Manajemen Risiko Keselamatan Pada Destinasi Wisata Bahari Pantai Sasak Kabupaten Pasaman Barat

Authors

  • Ferdi Wardana Institut Pemerintahan Dalam Negeri
  • Mujahidin Institut Pemerintahan Dalam Negeri

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.6096

Keywords:

Manajemen risiko, keselamatan wisatawan, wisata bahari, Pantai Sasak, pariwisata berkelanjutan

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas Program Desa Tangguh Bencana (Destana) Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen risiko keselamatan wisatawan, mengidentifikasi faktor penghambat, dan merumuskan upaya peningkatan pada Objek Wisata Bahari Pantai Sasak Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis mengacu pada teori manajemen risiko Hinsa Siahaan yang mencakup lima dimensi: fasilitas/infrastruktur, akses, sumber daya manusia, lingkungan, dan peraturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen risiko keselamatan wisatawan di Pantai Sasak belum optimal pada seluruh dimensi. Fasilitas keselamatan dalam kondisi tidak memadai, jalur evakuasi rawan kemacetan, penjaga pantai belum bersertifikasi profesional, pengelolaan lingkungan masih konvensional, serta SOP yang tersedia belum mencakup prosedur kedaruratan secara spesifik. Faktor penghambat utama meliputi keterbatasan infrastruktur, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, belum optimalnya regulasi dan SOP keselamatan, minimnya sosialisasi kepada wisatawan, serta lemahnya koordinasi antarlembaga. Upaya peningkatan yang diperlukan meliputi pembaruan fasilitas keselamatan, sertifikasi lifeguard profesional, penyusunan SOP kedaruratan khusus, pengintegrasian sistem peringatan dini, serta formalisasi koordinasi lintas instansi.

References

Andrian, F., Rifardi, R., & Elizal, E. (2022). Analysis of Suitability and Supporting Capacity of Sasak Beach Tourism Pasaman Barat. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 27(1), 74–81. https://doi.org/10.31258/jpk.27.1.74-81

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. Thousand Oaks: Sage Publications.

Fitriani, V. A., & Alfirdaus, L. K. (2024). Tata kelola keselamatan dan keamanan pada sektor pariwisata: Studi Wisata Dieng. Journal of Politic and Government Studies, 13(2), 654–666.

Hamzar, D. (2025). Permintaan Jasa Wisata dan Safety di Indonesia (Studi Kasus Bali). Jakarta: Basarnas.

Hidayat, A. M., & Rostyaningsih, D. (2024). Penerapan manajemen risiko dalam pengelolaan destinasi wisata Pantai Bandengan Kabupaten Jepara. Journal of Public Policy and Management Review, 1(1), 885–902.

International Life Saving Federation. (2022). World Drowning Prevention Report 2022. Brussels: ILS.

ISO. (2018). ISO 31000:2018 – Risk management – Guidelines. Geneva: International Organization for Standardization.

Iskandar, M. I., et al. (2025). Dampak Pembangunan Pariwisata Terhadap Ekonomi dan Budaya Lokal. EKOMA: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, 4(3), 5778–5782.

Marhamah, I. (2025). Analisis dan mitigasi risiko bencana gelombang ekstrem dan abrasi pantai di Pantai Muaro Sasak Kabupaten Pasaman Barat. [Laporan Penelitian].

Megantara, A. A., & Zahran, M. F. R. (2024). Penerapan manajemen risiko pada destinasi wisata Sungai Palayangan Cileunca, Kabupaten Bandung. Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata, 4(2), 72–80.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nurhamsyah, M. (2025). Manajemen risiko keselamatan wisatawan berbasis teknologi informasi geografis. [Kajian Teknis]. Jakarta: Kementerian Pariwisata.

Pramadanu, A., & Windasari, N. A. (2023). Strategi pemulihan pariwisata bahari pasca-pandemi Covid-19. Jurnal Pariwisata Terapan, 7(1), 1–15.

Ritchie, B., & Crouch, G. (2011). The Competitive Destination: A Sustainable Tourism Perspective. Wallingford: CABI Publishing.

Siahaan, H. (2009). Manajemen Risiko pada Perusahaan & Birokrasi (Cetakan revisi). Jakarta: Elex Media Komputindo.

Taofiqurohman, A. (2021). Factors Causing Maritime Tourism Risk Based on Physical Dynamics of Beaches on the South Coast of West Java. Jurnal Ilmiah Pariwisata, 26(1), 47–59.

UNWTO. (2019). Guidelines for Institutional Strengthening of Destination Management Organizations. Madrid: UNWTO.

WHO. (2021). Drowning Prevention: A Global Challenge. Geneva: World Health Organization.

Wijaya, O., Pambudi, D. I., & Makarim, D. (2024). Manajemen risiko keselamatan, kesehatan, dan keamanan di kawasan wisata Pantai Parangtritis. Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health, 9(1). https://doi.org/10.21111/jihoh.v9i1.11952

Wijaya, I. B. O., Suryawan, I. B., & Budiarta, I. G. (2023). Manajemen risiko keselamatan dan keamanan wisatawan di destinasi wisata bahari. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 18(2), 123–134

Downloads

Published

2026-05-09

How to Cite

Ferdi Wardana, & Mujahidin. (2026). Manajemen Risiko Keselamatan Pada Destinasi Wisata Bahari Pantai Sasak Kabupaten Pasaman Barat. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(3), 4982–4989. https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.6096

Issue

Section

Articles