ini mengkaji bagaimana strategi perubahan dapat dirancang untuk memengaruhi praktik sehari-hari, membentuk kembali pola komunikasi, dan menyelaraskan kembali struktur formal. Perhatian khusus diberikan pada pengelolaan resistensi sebagai ekspresi keprihatinan yang sah, pembentukan norma baru yang disengaja yang menghargai dialog, tanggung jawab bersama, dan dukungan timbal balik, serta peran konsisten para pemimpin sekolah sebagai agen perubahan budaya. Artikel ini menyoroti pentingnya forum terstruktur untuk pengambilan keputusan bersama, aliran informasi yang transparan, dan penyelarasan sistem penilaian dan penghargaan dengan nilai-nilai kolaboratif. Artikel ini juga menekankan pentingnya kepercayaan, pembelajaran organisasi, dinamika emosional, dan pembangunan kapasitas untuk mempertahankan perubahan budaya dari waktu ke waktu. Kerangka kerja yang diusulkan dimaksudkan untuk membantu sekolah dan pembuat kebijakan dalam merencanakan dan memantau pergeseran budaya yang memperkuat kerja sama profesional dan meningkatkan kualitas proses pendidikan.</p>2026-06-15T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Rahayu Mardikaningsih, Alfiatur Rohmah, Liti Saliha, Didit Darmawan, Alfa Thoyibahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7306Efikasi Diri dan Regulasi Diri Mahasiswa dalam Menghadapi Distraksi Pembelajaran Digital: Tinjauan Perspektif Konseling Islami2026-06-01T06:20:15+07:00Irma Jumida Yanti12340222368@students.uin-suska.ac.idM.Fahli Zatrahadim.fahli.zatra.hadi@uin-suska.ac.idMiftahuddinmiftahuddin@uin-suska.ac.id<p>Perkembangan teknologi digital telah mengubah sistem pembelajaran menjadi lebih mandiri, namun juga menimbulkan tantangan berupa distraksi digital yang dapat menurunkan konsentrasi dan hasil belajar mahasiswa. Studi ini bermaksud guna menganalisa efikasi diri dan regulasi diri mahasiswa dalam menghadapi distraksi pembelajaran digital serta mengkaji perannya dalam perspektif konseling Islami. Dengan meninjau sejumlah artikel jurnal ilmiah yang relevan dengan subjek yang dibahas, studi ini menerapkan metodologi studi literatur. Mengacu temuannya, dua faktor internal-efikasi diri dan pengaturan diri-sangat penting untuk mengendalikan pembelajaran seseorang dalam lingkungan digital. Rasa efikasi diri yang kuat dikaitkan dengan peningkatan kepercayaan diri, berkurangnya penundaan, serta berkurangnya kemungkinan dalam menyerah. Sementara itu, regulasi diri membantu mahasiswa dalam mengatur waktu, mengontrol perilaku, dan menjaga fokus belajar. Distraksi digital, terutama dari penggunaan media sosial, terbukti berdampak negatif terhadap konsentrasi dan hasil belajar. Dalam perspektif konseling Islami, konsep <em>mujahadah an-nafs</em> berperan dalam memperkuat pengendalian diri melalui nilai-nilai spiritual. Oleh karena itu, integrasi aspek psikologis dan spiritual menjadi penting dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital</p>2026-06-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Irma Jumida Yanti, M.Fahli Zatrahadi, Miftahuddinhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7376Penerapan Problem Based Learning (PBL) dalam Pembelajaran Akidah Akhlak: Kajian Konseptual dan Implementasi2026-06-02T11:05:26+07:00Abdullah Abdullahabdullah@uin-palangkaraya.ac.idSaudah Saudahsaudah@uin-palangkaraya.ac.idAgustina Rosalinaagustinarosalina21@gmail.comNor Lailanorlailalala23@gmail.comAditya Achmad Habibiehabibieaditya581@gmail.com<p>Pembelajaran Akidah Akhlak di madrasah masih menghadapi tantangan berupa dominasi metode pembelajaran yang berpusat pada guru, sehingga keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran belum optimal. Problem Based Learning (PBL) hadir sebagai alternatif model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik melalui pemecahan masalah yang berkaitan dengan kehidupan nyata. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep, penerapan, dampak, dan tantangan Problem Based Learning dalam pembelajaran Akidah Akhlak. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa PBL mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Penerapan PBL berdampak positif terhadap peningkatan keaktifan belajar, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar, serta pembentukan karakter peserta didik. Namun, penerapan PBL masih menghadapi tantangan berupa kesiapan guru dan peserta didik, keterbatasan sarana, serta perlunya penguatan nilai-nilai Islam dalam proses pemecahan masalah. Kebaruan artikel ini terletak pada formulasi sintaks Problem Based Learning (PBL) yang disesuaikan dengan karakteristik pembelajaran Akidah Akhlak serta identifikasi tantangan spesifik penerapannya dalam konteks pendidikan Islam.</p>2026-06-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Abdullah, Saudah, Agustina Rosalina, Nor Laila, Aditya Achmad Habibiehttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7394Efektivitas dan Tantangan Media Digital sebagai Sumber Belajar PAI di MI2026-06-02T12:52:06+07:00May Syarahmaysyarah2411110054@uin-palangkaraya.ac.idMery. Amery.a2411110055@uin-palangkaraya.ac.idAgustina Rosalinaagustinarosalina2411110056@uin-palangkaraya.ac.idAulianaauliana3006@gmail.comAli Iskandar Zulkarnainali.iskandar.zulkarnain@uin-palangkaraya.ac.id<p><span id="docs-internal-guid-3f4ef46d-7fff-7821-aea4-a4b6d0a0af47" style="font-size: 12pt; font-family: 'Book Antiqua', serif; background-color: transparent; font-style: italic; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan dalam dunia pendidikan, termasuk pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Media digital semakin banyak dimanfaatkan sebagai sumber belajar karena mampu mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan tantangan media digital sebagai sumber belajar PAI di MI. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) </span><span style="background-color: transparent; font-family: 'Book Antiqua', serif; font-size: 12pt; font-style: italic; white-space-collapse: preserve; text-align: justify;">melalui analisis berbagai buku, artikel jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa media digital telah digunakan dalam berbagai bentuk, seperti e-learning, Google Classroom, Learning Management System (LMS), PowerPoint interaktif, YouTube, Whiteboard Animation, dan video animasi Islami. Penggunaan media digital terbukti mampu meningkatkan perhatian, motivasi, pemahaman materi, serta keterampilan praktik keagamaan siswa. Efektivitas media digital terlihat pada aspek afektif, kognitif, dan psikomotorik peserta didik. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan kompetensi dan literasi digital guru, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta perlunya pengawasan penggunaan media digital pada siswa. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru, dukungan sarana teknologi, dan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah untuk mengoptimalkan pemanfaatan media digital dalam pembelajaran PAI di MI.</span></p>2026-06-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 May Syarah, Mery. A, Agustina Rosalina, Auliana, Ali Iskandar Zulkarnainhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7391Tazkiyatun Nafs dalam Perspektif Al-Ghazali: Upaya Mengatasi Disorientasi Nilai dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam2026-06-02T12:52:44+07:00Reyhan Aditya Juliantoreyhanaditya244@gmail.comMahasri Shobahiyams208@ums.ac.id<p><em>Disorientasi nilai telah menjadi salah satu tantangan utama dalam Pendidikan Agama Islam kontemporer, karena praktik pendidikan cenderung lebih menekankan pencapaian akademik dan penguasaan kognitif dibandingkan internalisasi nilai-nilai moral dan spiritual. Orientasi semacam ini menyebabkan munculnya kesenjangan antara pemahaman peserta didik terhadap ajaran Islam dan kemampuan mereka dalam mengimplementasikan ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep tazkiyatun nafs menurut perspektif Al-Ghazali serta menelaah relevansinya sebagai kerangka dalam psikologi pendidikan Islam untuk mengatasi permasalahan disorientasi nilai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), yang memanfaatkan karya-karya Al-Ghazali sebagai sumber utama serta didukung oleh berbagai literatur ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi tema-tema utama dan hubungan konseptual yang terkandung di dalamnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar permasalahan disorientasi nilai terletak pada orientasi pendidikan yang lebih mengutamakan capaian kognitif dibandingkan pembinaan moral dan kesadaran spiritual. Dalam konteks ini, konsep tazkiyatun nafs Al-Ghazali yang meliputi tahapan takhalli, tahalli, dan tajalli menawarkan suatu model komprehensif untuk menumbuhkan penyucian jiwa, pengendalian diri, serta pengembangan karakter yang luhur. Selain itu, konsep tersebut memiliki keterkaitan yang erat dengan konstruksi psikologis berupa kesadaran diri (self-awareness), pengaturan diri (self-regulation), dan pengendalian diri (self-control), yang merupakan dimensi penting dalam psikologi pendidikan Islam. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa tazkiyatun nafs dapat berfungsi sebagai pendekatan psikologis-spiritual yang efektif dalam merekonstruksi orientasi Pendidikan Agama Islam menuju proses pembelajaran yang lebih bermakna, berpusat pada pengembangan manusia secara holistik, dan berorientasi pada pembentukan karakter.</em></p>2026-06-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Reyhan Aditya Julianto, Mahasri Shobahiyahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7275Kepemimpinan Non-Muslim dalam Perspektif Islam: Analisis terhadap Pandangan Ulama dan Konteks Kehidupan Modern2026-05-31T18:01:01+07:00Uzdma Latifahlatifahuzdma@gmail.comNabila Sakina Putrisakinanabilasp@gmail.comHusna Mukaromahhusna0091@gmail.comAhmadiahmadi@uin-palangkaraya.ac.id<p><em>Kepemimpinan non-Muslim dalam perspektif Islam merupakan salah satu isu yang terus menjadi perdebatan di kalangan ulama maupun masyarakat Muslim hingga saat ini. Perbedaan pandangan muncul akibat adanya variasi penafsiran terhadap ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis yang berkaitan dengan kepemimpinan, khususnya QS. Al-Ma’idah ayat 51. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kepemimpinan non-Muslim dalam perspektif Islam melalui pandangan ulama klasik dan kontemporer serta relevansinya dalam konteks kehidupan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, tafsir Al-Qur’an, hadis, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan tema kepemimpinan non-Muslim. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif-analitis dengan membandingkan pandangan ulama klasik dan kontemporer mengenai kepemimpinan non-Muslim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama klasik pada umumnya menolak kepemimpinan non- Muslim atas umat Islam karena dianggap bertentangan dengan prinsip kepemimpinan dalam Islam. Sementara itu, sebagian ulama kontemporer memandang persoalan ini secara lebih kontekstual dengan mempertimbangkan sistem demokrasi, pluralitas masyarakat, prinsip keadilan, serta kemaslahatan umat dalam kehidupan modern. Dalam konteks negara demokratis seperti Indonesia, pembahasan mengenai kepemimpinan non-Muslim tidak hanya berkaitan dengan aspek teologis, tetapi juga menyangkut persoalan hak warga negara, toleransi, dan persatuan bangsa. Oleh karena itu, diperlukan sikap moderat dan pemahaman yang komprehensif agar perbedaan pandangan tidak menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat.</em></p>2026-06-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Uzdma Latifah, Nabila Sakina Putri, Husna Mukaromah, Ahmadihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7373Implementasi Kegiatan Kokurikuler Dalam Penguatan Dimensi Kolaborasi Pada Murid Kelas V SD Negeri 5 Sumerta Denpasar2026-06-02T10:35:15+07:00I Nengah Dwi Harta Dianadwiharta1604@gmail.comI Made Arsa Wigunaimadearsawiguna@gmail.comNi Nyoman Suastininyomansuastini4@gmail.com<p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan dimensi kolaborasi pada murid sekolah dasar sebagai bagian dari pengembangan karakter dan keterampilan sosial abad ke-21. Kegiatan kokurikuler dipandang sebagai sarana yang dapat membantu murid mengembangkan kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, berbagi tanggung jawab, serta membangun interaksi sosial melalui pengalaman belajar secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) perencanaan dan pelaksanaan kegiatan kokurikuler dalam penguatan dimensi kolaborasi pada murid sekolah dasar, (2) bentuk-bentuk perilaku kolaboratif yang muncul melalui kegiatan kokurikuler, dan (3) kendala serta upaya guru dalam implementasi kegiatan kokurikuler untuk penguatan dimensi kolaborasi pada murid kelas V di SD Negeri 5 Sumerta Denpasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru dan murid kelas V SD Negeri 5 Sumerta Denpasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kegiatan kokurikuler dilakukan melalui penentuan tujuan dan tema kegiatan, pembagian kelompok dan peran murid, serta penyusunan langkah-langkah kegiatan dan waktu pelaksanaan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pembuatan drama yang melibatkan kerja kelompok dan partisipasi aktif murid. Bentuk perilaku kolaboratif yang muncul meliputi kemampuan bekerja sama, kemampuan berkomunikasi, kemampuan berbagi peran dan tanggung jawab, sikap saling menghargai pendapat, serta kepedulian dan kesediaan membantu teman. Kendala yang dihadapi guru meliputi keterbatasan waktu, perbedaan karakteristik murid, kurangnya partisipasi aktif sebagian murid, serta kesulitan memahami peran dan menghafal dialog. Upaya yang dilakukan guru yaitu memberikan motivasi, membagi peran sesuai kemampuan murid, memberikan bimbingan secara intensif, serta menciptakan suasana belajar yang aktif dan kondusif. Dengan demikian, kegiatan kokurikuler melalui pembuatan drama memberikan kontribusi positif dalam penguatan dimensi kolaborasi pada murid sekolah dasar.</em></p>2026-06-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 I Nengah Dwi Harta Diana, I Made Arsa Wiguna, Ni Nyoman Suastinihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7374Revitalisasi Pendidikan Islam melalui Penguatan Karakter dan Moderasi Beragama2026-06-02T10:54:07+07:00Nony Wahyu Ningsihnnycantik@gmail.comHidayati Ramadhanihidayati14102005@gmail.comAjahariajahari@iain-palangkaraya.ac.id<p><em>Pendidikan Islam saat ini menghadapi tantangan akibat globalisasi, transformasi digital, dan melemahnya nilai moral peserta didik. Meningkatnya sikap intoleransi dan pemahaman keagamaan yang ekstrem menunjukkan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan moderasi beragama dalam lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis revitalisasi pendidikan Islam melalui penguatan karakter dan moderasi beragama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan publikasi akademik relevan tahun 2022–2025. Teknik analisis data menggunakan analisis isi melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan nilai-nilai Islam seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, toleransi, dan kepedulian sosial berperan penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Moderasi beragama juga berkontribusi dalam mencegah ekstremisme dan membangun sikap inklusif di masyarakat multikultural. Selain itu, peran guru dan kurikulum berbasis karakter mendukung revitalisasi pendidikan Islam. Kesimpulannya, penguatan karakter dan moderasi beragama mampu membentuk generasi yang religius, toleran, dan adaptif tanpa kehilangan identitas keislamannya.</em></p>2026-06-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nony Wahyu Ningsih, Hidayati Ramadhani, Ajaharihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7689Pemberdayaan Guru Melalui Otonomi Profesional dan Penguatan Kompetensi di Lingkungan Sekolah2026-06-06T12:34:30+07:00Rahayu Mardikaningsihrahayumardikaningsih@gmail.comNur Farida Adzawiyahvyaaaanr@gmail.comRifda Arifa Sanirifdaarifa13@gmail.comDidit Darmawandr.diditdarmawan@gmail.comMila Harianimilamasroni@gmail.com<p><em>Artikel ini mengembangkan pembahasan konseptual pemberdayaan guru, dengan fokus pada otonomi, kompetensi, dan konsekuensinya terhadap motivasi, inovasi, dan kepuasan kerja. Pemberdayaan guru dipahami sebagai alokasi wewenang pengambilan keputusan dan kebijaksanaan profesional secara sengaja dalam kerangka tanggung jawab dan dukungan yang jelas. Makalah ini pertama-tama memperjelas dimensi otonomi pengajaran, kurikuler, dan organisasi yang dapat diberikan kepada guru. Laporan ini kemudian mengeksplorasi bagaimana pemberdayaan memperkuat motivasi intrinsik, mendorong inovasi pedagogi, dan meningkatkan kepuasan kerja bila dikombinasikan dengan pengembangan kapasitas sistematis dan prosedur akuntabilitas yang adil. Perhatian diberikan pada peran kepemimpinan sekolah dalam merancang struktur, pola komunikasi, dan pengembangan profesional yang memungkinkan pemberdayaan yang bertanggung jawab daripada pendelegasian yang dangkal. Diskusi ini menyoroti perlunya pemberdayaan yang bertahap dan terdiferensiasi sesuai dengan kesiapan guru, dan kolaborasi kolegial untuk mencegah fragmentasi. Kerangka kerja yang diusulkan ini dimaksudkan sebagai acuan normatif bagi sekolah dan pengambil kebijakan yang berupaya menyelenggarakan pemberdayaan guru sebagai elemen integral dalam pengelolaan sumber daya manusia dan upaya peningkatan sekolah.</em></p>2026-06-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Rahayu Mardikaningsih, Nur Farida Adzawiyah, Rifda Arifa Sani, Didit Darmawan, Mila Harianihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7202Integrasi Nilai Tauhid dan Karakter Peduli Lingkungan pada Siswa Melalui Program Talkin Akhlak di Sekolah Alam Insan Rabbani Sungai Penuh2026-05-30T16:51:18+07:00Mhd.KurniawanKurniawanmhd49@gmail.comElsa Hady Purtielsahadyputri@gmail.comLuthfia Rahmilutfiar419@gmail.comEngri Deaf Pariskeengridepatitujuh@gmail.comAhmad JaminAhmadjamin81@gmail.comOki Mitraokimitra1990@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai tauhid dan karakter peduli lingkungan pada siswa melalui Program Talkin Akhlak di Sekolah Alam Insan Rabbani. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penanaman nilai keislaman yang terintegrasi dengan pembentukan karakter peserta didik, khususnya dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Program Talkin Akhlak dijadikan sebagai salah satu media pendidikan karakter yang menanamkan nilai tauhid melalui pembiasaan sikap, perilaku, dan kesadaran ekologis siswa dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa yang terlibat dalam pelaksanaan Program Talkin Akhlak. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang mendalam mengenai implementasi program tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai tauhid dalam Program Talkin Akhlak diwujudkan melalui pembelajaran yang menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Nilai-nilai tersebut diimplementasikan melalui kegiatan pembiasaan seperti menjaga kebersihan, merawat tanaman, mengelola sampah, dan memanfaatkan lingkungan sebagai media pembelajaran. Program ini berkontribusi dalam membentuk karakter peduli lingkungan pada siswa yang tercermin dari meningkatnya kesadaran, tanggung jawab, dan perilaku positif terhadap lingkungan sekolah maupun lingkungan sekitar. Dengan demikian, Program Talkin Akhlak menjadi salah satu strategi efektif dalam mengintegrasikan pendidikan tauhid dan pendidikan karakter berbasis lingkungan di sekolah.</em></p>2026-06-18T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Mhd.Kurniawan, Elsa Hady Purti, Luthfia Rahmi, Engri Deaf Pariske, Ahmad Jamin, Oki Mitrahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7488Pengembangan Konstruksi Model Pendidikan Islam Transformatif: Paradigma, Sumber, dan Landasan Operasional2026-06-03T15:41:47+07:00Faqih Utsmanfaqihutsman0@gmail.comNur Cholidnurcholid@unwahas.ac.idM Ahsanul HusnaAhsanulhusna@unwahas.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan mengembangkan konstruksi model Pendidikan Islam Transformatif melalui kajian mendalam terhadap paradigma, sumber, dan landasan operasional yang menjadi fondasi pengembangan pendidikan Islam di era kontemporer. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan rekonstruksi pendidikan Islam yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga mampu mendorong transformasi kesadaran individu dan perubahan sosial yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber berupa buku, jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan dokumen yang relevan dengan pendidikan Islam transformatif. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui proses reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma Pendidikan Islam Transformatif dibangun atas prinsip integrasi antara dimensi ketuhanan, kemanusiaan, keilmuan, dan sosial kemasyarakatan. Sumber utama pendidikan meliputi Al-Qur’an, Hadis, ijtihad, dan realitas sosial yang menjadi basis pengembangan kurikulum dan praktik pembelajaran. Landasan operasional model mencakup pengembangan kurikulum integratif, pembelajaran dialogis, problem-based learning, project-based learning, refleksi kritis, serta evaluasi autentik yang berorientasi pada pembentukan karakter dan transformasi sosial. Guru berperan sebagai murabbi, fasilitator, motivator, dan agen perubahan yang mendampingi peserta didik dalam mengembangkan kesadaran kritis dan tanggung jawab sosial. Model yang dikembangkan menghasilkan konstruksi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguatan spiritual dan intelektual, tetapi juga pada pembentukan individu yang mampu menjadi agen transformasi sosial dalam mewujudkan masyarakat yang berkeadaban, berkeadilan, dan berkemajuan. Dengan demikian, Pendidikan Islam Transformatif menjadi paradigma alternatif yang relevan dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 sekaligus memperkuat peran pendidikan Islam dalam pembangunan peradaban.</em></p>2026-06-18T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Faqih Utsman, Nur Cholid, M Ahsanul Husnahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7502Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa di Sekolah Menengah Atas2026-06-03T21:02:24+07:00Didit Darmawandr.diditdarmawan@gmail.comNur Lailatul Hidayahnurlailatulhidayah285@gmail.com<p><em>Tuntutan pembelajaran di masa sekarang menuntut siswa SMA untuk berpikir lebih kritis. Namun, metode tradisional yang memusatkan guru di pembelajaran serta banyak menekankan hafalan seringkali menghambat perkembangannya. Studi ini meneliti model pembelajaran inkuri untuk menumbuhkan keterampilan siswa dalam berpikir kritis pada tingkat SMA berdasarkan sintesis berbagai penelitian kuantitatif pada rentang tahun 2020–2025. Pendekatan tinjauan literatur kualitatif, penelitian ini mengkaji dan mensintesis hasil studi eksperimen dan quasi eksperimen dari berbagai artikel ilmiah yang relevan. Analisis deskriptif digunakan untuk menelaah pola temuan, konsistensi hasil, serta kontribusi model pembelajaran inkuiri dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil kajian secara konsisten mengungkap bahwa implementasi model pembelajaran inkuiri, baik dalam bentuk inkuiri terbimbing maupun variasi lainnya yang didukung media pembelajaran interaktif seperti simulasi dan platform digital, secara positif meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMA. Temuan juga menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis inkuiri mendorong siswa untuk lebih aktif, mandiri, dan terlibat dalam proses pembelajaran yang lebih analitis serta reflektif. Oleh karena itu, dalam konteks pendidikan menengah, model ini dapat dipandang sebagai strategi pembelajaran yang efektif dan relevan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMA.</em></p>2026-06-18T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Didit Darmawan, Nur Lailatul Hidayahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/6406Eksplorasi Pengalaman Belajar Generasi Z dalam Menggunakan Microlearning untuk Mengatasi Short Attention Span2026-05-13T23:14:31+07:00Uzdma Latifahlatifahuuzdma@gmail.comPreti pretippreti154@gmail.comAnna Nopriantyannanoprianty113@gmail.comSurawan surawansurawan@iain-palangkaraya.ac.id<p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman belajar siswa Generasi Z dalam memanfaatkan microlearning sebagai strategi untuk mengatasi rentang perhatian yang pendek di era digital. Penurunan rentang perhatian dipengaruhi oleh dominasi konten singkat berbasis algoritma yang membentuk pola konsumsi informasi secara cepat dan terfragmentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi yang melibatkan siswa Generasi Z sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan menerapkan triangulasi sumber serta pengecekan anggota untuk menjaga kredibilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa cenderung kehilangan fokus setelah 10–30 menit pembelajaran konvensional. Microlearning dinilai lebih efektif karena penyajian materi yang singkat, terfokus, dan mudah dipahami. Pemanfaatan media visual, seperti infografis dan video pendek, terbukti mampu meningkatkan konsentrasi, pemahaman, serta retensi memori siswa. Dengan demikian, microlearning dapat menjadi strategi pembelajaran yang adaptif dan efektif, sesuai dengan karakteristik serta preferensi belajar Generasi Z di era digital</span></span></span></span></em></p>2026-06-18T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Uzdma Latifah, Preti preti, Anna Noprianty, Surawan surawanhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7329Integrasi Program, Anggaran, dan Prosedur dalam Implementasi Manajemen Strategis Lembaga Pendidikan2026-06-01T16:09:02+07:00Ria Nanda Safitririanandawinata27@gmail.comZaliva Lara Roziantizalivalararozianti@gmail.comMuhammad Syaifuddinmuhammadsyaifudin74@gmail.com<p>Implementasi strategi merupakan tahapan penting dalam manajemen strategis yang menentukan keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan yang telah direncanakan. Dalam konteks lembaga pendidikan, keberhasilan implementasi strategi bergantung pada kemampuan organisasi mengintegrasikan program, anggaran, dan prosedur secara efektif. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan ketidaksesuaian antara program yang dirancang, anggaran yang dialokasikan, dan prosedur yang diterapkan sehingga pelaksanaan strategi belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pentingnya integrasi program, anggaran, dan prosedur dalam implementasi manajemen strategis lembaga pendidikan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur melalui analisis artikel ilmiah, buku, dan dokumen resmi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program berfungsi sebagai operasionalisasi strategi, anggaran sebagai instrumen alokasi sumber daya, dan prosedur sebagai pedoman pelaksanaan. Integrasi ketiga komponen tersebut menjadi faktor kunci dalam meningkatkan efektivitas implementasi strategi, memperkuat koordinasi organisasi, serta mendukung tercapainya tujuan pendidikan secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. </p>2026-06-18T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ria Nanda Safitri, Zaliva Lara Rozianti, Muhammad Syaifuddinhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7416Internalisasi Nilai-Nilai Akidah Akhlak pada Generasi Z dalam Perspektif Pendidikan Islam2026-06-02T18:06:16+07:00Silna Farodissilna.farodis@mhs.uingusdur.ac.idAlysia Qothrunnadaalysia.qothrunnada@mhs.uingusdur.ac.idAnisa Rahmasarianisa.rahmasari@mhs.uingusdur.ac.idMohammad Syaifuddinmohammad.syaifuddin@uingusdur.ac.id<p>Kemajuan teknologi telah mengubah perilaku populasi dewasa muda dengan mengubah cara mereka berkomunikasi satu sama lain dan berinteraksi dengan lingkungan mereka, yang telah menghasilkan perubahan baik dan buruk pada perilaku dan perkembangan mereka. Sebagian besar perubahan negatif yang terjadi berkaitan dengan kemerosotan moral dan penurunan nilai-nilai agama pada generasi saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang proses dan metode internalisasi keyakinan dan nilai-nilai moral Islam (akidah akhlak) pada Generasi Z dengan meneliti pengalaman pengajaran pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, desain studi tinjauan pustaka, dan data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan metode reduksi data, klasifikasi, analisis naratif, dan penarikan kesimpulan. Ditemukan bahwa internalisasi nilai-nilai akidah akhlak harus dilakukan melalui proses bertahap yang terdiri dari tiga fase yaitu transformasi nilai, transaksi, dan trans-internalisasi. Kombinasi dari tiga strategi utama berikut dapat digunakan secara efektif untuk mengimplementasikan integrasi nilai-nilai akidah akhlak pada Generasi Z, penggunaan strategi integrasi teknologi (pembelajaran campuran), strategi media sosial alternatif yang kreatif untuk dakwah (yaitu, berbagi pesan/nilai keagamaan), dan dukungan ekologis yang kuat dari orang tua, guru, dan siswa. Kunci keberhasilan dalam membangun karakteristik keagamaan Generasi Z akan bergantung pada tingkat sinergi yang ada antara rumah, sekolah, dan masyarakat. Kesimpulannya, studi ini akan menunjukkan bahwa dengan memahami konteks di mana Generasi Z berada saat ini dan bagaimana melakukan perubahan untuk membantu menciptakan proses internalisasi nilai-nilai akidah akhlak yang adaptif akan memungkinkan perlindungan Generasi Z dari pengaruh negatif.</p>2026-06-18T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Silna Farodis Farodis, Alysia Qothrunnada, Anisa Rahmasari, Mohammad Syaifuddinhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7547Strategi Manajemen Administrasi Pendidikan Islam dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Era Digital2026-06-04T15:22:51+07:00Niya Armita Sariarmitaniya@gmail.comArbiaharbiahbyah@gmail.comNur Amanahamanahn1010@gmail.comFalisha Ramadhanifalishaelsa@gmail.comMumtazah Nawar Afifahmumtazahnawarafifah@gmail.comAdinata Rusmen Idrisadinata.idris@gmail.comMuhammad Azizazisskhann25789@gmail.com<p><em>Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan dalam pengelolaan pendidikan, termasuk pada administrasi pendidikan Islam. Lembaga pendidikan dituntut untuk memanfaatkan teknologi guna meningkatkan kualitas dan efektivitas layanan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi manajemen administrasi pendidikan Islam, menjelaskan perannya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, serta mengidentifikasi tantangan dan solusi yang dihadapi di era digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis berbagai buku, jurnal, dan sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dapat diterapkan meliputi digitalisasi administrasi sekolah, penggunaan sistem informasi pendidikan, pengelolaan data akademik berbasis digital, serta pemanfaatan teknologi dalam layanan administrasi. Strategi tersebut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan, mendukung kinerja guru, meningkatkan efisiensi pengelolaan sekolah, dan memperkuat transparansi. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan kompetensi digital, kurang memadainya infrastruktur teknologi, proses adaptasi terhadap teknologi baru, serta keamanan data. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan berkelanjutan, penguatan sistem administrasi berbasis teknologi, serta pengembangan budaya digital yang positif. Dengan manajemen administrasi yang efektif dan adaptif, kualitas pendidikan Islam di era digital dapat terus ditingkatkan.</em></p>2026-06-18T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Niya Armita Sari, Arbiah, Nur Amanah, Falisha Ramadhani, Mumtazah Nawar Afifah, Adinata Rusmen Idris, Muhammad Azizhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7427Menjawab Tantangan Krisis Moral Pelajar: Rekonstruksi Figur Guru Berdasarkan Karakteristik Mu'allim Rasulullah SAW2026-06-02T21:01:15+07:00Nurul Mardhatillahmardhatillah.nurul93@gmail.comZul Ikromizulikromi86@gmail.com<p>Dunia pendidikan saat ini sedang menghadapi tantangan berat berupa penurunan moral di kalangan pelajar, seperti maraknya kasus perundungan (<em>bullying</em>), tawuran, hingga kecanduan judi online dan obat-obat terlarang. Maraknya fenomena tersebut turut menambah keprihatinan terhadap kondisi pendidikan zaman modern yang sangat disayangkan dihadapkan dengan pergeseran peran guru di sekolah yang cenderung hanya fokus mengejar nilai akademik dan menuntaskan materi pelajaran, sehingga mengabaikan pembentukan akhlak anak didiknya yang pada akhirnya menemui jalan buntu untuk memperbaiki generasi muda abad ini. Penelitian ini bertujuan untuk menggali kembali karakteristik Nabi Muhammad SAW sebagai seorang guru (<em>mu'allim</em>) pilihan dan bagaimana cara menerapkannya pada sosok guru modern saat ini sebagai solusi atas krisis moral tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan mengumpulkan dan menelaah data dari berbagai sumber tertulis, seperti ayat Al-Qur'an, hadis-hadis Nabi, serta kitab <em>Ar-Rasul al-Mu'allim</em> karya Syekh Abdul Fattah Abu Ghuddah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kunci kesuksesan Rasulullah SAW dalam mendidik watak manusia terletak pada kekuatan kepribadian beliau. Rasulullah SAW mengajar dengan memberikan contoh nyata (keteladanan), penuh kasih sayang dan kelembutan, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, serta sangat menghargai keunikan karakter setiap siswanya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk menyelamatkan moral generasi muda, guru modern harus mengubah paradigmanya dari sekadar "pengajar materi" menjadi "pendidik jiwa". Dengan menghidupkan kembali gaya mengajar ala Rasulullah SAW di ruang kelas, guru akan menjadi sosok teladan yang dihormati, sehingga siswa dengan sukarela meniru perilaku baik gurunya. Sekolah pun dapat kembali berfungsi sebagai tempat yang aman untuk mencetak generasi yang cerdas otaknya sekaligus mulia akhlaknya.</p>2026-06-18T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nurul Mardhatillah, Zul Ikromihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7586Kesiapan Transformasi Digital dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Analisis Kebutuhan Guru terhadap Perencanaan Pembelajaran dan Materi Ajar 2026-06-05T01:51:34+07:00Ria Sunnisakriasunnisak17des2001@gmail.comMaya Safitrimayasafitri@gmail.comSri Maulidasrimaulida3007@gmail.com<p><em>Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, integrasi teknologi digital dalam perencanaan pembelajaran dan pengembangan materi ajar masih menjadi tantangan bagi banyak guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan perencanaan pembelajaran dan materi ajar Pendidikan Agama Islam di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Data kuantitatif dikumpulkan melalui penyebaran angket kepada guru Pendidikan Agama Islam, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap perencanaan pembelajaran dan materi ajar berbasis digital berada pada kategori tinggi. Guru memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap pengembangan modul ajar digital (87,5%), media pembelajaran interaktif (84,2%), video pembelajaran (89,3%), serta peningkatan kompetensi digital (91,4%). Penelitian juga menemukan berbagai kendala, antara lain keterbatasan kompetensi digital guru, kurangnya pelatihan teknologi pendidikan, keterbatasan fasilitas pendukung, keterbatasan waktu pengembangan media, dan kualitas jaringan internet. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan kompetensi digital guru dan pengembangan perangkat pembelajaran berbasis teknologi menjadi kebutuhan utama dalam mendukung efektivitas pembelajaran PAI. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kelembagaan yang berkelanjutan, program pengembangan profesional guru, dan inovasi sumber belajar digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di era digital.</em></p>2026-06-18T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ria Sunnisak, Maya Safitri, Sri Maulidahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7652Implementasi Pembelajaran Al-Qur’an dengan Metode Tilawati di UIN Palangka Raya2026-06-05T21:54:40+07:00Abdullah Abdullahabdullah@uin-palangkaraya.comSaudah Saudahabdullah@uin-palangkaraya.ac.idNeela Afifahabdullah@uin-palangkaraya.ac.idWahyu Andhika Chandraabdullah@uin-palangkaraya.ac.idIyan Fatmawi Sabanabdullah@uin-palangkaraya.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran Al-Qur’an menggunakan Metode Tilawati di UIN Palangka Raya, dengan fokus pada perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Ibu Neela Afifah (Dosen dan Ketua Panitia Pelaksana program Baca Tulis Al-Qur’an) serta observasi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program mencakup tujuan yang selaras dengan identitas kampus Islam, target pencapaian enam level kompetensi yang merefleksikan enam jilid Tilawati, serta pendanaan dari DIPA UIN Palangka Raya. Pelaksanaan kegiatan berlangsung rutin pada hari Senin hingga Kamis pukul 18.00–19.00 dengan durasi bervariasi per level, melibatkan panitia, tim yang memiliki syahadah sebagai instruktur metode tilawati, dan kerja sama dengan Pesantren Nurul Falah Surabaya. Proses pembelajaran terdiri dari kegiatan awal (doa), inti (peraga buku klasikal dan baca simak individual), serta penutup (membaca bersama dan doa). Evaluasi dilakukan melalui tes lisan berjenjang dengan sistem mengulang level jika tidak lulus (prinsip mastery learning). Simpulan, implementasi Metode Tilawati di UIN Palangka Raya telah berjalan sistematis dan selaras dengan temuan penelitian sebelumnya.</p>2026-06-18T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Abdullah, Saudah, Neela Afifah, Wahyu Andhika Chandra, Iyan Fatmawi Sabanhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7671Transformasi Pendidikan Karakter Dan Budi Pekerti Peserta Didik Gen Z Dalam Pendidikan Islam2026-06-06T09:54:06+07:00Mochamad Mukhlas Muhibbudinmochmukhlas23@gmail.comNuril Laifatun Nisaknurillatif4@gmail.comSiti Chotijatush Sholichahsitisholiha448@gmail.com<p><em>Transformasi pendidikan karakter dan budi pekerti pada peserta didik Generasi Z kini menjadi isu strategis dalam pendidikan Islam di tengah derasnya digitalisasi, globalisasi, dan disrupsi sosial yang membentuk pola pikir generasi muda. Artikel ini mengkaji bentuk-bentuk transformasi pendidikan karakter dalam perspektif pendidikan Islam serta strategi pelaksanaannya yang sesuai dengan kebutuhan Generasi Z, dengan menggunakan cara kualitatif yang didasarkan pada studi pustaka dari literatur ilmiah, jurnal yang terindeks, dan dokumen kebijakan pendidikan. Penelitian menunjukkan bahwa perubahan dalam pendidikan karakter di pendidikan Islam tidak hanya fokus pada pengajaran nilai-nilai normatif, tetapi juga meliputi penggabungan nilai-nilai spiritual, moral, dan keterampilan yang dibutuhkan di abad ke-21.. Generasi Z yang melek teknologi, berpikir kritis, dan berorientasi visual membutuhkan pendekatan pembelajaran yang kontekstual, interaktif, dan memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Oleh karena itu, internalisasi nilai akhlak dalam pendidikan Islam perlu ditempuh melalui tiga jalur, yakni keteladanan (uswah), pembiasaan (ta'dib), dan penguatan literasi digital yang beretika. Keberhasilan transformasi ini juga sangat bergantung pada sinergi yang solid antara keluarga, sekolah, dan masyarakat sebagai pilar ekosistem pendidikan karakter yang holistik. Dengan demikian, pendidikan Islam bagi Generasi Z memerlukan inovasi metodologis yang tetap berakar pada nilai-nilai Islam, sekaligus responsif terhadap dinamika teknologi, guna mencetak generasi berakhlak mulia dan berdaya saing global.</em></p>2026-06-18T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Mochamad Mukhlas Muhibbudin, Nuril Laifatun Nisak, Siti Chotijatush Sholichahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7659Implementasi Evaluasi dan Akreditasi dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam di Sekolah2026-06-05T23:30:01+07:00Madyanianmadyan@gmail.comRifatul Uliahrifatululiah0@gmail.comRaihan Delpha Amirdelphaamirraihan@gmail.comWita Seftianiwitaseftiani583@gmail.comHusnul Khotimahhusnulkhotimahh2002@gmail.com<p><em>Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta memiliki kemampuan intelektual yang seimbang. Upaya peningkatan mutu PAI perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pelaksanaan evaluasi pembelajaran dan akreditasi pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep evaluasi dan akreditasi Pendidikan Agama Islam, implementasi evaluasi dalam pembelajaran PAI, peran akreditasi dalam meningkatkan mutu pendidikan, serta tantangan dan upaya peningkatan mutu PAI melalui evaluasi dan akreditasi. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal, dan dokumen yang relevan dengan tema penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi merupakan proses sistematis yang dilakukan untuk mengukur tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik. Evaluasi berfungsi sebagai alat untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran sekaligus sebagai dasar perbaikan proses pendidikan. Sementara itu, akreditasi merupakan instrumen penjaminan mutu yang berfungsi menilai kelayakan dan kualitas lembaga pendidikan berdasarkan standar yang telah ditetapkan. Akreditasi berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi pendidik, kualitas sarana prasarana, tata kelola lembaga, serta mutu lulusan. Namun, implementasi evaluasi dan akreditasi masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kompetensi guru dalam menyusun instrumen penilaian, rendahnya pemanfaatan teknologi, dan kesenjangan fasilitas pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan budaya mutu, peningkatan profesionalisme guru, optimalisasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), serta pemanfaatan teknologi digital agar evaluasi dan akreditasi dapat berfungsi secara efektif dalam meningkatkan mutu Pendidikan Agama Islam di sekolah.</em></p>2026-06-18T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Madyan, Rifatul Uliah, Raihan Delpha Amir, Wita Seftiani, Husnul Khotimahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7658Aksiologi Ilmu dan Etika dalam Manajemen Pendidikan2026-06-05T23:10:55+07:00Sumarni Umar Ahmadsumarnispd611@guru.sd.belajar.idNovi Susantinovi.tri1974@gmail.comHanibarumarnispd611@guru.sd.belajar.idRetno Wahyu Ningsihsumarnispd611@guru.sd.belajar.id<p><em>Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap praktik manajemen pendidikan, sehingga membuka peluang bagi terciptanya tata kelola pendidikan yang lebih efektif dan efisien. Namun, kompleksitas organisasi pendidikan yang semakin meningkat juga memunculkan berbagai tantangan etis yang berkaitan dengan akuntabilitas, transparansi, integritas, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran aksiologi ilmu dan etika sebagai landasan filosofis dalam manajemen pendidikan serta kontribusinya dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang berintegritas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai buku, artikel ilmiah, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan dengan aksiologi, etika, dan manajemen pendidikan. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi nilai, prinsip, dan implikasi praktis integrasi perspektif aksiologis dan etis ke dalam fungsi-fungsi manajemen pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksiologi ilmu memberikan kerangka nilai yang memastikan bahwa ilmu pengetahuan dan praktik pendidikan diarahkan pada kemaslahatan manusia, keadilan sosial, serta pengembangan peserta didik secara holistik. Sementara itu, etika berfungsi sebagai pedoman moral yang mengarahkan proses pengambilan keputusan, perilaku profesional, dan budaya organisasi dalam lembaga pendidikan. Integrasi nilai-nilai aksiologis dan prinsip-prinsip etis dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi program pendidikan berkontribusi terhadap terciptanya tata kelola pendidikan yang transparan, akuntabel, adil, dan berkelanjutan. Selain itu, integrasi tersebut mampu memperkuat tanggung jawab profesional para pemimpin pendidikan serta membangun budaya integritas dalam organisasi pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian efektivitas organisasi, tetapi juga harus memperhatikan dimensi moral dan sosial pendidikan. Oleh karena itu, pemimpin dan pengambil kebijakan pendidikan perlu mengintegrasikan pertimbangan aksiologis dan etis dalam praktik manajemen guna menghasilkan lembaga pendidikan yang berkualitas dan berkarakter</em></p>2026-06-18T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Sumarni Umar Ahmad, Novi Susanti, Hanibar, Retno Wahyu Ningsihhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7007Membangun Lingkungan Belajar Kondusif melalui Manajemen Kelas yang Efektif2026-05-26T14:08:04+07:00Didit Darmawandr.diditdarmawan@gmail.comMas Mukhammad Sholakhuddin A'inunmasmsholakhuddinainun@gmail.comDimas Putra Rizqidimasputrarizqi@gmail.comRiky Achmad Ramdhaniromdhonromdhoni09@gmail.comUmar Ahmad Rozan Rohimgayamterung@gmail.com<p>Makalah ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep manajemen kelas sebagai kerangka kerja komprehensif berdasarkan tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur kualitatif dengan pendekatan analisis isi terhadap berbagai sumber ilmiah, seperti artikel jurnal, buku, dan prosiding konferensi. Temuan menunjukkan bahwa manajemen kelas merupakan konstruksi multidimensional yang mencakup pengelolaan aspek fisik, prosedural, dan psikososial. Elemen kunci dari manajemen kelas yang efektif meliputi penetapan harapan yang jelas, konsistensi dalam aturan, kemampuan untuk membaca dinamika kelas, pendekatan restoratif terhadap manajemen perilaku, dan penciptaan komunitas pembelajaran yang inklusif. Keberhasilan manajemen kelas tidak bergantung pada satu faktor saja, melainkan pada integrasi kompetensi pedagogis guru, dukungan institusional, dan keterlibatan orang tua. Temuan ini menyiratkan perlunya penguatan pengembangan profesional guru dalam manajemen kelas melalui pendidikan pra-jabatan dan pelatihan berkelanjutan. Makalah ini memberikan kontribusi teoretis dengan mensintesis kerangka kerja konseptual manajemen kelas dan berfungsi sebagai referensi bagi pendidik dalam merancang praktik manajemen kelas yang responsif terhadap kebutuhan siswa.</p>2026-06-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Didit Darmawan, Mas Mukhammad Sholakhuddin A'inun, Dimas Putra Rizqi, Riky Achmad Ramdhani, Umar Ahmad Rozan Rohimhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7835Profesionalisme Guru dalam Pengelolaan Kelas Virtual: Studi tentang Pengembangan Kompetensi Digital2026-06-08T13:31:46+07:00Didit Darmawandr.diditdarmawan@gmail.comAchmad Firman Rohmatullohfirmansantriau@gmail.comM. Habibur Rahmanochib2110@gmail.comRahayu Mardikaningsihrahayumardikaningsih@gmail.comMila Harianimilamasroni@gmail.com<p><em>Kompetensi guru dalam pengelolaan kelas daring merupakan kemampuan multidimensi yang mencakup keahlian teknis, pedagogi digital, dan keterampilan manajerial sosial. Tinjauan pustaka kualitatif ini mengkaji bagaimana guru mengembangkan dan menerapkan kompetensi pengelolaan kelas daring sebagai respons terhadap tuntutan teknologi yang berkembang pesat di bidang pendidikan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pengembangan kompetensi memerlukan proses pembelajaran berkelanjutan yang dimulai dengan eksplorasi mandiri, kolaborasi sesama rekan, dan pelatihan formal yang didukung oleh pendampingan berkelanjutan. Kemajuan teknologi yang pesat menuntut guru untuk menumbuhkan sikap belajar seumur hidup dan kemampuan beradaptasi. Dukungan infrastruktur, kepemimpinan sekolah, dan kolaborasi lintas generasi muncul sebagai faktor penentu keberhasilan. Ketimpangan antara kebutuhan dan kapasitas yang ada serta distribusi infrastruktur yang tidak merata di berbagai wilayah merupakan tantangan utama. Kompetensi manajemen kelas daring tidak dapat dipisahkan dari kompetensi pedagogis, sosial, dan profesional, sehingga memerlukan pendekatan pengembangan profesional yang terintegrasi. Ekosistem pembelajaran profesional yang berkelanjutan terbukti lebih efektif daripada pelatihan sporadis yang terputus dari praktik sehari-hari. Studi ini memberikan pemahaman dasar untuk merancang program pengembangan profesional yang benar-benar meningkatkan kemampuan guru dalam menciptakan pengalaman belajar daring yang menarik dan efektif.</em></p>2026-06-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Didit Darmawan, Achmad Firman Rohmatulloh, M. Habibur Rahman, Rahayu Mardikaningsih, Mila Harianihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7696Elemen Akidah dalam Kurikulum Merdeka: Karakteristik, Implementasi, dan Tantangannya dalam Pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah2026-06-06T13:40:17+07:00Abdullah Abdullahabdullah@uin-palangkaraya.ac.idQhisthi Rahmadhiniqistidhini@gmail.comNurizatulail Nurizatulailnurizatulail@gmail.comAnggi Anggrainianggiangrainizha@gmail.comAnggini Angginianggianggiiixx@gmail.com<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kurikulum Merdeka membawa pembaruan mendasar dalam tata kelola pembelajaran agama Islam di madrasah, termasuk pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Elemen akidah, yang selama ini sering direduksi menjadi materi hafalan semata, kini dituntut untuk hadir sebagai landasan nilai-nilai yang hidup dan terinternalisasi dalam diri peserta didik. Artikel ini bertujuan menganalisis elemen karakteristik akidah dalam Kurikulum Merdeka, menelaah pola implementasinya dalam pembelajaran Akidah Akhlak, serta mengidentifikasi tantangan dan solusi strategi dalam penguatan karakter religius peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode kepustakaan (penelitian perpustakaan), melalui teknik dokumentasi dan analisis isi (content analysis) model Krippendorff terhadap jurnal ilmiah, dokumen kurikulum, dan literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa elemen akidah dalam Kurikulum Merdeka memiliki empat ciri utama: berorientasi pada peserta didik, terintegrasi dengan pembentukan karakter, fleksibel dalam pendekatan pedagogi, serta mendukung moderasi beragama. Implementasinya menuntut penggunaan model pembelajaran aktif, pemanfaatan teknologi secara kontekstual, dan asesmen yang bersifat holistik mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Capaian Pembelajaran pada Fase D (kelas VII–IX MTs) dirancang secara berjenjang untuk menghadirkan peserta didik dari tahap pemahaman menuju penghayatan dan pengamalan nilai akidah. Kendati demikian, implementasi di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya kompleksitas asesmen afektif, keterbatasan infrastruktur teknologi, kesiapan pedagogis guru, dan kesenjangan pemahaman antara akidah sebagai konten dan akidah sebagai orientasi nilai. Artikel ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penguatan karakter religius melalui unsur akidah sangat bergantung pada kesiapan guru, dukungan institusi, serta komitmen kolektif seluruh pemangku kepentingan madrasah.</span></span></p>2026-06-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Abdullan, Qhisthi Rahmadhinni, Nurizatulalil, Anggi Anggrainni, Angginihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7697Pengelolaan Adaptabilitas Personel dalam Menghadapi Perubahan Organisasi di Institusi Pendidikan2026-06-06T13:21:54+07:00Rahayu Mardikaningsihrahayumardikaningsih@gmail.comAinin Nafisahaininnafisah87@gmail.comNuroniyahnuroniyahnuroniyah329@gmail.comDidit Darmawandr.diditdarmawan@gmail.comMuhammad Yusron Maulana El-Yunusiyusronmaulana@unsuri.ac.id<p><em>Penelitian ini mengembangkan kerangka konseptual untuk mengelola kemampuan beradaptasi sumber daya manusia terhadap perubahan organisasi di lembaga pendidikan. Dengan menggunakan metodologi tinjauan pustaka kualitatif, penelitian ini mensintesis pengetahuan yang ada mengenai tiga dimensi utama: mengidentifikasi profil kemampuan beradaptasi untuk memahami kesiapan sumber daya manusia, merancang strategi dukungan yang disesuaikan bagi individu dengan kemampuan beradaptasi rendah, serta memanfaatkan agen perubahan internal untuk mempercepat adaptasi kolektif. Temuan menunjukkan bahwa pengelolaan kemampuan beradaptasi sumber daya manusia yang efektif memerlukan pemahaman sistematis terhadap dinamika psikologis perubahan, dukungan yang konsisten dari kepemimpinan, serta perhatian yang seimbang terhadap berbagai kelompok sumber daya manusia. Kemampuan beradaptasi bukanlah karakteristik yang tetap, melainkan kapasitas yang dapat dikembangkan melalui pengalaman dan pembelajaran yang terstruktur. Sekolah yang berhasil mengelola kemampuan beradaptasi personel akan menunjukkan ketahanan yang lebih besar dalam menghadapi perubahan kurikulum, kebijakan, dan teknologi yang tak terhindarkan. Penelitian ini menyumbangkan kerangka kerja terstruktur yang dapat memandu kepala sekolah dalam merancang pendekatan sistematis untuk mendukung personel selama masa transisi. Pengelolaan kemampuan beradaptasi yang berhasil memastikan bahwa inisiatif perubahan organisasi mencapai tujuan yang dimaksudkan sambil menjaga kesejahteraan dan keterlibatan personel selama proses transisi.</em></p>2026-06-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Rahayu Mardikaningsih, Ainin Nafisah, Nuroniyah, Didit Darmawan, Muhammad Yusron Maulana El-Yunusihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7721Penerapan Pendekatan Humanistik dalam pembelajaran untuk meningkatkan keaktifan Belajar Peserta didik di kelas atas MI Tarbiyatunnisa 2026-06-06T20:33:04+07:00Kun Nurachadijatkun.nurachadijat@gmail.comRobby Anugrah Saputraranssaputra13@gmail.comRiana Setianirianasetiani13@gmail.comAsep Septembera.september93@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar peserta didik kelas V di MI Tarbiyatunnisa melalui penerapan pendekatan humanistik. Pembelajaran konvensional seringkali mengabaikan kebutuhan emosional dan psikologis siswa, yang mengakibatkan kurangnya keterlibatan aktif dalam kelas. Pendekatan humanistik memfokuskan pada potensi individu, otonomi, dan peran guru sebagai fasilitator yang mendukung perkembangan potensi siswa. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada keaktifan belajar siswa karena pendekatan ini menciptakan suasana kelas yang aman dan suportif. Siswa merasa lebih percaya diri dalam mengungkapkan pendapat, terlibat dalam diskusi, dan mengambil inisiatif dalam belajar. Kesimpulannya, pendekatan humanistik sangat efektif dalam mengubah suasana kelas menjadi berpusat pada siswa (student-centered), sehingga meningkatkan partisipasi akademik dan pengembangan karakter siswa di lingkungan pendidikan dasar Islam</em></p>2026-06-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Kun Nurachadijat, Robby Anugrah Saputra, Riana Setiani, Asep Septemberhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7824Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning Berbantuan Wordwall Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV SD Negeri 6 Panjer Kota Denpasar2026-06-08T10:27:39+07:00Ni Wayan Eka Yantiekaayantiiiii@gmail.comI Wayan Darnaekaayantiiiii@gmail.comNi Nyoman Suastiniekaayantiiiii@gmail.com<p><em>Rendahnya hasil belajar IPAS pada siswa sekolah dasar menjadi salah satu permasalahan yang memerlukan penerapan model pembelajaranr inovatif.r Pembelajaranr yangr masihr berpusatr padar gurur menyebabkanr keterlibatanr siswar dalamr prosesr belajarr kurangr optimalr sehinggar berdampakr padar pencapaianr hasilr belajar.r Penelitianr inir bertujuanr untukr mengetahuir pengaruhr modelr pembelajaranr Contextualr Teachingr andr Learningr (CTL)r berbantuanr Wordwallr terhadapr hasilr belajarr IPASr siswar kelasr IVr SDr Negerir 6r Panjerr Kotar Denpasar.r Penelitianr menggunakanr pendekatanr kuantitatifr denganr jenisr quasir experimentr danr rancanganr Nonequivalentr Controlr Groupr Design.r Populasir penelitianr berjumlahr 61r siswar yangr terdirir atasr kelasr IVAr danr IVB.r Teknikr pengambilanr sampelr menggunakanr samplingr jenuhr sehinggar seluruhr populasir dijadikanr sampelr penelitian.r Datar hasilr belajarr dikumpulkanr melaluir tesr pilihanr gandar yangr telahr memenuhir syaratr validitasr danr reliabilitas.r Analisisr datar dilakukanr menggunakanr ujir normalitas,r ujir homogenitas,r danr ujir Independentr Sampler t-testr denganr bantuanr IBMr SPSSr Statisticsr 30.r Hasilr penelitianr menunjukkanr bahwar rata-ratar nilair posttestr kelasr eksperimenr sebesarr 81,61r lebihr tinggir dibandingkanr kelasr kontrolr sebesarr 71,33.r Hasilr ujir hipotesisr menunjukkanr nilair signifikansir lebihr kecilr darir 0,05r sehinggar terdapatr pengaruhr yangr signifikanr darir penerapanr modelr pembelajaranr Contextualr Teachingr andr Learningr berbantuanr Wordwallr terhadapr hasilr belajarr IPASr siswar kelasr IV SD Negeri 6 Panjer Kota Denpasar. Model pembelajaran tersebut efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS di sekolah dasar.</em></p>2026-06-23T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ni Wayan Eka Yanti, I Wayan Darna, Ni Nyoman Suastinihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7821Pengaruh Digital Marketing Dan Kualitas Layanan Terhadap Keputusan Siswa Memilih Madrasah Tsanawiyah Se-Kabupaten Kampar2026-06-08T10:10:37+07:00Fitria Ningsihf.ningsih1986@gmail.comMuhammad Habibimuhammad.habibi@uin-suska.ac.id<p><em>Latar belakang penelitian didasari oleh fenomena penurunan jumlah siswa pada madrasah swasta di Kabupaten Kampar, meskipun lembaga tersebut telah aktif melakukan promosi digital dan memiliki program pendidikan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digital marketing dan kualitas layanan terhadap keputusan siswa memilih Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Kabupaten Kampar, baik secara parsial maupun simultan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah siswa MTs Muallimin Muhammadiyah Bangkinang dan MTs PPMTI Tg. Berulak. Sampel berjumlah 45 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Berdasarkan uji prasyarat, data ditemukan tidak berdistribusi normal, sehingga analisis data menggunakan statistik non-parametrik, yaitu Uji Korelasi Rank Spearman dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Digital marketing berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap keputusan siswa memilih madrasah (Koefisien Korelasi Spearman rs = 0,788; sig. = 0,000); (2) Kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap keputusan siswa memilih madrasah (rs = 0,741; sig. = 0,000); (3) Secara simultan, digital marketing dan kualitas layanan mampu menjelaskan variasi keputusan memilih sebesar 58,5% (R² non-parametrik = 0,585), sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Penelitian ini memberikan kontribusi strategis bagi pengembangan pemasaran digital dan peningkatan kualitas layanan madrasah swasta di Kabupaten Kampar.</em></p>2026-06-23T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Fitria Ningsih, Muhammad Habibihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7858Strengthening Students' Independent Character through Practice and Example in Integrative PAI Learning at SD Negeri 014/XI Pelayang Raya2026-06-08T15:32:44+07:00Nera Irma Sarinerairma37171@gmail.comPadya Hayatifadyahayati548@gmail.comAhmad Jaminahmad_jamin@yahoo.co.idOki Mitraokimitra1990@gmail.com<p><em>This study aims to describe the strengthening of students’ independent character through habit formation and role modelling in integrated Islamic Education (PAI) lessons at SD Negeri 014/XI Pelayang Raya. This study employs a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including observation, interviews and documentation. The results of the study indicate that the strengthening of students’ independent character is achieved through habits integrated into Islamic Education lessons, such as praying, reciting the Qur’an, praying in congregation, classroom duty, maintaining cleanliness, and completing tasks independently. Teachers’ role modelling through attitudes of discipline, responsibility, honesty, and independence plays a crucial role in shaping students’ character. The success of the programme is supported by the school’s commitment, a religious culture, parental cooperation, and student motivation, whilst the obstacles include differences in family upbringing, excessive use of electronic devices, diverse student characteristics, and limited learning time. Overall, the practice of habits and setting a good example in integrated PAI learning is effective in fostering students’ independent character.</em></p>2026-06-23T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nera Irma Sari, Padya Hayati, Ahmad Jamin, Oki Mitrahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7853Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Penilaian Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam2026-06-08T14:39:23+07:00Iyan Fatmawi Sabaniyandhugal@gmail.comSri Normuliatiiyandhugal@gmail.com<p>Perkembangan teknologi <em>Artificial Intelligence</em> (AI) telah memberikan pengaruh signifikan terhadap berbagai aspek pendidikan, termasuk dalam proses penilaian hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang, tantangan, dan implikasi pemanfaatan AI dalam penilaian hasil belajar PAI. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (<em>library research</em>). Data diperoleh dari berbagai artikel ilmiah, buku, prosiding, dan dokumen relevan yang dipublikasikan pada rentang tahun 2019–2025, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki peluang besar dalam meningkatkan efektivitas penilaian melalui penyusunan instrumen evaluasi, pengolahan data hasil belajar, pemberian umpan balik secara cepat, serta pelaksanaan asesmen yang lebih personal dan berkelanjutan. Namun, penerapan AI juga menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam mengukur aspek afektif, spiritual, dan karakter peserta didik yang menjadi ciri khas Pendidikan Agama Islam. Selain itu, isu validitas data, keamanan informasi, etika penggunaan teknologi, dan kompetensi digital guru menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Implikasi pemanfaatan AI menunjukkan peningkatan efisiensi, objektivitas, dan kualitas evaluasi pembelajaran. Meskipun demikian, AI tidak dapat menggantikan peran guru dalam melakukan pembinaan karakter dan pengambilan keputusan pendidikan. Oleh karena itu, AI perlu diposisikan sebagai alat bantu yang mendukung proses penilaian, sehingga integrasi teknologi dan nilai-nilai pendidikan Islam dapat berjalan secara seimbang dalam meningkatkan kualitas penilaian hasil belajar PAI di era digital.</p>2026-06-23T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Iyan Fatmawi Saban, Sri Normuliatihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7865Internalisasi Akidah Aswaja Berbasis Nasyid di Pondok Pesantren2026-06-08T16:39:15+07:00Moh. Syamsu Zamanisyamsuzamani@mhs.unhasy.ac.idMoehamad Zarkasih Nurimanzarkasihnuriman@mhs.unhasy.ac.idM. Ma'arifmaarif@mhs.unhasy.ac.idRofiatul Hosnarofiatulhosna@unhasy.ac.idKhoirotul Idawatikhoirotulidawati@unhasy.ac.idHanifudinhanifudin@unhasy.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses internalisasi akidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) melalui media nasyid di Pondok Pesantren Baitul Iman Kediri serta mengkaji peran media tersebut dalam membentuk karakter religius santri di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa era digital menghadirkan tantangan berupa penyebaran paham keagamaan radikal dan intoleran yang dapat memengaruhi pemahaman akidah generasi muda. Dalam menghadapi kondisi tersebut, Pondok Pesantren Baitul Iman Kediri memanfaatkan media nasyid sebagai sarana internalisasi akidah Aswaja yang efektif. Proses internalisasi berlangsung melalui tiga tahapan, yaitu transformasi, transaksi, dan trans-internalisasi. Pada tahap transformasi, nilai-nilai akidah disampaikan melalui lirik nasyid yang sederhana dan mudah dipahami. Tahap transaksi ditandai dengan interaksi edukatif antara ustadz dan santri dalam memahami serta menghayati makna nasyid. Adapun tahap trans-internalisasi menunjukkan tertanamnya nilai-nilai akidah dalam kesadaran dan perilaku santri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media nasyid tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan dan dakwah yang efektif dalam memperkuat internalisasi akidah Aswaja, membentuk karakter religius yang moderat, serta meningkatkan ketahanan ideologis santri di tengah perkembangan era digital.</em></p>2026-06-23T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Moh. Syamsu Zamani, Moehamad Zarkasih Nuriman, M. Ma'arif, Rofiatul Hosna, Khoirotul Idawati, Hanifudinhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7825Inovasi Penyusunan RPP Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Akidah Akhlak dengan Pendekatan Deep Learning di MTs/MA2026-06-08T10:44:42+07:00Abdullah Abdullahabdullah@uin-palangkaraya.ac.idSaudah Saudahsaudah@uin-palangkaraya.ac.idHamidah Hamidahhamidah@uin-palangkaraya.ac.idMikha RahmadaniMikaaaakaa690@gmail.comDhiyaa Rihadatul Aisyathiadhiya2@gmail.comNayla Salsabilanaylasail26@gmail.com<p>Pembelajaran Akidah Akhlak di MTs/MA masih menghadapi kendala berupa orientasi administratif, dominasi hafalan, dan rendahnya internalisasi nilai karakter sehingga belum mampu membentuk peserta didik yang humanis, reflektif, dan empatik. Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) hadir sebagai paradigma baru dengan menekankan nilai kasih sayang, keteladanan, dan relasi humanis melalui Panca Cinta: cinta kepada Allah dan Rasul, cinta ilmu, cinta diri dan sesama, cinta lingkungan, serta cinta tanah air. Pendekatan Deep Learning melengkapi KBC dengan mendorong keterlibatan aktif, berpikir kritis, refleksi, kolaborasi, dan penguatan karakter secara holistik. Penelitian ini bertujuan merumuskan model konseptual sekaligus panduan implementatif penyusunan RPP Akidah Akhlak berbasis KBC dengan pendekatan Deep Learning. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis isi terhadap 24 sumber akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi KBC dan Deep Learning menghasilkan RPP dengan tujuan berbasis HOTS, strategi kolaboratif dan reflektif, penilaian autentik, serta delapan tahapan sistematis penyusunan. Kebaruan penelitian ini terletak pada formulasi tahapan RPP KBC-Deep Learning dan contoh implementasi nilai cinta dalam setiap komponen pembelajaran, sehingga berkontribusi pada penguatan pedagogi humanis dan transformasi pembelajaran Akidah Akhlak di madrasah.</p>2026-06-23T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Abdullah, Saudah, Hamidah, Mikha Rahmadani, Dhiyaa Rihadatul Aisya, Nayla Salsabilahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7860Transformasi Nilai Hadis Ke Dalam Kebijakan K3 Di Industri Pertambangan Modern2026-06-08T16:09:54+07:00Muhammad Akhyar Mahyudinmmahyudi2703@gmail.comTajul Arifintajularifin64@uinsgd.ac.id<p>Industri pertambangan modern merupakan salah satu sektor kerja dengan tingkat risiko kecelakaan yang tinggi, sehingga memerlukan tata kelola Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang tidak hanya regulatif, tetapi juga etis. Artikel ini mengkaji transformasi nilai-nilai hadis ke dalam kebijakan K3 pertambangan melalui pendekatan sosiologi hadis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan mengintegrasikan analisis ma‘ānī al-ḥadīth dan teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann. Kajian ini berfokus pada nilai-nilai hadis seperti lā ḍarara wa lā ḍirāra, itqān al-‘amal, amānah, dan kullukum rā‘in. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut dapat ditransformasikan menjadi prinsip K3 melalui penafsiran kontekstual hadis, pelembagaan dalam Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP), dan pembentukan budaya keselamatan kerja. Artikel ini menyimpulkan bahwa hadis memiliki daya transformatif sebagai landasan etik-spiritual bagi tata kelola keselamatan kerja di industri pertambangan modern.</p>2026-06-23T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Muhammad Akhyar Mahyudin, Tajul Arifinhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7820Studi Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Berbasis Teknologi Digital dan Pembelajaran Konvensional di SMAN 2 Telukjambe Timur Karawang2026-06-08T15:36:36+07:00Mimah Mahmudahmimahpaahamy@gmail.comLinda Nabila2310631110115@student.unsika.ac.idInayah Thohiroh2310631110107@student.unsika.ac.idMuhamad Bambang Yudistira2310631110129@student.unsika.ac.idMuhammad Fawaz Akbar2310631110136@student.unsika.ac.id<p>Integrasi teknologi digital dalam pendidikan memiliki potensi untuk meningkatkan semangat siswa, tetapi aspek psikologis dan kendala yang dihadapi siswa di lapangan perlu diteliti lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri pengalaman, hambatan, dan faktor faktor yang memotivasi siswa saat belajar dengan teknologi digital jika dibandingkan dengan metode pendidikan tradisional di SMAN 2 Telukjambe Timur Karawang. Untuk itu, metode kualitatif dengan desain studi kasus digunakan dalam studi ini. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan para guru, serta didukung oleh observasi dalam kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pembelajaran digital dapat meningkatkan motivasi siswa berkat interaktivitas, variasi dalam media, dan kemandirian dalam mengakses informasi, meskipun ada tantangan berupa gangguan perhatian yang disebabkan oleh perangkat elektronik. Sebaliknya, metode pembelajaran tradisional lebih baik dalam membangun kedekatan emosional antara siswa dan guru serta disiplin dalam belajar tatap muka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa motivasi belajar yang optimal dapat dicapai dengan mengimbangi pengalaman digital dengan kehadiran fisik guru. Disarankan kepada guru untuk menerapkan strategi pembelajaran hibrida yang terstruktur.</p>2026-06-23T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Mimah Mahmudah, Linda Nabila, Inayah Thohiroh, Muhamad Bambang Yudistira, Muhammad Fawaz Akbarhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7937Pengembangan Kurikulum Pendidikan Karakter dalam Membangun Kepribadian Peserta Didik2026-06-09T09:55:34+07:00Putri Husnul Khotimahkhusnulputri81@gmail.comNur Ahidkhusnulputri81@gmail.com<p>Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi membawa dampak signifikan terhadap perilaku dan karakter peserta didik, sehingga lembaga pendidikan dituntut tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan kepribadian. Pendidikan karakter menjadi kebutuhan mendesak untuk merespons degradasi moral yang muncul akibat arus informasi digital yang tidak terfilter. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual pengembangan kurikulum pendidikan karakter dalam membangun kepribadian peserta didik, khususnya di lembaga pendidikan formal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku akademik, dan regulasi pendidikan yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter merupakan proses sistematis yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta bertujuan membentuk peserta didik yang berakhlak mulia dan berintegritas. Nilai-nilai karakter seperti religiusitas, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, toleransi, dan kepedulian sosial perlu diintegrasikan secara menyeluruh dalam kurikulum. Pengembangan kurikulum pendidikan karakter harus bersifat kontekstual, berkelanjutan, dan responsif terhadap tantangan globalisasi dan digitalisasi. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan kurikulum pendidikan karakter yang terintegrasi dan kontekstual berperan strategis dalam membentuk kepribadian peserta didik secara utuh dan berkelanjutan.</p>2026-06-23T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Putri Husnul Khotimah, Nur Ahidhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7673Dilema Perawat Merawat Pasien Lawan Jenis pada Lansia: Analisis Kebutuhan Spiritual dan Martabat dalam Pelayanan Gerontik2026-06-08T18:32:45+07:00Naila Nurfadhillahnailanurfadhilah@upi.eduNazwa Shifa Choironissanazwashiva@upi.eduNisrina Nabila Salmannabilasalma28@gmail.comAnis Fauziah Nursifaanisfauziahn@upi.eduAllyssa Rizky Faulinaallyssarizky@upi.eduTedi Supriyaditedisupriyadi@upi.edu<p>Ketidaksesuaian gender antara perawat dan pasien lansia dalam asuhan keperawatan sering kali menimbulkan pelanggaran privasi aurat yang memicu beban emosional serta kecemasan spiritual pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman lansia dan perawat dalam menghadapi dilema perawatan lintas gender melalui integrasi teori Gerotranscendence, Human Caring, dan prinsip Maqashid Syariah. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif, melibatkan empat partisipan yang terdiri dari pasien lansia, perawat klinis, dan tokoh agama di wilayah Jawa Barat. Hasil penelitian mengidentifikasi lima tema utama, yaitu: urgensi spiritual lansia dalam menjaga kesucian diri, beban emosional akibat interaksi lawan jenis, altruisme profesional perawat melalui teknik minimal exposure, hambatan beban kerja terhadap kualitas caring, serta legitimasi teologis hukum Islam melalui prinsip rukhsah dan Hifdzun Nafs (menjaga jiwa). Simpulan penelitian menegaskan bahwa meskipun perawatan lawan jenis sah secara syariat dalam kondisi darurat, perlindungan terhadap integritas spiritual lansia wajib diprioritaskan melalui moderasi teknis medis dan dukungan keluarga. Penelitian ini memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) target ke-3, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua orang di segala usia, dengan mengoptimalkan kualitas pelayanan kesehatan yang holistik, inklusif, dan sensitif terhadap martabat kemanusiaan serta nilai-nilai spiritualitas pasien.</p>2026-06-23T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Naila Nurfadhillah, Nazwa Shifa Choironissa, Nisrina Nabila Salma, Anis Fauziah Nursifa, Allyssa Rizky Faulina, Tedi Supriyadihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7950Pola Pembinaan Program Unggulan Kader Ulama dalam Membentuk Kompetensi Da’i Muda di Pondok Pesantren Islamic Center Muhammadiyah Kinali2026-06-09T12:22:23+07:00Ziyanizianiajaa4@gmail.comRahmi Wizarahmiwiza@fis.unp.ac.id<p>Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang unggul dan berkarakter. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pembinaan kader ulama untuk mempersiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi keislaman dan kemampuan berdakwah. Pondok Pesantren Islamic Center Muhammadiyah Kinali menyelenggarakan program unggulan kader ulama sebagai sarana pembentukan kompetensi da’i muda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola pembinaan program unggulan kader ulama dalam membentuk kompetensi da’i muda serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pembinaan program unggulan kader ulama dilaksanakan secara terstruktur dan berkesinambungan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Program pembinaan meliputi kegiatan tahfidz Al-Qur’an, kajian Islami, bahasa Arab, dan muhadharah dengan menerapkan metode keteladanan, pembiasaan, hafalan, nasihat, latihan/praktik, serta perhatian dan pemantauan perkembangan santri. Evaluasi dilakukan melalui penilaian perkembangan santri pada setiap kegiatan dan penilaian langsung dari masyarakat melalui kegiatan Safari Ramadan dan Madrasah Diniyah (Madin). Program ini bertujuan membentuk kompetensi da’i muda yang mencakup kemampuan menghafal Al-Qur’an, penguasaan keilmuan Islam, kemampuan bahasa Arab, dan keterampilan komunikasi. Faktor pendukung program meliputi minat santri, bakat dan potensi individu, lingkungan pesantren yang kondusif, serta sarana dan prasarana yang memadai. Adapun faktor penghambatnya adalah rendahnya minat dan motivasi sebagian santri, perbedaan latar belakang dan karakter individu, kejenuhan dalam mengikuti program, serta keterbatasan strategi pembinaan yang kreatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa program unggulan kader ulama dapat menjadi model pembinaan yang efektif dalam membentuk kompetensi da’i muda.</p>2026-06-23T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ziyani, Rahmi Wizahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7576Pengaruh Model Project Based Learning (PJBL) Terhadap Hasil Belajar Siswa SMP Pada Mata Pelajaran PAI2026-06-04T22:27:17+07:00Wardatus SholikhaWardatussholikha2407@gmail.comDidit Darmawandr.diditdarmawan@gmail.com<p>Pembelajaran PAI di SMP cenderung meningkatkan hasil pembelajaran siswa dengan partispasi aktif dalam tugas-tugas bermakna, kolaboratif, dan kontekstual yang berkaitan dengan situasi kehidupan mereka. Model <em>Project Based Learning</em> (PjBL) berdampak besar pada keinginan dan hasil belajar PAI siswa SMP dengan kontribusi terhadap hasil belajar. Melalui metode penelitian kualitatif dan pendekatan studi literatur, diharapkan penelitian dapat menganalisis dampak PjBL dalam meningkatkan hasil belajar mata pelajaran PAI pada siswa SMP. Penelitian memperoleh temuan bahwa model pembelajaran PjBL dapat mengembangkan keterampilan hasil belajar siswa. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi pedagogik guru, dukungan fasilitas pembelajaran, serta integrasi PjBL dalam perencanaan kurikulum agar proses pembelajaran PAI dapat berlangsung lebih efektif, kontekstual, dan berorientasi pada pengalaman belajar siswa.</p>2026-06-23T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Wardatus Sholikha, Didit Darmawanhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7954Pengembangan Kopetensi Guru dalam Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran sebagai Bagian dari Implementasi Kurikulum2026-06-09T13:35:55+07:00Didit Darmawandr.diditdarmawan@gmail.comDiana Iksiriksirdiana@gmail.comIntan Rahmawatiintanalfiarahmawati@gmail.comRahayu Mardikaningsihrahayumardikaningsih@gmail.comMila Harianimilamasroni@gmail.com<p><em>Kompetensi guru dalam menyusun Urutan Tujuan Pembelajaran merupakan kemampuan mendasar dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, yang mencakup pemahaman terhadap hasil belajar, perumusan tujuan operasional, serta perancangan urutan pembelajaran yang logis. Tinjauan pustaka kualitatif ini mengkaji bagaimana kompetensi guru dalam menyusun Urutan Tujuan Pembelajaran dialami dan dikembangkan sebagai bagian dari profesionalisme mereka. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pengembangan kompetensi memerlukan pendekatan kolaboratif, dukungan pengawasan akademik dari kepala sekolah, serta pelatihan dan bimbingan yang berkelanjutan. Tantangan utama meliputi kesulitan dalam menentukan urutan pembelajaran yang logis, merumuskan tujuan operasional, dan mengakomodasi karakteristik siswa yang beragam. Perbedaan latar belakang pendidikan guru memengaruhi tingkat kemampuan awal, sehingga memerlukan program pengembangan profesional yang mengatasi kesenjangan pengetahuan. Pendekatan pengembangan kompetensi yang sistematis dan berkelanjutan, seperti komunitas belajar profesional, terbukti lebih efektif daripada sesi pelatihan satu kali. Urutan Tujuan Pembelajaran yang berkualitas memfasilitasi desain pelajaran yang efektif dan pada akhirnya berkontribusi pada pencapaian optimal tujuan pembelajaran. Studi ini memberikan pemahaman dasar untuk merancang sistem dukungan yang meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan jalur pembelajaran yang koheren dan bermakna sesuai dengan harapan kurikulum.</em></p> <p> </p>2026-06-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Didit Darmawan, Diana Iksir, Intan Rahmawati, Rahayu Mardikaningsih, Mila Harianihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7780Fitnah Terhadap Harta dan Anak dalam Al-Qur’an Surah Al-Anfal Ayat 28: Analisis Tematik Konsep Ujian Kehidupan2026-06-07T17:15:01+07:00Nurul Mardhatillahmardhatillah.nurul93@gmail.com‘Aidil ‘Azza Mu’izzuddinaidilazzamuizzuddin@gmail.comAgustiaragustiar@uin-suska.ac.id<p>Masyarakat awam sering menyalahartikan kata "fitnah" sebatas tuduhan palsu. Padahal, Al-Qur'an Surah Al-Anfal ayat 28 menegaskan bahwa harta kekayaan dan anak keturunan adalah bentuk fitnah, yang artinya ruang ujian hidup berupa kesenangan. Penelitian kepustakaan ini bertujuan untuk mengupas makna, karakteristik, serta solusi praktis Al-Qur'an dalam menghadapi ujian harta dan anak menggunakan metode analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ujian harta memiliki karakteristik yang memanipulasi batin manusia melalui kenyamanan fisik. Kelimpahan materi rawan memicu penyakit hati seperti kesombongan, budaya pamer kemewahan (<em>flexing</em>), hingga hilangnya kesadaran akan akhirat karena manusia merasa uang bisa mengendalikan segalanya. Sementara itu, ujian anak bekerja di wilayah emosional dan kasih sayang terdalam. Rasa cinta yang buta dan cemas akan masa depan anak sering kali membuat orang tua goyah, hingga rela menghalalkan segala cara seperti korupsi atau menipu di tempat kerja, serta mengubah kepribadian orang tua menjadi kikir dan penakut demi mempertahankan jabatan. Sebagai solusi nyata, Al-Qur'an menawarkan konsep manajemen hati yang seimbang. Untuk urusan harta, manusia dididik menempatkan materi sebatas alat di tangan dengan rutin membersihkannya melalui zakat, infak, dan sedekah. Untuk urusan anak, orang tua harus mengubah sudut pandang dari "memiliki" menjadi "mengemban amanah" dengan fokus menanamkan fondasi iman dan akhlak. Melalui langkah praktis ini, posisi harta dan anak akan berbalik arah dari sumber malapetaka spiritual menjadi investasi amal jariah yang menyelamatkan manusia di akhirat.</p>2026-06-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nurul Mardhatillah, ‘Aidil ‘Azza Mu’izzuddin, Agustiarhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8136Strategi Adaptasi Instruksional Guru dalam Perencanaan Pembelajaran Berbasis Kebutuhan Siswa Era Digital2026-06-10T22:40:34+07:00Muhammad Akmaldptiptek@gmail.comMuhammad Iftah Irzaqim.iftah.irzaqi@mhs.uingusdur.ac.idAbdul Hafidz Alhaqabdul.hafidz.alhaq@mhs.uingusdur.ac.idMa’mun Hanifmamun.hanif@uingusdur.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi adaptasi instruksional yang diterapkan oleh guru dalam perencanaan pembelajaran guna memenuhi kebutuhan siswa di era digital. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, guru dituntut untuk menggeser paradigma mengajar dari metode konvensional menuju pendekatan yang lebih fleksibel dan interaktif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dokumen perangkat pembelajaran, dan studi dokumentasi media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi dilakukan melalui tiga tahapan utama: integrasi media visual interaktif (seperti Canva dan Wordwall) dalam modul ajar, penerapan pembelajaran berdiferensiasi untuk mengakomodasi keragaman gaya belajar siswa, dan penggunaan elemen gamifikasi untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa perencanaan yang adaptif secara signifikan mampu menurunkan tingkat kebosanan akademik dan meningkatkan partisipasi aktif siswa di kelas. Kesimpulannya, kemampuan guru dalam menyelaraskan standar kurikulum dengan karakteristik digital siswa merupakan kunci keberhasilan pendidikan di era modern. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan literasi digital guru secara berkelanjutan agar proses adaptasi instruksional dapat berjalan lebih optimal.</em></p>2026-06-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Muhammad Akmal, Muhammad Iftah Irzaqi, Abdul Hafidz Alhaq, Ma’mun Hanifhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8216Efektivitas Pembelajaran Seni Tari Terhadap Perkembangan Anak Usia Dini2026-06-11T16:04:41+07:00Rosidahr.sidah.study@gmail.comDahlinainadahlina10@gmail.comRola Ridwaninadahlina10@gmail.comSofia Oktaria Ramadhaniinadahlina10@gmail.comJulianainadahlina10@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pembelajaran seni tari terhadap perkembangan anak usia dini melalui pendekatan studi pustaka. Seni tari merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang mampu menstimulasi berbagai aspek perkembangan anak, seperti perkembangan motorik, sosial emosional, bahasa, kreativitas, serta rasa percaya diri. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah, buku, artikel, dan dokumen yang relevan dengan tema penelitian. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran seni tari memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan anak usia dini, terutama dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar, koordinasi tubuh, konsentrasi, interaksi sosial, dan ekspresi diri anak. Selain itu, pembelajaran seni tari juga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga anak lebih aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, seni tari dapat dijadikan sebagai salah satu media pembelajaran yang efektif dalam mendukung perkembangan anak usia dini secara optimal.</em></p>2026-06-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Rosidah, Dahlina, Rola Ridwan, Sofia Oktaria Ramadhani, Julianahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7408Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Moderasi Beragama dalam KOSP di SMA Dharma Wanita Surabaya2026-06-02T16:04:23+07:00Susantisusantispeaker@gmail.comMiftakhul Fauziamiftakhulfauzia59@gmail.comShohibul HidayahShohibulhidayaheltsa@gmil.comFathur Rochmanfathurrohman@uinsa.ac.id<p>Penguatan moderasi beragama di lingkungan pendidikan menjadi penting sebagai upaya membangun sikap toleran, inklusif, dan seimbang di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) dan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam menginternalisasikan nilai-nilai moderasi beragama di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis muatan nilai moderasi beragama dalam dokumen KOSP, implementasi pembelajaran PAI berbasis moderasi beragama, serta strategi guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai tersebut di SMA Dharma Wanita Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai moderasi beragama telah terintegrasi dalam KOSP melalui penguatan komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan akomodasi terhadap budaya lokal. Implementasi pembelajaran PAI berlangsung secara humanis, dialogis, dan partisipatif melalui pemberian ruang bagi peserta didik untuk berdiskusi, menghargai perbedaan pendapat, serta membangun sikap saling menghormati. Strategi guru dilakukan melalui penggunaan metode diskusi, tanya jawab, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran kelompok, serta pendekatan persuasif yang mendukung terciptanya kelas yang inklusif. Temuan penelitian menegaskan bahwa integrasi kurikulum, pembelajaran, budaya sekolah, dan peran guru menjadi fondasi penting dalam penguatan moderasi beragama di lingkungan sekolah.</p>2026-06-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Susanti, Miftakhul Fauzia, Shohibul Hidayah, Fathur Rochmanhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8060Pengaruh Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Terhadap Akhlak Peserta Didik Setingkat Sekolah Menengah Pertama2026-06-10T13:12:38+07:00Didit Darmawandiditdarmawan@gmail.comMas Adelia Najibahadelianajibah@gmail.com<p>Fokus utama dalam jenjang pendidikan tertinggi bagi umat Muslim terletak pada upaya pengasahan kepribadian peserta didik. Penyelidikan ini bermaksud menelaah sejauh mana corak pendidikan Islam mampu memengaruhi kristalisasi karakter siswa melalui optimalisasi peran perpustakaan. Hubungan timbal balik antara internalisasi nilai agama dan pola perilaku anak didik menjadi inti dari pembahasan. Melalui metode <em>Systematic Literature Review</em> (SLR), berbagai temuan terdahulu dikumpulkan untuk dianalisis secara mendalam. Hasil pengamatan menunjukkan adanya pengaruh kuat serta bermakna dari pendidikan agama terhadap mentalitas siswa, terutama pada aspek kedisiplinan, integritas tanggung jawab, etika kesopanan, dan interaksi sosial. Keberhasilan tersebut berakar pada metode pembelajaran yang tidak sekadar menjejali ingatan dengan materi teoretis, melainkan menyatukan ranah berpikir, perasaan, serta tindakan secara selaras. Dengan demikian, pendidikan agama Islam menempati posisi krusial dalam mencetak generasi yang teguh dalam keyakinan sekaligus luhur dalam budi pekerti. Tulisan ini diproyeksikan mampu menjadi rujukan tambahan guna memperkuat mutu pembelajaran agama pada jenjang sekolah menengah pertama.</p>2026-06-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Didit Darmawan, Mas Adelia Najibahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8052Kajian Aksiologi dalam Pendidikan Islam: Suatu Analisis Internalisasi Nilai Religius2026-06-10T12:13:33+07:00Fitrah Muthmainnah210201103@student.ar-raniry.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep aksiologi dalam perspektif pendidikan Islam, mengidentifikasi nilai-nilai religius yang terkandung di dalamnya, menjelaskan proses internalisasi nilai religius, serta mengkaji peran pendidikan Islam dalam pembentukan karakter peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui penelaahan berbagai sumber literatur yang relevan, seperti buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian terdahulu. Data dianalisis secara deskriptif-analitis dengan mengkaji keterkaitan antara konsep aksiologi, nilai religius, dan proses internalisasi dalam pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa aksiologi dalam pendidikan Islam berfungsi sebagai landasan nilai yang mengarahkan tujuan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan agar selaras dengan ajaran Islam. Nilai-nilai religius yang meliputi akidah, ibadah, akhlak, dan sosial menjadi dasar pembentukan karakter peserta didik. Internalisasi nilai religius berlangsung melalui tahapan transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi sehingga nilai-nilai tersebut tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga dihayati dan diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Pendidikan Islam berperan penting dalam mendukung proses tersebut melalui keteladanan, pembiasaan, penguatan, dan penciptaan lingkungan yang kondusif sehingga mampu membentuk peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab.</em></p>2026-06-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Fitrah Muthmainnahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8103Modal Dasar Pengembangan Pendidikan Islam Transformatif di Indonesia2026-06-10T18:00:51+07:00Miftakhul HudaMiftahalkher@gmail.comNur Cholidnurcholid@unwahas.ac.idM Ahsanul HusnaAhsanulhusna@unwahas.ac.id<p><em>Pendidikan Islam di Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang muncul akibat perkembangan teknologi, globalisasi, perubahan sosial, serta tuntutan pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Kondisi ini menuntut adanya transformasi paradigma pendidikan Islam agar tidak hanya berfungsi sebagai sarana transmisi pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen perubahan sosial yang mampu menjawab kebutuhan zaman. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis modal dasar yang diperlukan dalam pengembangan pendidikan Islam transformatif di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui kajian berbagai buku, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen ilmiah yang relevan dengan tema penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi dan menginterpretasikan berbagai konsep yang berkaitan dengan pendidikan Islam transformatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pendidikan Islam transformatif memerlukan sejumlah modal dasar yang saling terintegrasi, yaitu paradigma tauhid sebagai landasan filosofis, integrasi ilmu agama dan sains sebagai basis epistemologis, humanisasi, liberasi, dan transendensi sebagai orientasi pendidikan, modal sosial-kultural masyarakat Indonesia, sumber daya manusia yang berkualitas, pemanfaatan teknologi digital, serta dukungan kelembagaan dan kebijakan pendidikan. Keseluruhan modal tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pendidikan Islam yang adaptif, inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada pembentukan generasi Muslim yang memiliki kompetensi global tanpa kehilangan identitas keislamannya. Dengan demikian, pendidikan Islam transformatif dapat berkontribusi secara signifikan dalam mewujudkan kemajuan pendidikan dan pembangunan peradaban Indonesia yang berkelanjutan.</em></p>2026-06-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Miftakhul Huda, Nur Cholid, M Ahsanul Husnahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8262Hakikat Manusia dalam Pendidikan Islam Suatu Analisis Filosofis Menurut Perspektif Islam2026-06-12T09:29:26+07:00Isyatir Radiahisyatirradiah03@gmail.com<p><em>Penelitian ini mengkaji hakikat manusia dalam pendidikan Islam dari sudut pandang filosofis. Manusia dalam perspektif Islam dipahami sebagai makhluk mulia yang diciptakan oleh Allah SWT dengan dua substansi utama, yaitu dimensi jasmani (fisik) dan dimensi rohani (spiritual). Al-Qur’an menggunakan berbagai istilah untuk menyebut manusia—insan, basyar, Bani Adam—yang masing-masing mencerminkan dimensi keberadaan manusia yang berbeda. Manusia diembankan dua peran utama, yakni sebagai hamba Allah (ʿabdullah) dan sebagai khalifah di muka bumi (khalifah fi al-ardh). Kedua peran ini menuntut pengembangan berbagai potensi, meliputi kecerdasan intelektual, spiritual, emosional, moral, dan fisik. Para filsuf Islam seperti Ibn Arabi, Al-Ghazali, Al-Attas, Mutahhari, Hasan Al-Banna, dan Al-Maududi masing-masing memberikan pandangan yang kaya tentang hakikat manusia, dengan penekanan pada integrasi antara jasmani, akal, dan ruh. Dalam konteks pendidikan Islam, pemahaman yang benar tentang hakikat manusia menjadi fondasi yang sangat penting, karena pendidikan harus mengembangkan seluruh potensi manusia secara holistik sesuai dengan tujuan penciptaannya: beribadah kepada Allah dan memakmurkan bumi. Kajian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam harus berlandaskan pada konsepsi manusia yang integratif, memadukan pengembangan kognitif (aqliyah) dan spiritual-moral (qalbiyah) guna melahirkan muslim yang ideal (insan kamil).</em></p>2026-06-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Isyatir Radiahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8279Kompetensi Profesional Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penggunaan Media Pembelajaran di SMK SMTI Padang2026-06-12T11:39:36+07:00Ilham Akbarilhamakbar200408@gmail.comM. Yemmardotillahilhamakbar200408@gmail.com<p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kompetensi profesional guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam memanfaatkan media pembelajaran sebagai sarana pendukung keberhasilan proses pembelajaran di era digital. Perkembangan teknologi informasi telah mengubah karakteristik peserta didik yang semakin dekat dengan penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut menuntut guru PAI untuk mampu memilih, mengelola, dan menggunakan media pembelajaran secara tepat agar materi pembelajaran dapat disampaikan secara efektif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Meskipun penggunaan media pembelajaran semakin berkembang, kajian yang secara khusus menggambarkan kompetensi profesional guru PAI dalam penggunaan media pembelajaran di sekolah kejuruan berbasis industri masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan di SMK SMTI Padang untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kompetensi profesional guru PAI dalam penggunaan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi profesional guru PAI dalam penggunaan media pembelajaran, menjelaskan bentuk pelaksanaan penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat yang memengaruhi penggunaannya di SMK SMTI Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi profesional guru PAI dalam penggunaan media pembelajaran, menjelaskan bentuk pelaksanaan penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat yang memengaruhi penggunaannya di SMK SMTI Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari tiga orang guru Pendidikan Agama Islam di SMK SMTI Padang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI di SMK SMTI Padang telah memiliki kompetensi profesional yang baik dalam penggunaan media pembelajaran. Guru memanfaatkan berbagai media digital seperti LMS, PowerPoint, Canva, Quizizz, video pembelajaran, dan aplikasi Al-Qur’an digital, serta media non-digital seperti papan tulis dan mind map. Pemilihan media disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Faktor pendukung penggunaan media pembelajaran meliputi perkembangan teknologi, ketersediaan sarana dan prasarana sekolah, dukungan kebijakan sekolah, serta kesiapan peserta didik. Sementara itu, faktor penghambat yang ditemukan berupa keterbatasan jaringan internet, gangguan listrik, dan kendala komunikasi terkait penggunaan media tertentu. Secara umum, penggunaan media pembelajaran oleh guru PAI di SMK SMTI Padang telah berjalan secara adaptif dan relevan dengan tuntutan pendidikan di era digital.</em></p>2026-06-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ilham Akbar, M. Yemmardotillahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8739Hambatan dan Solusi Pembelajaran Anak Tunarungu di Era Digital dalam Meningkatkan Keterampilan Komunikasi 2026-06-17T15:45:59+07:00lukman adha0801lukmanadha@gmail.comLu’lu’ul Maknunahlulukmaknunah2006@gmail.comMaryamMaryam@unikarta.ac.idNayla Alwiyatuzzahranaylaalwi81@gmail.com<p>Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk pada proses pembelajaran anak tunarungu. Meskipun teknologi memberikan berbagai kemudahan dalam akses informasi dan pembelajaran, anak tunarungu masih menghadapi berbagai hambatan yang memengaruhi perkembangan keterampilan komunikasi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan pembelajaran anak tunarungu di era digital serta merumuskan solusi yang efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan guru, siswa tunarungu, dan orang tua sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama meliputi keterbatasan media pembelajaran digital yang ramah tunarungu, rendahnya kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi secara inklusif, kendala komunikasi dalam pembelajaran daring, serta kurangnya dukungan lingkungan keluarga. Di sisi lain, penggunaan media digital berbasis visual seperti video bersubtitel, bahasa isyarat, dan aplikasi pembelajaran interaktif terbukti mampu membantu meningkatkan pemahaman serta keterampilan komunikasi siswa. Selain itu, kolaborasi antara guru, orang tua, dan lembaga pendidikan menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan teknologi digital yang aksesibel dan strategi pembelajaran yang adaptif dapat mendukung peningkatan keterampilan komunikasi anak tunarungu secara optimal.</p>2026-06-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 lukman adha, Lu’lu’ul Maknunah, Maryam, Nayla Alwiyatuzzahrahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8249Moderasi Beragama di Kalangan Generasi Z: Strategi Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Pancasila2026-06-11T22:58:55+07:00Sirojul Hudasirojulhudawahab@gmail.comFaqih Utsmanfaqihutsman0@gmail.comAkhmad Arifudinakhmadarifudin001@gmail.comIfada Retno Ekaningrumifadaretnoekaningrum@unwahas.ac.id<p>Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap pola interaksi sosial, cara berpikir, dan perilaku keberagamaan Generasi Z. Sebagai generasi yang tumbuh dalam lingkungan digital, Generasi Z memiliki akses yang sangat luas terhadap berbagai informasi keagamaan yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai toleransi dan kebangsaan. Kondisi tersebut menimbulkan tantangan baru dalam upaya penguatan moderasi beragama di tengah masyarakat multikultural Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis moderasi beragama di kalangan Generasi Z serta mengkaji strategi pendidikan karakter berbasis nilai Pancasila sebagai upaya penguatan sikap keberagamaan yang moderat, toleran, dan inklusif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber berupa buku, jurnal ilmiah nasional dan internasional, dokumen kebijakan pemerintah, serta hasil penelitian yang relevan dengan moderasi beragama, pendidikan karakter, nilai-nilai Pancasila, dan Generasi Z. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui proses identifikasi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila memiliki relevansi yang kuat dengan prinsip-prinsip moderasi beragama, terutama dalam aspek toleransi, penghormatan terhadap keberagaman, keadilan sosial, persatuan, dan kemanusiaan. Strategi pendidikan karakter berbasis Pancasila dapat diimplementasikan melalui integrasi kurikulum, penguatan budaya sekolah, pengembangan literasi digital, keteladanan guru, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Model pendidikan karakter yang dikembangkan berorientasi pada internalisasi nilai, transformasi kesadaran, aktualisasi sosial, dan penguatan identitas kebangsaan. Dengan demikian, pendidikan karakter berbasis nilai Pancasila dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk Generasi Z yang memiliki sikap moderat, berwawasan kebangsaan, serta mampu hidup harmonis dalam masyarakat yang plural dan multikultural.</p>2026-06-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Sirojul Huda, Faqih Utsman, Akhmad Arifudin, Ifada Retno Ekaningrumhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8274Peran Strategis Guru PAI Pada Lembaga Pendidikan Islam2026-06-12T11:10:37+07:00Alya Rahmi Ihsanalyarahmi0808@gmail.comAditya Syahputraadityasyahputrayahoo@gmail.comAjahari Ajahariajahari@iain-palangkaraya.ac.id<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mempunyai tanggung jawab strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam dan membentuk karakter religius peserta didik di institusi pendidikan Islam. Dengan perkembangan digitalisasi dan globalisasi saat ini, guru PAI harus memiliki lebih dari sekedar pengetahuan keagamaan; mereka juga harus memiliki kompetensi sosial, pedagogik, kepribadian, dan profesional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyebarkan peran guru PAI dalam lembaga pendidikan Islam, menemukan kemampuan yang diperlukan untuk melaksanakan peran tersebut, dan membuat rencana untuk pengembangan profesionalitas guru PAI dalam lingkungan pendidikan modern. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif deskriptif yang dikombinasikan dengan pendekatan studi kepustakaan. Data dikumpulkan dari artikel jurnal ilmiah, buku referensi, dan dokumen akademik yang relevan yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2025. Reduksi, penyajian, dan kesimpulan kesimpulan adalah langkah-langkah yang diperlukan untuk melakukan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidik PAI berfungsi sebagai pendidik (mu'allim), pembimbing (murabbi), teladan (uswah hasanah), fasilitator, penggerak, dan pengubah moral. Hal ini dicapai melalui penerapan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran, pembentukan karakter religius, dan pengembangan profesionalitas secara konsisten. Kesimpulan dari penelitian ini, peningkatan kemampuan guru PAI merupakan komponen penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di era modern.</span></span></span></span></p>2026-06-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Alya Rahmi Ihsan, Aditya Syahputra, Ajahari Ajaharihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8317Analisis Ketepatan Sasaran dan Kesesuaian Kebutuhan Penerimaan Bantuan Sosial Bagi Masyarakat di RT 020/RW 006, Matani, Kelurahan Penfui Timur, Kabupaten Kupang2026-06-12T16:41:09+07:00Maria Jesika Pajongjessypajong@gmail.comEnjelina Nelojessypajong@gmail.comElza Melsiana Putri Kannijessypajong@gmail.comKristin Melani Tinentijessypajong@gmail.comGilardino Sergius Kaesnubejessypajong@gmail.comSandiang Kaya Ndapa Namungjessypajong@gmail.comPetrus Salestinus Mitejessypajong@gmail.com<p>Kemiskinan masih menjadi permasalahan sosial utama yang memengaruhi kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bantuan sosial serta ketepatan sasaran penerima di Kelurahan Penfui Timur. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bantuan sosial seperti PKH, BLT, dan sembako berperan signifikan dalam memenuhi kebutuhan pangan, pendidikan, dan rumah tangga masyarakat. Mayoritas penerima merupakan pekerja sektor informal dengan pendapatan tidak tetap sehingga sangat terbantu oleh program tersebut. Proses penentuan penerima dilakukan melalui pendataan dan verifikasi langsung oleh aparat setempat, yang dinilai cukup efektif. Namun, masih diperlukan pembaruan data secara berkala untuk meningkatkan ketepatan sasaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bantuan sosial memiliki peran penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat miskin, namun perlu peningkatan akurasi data agar lebih optimal.</p>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Maria Jesika Pajong, Enjelina Nelo, Elza Melsiana Putri Kanni, Kristin Melani Tinenti, Gilardino Sergius Kaesnube, Sandiang Kaya Ndapa Namung, Petrus Salestinus Mitehttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8237Genealogi Ilmu Balaghah dalam Peradaban Islam: Kajian Historis Dan Epistemologis2026-06-11T20:35:27+07:00Erka Pulunganerkapulungan@gmail.comHadi Zainhadisain9284@gmail.comHusnatul Hamidiyyahhusnatul.hamidiyyah.siregar@uin-suska.ac.idRiko Andrianriko.andrian@uin-suska.ac.id<p>Artikel ini mengkaji genealogi ilmu balaghah dalam peradaban Islam melalui pendekatan historis-epistemologis. Dengan menggunakan metode library research dan analisis deskriptif-komparatif, penelitian ini menelusuri perkembangan ilmu balaghah dari fase embrionik (abad ke-2 H) hingga sistematisasi skolastik (abad ke-6 H ke atas). Hasil kajian menunjukkan bahwa ilmu balaghah lahir bukan sebagai disiplin independen, melainkan sebagai respons intelektual terhadap tantangan membuktikan i'jaz al-Qur'an. Tiga tokoh sentral—Al-Jahiz, Abdul Qahir al-Jurjani, dan Al-Sakkaki—memainkan peran paling krusial dalam membentuk kerangka epistemologis ilmu ini. Temuan utama artikel ini adalah bahwa balaghah tidak hanya berfungsi sebagai alat retorika, melainkan sebagai sistem ilmu yang memiliki fondasi ontologis, epistemologis, dan aksiologis tersendiri dalam tradisi keilmuan Islam.</p>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Erka Pulungan, Hadi Zain, Husnatul Hamidiyyah, Riko Andrianhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8288Pendidikan Demokratis: Menumbuhkan Budaya Diskusi dan Berpikir Kritis melalui Pendekatan Student-Centered dalam Pembelajaran PAI2026-06-12T14:13:30+07:00Defi Eri Winantidefi.eri.winanti25052@mhs.uingusdur.ac.idAbdul Khobirabdul.khobir@uingusdur.ac.idLuthfiana Salsabilaluthfiana.salsabila25049@mhs.uingusdur.ac.idHimmatul Aliyahhimmatul.aliyah25054@mhs.uingusdur.ac.idZahra Azzullazahra.azzulla25065@mhs.uingusdur.ac.id<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia masih didominasi pendekatan yang berpusat pada guru, sehingga partisipasi ruang dan keterlibatan kritis siswa menjadi terbatas. Penelitian ini bertujuan menerapkan penerapan student-centered learning (SCL) dalam membentuk kelas PAI yang demokratis, khususnya dalam memperkuat budaya diskusi dan kemampuan berpikir kritis siswa. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi pustaka (library Research), penelitian ini mengkaji secara sistematis 22 artikel jurnal terindeks Sinta serta 8 buku dan dokumen kebijakan relevan yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa SCL mampu mendorong partisipasi aktif, interaksi dialogis, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi, sekaligus mewujudkan pendidikan agama yang benar-benar demokratis. Aktivitas berbasis diskusi terbukti menjadi inti dalam membangun pemahaman keagamaan yang reflektif. Meski demikian, tantangan implementasi masih ada, terutama terkait kesiapan guru, kepercayaan diri siswa, dan konteks pembelajaran yang beragam. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa kerangka teoritis yang lebih terpadu antara SCL, budaya diskusi, dan pemikiran kritis dalam pembelajaran PAI. </span></span></p>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Defi Eri Winanti, Abdul Khobir, Luthfiana Salsabila, Himmatul Aliyah, Zahra Azzullahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8297Menavigasi Era Digital: Perspektif Etika Islam terhadap Integrasi Teknologi Modern2026-06-12T14:58:16+07:00Aditia Febrianaditfnn@upi.eduAzkia Rahmahazkia.rahmah29@upi.eduSyaitaqi Mochamad Altsanisyaitaqialtsani26@upi.eduGita Pramestigitaprams@upi.eduMuhammad Arfinarfinm5@upi.eduTiesa Naila Najminailatiesaa@upi.edu<p>Perkembangan pesat teknologi digital seperti <em>Artificial Intelligence</em> (AI) dan <em>Blockchain</em> sering kali menghadirkan tantangan etis dan operasional bagi umat Islam. Terdapat kebutuhan mendesak untuk memastikan bahwa adopsi teknologi ini tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Tujuan: Makalah ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi modern dapat diintegrasikan dengan nilai-nilai Islam, secara khusus menyoroti pemanfaatannya dalam pengelolaan zakat, sertifikasi makanan halal, dan penyebaran dakwah. Hasil: Analisis menunjukkan bahwa AI dapat mengoptimalkan identifikasi <em>mustahiq</em> (penerima zakat) secara presisi, <em>Blockchain</em> memberikan transparansi absolut dalam rantai pasok makanan halal, dan aplikasi digital memperluas jangkauan dakwah melintasi batas geografis. Kesimpulan: Integrasi teknologi modern yang berlandaskan <em>Maqashid Syariah</em> (tujuan syariat) tidak hanya memberikan solusi inovatif terhadap masalah kontemporer umat, tetapi juga memperkuat implementasi nilai-nilai Islam di era digital<em>.</em></p>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Aditia Febrian, Azkia Rahmah, Syaitaqi Mochamad Altsani, Gita Pramesti, Muhammad Arfin, Tiesa Naila Najmihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8326Metode Ibrah dalam Pembentukan Nilai pada Pembelajaran Agama Islam2026-06-12T19:16:31+07:00Zamsiswayadrzamsiswaya@gmail.comAlfin Rahmatin Muniralfinrahmatinmunir@gmail.com<p><em>Meskipun metode ibrah telah menjadi perhatian dalam berbagai penelitian pendidikan Islam, kajian yang secara khusus membahas penerapannya sebagai strategi pembelajaran nilai dalam konteks pendidikan modern dan Society 5.0 masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, langkah penerapan, serta implikasi metode ibrah dalam pembelajaran nilai pada pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (library research) melalui telaah berbagai sumber literatur seperti Al-Qur’an, hadis, buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan. Data dikumpulkan menggunakan teknik dokumentasi dan dianalisis melalui analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ibrah memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan internalisasi nilai moral peserta didik melalui penguatan aspek afektif, spiritual, dan reflektif. Penerapan metode ini dilakukan melalui pemilihan kisah bernilai, penyampaian kisah secara menarik, refleksi dan tadabbur, penguatan nilai, aplikasi dalam kehidupan nyata, serta evaluasi perilaku peserta didik. Selain itu, metode ibrah relevan diterapkan pada era Society 5.0 melalui integrasi media pembelajaran digital yang interaktif dan kontekstual. Penelitian ini menegaskan bahwa metode ibrah merupakan strategi pembelajaran nilai yang holistik dalam membentuk generasi muslim yang beriman, berakhlak mulia, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.</em></p>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Zamsiswaya, Alfin Rahmatin Munirhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8368Mengeksplorasi Dimensi Esoteris Dan Eksoteris Kontinuitas Penciptaan Tuhan Perspektif QS. Qaf Ayat 382026-06-13T08:28:12+07:00Dwi Tra Mahendramahendradwitra@gmail.comKomarudin Sassisassikomarudin@yahoo.com<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis dimensi esoteris dan eksoteris kontinuitas penciptaan Tuhan dalam perspektif QS. Qaf : 38. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari Al-Qur'an, kitab tafsir klasik dan kontemporer. Analisis dilakukan melalui pendekatan tafsir tematik dan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara eksoteris QS. Qaf : 38 menegaskan kemahakuasaan Allah dalam menciptakan langit dan bumi tanpa mengalami kelelahan. Secara esoteris, ayat ini menunjukkan kontinuitas penciptaan sebagai manifestasi kehendak dan pemeliharaan Allah yang berlangsung terus-menerus terhadap alam semesta. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi pendekatan esoteris dan eksoteris menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hubungan Tuhan, manusia, dan alam dalam perspektif kosmologi Qur'ani dan metafisika Islam.</p>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Dwi Tra Mahendra, Komarudin Sassihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8374Analisis Lingkungan Internal dan Eksternal dalam Lembaga Pendidikan Islam2026-06-13T10:11:04+07:00Mahdini Al Ghifarimahdinialghifar@gmail.comSupiantomahdinialghifar@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lingkungan internal dan eksternal dalam lembaga pendidikan Islam melalui pendekatan kajian pustaka. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui pengumpulan dan analisis berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, hasil penelitian, serta dokumen yang relevan dengan tema manajemen strategis pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa lingkungan internal lembaga pendidikan Islam terdiri atas sumber daya manusia, kepemimpinan, budaya organisasi, sarana dan prasarana, serta sistem tata kelola yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Faktor-faktor tersebut menjadi sumber kekuatan maupun kelemahan yang memengaruhi efektivitas pencapaian tujuan lembaga. Sementara itu, lingkungan eksternal meliputi kebijakan pemerintah, perkembangan teknologi, kondisi sosial budaya, faktor ekonomi, globalisasi, dan persaingan antar lembaga pendidikan yang menghadirkan berbagai peluang sekaligus ancaman. Hasil sintesis literatur juga menunjukkan bahwa keunggulan utama lembaga pendidikan Islam terletak pada identitas keislaman, budaya religius, dan kemampuannya dalam membentuk karakter peserta didik. Namun demikian, tantangan terkait profesionalisme pengelolaan, keterbatasan sumber daya, serta tuntutan adaptasi terhadap perubahan lingkungan masih menjadi isu penting yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, analisis SWOT dapat digunakan sebagai instrumen strategis untuk mengintegrasikan faktor internal dan eksternal dalam merumuskan strategi pengembangan lembaga pendidikan Islam yang adaptif, berdaya saing, dan tetap berorientasi pada nilai-nilai Islam.</p>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Mahdini Al Ghifari, Supiantohttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8384Studi Kualitatif Penerapan Deep Learning Terhadap Minat dan Motivasi Belajar pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Murid Kelas VIII di SMP Sapta Andika Denpasar2026-06-13T11:50:50+07:00Ni Kadek Mariyantikadekmariyanti04@gmail.comNi Wayan Budiasihdrbudi2022@gmail.comNi Kadek Supadminiayutrisnadewimaheswari@gmail.com<p><em>Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti memiliki peran penting dalam membentuk karakter, moral, dan spiritual murid. Namun, dalam proses pembelajaran masih ditemukan rendahnya minat dan motivasi belajar murid yang ditunjukkan melalui kurangnya partisipasi aktif, perhatian, dan keterlibatan murid selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan pembelajaran yang mampu mendorong keterlibatan aktif murid serta memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah deep learning yang menekankan pemahaman materi secara mendalam, pembelajaran yang bermakna, dan keterkaitan materi dengan kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan penerapan deep learning terhadap minat dan motivasi belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti murid kelas VIII di SMP Sapta Andika Denpasar, (2) untuk mengetahui kendala dan upaya yang dilakukan dalam penerapan deep learning, dan (3) untuk mengetahui dampak penerapan deep learning terhadap minat dan motivasi belajar murid.Penelitian ini dianalisis menggunakan teori konstruktivisme dan teori humanistik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penerapan deep learning pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti murid kelas VIII di SMP Sapta Andika Denpasar dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang berorientasi pada pembelajaran bermakna, sadar, dan menyenangkan sehingga mampu meningkatkan keterlibatan aktif murid dalam proses pembelajaran. (2) Kendala yang dihadapi meliputi perbedaan kemampuan belajar murid, keterbatasan waktu pembelajaran, serta kurangnya konsentrasi sebagian murid selama proses pembelajaran. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut yaitu dengan menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, memberikan motivasi dan pendampingan kepada murid, serta menyesuaikan strategi pembelajaran dengan karakteristik dan kebutuhan murid. (3) Dampak penerapan deep learning terlihat dari meningkatnya minat belajar murid yang ditunjukkan melalui antusiasme dan partisipasi aktif dalam pembelajaran, serta meningkatnya motivasi belajar yang tercermin dari kesungguhan, tanggung jawab, dan keinginan murid untuk memahami materi secara lebih mendalam.</em></p>2026-06-27T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ni Kadek Mariyanti, Ni Wayan Budiasih, Ni Kadek Supadminihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8474Strategi Pembelajaran PAI Dalam Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadis Di Pesantren Miftahul Falah2026-06-14T12:13:31+07:00Mursalinmursalinzahra3@gmail.comMaya Safitrimayasafitri@gmail.comria sunnisakriasunnisak17des2001@gmail.com<p><em>Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dikembangkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya pada mata pelajaran Al-Qur'an Hadis. Di lingkungan pesantren, kemampuan tersebut diperlukan agar siswa tidak hanya memahami materi secara tekstual, tetapi juga mampu menganalisis, mengevaluasi, dan mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran PAI dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Al-Qur'an Hadis di Pesantren Miftahul Falah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan pimpinan pesantren, guru Al-Qur'an Hadis, dan siswa sebagai informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang diterapkan meliputi diskusi kelompok, tanya jawab, problem solving, presentasi, dan kajian kontekstual. Strategi tersebut mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam menganalisis kandungan ayat dan hadis, mengemukakan pendapat secara logis, memecahkan masalah berdasarkan nilai-nilai Islam, serta menghubungkan materi pembelajaran dengan realitas kehidupan. Keberhasilan strategi pembelajaran didukung oleh kompetensi guru, lingkungan belajar yang kondusif, serta dukungan pimpinan pesantren. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered learning) memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Al-Qur'an Hadis.</em></p>2026-06-27T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Mursalin, Maya Safitri, Ria Sunnisakhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8475Implementasi materi ajar PAI (Thaharah) berbasis kontekstual dalam kitab fathul qarib di pesantren Ummul Ayman2026-06-14T12:21:35+07:00Dahrul Azmidahrulazmi993@gmail.comMaya Safitrimayasafitri@gmail.comRia Sunnisakriasunnisak17des2001@gmail.com<p><em>Pembelajaran thaharah di pesantren umumnya masih berorientasi pada pemahaman tekstual kitab fikih sehingga santri mengalami kesulitan dalam menghubungkan materi dengan realitas kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang mampu mengaitkan materi ajar dengan pengalaman nyata peserta didik agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi materi ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) pada materi thaharah berbasis kontekstual dalam Kitab Fathul Qarib di Pesantren Ummul Ayman, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya, serta menganalisis dampaknya terhadap pemahaman dan praktik thaharah santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran thaharah berbasis kontekstual dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang mengintegrasikan materi Kitab Fathul Qarib dengan pengalaman nyata santri. Pembelajaran dilakukan melalui metode ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung sehingga meningkatkan keterlibatan santri dalam proses pembelajaran. Faktor pendukung meliputi kompetensi guru, lingkungan pesantren yang kondusif, dan ketersediaan sumber belajar, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan santri, dan minimnya media pembelajaran pendukung. Implementasi pembelajaran berbasis kontekstual terbukti meningkatkan pemahaman, keterampilan praktik, dan kesadaran santri dalam menerapkan konsep thaharah sesuai tuntunan syariat Islam.</em></p>2026-06-27T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Dahrul Azmi, Maya Safitri, Ria Sunnisakhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7882Analisis Penggunaan Media Sosial Instagram Terhadap Interaksi Sosial DI Program Studi Sosiologi Semester VI Tahun 2026 (Perspektif Zygmunt Bauman)2026-06-08T17:58:33+07:00Elsy Neolaka Neolakaneolakaelsy@gmail.comPetrus Selestinus Miteneolakaelsy@gmail.comLazarus Jehamatneolakaelsy@gmail.comLazarus Jehamatneolakaelsy@gmail.comGerit Dewise Renciana Nenohalanneolakaelsy@gmail.comNindro Esaldi Kadekneolakaelsy@gmail.comDoris Mangngineolakaelsy@gmail.com<p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p><em>This study aims to analyze how the use of the Instagram app impacts the social interaction patterns of sixth-semester Sociology students in 2026 by adapting Zygmunt Bauman’s theoretical framework on liquid modernity. This study employs a descriptive qualitative method supplemented by participant observation and in-depth interviews, with informants selected through purposive sampling. The study’s findings indicate that three primary patterns of Instagram use were identified among the students: its use as a tool for communication and social networking, its use for entertainment and content consumption, and its use to support academic activities. From the perspective of Bauman’s theory, the phenomenon of Instagram use among students reflects the defining characteristics of liquid modernity, where social relations are fluid and ever-changing. </em></p> <p><em>With just a single click to follow or unfollow, a friendship can be formed or end just as easily. This phenomenon proves that Bauman’s argument is valid: social bonds in the modern era are becoming increasingly weak and temporary. Bauman’s concept of “liquid love” is also clearly evident in this context, as students tend to judge the value of social relationships based on the number of followers, likes, and comments, rather than on the actual depth of the relationship. This study concludes that Bauman’s theory of liquid modernity is suitable for understanding the dynamics of students’ social interactions in the Instagram era; however, the university must make efforts to educate students on productive and healthy social media use, so they can benefit from digital platforms without compromising their communication skills and real-life social relationships.</em></p> <p><em> </em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Instagram, social interaction, liquid modernity, Sociology students.</em></p> <p><strong> </strong></p> <p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana penggunaan aplikasi Instagram berdampak pada pola interaksi sosial mahasiswa Program Studi Sosiologi semester VI Tahun 2026 dengan mengadaptasi kerangka teoretis Zygmunt Bauman mengenai liquid modernity (modernitas cair). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang dilengkapi dengan teknik observasi partisipasi dan wawancara mendalam, dengan pemilihan informan dilakukan secara purposive. Temuan studi menunjukkan bahwa ada tiga pola utama penggunaan Instagram yang ditemukan di antara mahasiswa, yaitu penggunaannya sebagai alat komunikasi dan pembangunan jaringan sosial, penggunaannya untuk hiburan dan penyerapan konten, serta penggunaannya untuk mendukung aktivitas akademik. Dilihat dari perspektif teori Bauman, fenomena penggunaan Instagram di kalangan mahasiswa mencerminkan karakteristik kuat dari liquid modernity, di mana relasi sosial bersifat lentur dan berubah-ubah. Tergantung dari satu klik follow atau unfollow, hubungan pertemanan dapat tercipta atau berakhir begitu saja. Fenomena ini membuktikan bahwa argumen Bauman benar adanya, bahwa ikatan sosial di era modern kini menjadi semakin lemah dan bersifat sementara. Konsep <em>liquid love</em> dari Bauman juga terlihat jelas dalam konteks ini, karena mahasiswa cenderung menilai hubungan sosial berdasarkan angka followers, likes, dan comments, bukan pada kedalaman hubungan yang sebenarnya. Studi ini memberikan hasil akhir bahwa teori <em>liquid modernity</em> Bauman sesuai untuk memahami dinamika interaksi sosial mahasiswa di era Instagram, namun diperlukan upaya sosialisasi dari pihak kampus untuk mendidik mahasiswa mengenai penggunaan media sosial yang produktif dan sehat, supaya mereka dapat mengambil manfaat dari platform digital tanpa mengurangi kemampuan komunikasi dan relasi sosial mereka di kehidupan nyata.</p> <p> </p> <p><strong><em>Kata Kunci:</em></strong><em> Instagram, interaksi sosial, liquid modernity, mahasiswa Sosiologi</em></p> <p><strong> </strong></p>2026-06-27T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Elsy Neolaka Neolaka, Petrus Selestinus Mite, Lazarus Jehamat, Lazarus Jehamat, Gerit Dewise Renciana Nenohalan, Nindro Esaldi Kadek, Doris Mangngihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8299Perubahan Partisipasi Politik Generasi-Z di Kelurahan Lasiana Kota Kupang2026-06-12T14:51:37+07:00Aristarkus Missaaristarkusmissa@gmail.comMenilia Nawungaristarkusmissa@gmail.comKinga KaleKifhankale@gmail.comMaria Sinar Jayaaristarkusmissa@gmail.comDoni Tena BoluKifhankale@gmail.comPetrus Salestinus MiteKifhankale@gmail.com<p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan partisipasi politik di kalangan Generasi Z di Desa Lasiana, Kota Kupang, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perubahan tersebut, dan menjelaskan peran media sosial dalam membentuk perilaku politik kaum muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Temuan menunjukkan bahwa partisipasi politik Generasi Z telah bergeser dari bentuk konvensional ke partisipasi politik digital. Generasi Z lebih aktif terlibat dalam diskusi politik, berbagi informasi, kegiatan kampanye digital, dan memberikan dukungan politik melalui media sosial daripada dalam kegiatan politik formal. Perubahan ini dipengaruhi oleh perkembangan teknologi informasi, karakteristik Generasi Z sebagai penduduk asli digital, dan faktor lingkungan sosial dan sosialisasi politik. Media sosial telah menjadi sumber utama informasi politik, tetapi juga meningkatkan risiko misinformasi dan pengaruh tren digital. Studi ini menyimpulkan bahwa peningkatan literasi digital dan pendidikan politik sangat penting untuk mendorong partisipasi politik yang lebih kritis dan bermakna di kalangan Generasi Z, sehingga berkontribusi pada penguatan demokrasi.</span></span></em></p>2026-06-27T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Aristarkus Missa, Menilia Nawung, Kinga Kale, Maria Sinar Jaya, Doni Tena Bolu, Petrus Salestinus Mitehttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/7961Uslub Majaz Mursal dalam Surah Maryam: Kajian Balaghah2026-06-09T13:58:20+07:00Alfian Nugraha Raufalfian.nugraha.rauf@gmail.comMardanmardan@uin-alauddin.ac.idAndi Miswarandi.miswar@uin-alauddin.ac.id<p><em>Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pentingnya penguasaan bahasa Arab dalam memahami kandungan Al-Qur’an secara lebih mendalam, terutama melalui ilmu balaghah yang berfungsi mengungkap keindahan bahasa dan ketepatan makna ayat-ayat Al-Qur’an. Fokus utama penelitian ini adalah mengkaji penggunaan majaz, khususnya majaz mursal, dalam Surah Maryam, serta menjelaskan bentuk dan fungsi yang terkandung di dalamnya. Karena pembahasan majaz sangat luas, penelitian ini dibatasi pada majaz mursal yang merupakan bagian penting dari ilmu bayan dan ditandai oleh hubungan makna yang tidak didasarkan pada keserupaan antara makna asli dan makna kiasan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Sumber data utama berasal dari Al-Qur’an, sedangkan data pendukung diperoleh dari kitab tafsir, buku balaghah, jurnal ilmiah, dan berbagai referensi terkait. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan telaah literatur, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai bentuk ‘alaqah majaz mursal dalam Surah Maryam, seperti sababiyyah, āliyyah, dan </em><em>ḥ</em><em>āliyyah, yang memperkaya makna serta memperdalam pesan yang disampaikan Al-Qur’an.</em></p>2026-06-28T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Alfian Nugraha Rauf, Mardan, Andi Miswarhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8439Tipologi Kebijakan Pendidikan Islam : Analisis Deskriptif Atas Kebijakan Substantif, Regulartif dan Simbolik2026-06-13T22:11:37+07:00Afriantoniafriantoniuin@radenfatah.ac.idDella Ameliadellamliaa31@gmail.comElda Wideaeldawidea12@gmail.comRizki Anugrahrizkianugrah091205@gmail.comSelianashellyana593@gmail.comKiki Septiana Utamikikiseptiana76@gmail.comFaris Alpalafarisalpalaf@gmail.com<p><em>Kebijakan pendidikan Islam di Indonesia merupakan bagian penting dari kebijakan publik yang memiliki peran strategis dalam mengarahkan sistem pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipologi kebijakan pendidikan Islam yang meliputi kebijakan substantif, regulatif, dan simbolik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian kepustakaan, melalui analisis berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal, dan dokumen kebijakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan Islam memiliki karakter kompleks yang dipengaruhi oleh faktor ideologis, sosial, politik, dan budaya. Kebijakan substantif berorientasi pada dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan, namun implementasinya masih menghadapi berbagai kendala. Kebijakan regulatif berperan dalam menciptakan keteraturan melalui aturan formal, meskipun cenderung bersifat administratif dan kurang fleksibel. Sementara itu, kebijakan simbolik lebih menekankan aspek citra dan legitimasi, yang dalam praktiknya masih cukup dominan dibandingkan aspek substantif. Ketidakseimbangan antara ketiga tipologi tersebut berdampak pada belum optimalnya pencapaian tujuan pendidikan Islam. Oleh karena itu, diperlukan upaya penyeimbangan kebijakan dengan memperkuat aspek substantif tanpa mengabaikan fungsi regulatif dan simbolik agar kebijakan pendidikan Islam lebih efektif, kontekstual, dan berorientasi pada kemaslahatan.</em></p>2026-06-28T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Afriantoni, Della Amelia, Elda Widea, Rizki Anugrah, Seliana, Kiki Septiana Utami, Faris Alpalahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8486Implementasi Pendekatan Kontekstual Berbasis Multimedia pada Pembelajaran PAI di Sekolah Dasar2026-06-14T17:29:55+07:00Noviana Devi Chaniagonovianadevichaniago@gmail.comMaya Safitrimayasafitri@uinsuna.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan kontekstual berbasis multimedia dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di UPTD SD Negeri 19 Juli serta menganalisis dampaknya terhadap motivasi, keterlibatan, dan pemahaman peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek satu guru PAI dan 22 peserta didik kelas V. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual berbasis multimedia mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan bermakna. Penggunaan video pembelajaran, gambar ilustratif, dan presentasi multimedia membantu peserta didik menghubungkan materi PAI dengan pengalaman kehidupan sehari-hari sehingga memudahkan pemahaman konsep keagamaan. Selain itu, pendekatan ini meningkatkan motivasi belajar, partisipasi aktif, serta kemampuan peserta didik dalam memahami dan menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan sarana pendukung dan kompetensi teknologi sebagian guru, implementasi pendekatan ini tetap berjalan efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan kontekstual berbasis multimedia merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di sekolah dasar.</em></p>2026-06-28T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Noviana Devi Chaniago, Maya Safitrihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8515Peran Kepala Sekolah Dalam Administrasi Pendidikan Yang Efektif 2026-06-14T21:37:49+07:00AdinataAdinata.idris@gmail.comSaskya Delsalsadelsalsasaskya@gmail.comRani Auliarnalia2306@gmail.comLu’lu’ul Maknunahlulukmaknunah2006@gmail.comAlya Desvita Salmadesvitaalyaa@gmail.comIntan KurniawatiIntankurniawati060805@gmail.comMuhammad Ade Ramadhanimuhammadadederamadani@gmail.comMuhammad Rafly Adityamraflya903@gmail.com<p><em>Administrasi pendidikan yang efektif merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai pemimpin, administrator, supervisor, serta pengambil keputusan dalam mengelola berbagai aspek administrasi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala sekolah dalam mewujudkan administrasi pendidikan yang efektif serta mengidentifikasi hambatan dan strategi yang dapat diterapkan dalam pengelolaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, serta </em><em>tenaga administrasi sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan penting dalam fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, koordinasi, dan pengawasan administrasi pendidikan. Pemanfaatan teknologi digital dalam sistem administrasi terbukti meningkatkan efektivitas pengelolaan data, pengarsipan, pelaporan, dan komunikasi di lingkungan sekolah. Namun demikian, masih terdapat beberapa hambatan, seperti rendahnya literasi digital tenaga kependidikan, keterbatasan sarana dan prasarana, serta tingginya beban administrasi kepala sekolah. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan fasilitas pendukung, serta penerapan kepemimpinan transformasional agar administrasi pendidikan dapat berjalan lebih efektif dan mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.</em></p>2026-06-28T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Adinata, Saskya Delsalsa, Rani Aulia, Lu’lu’ul Maknunah, Alya Desvita Salma, Intan Kurniawati, Muhammad Ade Ramadhani, Muhammad Rafly Adityahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8448Strategi Pembelajaran Inovatif Pendidikan Agama Isalam (PAI) di SMA Islam Az-Zahra Palembang: Integrasi Tujuan Pembelajaran dan Pendekatan Karakter Berbasis Digital2026-06-14T02:47:31+07:00Rahmatul Hasanahasanarahmatul642@gmail.comLucy Amelia Ramadhanilucyameliaramadhani@gmail.comMuhamad Fauzimuhamadfauzi_uin@radenfatah.ac.idWidya Wulandariwidyawulandari201299@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran inovatif Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengintegrasikan tujuan pembelajaran dengan pendekatan karakter berbasis digital di SMA Islam Az-Zahra Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI SMA Islam Az-Zahra Palembang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, observasi, dan wawancara dengan guru PAI serta peserta didik. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan strategi pembelajaran yang fleksibel dengan mengombinasikan berbagai metode, seperti ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan, kuis, serta pemanfaatan media digital berupa PowerPoint dan video pembelajaran. Integrasi pendidikan karakter dilakukan tidak hanya melalui kegiatan pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui berbagai kegiatan keagamaan, seperti salat Dhuha, kultum pagi, ceramah Jum'at, pembacaan Yasin, dan latihan memimpin doa. Pemanfaatan media digital terbukti membantu siswa memahami materi keagamaan secara lebih konkret dan menarik, sehingga mendukung pencapaian tujuan pembelajaran sekaligus penguatan karakter religius. Namun, penelitian juga menemukan beberapa hambatan, yaitu perbedaan karakteristik dan preferensi belajar siswa terhadap media digital serta kecenderungan siswa merasa bosan apabila penggunaan video pembelajaran dilakukan secara berlebihan. Oleh karena itu, keberhasilan pembelajaran inovatif PAI berbasis digital sangat bergantung pada kemampuan guru dalam memadukan teknologi dengan metode pembelajaran interaktif yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.</p>2026-06-28T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Rahmatul Hasana, Lucy Amelia Ramadhani, Muhamad Fauzi, Widya Wulandarihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8630Peran RISMA dalam Meningkatkan Kegiatan Keagamaan Remaja di Masjid Al Muhajirin Kelurahan Talang Benih2026-06-16T08:14:27+07:00Shofyanshofyannn1922@gmail.comSepta Eriyaniseptaeriyani00@gmail.comSovia Loradiasovialrd@gmail.comRiska Nur Azizahrn2467276@gmail.comSaadatul Millatisaadatulmillati21@gmail.comSuari Padilasuaripadila@gmail.comOkni Aisa Mutiara Sendiokniams@iaincurup.ac.id<p><em>Masjid memiliki peran penting sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pembinaan moral masyarakat, termasuk dalam membentuk karakter religius generasi muda. Keberadaan Remaja Islam Masjid (RISMA) menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan partisipasi remaja dalam kegiatan keagamaan dan pengembangan potensi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran RISMA dalam meningkatkan kegiatan keagamaan remaja di Masjid Al Muhajirin Kelurahan Talang Benih Kecamatan Curup. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas ketua RISMA, anggota RISMA, dan pengurus masjid. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña serta diuji melalui triangulasi dan member check Hasil penelitian menunjukkan bahwa RISMA berperan sebagai sarana pembinaan agama, peningkatan rasa percaya diri, pembentukan etika, penguatan ukhuwah Islamiyah, serta pengembangan potensi remaja. Berbagai kegiatan seperti tadarus Al-Qur'an, pengajian, hadroh, dan terutama muhadarah terbukti mampu meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum serta memperkuat pemahaman keagamaan remaja. Namun, pelaksanaan kegiatan masih menghadapi beberapa kendala, seperti kesibukan akademik, kurangnya motivasi anggota, keterbatasan komunikasi, dan dukungan lingkungan yang belum optimal. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa RISMA memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan aktivitas keagamaan dan membentuk karakter religius remaja, sehingga diperlukan dukungan dan inovasi program agar partisipasi remaja semakin meningkat.</em></p>2026-06-28T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Shofyan, Septa Eriyani, Sovia Loradia, Riska Nur Azizah, Saadatul Millati, Suari Padila, Okni Aisa Mutiara Sendihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8417Strategi School branding Dalam Meningkatkan Daya Tarik Peserta Didik Baru Di Yayasan Madrasah Aliyah Swasta Darusy Syafi’iyah2026-06-13T17:10:27+07:00Afrian Sarahafriansarah0504@gmail.comErisa Kurniatierisa.kurniati@unja.ac.idAgus Lestariaguslestari@unja.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi <em>school branding</em> dalam meningkatkan daya tarik peserta didik baru di Madrasah Aliyah Swasta Darusy Syafi’iyah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, humas, guru, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi <em>school branding</em> dirancang dengan menonjolkan identitas madrasah berbasis keagamaan melalui program kitab kuning, takhosus, pembinaan akhlak, kegiatan ekstrakurikuler, serta pemanfaatan media sosial. Implementasi strategi dilakukan melalui sosialisasi ke sekolah lain, kerja sama dengan lembaga pendidikan, publikasi kegiatan melalui media sosial, dan keterlibatan siswa dalam berbagai kegiatan lomba dan ekstrakurikuler. Faktor pendukung meliputi kerja sama seluruh warga madrasah, dukungan kepala madrasah, peran alumni dan orang tua, serta pemanfaatan media sosial. Adapun faktor penghambat meliputi belum adanya identitas visual khusus sebagai media branding, kualitas dan kompetensi sebagian guru yang belum optimal, serta keterbatasan pemahaman media sosial pada sebagian orang tua. Strategi <em>school branding</em> memberikan dampak positif terhadap meningkatnya daya tarik masyarakat yang ditunjukkan melalui meningkatnya kepercayaan orang tua, meluasnya penyebaran informasi, semakin dikenalnya madrasah, serta adanya peserta didik yang berasal dari luar kecamatan dan luar kabupaten.</p>2026-06-28T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Afrian Sarah, Erisa Kurniati, Agus Lestarihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8349Kajian Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi dalam Filsafat Pendidikan Islam: Suatu Analisis Aplikatif2026-06-13T00:44:36+07:00Zikratul Fittri200501033@student.ar-raniry.ac.id<p>Filsafat pendidikan Islam memiliki peran penting dalam memberikan landasan konseptual terhadap pengembangan ilmu pengetahuan yang tidak hanya berorientasi pada aspek intelektual, tetapi juga spiritual dan moral. Permasalahan utama dalam kajian ini terletak pada perlunya pemahaman yang komprehensif mengenai hubungan antara ontologi, epistemologi, dan aksiologi dalam pendidikan Islam sebagai satu kesatuan sistem yang utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep ontologi, epistemologi, dan aksiologi dalam filsafat pendidikan Islam serta relevansinya terhadap pengembangan pendidikan di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (<em>library research</em>). Data diperoleh melalui studi dokumentasi dari Al-Qur’an, hadis, buku, dan artikel jurnal ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (<em>content analysis</em>). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ontologis, pendidikan Islam memandang manusia sebagai makhluk multidimensional yang memiliki potensi fitrah untuk dikembangkan secara seimbang antara aspek jasmani, akal, dan spiritual. Secara epistemologis, pendidikan Islam mengintegrasikan wahyu, akal, dan pengalaman empiris sebagai sumber pengetahuan yang saling melengkapi dalam proses pembelajaran. Secara aksiologis, pendidikan Islam menegaskan bahwa ilmu harus berorientasi pada nilai-nilai ilahiyah dan insaniyah yang bertujuan untuk kemaslahatan manusia serta pembentukan karakter peserta didik. Ketiga aspek tersebut saling terintegrasi dalam membangun sistem pendidikan Islam yang holistik, humanis, dan transendental. Kesimpulannya, integrasi ontologi, epistemologi, dan aksiologi dalam pendidikan Islam menjadi dasar penting dalam membentuk sistem pendidikan yang tidak hanya menghasilkan kecerdasan intelektual, tetapi juga karakter dan spiritualitas peserta didik.</p>2026-06-28T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Zikratul Fittrihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8428Dinamika Interaksi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran PAI untuk Meningkatkan Motivasi Belajar2026-06-13T19:18:24+07:00Saskya Delsalsadelsalsasaskya@gmail.comLu’lu’ul Maknunahlulukmaknunah2006@gmail.comAlya Desvita Salmadesvitaalyaa@gmail.comRani Auliarnalia2306@gmail.comIntan Kurnia WatiIntankurniawati060805@gmail.comMubarakmubarak@unikarta.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika interaksi antara guru dan siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta pengaruhnya terhadap motivasi belajar siswa di SMAN 1 Tenggarong. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus untuk memperoleh gambaran secara mendalam mengenai proses komunikasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi yang terjalin antara guru dan siswa berlangsung cukup aktif, komunikatif, dan kondusif sehingga mampu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman. Guru menerapkan berbagai metode pembelajaran seperti diskusi, tanya jawab, presentasi, serta penggunaan media pembelajaran yang membantu meningkatkan perhatian dan partisipasi siswa. Selain itu, guru berperan sebagai motivator dengan memberikan dorongan belajar, apresiasi, serta pendekatan yang ramah terhadap siswa. Motivasi belajar siswa terlihat dari meningkatnya keaktifan dalam bertanya, berdiskusi, dan mengikuti pembelajaran. Namun, masih terdapat beberapa hambatan, seperti rendahnya rasa percaya diri siswa, kurangnya minat belajar, serta keterbatasan media pembelajaran. Oleh karena itu, interaksi yang positif dan strategi pembelajaran yang variatif menjadi faktor penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran PAI.</em></p>2026-06-28T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Saskya Delsalsa, Lu’lu’ul Maknunah, Alya Desvita Salma, Rani Aulia, Intan Kurnia Wati, Mubarakhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8579Penerapan Kurikulum Merdeka Ala Pesantren Dalam Mengembangkan Minat dan Bakat Santri2026-06-15T16:00:09+07:00Mahmudi2505301103@mhs.unisda.ac.idAh. Zakki Fuad2505301103@mhs.unisda.ac.idNovi Darmayantinovidarmayanti@unisda.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Kurikulum Merdeka berbasis nilai-nilai pesantren dalam mengembangkan minat dan bakat santri di Pondok Pesantren Puncak Darussalam dan Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Pamekasan. Kurikulum Merdeka sebagai kebijakan nasional memberikan ruang fleksibilitas yang luas bagi satuan pendidikan untuk berinovasi, namun tantangannya terletak pada bagaimana lembaga pendidikan Islam seperti pesantren mengintegrasikan nilai-nilai khas pesantren seperti tafaqquh fi al-din, kemandirian, dan akhlakul karimah ke dalam kerangka kurikulum nasional tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus komparatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kedua pesantren berhasil mengadaptasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan nuansa kepesantrenan melalui program-program unggulan berbasis minat dan bakat; (2) Pondok Pesantren Puncak Darussalam menekankan pengembangan bakat di bidang seni qiraah, kaligrafi, dan kewirausahaan santri; (3) Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah mengintegrasikan teknologi informasi dan kepemimpinan dalam program pengembangan bakat; dan (4) terdapat hambatan struktural dan kultural yang perlu diatasi dalam implementasi kebijakan ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model “Kurikulum Merdeka Ala Pesantren” merupakan bentuk kearifan lokal institusional yang mampu menjembatani antara standar nasional pendidikan dan identitas khas pesantren.</em></p>2026-06-28T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Mahmudi, Ah. Zakki Fuad, Novi Darmayantihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8432Identifikasi Minat Karier Peserta Didik Kelas XI Melalui Tes Riasec Sebagai Dasar Penyusunan Layanan Bimbingan Karier2026-06-13T20:08:15+07:00Annisa Rahma Wati25010014150@mhs.unesa.ac.idIfbani Yafiqi25010014031@mhs.unesa.ac.idAchmad Anas Robiy25010014187@mhs.unesa.ac.id<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Memahami kecenderungan minat karir merupakan bagian penting dalam membantu siswa merencanakan masa depan mereka secara realistis. Studi ini bertujuan untuk memetakan kecenderungan minat karir siswa kelas sebelas di SMA Negeri Jogoroto menggunakan instrumen RIASEC yang dikembangkan oleh John Holland. Pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik survei diterapkan pada 32 siswa. Data dikumpulkan melalui instrumen RIASEC 42 item dengan skala penilaian 1 hingga 6 dan dianalisis secara deskriptif untuk menentukan tiga kode dominan untuk setiap responden. Hasil menunjukkan bahwa kode dominan yang paling sering adalah SEA (Sosial-Wirausaha-Artistik) sebesar 21,88%, menunjukkan kecenderungan terhadap aktivitas sosial, kepemimpinan, dan kreativitas. Variasi seperti CES, SAE, ESA, ESC, ASE, ECS, dan SEC juga ditemukan, mencerminkan beragam karakteristik minat individu. Temuan ini berfungsi sebagai dasar untuk merancang program bimbingan karir melalui layanan konseling informasi, kelompok, dan individu yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa.</span></span></p>2026-06-28T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Annisa Rahma Wati, Ifbani Yafiqi, Achmad Anas Robiyhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8442Islamisasi dan Interkoneksi-Integrasi Ilmu: Mekanisme Psikologis Perolehan Pengetahuan melalui Pancaindra, Akal, Jiwa, dan Qalb2026-06-13T22:38:24+07:00Nur Salsabila251003014@student.ar-raniry.ac.id<p><em>Dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum masih menjadi persoalan dalam Pendidikan Agama Islam, sehingga proses pembelajaran sering terjebak pada pemisahan antara aspek intelektual dan spiritual. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan Islamisasi ilmu, interkoneksi-integrasi keilmuan, serta mekanisme psikologis perolehan ilmu melalui perspektif panca indra, akal, jiwa, dan qalb. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui telaah literatur primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perolehan ilmu dalam Islam berlangsung secara holistik: panca indra menerima informasi, akal mengolah pengetahuan, jiwa membangun motivasi, dan qalb mengarahkan ilmu pada nilai moral-spiritual. Sintesis ketiganya melahirkan paradigma Pendidikan Agama Islam yang integratif, kontekstual, dan humanis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan pendidikan Islam masa depan memerlukan integrasi antara rasionalitas ilmiah, kesehatan psikologis, dan spiritualitas agar terbentuk peserta didik yang cerdas, berkarakter, serta adaptif terhadap perubahan zaman. </em></p>2026-06-28T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nur Salsabilahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8614Implementasi Program Tahsin dalam Membentuk Akhlakul Karimah Siswa di SMAN 20 Palembang2026-06-15T22:36:03+07:00Dea Paramitadeaparamita838@gmail.comAhmad Yasin Ubaidillahahmadyasin1412@gmail.com2Nuryudiasihnuryudiasih28@gmail.comSiti Mutmainnahsmutmainnah288@gmail.comMahdormahdorabdullah@gmail.comAlihan Satradeaparamita838@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran program tahsin dalam pembentukan akhlakul karimah siswa di SMAN 20 Palembang. Program tahsin merupakan kegiatan pembelajaran Al-Qur’an yang berfokus pada perbaikan bacaan sesuai kaidah tajwid dan makharijul huruf, serta menjadi sarana penanaman nilai-nilai keislamandalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini mengkaji pelaksanaan program tahsin, peran program dalam pembentukan akhlakul karimah siswa, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam, pembina program tahsin, dan siswa yang mengikuti program. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai pelaksanaan program tahsin di sekolah.</p>2026-06-28T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Dea Paramita, Ahmad Yasin Ubaidillah, Nuryudiasih, Siti Mutmainnah, Mahdor, Alihan Satrahttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8732Pengelolaan Kesejahteraan Psikologis Tenaga Pendidik: sebagai Bagian Strategis Manajemen Sumber Daya Manusia2026-06-17T14:48:07+07:00Dwi Septi Rahayudwi.septi.rahayu24058@mhs.uingusdur.ac.idMutammammutammam@uingusdur.ac.id<p>Kesejahteraan psikologis tenaga pendidik merupakan aspek krusial yang sering kali terabaikan dalam praktik manajemen pendidikan, padahal hal ini berkaitan langsung dengan kualitas kinerja dan hasil pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pengelolaan kesejahteraan psikologis tenaga pendidik sebagai bagian strategis dari manajemen sumber daya manusia di lembaga pendidikan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis konten terhadap berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kesejahteraan psikologis tidak hanya berfungsi untuk menjaga kesehatan mental pendidik, tetapi juga meningkatkan motivasi, loyalitas, dan produktivitas kerja. Dukungan sosial, lingkungan kerja yang kondusif, serta sistem penghargaan yang adil menjadi faktor penentu utama. Kesimpulannya, integrasi program kesejahteraan psikologis ke dalam kebijakan manajemen sumber daya manusia menjadi kebutuhan mendesak untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.</p>2026-06-29T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Dwi Septi Rahayu, Mutammamhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8805Pengaruh Penggunaan Media Canva pada Mata Pelajaran Bahasa Arab di Kelas V MIN 35 Bireuen2026-06-18T01:02:23+07:00Sri Maulidasrimaulida3007@gmail.comMaya Safitrimayasafitri@gmail.comRia Sunnisakriasunnisak17des2002@gmail.com<p>Perkembangan teknologi pendidikan mendorong guru untuk memanfaatkan media pembelajaran digital guna meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar. Salah satu media pembelajaran digital yang dapat digunakan dalam pembelajaran Bahasa Arab adalah Canva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Canva terhadap hasil belajar Bahasa Arab siswa kelas V MIN 35 Bireuen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen melalui model one group pre-test dan post-test. Sampel penelitian berjumlah 18 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test siswa sebesar 55, sedangkan nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 78. Nilai rata-rata post-test tersebut telah melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah yaitu 70. Hasil analisis statistik menggunakan uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test. Hasil observasi juga menunjukkan peningkatan keaktifan, perhatian, dan partisipasi siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, penggunaan media Canva terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Arab siswa serta mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik.</p>2026-06-29T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Sri Maulida, Maya Safitri, Ria Sunnisakhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8774Relasi Kekuasaan dan Kebijakan Pendidikan dalam Perkembangan Madrasah di Indonesia2026-06-17T21:26:27+07:00Putri Husnul Khotimahkhusnulputri81@gmail.comRizka Wulan Rahmadiantirizkarahmadianti15@gmail.com2Septiana Purwaningrumkhusnulputri81@gmail.comMuawanahrizkarahmadianti15@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi kekuasaan dan kebijakan pendidikan dalam perkembangan madrasah di Indonesia melalui pendekatan studi kepustakaan (<em>library research</em>). Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam mengalami berbagai dinamika yang dipengaruhi oleh kebijakan negara sejak masa kolonial hingga era kontemporer. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, dan regulasi pendidikan yang relevan dengan perkembangan madrasah. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan merupakan instrumen kekuasaan yang berperan dalam menentukan arah, struktur, dan orientasi pendidikan madrasah. Berbagai kebijakan, seperti Ordonansi Guru pada masa kolonial, SKB Tiga Menteri Tahun 1975, dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, memberikan dampak signifikan terhadap transformasi madrasah. Di satu sisi, kebijakan tersebut memperkuat legitimasi dan integrasi madrasah ke dalam sistem pendidikan nasional. Di sisi lain, kebijakan tersebut mendorong proses standarisasi yang berpotensi memengaruhi kekhasan identitas pendidikan Islam. Kajian ini menemukan bahwa transformasi madrasah merupakan proses negosiasi yang berkelanjutan antara tuntutan modernisasi pendidikan dan upaya mempertahankan nilai-nilai keislaman. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pendidikan yang mampu menciptakan keseimbangan antara standar nasional dan otonomi kelembagaan guna mendukung pengembangan madrasah yang adaptif, berkualitas, dan berdaya saing.</p>2026-06-29T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Putri Husnul Khotimah, Rizka Wulan Rahmadianti, Septiana Purwaningrum, Muawanahhttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8694Analisis Faktor Kurangnya Minat Remaja dalam Belajar Pendidikan Agama Islam Risma di Desa Talang Lahat2026-06-17T11:47:58+07:00Pandi Saputrapandisaputra325@gmail.comPebi YolandaPebiiiyolanda@gmail.comReke Ayu Ningrumreke9058@gmail.comRepi Resarepiresa10@gmail.comRepti Novianirepiresa10@gmail.comRifki Hadiansyahrifkyhadiansyah05@gmail.comOkni Aisa Mutiara Sendiokniams@iaincurup.ac.id<p><em>TPenelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya minat remaja dalam belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) pada kegiatan RISMA (Remaja Islam Masjid) di Desa Talang Lahat. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara dan dokumentasi, data dikumpulkan dari dua anggota RISMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya minat dipengaruhi oleh faktor internal seperti kurangnya motivasi diri, rendahnya kesadaran akan pentingnya ilmu agama, dan kecenderungan remaja pada hiburan; serta faktor eksternal seperti kurangnya dukungan orang tua, pengaruh lingkungan pergaulan, kegiatan RISMA yang kurang inovatif, dan penggunaan media sosial yang berlebihan. Upaya peningkatan partisipasi mencakup pendekatan pembina yang ramah, sosialisasi kepada orang tua, serta rancangan kegiatan yang lebih kreatif dan inovatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan kerja sama antara pembina, orang tua, pengurus RISMA, dan masyarakat untuk meningkatkan keterlibatan remaja dalam kegiatan keagamaan.</em></p>2026-06-29T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Pandi Saputra, Pebi Yolanda, Reke Ayu Ningrum, Repi Resa, Repti Noviani, Rifki Hadiansyah, Okni Aisa Mutiara Sendihttps://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8759Inovasi Perencanaan, Pembelajaran Berbasis Data Sebagai Strategi Penguatan Mutu Pendidikan pada Lembaga Pendidikan Islam2026-06-18T10:07:53+07:00Juni Erpida Nasutionyuniversia8@gmail.comSri Anitasrianitanita987@gmail.comKaila Syahranirsya0729@gmail.comNelly Agustinnellyagustin1805@gmail.comArfi Solahuddinarfii670@gmail.comM. Ikhsan Fadliikhsanfadli892@gmail.comMuli Prima Aldiprimaastroid86@gmail.com<p><em>Penelitian ini membahas inovasi perencanaan pembelajaran berbasis data sebagai strategi penguatan mutu pendidikan pada lembaga pendidikan Islam. Perkembangan pendidikan di era digital menuntut lembaga pendidikan Islam untuk mampu meningkatkan kualitas pembelajaran secara efektif, terarah, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Namun, pada kenyataannya masih banyak lembaga pendidikan Islam yang menggunakan perencanaan pembelajaran secara konvensional tanpa memanfaatkan data peserta didik secara optimal. Kondisi tersebut menyebabkan proses pembelajaran kurang efektif dan belum mampu meningkatkan mutu pendidikan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembelajaran berbasis data dalam mendukung inovasi perencanaan pembelajaran serta penguatan mutu pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengumpulkan data dari berbagai jurnal ilmiah, buku, dan artikel yang relevan. Data dianalisis melalui proses identifikasi, perbandingan, dan penyusunan informasi</em> secara sistematis. Hasil penelitian <em>menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis data dapat membantu guru dan lembaga pendidikan dalam memahami kebutuhan peserta didik, menentukan strategi pembelajaran yang tepat, serta melakukan evaluasi pembelajaran secara lebih terukur. Selain itu, pemanfaatan data juga mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif dalam pengelolaan pendidikan. </em></p>2026-06-29T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Juni Erpida Nasution, Sri Anita, Kaila Syahrani, Nelly Agustin, Arfi Solahuddin, M. Ikhsan Fadli, Muli Prima Aldi